Anda di halaman 1dari 13

STRUKTUR LIVER

OLEH:
Dr.FITRIANI LUMONGGA

DEPARTEMEN PATOLOGI ANATOMI


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2008

Dr. Fitriani Lumongga : Struktur Liver, 2008


USU Repository 2008

PENDAHULUAN
Liver merupakan salah satu organ yang cukup besar dan penting pada tubuh kita.
Bagian yang penting pada liver ini terdiri dari hepatosit, yang merupakan sel epitel
dengan konfigurasi yang unik. Pada dasarnya liver ini merupakan kelenjar eksokrin,
oleh karena mensekresi cairan empedu yang dialirkan kedalam duodenum. Selain itu
juga merupakan kelenjar endokrin dan penyaring darah.

Organ ini mempunyai fungsi yang banyak antara lain sebagai :


1. pembentukan dan sekresi empedu
2. tempat penyimpanan glycogen, yang merupakan buffer bagi glukosa darah.
3. sintesa urea
4. metabolisme kolesterol dan lemak
5. sintesa dan sekresi endokrin untuk plasma protein, termasuk faktor pembekuan
darah.
6. Detoksifikasi berbagai macam obat dan racun
7. Membersihkan bakteri dari darah
8. Prosesing beberapa hormon steroid dan reservoar vitamin D
9. Katabolisme hemoglobin dari sel darah merah yang tidak terpakai lagi. 3,6

EMBRIOLOGI
Liver berasal dari divertikulum hepatik pada 20 25 somite embrio. Sel hepar primitif
berkembang kedalam septum transversum, dimana endodermal sel mengalami
proliferasi yang cepat. Pada saat yang sama mesoderm berkembang dengan cepat
membentuk angioblast dan sinusoid.

Pembentukan hepatosit ditentukan oleh interaksi antara sel endodermal dan precardiac
mesoderm. Glikogen granul terbentuk pada minggu ke delapan. Perkembangan saluran
empedu intrahepatik menjadi lengkap pada bulan ke tiga, mulai pada saat ini sekresi
empedu mulai dihasilkan.

Dr. Fitriani Lumongga : Struktur Liver, 2008


USU Repository 2008

Pada usia embrio tiga bulan, liver mulai menyimpan zat besi dan secara bersamaan
menjadi organ utama untuk pembentukan darah. Tempat untuk hematopoesis adalah
pada komponen ekstraselluler lobulus. Fungsi hematopoetik secara bertahap digantikan
oleh sum-sum tulang.
Sinusoid mulai tampak pada minggu ke lima kehamilan sebagai sel kupffer. Sirkulasi
makrofag berada didalam sinusoid dan menjadi sel kupffer sebelum hematopoesis
sumsum tulang stabil. 2

STRUKTUR LIVER
1. Makroskopis.

Liver terdapat dibagian kanan rongga abdomen, letaknya berada di dibawah arcus
costa dan diafragma . Merupakan organ tubuh yang cukup besar dengan berat ratarata 1350 gr, dengan konsistensi kenyal dan permukaannya rata dan halus,
berwarna merah kecoklatan. Liver ini terdiri dari empat lobus yaitu : kanan, kiri,
kaudatus dan kuadratus. Lobus kanan merupakan lobus yang terbesar. Organ ini
diikat oleh ligamentum falsiform (yang memisahkan antara lobus kanan dan kiri) dan
triangular hepatik serta

ditutupi oleh kapsula fibrous yang tipis dan kuat yaitu

Glissons capsul yang kemudian berlanjut sampai porta hepatik. Pada bagian depan
bawah terdapat ligamentum teres hepatik yang pada masa embrio merupakan vena
umbilikalis yang kemudian mengalami atrofi setelah lahir.

Pada bagian posterior terdapat ligamentum venosum , berbentuk pita fibrosa yang
merupakan sisa dari duktus venosum. Ligamentum ini melekat pada bagian kiri vena
porta dan pada bagian atas melekat pada vena cava inferior. Pada fetus darah yang
mengandung oksigen dibawa ke hati melalui vena umbilikalis (ligamentum teres
hepatik). Sebagian darah yang tidak melewati hati masuk kedalam ductus venosum
(ligamentum venosum) dan bersatu dengan darah pada vena cava inferior. Pada

Dr. Fitriani Lumongga : Struktur Liver, 2008


USU Repository 2008

waktu lahir, vena umbilikalis dan duktus venosum tertutup dan menjadi pita
fibrosum.

Pada bagian bawah terdapat kantong empedu yang berfungsi untuk mengemulsikan
lemak dan disalurkan melalui duktus sistikus.

2,4,5

2. Mikroskopis

A. Sinusoid
Struktur miroskopis dari liver ini terdiri dari lobulus-lobulus yang terdiri dari triad
portal dan vena sentralis. Pada studi mikrosirkulasi in vivo, unit fungsional pada
liver adalah asinus. Asinus ini terdiri dari hepatosit yang membentuk dua lapis sel
dan kanalikuli empedu diantaranya sepanjang sinusoid. Sinusoid hati adalah
celah diantara barisan hepatosit yang mengandung sinusoid kapiler.
sinusoid ini mempunyai empat jenis sel, yaitu ;
a. Kupffer sel
b. Endothelial sel
c. Ito sel / stellate sel / hepatic liposit.
d. Pit sel

Dr. Fitriani Lumongga : Struktur Liver, 2008


USU Repository 2008

Pada

Sel endotel membentuk suatu lapisan dengan banyak fenestra yang kecilkecil yang berkelompok, disebut sieve plate. Mikrovili pada hepatosit
menonjol kedalam sinusoid menembus fenestra, terutama selama transit
sel darah menuju sinusoid. Pada keadaan patologik fenestra ini jumlahnya
berkurang , tetapi jumlahnya dapat meningkat pada alkohol injuri.

Sel kupffer letaknya tersebar diantara endotel, merupakan sel besar yang
padat berfungsi sebagai fagositik yang merupakan bagian dari monosit
makrofag defens system. Sel ini bersama dengan spleen berperan pada
pengangkatan

eritrosit yang sudah mati dan partikel debris yang lain

keluar dari sirkulasi.

Ito sel / stellate sel / hepatik liposit sel sulit untuk dilihat dengan mikroskop
cahaya. Sel ini mempunyai tetesan lipid yang berisi vitamin A pada
sitoplasmanya. Ito sel ini mempunyai fungsi yang ganda yaitu sebagai
tempat penyimpanan vitamin A dan sebagai penghasil matriks ekstra
seluler dan kolagen.

Sinusoid hati mempunyai batas yang tidak sempurna sehingga memudahkan


pengaliran zat makromolekul dari lumen ke sel hati dan sebaliknya. Sinusoid ini
dikelilingi dan disokong oleh selubung serabut retikulin halus yang penting untuk
mempertahankan bentuknya.

Pada liver injury sel ini dapat menghasilkan kolagen dalam jumlah yang banyak
sehingga menimbulkan fibrosis , yang merupakan karakteristik dari sirosis
hepatis.

1,3,6,7,8

Dr. Fitriani Lumongga : Struktur Liver, 2008


USU Repository 2008

B. Lobulus

Lembaran connective tissue yang membagi liver kedalam ribuan unit yang kecil
disebut dengan lobulus. Bentuk lobulus ini adalah prisma poligonal, pada
pemotongan lamellar, masing-masing lobulus tampak berbentuk heksagonal dengan
ukuran rata-rata 1 2 mm.

Pada bagian tengah terdapat venule terminal hepatik.

Triad portal tampak pada bagian ujung heksagonal. Darah dari vena porta dan
arteri hepatic mengalir ke vena centralis.

Pada studi baru-baru ini mempunyai konsep yang lebih akurat bahwa aliran darah
dan fungsi liver dihasilkan oleh struktur yang disebut dengan hepatik asinus. Hepatik
asinus ini berbentuk kasar seperti buah berry yang merupakan unit pada parenkim
hati pada bagian tengah triad portal, terletak diantara dua buah atau lebih venule
hepatik terminalis. Asinus ini terbagi dalam zona 1,2 dan 3 dan hepatosit yang
terletak pada zona ini mempunyai fungsi metabolik yang berbeda. Zona 1 paling
dekat ke triad portal dan menerima darah yang mengandung oksigen paling banyak.
Akibatnya zona ini pertama kali dipengaruhi oleh perubahan darah yang masuk. Sel
sel dalam zona 2 merupakan sel yang memberikan respon kedua terhadap darah.
Sedangkan zona 3 tempatnya paling jauh dari triad portal dan menerima darah yang
sedikit mengandung oksigen. Oleh karena itu zona 3 ini paling rentan terhadap injuri
iskemik.
Pada lobulus terdapat portal area yang tampak sebagai titik- titik kecil jaringan
Pada keadaan peningkatan jumlah portal connective tissue menunjukkan penyakit
cirrhosis. Peningkatan jumlah leukosit pada porta area terdapat pada penyakit
hepatitis.

1,3,6,8

C. Hepatosit

Bagian terbesar dari lobulus hati adalah hepatosit yang tersusun didalam cord dan
dipisahkan oleh sinusoid. Cord hepatosit ini merupakan parenkim liver. Pada
neoplasma tampak gambaran arsitektur yang abnormal pada parenkim hati.
Dr. Fitriani Lumongga : Struktur Liver, 2008
USU Repository 2008

Hepatosit terusun radier didalam lobulus hati. Sel ini bergabung antara satu dengan
yang lain dalam anastomosis plate, yang dibatasi oleh sinusoid ataupun dengan
hepatosit yang berdekatan. Gabungan sel ini tebalnya hanya satu lapis saja, dan
berjalan dari perifer menuju bagian tengah. Inti sel bentuk bulat dengan kromatin
tersebar dibagian perifer dan nukleoli menonjol. Pada keadaan normal bisa dijumpai
sel yang binukleated.

Banyaknya sitoplasma bergantung pada status gizi seseorang. Pada orang dengan
gizi yang baik, hepatosit menyimpan banyak glikogen dan mengolah lipid dalam
jumlah besar. Sitoplasma berwarna eosinofilik dengan granul basofilik.

Granul

coklat yang mengandung pigmen lipofusin dapat dijumpai dan meningkat pada usia
tua.

Hepatosit ini berhubungan dengan darah dalam sinusoid, yang merupakan


pembuluh vascular yang menggelembung yang berisi sel endotel dan sejumlah sel
fagositik Kupffer. Ruangan antara endotel dan hepatosit disebut dengan Space of
Disse yang merupakan tempat pengumpulan lymph untuk dialirkan ke limfatik
kapiler.

Hepatosit dan sel pelapis sinusoid disokong oleh anyaman serabut retikulin (kolagen
type III) yang bersatu dengan jaringan kolagen penunjang pada triad portal dan
venule hepatik terminal. Pada bagian perifer dari liver , retikulin berlanjut menjadi
kolagen kapsul Glissons capsule , yang membungkus permukaan luar liver.

Dr. Fitriani Lumongga : Struktur Liver, 2008


USU Repository 2008

1,3,6,7

D. Triad Portal

Portal triad terdiri dari tiga struktur utama pada stroma liver. Struktur yang paling
besar merupakan cabang terminal dari vena porta, yang mempunyai dinding yang
sangat tipis yang dilapisi oleh sel endotel yang pipih. Struktur lain yang lebih kecil
adalah arteriol yang merupakan cabang dari arteri hepatika.

Anyaman bile canaliculi terletak pada masing-masing lapisan hepatosit. Dari sini
empedu mengalir menuju bile collecting duct yang dilapisi oleh epitel kuboid ataupun
columnar, disebut juga dengan canalis Hering, yang membawa aliran empedu
menuju bile ductules. Biasanya bile ductules ini terletak pada bagian perifer triad
portal dan diameternya hampir sama dengan arteriole. Beberapa bile ductules
bergabung membentuk duktus yang lebih besar, letaknya lebih ditengah dari
trabecular ducts. Dari sini cairan empedu mengalir melalui intra hepatic duct menuju
duktus hepatikus kiri dan kanan kemudian mengalir ke common hepatic duct dan
akhirnya menuju duodenum melalui common bile ducts.

Oleh karena ketiga struktur ini selalu dijumpai dalam portal tract , maka tract ini
sering disebut dengan triad portal. Pembuluh lymph sebenarnya juga terdapat pada
triad portal ini , tetapi dinding dari pembuluh lymph ini sangat tipis dan sering kolaps
sehingga sulit untuk dilihat.

1,3,6,7

VASCULARISASI
Liver menerima darah melalui dua arah yaitu :
1. vena porta , yang berjalan menuju liver setelah melewati usus dan spleen
2. Arteri hepatica, yang membawa darah yang banyak mengandug oksigen, berasal
dari aorta.
Semua pembuluh darah yang melewati usus dan spleen dialirkan keliver melalui vena
porta. Darah pada vena porta ini tidak saja membawa zat-zat makanan tetapi juga berisi
bebagai macam zat lainnya, seperti obat-obatan, toxin, bakteri.

Dr. Fitriani Lumongga : Struktur Liver, 2008


USU Repository 2008

Liver ini juga menerima darah arteri yang membawa oksigen yang berasal dari arteri
hepatica.
Darah dari vena porta dan arteri bercampur bersama didalam sinusoid hepatic dan
kemudian keluar dari hepar melalui vena hepatica. Parenkim pada masing- masing
lobulus dibagi kedalam suatu daerah yang berubah-ubah yang bergantung pada suplai
oksigen yaitu zona sentralis (dekat dengan vena sentralis) yang paling sedikit
mengandung oksigen.

Pola aliran darah tersebut ini dapat menghasilkan perbedaan pada gambaran hepatosit.
Misalnya , glycogen pertama kali berkurang dari perifer selama waktu puasa dan
disimpan pertama kali diperifer pada waktu makan . Hal ini menunjukkan pada
gambaran glikogen yang dapat dilihat pada riwayat nutrisi yang baru.

Pada keadaan yang mengakibatkan kegagalan drainase vena yang adekuat dapat
menimbulkan gangguan pada liver berupa kronik pasif kongesti.

3,6,7,8

BIOPSI LIVER
Biopsi liver merupakan suatu prosedur pemeriksaan yang dapat digunakan pada
beberapa kelainan pada liver , antara lain :
a. Untuk evaluasi pada liver yang menunjukkan hasil laboratorium yang abnormal
b. Konfirmasi diagnostik dan prognosa
c. Suspek neoplasma hati
d. Diagnosa penyakit liver kolestatik
e. Evaluasi penyakit liver granulomatous ataupun infiltratif
f. Follow up pada transplantasi liver untuk mengevaluasi adanya rejection
g. Evaluasi adanya jaundice yang tidak diketahui penyebabnya ataupun suspek
reaksi obat.

Kontra Indikasi Biopsi Liver.


a. Peningkatan protrombin time

Dr. Fitriani Lumongga : Struktur Liver, 2008


USU Repository 2008

b. Trombositopenia ( platelet kurang dari 60.000)


c. Ascites
d. Suspek hemangioma
e. Suspek Echinococal infeksi
f. Pasien tidak kooperatif.

Prosedur dan Tehnik Biopsi Liver

Beberapa persiapan yang harus dilakukan oleh pasien sebelum tindakan biopsi liver ini
yaitu :
1. Pemeriksaan darah : protrombin time , darah rutin , clotting time
2. Satu minggu sebelum biops, pasien tidak boleh minum obat NSAID (aspirin,
ibuprofen) , anticoagulan
3. Delapan jam sebelum biopsi pasien tidak boleh makan

Tehnik Biopsi Liver.

1. Posisi pasien tidur terlentang, tanpa bantal , tangan kanan diangkat kesamping
kepala.
2. Tungkai atas dan bawah ditekuk ke kiri untuk memperluas intercostalis space.
3. Lokasi biopsi disterilkan dengan Betadine solution, dan disuntikkan anastesi lokal
lidocaine 1 % pada kulit dan peritoneum parietal .
4. Jarum aspirasi (biasanya menggunakan jarum 22 gauge, 90 mm) dimasukkan
pada bagian atas dari iga yang bawah, dengan kedalaman 1-2 cm. Penentuan
lokasi biopsi

aspirasi dapat dibantu dengan USG ataupun CT Scan untuk

mengetahui lebih tepat kedalaman dan ukuran lesi.


5. Setelah jarum aspirasi dikeluarkan, tekan tempat tersebut dan diberi plester
adesif.

Dr. Fitriani Lumongga : Struktur Liver, 2008


USU Repository 2008

6. Pasien diinstruksikan untuk berbaring pada sisi kanan selama satu jam untuk
mencegah berdarahan ataupun kebocoran empedu.
7. Follow up vital sign setiap 15 menit pada satu jam pertama , setiap 30 menit
pada jam kedua.
8. Rasa nyeri setelah biopsy biasanya disebabkan oleh adanya iritasi pada otot
diafragma, dapat diberikan obat anti nyeri, tetapi jangan dari golongan NSAID
(aspirin, buprofen) yang dapat menyebabkan berkurangnya pembekuan darah.

Komplikasi Biopsi Liver

7,12,13

Komplikasi yang timbul pada biopsy liver paling banyak terjadi pada 2 jam pertama (60
%) dan 24 jam setelah biopsy (96 % ).
Komplikasi tersebut antara lain :
1. Nyeri : pleuritik , peritoneal , diafragmatik.
2. Perdarahan : intraperitoneal , intra hepatic , hemobilia
3. bile peritonitis
4. Bacteremia
5. Abses
6. Mengenai organ lain : paru , kantong empedu, ginjal , kolon
7. Kematian

Dr. Fitriani Lumongga : Struktur Liver, 2008


USU Repository 2008

Gbr . Hepatoseluler Karsinoma, tipe small cell


A. Kelompokan sel tumor menyerupai sel ganas bentuk small round
(
Papanicolaou )
B. Perbandingan gambaran inti sel tumor tipe small round dengan hepatosit non
neoplastik ( Papanicolaou )

Dr. Fitriani Lumongga : Struktur Liver, 2008


USU Repository 2008

DAFTAR PUSTAKA

1.

Aileen Wee , Fine Needle Aspiration Cytology of the Liver , hal 3 , Year Book
Publisher , 2004.

2.

Barbara Young and J.W.Heath , Fungtional Histology , 274 281 , Fourth


Edition , Churchill Livingstone , 2000.

3.

F.Netter , Interactive Atlas of Human Anatomy , Ciba Geigy Corporation , 1995

4.

Kissane John.M, Andersons Pathology , 1199-1201 , Volume two, Ninth


Edition, The C.V.Mosby Company , 1990.

5.

L.Carlos.Junqueira , Histologi Dasar , 342 350 , Edisi ke 8, Penerbit EGC


Jakarta , 1998.

6.

Snell Richard.S , Anatomi Klinik, Bagian 1 , Edisi 3 , 256 262 , Edisi 3 , EGC
,1997.

7.

Svante R.Orell , Manual and Atlas of Fine Needle Aspiration Cytology , 148
149 , Churchill Livingstone , 1986.

8.

Werner Spalteholz , Hand Atlas of Human Anatomy , 547 550 , Seventh


Edition , J.B.Lippincott .

9.

Introduction To Liver
available at http://www.siumed.edu/-dking2/erg/liver/htm

10. The Liver,


Liver

Available at http://www.lab.anhb.uwa.edu.au/mb140/core pages/

11. Hepatic Histology : The lobule.


Available at http:// arbl.cvmbs.colostate.edu/hbooks/pathphys/digestion/
liver/histology.html.
12. Liver Biopsy ,
available at : http://digestive.niddk.nih.gov/ddisease/pubs/liverbiopsy / index.htm
13. Diagnostic Liver Biopsy,
Available at : http//www.emedicine.com/med/topic2969.htm

Dr. Fitriani Lumongga : Struktur Liver, 2008


USU Repository 2008