Anda di halaman 1dari 32

BAB.

I PENDAHULUAN
A. Lantar belakang
Pembelajaran aktif, kreatif, inovatif, efektif, produktif, dan menyenangkan
dengan tetap mengacu kepada tujuan Pendidikan Nasional sebagai arah dan tujuan
pembelajaran, yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga yang demokratis serta
bertanggung jawab (Pasal 3 UU Sisdiknas. 2003), merupakan bagian dari kebijakan
penyusunan Kurikulum 2013.
Menyadari hal ini, fungsi dan peran guru sebagai pendidik tidak semata-mata
sebagai narasumber, tetapi harus lebih memahami fungsi dan perannya sebagai
fasilitator, pembimbing, pengarah, dan evaluator. Bahkan, terkait dengan kualitas
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, guru Pendidikan Agama Islam dan Budi
Pekerti harus sekaligus berfungsi sebagai sumber keteladanan agar peserta didik
benar-benar dapat menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianut-nya.
Karena itu, untuk menuju keutuhannya, guru Pendidikan Agama Islam dan
Budi Pekerti harus melengkapi dirinya dengan pengetahuan dan teknologi sesuai
dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan era sekarang, yang tentunya
tetap membentengi diri dengan keimanan dan ketakwaan yang kuat.
Guru dan para pendidik seperti ini, akan siap memproses pembelajaran
melalui model pembelajaran yang berorientasi kepada peserta didik (student-centered instruction), peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran (active learning)
dan

pencapaian

pembelajaran

juga

mengarah

kepada

pemenuhan

dan

keseimbangan antara pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (soft


skill dan hard skill), dengan memuat strategi pembelajaran, metode pembelajaran
yang bervariatif dengan menggunakan teknologi kekinian, dan teknik pembelajaran
yang spesifik, individu, dan unik.
Berdasarkan urian diatas pemakalah akan menjelaskan lebih
terperinci dalam pembahasan dibawah ini.
B. Rumusan masalah
1. Apa saja landasan kurikulum 2013 untuk PAI dan Budi Pekerti SMA Kelas X.
2. Apa saja kompetensi inti dan kompetensi dasar dari kurikulum 2013 untuk PAI dan
Budi Pekerti SMA Kelas X.

3. Bagaimana materi pembelajaran untuk kurikulum 2013 untuk PAI dan Budi Pekerti
SMA Kelas X.
4. Bagaiman juga penilaian dari kurikulum 2013 untuk PAI dan Budi Pekerti SMA Kelas
X.
5. Dan bagaimana cara pengembangan RPP dari kurikulum 2013 untuk PAI dan Budi
Pekerti SMA Kelas X.
C. Tujuan penulisan
1. Mengetahui landasan kurikulum 2013 untuk PAI dan Budi Pekerti SMA Kelas X.
2. Mengetahui kompetensi inti dan kompetensi dasar dari kurikulum 2013 untuk PAI
dan Budi Pekerti SMA Kelas X.
3. Mengetahui materi pembelajaran untuk kurikulum 2013 untuk PAI dan Budi Pekerti
SMA Kelas X.
4. Mengetahui penilaian dari kurikulum 2013 untuk PAI dan Budi Pekerti SMA Kelas X.
5. Dan mengetahui cara pengembangan RPP dari kurikulum 2013 untuk PAI dan Budi
Pekerti SMA Kelas X.

BAB. II PEMBAHASAN
TELAAH KURIKULUM 2013 PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
DAN BUDI PEKERTI SMA KELAS X
A. LANDASAN KURIKULUM 2013 UNTUK SMA KELAS X
1. Landasan Filosofis
Landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum menentukan kualitas
peserta didik yang akan dicapai kurikulum, sumber dan isi dari kurikulum, proses
pembelajaran, posisi peserta didik, penilaian hasil belajar, hubungan peserta didik
dengan masyarakat dan lingkungan alam di sekitarnya.
Kurikulum 2013 dikembangkan dengan landasan filosofis yang memberikan
dasar bagi pengembangan seluruh potensi peserta didik menjadi manusia Indonesia
berkualitas yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional. Berdasarkan hal
tersebut, Kurikulum 2013 dikembangkan menggunakan filosofi sebagai berikut:

a. Pendidikan berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan bangsa


masa kini dan masa mendatang. Pandangan ini menjadikan Kurikulum 2013
dikembangkan berdasarkan budaya bangsa Indonesia yang beragam, diarahkan
untuk membangun kehidupan masa kini, dan untuk membangun dasar bagi
kehidupan bangsa yang lebih baik di masa depan. Mempersiapkan peserta didik
untuk kehidupan masa depan selalu menjadi kepedulian kurikulum, hal ini
mengandung makna

bahwa kurikulum adalah rancangan pendidikan untuk

mempersiapkan kehidupan generasi muda bangsa. Dengan demikian, tugas


mempersiapkan generasi muda bangsa menjadi tugas utama suatu kurikulum. Untuk
mempersiapkan kehidupan masa kini dan masa depan peserta didik, Kurikulum
2013 mengembangkan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan luas bagi
peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diperlukan bagi kehidupan di masa
kini dan masa depan, dan

pada waktu bersamaan tetap mengembangkan

kemampuan mereka sebagai pewaris budaya bangsa dan orang yang peduli
terhadap permasalahan masyarakat dan bangsa masa kini.
b. Peserta didik adalah pewaris budaya bangsa yang kreatif. Menurut pandangan
filosofi ini, prestasi bangsa di berbagai bidang kehidupan di masa lampau adalah
sesuatu yang harus termuat dalam isi kurikulum untuk dipelajari peserta didik.
Proses pendidikan adalah suatu proses yang memberi kesempatan kepada peserta
didik untuk mengembangkan potensi dirinya menjadi kemampuan berpikir rasional
dan kecemerlangan akademik dengan memberikan makna terhadap apa yang
dilihat,didengar,dibaca, dipelajari dari warisan budaya berdasarkan makna yang
ditentukan oleh lensa budayanya dan sesuai dengan tingkat kematangan psikologis
serta kematangan fisik peserta didik. Selain mengembangkan kemampuan berpikir
rasional dan cemerlang dalam akademik, Kurikulum 2013 memposisikan keunggulan
budaya tersebut dipelajari untuk menimbulkan rasa bangga, diaplikasikan dan
dimanifestasikan dalam kehidupan pribadi, dalam interaksi sosial di masyarakat
sekitarnya, dan dalam kehidupan berbangsa masa kini.
c.

Pendidikan

ditujukan

untuk

mengembangkan

kecerdasan

intelektual

dan

kecemerlangan akademik melalui pendidikan disiplin ilmu. Filosofi ini menentukan


bahwa isi kurikulum adalah disiplin ilmu dan pembelajaran adalah pembelajaran
disiplin ilmu (essentialism). Filosofi ini mewajibkan kurikulum memiliki nama mata
pelajaran yang sama dengan nama disiplin ilmu, selalu bertujuan untuk
mengembangkan kemampuan intelektual dan kecemerlangan akademik.

d. Pendidikan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang lebih baik
dari

masa

lalu

dengan

berbagai

kemampuan

intelektual,

kemampuan

berkomunikasi, sikap sosial, kepedulian, dan berpartisipasi untuk membangun


kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik (experimentalism and social
reconstructivism).
Kurikulum 2013 bermaksud untuk mengembangkan potensi peserta didik
menjadi kemampuan dalam berpikir reflektif bagi penyelesaian masalah sosial
dimasyarakat, dan untuk membangun kehidupan masyarakat demokratis yang lebih
baik. Dengan demikian, Kurikulum 2013 menggunakan filosofi sebagaimana di atas
dalam mengembangkan kehidupan individu peserta didik dalam beragama, seni,
kreativitas, berkomunikasi, nilai dan berbagai dimensi inteligensi yang sesuai
dengan diri seorang peserta didik dan diperlukan masyarakat, bangsa dan umat
manusia.
2. Landasan Teoritis
Kurikulum 2013 dikembangkan atas teori pendidikan berdasarkan standar
(standard-based education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi (competencybased curriculum). Pendidikan berdasarkan standar menetapkan adanya standar
nasional sebagai kualitas minimal warganegara yang dirinci menjadi standar isi,
standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga
kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar
pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Kurikulum berbasis kompetensi
dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluas-luasnya bagi peserta didik
dalam

mengembangkan

kemampuan

untuk

bersikap,

berpengetahuan,

berketerampilan dan bertindak.


Kurikulum 2013 menganut: (1) pembelajaran yang dilakukan guru (taught
curriculum) dalam bentuk proses yang dikembangkan berupa kegiatan pembelajaran
di sekolah, kelas, dan masyarakat; dan (2) pengalaman belajar langsung peserta
didik (learned curriculum) sesuai dengan latar belakang, karakteristik, dan
kemampuan awal peserta didik. Pengalaman belajar langsung individual peserta
didik menjadi hasil belajar bagi dirinya, sedangkan hasil belajar seluruh peserta didik
menjadi hasil kurikulum.

3. Landasan Yuridis

Landasan yuridis Kurikulum 2013 adalah:


a. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
b. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
c. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang

Nasional,

beserta

segala

ketentuan

yang

dituangkan

Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Nasional; dan


d. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013
tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan.
B. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR
1. Kompetensi inti
Kompetensi Inti terdiri atas empat dimensi yang satu sama lain saling terkait,
yaitu sikap spiritual (KI-1), sikap sosial (KI-2), pengetahuan (KI-3), dan keterampilan
(KI-4). Keempat dimensi tersebut tercantum dalam pengembangan Kompetensi
Dasar, silabus, dan RPP. Dalam proses pembelajaran, KI-1 dan KI-2 dikembangkan
dalam proses pendidikan di setiap kegiatan di sekolah (kelas dan luar sekolah)
dengan pendekatan pembelajaran tidak langsung. KI-3 dan KI-4 dikembangkan oleh
setiap mata pelajaran dalam pendekatan pembelajaran langsung.
Proses

pembelajaran

dalam

Memperkaya

Khazanah

ini,

cenderung

merupakan upaya menerapkan KI-3, yang menitikberatkan pada pengembangan


pengetahuan (faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif) dalam jenjang
kemampuan kognitif dari mengingat sampai mencipta.
Dapat dirumusan kompetensi inti menggunakan notasi sebagai berikut:
a. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual;
b. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial;
c. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan; dan
d. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Lingkup kompetensi minimal pada jenjang SMA Kelas X meliputi lingkungan
keluarga, teman, guru, dan tetangga. Kompetensi minimal tersebut dapat
dikembangkan lebih lanjut oleh satuan pendidikan yang telah memenuhi standar
nasional pendidikan.
2. Kompetensi Dasar

Kompetensi Dasar (KD) adalah kemampuan untuk mencapai KI yang harus


diperoleh peserta didik melalui pembelajaran. Kompetensi dasar dirumuskan untuk
mencapai kompetensi inti. Rumusan kompetensi dasar dikembangkan dengan
memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu
Mata pelajaran. Kompetensi dasar dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan
pengelompokkan kompetensi inti sebagai berikut:
1. kelompok 1: kelompok kompetensi dasar sikap spiritual dalam rangka menjabarkan
KI-1;
2. kelompok 2: kelompok kompetensi dasar sikap sosial dalam rangka menjabarkan KI2;
3. kelompok 3: kelompok kompetensi dasar pengetahuan dalam rangka menjabarkan
KI-3; dan
4. kelompok 4: kelompok kompetensi dasar keterampilan dalam rangka menjabarkan
KI-4.

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang dimaksud di atas untuk Kelas X
sebagaimana terdapat dalam tabel berikut ini.
Kompetensi Inti

Kompetensi Dasar

Menghayati dan mengamalkan


1.1 Menghayati nilai-nilai keimanan kepada
ajaran agama yang dianutnya

Malaikat-malaikat Allah SWT

1.2 Berpegang teguh kepada Al-Quran, Hadits


dan Ijtihad sebagai pedoman hidup
1.3 Meyakini kebenaran hukum Islam
1.4 Berpakaian sesuai dengan ketentuan syariat
Islam dalam kehidupan sehari-hari
Mengembangkan perilaku (jujur,
2.1 Menunjukkan perilaku jujur dalam kehidupan
disiplin, tanggung jawab,

sehari-hari sebagai implementasi dari

peduli, santun, ramah

pemahaman Q.S. Al-Maidah (5): 8, dan Q.S.

lingkungan, gotong royong,


kerjasama, cinta damai,
responsif dan pro-aktif) dan
menunjukan sikap sebagai

At-Taubah (9): 119 dan hadits terkait


2.2 Menunjukkan perilaku hormat dan patuh
kepada orangtua dan guru sebagai

bagian dari solusi atas berbagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Isra
permasalahan bangsa dalam
berinteraksi secara efektif

(17): 23 dan hadits terkait

2.3 Menunjukkan perilaku kontrol diri (mujahadah

dengan lingkungan sosial dan


alam serta dalam

an-nafs), prasangka baik (husnuzzhan), dan


persaudaraan (ukhuwah) sebagai

menempatkan diri sebagai


cerminan bangsa dalam

implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Anfal

pergaulan dunia.

(8): 72; Q.S. Al-Hujurat (49): 12 dan 10 serta


hadits yang terkait
2.4 Menunjukkan perilaku menghindarkan diri dari
pergaulan bebas dan perbuatan zina sebagai
implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Isra
(17): 32, dan Q.S. An-Nur (24): 2, serta hadits
yang terkait
2.5 Menunjukkan sikap semangat menuntut ilmu
dan menyampaikannya kepada sesama
sebagai implementasi dari pemahaman Q.S.
At-Taubah (9): 122 dan hadits terkait
2.6 Menunjukkan sikap keluhuran budi, kokoh
pendirian, pemberi rasa aman, tawakkal dan
perilaku adil sebagai implementasi dari
pemahaman Asmaul Husna al-Kariim, alMumin, al-Wakiil, al-Matiin, al-Jaami, al-Adl,
dan al-Akhiir
2.7 Menunjukkan sikap tangguh dan semangat
menegakkan kebenaran sebagai implementasi
dari pemahaman strategi dakwah Nabi di
Mekah
2.8 Menunjukkan sikap semangat ukhuwah
sebagai implementasi dari pemahaman
strategi dakwah Nabi di Madinah

Memahami, menerapkan dan

Menganalisis Q.S. Al-Anfal (8) : 72); Q.S. Al-

menganalisis pengetahuan

Hujurat (49) : 12; dan QS Al-Hujurat (49) : 10;

faktual, konseptual, prosedural

serta hadits tentang kontrol diri (mujahadah

dalam ilmu pengetahuan,

teknologi, seni, budaya, dan

an-nafs), prasangka baik (husnuzzhan), dan

humaniora dengan wawasan

persaudaraan (ukhuwah)

kemanusiaan, kebangsaan,

Memahami manfaat dan hikmah kontrol diri

kenegaraan, dan peradaban


terkait fenomena dan kejadian,
serta menerapkan

(mujahadah an-nafs), prasangka baik


(husnuzzhan) dan persaudaraan (ukhuwah),

pengetahuan prosedural pada

dan menerapkannya dalam kehidupan

bidang kajian yang spesifik

Menganalisis Q.S. Al-Isra (17) : 32, dan Q.S.

sesuai dengan bakat dan

An-Nur (24) : 2, serta hadits tentang larangan

minatnya untuk memecahkan

pergaulan bebas dan perbuatan zina.

masalah.

Memahami manfaat dan hikmah larangan


pergaulan bebas dan perbuatan zina.
Memahami makna Asmaul Husna: al-Kariim,
al-Mumin, al-Wakiil, al-Matiin, al-Jaami,
al-Adl, dan al-Akhiir;
Memahami makna beriman kepada malaikatmalaikat Allah SWT
Memahami Q.S. At-Taubah (9): 122 dan hadits
terkait tentang semangat menuntut ilmu,
menerapkan dan menyampaikannya kepada
sesama;
Memahami kedudukan Alquran, Hadits, dan
Ijtihad sebagai sumber hukum Islam
Memahami pengelolaan wakaf
3.10.1.Memahami substansi dan strategi dakwah
Rasullullah saw. di Mekah
3.10.2.

Memahami substansi dan strategi

dakwah Rasulullah saw. di Madinah


Mengolah, menalar, dan menyaji
4.1.1 Membaca Q.S. Al-Anfal (8): 72); Q.S. Aldalam ranah konkret dan ranah Hujurat (49): 12; dan Q.S. Al-Hujurat (49) : 10,
abstrak terkait dengan

sesuai dengan kaidah tajwid dan makhrajul

pengembangan dari yang


dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, dan mampu

huruf.

4.1.2 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Al-Anfal (8) :

menggunakan metode sesuai

72); Q.S. Al-Hujurat (49) : 12; QS Al-Hujurat

kaidah keilmuan.

(49) : 10 dengan lancar.


4.2.1 Membaca Q.S. Al-Isra (17): 32, dan Q.S. AnNur (24): 2 sesuai dengan kaidah tajwid dan
makhrajul huruf.
4.2.2 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Al-Isra
(17) : 32, dan Q.S. An-Nur (24): 2 dengan
lancar.
Berperilaku yang mencontohkan keluhuran
budi, kokoh pendirian, pemberi rasa aman,
tawakal dan perilaku adil sebagai
implementasi dari pemahaman makna Asmaul
Husna al-Kariim, al-Mumin, al-Wakiil, alMatiin, al-Jaami, al-Adl, dan al-Akhiir
Berperilaku yang mencerminkan kesadaran
beriman kepada malaikat-malaikat Allah SWT
Menceritakan tokoh-tokoh teladan dalam
semangat mencari ilmu
Menyajikan macam-macam sumber hukum
Islam
4.7.1 Menyajikan dalil tentang ketentuan wakaf
4.7.2 Menyajikan pengelolaan wakaf
4.8.1 Mendeskripsikan substansi dan strategi
dakwah Rasullullah SAW di Mekah
4.8.2 Mendeskripsikan substansi dan strategi
dakwah Rasulullah SAW di Madinah

C. MATERI PEMBELAJARAN
Pengembangan materi merupakan upaya guru dalam memfasilitasi peserta
didik dalam menciptakan pengembangan pembelajaran seaktif mungkin sehingga
peserta didik dapat menikmati pembelajarannya dengan penuh kreativitas dan
inovasi, dalam mengakses beragam sumber belajar yang mengantarkan perserta
didik menemukan nilai-nilai dan kualitas pembelajaran, yang dapat dipahaminya
dengan baik dan benar.

Dalam menentukan materi pembelajaran terdiri fakta, konsep, prinsip, dan


prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan
indikator ketercapaian kompetensi.
D. PENILAIAN
Penilaian

pembelajaran

menggunakan

pendekatan

penilaian

autentik

(authentic assesment) yang menilai kesiapan siswa, proses dan hasil belajar secara
utuh. Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen
yang dipakai.
1. Teknik dan Bentuk Istrumen Penilaian
Teknik penilaian yang digunakan dalam kurikulum 2013 disesuaikan dengan
tujuan pembelajaran. Aspek sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan
keterampilan, masing-masing memiliki kekhasan teknik penilaian. Secara umum,
teknik penilaian terdiri dari dua macam, yaitu tes dan non tes.
Teknik penilaian yang dapat digunakan dalam pembelajaran Pendidikan
Agama Islam dan Budi Pekerti antara lain:
a. Penilaian unjuk kerja
Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian
mengamati kegiatan peserta

didik

dalam

yang

melakukan

dilakukan dengan
sesuatu.

Penilaian

digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik


melakukan tugas tertentu seperti: praktek di laboratorium, praktek sholat, praktek
olahraga, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi dan
lain-lain. Intsrumen yang dapat digunakan seperti tes simulasi, uji petik kerja
produk, uji petik kerja prosedur, daftar cek (ya-tidak) dan skala rentang.
b. Penilaian kinerja melalui praktikum
Penilaian kinerka melalui praktikum adalah teknik penilaian untuk penilaian
praktik yang melibatkan peralatan. Instrumen yang digunakan dapat berupa rubrik.
c. Penilaian Sikap
Penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara atau teknik. Teknikteknik tersebut antara lain: observasi perilaku, pertanyaan langsung, dan laporan
pribadi. Secara umum, objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran
adalah sikap terhadap materi pelajaran, sikap terhadap guru, sikap terhadap proses
pembelajaran dan sikap berkaitan dengan nilai atau norma yang berhubungan

dengan suatu materi pelajaran Instrumen yang digunakan dapat berupa lembar
observasi sikap.
d. Tes Tertulis
Tes tertulis atau sering disebut dengan pencil test adalah teknik penilaian
dengan menggunakan soal tertulis. Ada dua bentuk soal tes tertulis, yaitu soal
dengan memilih jawaban (pilihan ganda, dua pilihan (benar-salah,ya-tidak) dan
menjodohkan), soal dengan mensuplai-jawaban (isian atau melengkapi, jawaban
singkat atau pendek dan soal uraian). Instrumen yang digunakan seperti soal pilihan
ganda, soal menjodohkan, soal dua pilihan, soal isian dan soal uraian
e. Penilaian Projek
Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang
harus diselesaikan dalam waktu tertentu. Penilaian proyek dilakukan mulai dari
perencanaan, proses pengerjaan, sampai hasil akhir proyek. Untuk itu, guru perlu
menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai, seperti penyusunan disain,
pengumpulan data, analisis data, dan penyiapkan laporan tertulis. Instrumen yang
digunakan dapat berupa daftar cek atau skala penilaian.
f. Penilaian Produk
Penilaian produk adalah penilaian terhadap keterampilan dalam membuat
suatu produk dan kualitas produk tersebut. Penilaian produk tidak hanya diperoleh
dari hasil akhir saja tetapi juga proses pembuatannya
g. Penilaian Portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada
kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik
dalam satu periode tertentu.
Instrumen yang digunakan dapat berupa rubrik penilaian portofolio. Rubrik
Penilaian Portofolio yang memuat informasi perkembangan peserta didik tersebut
dapat berupa karya peserta didik (hasil pekerjaan) dari proses pembelajaran yang
dianggap terbaik oleh peserta didiknya, hasil

tes (bukan nilai),

piagam

penghargaan atau bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu.
Instrumen yang digunakan dapat berupa dokumen pekerjaan, dokumen karya
dan dokumen prestasi siswa. Misal Untuk lembar penilaian portofolio kemampauan
membaca Al-quran, penilaian yang dapat dimasukkan antara lain seperti
kemampuan, pengalaman, mengajarkan membaca al-quran dan penilaian membaca
al-quran dari guru atau guru ngaji.

h. Penilaian Diri
Penilaian diri (self assessment) adalah suatu teknik penilaian, di mana subjek
yang ingin dinilai diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan, status,
proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran
tertentu.
2. Instrumen
Instrumen adalah alat yang digunakan dalam penilaian. Pada poin ini
dituliskan/dilampirkan instrumen yang digunakan untuk melakukan penilaian lengkap
dengan skenario penilaiannya atau kunci jawabannya jika bentuk intrumennya soal.
E. Pengembangan RPP Kurikulum 2013 PAI dan Budi Pekerti SMA Kelas X
Untuk hal ini pemakalah akan menjelaskan 2 (dua) yaitu BAB ke-5 tentang
Meneladani Perjuangan Rasulullah SAW. di Mekah dan BAB ke-9 dengan judul
Mengelola Wakaf dengan Penuh Amanah sebagai berikut.
1. Meneladani Perjuangan Rasulullah SAW. di Mekah
Mata Pelajaran

: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Kelas/Semester

: X (Sepuluh) / Ganjil

Materi Pokok

: Dakwah Rasulullah SAW Periode Mekah

Alokasi Waktu

: 6 x 45 menit (2 x 3 Jam Pelajaran)

a. Standar Kompetensi
KI 1

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI 2

Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin,


tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran,
damai), santun, refonsif dan pro-aktif dan menunujukan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.

KI 3

Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,


konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora
dengan wawasan kemanusiaan,kebangsaan, kenegaraan dan
peradaban terkait penyebab fenomena dankejadian serta
menerapkan pengetahuan prosedur pada bidang kajian yang

spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan


KI 4

masalah.

Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan
mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

b. Kompetensi Dasar dan Indikator


2.7

Kompetensi Dasar
Menunjukan sikap tangguh

Indikator

dan semangat menegakkan 1. Menunjukan sikap tangguh dalam


kebenaran sebagai
implementasi dari

kehidupan sehari-hari.
2. Menunjukan semangat menegakkan

pemahaman strategi

kebenaran dalam kehidupan sehari-

dakwah Rasulullah SAW. di

hari.

Mekah
1. Menjelaskan kondisi masyarakat
penduduk Mekah sebelum Islam.
2. Menjelaskan pengangkatan Nabi
3.10 Memahami subtansi dan
strategi dakwah

Muhammad sebagai rasul.


3. Menjelaskan sikap orang-orang

Rasulullah SAW. di Mekah Quraisy terhadap ajakan dakwah


Rasulullah SAW.
4. Menyebutkan asabiqul awalun fil

4.8 Mendeskripsikan subtansi dan

Islam.
1. Menceritakan subtansi dakwah

Rasulullah SAW. di Mekah.


strategi dakwah Rasulullah SAW.
2. Menceritakan strategi dakwah
di Mekah
Rasulullah SAW. di Mekah.
c. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan 1
Melalui metode diskusi kelompok dan tanya jawab, peserta didik dapat:
1. Menjelaskan kondisi masyarakat Mekah sebelum Islam.
2. Menjelaskan pengangkatan Nabi Muhammad sebagai rasul.
3. Menjelaskan sikap orang-orang Quraisy terhadap ajakan dakwah Rasulullah SAW.
4. Menyebutkan asabiqul awalun fil Islam.
Pertemuan 2

Melalui metode diskusi dan tanya jawab, peserta didik dapat:


1. Menceritakan subtansi dakwah Rasulullah SAW. di Mekah.
2. Menceritakan strategi dakwah Rasulullah SAW. di Mekah.
3. Meneladani prilaku tangguh dalam mencapai tujuan.
4. Meneladani sikap dan perilaku semangat menegakkan kebenaran.
d. Materi Pembelajaran
1. Kondisi Masyarakat Mekah Pra Islam.
2. Proses Pengangkatan Nabi Muhammad Sebagai Rasul.
3. Tanggapan Kaum Quraisy Terhaap Dakwah Rasulullah SAW.
4. Sahabat Generasi Pertama Pemeluk Islam (Assabiquunal Awwalun).
5. Substansi Dakwah Rasulullah Di Mekah.
6. Strategi Dakwah Rasulullah Di Mekah.
7. Hikmah Perjuangan Rasulullah Dalam Dakwah Di Mekah.
e. Metode Pembelajaran:
1. Pendekatan Scientific.
2. Metode diskusi dan demontrasi.
f. Tujuan Pembelajaran
1. Media
a. CD Film the Massage
b. CD Film Sahabat Rasul
2. Alat
a. Laptop
b. LCD
3. Sumber belajar
a. Buku PAI dan Budi Pekerti SMA kelas X
b. Buku Kisah Nabi dan Rasul
c. Buku Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam
g. Strategi Pembelajaran
No.
1. Pendahuluan

Kegiatan

a. Membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa


bersama dipimpin oleh salah seorang peserta didik
dengan penuh khidmat;
b. Memulai pembelajaran dengan membaca al-Quran

Waktu
15 menit

surah pendek pilihan dengan lancar dan benar


c. Memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar
kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi
dan tempat duduk disesuikan dengan kegiatan
pembelajaran;
d. Mengajukan pertanyaan secara komunikatif berkaitan
dengan Dakwah Nabi Muhammad di Mekah
e. Menyampaikan kompetensi dasar dan tujua yang
akan dicapai;
Menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi
kegiatan

mengamati,

berdiskusi,

menyimak,

menanya,

mengkomunikasikan

menyampaikan,

menanggapi

dengan

dan

membuat

kesimpulan hasil diskusi


Kegiatan inti

2.

110 menit

Mengamati
Mengamati tayangan ICT tentang dakwah Nabi pada
periode Mekah.
Menyimak kisah Nabi Muhammad SAW. secara
klasikal maupun individual tentang dakwah Nabi pada
periode Mekah.
Menanya

Setelah

menyimak

tayangan

pembelajaran

Kondisi masyarakat penduduk Mekah

sebelum Islam

menanyakan:
(budaya, agama dan kehidupan sosial).

Pengangkatan

Nabi

Muhammad

sebagai

Rasulullah SAW.
Respon penduduk Arab terhadap ajakan dakwah
Rasulullah SAW.
Eksperimen/explore
Secara berkelompok siswa mendiskusikan strategi
dakwah

yaitu

terang-terangan

dan

sembunyi-

sembunyi.
Asosiasi
Mempresentasikan hasil diskusi.
Menghubungkan strategi dakwah Nabi di Mekah
dalam kehidupan sehari-hari.
Komunikasi
Menyampaikan hasil diskusi tentang strategi dakwah
Nabi di Mekah secara kelompok.

Menanggapi

hasil

presentasi

(melengkapi,

mengkonfirmasikan, menyanggah).
Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
3. Penutup
a.

Melaksanakan

penilaian

dan

refleksi

dengan

mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik


dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahab
masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya;
b.

Merencanakan

kegiatan

tindak

lanjut

dengan

10 menit

memberikan tugas individu untuk membaca kisahkisah sekitas dakwah Rasulullah SAW. di Mekah.
c.

Menyampaikan

rencana

pembelajaran

pada

pertemuan berikutnya.
d. Menutup dengan doa atau hamdallah.
Pertemuan kedua
No.
1. Pendahuluan

Kegiatan

a. Membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa


bersama dipimpin oleh salah seorang peserta didik
dengan penuh khidmat;
b. Memulai pembelajaran dengan membaca al-Quran
surah pendek pilihan dengan lancar dan benar
c. Memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar
kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi
dan tempat duduk disesuikan dengan kegiatan

Waktu
15 menit

pembelajaran;
d. Mengajukan pertanyaan secara komunikatif berkaitan
dengan Dakwah Nabi Muhammad di Mekah
e. Menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan yang
akan dicapai;
Menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi
kegiatan

mengamati,

berdiskusi,

menyimak,

menanya,

mengkomunikasikan

menyampaikan,

menanggapi

dengan

dan

membuat

kesimpulan hasil diskusi


2. Kegiatan inti

110 menit

A. Membimbing siswa secara berkelompok untuk:


a. Mengamati
Membaca teks bacaan tentang sejarah dakwah
Rasulullah SAW. di Mekah.
b. Menanya
Peserta didik mengajukan pertanyaan terkait subtansi
dan strategi dakwah Rasulullah SAW. periode Mekah.
Guru menginventarisir pertanyaan untuk kemudian
dibagikan kepada kelompok.
c. Eksperimen/explore
Peserta

didik

mengeksplorasikan

secara
informasi

berkelompok
terkait

dengan

pertanyaan peserta didik tentang substansi dan


strategi dakwah Mekah.
d. Asosiasi
Peserta didik membuat bahan presentasi substansi
dan strategi dakwah Mekah.
Menghubungkan strategi dakwah Nabi di Mekah
dengan dalam kehidupan sehari-hari.
e. Komunikasi
Menyampaikan hasil diskusi tentang strategi dakwah
Nabi di Mekah secara individu secara tertulis.

Perwakilan siswa mempresentasikan hasil diskusi.


Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
Penutup
a.

Melaksanakan

pernilaian

dan

refleksi

dengan

mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik


dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan
masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya;
3.b.

Merencanakan
memberikan

kegiatan

tugas

baik

tindak
cara

lanjut

individu

dengan 10 menit
maupun

kelompok bagi peserta didik yang menguasai materi;


c.

Menyampaikan

rencana

pembelajaran

pada

pertemuan berikutnya.
d. Menutup dengan doa atau hamdallah.

g. Penilaian Hasil Pembelajaran


Pertemuan ke 1
1. Penilaian Aspek Pengetahuan dan Keterampilan
a. Teknik

: Tes dan Non Tes

b. Bentuk

: Tes Tulis dan Observasi

c. Instrumen

: Soal PG dan Lembar Obsevasi

1) Soal tes tertulis


Pilihlah jawaban yang tepat berikut ini dengan melingkari jawaban yang
kamu pilih!
1. Para penduduk Mekah sebelum datangnya Islam menganut berbagai keyakinan dan
kepercayaan. Berikut yang bukan termasuk keyakinan dan kepercayaan penduduk
Mekah sebelum datangnya Islam adalah ...
a. Menyembah berhala

c. Menyembah Allah

b. Menyembah matahari

d. Menyembah api

e. Menyembah
bintang

2. Materi dakwah Rasulullah periode Mekah adalah merubah keyakinan musyrik


kepada keyakinan Tauhid, keyakinan Tauhid artinya ...
a.Mengagungkan Allah
b.Mensucikan Allah

c. Mengesakan Allah
d. Menuhankan Allah

e. Mengingat Allah

3. Penduduk Mekah yang hidup sebelum datangnya Islam dikenal dengan nama ...

a. Nabawiyah
b. Jahiliyah

c. Samawiyah
d. Ardhiyah

e. Fiqhiyah

4. Dakwah Rasulullah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi disebut juga ...


a. Sirriyah
b. Zuhriyah

c. Jahriyah
d. Sufiyyah

e. Jahiliyah

5. Diantara nama-nama berikut ini yang bukan termasuk Assabiqunal awwalun


adalah ...
a. Robiatul Adawiyah
b. Abdurrahman bin Auf

c. Ummu Aiman
d.Khadijah bin
Khuwailid

e. Ali bin Abi Thalib

c. Orang bukan menentang dakwah Rasulullah pada saat khotbahnya di bukit Sofa
bernama ...
a.Abu Jahal
b.Abu Sufyan

c. Abu Lahab
d. Umar bin Khattab

e. Muawiyah

Pedoman penskoran: Nilai = (jumlah skor : 6) x 4


2) Lembar Observasi
Rubik penilaian
No

Nama
Siswa

Penilaian
Kerja

tanggung

Sama

jawab

komunikasi

peran di

pengajuan

kelompok

pendapat

Jumlah
Skor

Nilai

1.
2.
3.

Catatan: 4= sangat baik, 3= baik, 2= sedang, dan 1= kurang baik


Pertemuan ke 2
1. Penilaian Aspek Pengetahuan Dan Keterampilan
a. Teknik

: Tes dan Non Tes

b. Bentuk

: Tes Tulis dan Produk

c. Instrument

: Soal Essay dan Lembar Penilaian

Produk
Soal Essay
Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!
1) Jelaskan substansi dakwah Rasulullah SAW. di Mekah !
2) Jelaskan strategi dakwah Rasulullah SAW. di Mekah !
Lembar Penilaian Produk
No
1.
2.
3.

Nama
Siswa

Subtansi

Kriteria Penilaian
Struktur Penulisan

Tata Bahasa

NILAI

4.
2. Penilaian Aspek Sikap Spiritual Dan Sikap Sosial
Lembar Penilaian Diri
Nama Siswa
Kelas
No.

:
:

Uraian
Saya tidak berani menegur

Setuju

Tidak setuju

Tidak tahu

1. orang lain apabila melakukan


suatu perbuatan dosa.
Dalam menghadapi persoalan
2.

yang rumit saya tidak dapat


menyelesaikannya dengan baik,
bahkan cendrung menyerah.
Masalah yang saya hadapi

3. dalam menghadapi tujuan saya

4.

anggap suatu tantangan.


Tidak ada kenaikan pangkat
tanpa ujian.
Allah selalu menguji hambanya

5. yang akan Allah naikkan


derajatnya.
Untuk penilaian Sikap Spiritual dan Sosial menggunakan nilai Kualitatif
sebagai berikut:
(SB= 80 100), (B = 70 79), (C= 60 69) dan (K= < 60).
2. Mengelola Wakaf dengan Penuh Amanah
Mata Pelajaran

: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Kelas/Semester

: X (Sepuluh) / Ganjil

Materi Pokok

: pengelolaan Wakaf

Alokasi Waktu

: 3 x 3 Jam Pelajaran

a. Standar Kompetensi Inti


1. Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metekognitif dalam ilmu
pengetahuan, seni, budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab serta dampak fenomena dan kejadian.

2. Memiliki kemampuan pikir dan tindakan yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak
dan konkret sebagai pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri.
b. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar

Indikator
3.9.1 Menjelaskan pengertian Wakaf
menurut bahasa.
3.9.2 Menjelaskan pengertian
Wakaf menurut beberapa
ahli fikih.

3.9 Memahami
pengelolaan wakaf

3.9.3 Menjelaskan Macam-macam wakaf.


3.9.4 Menjelaskan rukun wakaf.
3.9.5 Menjelaskan syarat-syarat rukun
wakaf.
3.9.6 Menyebutkan regulasi tentang
wakaf di Indonesia.
3.9.7 Menjelaskan Tata Kelola Wakaf di

4.7.1 Menyajikan dalil


tentang ketentuan
wakaf

4.7.2 Menyajikan
pengelolaan wakaf

Indonesia.
4.7.1.1 Menunjukan dalil tentang
ketentuan wakaf.
4.7.1.2 mendemonstrasikan hapalan ayat
Al-Quran tentuan wakaf.
4.7.2.1 mensimulasikan pengelolaan
wakaf.
4.7.2.2 membuat alur pengelolaan wakaf
di Indonesia.

c. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan 1
Melalui metode cooperative learning, peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian wakaf menurut bahasa dengan tepat.
2. Menjelaskan defenisi wakaf menurut ahli fikih dengan tepat.
3. Menjelaskan macam-macam wakaf dengan tepat.
4. Menjelaskan rukun wakaf secara berurutan.
5. Menjelaskan syarat-syarat rukun dengan benar.
Pertemuan 2

Melalui metode metode cooperative learning, peserta didik dapat:


1. Menyebutkan regulasi tentang wakaf di Indonesia.
2. Menjelaskan Tata kelola wakaf di Indonesia.
Pertemuan 3
Melalui Driil dan Simulasi peserta didik dapat:
1. Menunjukan dalil tentang ketentuan wakaf.
2. Mendemonstrasikan hapalan dalil tentang ketentuan wakaf.
3. Mensimulasikan pengelolaan wakaf.
4. Membuat alur pengelolaan wakaf di Indonesia.
d. Materi Pembelajaran
1. Pengertian wakaf
a. Menurut bahasa
b. Menurut ahli fiqih
2. Ketentuan syariat wakaf
a. Rukun wakaf
b. Syarat-syarat rukun wakaf
3. Regulasi pengelolaan wakaf di Indonesia
4. Dalil Al-Quran tentang wakaf (QS. Al-Baqarah ayat ke 261 dan QS. Ali Imran ayat ke
92 ).
5. Tata kelola wakaf
e. Metode Pembelajaran:
1. Pendekatan

: Scientific, Cooperative learning

2. Metode

: Tanya jawab, Diskusi, Simulasi dan Driil

f. Media, Alat dan Sumber Belajar


Media

: Gambar-gambar bangunan dan kegiatan wakaf

Alat

: LCD, LAPTOP

Sumber

1. Buku teks pegangan siswa PAI dan Budi Pekerti Kelas X SMA
2. UU 41 tahun 2004 tentang perwakafan.
3. http://bwi.or.id/index.php/pengertian-wakaf-tentang-wakaf-54
4. http://hukumzone.blogspot.com/2011/05/rukun-syarat-dan-macam-macam-wakaf.html
g. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke 1

No
Kegiatan
1 Pendahuluan
a. Membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa.

Waktu

b. Memulai pembelajaran dengan tadarus Al Quran dengan


membaca QS. Al-Baqarah ayat ke 261 dan QS. Ali Imran
ayat ke 92.
c. Mengajukan pertanyaan tentang materi yang diajarkan
sebelumnya (sayang, patuh dan hormat kepada orang tua
dan guru).
d. Menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan yang akan
dicapai.

20 menit

e. Menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan


mengamati, menanya, mengekplorasi/berdiskusi,
menyusun bahan presentasi/asosiasi dan
mengkomunikasikan sampai membuat kesimpulan
pelajaran serta penilaian.
Menjelaskan secara singkat materi yang akan diajarkan
dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar serta
indikator yang dicapai.
2 Kegiatan Inti
Dalam kegiatan inti, pendidik dan para peserta didik
melakukan beberapa kegiatan sebagai berikut.
Mengamati
Mengamati gambar-gambar/video/dokumen/tulisan tentang
penyelenggaran wakaf.
Menanya
Peserta didik mengajukan pertanyaan terkait defenisi dan
ketentuan hukum syari tentang wakaf. Diarahkan kepada
pertanyaan apa, mengapa dan bagaimana.
Mengumpulkan data/eksplorasi
Membaca dan mendiskusikan jawaban pertanyaanpertanyaan yang diajukan peserta didik.
Mengasosiasi
Menyusun jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang

105 menit

diajukan oleh siswa.


Mengkomunikasikan
Menyampaikan jawaban melalui forum diskusi/tanya jawab.
Penutup
a. Menyusun kesimpulan pelajaran.
b. Melaksanakan penilaian dan refleksi kegiatan
pembelajaran.
c. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuaan
berikut.

10 menit

d. Memberi tugas individu untuk mendownload dan/atau


mencetak UU No 41 Tahun 2005 tentang wakaf.
e. Pendidik menutup/mengakhiri pelajaran tersebut dengan
membaca doa kifaratul majlis.
Salam.
Pertemuan ke 2
No.
1. Pendahuluan

Kegiatan

Waktu

Membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa


Memulai pembelajaran dengan tadarus Al Quran dengan
membaca QS Al Baqarah ayat 261 dan QS Ali Imran ayat
92.
Mengajukan pertanyaan tentang defenisi wakaf dan
ketentuan syari tentang wakaf.
Menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan yang akan di
capai.

20 menit

Menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan


mengamati, menanya, mengekplorasi/berdiskusi,
menyusun bahan presentasi/asosiasi dan
mengkomunikasikan sampai membuat kesimpulan
pelajaran serta penilaian.
Menjelaskan secara singkat materi yang akan diajarkan
dengan kompensi inti dan kompetensi dasar serta indikator
2.

yang akan dicapai.


Kegiatan inti

105 menit

a. Mengamati
Membaca UU no 41 2004 tentang wakaf.
b. Menanya
Membuat pertanyaan terkait UU no 41 tahun 2004 meliputi
apa, mengapa, bagaimana.
c. Mengumpulkan data/eksplorasi
Mencari atau mendiskusikan jawaban pertanyaanpertanyaan yang diajukan peserta didik melalui membaca
referensi atau diskusi.
d. Mengasosiasi
Menyusun jawaban/tanggapan terhadap pertanyaanpertanyaan yang diajukan oleh siswa.
e. Mengkomunikasikan
Menyampaikan jawaban/tanggapan melalui forum
3.

diskusi/tanya jawab.
Penutup
a. Menyusun kesimpulan pelajaran.
b. Melaksanakan penilaian dan refleksi kegiatan
pembelajaran.
c. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan
berikutnya.

10 menit

d. Penilaian akhir.
e. Pendidik menutup atau mengakhiri pelajaran tersebut
dengan membaca doa kifatul majlis.
Salam.
Pertemuan ke 3
No.
1. Pendahuluan

Kegiatan

a. Membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa


b. Memulai pembelajaran dengan tadarus Al Quran dengan
membaca QS Al Baqarah ayat 261 dan QS Ali Imran ayat
92.
c. Mengajukan pertanyaan tentang tata kelola wakaf di

Waktu
20 menit

Indonesia.
d. Menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan yang akan di
capai.
e. Menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan
mengamati, menanya, mengekplorasi/berdiskusi,
menyusun bahan presentasi/asosiasi dan
mengkomunikasikan sampai membuat kesimpulan
pelajaran serta penilaian.
Menjelaskan secara singkat materi yang akan diajarkan
dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar serta
2.

indikator yang akan dicapai.


Kegiatan inti
Dalam kegiatan inti, pendidik dan para peserta didik
melakukan beberapa kegiatan sebagai berikut.
a. Mengamati
Membaca
b. Menanya
Membuat pertanyaan terkait tata kelola wakaf di Indonesia.
c. Mengumpulkan data/eksplorasi
Bersama kelompok mengumpulkan data tentang tata kelola 95 menit
wakaf di Indonesia dan berlatih menghapal dalil.
d. Mengasosiasi
Bersama kelompok mengumpulkan data tentang tata kelola
wakaf di Indonesia dan berlatih menghapal dalil.
e. Mengkomunikasikan
Peserta didik menyetorkan hapalan QS. Al-Baqarah ayat ke
261 dan QS. Ali Imran ayat ke 92 dan simulasi tata kelola

3.

wakaf di Indonesia.
Penutup
Menyusun kesimpulan pelajaran.
Melaksanakan penilaian dan refleksi kegiatan
pembelajaran.
Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan
berikutnya.

20 menit

Penilaian akhir.
Pendidik menutup atau mengakhiri pelajaran tersebut
dengan membaca doa kifatul majlis.
Salam.
h. Penilaian
a. Penilaian Pengetahuan dan Keterampilan
Pertemuan ke 1
1. Jenis/teknik penilaian : tes dan non tes
2. Bentuk/instrument dan instrument bentuk : tes tertulis, observasi proses
3. Instrument :soal uraian, lembar observasi proses
Soal Essay
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar !
1. Jelaskan pengertian wakaf menurut bahasa !
2. Jelaskan pengertian wakaf menurut syafiyah !
3. Sebutkan macam-macam wakaf !
4. Jelaskan rukun wakaf !
5. Jelaskan syarat-syarat muwakif !
Pedoman penskoran
No.
1.
2.
3.
4.
5.

No Soal
1
2
3
4
5

Bobot Soal
2
3
4
4
5

Nilai
N= (Skor: 16) X 100

Lembar Observasi Proses


Jumlah

Aktifitas
No

Kerja Sama
1

Kreatifitas
1

Skor
Penguasaan

Inisiatif
1

Materi
1 2 3

1
2
3
dst

Catatan:
1. Apabila peserta didik belum memperlihatkan perilaku.
2. Apabila sudah memperlihatkan perilaku belum konsisten.
3. Apabila sudah memperlihatkan perilaku dan sudah konsisten.

Nilai

Ket.

4. Apabila sudah memperlihatkan perilaku kebiasaan.


Pedoman penilaian: (jumlah skor : skor maksimal x 100
Pertemuan ke 3
1. Teknik

: non tes

2. Bentuk

: unjuk kerja, penilaian sikap spiritual, penilaian sikap

sosial.
3. Instrument

:skala tentang, lembaga penilaian diri, lembar

penilaian teman sejawat.

Instrumen
a. Penilaian unjuk kerja
Skala rentan
FORMAT PENILAIAN MEMBACA AL-QURAN
Kriteria Penilaian
Nama

No

Siswa

Lancar
1

Dst

...

Makhroj
1

Tajwid
1

Adab
1

Skor

Nada
3

Nilai =
(Skor:Skor Max)
X4

Keterangan:
1: Baik

2: Cukup

3: Kurang

b. Penilaian sikap spiritual


Format Penilaian Diri
Nama Siswa

Kelas
No.
1.
2.

:
Pernyataan

Saya yakin Allah selalu


menepati janjinya.
Allah akan mengganti harta
yang kita keluarkan di jalan

Setuju

Ragu-Ragu

Tidak
Setuju

Skor

Allah secara berlipat ganda.


Jangan mengingat-ingat apa
3.

4.
5.

yang sudah kita berikan kepada


orang lain.
Bersedekah dapat mengurangi
harta kita.
Kalau mau kaya harus pelit.

c. Penilaian sikap sosial


Format penilaian antar peserta didik
Sikap yang diamati

: kepedulian sosial dan pembiasaan wakaf

Nama siswa yang dinilai


Siswa yang menilai
No.

: ..
: ..
Kriteria Penilaian

Sikap yang
dinilai

Selalu

Sering

Kadang-kadang

Tidak

Skor

pernah

Membantu
1. teman yang

2.

membutuhkan.
Mengeluarkan
infak setiap hari.
Senang melihat

3. teman mendapat
bencana.
4. Dst.

BAB. III PENUTUP

A. Kesimpulan
Pembelajaran aktif, kreatif, inovatif, efektif, produktif, dan menyenangkan
dengan tetap mengacu kepada tujuan Pendidikan Nasional sebagai arah dan tujuan
pembelajaran seperti yang tertuang dalam Pasal 3 UU Sisdiknas 2003 oleh sebab
itu guru pendidikan agama islam harus melengkapi dirinya dengan pengetahuan dan
teknologi sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan era sekarang,
yang tentunya tetap membentengi diri dengan keimanan dan ketakwaan yang kuat.

Dalam kurikulum 2013 terdapat 4 (empat) landasan untuk SMA kelas X sebagai
berikut.
Menggunakan landasan filosofi, mengembangkan kehidupan individu peserta didik
dalam beragama, seni, kreativitas, berkomunikasi, nilai dan berbagai dimensi
inteligensi yang sesuai dengan diri seorang peserta didik dan diperlukan
masyarakat, bangsa dan umat manusia.
Landasan teoritis, Kurikulum 2013 dikembangkan atas teori pendidikan berdasarkan
standar (standard-based education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi
(competency-based curriculum).
Landasan yuridis Kurikulum 2013 adalah Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945; Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional; Undang-undang Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Nasional, beserta segala ketentuan yang dituangkan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional; dan Peraturan Pemerintah
Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan
Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan.
Adapun dalam kurikulum 2013 untuk SMA kelas X kompetensi intinya adalah
sebagai berikut:
e. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual;
f. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial;
g. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan; dan
h. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Sedangkan Kompetensi dasar dalam kurikulum 2013 untuk SMA kelas X
dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan pengelompokkan kompetensi inti
sebagai berikut:
5. kelompok 1: kelompok kompetensi dasar sikap spiritual dalam rangka menjabarkan
KI-1;
6. kelompok 2: kelompok kompetensi dasar sikap sosial dalam rangka menjabarkan KI2;
7. kelompok 3: kelompok kompetensi dasar pengetahuan dalam rangka menjabarkan
KI-3; dan

8. kelompok 4: kelompok kompetensi dasar keterampilan dalam rangka menjabarkan


KI-4.
Dalam menentukan materi pembelajaran SMA kelas X terdiri fakta, konsep,
prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai
dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi. Dan sedangkan cara penilaian
pembelajarannya

menggunakan

pendekatan

penilaian

autentik

(authentic

assesment) yang menilai kesiapan siswa, proses dan hasil belajar secara utuh.
Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang
dipakai. Untuk hal ini pemakalah akan menjelaskan 2 (dua) yaitu BAB ke-5 tentang
Meneladani Perjuangan Rasulullah SAW. di Mekah dan BAB ke-9 dengan judul
Mengelola Wakaf dengan Penuh Amanah.

DAFTAR PUSTAKA

Buku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, Jakarta: Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan, 2014.
Direktorat Pendidikan Agama Islam Ditjen Pendidikan Islam Kementrian Agama RI Tahun
2013,

Buku

Panduan

Pengembangan

dan

Contoh

Rencana

Pelaksanaan

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Sma Kurikulum 2013.
Rumusan KI dan KD, Penyempurnaan 03 Mei 2013 Hotel Allson.
Salinan Lampiran Permendikbud No. 69 tahun 2013 tentang Kurikulum SMA-MA.
http://nurainihidayah.blogspot.com/feeds/posts/default
Diposkan 5 weeks ago oleh Teteh Ainie
Lihat komentar

Logo

Entri Populer

Translate

Teteh Ainie

Teteh Ainie

Teteh Ainie

Total Tayangan Laman

+1 Note Teteh Ainie: Stai Madinatun Najjah Rengat

my profil

My Date

Memuat
Teteh Ainie. Template Dynamic Views. Diberdayakan oleh Blogger.