Anda di halaman 1dari 2

Praktikum kuat ke-2

Pengukuran suhu dan pH

Suhu
Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas atau dingin suatu zat. Alat untuk
mengukur suhu disebut thermometer. Satuan suhu yang banyak digunakan di Indonesia adalah
0

C. Suhu pada suatu perairan berpengaruh terhadap kondisi perairan dan biota yang hidup

didalamnya. Suhu optimum bagi perairan khususnya untuk kegiatan budidaya adalah 26-31 0C
(New, 2002). Suhu periaran yang berada dibawah kisaran optimum akan menghambat
metabolisme biota perairan dan dapat menurunkan nafsu makan ikan. Sedangkan untuk suhu
yang tinggi dapat membuat ikan stress dan mempercepat kelarutan/ reaksi zat pencemar perairan.
Prosedur pengukuran
Pengukuran suhu dilakukan secara insitu (langsung dilakukan ditempat pengambilan
sampel). Cara mengukur suhu yaitu dengan mencelupkan bagian ujung thermometer ke dalam
kolom perairan. Kemudian dibiarkan beberapa saat. Setelah itu thermometer diangkat sedikit dari
kolom perairan, bagian ujung lainnya thermometer masih terendam didalam air. Baca nilai yang
tertera pada thermometer makan nilai tersebut adalah suhu pada perairan yang diamati.
pH
pH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau
kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Larutan bersifat netral, dengan pH-nya pada suhu
25 C ditetapkan sebagai 7,0. Larutan dengan pH kurang daripada tujuh disebut bersifat asam,
dan larutan dengan pH lebih daripada tujuh dikatakan bersifat basa atau alkali. pH pada perairan
sangat mempengaruhi produktivitas peraiaran dan biota yang hidup di dalamnya. pH yang bagus
untuk kegiatan budidaya adalah yang mendekati normal.
Prosedur pengukuran

Hidupkan pH meter dengan menekan tombol ON

Sebelum digunakan dilapangan perlu dilakukan kalibrasi dengan larutan pH-buffer, yang
umumnya terdiri dari 2 unit, yaitu pH-buffer 7,0 dan 4. Kalibrasi dilakukan dengan cara
memasukkan probe ke dalam larutan pH buffer, pertama ke pH-buffer 4,0 kemudian
setting nilai pH pada alat sampai menunjukkan 4,0. Setelah itu bilas menggunakan
akuades. Kemudian probe dicelupkan pada pH-buffer 7,0 kemudian setting nilai pH pada

alat sampai menunjukkan 7,0.


Jika kalibrasi sudah selesai, maka alat siap digunakan di lapangan dengan cara
mencelupkan probe ke perairan yang akan diamati.