Anda di halaman 1dari 7

PRAKTIK PALPASI ORIENTASI

TOPOGRAFI (PPOT)

Disusun Oleh

Ibtisam M. Al-Ihsan
C13114304

Program Studi Fisioterapi

Fakultas Kedokteran

Universitas Hasanuddin
BAB I
KAJIAN TEORI

A.1 Definisi
a. Bidang Gerak
Bidang merupakan permukaan rata yang memiliki maksimal dua dimensi.
Sedangkan bidang gerak adalah bidang yang membagi tubuh menjadi dua
bagian.
b. Arah Gerak/Axis
Axis adalah sumbu yang menjadi patokan pembagian
tubuh serta menentukan arah gerak. Setiap jenis gerakan,
arahnya ditentukan oleh letak axis / sumbu gerakan
Berikut adalah istilah-istilah arah:
1.
Superior atau kranial: lebih dekat pada kepala.
Inferior atau kaudal: lebih dekat pada kaki.
2.
Anterior: ke arah depan
3.
Posterior: menuju belakang.
4.
Superfisial: lebih dekat ke/di permukaan.
5.
Profunda: lebih jauh dari permukaan.
6.
Medial/medialis: menuju bidang median
(mendekati bagian tengah tubuh).
7.
Lateral/lateralis: menjauh dari bidang median
(menjauh dari tengah tubuh).
8.
Proksimal: dekat badan
9.
Distal: jauh dari badan
A.2. Klasifikasi
a. Bidang Gerak
(1) Bidang sagital. Bidang yang membagi tubuh menjadi dua bagian kiri
dan kanan.
(2) Bidang frontal (coronal) atau lateral. Bidang yang membagi tubuh
menjadi dua bagian depan dan belakang.
(3) Bidang transversal atau horisontal. Bidang yang membagi tubuh
menjadi bagian atas dan bawah.
b. Axis

[2]

(1) Axis frontal horisontal berjalan horisontal dari samping ke samping dan
tegak lurus pada bidang sagital.
(2) Axis sagital berjalan horisontal dari depan kebelakang dan tegak lurus
pada bidang frontal.
(3) Axis longitudinal berjalan dari atas ke bawah dan tegak lurus pada
bidang horisontal.
c. Pergerakan
(1) Fleksi dan ekstensi
Fleksi adalah gerak menekuk atau membengkokkan. Ekstensi adalah
gerakan untuk meluruskan. Contoh: gerakan pada kegiatan gerak jalan.
Gerakan ayunan ke depan merupakan fleksi (hip) dan ayunan ke
belakang disebut ekstensi (hip).
(2) Adduksi dan abduksi
Adduksi adalah gerakan mendekati tubuh. Abduksi adalah gerakan
menjauhi tubuh. Contoh: gerakan membuka tungkai kaki pada posisi
istirahat di tempat merupakan gerakan abduksi (menjauhi tubuh). Bila
kaki digerakkan kembali ke posisi siap merupakan gerakan adduksi
(mendekati tubuh).
(3) Elevasi dan depresi
Elevasi merupakan gerakan mengangkat, depresi adalah gerakan
menurunkan. Contohnya: Gerakan membuka mulut (elevasi) dan
menutupnya (depresi)juga gerakan pundak keatas (elevasi) dan
kebawah (depresi)
(4) Inversi dan eversi
Inversi adalah gerak memiringkan telapak kaki ke dalam tubuh. Eversi
adalah gerakan memiringkan telapak kaki ke luar. Istilah inversi dan
eversi hanya untuk wilayah di pergelangan kaki.
(5) Supinasi dan pronasi
Supinasi adalah gerakan menengadahkan tangan. Pronasi adalah
gerakan menelungkupkan. Istilah supinasi dan pronasi hanya
digunakan untuk wilayah pergelangan tangan saja
(6) Endorotasi dan eksorotasi
Endorotasi adalah gerakan ke dalam pada sekililing sumbu panjang
tulang yang bersendi (rotasi). Sedangkan eksorotasi adalah gerakan
rotasi ke luar.
(7) Circumduction

[3]

Circumduction atau sirkumduksi adalah gerakan kombinasi yang


membentuk kerucut.

BAB 2
METODE PENATALAKSANAAN
B. Letak
1. Cervical Region
Gerakan
: Fleksi ekstensi
(bidang sagital-axis frontal)
Rotasi
(bidang frontal-axis longitudinal)
Sendi
: Atlanto-axial Joints
Atlanto-occipital Joints
2. Shoulder Region
Gerakan
: Fleksi ekstensi
(bidang sagital-axis frontal)
Adduksi abduksi
(bidang frontal-axis sagittal)
Endorotasi eksorotasi
(bidang frontal-axis longitudinal)
Elevasi depresi
(bidang frontal-axis longitudinal)
Retraksi protraksi
(bidang frontal-axis sagittal)
Sendi
: Articulatio Sternoclavicularis
Glenohumeral joint
Articulatio Acromioclavicularis

[4]

3. Elbow Region
Gerakan
: Fleksi ekstensi
(bidang sagital-axis frontal)
Supinasi pronasi
(bidang frontal-axis longitudinal)
Sendi
: Humeroulnar joint
Humeroradial joint
Radioulnar joint
4. Wrist Region
Gerakan
: Fleksi ekstensi
(bidang sagital-axis frontal)
Ulnar deviasi radial deviasi
(bidang frontal-axis longitudinal)
Sendi
: Articulatio radiocarpalis
Articulatio mediocarpalis
5. Hip Region
Gerakan

Sendi

: Fleksi ekstensi
(bidang sagital-axis frontal)
Adduksi abduksi
(bidang frontal-axis sagittal)
Endorotasi eksorotasi
(bidang frontal-axis longitudinal)
: Articulatio Coxae
Sacroiliac Joint

6. Knee Region
Gerakan
: Fleksi ekstensi
(bidang sagital-axis frontal)
Endorotasi eksorotasi
(bidang frontal-axis longitudinal)
Sendi
: Articulatio Tibiofemoral
Articulatio Patellofemoral
Articulatio Tibiofibular
7. Ankle Region
Gerakan
: Inversi eversi
(bidang frontal-axis longitudinal)
Fleksi ekstensi
(bidang sagital-axis frontal)
Sendi
: Articulatio subtalaris
Articulatio talocalcaneonavicularis
Articulatio calcaneocuboidea

[5]

DAFTAR PUSTAKA
Cael, Christy.2010.Functional Anatomy. Lippincott Williams & Wilkins
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Hedi%20Ardiyanto
%20Hermawan,%20S.Pd.,%20M.Or./Bahan%20ajar%20pengertian.pdf
http://kamuskesehatan.com/istilah-umum-anatomi/
http://www.healthline.com/human-body-maps/shoulder#seoBlock
http://physther.net/content/66/12/1855.full.pdf
http://teachmeanatomy.info/lower-limb/joints/the-knee-joint/
http://www.ideafit.com/fitness-library/ankle-joint-anatomy
http://teachmeanatomy.info/neck/bones/cervical-spine/

[6]

Vizniak,Nikita A.2010.Muscle Manual.Canada:Professional Health


Systems Inc.
https://aclandanatomy.com/abstract/4010373
Putz,R. & R. Pabst.2007.Buku tabel otot, sendi, dan saraf Sobotta.Jakarta:EGC

[7]

Anda mungkin juga menyukai