Anda di halaman 1dari 18
 

BAB I KONSEP DASAR

 
  • A. Definisi

 

Penyakit paru-paru obstrutif kronis/PPOK (COPD) merupakan suatu istilah yang sering digunakan untuk sekelompok penyakit paru-paru yang berlangsung lama dan ditandai oleh peningkatan resistensi terhadap aliran udara sebagai gambaran patofisiologi utamanya (Irman, 2008). Eksaserbasi akut pada PPOK berarti timbulnya perburukan dibandingkan dengan kondisi sebelumnya. Definisi eksaserbasi akut pada PPOK adalah kejadian akut dalam perjalanan alami penyakit dengan karakteristik adanya perubahan basal sesak napas, batuk, dan/ atau sputum yang diluar batas normal dalam variasi hari ke hari (GOLD, 2009). Penyakit Paru Obstruksi Kronik merupakan sejumlah gangguan yang mempengaruhi pergerakan udara dari dan keluar paru. Gangguan yang penting adalah bronkhitis obstruktif, emfisema, dan asma bronkhial ( Arif Muttaqin, 2008: 156 ).

 
  • B. Anatomi

  • C. Etiologi

 

Menurut Arif Muttaqin, (2008: 156 ) penyebab dari Penyakit Paru Obstruksi Kronik adalah :

  • a. Kebiasaan merokok, merupakan penyebab utama pada bronkhitis kronik dan emfisema.

  • b. Adanya infeksi : Haemophilus influenzae dan streptococcus pneumonia.

  • c. Polusi oleh zat- zat pereduksi.

  • d. Faktor keturunan.

  • e. Faktor sosial- ekonomi : keadaan lingkungan dan ekonomi yang memburuk.

   
 
  • D. Patofisiologi

 

Fungsi paru mengalami kemunduran dengan datangnya usia tua yang disebabkan elastisitas jaringan paru dan dinding dada makin berkurang. Dalam usia yang lebih lanjut, kekuatan kontraksi otot pernapasan dapat berkurang sehingga sulit bernapas. Fungsi paru-paru menentukan konsumsi oksigen seseorang, yakni jumlah oksigen yang diikat oleh darah dalam paru-paru untuk digunakan tubuh. Konsumsi oksigen sangat erat hubungannya dengan arus darah ke paru-paru. Berkurangnya

 

fungsi paru-paru juga disebabkan oleh berkurangnya fungsi sistem respirasi seperti fungsi ventilasi paru. Faktor-faktor risiko tersebut diatas akan mendatangkan proses inflamasi bronkus dan juga menimbulkan kerusakan apda dinding bronkiolus terminalis. Akibat dari kerusakan akan terjadi obstruksi bronkus kecil (bronkiolus terminalis), yang mengalami penutupan atau obstruksi awal fase ekspirasi. Udara yang mudah masuk ke alveoli pada saat inspirasi, pada saat ekspirasi banyak terjebak dalam alveolus dan terjadilah penumpukan udara (air trapping). Hal inilah yang menyebabkan adanya keluhan sesak napas dengan segala akibatnya. Adanya obstruksi pada awal ekspirasi akan menimbulkan kesulitan ekspirasi dan menimbulkan pemanjangan fase ekspirasi. Fungsi-fungsi paru: ventilasi, distribusi gas, difusi gas, maupun perfusi darah akan mengalami gangguan.

E.

Tanda dan Gejala

 

Tanda dan gejala akan mengarah pada dua tipe pokok:

  • 1. Mempunyai gambaran klinik dominant kearah bronchitis kronis (blue bloater).

  • 2. Mempunyai gambaran klinik kearah emfisema (pink puffers).

 

Tanda dan gejalanya adalah sebagai berikut:

  • 1. Kelemahan badan

 
  • 2. Batuk

  • 3. Sesak napas

  • 4. Sesak napas saat aktivitas dan napas berbunyi

  • 5. Mengi atau wheeze

  • 6. Ekspirasi yang memanjang

  • 7. Bentuk dada tong (Barrel Chest) pada penyakit lanjut.

  • 8. Penggunaan otot bantu pernapasan

  • 9. Suara napas melemah

  • 10. Kadang ditemukan pernapasan paradoksal

  • 11. Edema kaki, asites dan jari tabuh.

   
F. Pathways
F.
Pathways
 
   
  • G. Komplikasi PPOK/ COPD:

 

Menurut Arif Muttaqin, ( 2008 ) komplikasi dari penyakit paru obstruksi kronik adalah :

  • a. Gagal pernafasan.

 
  • b. Atelektasis

  • c. Pneumonia ( proses peradangan pada jaringan paru ).

 
  • d. Pneumothorax.

   
  • H. Penatalaksanaan

 

Penatalaksanaan eksaserbasi akut di rumah sakit dapat dilakukan secara rawat jalan atau rawat inap dan dilakukan di poliklinik rawat jalan, ruang rawat inap, unit gawat darurat, atau ruang ICU (PDPI, 2009).

  • 1. Bronkodilator: Albuaterol ( proventil, ventolin ), isoetarin ( bronkosol, bronkometer

  • 2. Kortikosteroid : Metilprenisolon, Deksametason.

 
  • 3. Antibiotik

  • 4. Terapi Oksigen: sesuai indikasi hasil AGD dan toleransi klien.

  • 5. Ventilasi Mekanik

  • 6. Bantu pengobatan pernafasan (Fisioterapi dada)

  • 7. Berikan vitamin atau mineral atau elektrolit sesuai indikasi.

   

I.

Pemeriksaan Laboratorium & Diagnostik/ Penunjang

  • 1. Peningkatan Hb (empisema berat)

  • 2. Peningkatan eosinofil/ asma

  • 3. Penurunan alpha 1- antitrypsin

  • 4. PO2 menurun dan PCO2 normal atau meningkat (bronkhitis kronis dan emfisema.

  • 5. Chest X-ray: dapat menunjukkan hiperinflasi paru-paru, diafragma mendatar

  • 6. EKG: deviasi aksis kanan; gelombang P tinggi (pada pasien asma berat dan atrial disritmia/bronkhitis); gel.P pada Leads II, III, AVF panjang dan tinggi (brinkhitis dan emfisema); dan aksis QRS vertikal (emfisema

J.

Pengkajian Fokus Menurut Nanda

1.

Health Promotion (Peningkatan Kesehatan)

 

Kesadaran akan kesehatan atau normalitas fungsi dan strategi-strategi yang diterapkan untuk mempertahankan control dan meningkatkan kesehatan atau normalitas fungsi tersebut.

  • a. Health Awareness (Kesadaran Kesehatan

  • b. Health Management (Manajemen Kesehatan)

2.

Nutrition (Nutrisi)

  • a. Ingestion (Proses masuknya makanan)

  • b. Digestion (Pencernaan)

  • c. Absorption (Penyerapan)

  • d. Metabolism (Metabolisme)

  • e. Hydration (Minum)

3.

Elimination (Pembuangan):

 

Keluarnya produk-produk kotoran dari tubuh

  • a. Urinary system (Sistem Urinaria) : proses keluarnya urine

  • b. Gastrointestinal system( Sistem gastrointestinal) : Pengeluaran dan pengenyahan produk-produk kotoran dari isi perut

  • c. Integumentary system( Sistem Integumen) : Proses keluarnya melalui kulit

  • d. Pulmonary system( Sistem Paru-paru) : Pembersihan produk-produk metabolis secara ikutan, pengeluaran dan benda-benda asing dari paru-paru atau dua saluran bronkus.

   

4.

Activity/ Rest (Aktifitas/ Istirahat)

 

Produksi, konservasi, pengeluaran atau keseimbangan sumber-sumber tenaga

  • a. Sleep / Rest (Tidur/istirahat)

  • b. Activity / Exercise (Aktifitas/berolahraga)

  • c. Energy Balance (Keseimbangan)

  • d. Energi Cardiovascular-pulmonary Responses (respon jantung-paru-paru)

5.

Perception/ Cognition (Cara Pandang/ Kesadaran)

  • a. Sistem pemrosesan informasi manusia, termasuk perhatian, orientasi (tujuan), sensasi, cara pandang, kesadaran, dan komunikasi

  • b. Attention (Perhatian)

  • c. Orientation (Tujuan) :

  • d. Sensation/Perception (Sensasi/Cara Pandang)

  • e. Cognition (Kesadaran)

6.

Communication (Komunikasi) Self- Perception (Persepsi Diri)

 

Kesadaran Akan diri sendiri

  • a. Self-Concept (Konsep Diri) : persepsi tentang diri sendiri secara menyeluruh

  • b. Self-Esteem (Penghargaan diri) : Penilaian akan pekerjaan sendiri, kapabilitas,

 

kepentingan, dan keberhasilan

  • c. Body Image (Citra Tubuh) : Citra mental akan tubuh diri sendiri

7.

Role Relationships (Hubungan Peran)

  • a. Caregiving Roles (Peran-peran yang memberi perhatian) : Pola perilaku yang diharapkan secara social oleh individu- individu yang menyediakan perawatan dan bukan para professional perawatan kesehatan

  • b. Family Relationships (Hubungan keluarga) : Asosiasi orang-orang yang secara biologis saling berkaitan

  • c. Role Performance (Kinerja Peran) : Kualitas memfungsikan didalam pola-pola perilaku yang diharapkan secara social

8.

Sexuality /Seksualitas

 

Identitas seksual, fungsi seksual dan reproduksi

a.

Sexual Identity (Identitas Seksual)

  • b. Sexual Function (Fungsi Seksual)

 
  • c. Reproduction (Reproduksi)

 

9.

Coping/ Stress Tolerance

 
 

Berkaitan dengan kejadian-kejadian atau proses-proses kehidupan

 
  • a. Post-Trauma Responses (Respon paska trauma) Reaksi- reaksi yang terjadi setelah trauma fisik atau psikologis

  • b. Coping Responses (Respon-respon penanggulangan) : Proses mengendalikan tekanan lingkungan

  • c. Neuro-behavioral Responses (Respon-respon perilaku syaraf) Respon perilaku yang mencerminkan fungsi saraf dan otak

10.

Life Principles (Prinsip- Prinsip Hidup)

 
 

Prinsip- prinsip yang mendasari perilaku, pikiran dan perilaku tentang langkah- langkah, adapt istiadat, atau lembaga yang dipandang benar atau memiliki pekerjaan intrinsik

  • a. Values: (Nilai- nilai) : Identifikasi dan pemeringkatan tentang bagaimana akhirnya bertindak yang disukai

  • b. Beliefs: (Kepercayaan) : Pendapat, harapan atau penilaian atas tindakan, adapt istiadat, atau lembaga yang dianggap benar atau memiliki pekerjaan instrinsik

  • c. Value/Belief/Action Congruence: (Nilai, Kepercayaan, kesesuaian tindakan) :

 

korespondensi atau keseimbangan yang dicapai antara nilai-nilai, kepercayaan dan tindakan

11.

Safety/ Protection (Keselamatan/ Perlindungan)

 
 

Aman

dari

mara

bahaya,

luka

fisik

atau

kerusakan

system

kekebalan,

penjagaan akan kehilangan dan perlindungan keselamatan dan keamanan

  • a. Infection: (Infeksi) : Respon-respon setempat setelah invasi patogenik

 
  • b. Physical Injury: (luka Fisik) : Luka tubuh yang membahayakan

 
  • c. Violence: ( kekerasan ) penggunaan kekuatan atau tenaga yang berlebihan sehingga menimbulkan luka atau siksaan

  • d. Environmental Hazards: (tanda bahaya lingkungan ) sumber-sumber bahaya yang ada dilinkungan sekitar kita

  • e. Defensive Processes: ( proses mempertahankan diri ) proses seseorang mempertahankan diri dari luar

  • f. Thermoregulation: proses fisiologis untuk mengatur panas dan energi di dalam tubuh untuk tujuan melindingi organisms.

12.

Comfort

 

Rasa kesehatan mental, fisik, atau social, atau ketentraman

 
  • a. Physical Comfort : merasakan tentram dan nyaman

 
  • b. Social Comfort : merasakan tentram dan nyaman dari situasi social seseorang

   

13. Growth/ Development

 
 

Bertambahnya usia yang sesuai dengan demensi fisik, system organ dan atau tonggak perkembangan yang dicapai

  • a. Growth: kenaikan demensi fisik atau kedewasaan system organ

 
  • b. Development: apa yang dicapai, kurang tercapai, atau kehilangan tonggak perkembangan

  • K. Diagnosa Keperawatan Yang Sering Muncul

 

1. Ketidakefektifan Bersihan jalan napas b.d kelemahan, upaya batuk yang buruk,

 

sekresi yang kental atau berlebihan.

 
  • a. Definisi:

 
 

Ketidakmampuan

untuk

membersihkan

sekresi

atau

obstruksi

dari

saluran

pernafasan untuk mempertahankan kebersihan jalan napas.

 
  • b. Batasan Karakteristik :

 

1)

Tidak ada batuk

2)

Suara napas tambahan

3)

Perubahan frekuensi napas

4) Sianosis

 

5)

Kesulitan berbicara atau mengeluarkan suara

 

6)

Penurunan bunyi napas

7) Dispnea

 

8)

Sputum dalam jumlah yang berlebihan

 

9)

Batuk yang tidak efektif

10) Orthopnea

 

11) Gelisah

12) Mata terbuka lebar

2.

Intoleransi aktivitas b.d ketidakseimbangan suplai oksigen.

 
  • a. Definisi:

 
 

Ketidakcukupan

energy

psikologis

atau

fisiologis

untuk

melanjutkan

menyelesaikan

aktivitas

kehidupan

sehari

hari

yang

harus

atau

yang

ingin

dilakukan

  • b. Batasan Karakteristik Respon tekanan darah abnormal terhadap aktivitas

1)

2)

3)

4)

5)

6)

 

Respon frekuensi jantung abnormal terhadap aktivitas

Perubahan EKG yang mencerminkan aritmia

Perubahan EKG yang mencerminkan iskemia

Ketidaknyamanan setelah beraktivitas

Dispnea setelah beraktifitas

 

7)

Menyatakan merasa letih

8)

Menyatakan merasa lemah

3.

Perubahan kebutuhan nutrisi, kurang dari kebutuhan b.d kelelahan, batuk yang sering, adanya produksi sputum, dispnea, anoreksia.

a.

Definisi:

 

Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik

 

b.

Batasan Karakteristik

1)

Kram abdomen

2)

Nyeri abdomen

3)

Menghindari makan

4)

Berat badan 20% atau lebih di bawah berat badan ideal

5)

Kerapuhan kapiler

6)

Diare

7)

Kehilangan rambut berlebihan

8)

Bising usus hiperaktif

9)

Kurang makanan

10)

Kurang informasi

11)

Kurang minat pada makanan

12)

Penuruna BB denga asupan makanan adekuat

13)

Kesalahan konsepsi

14)

Kesalahan informasi

15)

Membrane mukosa pucat

16)

Ketidakmampuan memakan makanan

17)

Tonus otot menurun

18)

Mengeluh gangguan sensasi rasa

19)

Mengeluh asupan makanan kurang dari RDA ( Recommended Daily Allowance)

20)

Cepat kenyang setelah makan

21)

Sariawan rongga mulut

22)

Steatorea

23)

Kelemahan otot pengunyah

24)

Kelemahan otot untuk menelan

   
   

L.

Intervensi Keperawatan (NANDA, NIC- NOC, 2013).

   
 

Diagnosa Keperawatan/

Rencana keperawatan

 
 

Masalah Kolaborasi

Tujuan dan Kriteria Hasil

Intervensi

1.

Bersihan Jalan Nafas tidak NOC:

 

NIC:

efektif

a.

Respiratory status : Ventilation

Airway Suction

 

Faktor yang berhubungan dengan:

b.

Respiratory status : Airway patency a.

Pastikan kebutuhan oral / tracheal

a.

Lingkungan : perokok pasif,

suctioning.

mengisap aspa, merokok

Setelah dilakukan

tindakan

b.

Berikan

O2

……l/mnt,

b.

Obstruksi jalan nafas : spasme

keperawatan selama …… pasien ..

metode………

jalan nafas, sekresi tertahan,

menunjukkan keefektifan jalan nafas c.

Anjurkan pasien untuk istirahat dan

banyaknya mukus, adanya jalan

napas dalam setelah

kateter

nafas buatan,

sekresi

bronkus,

Criteria Hasil :

dikeluarkan dari nasotrakheal

adanya

eksudat

di

alveolus,

a.

Mendemonstrasikan batuk efektif dan

 

adanya benda asing di jalan nafas.

suara nafas yang bersih,

tidak ada

Airway Managemen

 

c.

Fisiologis: Jalan napas alergik,

sianosis dan dyspneu

(mampu

a.

Posisikan pasien untuk

asma, penyakit paru obstruktif

mengeluarkan sputum, bernafas

memaksimalkan ventilasi

 

kronik, hiperplasi dinding

dengan mudah, tidak ada pursed lips) b.

Lakukan fisioterapi dada jika perlu

bronchial, infeksi,

neuromuskular

disfungsi

b.

Menunjukkan jalan nafas yang paten

c.

(klien tidak merasa tercekik, irama

Keluarkan sekret dengan batuk atau

suction

nafas, frekuensi pernafasan

dalam

d.

Auskultasi suara nafas, catat adanya

rentang normal, tidak ada suara nafas

suara tambahan

abnormal)

e.

Berikan bronkodilator bila perlu

 

c.

Mampu

mengidentifikasikan

dan

f.

Monitor status hemodinamik

 
 

mencegah faktor yang penyebab.

g.

Berikan pelembab udara Kassa basah

 

v

NaCl Lembab

 
 

h.

Atur intake untuk cairan

mengoptimalkan keseimbangan.

i.

Monitor respirasi dan status O 2

j.

Jelaskan pada pasien dan keluarga

tentang

penggunaan peralatan : O 2 ,

Suction, Inhalasi.

 

2.

Intoleransi aktivitas

NOC :

NIC :

Faktor yang berhubungan :

a.

Self Care : ADL

a.

Observasi adanya pembatasan klien

a.

Tirah Baring atau imobilisasi

b.

Toleransi aktivitas

dalam melakukan aktivitas

 

b.

Kelemahan menyeluruh

c.

Konservasi eneergi

b.

Kaji adanya

faktor yang

c.

Ketidakseimbangan antara suplei

 

menyebabkan kelelahan

 

oksigen dengan kebutuhan

Setelah dilakukan

tindakan

c.

Monitor nutrisi

dan sumber energi

d.

Gaya hidup yang dipertahankan.

keperawatan selama

…. Pasien

yang adekuat

bertoleransi terhadap aktivitas dengan d.

Monitor

pasien

akan

adanya

kelelahan fisik dan emosi secara

Kriteria Hasil :

berlebihan

 
 

a.

Berpartisipasi

dalam

aktivitas

fisik

e.

Monitor

respon

kardivaskuler

 

tanpa disertai peningkatan tekanan

terhadap aktivitas (takikardi,

darah, nadi dan RR

 

disritmia, sesak nafas, diaporesis,

 

b.

Mampu melakukan aktivitas sehari

pucat, perubahan hemodinamik)

 

hari (ADL’s) secara mandiri

f.

Monitor

pola

tidur

dan

lamanya

 

c.

Keseimbangan aktivitas dan istirahat

tidur/istirahat pasien

 

d.

Mampu berpindah dengan atau tanpa

g.

Kolaborasikan

dengan

Tenaga

 

bantuan alat

Rehabilitasi Medik dalam

 

e.

Level kelemahan

 

merencanakan progran terapi yang

f.

Energy psikomotor

tepat.

g.

Status kardiopulmonary adekuat

h.

Bantu klien untuk mengidentifikasi

h.

Sirkulasi status baik

 

aktivitas yang mampu dilakukan

i.

Status respirasi : pertukaran gas dan

i.

Bantu untuk

memilih aktivitas

 

ventilasi adekuat

 

konsisten yang sesuai dengan

 

kemampuan fisik, psikologi dan

sosial

 

j.

Bantu untuk mengidentifikasi dan

 

mendapatkan sumber yang

diperlukan untuk aktivitas yang

diinginkan

 
 

k.

Bantu

untuk

mendpatkan

alat

 

bantuan aktivitas seperti kursi roda,

krek

 

l.

Bantu untuk

 

mengidentifikasi

 

aktivitas yang disukai

 

m.

Bantu klien untuk membuat jadwal

 

latihan diwaktu luang

 
 

n.

Bantu

pasien/ keluarga untuk

     

mengidentifikasi kekurangan dalam

beraktivitas

 

o.

Sediakan penguatan positif bagi

 

yang aktif beraktivitas

 

p.

Bantu pasien untuk mengembangkan

 

motivasi diri dan penguatan

 

q.

Monitor respon fisik, emosi, sosial

 

dan spiritual

3.

Ketidakseimbangan

nutrisi

NOC:

NIC :

kurang dari kebutuhan tubuh a.

Nutritional status: Adequacy of

Nutrition Managemen

Berhubungan

dengan

:

nutrient

a.

Kaji adanya alergi makanan

Ketidakmampuan

memasukkan

atau

untuk

b.

mencerna

Nutritional Status : food and Fluid

b.

Intake

Kolaborasi dengan ahli gizi untuk

menentukan jumlah kalori dan nutrisi

nutrisi

oleh

karena

faktor

c.

Nutritional Status : nutrient intake

yang dibutuhkan pasien

biologis,

psikologis

d.

atau

Weight Control

 

c.

Anjurkan pasien untuk meningkatkan

ekonomi.

 

intake Fe, Vitamin C dan Protein

Setelah dilakukan

tindakan

d.

Berikan substansi gula

keperawatan selama….nutrisi kurang

e.

Yakinkan diet yang dimakan

teratasi

mengandung tinggi serat untuk

mencegah konstipasi

Kriteria hasil :

 

f.

Berikan makanan yang terpilih

 

a.

Adanya peningkatan BB sesuai

( sudah dikonsultasikan dengan ahli

 

dengan tujuan

 

gizi)

 

b.

BBI sesuai dengan tinggi badan

g.

Ajarkan pasien bagaimana membuat

c.

Mampu mengidentifikasi kebutuhan

catatan makanan harian.

 

nutrisi

h.

Monitor jumlah nutrisi dan

 

d.

Tidak ada tanda- tanda malnutrisi

kandungan kalori

e.

Menunjukkan

penigkatan

fungsi

i.

Berikan informasi tentang

 

pengecapan dari menelan

kebutuhan nutrisi

 

f.

Tidak

terjadi

penurunan

BB

j.

yang

Kaji kemampuan pasien untuk

 

berarti

mendaptakn nutrisi yang dibutuhkan

Nutrition Monitoring:

 

a.

BB pasien dalam batas normal

b.

Monitor adanya penurunan BB

c.

Monitor lingkungan selama makan

   

d.

Monitor tipe dan jumlah aktivitas

 

yang biasa dilakukan

 

e.

Monitor interaksi anak atau orang tua

 

selama makan

 

f.

Jadwalkan pengobatan dan tindakan

 

tidak selama jam makan

 

g.

Monitor turgor kulit

h.

Monitor kekeringan, rambut kusam,

 

total protein, Hb dan kadar Ht

 

i.

Monitor mual dan muntah

j.

Monitor pucat, kemerahan, dan

 

kekeringan jaringan konjungtiva

 

k.

Monitor intake nuntrisi

l.

Catat adanya edema, hiperemik,

 

hipertonik papila lidah dan cavitas

oral

 

m.

Catat jika lidah berwarna magenta,

 

scarlet

   

DAFTAR PUSTAKA

 

Irman, S. 2008. Asuhan keperawatan pada Pasien dengan Gangguan Sistem

Pernapasan. Jakarta: Salemba Medika.

 

Muttaqin, Arif. 2008. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan

Sistem Pernafasan. Jakarta : Salemba Medika.

NANDA, NIC- NOC. 2013. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnose

Medis & NAND, NIC- NOC.Jakarta: Media Action Publishing.

Tamsuri, Anas. 2008. Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Pernafasan. Jakarta:

EGC.

Tim PDPI. 2008. Diagnosis dan Tatalaksana Kegawatdaruratan Paru. Jakarta:

Sagung Seto

Diposkan oleh Sytha Dewi di 07.30

Reaksi:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

visitors

14966

14966

Populer

LAPORAN PENDAHULUAN GANGGUAN SISTEM PERNAFASAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTI

PULMONARY DISEASE ) ...

LAPORAN PENDAHULUAN SIROSIS HATI A.

Pengertian Sirosis hati adalah penyakit hati men

p ...

LAPORAN PENDAHULUAN ATRESIA ANI A.

im ...

Pengertian Atresia Ani Atresia Ani adalah kelainan

 

Arsip Blog

 

2014 (7)

o

o

April (2)

o

   

2013 (1)

 
Arsip Blog  <a href=2 014 (7) o A gustus (2) o A pril (2) o J anuari (3)  LAPORAN PENDAHULUAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRON ...LAPORAN PENDAHULUAN CHILD ABUSELAPORAN PENDAHULUAN ATRESIA ANI 2 013 (1) Mengenai Saya Sytha Dewi Aku akan selalu berusaha melakukan yang TERBAIK setiap harinya, selagi kesempatanku ini masih ada ... Lihat profil lengkapku " id="pdf-obj-15-83" src="pdf-obj-15-83.jpg">
 

Mengenai Saya

Arsip Blog  <a href=2 014 (7) o A gustus (2) o A pril (2) o J anuari (3)  LAPORAN PENDAHULUAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRON ...LAPORAN PENDAHULUAN CHILD ABUSELAPORAN PENDAHULUAN ATRESIA ANI 2 013 (1) Mengenai Saya Sytha Dewi Aku akan selalu berusaha melakukan yang TERBAIK setiap harinya, selagi kesempatanku ini masih ada ... Lihat profil lengkapku " id="pdf-obj-15-90" src="pdf-obj-15-90.jpg">
 
 
 

Aku akan selalu berusaha melakukan yang TERBAIK setiap harinya, selagi

kesempatanku ini masih ada ...

   

News

TIME

While the story is bound

to add fuel to recent

rumors thatApple could be

working on its own car, it's

unclear exactly what kind

of work is being done at

the lab, which FT reports

opened just late last year.

Expanding from designing

computers and ...

Reuters

(Reuters) - Apple Inc

(AAPL.O) is hiring

automotive technology

and design experts to

staff up a top-secret

research lab, with the

possible intention of

building a car, the

Financial Times reported

on Friday, citing several

people familiar with the ...

U.S. News & World

Report

Headlining the summit

with Obama will

be Apple Inc. CEO Tim

Cook, who will speak

during the event, along

with officials from

agencies including the

FBI, which has criticized

the tech giant for

encrypting new

iPhones. Appleand

Google announced last ...

Fortune

The four horsemen of the

Internet all find

themselves at

loggerheads with the

Obama Administration

over privacy and

security.Apple, perhaps,

even more so. According

to FBI director James

Comey, Apple'sdecision,

with iOS 8, to encrypt all

its devices ...

powered by

powered by

Langganan

  • Pos

  • Komentar

Template Awesome Inc

..

Gambar template oleh enjoynz. Diberdayakan

oleh Blogger.