Anda di halaman 1dari 2

Sistik Folikel

Anamnesa peternak:
Sapi menunjukkan gejala estrus terus menerus namun selalu terjadi
kegagalan inseminasi
Pemeriksaan:
Setelah dilakukan pemeriksaan palpasi perektal didapatkan ovarium kIRI
ukurannnya sangat besar (5x3x2cm) dan terdapat beberapa folikel.
Diagnosa:
Berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik, dapat disimpilkan bahwa sapi
mengalami sistik folikel.
Penanganan:
Sapi diberikan satu vial Chorulon yang berisi Human
Chorionic Gonadotrophin (hCG) secara intra muscular.
Pembahasan:
Sistik ovari merupakan salah satu dari beberapa kelainan pada ovarium yang
ditandai dengan pengumpulan cairan sistik pada folikel ovarium, baik folikel yang
sudah ovulasi maupun yang belum ovulasi; sehingga biasanya ukuran folikel
tersebut lebih besar dari normal (Akhyar 1987). Sistik ini dapat ditemukan pada
satu atau kedua ovarium. Sistik ovari terbagi menjadi tiga, yaitu sistik ovari
folikular, luteal, dan corpora lutea. Sistik ovari folikular memiliki struktur yang
berisi cairan, berdinding tipis, dan tingkat progesteron plasma rendah. Tipe sistik
ini lebih umum terjadi dibanding dengan tipe sistik lainnya. Sistik ovari luteal
yang sebagian terbentuk lutein, berisi cairan, dan menghasilkan kadar progesteron
plasma yang lebih tinggi. Kedua jenis sistik ini bersifat patologis karena dapat
mengganggu reproduksi, konsepsi tidak berlangsung akibat ovulasi tidak terjadi.
Sistik corpora lutea memiliki rongga cairan, biasanya 7 sampai 10 mm, dikelilingi
oleh jaringan luteal normal dan nonpathologis (Divers 2008). Sistik corpora lutea
ini tidak mengganggu konsepsi karena ovulasi sudah terjadi (Roberts 1971).
Penyebab sistik ovari dapat secara multifaktorial. Penyebabnya antara lain
pengaruh gizi, hormonal, keadaan stres, dan genetik. Pakan yang mengandung
senyawa estrogenik atau obat estrogenik dapat menyebabkan sistik ovari.
Penyebab lainnya adalah hormonal, yaitu kegagalan hipophisa melepaskan
sejumlah luitenizing hormon (LH) sebanyak yang dibutuhkan untuk ovulasi dan
pembentukan korpus luteum (Roberts 1971). Selain itu, keadaan stres dapat
menyebabkan kadar kortisol meningkat dan dapat menyebabkan sistik ovari
karena adrenocorticotropic hormon (ACTH) dapat memblok preovulatori LH
surge sehingga tidak terjadi ovulasi.
Sistik ovari dapat didiagnosa dengan palpasi perektal atau dengan
ultrasonografi (USG) dan kadar hormon progesteron. Pada palpasi perektal sulit
untuk membedakan sistik folikel dengan luteal kecuali pada sistik folikular yang

ukurannya sangat besar. Namun, sistik luteal lebih sulit dideteksi dengan palpasi
perektal (Divers 2008).
Sebagian besar sistik folikel diakibatkan kekurangan kadar luteinizing
hormone (LH) akibat kekurangan nutrisi. Untuk itu terapi terbaik adalah dengan
memperbaiki manajemen pakan dan dapat menggunakan sediaan hormon yang
memiliki efek terhadap peningkatan kadar LH misalnya GnRH. Terapi juga dapat
menggunakan kombinasi Progesteron dan PGF2. Progesteron akan
menghasilkanfeedback negatif terhadap hipotalamus, saat pemberian Progesteron
dihentikan siklus hormonal akan dimulai kembali. Dosis hormon untuk sapi yaitu
100 g GnRH/ ekor, 12.5 mg/ ekor porcine-LH (pLH) (Martinez et al. 2002).
Dosis hormon PGF2 untuk sapi yaitu 25mg/ ekor dan GnRH 100 g/ ekor
(Kasimanickam et al. 2009).
Daftar Pustaka
Akhyar S. 1987. Faktor Penyebab Terjadinya Sistik Ovari pada Sapi [Skripsi].
Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor
Divers TJ. 2008. Rebhuns Diseases of Dairy Cattle. Philadelphia (US): Elsevier
Inc
Kasimanickam R, Day ML, Rudolf JS, Hall JB dan Whittier WD. 2009. Two
doses of Prostaglandin Improve Pregnancy Rates to Timed-AI in a 5-day
Progesterone-based
Synchronization
Protocol
in
Beef
Cows. Theriogenology Volume 71, Issue 5, 15 march 2009, Pages 762767. [ABSTRAK].
Martinez MF, Kastelic JP, Adams GP dan Mapletoft. 2002.The use of a
progesterone-releasing device (CIDR-B) or melengestrol acetate with
GnRH, LH, or estradiol benzoate for fixed-time AI in beef heifers. J
Anim Sci. 80:1746-175.
Roberts SJ. 1971. Veterinary Obstetric and Genital Diseases (Theriogenology).
Ed. 2. (Indian Edition). India: CBS. Publisheis & Distributors