Anda di halaman 1dari 39

PENANGANAN PADA PASIEN DENGAN HENTI JATUNG DAN NAFAS

PENANGANAN PADA PASIEN DENGAN HENTI JATUNG
Resusitasi Jantung Paru (RJP) pertama kali digunakan di tahun 1960 AHA, ERC, dan ILCOR memiliki prinsip
Resusitasi Jantung Paru (RJP) pertama kali digunakan di tahun 1960 AHA, ERC, dan ILCOR memiliki prinsip
Resusitasi Jantung Paru (RJP) pertama kali
digunakan di tahun 1960
AHA, ERC, dan ILCOR memiliki prinsip yang sama
yaitu strategi universal untuk menyelamatkan
seseorang dari henti jantung mendadak.
• RJP dan defibrilasi dalam waktu 3-5 menit sejak korban tidak sadar memiliki angka keberhasilan hingga

• RJP dan defibrilasi dalam waktu 3-5 menit sejak korban tidak sadar memiliki angka keberhasilan hingga

49-75%

• Penundaan defibrilasi pada korban henti jantung akan menurunkan kemungkinan selamat antara 10-12% setiap menitnya.

02/14/15 Sumber : … ..
02/14/15
Sumber : … ..

DEFINISI

Resusitasi Jantung Paru (RJP) adalah prosedur bantuan hidup dasar yang terdiri dari kompresi, ventilasi dan defibrilasi. RJP disarankan sebagai intervensi gawat darurat bagi henti napas atau henti jantung.

4

Teori Pompa Jantung Teori Pompa Torax (1960) (1976) Kompresi jantung antara tulang dada dan vertebra Katup
Teori Pompa Jantung Teori Pompa Torax (1960) (1976) Kompresi jantung antara tulang dada dan vertebra Katup
Teori Pompa Jantung
Teori Pompa Torax
(1960)
(1976)
Kompresi jantung
antara tulang dada
dan vertebra
Katup aorta terbuka
Dan Katup mitral
tertutup
Tekanan intratorax
melebihi tekanan
vaskular ekstra torax
sehingga memaksa
darah keluar ke sirkulasi.

Peredaran darah (sirkulasi) yang berhenti 3 - 4 menit otak mulai mengalami kerusakan karena hipoksia.

Jika pasien mengalami kekurangan oksigen (hipoksia) sebelumnya, batas waktu itu jadi lebih pendek.

BLS yang dilakukan dengan cara yang benar menghasilkan cardiac out put 30% dari cardiac out put normal

Jantung berhenti berdenyut

Jantung berhenti berdenyut Aliran darah yang berhenti 6 - 9 menit akan mengakibatkan kerusakan otak yang

Aliran darah yang berhenti 6 - 9 menit akan mengakibatkan kerusakan otak yang permanen.

• • Pasien Pasien tidak tidak sadar, sadar, dengan dengan detak detak jantung jantung (-) (-)

• • Pasien Pasien tidak tidak sadar, sadar, dengan dengan detak detak jantung jantung (-) (-)

• • Tidak Tidak teraba teraba denyut denyut nadi nadi besar, besar, seperti seperti arteri arteri

 

karotis, karotis, arteri arteri femoralis femoralis

• •

Pasien Pasien henti henti napas napas atau atau gasping gasping

• • Pupil Pupil melebar melebar

• • Death Death like like appearance appearance

• • Gambaran Gambaran EKG EKG dapat dapat berupa berupa : : fibrilasi fibrilasi ventrikel, ventrikel,

 

asistol, asistol, disosiasi disosiasi

FIBRILASI VENTRIKEL

FIBRILASI VENTRIKEL ASISTOL Departemen Gigi & Mulut RS UP HAM 02/14/15 10

ASISTOL

Departemen Gigi & Mulut RS UP HAM
Departemen Gigi & Mulut RS UP HAM

02/14/15

10

Sumber: European Resuscitation Council Guidelines for Resuscitation 2010
Sumber: European Resuscitation Council
Guidelines for Resuscitation 2010

02/14/15

11

PERUBAHAN A-B-C MENJADI C-A-B

• ABC menjadi CAB • Tidak ada lagi Look, Listen dan Feel • Melakukan Kompresi Dada
• ABC menjadi CAB
• Tidak ada lagi Look, Listen dan Feel
• Melakukan Kompresi Dada lebih dalam
• Melakukan Kompresi Dada lebih cepat
• Hands only CPR
• Henti jantung mendadak
• Jangan berhenti menekan
Sumber: AHA, 2010. Highlights of the American Heart Association Guidelines for CPR and ECC

Mengapa B-

Mengapa

B- breathing

breathing

tidak (selalu)

tidak

(selalu) diberikan

diberikan ??

• Mendiagnosis pasien masih bernafas atau tidak :

– Sukar,

Sukar, sering

sering salah,

salah, buang

buang waktu

waktu

• Memberi nafas buatan jika pasien tidak bernafas :

– Sukar,

Sukar, sering

sering salah,

salah, buang

buang waktu

waktu

Sumber: AHA, 2010. Highlights of the American Heart Association Guidelines for CPR and ECC

AHA ALS 2010

Sumber: AHA, 2010. Highlights of the American Heart Association Guidelines for CPR and ECC

RJP AHA 2010

RJP AHA 2010 Sumber: AHA, 2010. Highlights of the American Heart Association Guidelines for CPR and

Sumber: AHA, 2010. Highlights of the American Heart Association Guidelines for CPR and ECC

ADULT CARDIAC ARREST PROTOCOL

ADULT CARDIAC ARREST PROTOCOL YES Arrest witness by ALS Personnel NO Perform Perform CPR CPR for

YES

ADULT CARDIAC ARREST PROTOCOL YES Arrest witness by ALS Personnel NO Perform Perform CPR CPR for

Arrest witness by ALS Personnel

ADULT CARDIAC ARREST PROTOCOL YES Arrest witness by ALS Personnel NO Perform Perform CPR CPR for

NO

Perform Perform CPR CPR for for 2 2 minutes minutes then then apply apply cardiac cardiac
Perform Perform CPR CPR for for 2 2 minutes minutes then then apply apply cardiac cardiac
Apply Apply cardiac cardiac monitor, monitor, complete complete CPR CPR cycle cycle & &
monitor, monitor, complete complete CPR CPR cycle cycle & & treat treat rhytm rhytm
treat treat rhytm rhytm according according to to appropiate appropiate protocol protocol
according according to to appropiate appropiate protocol protocol

Reasses patient, if pulseless continue CPR

-Establish -Establish a a patent patent airway, airway, maintaining maintaining C-Spine C-Spine precaution precaution if if
-Establish -Establish a a patent patent airway, airway, maintaining maintaining C-Spine C-Spine precaution precaution if if
indicated, indicated, using using appropriate appropriate airway airway adjuncts adjuncts & & high high flow flow oxygen oxygen
-
-
Monitor Monitor Caphnography Caphnography if if available available

Sumber: European Resuscitation Council Guidelines for Resuscitation 2010

……ADULT CARDIAC ARREST PROTOCOL

-Establish -Establish a a patent patent airway, airway, maintaining maintaining C-Spine C-Spine precaution precaution if if
-Establish -Establish a a patent patent airway, airway, maintaining maintaining C-Spine C-Spine precaution precaution if if
indicated, indicated, using using appropriate appropriate airway airway adjuncts adjuncts & & high high flow flow oxygen oxygen
-
-
Monitor Monitor Caphnography Caphnography if if available available
-After -After insertion insertion of of advanced advanced airway, airway, provide provide
-Reasses -Reasses ABC’s ABC’s as as indicated indicated by by
continuos continuos CPR. CPR. Ventilations Ventilations delivered delivered at at 8- 8-
rhytm rhytm or or patient patient condition condition change change
10/m 10/m
-Pulse -Pulse checks checks should should take take no no 10 10 s s
- - If If no no pulse pulse after after 10 10 s, s, assume assume
pulselessness pulselessness
-IV/IO -IV/IO NS NS KVO KVO IO IO may may be be first first line line of of choice.if choice.if IV IV
unssuccesfull unssuccesfull after after 2 2 attempts attempts start start an an IO IO line line per per
Vascular Vascular Acces Acces Procedure Procedure
Additional Additional basic basic and/or and/or advanced advanced life life support support
care care as as appropriate. appropriate. Consider Consider termination termination of of
resuscitation resuscitation per per local local MCA MCA protocols protocols
Contact Contact Medical Medical Control Control

Sumber: European Resuscitation Council Guidelines for Resuscitation 2010

02/14/15

Sumber: AHA, 2010. Highlights of

the American Heart Association

Guidelines for CPR and ECC

18

02/14/15 19
02/14/15
19

Gejala dan tanda Ensefalopati uremikum

Ringan

Sedang

Berat

Anoreksia

Muntah

Gangguan orientasi

Mual

Lamban

Kebinggungan

Insomnia

Mudah lelah

Tingkah laku aneh

Restlessness

Mengantuk

Hipotermia

Kurang atensi

Perubahan pola tidur

Mioklonus

Tidak mampu menyalurkan

Emosional

Asterixis

ide

Penurunan libido

Penurunan Penurunan abstraksi kognitif

Kejang

 

Penurunan seksual

stupor

 

Koma

Anamnesis Keluhan Utama Telaah : Penurunan Kesadaran :
Anamnesis
Keluhan Utama
Telaah
: Penurunan Kesadaran
:

Laki-laki umur 54 tahun datang ke RSUP HAM dengan keluhan penurunan kesadaran.

Hal ini dialami pasien sejak ± 4 hari SMRS, penurunan kesadaran ini dialami os secara

perlahan lahan. Awalnya pasien seperti orang linglung kemudian lama kelaman pasien

sulit dibangunkan dan pasien sudah tidak sadar sejak 1 hari ini.

Selama ± 1 bulan ini pasien sering mengeluhkan BAK sedikit dan sering mual dan

muntah.

Riwayat trauma (-), riwayat kejang (-), demam (-). Riwayat hipertensi diabetes, asam urat

dan batu ginjal tidak jelas.

Pasien adalah rujukan dari RS balige dengan diagnosis Penurunan kesadaran ec CKD

berat.

Time Sequence

Time Sequence

PRIMARY SURVEY

Masalah

Tindakan

Hasil

Airway:

Chin lift- Jaw Thrust

Airway Clear

Unclear ; Snorring

Breathing:

Pemasangan Non-Rebreathing Mask, FO2 : 10 L/menit

RR : 28

x/menit

Takipnoe

 

RR: 34 x/menit

Circulation:

-Passive Leg Position

TD : 80/40 mmHg

Hipovolum ditandai dengan

-Pasang IV line no 18 G

CRT yang melambat,

TD : 60/40 mmHg

-Dilakukan resusitasi cairan:

akral yang

CRT yang melambat, akral

Infus NaCl 0,9% : 20 cc/ kgBB => 1000 cc

dingin/pucat/kering, t/v

yang dingin/pucat/kering, t/v

Dihabiskan dalam waktu setengah s/d 1 jam (guyur), evaluasi.

lemah,

lemah,

Pukul 20.00 WIB, belum terjadi perbaikan fungsi hemodinamik, ulang kembali

UOP : masih

50 cc

UOP :

50 cc

Infus NaCl 0,9% : 20 cc/ kgBB => 1000 cc dihabiskan dalam waktu setengah

(30 menit berikutnya)

culation:

s/d 1 jam (guyur). Pukul 21.00 WIB belum ada perbaikan. Diguyur kembali

pemberian cairan yang sama. Pukul 22.00 wib tidak ada perbaikan.

Disability:

Sens: Koma

Secondary Survey

Secondary Survey

Hasil Laboratotium

Hemoglobin

5,9 gr%

(11,1 – 14,4 gr%)

Hematokrit

16,9

(35 – 41%)

Leucocyte

22,7x 10 3 /mm 3

(6.0 – 17.5x 103 /mm 3 )

Platelet

239.000 /mm 3

(217.000 – 497.000 /mm 3 )

Metabolisme Karbohidrat

KGD

:

127,85

Fungsi Ginjal

Ureum

:

497,5 mg/dL

Creatinin

:

17,21 mg/dL

Elektrolit

Natrium

Kalium

Klorida

: 145 mEq/L : 6,5 mEq/L : 107 mEq/L

Analisa Gas Darah

PH

:

7,005 (7,35-7,45)

pCO2

:

10,4 (38-42)

PO2

:

178,2(85-100)

Bikarbonat (HCO3)

:2,8(22-26)

Total CO2

:

3,2(19-25)

BE

:

-25,2 ((-2)-(+2))

Saturasi O2

:

95,2 (95-100)

Interpretasi AGDA

:

Asidosis

metabolik tidak terkompensasi

Elektrokardiogram

Sinus Ritme

Monitoring di IGD

Jam (WIB)

TD (mmHg)

MAP (N: 65-90)

HR (x/menit)

RR(x /menit)

SO2 (%)

19.00

60/40

40

90

28

99

19.30

80/40

53,3

90

28

99

20.00

70/50

56,6

86

34

99

20.30

60/35

43,3

93

35

95

21.00

50/30

36,6

106

26

95

21.30

50/35

40

115

33

95

22.00

50/35

40

121

41

95

22.10

 

ARREST

Prosedur Tindakan CPR

Jam (WIB)

 

22.10

Pasien mengalami arrest, nadi karotis tidak teraba. Basic Life Support C: Dilakukan Tindakan CPR siklus pertama dengan kompresi sebanyak 30 kali per siklus, dengan kecepatan 100x /menit selama 2 menit. A: Jalan nafas dibebaskan dengan teknik Head tilt- Chin lift B : Pemberian bantuan nafas, bagging dengan face mask. Frekuensi pemberian bantuan nafas sebanyak 10 kali /menit dan tidak disinkronkan dengan kompresi.

22.12

Evaluasi: dilakukan penilaian kembali nadi karotis. Hasil : Belum terjadi ROSC (Return of Spontaneous Circulation) Basic Life Support C-A-B : diulang seperti sebelumnya Advanced Life Support Drug(Fluid) : Injeksi Epinefrin 1 mg IV. Elektrokardiogram :

Gambaran EKG pada monitor menunjukkan : Asistol

22.14

Evaluasi: Belum ROSC C-A-B : diulang, sama dengan sebelumya Drug(Fluid) : - EKG pada monitor menunjukkan:

22.16

Evaluasi: Belum ROSC C-A-B : diulang, sama dengan sebelumya Drug(Fluid) : Injeksi Epinefrin 1 mg IV. EKG pada monitor menunjukkan: Asistol

22.18

Evaluasi: Belum ROSC C-A-B : diulang, sama dengan sebelumya Drug(Fluid) : - EKG pada monitor menunjukkan: Asistol

22.20

Evaluasi: Belum ROSC C-A-B : diulang, sama dengan sebelumya Drug(Fluid) : Injeksi Epinefrin 1 mg IV. EKG pada monitor menunjukkan: Asistol

22. 22

Evaluasi:Belum ROSC C-A-B : diulang, sama dengan sebelumya Drug(Fluid) : - `EKG pada monitor menunjukkan: Asistol

22.24

Evaluasi: pasien mengalami ROSC Kompresi dihentikan. Ventilasi dilanjutkan.

22.40

Pasien kembali arrest, nadi karotis tidak teraba. Ulang kembali tindakan C-A-B Drug(Fluid) : Injeksi Epinefrin 1 mg IV EKG pada monitor menunjukkan: Asistol

22.46

Evaluasi: ROSC,

23.07

Pasien kembali arrest, dilakukan kembali CPR,

23.18

CPR dihentikan, pasien dinyatakan meninggal.

PEMBAHASAN

Masalah Emergency utama

Masalah Emergency utama

Penyebab syok

Penyebab syok

Morgan