Anda di halaman 1dari 5

REAKREASI ALAM DAN EKOWISATA

GUA
By bu Ina
Terminologi Wisata gua (wisata geologi), sumber
daya geowisata yaitu faktor abiotic seperti
pemandangan alam, fosil, bentukan lahan, jenis
batuan dll.
Geowisata potensial dikembangkan menjadi niche
produk wisata, dengan nilai tambah tinggi
(Robinson et al 2008)
Keragaman geologi memiliki sifat non-renewable
(tidak terbarukan) baik flora, fauna, biotik,
maupun abiotic.

daya saing dalam lingkungan pariwisata yang


kompetitif (Sharpley et al 2002). Jadi sangat
potensial dikembangkan saat ini menurut
permintaan pasar dan ketertarikan masyarakat pd
produk wisata gelologi.
Gua sebagai objek geowisata
Karst = salah satu keragaman sumberdaya
geologi, yang memiliki ciri hidrologi serta
bentukan alam yang khas, yang disebabkan oleh
adanya perpaduan antara tingginya tingkat
pelarutan batuan serta berkembangnya proses
sekunder (Ford et al 1989).
Kawasan karst di Indonseia memiliki ciri :

5 prinsip utama geowisata

1. Berbasis Geologi
Geowisata harus berlandaskan pd
kebumian (bentuk, dan proses geologi)

nilai

2. Berkelanjutan (sustainable)
Mendorong perekonomian, meningkatkan
kuaitas hidup, & mendukug konserv (tidak
merusak ekosistem gua). Memperhatikan daya
dukung.

Adanya depresi terteutup serta drainase


bawah air
Berasal dari cangkang-cangkang binatang
laut sebelum terjadinya gerakan tektonik
yang mengangkatnya ke atas.
Luas wilayah karst di Indonesia 20% dari
wilayah daratan yaitu 154.000 km2.
Sudah ditetapkan IUCN sebagai kawasan
lindung
PP no 28/2011 mengenai perlindungan
karst

3. Informasi Geologis

Gua = Suatu lorong alami dibawah tanah yg bisa


dilalui manusia.

Berbasis pendidikan dan interpretasi geologi


yang
berbasis
pd
peningkatan
kesadaran/uapaya konserv

Gua merupakan tempat rekreasi dan wisata karena


memiliki nilai historis, pendidikan, budaya, dan
keaneka ragaman yang tinggi.

4. Secara local bermanfaat


Geowisata harus mampu meningkatkan
perekonomian masyarakat sekitar melalui
kegiatan wisata, memberikan manfaat sosial
dan budaya.

Gua menarik karena adanya keindahan gua


(Speleothem/ oramen gua) yaitu stalagtit (yg dari
atas ke bawah) dan stalagmite (yang dari bawah
mencuat ke atas) terjadi melaui proses tetesan air
yang membawa senyawa kalsit selama bertahun
tahun.

5. Kepuasan pengunjung

Perlindungan Gua

Kepuasan pengunjung untuk keberlanjutan


industry geowisata, harus aman, nyaman,
untuk pengunjung berkaitan dengan geohazard.

Karena proses terbentuknya gua sangat lama, dan


keragaman flora dan fauna endemic sangat tinggi
di Gua untuk itu kawasan gua ditetapkan sebagai
kawasan lindung.

Potensi pasar Geowisata


Geowisata mencakup kunjungan ke situs-situs
geologi untuk tujuan rekreasi. (Newsome et al
2006) Geowisata juga sebagai produk wisata yang
ditawarkan dan memiliki identitas, branding, dan

Selain itu kawasan gua/karst merupakan cadangan


air yang menunjang kehidupan individu di
sekitarnya baik itu hewan, tumbuhan maupun
manusia.

By : Nez_MO A44110062 | RANGKUMAN RAE (KSH 251)

Zonasi dalam gua


1. Zona mulut gua
2. Zona masih terdapat
remang2)
3. Zona gelap abadi

cahaya

(zona

3. Kegiatan telusur gua bukan ajang


mempertontonkan sesuatu
4. Jangan berbuat di luar batas
5. Respek baik terhadap penelusur lain
6. Mmembawa surat ijin masuk gua
7. Menggunakan SOP masuk gua yg lengkap

Pengelolaan Gua

Mencegah terjadinya kerusakan gua


dengan cara melindungi fisik dan ekologis
gua dengan cara membatasi kegiatan
manusia dengan mengurangi daya dukung
kegiatan wisata
Mencegah Lampenflora (masuknya flora)
luar ke dalam gua dengan cara
memberikan penerangan beremisi rendah.
Memperketat peraturan wisata
Jalur masuk dan keluar berbeda
Melindungi fauna di zona gelap abadi
dengan cara menutup zona abadi dan
membuat papan interpretasi di luar gua
tentang fauna langka

Keselamatan pengunjung
Bahaya di dalam gua :
1. Penerangan terbatas
2. Kondisi jalur berbahaya (licin, terjal)
3. Bentuk jalur gua yang bercabang-cabang,
membingungkan pengunjung, dan bisa
tersesat
4. Kurangnya oksigen
5. Bahaya air bah yang datang tiba-tiba jika
musim hujan datang
6. Suhu gua dingin menyebabkan hipotemia
7. Bahaya langi-langit gau runtuh, untuk itu
savety saat memasuki gua penting (helm,
jaket, pelindung siku dll)
8. Bisa keracunan amoniak dari kotoran
kelelawar
9. Mudahnya dehidrasi akibat penguapan dlm
gua yang tinggi
Etika masuk Gua :

PENGANALAN BAHAYA DAN DAMPAK


(HAZARD) RAE
By Siti Badriyah
Dampak ada yang + [timbulnya banyak pakan,
dan habitat baru untuk spesies satwa] dan
[hilangya koridor, sumber pakan dan habitat
satwa]
Macam-macam dampak :
1. Dampak Ekologi
- Tanah
Mineral, bahan organic, larutan dlm
tanah, dan udara. Biasanya bencana
longsor, gempa bumi
- Air
Water flow
Becana bajir, pencemaran limbah ke
sungai.
- Vegetasi
Parameter jumlah, jenis, dan kondisi
vegetasi.
Dampaknya
dilihat
dari
strata
tumbuhan (Ground cover [patah,
hancur, injakan]-semak [pembukaan
jalan,
pembersihan
lahan]pohon[kebakaran, illegal loging, roboh
akibat angina, aktifitas pemanenan])
2. Dampak Ekonomi
Kesempatan kerja
Kesempatan usaha
Peningkatan pendapatan local
3. Dampak Sosial-bud
Potensi konflik
Perubahan gaya hidup

1. Penelusur gua dilarang mengambil sesuatu


kec. Foto, meninggalkan sesuatu kecuali
jejak, dan membunuh sesuatu kecuali
waktu.
2. Dilarang memindahkan apapun didalan
gua, jika untuk kepentingan ilmiah harus
berizin
By : Nez_MO A44110062 | RANGKUMAN RAE (KSH 251)

GANGGUA
N
LANGSUNG
PEMANEN
AN

DAMPAK
TDK
LANGSUNG

PERUBHN
HABITAT

Semua dampak kerusakan akan merubah perilaku,


habitat, dan tingkat reproduksi satwa.

PENGELOLAAN RAE, WISATA &


EKOWISATA
By bu E.K.S. Harini
Prinsip umum pengelolaan RAE:
1. Perubahan merupakan karekteristik SDA
secara alamiah, pengelolaan dilakukan
untuk menghindari perubahan yg tdk
diinginkan tergantung limits of acceptable
change)
2. Dampak akibat kegiatan rekreasional tidak
dapat dihindari untuk itu perlu pengelolaan
3. Dampak bisa diperkirakan baik skala
ruang maupun waktu
4. Dampak terkonsentrasi pada satu objek
5. Dampak sangat beragam
6. Semua unsur lingkungan berpengaruh

Strategi pengelolaan:
1. Fokus pada penyebab dampak (penebaran
user, konsentrasi user, tipe penggunaan,
dan lokasi tapak)
2. Fokus pada gejala dampak
Pendekatan pengelolaan
1. Pendekatan langsung (Berfokus langsung
terhadap perilaku)
2. Pendekatan tidak langsung (upaya
mempengaruhi perilaku seperti informasi,
persuasi, manipulasi tapak ddl)
Pertimbangan memilih pendekatan :
1. Kebebasan memilih
2. Subtety
(Kehalusan
cara)
tingkat
kesadaran pengunjung bahwa mereka
dikelola
3. Tempat
dan
waktu
dilakukannya
pengelolaan
Aspek pengelolaan :
1. Pengelolaan pengunjung (Penyebaran
pengunjung,
Pelayanan
informasi,
interpratasi, dan keselamatan pengunjung)
2. Pengelolaan SDA
3. Pengelolaan Pelayanan SDM pengelola
Teknik pengelolaan pengunjung:

PENUTUPAN
KAWASAN

Tahapan perencanaan pengeloalaan :


TUJUAN

INVENTARISASI KONDISI

PEMBATASN
PENGUNJUNG
PENYEBARAN
PENGUNJUNG

EVALUASI

MONITORING

YA

LANJUTKAN PENGELOLAAN

Jika dalam masa monitoring pengelolaan tidak


berjalan baik maka ulangi tahapan

1. Perencanaan regional kawasan


Merupakan penyebaran informasi yang
cukup mengenai kawasan wisata pada
pengunjung
2. Teknik pembatasan
- Zonasi penggunaan rekreasi
- Pembatasan waktu
- Pembatasn ruang

By : Nez_MO A44110062 | RANGKUMAN RAE (KSH 251)

- Kuota dan pembatasan pelayanan


3. Teknik penutupan
- Penutupan sementara
- Penutupan permanen
4. Evaluasi penyebaran pengunjung (analisis
daya dukung)
Teknik pengelolaan SDA
1.
2.
3.
4.

Pengelolaan tapak
Pengelolaan land cover
Pengelolaan vegetasi atas (silvikultur)
Pengelolaan ekosistem alami

Teknik pengelolaan Pelayanan :


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengelolaan Wisata di cagar alam


Pengelolaan suaka magrga satwa
Pengelolaan Taman nasional
Pengelolaan wisata di taman wisata
alam
Pengelolaan wisata taman bur
Pengelolaan di Taan hutan raya
Pengelolaan di kebun raya
Pengelolaan kebun binatang
PERMINTAAN PASAR RAE
By Bu Eva

Demand = sejumlah barang dan jasa yang ingin


dibeli oleh pelanggan dan mampu untuk dibeli
dengan harga tertentu pd satuan waktu tertentu.
Permintaan pasar = potensi pasar untuk destinasi
objek tertentu, yg dinilai dari penilaian
kecenderengan wisata dan profil pengunjung
(demografi, aktifitas, motivasi dan perilaku
pengunjung).
Permintaan potensial = Pengunjung yg siap
bepergian
Permintaan nyata = orang yg nyata sedang
bepergian
Pasar = jual beli antar pembeli (potesial/nyata) pd
suatu produk
Tujuan analisis pasar RAE:

Mengetahui produk wisata manasaja yang


diminati pengunjung
Menjadi landasan perancangan kawasan
wisata

Mempertemukan
kebutuhan dan
kawasan wisata

pengunjung
keinginannya

dengan
terhadap

Demand wisata terbagi atas:


1. Effektif demand = jml orng yg melakukan
wisata
2. Supresend/potensial demand = orng yg tdk
melakukan wisata krn alasan tertentu
3. Tidak ada demand = tdk ada keinginan
seseorang untk berwisata
Pengukuran demand wisata:
1. Statistik volume
2. Statsitik nilai
3. Statistik profil pengunjung
Faktor pendorong wisata (motivasi untk
berwisata) stress, galau, laper mata, laper perut dll
Faktor penarik (yg dpt menarik
pengunjung) objek utama araksi

minat

Yg dpt mempengaruhi demand


1.
2.
3.
4.

Sosial
Teknologi
Ekonomi/pendapatan
Politik

Faktor demand wisata:


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Harga
Polulasi
Kesempatan waku luang
Pendidikan
Tingkat urbanisasi
Pemasaran dan promosi
Perdagangan perjalanan
Destinasi/kawasan

Segmentasi pasar :
1. Segmentasi geografi : dibagi berdasarkan
tempat
2. Segmentasi
sosio-ekonomi
dan
demografi : dibagi berdasarkan usia, jenis
kelamin , pendidikan, dll
3. Segmenasi psikografi : dibagi berdasarkan
kelompok sosial co: kaum sosialita, kaum
metropolis, dll
4. Segmentasi perilaku : gaya hidup, dan
kebiasaan setempat local wisdom

By : Nez_MO A44110062 | RANGKUMAN RAE (KSH 251)

By : Nez_MO A44110062 | RANGKUMAN RAE (KSH 251)