Anda di halaman 1dari 2

PRAKTIKUM KUAT, 24 Pebruari 2012

KEKERUHAN
Kecerahan perairan merupakan kebalikan dari
kekeruhan. Kecerahan air memberikan petunjuk
tentang daya tembus atau penetrasi cahaya ke
dalam air laut Bird dan Benson (1987) menyatakan
bahwa
kecerahan
untuk
budidaya
algae
Kappaphycus alvarezii lebih besar dari 5 meter.
Perairan yang keruh mempunyai banyak partikelpartikel halus yang melayang didalam air dan
banyak partikel-partikel tersebut menempel pada
thallus, sehingga dapat menghambat penyerapan
makanan dan proses fotosintesis.
Kekeruhan dipengaruhi oleh :
1. Benda halus/bahan renik yang tersuspensi dan
terlarut
baik
organik
(plankton,
mikroorganisme) maupun aorganik (lumpur,
Kasus Tambak Baru : hidoksida besi (Fe(OH) 3),
asam organik, zat tannin dari sisa akar
tanaman yang menyebabkan bewarna coklat)
2. Warna air
Hubungan Kekeruhan dengan padatan tersuspensi
dan terlarut
1. Kenaikan nilai padatan tersuspensi sebanding
dengan kekeruhan
2. Kenaikan nilai padatan terlarut tidak selalu
sebanding dengan kekeruhan
Kekeruhan
1. Menunjukkan sifat optic air berdasarkan
banyaknya
cahaya
yang
diserap
dan
dipancarkan oleh bahan-bahan yang terdapat
dalam air
2. Kekeruhan menunjukkan sifat optis air yang
menyebabkan pembiasan cahaya ke dalam air.
3. Semakin keruh air semakin tinggi daya hantar
listrik dan semakin banyak pula padatannya
4. Mengetahui lapisan kolom perairan yang
mungkin terjadi asimilasi perairan
5. Kekeruhan yang baik adalah kekeruhan yang
disebabkan oleh jasad renik atau plankton. Hal
ini mencerminkan jumlah individu plankton
(yakni jasad renik yang melayang dan selalu
mengikuti gerak air)
6. Kenaikan nilai padatan terlarut tidak selalu
sebanding dengan kekeruhan
7. Kekeruhan yang berkaitan partikel anorganik
dapat dikurangi dengan penyaringan dan bak
pengendapan
8. Kekeruhan yang berkaitan partikel organik lenih
sulit untuk diatasi
9. Kekeruhan karena suspense lumpur atau koloid
tanah, terlebih hidroksida besi berbahaya bagi
biota air (ikan), karena partikel tersebut dapat
menempel pada insang dan mengganggu
pernapasan
10. Kekeruhan secara kuantitatif diukur dengan
menggunakan Secchi Disk

11. Alat pertama yang digunakan adalah


Jackson Candler Turbidimeter (JTC) yang
dikalibrasi dengan silica
12. Kekeruhan dinyatakan dalam satuan unit
turbiditas setara dengan 1 mg/l Si O2
13. Pengukuran dengan alat JTC bersifat visual
yakni membandingkan air sampel dengan air
standar
14. 1 satuan JTC sebanding dengan 1 JTU
Jackson Turbidity Unit
15. Selain JTC, menggunakan Nephelometric.
Prinsipnya, mengukur intensitas pantulan
cahaya dari bahan penyebab kekeruhan pada
air sampel yang diukur.
16. Satuan
dengan
menggunakan
Nephelometric,
disebut
dengan
Neptphelometric Turbidity Unit (NTU)
17. Sawyer dan Mc Carty (1978) menyatakan
40 JTU = 40 NTU
18. Peningkatan nilai turbiditas perairan dangkal
dan jernih 25 NTU, mengurangi 13-15%
produktivitas primer (Lloyd,1985)
19. Peningkatan nilai turbiditas perairan danau 5
NTU, mengurangi 75% produktivitas primer
(Lloyd,1985)
20. Peningkatan nilai turbiditas perairan sungai
5 NTU, mengurangi 3-13% produktivitas primer
(Lloyd,1985)
21. Kekeruhan di danau sebagian besar akibat
bahan tersuspensi berupa koloid dan partikel
halus di perairan
22. Kekeruhan di danau sebagian besar akibat
bahan tersuspensi berukuran besar, berupa
lapisan permukaan tanah yang terbawa arus
sungai

DAYA HANTAR LISTRIK


Merupakan
kemampuan
suatu
zat
menghantarkan listrik yang dinyatakan dalam
satuan mho/cm0C.
Kemampuan air untuk mengalirkan arus listrik
Kemampuan tercermin dari kadar padatan total
dalam air dan suhu pada saat pengukuran.
Pengukuran daya hantar listrik ini untuk melihat
keseimbangan
kimiawi
dalam
air
dan
pengaruhnya terhadap kehidupan biota.
DHL air bergantung pada jumlah ion-ion terlarut
per volumenya dan mobilitas ion-ion tersebut.
Konduktivitas akan meningkat seiring dengan
meningkatnya salinitas dan jumlah ion-ion
terlarut dalam air.
kelompok parameter kation berpengaruh positif
terhadap parameter DHL, sedangkan kelompok
anion berpengaruh sebaliknya.
Kondisi tersebut bersesuaian dengan rumus
yang menyatakan bahwa jumlah jumlah anion
dan kation pada badan air harus setimbang
(Eaton, Clescery, Greenberg, e d., 1995)

Daya Hantar Listrik (DHL) dapat dipakai sebagai


indikator
tingkat
pencemaran
parameter
inorganik (terutama mineral terlarut).
DHL
juga
merupakan
parameter
yang
menunjukkan tingkat salinitas dari suatu badan
air yang berpengaruh terhadap kehidupan
akuatik, pemanfaatan air baku, dan korosifitas
air