Anda di halaman 1dari 71

Hati, Kandung Empedu dan

Pankreas

A. HATI
Hati adalah kelenjar paling besar di dalam tubuh.

Beratnya sekitar 1.500 gr.


Hati berwarna kecokelatan, sedangkan pada kondisi

hidup hati berwana merah tua karena kaya akan


persediaan darah.
Hati berada di rongga perut sebelah kanan atas atau

lebih tepatnya di bagian atas rongga abdomen, terletak


dibawah kerangka iga dan tepat dibawah diafragma.
Hati dibungkus oleh selaput hati (capsula hepatica). Di

dalam hati terdapat pembuluh darah dan empedu yang


dipersatukan selaput jaringan ikat (capsula glison)

Hati mempunyai dua lobus utama:


1.Lobus kanan, terletak diatas fleksur kolik
kanan dan ginjal kanan
2.Lobus kiri, terletak diatas lambung.
Lobus kanan jauh lebih besar daripada
lobus sebelah kiri.

Lobus kanan terdiri dari lobus kaudatus dan

lobus kuadratus
Hati memiliki ligamen falsiform yang

berfungsi untuk memisahkan lobus kanan dan


lobus kiri.
Di antara kedua lobus terdapat porta hepatis,

yaitu jalur masuk dan keluarnya pembuluh


darah, saraf dan duktus.

Struktur Hati

Hati terdiri dari sejumlah besar lobulus

hepatika yang tampak berbentuk heksagonal.


Masing-masing berdiameter sekitar 1 mm dan

mempunyai vena intralobular sentral kecil (tribut


vena hepatika).
Disekitar tepi lobulus terdapat kanal portal,

masing-masing berisi satu cabang vena porta


(vena interlobular), satu cabang arteri hepatika,
dan satu duktus.

Hati mendapat suplai darah dari pembuluh


nadi (arteri hepatica) dan pembuluh gerbang
(vena porta) dari usus.
Pada hati juga terdapat sel-selperombak sel
darah merah yang telah tua disebut histiosit.
Sebagai alat eksresi, hati menghasilkan empedu
yang merupakan cairan jernih kehijauan, di
dalamnya mengandung zat warna empedu
(bilirubin), garam empedu, kolesterol dan juga
bakteri serta obat-obatan.
Zat warna empedu terbentuk dari rombakan
eritrosit yang telah tua atau rusak dan akan
ditangkap oleh histiosit yang selanjutnya
dirombak dan haeglobinnya dilepas.

Fungsi Hati

1. Mengatur jumlah karbohidrat yang ada didalam tubuh. Hati juga menjaga

agar glukosa darah tetap terjaga alias tidak jauh dari 90 mg/dl
2. Dapat menyeimbangkan jumlah lemak dalam tubuh
3. Berfungsi mengatur keseimbangan asam amino, asam lemak, trigliserida,
dan kolesterol
4. Mengatur sirkulasi hormon
5. Memproduksi empedu dan mensekresi empedu
6. Dapat memproduksi protein plasma didalam tubuh manusia
7. Dapat membersihkan zat-zat berbahaya contohnya toxic.
8. Membersihkan antibodi residu (sisa)
9. Bekerja memakan antigen (dilakukan oleh sel-sel hepar)
10.Berfungsi memakan (memfagosit) mikroorganisme
11.Bermanfaat menyimpan vitamin larut lemak (Vitamin A, D, E, K) dan
vitamin B12
12.Menyimpan mineral didalam tubuh kita
13.Memproses emulsi lemak (emulsifikasi lemak)
14.Menghentikan kerja obat (inaktivasi obat)

B. Kandung Empedu
Kandung empeduataukantung

empedu(Bahasa Inggris: gallbladder) adalah


organ berbentuk buah pir yang dapat menyimpan
sekitar 50 ml empedu yang dibutuhkan tubuh
untuk proses pencernaan.
Kandung empedu terletak di dekat

pertengahan perut daerah tubuh.


Terletak di dalam fossa dari permukaan

visceral hati. Kandung empedu terbagi ke dalam


sebuah fundus, badan dan leher.

Pada manusia, panjang kantung empedu

adalah sekitar 7-10 cm dan berwarna hijau


gelap.
Hal ini bukan dikarenakan warna jaringannya,

melainkan karena warna cairan empedu yang


dikandungnya.
Organ ini terhubungkan dengan hati dan usus

dua belas jari melalui saluran empedu.

Bagian-bagian Kandung
Empedu
Fundus vesikafelea, merupakan bagian kandung

empedu yang paling akhir setelah korpus


vesikafelea.
Korpus vesikafelea, bagian dari kandung empedu

yang didalamnya berisi getah empedu. Getah


empedu adalah suatu cairan yang disekeresi oleh sel
hati sebanyak 500-1000 cc setiap harinya,
sekresinya berjalan terus menerus, jumlah produksi
cairan empedu dapat meningkat pada saat
mencerna lemak.

Leher kandung empedu, merupakan saluran

pertama tempat masuknya getah empedu ke badan


kandung empedu lalu berkumpul dan dipekatkan
dalam kandung empedu.
Duktus sistikus. Panjangnya kurang lebih 3 cm.

berjalan dari leher kandung empedu dan


bersambung dengan duktus hepatikus membentuk
saluran empedu ke duodenum.
Duktus hepatikus, saluran yang keluar dari leher.
Duktus koledokus, saluran yang membawa

empedu ke duodenum.

Kandung empedu tidak memiliki submukosa.

Pembungkus pada kandung empedu terdiri dari


tiga lapis :
Visceral peritoneum, yaitu permukaan luar
dari kandung empedu
Pada bagian tengah, otot dari dindingnya
terdiri dari serat otot halus (sel)
Membran mukosa, pada bagian sebelah
dalam, yang tersambung dengan lapisan
saluran empedu.

Membran mukosanya terdiri atas sel-sel

epitel sederhana yang berbentuk sel tiang


(silinder), disusun menyerupai epitel pada
permukaan lambung yang mengeluarkan
sekret musin dan cepat mengabsorpsi air
dan elektrolit, tetapi tidak mensekresikan
garam-garam empedu dan pigmen, karena
itu, cairan empedu menjadi pekat.
Kontraksi dari otot tersebut dipengaruhi

oleh sistem hormonal yang menyebabkan


isi dari kandung empedu (cairan empedu)
masuk ke pembuluh cystic.

Pada individu normal, cairan empedu mengalir ke

kandung empedu pada saat katup Oddi tertutup.


Dalam kandung empedu, cairan empedu

dipekatkan dengan mengabsorpsi air. Derajat


pemekatannya diperlihatkan oleh peningkatan
konsentrasi zat-zat padat.
Cairan empedu yang dihasilkan oleh hati

mengandung 97% air, sedangkan kadar rata-rata air


yang terkandung dalam cairan empedu yang telah
tersimpan didalam kandung empedu adalah 89%.

Bila saluran empedu dan duktus sistikus

dijepit, maka tekanan dalam saluran empedu


akan naik sampai kira-kira 30 mm cairan
empedu dalam 30 menit dan sekresi empedu
berhenti.
Akan tetapi bila saluran empedu dijepit dan

duktus sistikus dibiarkan terbuka, air akan


diabsorspi dalam kandung empedu dan
tekanan intrafilier naik hanya kira-kira 100
mm cairan empedu selama beberapa jam.

Cairan yang disekresikan oleh sel-sel


hepatosit dalam organ hati adalah cairan yang
berwarna kekuningan atau kecoklatan atau
kuning kehijauan yang disekresikan oleh sel-sel
hati.
Setiap hari sel-sel hati mensekresikan 8001000 ml cairan empedu dengan pH sekitar 7,68,6.
Cairan empedu sebagian besar terdiri atas
air, garam-garam empedu, kolesterol, dan
sebuah fosfolipid (lesitin), pigmen-pigmen
empedu dan beberapa ion-ion, serta zat-zat lain
yang ada dalam larutan elektrolit alkali yang
mirip dengan getah pankreas.


Fungsi
Kandung
Empedu
1. Fungsi utamanya untuk menyimpan empedu dan
memekatkan cairan empedu yang ada didalamnya
dengan cara mengabsorpsi air dan elektrolit.
Cairan empedu ini adalah cairan elektrolit yang dihasilkan
oleh sel hati.
2. Merupakan zat yang membantu dalam proses pencernaan

dan penyerapan lemak.


Lemak yang tidak larut dalam air akan diemulsi, sehingga
diperlukan sesuatu yang khusus. Hati memproduksi
empedu dan kemudian menyimpannya di dalam kandung
empedu hingga tubuh perlu mencerna lemak. Ketika saat
ini tiba, kandung empedu mulai untuk membiarkan aliran
empedu ke dalam usus, di dalam duodenum, di mana
lemak dicerna dengan bantuan dan kemudian diserap
oleh organisme.

3. Empedu juga menetralkan beberapa asam yang

ditemukan dalam jenis makanan tertentu.


Sama seperti setiap organ lain dalam tubuh,
kantong empedu dapat kerusakan dan
menyebabkan penyakit.
4. Untuk membuang limbah tubuh tertentu

(terutama pigmen hasil pemecahan sel darah


merah dan kelebihan kolesterol)

Garam empedu menyebabkan


meningkatnya kelarutan kolesterol, lemak dan
vitamin yang larut dalam lemak, sehingga
membantu penyerapannya dari usus.
Hemoglobin yang berasal dari
penghancuran sel darah merah diubah menjadi
bilirubin (pigmen utama dalam empedu) dan
dibuang ke dalam empedu.
Berbagai protein yang memegang
peranan penting dalam fungsi empedu juga
disekresi dalam empedu.

Garam-garam Empedu

Empedu sebagian besar adalah hasil dari


excretory dan sebagian adalah sekresi dari
pencernaan.
Garam-garam empedu termasuk ke dalam
kelompok garam natrium dan kalium dari asam
empedu yang berkonjugasi dengan glisin atau
taurin suatu derifat atau turunan dari sistin,
mempunyai peranan sebagai pengemulsi,
penghancuran dari molekul-molekul besar lemak
menjadi suspensi dari lemak dengan diameter
1 m dan absorpsi dari lemak, tergantung dari
sistem pencernaannya.

Terutama setelah garam-garam empedu bergabung


dengan lemak dan membentuk Micelles (agergat
dari asam lemak, kolesterol dan monogliserida),
kompleks yang larut dalam air sehingga lemak dapat
lebih mudah terserap dalam sistem pencernaan
(efek hidrotrofik).
Ukuran lemak yang sangat kecil sehingga
mempunyai luas permukaan yang lebar sehingga
kerja enzim lipase dari pankreas yang penting dalam
pencernaan lemak dapat berjalan dengan baik.
Kolesterol larut dalam empedu karena adanya
garam-garam empedu dan lesitin.

Singkatnya, garam-garam empedu terbentuk


dari asam empedu yang berikatan dengan
kolesterol dan asam amino.
Setelah disekresi ke dalam usus, garam
tersebut direabsorpsi dari ileum bagian bawah
kembali ke hati dan di daur ulang kembali.
Peristiwa ini dikenal sebagai sirkulasi
enterohepatika garam empedu.

Zat-zat yang dibentuk dalam empedu


antara lain adalah:
Bilirubin, yang juga dikenal sebagai pigmen
empedu, merupakan hasil dari metabolisme
hem.
Hem, yang merupakan bagian nonprotein dari
hemoglobin, akan mengalami perubahan lagi
menjadi biliverdin, lalu bilirubin. Keseluruhan
proses perubahan ini berlangsung di hati.

Sekitar 70-80% bilirubin diperoleh dari pemecahan

hem yang berasal dari hemoglobin ini, dan 20-25%


berasal dari protein hem lain seperti mioglobin,
sitokrom (yang mengandung hem) dan katalase.
Sebagian kecil diperoleh dari penghancuran sel
eritroid muda (akibat eritropoesis yang tidak efektif).
Dalam metabolismenya, struktur bilirubin yang

dihasilkan dari perubahan-perubahan hemoglobin itu


bersifat tidak larut dalam air, tetapi sangat larut
dalam lemak. Karena sifat tidak larut dalam air ini,
maka di dalam plasma darah, bilirubin harus
diangkut dengan bantuan suatu pembawa (karier),
dan karier fisiologis tersebut adalah albumin serum.

Bilirubin dalam bentuk ikatan bilirubinalbumin akan beredar di dalam sirkulasi darah,
untuk kemudian masuk ke dalam sel hati. Pada
permukaan sinusoid hati, bilirubin tidak
terkonjugasi akan melepaskan diri dari
ikatannya dengan albumin, dan masuk melalui
membran sel hati dengan cara difusi (facilitated
diffusion).
Di dalam sel hati (hepatosit), bilirubin diikat
oleh 2 protein intraseluler utama dalam sitoplasma,
protein sitosolik Y (misalnya, ligandin atau
glutathione S-transferase B) dan protein sitosolik z
(dikenal juga sebagai fatty acidbinding protein
[FABP]).

Agar bilirubin dapat diekskresikan ke dalam


empedu (untuk kemudian dikeluarkan ke usus),
terlebih dulu ia harus dibuat dapat larut dalam air.
Untuk mencapai maksud tersebut, maka di dalam
sel parenkim hati, sebagian besar bilirubin akan
dikonjugasikan dengan asam glukuronat.
Dua asam empedu utama (primer) yang
dibentuk dalam hati adalah asam kolat dan asam
kenodeoksikolat. Dalam usus besar, bakteri
mengubah asam kenodoeksikolat dan asam
deoksikolat menjadi asam litokolat.

Karena asam deoksikolat dan asam litokolat


di bentuk oleh kerja bakteri, asam deoksikolat dan
asam litokolat dinamakan asam empedu
sekunder. Konjugasi asam-asam terjadi dalam
empedu dan konjugatnya, misalnya asam
glikokolat dan asam taurokolat membentuk garam
natrium dan garam kalium dalam empedu hati
yang bersifat alkali.

C. Pankreas
Pankreasadalahorgan aksesoris padasistem
pencernaan. Pankreas terletak pada kuadran kiri
atasabdomenatau perutdan bagian kaput/kepalanya
menempel pada organ duodenum.
Pankreas dikelilingi oleh lambung, duodenum,
hati, limpa dan kandung empedu. Pankreas terdiri dari
jaringan kelenjar dan sistem saluran. Saluran pankreas
utama membawa cairan pankreas ke duodenum.
Saluran utama memiliki banyak cabang kecil dan
bergabung dengan saluran empedu di akhir. The
endokrin (endo = dalam) serta eksokrin yang (exo =
luar) bagian pankreas memainkan peran penting
dalamproses pencernaan.

The 'pulau Langerhans' merupakan bagian


endokrin pankreas. Pankreas yang melepaskan hormon
glukagon, insulin, somatostatin, dan polipeptida
pankreas ke dalam aliran darah, masing-masing.
Hormon-hormon ini membantu menjaga gula
darah pada tingkat normal. Glukagon membantu
menaikkan gula darah bila diperlukan, sementara
insulin merangsang sel untuk menggunakan glukosa
dalam darah.

Sel-sel asinar atau sel eksokrin


menghasilkan jus pankreas yang
mengandung enzim pencernaan. Sel-sel
yang terhubung ke saluran pankreas
menuangkan jus ke dalam makanan.
Jus pankreas membantu penyerapan
nutrisi di usus kecil. Enzim-enzim
pencernaan meningkatkan proses
pencernaan lemak, protein dan
karbohidrat.

Getah pankreas mengandung enzim-enzim


untuk pencernaan ketiga jenis makanan utama:
protein, karbohidrat, dan lemak.
Enzim-enzim proteolitik adalah tripsin,
kimotripsin, karboksipolipeptidase, ribonuklease, dan
deoksiribomuklease.
Tiga enzim yang pertama mencernakan protein
secara keseluruhan dan secara parsial, sedangkan
nuclease memecahkan dua jenis asam nukleat: asam
ribonukleat dan deoksiribonukleat.

Enzim pencernaan untuk karbohidrat adalah


amylase pankreas, yang menghidrolisis pati,
glikogen dan sebagian besar karbohidrat lain
kecuali selulosa untuk membentuk
disakarida.
Enzim-enzim untuk pencernaan lemak
adalah lipase pankreas, yang sanggup
menghidrolisis lemak netral menjadi gliserol,
asam lemak, serta kolesterol esterase.
Produk enzim akan disalurkan dari pankreas
keduodenummelalui saluran
pankreasutama.

Fungsi Pankreas
Mengatur kadar gula dalam darah melalui

pengeluaran glukogen, yang menambah kadar


gula dalam darah dengan mempercepat tingkat
pelepasan dari hati.
Pengurangan kadar gula dalam darah dengan
mengeluarkan insulin yang mana mempercepat
aliran glukosa ke dalam sel pada tubuh,
terutama otot. Insulin juga merangsang hati
untuk mengubah glukosa menjadi glikogen dan
menyimpannya di dalam sel-selnya.

Kesimpulan
Kerongkongan membawa makanan dari mulut dan
mengosongkan ke perut. Asam lambung memecah
makanan dan kemudian makanan diteruskan ke
duodenum (bagian pertama dari usus kecil). Di sini,
empedu dan jus pankreas membantu proses pencernaan.
Enzim pankreas menetralisir asam lambung. Campuran
protein dan natrium bikarbonat diproduksi di pankreas
membantu mengurangi keasaman makanan (chyme)
masuk ke duodenum. Enzim dan natrium bikarbonat
terus-menerus dilepaskan oleh pankreas tetapi mereka
dirilis dalam jumlah yang sangat kecil (sekitar 0,2-0,3 ml
per menit). Begitu makanan dirasakan di usus kecil,
pankreas mulai mensekresi sejumlah besar cairan
pankreas (sekitar 3 ml per menit).

Sejumlah faktor memicu enzim pankreas


untuk membuang ke bagian pertama dari usus kecil.
Ini termasuk persepsi visual dari makanan, bau,
rasa, dan konsumsi makanan, distensi perut seperti
mengisi dengan makanan, kehadiran berbagai
hormon pencernaan, dll jenis tertentu dari peptida
disebut polipeptida pankreas (PP) yang diproduksi
oleh pankreas, maka pengekangan enzim sekresi.
Para saraf vagal memicu sekresi PP. Studi
menunjukkan bahwa makanan tertentu
menghambat sekresi enzim. Asam lemak dan
monogliserida sangat mempengaruhi sekresi enzim
pankreas. Dengan demikian, apa yang Anda makan
mempengaruhi fungsi pankreas sangat.

Kelompok 4 :
# Desi Anggarini Pratiwi
# Dhea Christine
_DIII B GIZI_

Pertanyaan
Adinda (kel. 1)
Apabila ada gangguan fungsi hati, apakah ada organ lain yang bisa
menggantikan fungsi hati?
2. Apakah pengangkatan kandung empedu akan berdampak di kemudian hari?
Alita (kel. 1)
1.

3.

Mengapa pankreasdisebutorgan aksesoris padasistem pencernaan?


Apakah pankreas tidak berpengaruh besar dalam sistem pencernaan?

Cyntia Bella (kel. 3)


4.

Maksud fungsi hati dalam mengatur sirkulasi hormon dan hormon apa saja
yang dapat mengatur sirkulasi hormon?

Henna (kel. 6)
5.
6.

Perbedaan kinerja lobus kanan dan lobus kiri pada hati?


Apa yang menyebabkan bilirubin pada bayi bisa naik?

Latief (kel. 8)
7.

Zat apa yang bisa menjaga menstabilkan fungsi hati dan bagaimana cara
menstabilkan fungsi hati?

Nurul (kel. 9)
8.

Fungsi getah empedu?

Palupi (kel. 10)


9.

Maksud dari fungsi hati dalam menghentikan kerja obat?

Ratri (kel. 11)


10.

Bagaimana cara menstabilkan kadar gula dalam darah?

Rissa (kel. 13)


11.

Fungsi batu empedu?

Rizka A (kel. 14)


12.

Bagaimana proses pembentukan batu empedu pada kandung empedu?

Indah (kel. 15)


13.

Makanan apa yang dapat menghambat dan meningkatkan sekresi enzim?

Zashika (kel. 17)


14.

Komponen cairan empedu sehingga berwarna hijau kegelapan?

Della (kel. 3)
15.

Bagaimana proses mengemulsi lemak?

Cory (kel. 2)
16.

Bagaimana kaitan fungsi kerja hati dalam pencernaan selain mencerna


karbohidrat dan mengemulsi lemak?

Andam (kel. 2)
9.

Pigmen apa saja yang merupakan hasil pemecahan sel darah merah dan
kelebihan kolesterol?

Theodosia (kel. 16)


18. Berasal darimanakah garam empedu?
Karina (kel. 7)
19.

Bagaimana proses meningkatnya kadar kelarutan kolesterol?

Jawaban
Adinda (kel. 1)
1.

Apabila ada gangguan fungsi hati, apakah ada organ lain yang bisa
menggantikan fungsi hati?

1. Tidak ada organ lain yang dapat menggantikan fungsi hati. Salah satu

contoh fungsi hati adalah


- Emulsifikasi dan absorbsi lemak
- Berperan penting dalam mempertahankan kadar gula darah
- Memetabolisme protein, lemak dan karbohidrat tercerna
- Detoksifikasi zat-zat beracun di dalam pencernaan
- Menghasilkan enzim arginase
Hati juga merupakan pabrik kimia terbesar dalam tubuh atau perantara
metabolisme, artinya hati mengubah zat makanan yang diabsorpsi dari
usus dan disimpan di suatu tempat di dalam tubuh, guna dibuat sesuai
pemakaiannya di dalam jaringan.
Dan tidak ada satu pun organ yang mampu melakukan tugas-tugas
seperti diatas selain hati.

Adinda (kel. 1)
2.

Apakah pengangkatan kandung empedu akan berdampak di kemudian hari?

2. Sistem pencernaan dapat bekerja cukup baik tanpa kantung empedu.

Normalnya, empedu disimpan di dalam kantung empedu sebelum disalurkan


ke usus duabelas jari. Bila kantung empedu diangkat, empedu disalurkan
langsung ke dalam usus duabelas jari. Empedu tersebut kurang pekat
dibanding normalnya sehingga empedu kurang efisien dalam melakukan
pekerjaannya. Intinya, manusia akan tetap dapat hidup tanpa kantung
empedu.
Alita (kel. 1)
3.

Mengapa pankreasdisebutorgan aksesoris padasistem pencernaan? Apakah


pankreas tidak berpengaruh besar dalam sistem pencernaan?

3.Karena secara anatomis, sistem pencernaan terdiri atas saluran


gastrointestinal dan organ-organ pencernaan aksesoris. Organ dari saluran
gastrointestinal adalah rongga mulut, faring, esofagus, lambung, usus halus,
dan usus besar. Organ aksesoris pencernaan adalah gigi, lidah, kelenjar
saliva, hati, kandung empedu, dan pankreas. Fungsi organ aksesoris adalah
membantu saluran pencernaan dalam melakukan kerjanya. Pankreas
dikatakan organ aksesoris karena berfungsi membantu pencernaan makanan
dalam usus halus.

Cyntia Bella (kel. 3)


4.

Maksud fungsi hati dalam mengatur sirkulasi hormon dan hormon apa
saja yang dapat mengatur sirkulasi hormon?

Henna (kel. 6)
5.

Perbedaan kinerja lobus kanan dan lobus kiri pada hati?

Henna (kel. 6)
6.

Apa yang menyebabkan bilirubin pada bayi bisa naik?

6. - Faktor fisiologis

Sebelum bayi lahir, yang menghilangkan bilirubin dalam darah bayi


adalah hati si ibu. Setelah bayi lahir, hati si bayi belum matang benar
dalam melakukan fungsinya dan sering tidak dapat menghilangkan
bilirubin dengan cepat , sehingga menyebabkan kelebihan bilirubin.
Peningkatan bilirubin pada hari ke 2-3 hari kelahiran, pada hari ke 4-5
kondisi mulai membaik, pada usia 1-2 minggu kelebihan bilirubin akan
menghilang.
- Faktor menyusui/ malnutrisi
Karena asupan ASI tidak memadai
- Akibat ketidakcocokan golongan darah (Rhesus dan A B O)
- Peningkatan bilirubin terjadi pada 24 jam pertama kehidupan. Pada
keadaan ini juga dapat terjadi tingkat berbahaya atau bahkan sampai
meninggal.

Latief (kel. 8)
7.

Zat apa yang bisa menjaga menstabilkan fungsi hati dan bagaimana
cara menstabilkan fungsi hati?

Nurul (kel. 9)
8.

Fungsi getah empedu?

8. - Fungsi koleterik : menambah sekresi empedu

- Fungsi kolagogi : menyebabkan kandung empedu mengosongkan


diri
- Memperluas butiran-butiran lemak menjadi emulsi sehingga mudah
larut dalam air dan diserap oleh usus

Palupi (kel. 10)


9.

Maksud dari fungsi hati dalam menghentikan kerja obat?

Ratri (kel. 11)


10.

Bagaimana cara menstabilkan kadar gula dalam darah?

Pada pankreas, terdapat bagian yang bernama pulau


Langerhans'. Di sini, jutaan sel yang diatur dalam cluster dan tali.
Mereka diklasifikasikan sebagai , , , dan PP atau delta sel
yang melepaskan hormon glukagon pankreas, insulin,
somatostatin, dan polipeptida pankreas ke dalam aliran darah,
masing-masing. Hormon-hormon ini membantu menjaga gula
darah pada tingkat normal.

Glukagon membantu menaikkan gula darah bila

diperlukan, sementara insulin merangsang sel


untuk menggunakan glukosa dalam darah.
Mengatur kadar gula dalam darah melalui
pengeluaran glukogen, yang menambah kadar
gula dalam darah dengan mempercepat tingkat
pelepasan dari hati.
Pengurangan kadar gula dalam darah dengan
mengeluarkan insulin yang mana mempercepat
aliran glukosa ke dalam sel pada tubuh, terutama
otot. Insulin juga merangsang hati untuk
mengubah glukosa menjadi glikogen dan
menyimpannya di dalam sel-selnya.

Rissa (kel. 13)


11.

Fungsi batu empedu?

Rizka A (kel. 14)


12.

Bagaimana proses pembentukan batu empedu pada kandung empedu?

12.Batu empedu akan terbentuk bila cairan empedu yang tersimpan di

kantong empedu mengendap dan mengeras menjadi butir batu.


Pengendapan ini dapat terjadi akibat pembentukan komponen
empedu (kolesterol atau pigmen empedu) meningkat atau karena
pengosongan kandung empedu terhambat.
Batu empedu dapat tetap berada dalam kantong empedu, akan tetapi
tidak jarang batu terbawa masuk ke dalam saluran empedu dan
menimbulkan penyumbatan dengan segala akibatnya.

Indah (kel. 15)


13.

Makanan apa yang dapat menghambat dan meningkatkan sekresi


enzim?

13. Kolesistokinin pengaturan sekresi enzim oleh


pankreas. Adanya makanan dalam usus halus bagian atas
juga menyebabkan hormone kedua, kolesistokinin, suatu
polipeptida yang mengandung 33 asam amino, disekresi
dari mukosa. Hal ini terutama akibat adanya lemak dan
juga proteosa dan pepton, yang merupakan hasil
pencernaan parsial protein, akan tetapi, asam juga akan
menyebabkan pengeluaran kolesistokinin dalam jumlah
sedikit. Kolesistokinin, seperti sekretin, masuk ke dalam
darah menuju ke pankreas, tetapi ketimbang menyebabkan
sekresi air dan bikarbonat, ia menyebabkan sekresi enzimenzim pencernaan dalam jumlah besar, yang efeknya sama
seperti perangsangan vagus. Jumlah total yang disekresi
setiap hari sekitar 1200 ml.

Zashika (kel. 17)


14.

Komponen cairan empedu sehingga berwarna hijau kegelapan?

Empedu pada
Hepar

Empedu pada
Kandung
Empedu

Air

97,5 g.%

92 g.%

Garam-garam
empedu

1,1 g.%

6 g.%

Bilirubin

0,4 g.%

0,3 g.%

Kolesterol

0,1 g.%

0,3 0,9 g.%

Asam-asam
lemak

0,12 g.%

0,3 1,2 g.%

Lesitin

0,04 g.%

0,3 g.%

Na+

145 mEq/l.

130 mEq/l.

K+

5 mEq/l.

12 mEq/l.

Ca+

5 mEq/l.

23 mEq/l.

Cl-

100 mEq/l.

25 mEq/l.

HCO3-

28 mEq/l.

10 mEq/l.

Della (kel. 3)
15.

Bagaimana proses mengemulsi lemak?

15. Lemak yang tidak larut dalam air akan diemulsi, sehingga diperlukan
sesuatu yang khusus, yaitu garam empedu. Garam empedu mengemulsi
globulus lemak besar dalam usus halus yang kemudian menghasilkan
globulus lemak lebih kecil, sehingga mempermudah enzim mengerjakan
tugasnya. Hati memproduksi empedu dan kemudian menyimpannya di
dalam kandung empedu. Dalam cairan empedu inilah terdapat garam
empeduyang disimpan hingga tubuh memerlukannya untuk mencerna
lemak. Ketika saat ini tiba, kandung empedu mulai untuk membiarkan
aliran empedu ke dalam usus, di dalam duodenum, di mana lemak dicerna
dengan bantuan dan kemudian diserap oleh organisme.

Cory (kel. 2)
16.

Bagaimana kaitan fungsi kerja hati dalam pencernaan selain mencerna


karbohidrat dan mengemulsi lemak?

Andam (kel. 2)
17.

Pigmen apa saja yang merupakan hasil pemecahan sel darah merah
dan kelebihan kolesterol?

Theodosia (kel. 16)


18. Berasal darimanakah garam empedu?

18. Garam empedu berasal dari cairan empedu yang tersimpan di kantung
empedu mengendap dan mengeras menjadi butir batu. Pengendapan
ini dapat terjadi akibat pembentukan komponen empedu (kolesterol
atau pigmen empedu) meningkat atau karena pengosongan kandung
empedu terhambat.
Karina (kel. 7)
19.

Bagaimana proses meningkatnya kadar kelarutan kolesterol?

-http://dengan-ku.blogspot.com/2013/03/pengertian-

dan-fungsi-hati-empedu-serta.html
-http://venusonline.wordpress.com/2012/02/09/fungsikandung-empedu-dan-penyakit-kandung-empedu/
-http://pelajaribiologi.blogspot.com/2012/05/kandungempedu-dan-fungsinya.html
- http://www.biologi-sel.com/2013/06/fungsipankreas.html

Ada berapa jenis batu empedu ?


Berdasarkan komponen utama, maka batu empedu pada dasarnya

dapat dibagi menjadi


Batu kolesterol.
Batu berpigmen/batu bilirubin.
Menurut statistik, batu kolesterol lebih banyak ditemukan di benua
Eropah, sedangkan orang Asia lebih banyak menderita batu bilirubin.
Apa penyebab batu empedu ?
Batu empedu akan terjadi kalau :
Kadar komponen cairan empedu meningkat.
Ada hambatan pengosongan kandung empedu yang berkepanjangan
sehingga memungkinkan cairan empedu mengendap dan membatu.
Para ahli menduga batu kolesterol terjadi akibat cairan empedu
mengandung terlalu banyak kolesterol, sedikit garam empedu dan ada
hambatan pengosongan kandung empedu. Batu bilirubin lebih sering
terjadi pada penderita penyakit sel darah merah yang disebutsickle
cell anemiadimana produksi bilirubin berlebihan, penyebab lain ialah
infeksi saluran empedu dan sirosis hepatis (penyakit liver menahun).

Faktor-faktor yang telah diketahui berperan dalam pembentukan batu empedu

ialah :
Usia, makin lanjut usia makin sering.
Jenis kelamin, wanita lebih banyak dari laki.
Kegemukan.
Diabetes mellitus.
Penurunan berat badan yang terlalu cepat, karena mobilisasi lemak akan
menyebabkan liver membuang banyak kolesterol ke dalam empedu.
Puasa berkepanjangan (lebih dari 5 hari). Puasa akan mengurangi pergerakan
dan pengosongan kandung empedu, sehingga empedu lebih mengental dan
mudah mengendap.
Hormon estrogen. Peningkatan estrogen pada kehamilan, pemakaian pil KB,
peserta terapi sulih hormon. Hal ini disebabkan estrogen selain meningkatkan
kadar kolesetrol dalam empedu juga mengurangi kontrakasi kandung empedu.
Obat2an. Khusunya obat2 golongan fibrate yang dipakai untuk menurunkan
lemak darah, karena obat tersebut meningkat pembuangan kolesterol dan
trigliserid ke dalam empedu.
Apakah gejala batu empedu ?
Gejala batu empedu sering timbul mendadak, biasanya timbul setelah pesta
makanan yang kaya lemak, di kalangan kedokteran disebut colic dan berupa :
Nyeri diperut kanan atas, makin lama makin parah, berlangsung beberapa jam.
Nyeri di punggung antara dua tulang belikat.
Nyeri di bahu kanan.
Nyeri di daerah lambung, sehingga sering diduga sakit maag.

Mual dan muntah.


Kembung, bersendawa terus.
Bila disertai radang kantong empedu (Cholecystitis), akan disertai demam dan

menggigil.
Mata dan kulit menjadi kuning serta tinja yang berwarna abu-abu.
Sebanyak 80% penderita batu empedu tidak mempunyai keluhan, keadaan ini disebut
silent tone. Kalau tidak mengganggu fungsi kandung empedu, liver, atau organ
sekitarnya maka batu ini umumnya tak memerlukan pengobatan, cukup observasi
berkala.
Bagaimana Mengetahui ada batu empedu ?
Silent stone biasanya diketemukan secara kebetulan waktu check up rutin atau saat
pemeriksaan untuk penyakit lain. Pada penderita yang menunjukkan tanda yang
mencurugakan ada batu empedu maka pemeriksaan dengan Ultrasonografi (USG),
atau foto rongent khusus kantong empedu (cholecystography) dapat memastikan
adanya batu empedu tsb (termasuk letak, ukuran dan jumlahnya).
Apakah komplikasi batu empedu ?
Komplikasi yang dapat terjadi antara lain, infeksi kantong empedu (choloecystitis)
sampai pernanahan, kantong empedu pecah tertembus, radang liver (hepatitis) dan
radang kelenjar pankreas akibat sumbatan saluran empedu yang berkepanjangan.
Bagaimana pengobatan batu empedu ?
Tindakan pembedahan (cholecystectomy) adalah pilihan terbaik untuk batu empedu
yang telah menimbulkan gangguan. Umumnya batu yang telah berukuran > 3 cm
atau yang telah di sertai pengapuran kantong empedu, memerlukan pengobatan
operatif.
Teknik operasi ada dua