Anda di halaman 1dari 1

Pusat Peraturan Pajak Online

Tim Analis Dibentuk


Contributed by Administrator
Saturday, 05 April 2008
Last Updated Monday, 07 April 2008

SPS Akan Menyelidiki Praktik Monopoli Pasar KertasJakarta, Kompas - Serikat Penerbit Surat Kabar atau SPS
membentuk tim untuk menganalisis kenaikan harga kertas koran dalam empat bulan terakhir. Langkah ini diambil setelah
PT Aspex Kumbong menaikkan harga kertas koran sebesar 95 dollar AS per ton tanpa mempertimbangkan kondisi
media cetak.”Kami ingin menganalisis, apakah kenaikan harga kertas ini rasional atau tidak. Dampak kenaikan
harga ini luar biasa karena posisi kami langsung ditekan oleh produsen kertas,” kata Ketua Tim Kertas SPS Pusat
Leo Batubara di Jakarta, Jumat (4/4).
Tim Kertas yang dibentuk dalam rapat internal SPS Pusat tersebut akan efektif bekerja mulai minggu depan. Industri
media cetak kelimpungan setelah Aspex menaikkan harga kertas koran dari 705 dollar AS per ton pada kuartal I-2008
menjadi 800 dollar AS per ton per 1 April 2008.Tingkat kenaikan tersebut sangat mencengangkan karena selama tahun
2007 harga kertas koran relatif stabil pada 675 dollar AS per ton.Selama ini industri media cetak dan produsen kertas
koran menerapkan pola kontrak pembelian kertas setiap tiga bulan.Aspex merupakan pemimpin pasar kertas koran
nasional dengan kapasitas produksi sedikitnya 400.000 ton per tahun, Adiprima Surya Printa 120.000 ton per tahun,
Tulung Agung 24.000 ton, dan Gede Karang 50.000 ton.Ketua Harian SPS Pusat M Ridlo ’Eisy mengatakan, SPS
Pusat ingin memastikan bahwa Aspex tidak menjalankan praktik monopoli pasar.”Jika ternyata benar terjadi
(monopoli), mereka bisa dikenai pasal-pasal dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik
Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Oleh karena itu, kami membentuk Tim Kertas ini,” tegas
Ridlo.Impor langkah terakhirTim tersebut juga bertugas mendorong produsen kertas koran nasional lainnya untuk
meningkatkan kualitas produk dan kapasitas produksi. Langkah ini penting dalam upaya mengurangi dominasi Aspex di
pasar kertas koran nasional.Setiap bulan, Aspex memproduksi sekitar 35.000 ton kertas koran dan mengalokasikan
sedikitnya 8.000 ton untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Sebanyak 9.000 ton dipenuhi produsen lain, yaitu PT
Adiprima Surya Printa, PT Tulung Agung, dan PT Gede Karang.Industri media cetak membutuhkan sedikitnya 17.000
ton kertas koran per bulan. Selain membentuk tim, SPS Pusat juga menyarankan para penerbit koran menaikkan harga
langganan dan iklan. Langkah terakhir adalah mengimpor kertas koran.”Kondisi saat ini memang sangat
dilematis. Harga kertas koran terus menekan media cetak, tetapi kami tetap harus terbit,” kata Leo.Secara
terpisah, Direktur Eksekutif SPS Pusat Asmono Wikan mengatakan, SPS Pusat akan terus mencari solusi agar industri
penerbitan bisa keluar dari kemelut harga kertas. Salah satunya terus memperjuangkan penghapusan Pajak
Pertambahan Nilai (PPN) kertas koran sebesar 10 persen.Produk koran termasuk bagian dari pendidikan karena
perannya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sehingga tidak layak dikenai PPN
kertas.”Pengurangan PPN ini tentu sangat membantu industri media cetak dalam menghadapi lonjakan harga
kertas,” ujar Asmono. (ham) Harian Kompas, 5 April 2008

http://www.rumahpajak.com

Powered by Joomla!

Generated: 8 July, 2012, 16:13