Anda di halaman 1dari 9

bagi anda yang bingung atau masih awam untuk olah data dengan spss, kali ini admin

devamelodica ( SATRIYO
NUGROHO SPd ) akan membahas cara cara uji validitas rea;ibilitas, uji prasyarat dan hipotesis untuk anda yang
sedang membutuhkan informasi ini, saya menjelaskan semampu saya untuk pengolahan yang kebetulan yang
saya jadikan contoh adalah skripsi saya sendiri yang berjudul Hubungan Antara Fasilitas Belajar dan
Komunitas Teman Sebaya Dengan Minat Melanjutkan Studi Perguruan Tinggi Pada Siswa Kelas XII SMK
Muhammadiyah 3 Kulon Progo Tahun Ajaran 2011/2012 dan terbatas di penelitian kuantitatif.

Cara Menghitung Uji Validitas Dan Uji Reliabilitas Instrumen Skripsi Kuantitatif
dengan SPSS
setelah anda membuat isntrumen berupa angket dengan skala likert ( bagi yang membuat skripsi model seperti
ini pasti udah paham ya ) terlebih dahulu data angket anda setelah dilakukan penelitian harus di uji validitas dan
reliabilitasnya terlebih dahulu sebelum anda melakukan uji prasyarat. uji ini harus dilakukan untuk menguji
apakah angket kita memamng valid/reliabel sebelum diujikan ke sampel asli.
Untuk skripsi saya menggunakan populasi 155, dan saya ambil sampel 101 orang berdasarkan monogram harry
king. Oleh sebab itu sebelum angket instrumen saya ujikan ke 101 sampel itu, terlebih dahulu dilakukan uji
validitas dengan mengambil sampel 30 , dan diujikan ke populasi yang sekelas/ mirip dengan yang akan kita
ujikan nantinya. fungsinya untuk mengetahui seberapa besar kevalidan angket itu, dan berapa butir yang
nantinya akan gugur/ dihilangkan berdasarkan hasil uji validitas dengan SPSS.
A. UJI VALIDITAS
Validitas instrumen berhubungan dengan kesesuaian dan ketepatan fungsi alat ukur yang digunakannya. Maka
dari itu sebelum instrument tersebut digunakan di lapangan perlu adanya pengujian validitas terhadap
instrument tersebut.Uji Validitas adalah prosedur untuk memastikan apakah kuesioner yang akan dipakai untuk
mengukur variabel penelitian valid atau tidak. Kuesioner dikatakan valid apabila dapat mempresentasikan atau
mengukur apa yang hendak diukur (variabel penelitian). Dengan kata lain validitas adalah ukuran yang
menunjukkan kevalidan dari suatu instrumen yang telah ditetapkan.
Kuesioner yang valid harus mempunyai validitas internal dan eksternal.validitas internal atau rasional, bila kriteria
yang ada dalam kuesioner secara rasional (teoritis) telah mencerminkan apa yang diukur, sedangkan validitas
eksternal bila kriteria didalam kuesioner disusun berdasarkan fakta-fakta emperis yang telah ada (eksternal).
Validitas

internal

kuesioner

harus

memenuhi construct

validity (validitas

kontruks)

dan content

validity(validitasisi). Validitas konstruks adalah kerangka dari suatu konsep.Untuk mencari kerangka konsep
dapat ditempuh dengan:
1.

Mencari definisi konsep yang dikemukakan oleh para ahli yang tertulis dalam literatur

2.

Jika dalam literatur tidak didapatkan definisi konsep yang ingin diukur, peneliti harus mendifinisikan
sendiri konsep tersebut (dengan bantuan para ahli)

3.

Menanyakan definisi konsep yang akan diukur kepada calon responden atau orang yang mempunyai
karakteristik yang sama dengan responden.

Untuk menguji validitas konstruk, maka dapat digunakan pendapat dari para ahli (judment experts).Untuk itu
kuesioner yang telah dibuat berdasarkan teori tertentu, dikonsultansikan kepada ahlinya untuk mendapatkan
tanggapan atas kuesioner yang telah kita buat, saran para ahli dapat tanpa perbaikan, dengan perbaikan atau
dirombak total.
Validitas isi kuesioner ditentukan oleh sejauhmana isi kuesioner tersebut mewakili semua aspek yang dianggap
sebagai aspek kerangka konsep. Misal konsep yang mau diteliti terdiri dari tiga aspek, maka kuesioner yang
dibuat harus menanyakan tentang ketiga aspek tersebut, jika hanya menanyakan satu aspek saja berarti
kuesioner tersebut tidak memiliki validitasisi yang tinggi.
Setelah pengujian konstruk dan isi selesai, perlu diteruskan dengan Validitas eksternal adalah validitas yang
diperoleh dengan cara mengkorelasikan kuesioner baru dengan tolok ukur eksternal yang sudah valid, misal
skala pengukur motivasi untuk berprestasi yang diciptakan oleh Mehrabian (1973) yang sudah teruji kevalidanya.
Validitas eksternal ini dilakukan dengan ujicoba kuesioner tersebut pada populasi yang mempunyai kriteria
serupa disarankan sebanyak 30 responden (mendekati kurva normal), setelah data ditabulasi maka pengujian
validitas konstruk dilakukan dengan analisis faktor, yaitu mengkorelasikan antar skor item kuesioner.
Jika kita mau menciptakan kuesioner baru, maka hasil pengukurannya harus dikorelasikan dengan kuesioner
yang sudah valid dengan menggunakan uji korelasi, bila korelasinya tinggi dan signifikan berarti kuesioner yang
baru memiliki validitas yang memadai. Setelah validitas konstruk terpenuhi maka dilakukan validitas eksternal
dengan menggunakan bantuan SPSS.
CARA MENGHITUNG UJI VALIDITAS
terlebih dahulu data 30 sampel tadi di tabulasi ke microsoft excell. sebagai contoh saya akan menguji validitas Y.
dalam hal ini Y adalah variabel terikat minat melanjutkan studi perguruan tinggi.

data yang sudah di tabulasikan ke excell tersebut di copy semua baik dari data dan jumlahnya ke dalam SPSS,
pada contoh di atas angket untuk minat ada 23 nomer, dan 30 responden sebagai sampel ,tentunya anda harus
menginstal dulu program spss. contoh pada gambar di atas yang saya watermarkwww.devamelodica.com di
copy ke dalam spss. hasil di spss seperti berikut :

Lalu, ikuti langkah berikut :


1. klik analize > corelate -> bivariate, ( masukkan semua seperti pada gambar berikut )

Lalu muncul seperti ini

Nah masukkan semua variabel yang ada dikotak kiri ke kanan, maka akan seperti gambar di atas lalu klik OK.

hasilnya adalah tabel angka2 uji validitas, nah lalu bagaimana kita membacanya?
Untuk uji validitas yang saya gunakan dengan menggunakan uji factor/ R kritis sesuai dengan teori di buku
Sugiyono, tentunya para pembuat skripsi tidak asing dengan buku yang satu ini. SYARAT YANG DI GUNAKAN
ADALAH PEARSON CORRELATION LEBIH BESAR DARI R KRITIS 0,3, JIKA KURANG DARI 0,3 MAKA
POIN ISNTRUMEN YANG R CORRELATIONNYA KURANG DARI 0,3 KITA ANGGAP GUGUR/ TIDAK
DIPAKAI. lalu pada bagian Output spss setelah di klik OK adalah bagian bawah sendiri yang kita bandingkan
seperti pada tabel output spss sebagai berikut.

nah nilai pada kotak orange di atas adalah hasil yang akan kita bandingkan dengan 0,3 . dari kiri ke kanan
sebanyak 23 item maka kita jadikan tabel sebagai berikut :
Tabel rangkuman hasil uji validitas variabel Minat melanjutkan studi

No. Soal

r Hitung

Syarat

Keterangan

0.714

> 0.300

Item soal valid

0.419

> 0.300

Item soal valid

0.690

> 0.300

Item soal valid

0.534

> 0.300

Item soal valid

0684

> 0.300

Item soal valid

0.698

> 0.300

Item soal valid

0.486

> 0.300

Item soal valid

0.670

> 0.300

Item soal valid

0.047

< 0.300

Item soal tidak valid

10

0.147

< 0.300

Item soal tidak valid

11

0.760

> 0.300

Item soal valid

12

0.724

> 0.300

Item soal valid

13

0.637

> 0.300

Item soal valid

14

0.729

> 0.300

Item soal valid

15

0.419

> 0.300

Item soal valid

16

0.725

> 0.300

Item soal valid

17

0.625

> 0.300

Item soal valid

18

0.410

> 0.300

Item soal valid

19

0.668

> 0.300

Item soal valid

20

0.488

> 0.300

Item soal valid

21

0.529

> 0.300

Item soal valid

22

0.744

> 0.300

Item soal valid

23

0.416

> 0.300

Item soal valid

24

1,000

> 0.300

Item soal valid

Cara Menghitung Uji Validitas Dan Uji Reliabilitas Instrumen Skripsi Kuantitatif
dengan SPSS
maka pada instrumen nomer 9 dan 10 kita nyatakan sebagai item yang tidak valid/gugur. karena nilainya kurang
dari 0,3. Artinya angket yang akan kita gunakan untuk meneliti sampel asli sebesar 101 adalah menjadi 21 item
dari item pra uji validitas sebanyak 23 item, item nomer 9 dan 10 kita buang / gugur karena item itu tidak valid.
Hal serupa dilakukan untuk variabel yang lain dengan cara yang sama untuk menentukan kevalidan item
instrumen tersebut. Setelah semua item dilakukan uji Validitas maka kita lanjut ke Uji realibilitas.
B. UJI REliaBILITAS
Reliabilitas menyangkut masalah ketepatan alat ukur. Ketepatan ini dapat dinilai dengan analisa statistik untuk
mengetahui kesalahan ukur. Reliabilitas lebih mudah dimengerti dengan memperhatikan aspek pemantapan,
ketepatan, dan homogenitas. Suatu instrumen dianggap reliabel apabila instrumen tersebut dapat dipercaya
sebagai alat ukur data penelitian.
Penelitian ini uji reliabilitas dilakukan dengan rumus Croanbachs Alpha. Adapun Croanbachs Alpha adalah
sebagai berikut:

(Purwanto, 2002:193)
Keterangan:
ri= Reliabilitas instrumen
n

= jumlah butir pertanyaan

si2 = varians butir


st2 = varians total
Kriteria dari nilai Croanbachs Alpha adalah apabila didapatkan nilai Croanbachs Alpha kurang dari 0,600 berarti
buruk, sekitar 0,700 diterima dan lebih dari atau sama dengan 0,800 adalah baik.
CARA MENGHITUNGNYA adalah :
1. buka spss,,,lalu copy data tabulasi dari excell ( yang gugur dan jumlah total tidak usah di masukkan )
lalu pastekan pada spss seperti langkah pada uji validitas, lalu ikuti langkah ini Scale >
realibilitas analist

nah item 9 dan 10 pada uji validitas sudah gugur, dan item 24 adalah item jumlah tidak usah dimasukkan, lalu
klik OK. maka akan muncu output hasil spssnya sebagai berikut :

Nah lalu yang mana yang akan kita hitung? yaitu pada bagian Cronbachs Alpha .915 artinya 0,915, Untuk
variabel lain juga dilakukan hal yang sama, maka bisa dijadikan tabel sebagai berikut :
apabila didapatkan nilai Croanbachs Alpha kurang dari 0,600 berarti buruk, sekitar 0,700 diterima dan lebih dari
atau sama dengan 0,800 adalah baik.
hasil Uji Realibilitas Hubungan Antara Fasilitas Belajar dan Komunitas Teman Sebaya Dengan Minat
Melanjutkan Studi Perguruan Tinggi Pada Siswa Kelas XII SMK Muhammadiyah 3 Kulon Progo Tahun
Ajaran 2011/2012

No.

Variabel

Hasil Uji

Keterangan

1.

Fasilitas Belajar (X2)

0.941

Baik / reliable

2.

Komunitas Teman Sebaya (X3)

0.798

Diterima / reliable

3.

Minat Melanjutkan Studi (Y)

0.915

Baik / reliable

Nilai tersebut kemudian dikonsultasikan berdasarkan tingkat keterhandalan, sehingga didapat tingkat
keterhandalan untuk instrumen variabel tingkat pendpatan orang tua dan komunitas teman sebaya dalam
kategori diterima yaitu kurang dari 0.800, variabel fasilitas fasilitas belajar dan minat melanjutkan studi dalam
kategori baik yaitu lebih besar dari 0.800.
Setelah dilakukan uji tersebut, maka angket isntrumen yang sudah valid bisa kita lanjutkan ke proses
pengambilan data ke SAMPEL ASLI 101 responden ( sampel skripsi saya ) lalu kita lakukan tabulasi lagi ke MS
excell untuk selanjutnya kita uji prasyarat yang akan saya terangkan setelah ini. uji prasyarat yang pertama
adalah UJI NORMALITAS