Anda di halaman 1dari 18

PRO DAN KONTRA DARI BERBAGAI TEKNOLOGI UNIT

PEMISAHAN NITROGEN
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Minyak dan Gas
Dosen Pengampu : Diah Agustina, S.T., M.T.

Disusun oleh:
Dewi Nugrahani

(115061100111001)

Alfonsina Abat Amelenan Torimtubun

(115061100111027)

Sisca Ameliawati

(115061101111015)

Intan Nuroniyah

(115061113111001)

Selfi

(125061100111037)

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014

1. PENDAHULUAN
Gas alam sekarang menjadi salah satu sumber energi utama, sekitar 23% dari
konsumsi energi dunia terdiri dari gas alam. Gas alam merupakan sebuah sumber energi
ramah lingkungan dan efisien. Jika dibandingkan dengan pembakaran konvensional bahan
bakar polusi pembakaran yang dihasilkan dari gas alam lebih bersih, menghasilkan lebih
rendah emisi gas rumah kaca dari bahan bakar hidrokarbon yang lebih berat seperti
batubara dan minyak. Secara historis, gas alam juga menjadi salah satu sumber energi yang
ekonomis Badan Energi Internasional memprediksi bahwa permintaan untuk gas alam akan
tumbuh kira- kira 44% sampai 2035. Penyebab meningkatnya pemanfaatan gas alam
diawali sejak harga minyak bumi mengalami kenaikan yang sangat dratis pada sekitar
tahun 1973. Tantangan yang dihadapi industri gas yang dianalisa oleh Gas Technology
Institute (GTI, USA) dalam perkiraan mereka bahwa 11% dari Produksi gas harian saat ini
dan 16% dari semua cadangan gas yang dikenal di Amerika Serikat mengandung beberapa
nitrogen.
Proses penghilangan nitrogen (NRU) pada gas alam dapat menggunakan proses
cryogenic, membran, adsorpsi, dan cairan pelarut (solvent), namun semua metode ini
kemungkinan besar memerlukan recompression (kompresi ulang) yang tinggi dari produk
metana, dan membutuhkan biaya yang tinggi. Banyak perusahaan yang mencoba untuk
menemukan cara yang ekonomis untuk menghapus nitrogen dari gas alam. Sebagai contoh,
pada 5.0 Juta Ton per Tahun (MTPA) rancangan produksi LNG, di mana 1,0% lebih
nitrogen dalam gas umpan akan menghasilkan 0,6-1,0% penurunan produksi LNG.
Kerugian diperkirakan bisa mendekati 200 juta dolar AS dalam 20 tahun produksi
didasarkan pada nilai yang diberikan dari 208 USD / Ton (disumsikan perbedaan nilai
harga dari 4.0 USD per Million BTU antara gas umpan dan LNG).

2. BERBAGAI TEKNOLOGI PEMISAHAN NITROGEN


Seluruh teknologi unit pemisahan nitrogen atau Nitrogen Removal Unit (NRU)
akan dijelaskan pada deskripsi di bawah ini. Ringkasan berikut merangkum seluruh
teknologi yang ada termasuk teknologi yang telah didemonstrasikan secara komersial
sebaik pengembangan ke depannya.

2.1 Distilasi Cryogenic


Teknologi distilasi cryogenic telah umum dan banyak digunakan pada skala
komersial. Kontraktor multiple dapat menyediakan EPC seperti APCI, Bechtel/IPSI, Linde,
KBR, BCCK, Costain dan beberapa EPC lain di seluruh dunia.
Banyak teknologi distilasi telah lama digunakan untuk memisahkan nitrogen dari gas
alam. Teknologi tersebut menerima pemulihan atau recovery 99% hidrokarbon
(kebanyakan adalah gas metana) di dalam rentangan besar dari kandungan nitrogen di
umpan dan khususnya digunakan untuk aplikasi laju umpan gas. Blok diagram NRU
ditunjukkan pada Gambar 2.1. Teknologi ini terdiri dari lima langkah utama : menerima
atau mengompres inlet, pengolahan awal, pendinginan pengekspan J-Tor, fraksinasi
cryogenic dan kompresi ulang. Skema yang umum digunakan termasuk kolom tunggal
(Gambar 2.1), kolom ganda (Gambar 2.2) dan kolom tripel (alias pemisah awal dengan dua
kolom atau fraksionator awal dengan dua kolom, dapat dilihat pada Gambar 2.3). Satu dari
kontribusi utama biaya fasilitas NRU membutuhkan kompresi untuk gas bagian inlet dan
gas jual.

Gambar 2.1 Contoh blok diagram alir NRU

Gambar 2.2 Kolom tunggal distilasi cryogenic

Gambar 2.3 Kolom ganda distilasi cryogenic

Gambar 2.4 Fraksionator awal (kolom tripel)


2.1.1

Menerima atau mengompres inlet


Tergantung dari sumber gas umpan ke NRU, sistem pemisahan membutuhkan
beberapa tipe peralatan penerima inlet, seperti penangkap lumpur, pemisah

2.1.2

uap/cair dan/atau pengompresi.


Pengolahan awal
Umpan ke unit pemisah nitrogen diolah awalnya untuk memisahkan
komponen yang dapat membeku di peraltan dowonstream cryogenik. CO2
dipisahkan secara khusus hingga level 50 100 ppmv menggunakan pengolah
amine. Gas asam seperti H2S juga dipisahkan hingga kurang dari 4 ppmv untuk
memenuhi spesifikasi gas jual.
Setelah melalui pengolahan amine pada unit pemisahan gas asam atau Acid
Gas Removal Unit (AGRU), gas manis atau sweet gas didehidrasi dengan desikan
padat. Molecular sieve umumnya jenis tertentu karena kemampuannya untuk
mengeringkan aliran gas hingga titik embun air di bawah spesifikasi yang
ditentukan.
Unit pemisahan merkuri atau Mercuri Removal Unit (MRU) dapat
dibutuhkan untuk memisahkan merkuri (Hg) hingga level paling rendah.
Konsentrasi Hg di bawah 1 bagian per triliun (pptv) atau 0,001 PPBV sering
disyaratkan untuk mencegah korosi merkuri, dimana akan merusak penukar panas
aluminium brazed pada aliran downstream. Pemisahan biasanya menjadi satu
dengan bed adsorben menggunakan karbon aktif sulfur terimpregnasi dari unit
dehidrasi.
4

Bergantung pada komposisi umpan, hidrokarbon berat dapat diekstrak pada


temperatur menengah selama proses pendinginan. TEG, dimana juga umum
digunakan untuk dehidrasi, juga telah secara komersial didemonstrasikan untuk
pemisahna fluida hidrokarbon aromatik hingga langkah pendinginan atau
2.1.3

kondensasi.
Pendinginan pengekspansi J-Tor
Setelah pengolahan awal, gas yang kering dan bersih didinginkan hingga
suhu kondensasi menggunakan penukar panas dengan aliran produk di pneukar
panas aluminium brazed. Proses pendinginan berlangsung bersama dengan
penggunaan dari berikut ini :

- Ekspansi adiabatik (katup JT)


- Ekspansi isentropik (pengekspan turbo)
2.1.4 Fraksinasi Cryogenic
Bagian fraksinasi cryogenic dari NRU secara normal terletak didalam kotak
dingin dan di jantung NRU karena fraksinasi cryogenic mengontrol nitorgen pada
aliran produk yang kaya akan metana, penghilangan hidrokarbon di aliran nitrogen
buangan, dan efisiensi termal keseluruhan dari proses.
2.1.5

Kompersi Ulang
Untuk aplikasi khusus, kompresi ulang dari gas jual (atau gas bahan bakar)
biasanya membutuhkan tidak sedikit gas yang dapat dijual pada 20 barg atau
kurang. Dorongan utama pemisah NRU disediakan oleh beda tekan antara gas
umpan dan aliran produk. Aliran produk, seperti gas jual atau gas bahan bakar dan
N2, ketika keluar dari unti pada tekanan lebih rendah dari gas umpan, kemungkinan
membuthkan kompresi ulang.

2.2 Larutan Membran, Teknologi dan Riset Membran (MTR)


Dalam teknologi ini, membran digunakan untuk menyerap metana secara selektif
dan menghilangkan nitrogen dalam aliran gas. Proses ini bergantung pada membran yang
telah dipatenkan secara signifikan lebih bisa menyerap metana, etana, nitrogen dan
hidrokarbon lain (Elliot et al., p146).

Gambar 2.5 Teknologi dan Riset Membran (MTR) (2 tahap membran)


Seperti diilustrasikan dalam Gambar 2.5, MTR menjelaskan bahwa membran
dengan dua tahap aliran dapat menghasilkan bahan bakar gas berkualitas dan kaya nitrogen
dari gas alam mentah. Gas yang mengandung 15,0% nitrogen dilewatkan pada set pertama
modul membran. Bahan yang diserap, yang mengandung 4.0 mol% nitrogen, dikirim pada
aliran setelah kompresi; gas residu yang kaya nitrogen dilewatkan ke set kedua modul
membran. Set kedua modu ini menghasilkan limbah gas yang mengandung 50,0% mol
nitrogen dan menyerap habis nitrogen hingga mengandung 10.0e20.0 mol% nitrogen. Gas
yang terserap digunakan sebagai bahan bakar. Dalam hal ini sekitar 90% hidrokarbon
mengalami pemulihan nilai Btu pada aliran gas umpan (mayoritas adalah metana) menjadi
produk. Nilai pemulihan setinggi 95% atau lebih tinggi dapat dicapai tergantung pada
komposisi gas inlet.
Pada penurunan tekanan membran sekitar 12 bar sampai 50 bar per tahap
tergantung pada tekanan gas umpan. Keterbatasan lain untuk membran adalah tekanan
desain maksimum saat ini yaitu 85 barg. Sebagian tekanan umpan yang lebih tinggi dari
76,5 (90% dari 85) barg perlu diturunkan sebelum dikirim ke MTR.
Sistem MTR NitroSep (Gambar 2.6) menghasilkan aliran berkualitas atau aliran gas
yang dapat diterima dan bahan bakar yang kaya nitrogen dari gas alam mentah. Membran
yang telah dipatenkan lebih signifkan menyerap methane, ethane, nitrogen dan hidroarbon
lainya.

Gambar 2.6 Proses NitroSepTM (MTR)


2.3 Molecular Gate System
Sistem Engelhard Molecular Gate telah menarik perhatian bagi industri gas alam.
Sistem ini sangat mudah untuk start-up, pengoperasian tanpa pengawasan dan hemat
biaya. Aliran metana Molecular Gate hanya memiliki pressure drop sekitar 0.7 barg,
dengan recovery methane sekitar 90%. Proses ini biasanya digunakan untuk aplikasi
umpan laju gas yang lebih kecil. Laju yang dimaksud terbatas pada 80 MMSCFD per train
karena diameter bejana berukuran 12.5 ft. Tekanan maksimum desain yakni 55 barg,
dengan tekanan maksimum operasi antara 17 41 barg. Produk metana dihasilkan pada
tekanan kurang dari 55 barg. Pada aliran gas buang (nitrogen) dimungkinkan mengandung
hidrokarbon dalam jumlah yang cukup tinggi yakni lebih dari 10%. Untuk itu dibutuhkan
treatment sebelum gas nitrogen dibuang. (Kuo, dkk., 2012)
Adapun gambaran dari teknologi Moleculare Gate dapat ditunjukkan sebagai
berikut : (Kuo, dkk., 2012)

Gambar 2.7 Molecular Gate System


2.4 Solvent Absorption (teknologi ekstraksi AET)
Proses yang terjadi seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2.8. Dalam proses ini
memiliki keuntungan tidak membutuhkan penghilangan CO2 (AGRU) atau dehidrasi yang
mendalam. Komponen hidro-karbon sebenarnya diserap dan diregenerasi pada tekanan
rendah. Untuk rancangan dengan kapasitas besar (> 15 MMSCFD) AET mungkin tidak
mampu untuk bersaing dengan fraksinasi cryogenic. Tekanan desain tertinggi adalah 70
Barg dan kapasitas erbesar adalah 15 MMSCFD. Dapat mencapai pemulihan hidrokarbon
yang tinggi yaitu 99%.

Gambar 2.8 Proses AET pada NRU


8

2.5 Nitrogen Sponge Unit (IACX Energy)


Proses Nitrogen Sponge Unit diperkenalkan oleh IACX Energy. Proses ini biasanya
digunakan di bawah tekanan rendah (sekitar 4 barg) dan volume yang rendah (< 5
MMSCFD. Konsentrasi umpan inlet nitrogen dapat bervariasi antara 4 40 %. Proses ini
akan menghilangkan nitrogen dengan hanya kehilangan hidrokarbon dalam jumlah
minimal (kecil). Tekanan desain maksimum yang dianjurkan adalah 4 barg (Kuo, dkk.,
2012). Adapun kondisi operasi Nitrogen Sponge Unit menurut situs resmi IACX Energy
adalah sebagai berikut :
Tabel 2.1 Kondisi Operasi Nitrogen Sponge Unit (IACX Energy)
Inlet Pressure
Inlet N2 Level
Flow Rate (MCFD)
Typical Methane Recoveries
Residue Nitrogen Level

35 to 75 psig
5 60 %
500 20000
92 97 %
~3%

Unit penghilangan nitrogen yang ditawarkan oleh IACX Energy ini memberikan
kemudahan bagi produsen dengan menghilangkan kebutuhan investasi modal dimuka
karena perusahaan ini menyediakan jasa sewa unit. Nitrogen Sponge Unit bersifat fleksibel
terhadap kebutuhan proyek yang sedang berkembang. Selain itu, sistem ini hanya
membutuhkan pengawasan minimal serta hampir tidak membutuhkan pretreatment dengan
keefektifan penghilangan konsentrasi nitrogen mencapai 60% dan recovery hydrocarbon
melebihi 95%.
Secara garis besar, Nitrogen Sponge Unit menggunakan metode pemisahan yang
disebut dengan PSA (Pressure Swing Adsorption). PSA merupakan sebuah teknologi yang
secara luas sudah diterapkan dalam berbagai aplikasi pemisahan gas industri. Pada proses
ini, aliran gas umpan dimasukkan ke bejana tekan yang diisi dengan pellet karbon khusus
(inert, tidak berbau dan tidak berbahaya) yang ditandai dengan area permukaan besar dan
struktur pori yang unik. Dalam kondisi di bawah tekanan, molekul tertentu secara alami
tertarik ke permukaan karbon (adsorpsi) sedangkan gas lainnya akan lewat begitu saja.
Setelah adsorben karbon penuh dengan gas sasaran, aliran umpan dialihkan ke bed
alternative. Tekanan pada bed yang jenuh diturunkan dan dikondisikan pada tekanan
vakum sehingga gas sasaran yang terserap (dalam hal ini hidrokarbon) akan terlepas dari
karbon.

Adapun gambaran dari Nitrogen Sponge Unit dapat dilihat sebagai berikut : (Kuo,
dkk., 21012) :

Gambar 2.9 Nitrogen Sponge Unit (IACX Energy)

2.6 Adsorpsi Tekanan Swing , Saringan Carbon Molekuler (CMS)


Adsorpsi tekanan swing adalah teknologi yang digunakan untuk memisahkan
nitrogen dari gas-gas lain termasuk komponen gas alam di bawah tekanan sesuai dengan
karakteristik molekuler dan daya tarik untuk bahan adsorben pada suhu mendekati ambien.
Bahan serap khusus digunakan sebagai saringan molekuler, dengan menyerap komponen
hidrokarbon pada tekanan tinggi. Proses ini kemudian di swing pada tekanan rendah untuk
desorb bahan adsorben. Tipe Saringan Carbon Molekuler (CMS) digunakan dalam proses
untuk memisahkan metana dari nitrogen dan lain-lain. Siklus adsorpsi / desorpsi ini sangat
mirip dengan molekul saringan dehidrasi. Proses tersebut cukup mudah diinstrumentasi
untuk operasi tanpa pengawasan.

10

Methana dilepaskan selama tahap desorpsi pada tekanan yang relatif rendah
mendekati atmosfer (~1 barg) atau bahkan dibawah tekanan vakum pada beberapa kasus.
Teknologi ini juga mentolerir adanya karbon dioksida dan air tetapi membutuhkan wadah
yang besar. CMS tidak ekonomis digunakan untuk memproses gas umpan yang memiliki
tingkat nitrogen tinggi karena tekanan produk methana yang rendah. Kompresi dengan
tenaga kuda yang sangat tinggi diperlukan untuk memprosuksi methana.
2.7 Lean Oil Absorption
Proses penyerapan kriogenik ini menggunakan minyak hidrokarbon dingin untuk
menyerap sebagian besar metana untuk memisahkan nitrogen dari gas alam. Sesuai
digunakan untuk gas alam yang mengandung banyak sekali nitrogen. Metana diserap dan
meninggalkan minyak di regenerator dan kemudian dikompresi kembali ke pipa
bertekanan. Kebutuhan untuk menyerap metana membutuhkan sirkulasi minyak kriogenik
yang besar. Proses ini belum banyak digunakan dan dikembangkan.
2.8 Bahan Kimia Pengelat
Proses ini dalam tahap riset dan pengembangan. Proses ini menggunakan pelarut yang
mengandung agen pengelat untuk mengabsorb nitrogen dari gas alam, meninggalkan
metana dan hidrokarbon lainnya. Agen pengelat memiliki harga yang mahal dan dari
pertanyaan mengenai kestabilannya; tidak diketahui aktivitas riset yang berlangsung akhirakhir ini.
3. PEMILIHAN TEKNOLOGI
Pemilihan teknologi penghilangan nitrogen pada gas alam dilakukan untuk
mendapatkan proses penghilangan nitrogen yang paling optimum. Nitrogen Rejection Unit
(NRU) dapat sangat bergantung pada kriteria design berikut ini:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Konsentrasi nitrogen pada gas umpan


Tekanan inlet NRU
Kapasitas NRU
Spesifikasi produk
Pengaturan jumlah hidrokarbon yang didapatkan
Dampak lingkungan dari emisi NOx
Konsentrasi metana yang diijinkan pada vent nitrogen

11

Kriteria-kriteria yang telah disebutkan diatas merupakan faktor umum untuk


pemilihan teknologi NRU. Selain kroteria-kriteria tersebut, terdapat beberapa faktor
evaluasi yang harus diperhatikan untuk memilih teknologi NRU yang dapat digunakan,
faktor tersebut adalah:
1.
2.
3.
4.

Capital cost
Daya kompresi yang dibutuhkan (main operating cost)
Kematangan teknologi
Banyaknya hidrokarbon yang hilang pada proses dan dampak limbah green

house gas yang dihasilkan


5. Kebutuhan operator pengamanan
6. Kebutuhan pemeliharaan
7. Persoalaan kesehatan, keamanan, dan lingkungan
Pemilihan proses NRU didasari oleh fleksibilitas, kerumitan, dan sensitivitas pada
komposisi gas umpan sebagai penambahan biaya pemeliharaan. Parameter pada pemilihan
proses NRU adalah kadar nitrogen dan CO 2 pada gas, tekanan umpan, laju lair, methane
recovery, dan kadar kontaminan lain. Gambar xx dibawah ini menunjukkan methane
recoveries ketika limbah nitrogen dilepaskan pada tiga proses yang berbeda pada beberapa
feed dengan kadar nitrogen yang berbeda. Single coloumn dapat digunakan ketika feed
memiliki kadar nitrogen dibawah 30%, sedangkan double coloumn dapat digunakan ketika
feed memiliki kadar nitrogen diatas 30%, dan untuk kadar nitrogen pada feed dibawah
50%, kedua proses dapat digunakan.

Gambar 3.1 Methane recoveries pada beberapa proses NRU yang berbeda

12

Karakteristik penting NRU yang dapat dijadikan pertimbangan ketika melakukan


pemilihan proses yaitu kemampuan untuk menahan pengotor umum pada gas alam yaitu
CO2. Biasanya, ketahan CO2 ditentukan melalui titik paling dingin dimana CO 2 dapat
membeku. Hal ini biasanya dinyatakan dalam fungsi tekanan kolom dan konsentrasi
nitrogen dalam feed. Semakin tinggi tekanan kolom dan semakin rendah suhu maka
semakin besar pula ketahanan terhadap CO2. Proses dengan ketahanan terhadap CO2 yang
lebih rendah akan membutuhkan biaya tambahan yang lebih besar untuk penghilangan
CO2.
Berdasarkan beberapa teknologi penghilangan nitrogen (NRU) yang telah dibahas
diatas, teknologi cryogenic fractionation telah banyak digunakan untuk menghasilkan gas
alam yang lebih efisien dan memiliki kualitas yang baik. Penggunaan teknologi membran
pada penghilangan nitrogen telah berkembang dengan siknifikan beberapa tahun yang lalu.
Teknologi Membran (MTR) dan Molecular Gate Technology telah mengalami
perkembangan yang lebih baik, hal ini ditunjukkan dengan dapat dihasilkan nitrogen
dengan kemurnian yang tinggi bila dibandingkan dengan cryogenic distillation. Cryogenic
distillation dapat memiliki beberapa keunggulan, yaitu:

Menghasilkan hidrokarbon yang lebih murni 99+%


Memiliki emisi metana (GHG) yang lebih kecil di limbah
Memiliki efisiensi termodinamik yang tinggi
Memiliki konsumsi daya yang lebih rendah

Pressure swing adsorption (PSA) banyak digunakan pada pemisahan gas ringan
pada refining unit. Sistem ini dikenal sebagai proses yang dapat dioperasikan otomatis dan
sederhana dengan hasil yang cukup baik.
Molecular gate adsorbent merupakan proses ynag memungkinkan nitrogen (juga
berlaku untuk senyawa CO2, H2S, air, dan oksigen) untuk memasuki pori dan dapat
terpisah dengan hidrokarbon. Proses ini memiliki kelebihan yaitu dapat menghindari
penambahan biaya dan tahapan proses amin ataupun unit membran untuk memisahkan CO 2
yang terdapat dalam gas alam.
Perbandingan proses penghilangan nitrogen dari gas alam dapat dilihat pada Tabel
3.1 dibawah ini:
Tabel 3.1 Perbandingan proses penghilangan nitrogen dari gas alam
13

Teknologi NRU
Cryogenin

Ringkasan Teknologi
J-T atau ekspander,

Distillation

Aplikasi
Memiliki rentang

Komentar
Menghasilkan

pendinginan, dan

tekanan dan

hidrokarbon dengan

distilasi pada suhu

flowrate gas masuk


yang besar
Tidak terdapat

kriogenik
Diperlukan Re-

kadar 99+%
Diperlukan pre-

compression
Terdapat instalasi

treatment pada gas inlet


Banyak digunakan pada

kontraktor besar
Memiliki capital cost

pendingin dengan

batasan pada

tekanan desain
Tidak cocok untuk

Brazed Aluminium

gas dengan jumlah

Heat

yang kecil (<25

Exchanger(BAHE)

MMSCFD)
Menghasilkan

yang besar

metana dengan
konsentrasi sangat
rendah (100 ppm
sampai dengan
1,5%) pada keluaran
Membran

Membran single atau

(Membrane

multiple yang bekerja

Technology and

untuk memisahkan

Research, MTR)

nitrogen dari
hidrokarbon
Membutuhkan re-

N2
Tekanan desain

hidrokarbon dapat

maks. 85 barg
Aliran desain maks.

100 MMSCFD/train
Pressure drop pada

konsentrasi N2
Tidak dibutuhkan

pretreatment
Kemungkinan

Lebih dari 90%


diambil berdasarkan dari

hidrokarbon sangat

compression, terutama

tinggi sebesar 12-

untuk instalasi

50barg bergantung

dibutuhkan CO2 removal

membran multiple

pada konsentrasi N2

bergantung pada

dan tekanan pada

konsentrasi CO2 inlet


Telah digunakan oleh

umpan
Konsentrasi N2 yang

kontraktor EPC

disarankan untuk
diproses adalah 4Molecular Gate

Menggunakan

50%
Tekanan desain
14

Menghasilkan hidrokarbon

molecular sieve bed


yang berisi adsorbent

maks. 85 barg
Tekanan operasi

untuk memisahkan

yang disarankan

nitrogen
Membutuhkan re-

sekitar 17 dan 41

compression

sebesar 90%
Dibutuhkan pretreatment

inlet
Dapat memisahkan N2 dan

barg
Tidak dapat

CO2 dalam satu thap

digunakan untuk

yang lebih besar


Telah banyak digunakan

memisahkan

dengan menggunkan bed

nitrogen dari gas

pada instlasi pabrik oleh

umpan yang

beberapa kontraktor

memiliki kadar N2

lebih dari 30%


Aliran desain
maks.80

MMSCFD/train
Memiliki pressure
drop hidrokarbon
yang kecil sebesar

Solvent

Pemisahan hidrokarbon

Absorption

dan N2 menggunakan

(AET)

pelarut absorbent.

0.7 bar
Tekanan desain

maks. 70 barg
Kapasitas instalasi

Hidrokarbon lalu

terbesar adalah 15

dipisahkan dari solvent

MMSFCD

Dapat menghasilkan 99+

% hidrokarbon
Tidak dibutuhkan pre-

treatment
Dapat digunkan untuk gas
dengan kadar N2 lebih dari

dengan mengurangi
tekanan pada multiple gas

de-compression steps

50%
Dibandingkan cryogenic
distillation, Dibutuhkan
recompression yang lebih
tinggi untuk laju gas

Cryogenic Lean

Absorpsi metana pada

Oil Absorption

Cryogenic Lean Oil

EPC
Merupakan proses baru

Belum digunakann

secara komersial
Dapat mentolerir gas
15

umpan yang lebih besar


Digunakan oleh kontraktor

dan belum dikomersialkan


Membutuhkan

umpan dengan

peningkatan ukuran

tekanan tinggi
Cocok untuk gas

permukaan material

umpan dengan kadar

membutuhkan

N2 yang tinggi

compression
Dibutuhkan daya beban

Pressure swing

Adsorpsi komponen

adsorption

hidrokarbon pada tekanan

Carbon

tinggi. Proses lalu berjalan

secara komersial
Biasanya untuk laju

Molecular

pada tekanan rendah untuk

gas umpan rendah

Sieve (CMS)

memisahkan adsorbent

hingga medium

Chelating

hidrokarbon
Pemisahan nitrogen pada

solvent

chleating solvent

Belum digunakann

Belum digunakann

absorpsi metana dan

recompression yang besar


pada produk hirdokarbon

secara komersial

Proses ini masih dalam


tahap penelitian dan

absorption

pengembangan
Stabilitas solvent
diragukan

Sumber : Kuo, 2012

16

DAFTAR PUSTAKA
Hidnay, Arthur J., William H. Parrish. 2006. Fundamentals of Natural Gas Processing.
Ohio : CRC Taylor and Francis Group
Kuo, J.C., K. H. Wang and Chris Chen. 2012. Pros and Cons of Different Nitrogen
Removal Unit (NRU) Technology. United State of America : University of Houston
Speight, James G. 2007. Natural Gas : A Basic Handbook. Texas : Gulf Publishing
Company

17