Anda di halaman 1dari 17

PNEUMONIA

Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UNSRAT/


RSU. Prof. Dr. R.D. Kandou-Manado

02/14/15

Definisi
Pneumonia merupakan radang pada parenkim
(jaringan) paru

02/14/15

Klasifikasi

Anatomi
- Pneumonia lobaris
- Pneumonia lobularis / Bronkopneumonia
- Pneumonia segmentalis
- (Pneumonia interstitialis bronkiolitis)

Etiologi
- Bakteri (Pneumokok/Streptokok/Stafilokok/H. Influenza/dll)
- Virus (RSV/Adeno/Para Influenza/CMV)
- Jamur (Kandida/Histoplasmosis/ Blastomycosis/dll)
- Protozoa (Pneumocystic carinii)
- Khemis (inhalasi hidrokarbon, makanan/isi lambung)
- Loefler's Syndrome
- Hipostatik

02/14/15

Etiologi pneumonia di luar Negeri :


virus : 1/4, ? : 1/3, bakteri : sisanya)

02/14/15

Insidens / Epidemiologi
Pneumokok
: lebih banyak dibandingkan penyebab
lainnya
Umur 4 tahun
: lebih banyak
Umur > 4 tahun
: lebih sedikit
Bronkopneumonia : lebih banyak pada bayi atau anak lebih
muda
Pneumonia lobaris : pada anak lebih tua
Musim
: dingin / semi lebih banyak

Patogenesis/Patologi

Droplet/inhalasi aspirasi mukus + kuman alveoli


menyebar

Proses Radang : 4 Stadium


Std. Kongesti : kapiler melebar/kongesti, dalam alveolus
terdapat eksudat serous, neutrofil dan
makrofag
Std. Hepatisasi Merah : tidak terdapat udara dalam
lobus/lobulus, merah;
berlangsung pendek
Std. Hepatisasi Kelabu : lobus padat, kelabu, terdapat
fibrin dalam pleura, kapiler tidak
kongesti lagi
Std. Resolusi : eksudat berkurang, makrofag dalam
alveolus bertambah, fibrin menghilang

02/14/15

Pertahanan Tubuh / Saluran Napas:


Hidung
Bulu getar
Jaringan limfoid (nasofaring)
Refleks batuk
Refleks epiglotis
Sistem limfatik/kelenjar limfe regional
Fagositosis/respons imunohumoral
Faktorfaktor yang turut mempengaruhi:
Infeksi virus
Gizi
Penyakit menahun
02/14/15

Gejala Klinis
Bronkopneumonia

Sering didahului ISPA atas


Panas : tergantung penyebab (bila disebabkan oleh bakteri
terdapat panas tinggi)
Sesak napas
Batuk kering produktif
"Referred pain" :
Kaku kuduk (proses di lobus atas)
Sakit di daerah apendiks (proses di lobus kanan bawah)

Pemeriksaan fisik (tergantung luasnya daerah terkena)


Inspeksi :
Napas cepat / dangkal dan takipnea / cuping hidung +
Kriteria WHO (napas cepat) :
Umur > 1 tahun : > 40 x/menit
2 bulan 1 tahun : > 50 x/menit
< 2 bulan : > 60 x/menit

02/14/15

Sesak napas :
- Retraksi ruang interkostal
- Tarikan dinding dada bgn bawah (Chest
Indrawing)
- Gelisah/Sianosis kalau berat

02/14/15

Palpasi : umumnya tidak khas


Perkusi : tidak khas (redup jika luas)
Auskultasi : ronki basah halus nyaring/sedang,
kadangkadang terdapat wheezing

Pemeriksaan Laboratorium

02/14/15

Leukosit : normal atau meningkat (tergantung etiologi)


Kultur
ASTO
Serologis

Klasifikasi pneumonia menurut WHO:


Pneumonia (napas cepat)
Pneumonia berat (chest indrawing/sianosis)

Pneumonia Lobaris

Umumnya anak lebih besar


Dapat didahului oleh ISPA atas dan mendadak mendadak
Temperatur kontinyu (38,5o 39,5o)
Batuk kering produktif
Pleuritic pain
Pemeriksaan fisik:

Anak lebih suka tidur pada sisi yang terkena


Napas cepat, dangkal / cuping hidung
Sesak napas/retraksi/chest indrawing/sianosis +
Fremitus suara meningkat
Gerakan dinding toraks yang terkena berkurang / tertinggal
Ronki basah halus menghilang setelah konsolidasi terjadi; pada
stadium resolasi terdengar lagi
Suara pernapasan mula-mula melemah, kemudian sub bronchial
/ bronkial
Friction rub: daerah pleuritic pain
02/14/15

10

Pemeriksaan Radiologik
Bronkopneumonia : Infiltrat/bercak berawan
(perselubungan homogen dengan batas tidak
jelas)
Pneumonia Lobaris : Konsolidasi/perselubungan
homogen pada satu lobus/paru adanya :
Pneumatokele : Stafilokok
Bercak daerah perihiler : virus
Air bronchogram : kadangkadang
Cairan : pada komplikasi

02/14/15

11

Diagnosis Banding

02/14/15

Bronkiolitis
Empiema
Abses paru
Meningitis
Appendiksitis
Gagal jantung
Aspirasi benda asing/atelektasis

12

Diagnosis ditegakkan berdasarkan

02/14/15

Anamnesis
Pemeriksaan Fisik
Radiologi
Laboratorik

13

Komplikasi

02/14/15

Empiema/Piopneumotoraks
Abses paru
Otitis media
Meningitis
Perikarditis
Osteomielitis
Bronkiektasi
Sepsis

14

Terapi : (bergantung pada berat ringannya)


1. Pneumonia (Ringan/Sedang)
Rawat jalan
Cotrimoxazol (ringan)
Amoxicilin/Ampicilin (sedang) selama 2-3 hari;
kontrol hasil pengobatan
2. Pneumonia berat : (chest indrawing/sianosis/umur 2 bln)
Rawat di Rumah Sakit
Tirah baring / postural drainage
Terapi suportif : O2 (dihumidifikasi), pertahankan
PaO2 60 mmHg, IVFD
Antibiotika : sebaiknya sesuai dengan tes resistensi
- Polipragmasi (jika tidak dilakukan kultur & tes
resistensi) : Ampicilin + Gentamisin /
Kloksasilin / Chloramphenicol
- Sefalosporin
Fisioterapi
02/14/15

15

Prognosis
Tergantung kepada :
Derajat penyakit
Lama sakit
Penyebab
Terapi (Adekuat?)
Fasilitas

Angka kematian : 5%, Stafilokok > 10%

02/14/15

16

02/14/15

17