Anda di halaman 1dari 76

LAPORAN KASUS

DR. Hj. ROITO ELMINA G H ,


Sp A
Disusun oleh :
Afridayanti 2009730065

IDENTITAS PASIEN
Nama lengkap

: An. I

Tempat/tanggal lahir: Jakarta, 14 Mei 2015


Usia

: 8 bulan 14 hari

Jenis Kelamin : Laki-laki


Nama Ayah

: M. Yusuf

Pekerjaan Ayah

: Kurir

Usia Ayah : 25 tahun


Pendidikan

: SMA

Nama Ibu : Agustina Yusanti


Pekerjaan Ibu : Ibu RT
Usia Ibu

: 23 tahun

Pendidikan

: SMA

Alamat

: Jl. Kp. Jembatan No 30 J RT 003 RW 001 Kel. Penggilan Kec.

Cakung
Masuk RS Tanggal

: 28 Januari 2015 Pukul 10.00 WIB

ANAMNESIS (Alloanamnesis oleh ibu kandung pasien) 28


Januari 2015 Pukul 18.15 WIB
KELUHAN UTAMA
Kejang 2 hari sebelum masuk rumah sakit.
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
2 hari sebelum masuk rumah sakit pasien kejang. Pasien kejang 1 kali
selama 1 menit, kejang kelojotan seluruh tubuh, dan setelah kejang
pasien menangis, kejang yang sekarang merupakan kejang yang
pertama kali. Kejang disertai demam.

1 hari sebelum masuk rumah sakit demam naik turun, demam


diukur saat dirumah 38,60C 39,80C. Demam timbul terutama
malam hari, kemudian pasien diberi obat penurun panas melalui
anus dan demam turun 37,50C dan 1 jam kemudian panas naik
lagi menjadi 37,80C. Batuk (+) berdahak, kadang mengeluarkan
lendir berwarna bening dan pilek. Buang air kecil lancar, berwarna
kuning bening. Buang air besar lancar dengan konsistensi lunak
berwarna kuning. Nafsu makan menjadi menurun.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU


Pasien tidak pernah mengalami hal yang sama seperti ini
sebelumnya.
Riwayat penyakit asma dan TB paru disangkal.
RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA YANG DITURUNKAN
Tidak ada yang mengalami hal yang sama seperti ini di
keluarga.
Riwayat penyakit asma dan TB paru pada keluarga
disangkal.
RIWAYAT PSIKOSOSIAL
Pasien merupakan anak tunggal. Pasien tinggal dalam 1 rumah
bersama ibu dan ayah

serta nenek dan kakeknya. Pasien tidur

bersama ayah dan ibunya dengan ventilasi yang cukup baik. Pasien
mandi dalam 1 hari 2-3 kali. Pasien tidur siang 2-3 jam sehari.

RIWAYAT PENGOBATAN
Ibu pasien mengatakan sudah berobat ke klinik dekat rumah
dan diberi obat penurun panas Tempra sirup yang diminum 2 kali
sehari sedian 1 botol sirup 80 / 5 ml dan diminum dan puyer 2 kali
sehari tapi tidak ada perubahan.
RIWAYAT KEHAMILAN DAN PERSALINAN
Ibu pasien rutin kontrol kehamilan ke dokter kandungan. Dan
tidak ada penyulit saat kehamilan. Pasien lahir sectio sesarea
dengan indikasi KPD hamil 35 minggu di RS, spontan menangis
dengan BBL 3500 gram dan panjang 48 cm.

Usia
(Bulan)

Perkembangan Fisik dan Mental


Bisa tersenyum saat melihat wajah orang

0 3 bulan

Belajar mengangkat kepala


Mengoceh a a a
Mengangkat kepala tegak (90 derajat) dan
mengangkat dada

4 6 bulan

Menoleh ke arah bunyi-bunyian


Menaruh benda-benda dimulut
Tertawa bila diajak bermain.
Sekarang pasien sudah dapat tengkurap
Berbalik sendiri

Saat ini

Duduk tanpa dibantu


Memindahkan benda dari 1 tangan ke tangan

0 4 bulan

4 6 bulan
Susu formula 4 5 kali
sebanyak 100 cc
Bubur susu beras merah 10
gram, susu 100 ml, pisang
ambon 60 gram (Total energi

ASI Eksklusif

112 kalori, protein 1.8 gram,


lemak 4.0 gram, karbohidrat
17,1 gram) diberikan 2 kali
sehari sebanyak mangkuk
bayi.
Pepaya 1-2 kali (100 gram =
39 kalori)

Sampai saat ini


Susu formula
Bubur tim nasi
ayam 80 gram nasi
aron, 100 gram
wortel, 50 gram
tomat, 50 gram
daging ayam, 1 butir
kuning telur (total
kalori 235 kalori)
diberikan 3 kali
sehari sebanyak
mangkuk bayi.
Pisang (146 kalori)

Bahan makanan

Energi

Pagi

Bubur tim nasi ayam 80 gram


nasi aron, 100 gram wortel, 50
gram tomat, 50 gram daging
ayam, 1 butir kuning telur

235 kalori

Selingan

Susu formula 100 cc

62, 5 kalori

Siang
Bubur tim nasi ayam 80 gram
menjelang
nasi aron, 100 gram wortel, 50
sore
gram tomat, 50 gram daging
ayam, 1 butir kuning telur

235 kalori

Selingan

Pepaya 100 gram

Malam

Bubur tim nasi ayam 80 gram


nasi aron, 100 gram wortel, 50
gram tomat, 50 gram daging
ayam, 1 butir kuning telur

235 kalori

Selingan

Susu formula 100 cc

62, 5 kalori

Total

36 kalori

866 kalori

RIWAYAT
IMUNISASI
Jenis Vaksin

Umur Pemberian Vaksin (BULAN)


0

Hepatitis B

Polio

BCG

DPT

Hib

Rotavirus

Influenza

Campak

Tifoid

Hepatitis A

Varisela

HPV

PEMERIKSAAN FISIK (tanggal 28 Januari 2015


pukul 18.15 WIB)

Keadaan Umum : Tampak sakit sedang


Kesadaran

: Composmentis

Tanda Vital :
Tekanan Darah
Nadi

: 128 x/ menit, regular, kuat angkat.

Pernapasan
Suhu

: tidak diukur

: 36 x / menit.

: 36,90C.

Status Gizi
Data antropometri
Berat badan

: 9,3 kg

Panjang badan: 69 cm
LLA

: 13 cm

Lingkar kepala : 43 cm (Nellhause)


BB/U = 9,3/8,8 x 100%

= 105 %

TB/U = 69/70 x 100% = 98 %


BB/TB

= 9,3/8,6 x 100% = 108 %

Keterangan Gizi baik


*Sumber NCHS 2000

PEMERIKSAAN FISIK
KEPALA
Bentuk

: Normocephali

Rambut

: Rambut hitam, tidak mudah rontok, distribusi merata.

Mata

: Pupil bulat, isokor, reflex cahaya +/+, konjungtiva tidak

hiperemis,

sklera tidak ikterik.

Telinga

: Normotia, liang telinga lapang/lapang, serumen -/-.

Hidung

: Normonasi, lapang/lapang, sekret -/-.

Mulut

: Mukosa bibir basah, sianosis (-), lidah tidak kotor & tidak

kering,
LEHER

Tonsil T1-T1.
:

KGB tidak teraba membesar

THORAKS
PARU
Inspeksi

: Pergerakan dinding dada simetris, tidak ada bagian

dada yang

tertinggal saat bernapas.

Palpasi

: Vokal fremitus simetris kanan = kiri

Perkusi

: Sonor kanan = kiri

Auskultasi : Vesikuler, ronkhi -/-, wheezing -/JANTUNG


Inspeksi

: Ictus cordis tidak terlihat

Palpasi

: Ictus cordis teraba di ICS IV Linea midclavicularis sinistra

Perkusi

: Batas jantung kiri atas ICS II Linea midclavicularis sinistra


Batas jantung kanan ICS IV Linea parasternal dextra
Batas jantung kiri bawah 1 jari medial LMCS ICS IV

Auskultasi : BJ I dan II murni regular, gallop tidak ada, murmur tidak ada

ABDOMEN
Inspeksi

: Perut tampak datar .

Auskultasi : Bising usus (+) 8x/menit.


Palpasi

: Supel, nyeri tekan (-), hepar & lien tidak teraba membesar.

Perkusi

: Timpani di 4 kuadran abdomen, nyeri ketok (-).

GENITALIA
Laki-laki, tidak ada kelainan (A1P1G1)
Anorektal tidak ada kelainan
EKSTREMITAS
ATAS

: Akral hangat, sianosis -, RCT < 2 detik, tugor kembali cepat.

BAWAH : Akral hangat, sianosis -, RCT < 2 detik, tugor kembali cepat.

Gerakan
Tonus
Trof
Sensibili
tas

LENGAN
KANAN
KIRI
Baik
Baik
Kuat
Kuat
Eutrof
Eutrof
Baik

Baik

TUNGKAI
KANAN
KIRI
Baik
Baik
Kuat
Kuat
Eutrof
Eutrof
Baik

Tanda Rangsang
Meningeal
Kaku Kuduk
Brudzinski I
Brudzinski II
Kernig

Baik

LENGAN
KANAN
KIRI
Refleks Fisiologis
Biceps

Triceps

Patela
+
+
Achilles
+
+
Refleks patologis
Babinski
Oppeinhei
m
Scaffer
Chaddok
Gordon
Klonus

TUNGKAI
KANAN
KIRI
+
+

+
+

PEMERIKSAAN PENUNJANG Tanggal 28 Januari 2015 Pukul 05.00


TEST

RESULTS

UNITS

REF.RANGES

HEMATOLOGY
Routine Hematology
Haemoglobin

11.6

mg/dL

10.5 13.5

Leukocyte

10.8

10^3 uL

5.0 13.0

Hematocrytes

34

36 44

Thrombocyte

154

10^3 uL

200 475

Diff Count
Basofl
Eosinophyl

0.4
0.0

%
%

0.0 1.0
1.0 3.0

Neutrofl

42.4

37.0 72.0

Lymphocyte

40.2

25.0 50.0

Monocyte
ELECTROLYTE

17.0

1.0 6.0

Natrium

139

mmol/L

129 143

Kalium

4.37

mmol/L

3.60 5.80

Chloride

110

mmol/L

93 112

CHEMISTRY

Glucose Random

101

mg/dL

33 111

Tanggal 28 Januari 2015 Pukul


16.52
TEST

RESULTS

HEMATOLOGY
Routine Hematology
Haemoglobin
11.1
Leukocyte

7.0

Hematocrytes

34

Thrombocyte

135

UNITS

mg/dL
10^3
uL
%
10^3

Tanggal 28 JanuariuL2015
Pukul 23.56

TEST
HEMATOLOGY
Routine Hematology
Haemoglobin
Leukocyte
Hematocrytes
Thrombocyte

RESULTS

10.7
6.5
32
116

UNITS

mg/dL
10^3 uL
%
10^3 uL

REF.RANGE
S
10.5 13.5
5.0 13.0
36 44
200 475

REF.RANGE
S

10.5 13.5
5.0 13.0
36 44
200 475

DIAGNOSIS KERJA
1.
2.
3.
4.

Kejang demam sederhana


ISPA
Suspek Demam Berdarah Dengue
Imunisasi (PPI) belum lengkap dengan
anjuran Imunisasi sesuai IDAI
5. Pertumbuhan dan perkembangan sesuai
dengan usia

ANALISA
KASUS
Kejang adalah bangkitan kejang yang
terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu
rectal diatas 38o C ) yang disebabkan
oleh suatu proses ekstrakranium
Pad
KD
a
Lama
Pasien kejang 1
S
pasi
kejang < 15
kali selama 1
en
menit
menit
Kejang umum
Tidak
berulang
dalam waktu
Tidak
24 jamada
keluhan
neurologi
pasca kejang

Kejang kelojotan
seluruh tubuh
Setelah kejang
pasien menangis
Kejang yang
sekarang
merupakan
kejang yang
pertama kali
Kejang disertai
demam 38,60C
39,80C.

TATA
LAKSANA

Pengobatan Fase Akut


Baringkan miring untuk mencegah aspirasi
Pertahankan jalan napas baik
Perhatikan tanda vital
Turunkan suhu dengan pemberian
antipiuretik
Pemberian diazepam intravena / intrarektal

Mencari dan mengobati


penyebab
Pengobatan proflaksis
Edukasi orangtua

TATA
LAKSANA I

Resusitasi

Airway : Bebaskan jalan napas,


posisi, suction
Breathing : Berikan O2 100%
Circulation: monitor nadi dan
tekanan darah, EKG
Investigasi:
Cek gula darah
segera, koreksi
menentukan
Dextrose bila hipoglikemia
etiologi
Anamnesis dan pemeriksaan
neurologis
Glukosa: Na, K, Ca, Mg, DPL
(jika ada indikasi)

TATA
LAKSANA II

Diazepam :0.3-0.5 mg/kg/hr IV, IO


Rektal: 5-10 kg (5mg), > 10 kg (10
mg)
5 menit, kejang tidak
Kejang berhenti:
berhenti:
Th/ rumatan tergantung
Diazepam :0.3-0.5 mg/kg/hr IV,
etiologi
IO
Rektal: 5-10 kg (5mg), > 10 kg
(10 mg)
5 menit ,kejang tidak
Kejang berhenti:
berhenti:
- Th/ rumatan tergantung
Fenitoin: 15-20 mg/kg IV
etiologi
(20-30 menit)

Kejang berhenti:
Rumatan fenitoin 5-7
mg/kg/hr dibagi 2 dosis

Kejang berhenti:
Rumatan fenobarbital 3-5
mg/kg/hari dibagi 2 dosis

Kejang tidak berhenti:


Status epileptikus
Fenobarbital: 10-20 mg/kg IV
10 menit, kejang tidak
berhenti:
Status epileptikus refrakter
Masuk ICU

KDS

KDK

Analisa masalah
Demam berdarah dengue adalah penyakit yang
ditandai dengan demam tinggi mendadak tanpa
sebab yang jelas dan berlangsung terus menerus
selama
2-7
hari
dan
terdapat
manifestasi
perdarahan.
Pedoman Pengobatan Dasar, DEPKES RI

Kriteria WHO tahun 1997


DF/DHF

Degre
e

DF

Symptom
Fever with 2/> sign: cepalgia,retroorbital pain, myalgia, artralgia

Laboratory
Leucopenia,
Trobositopenia, not
found leakage of
plasma

DHF

All symptom above plus Rumple leede Trombositopenia


(+)
(<100.000/l),
leakage of plasma (+)

DHF

II

All symptom above plus plus


spontaneous bleeding

Trombositopenia
(<100.000/?l),
leakage of plasma
(+)

DHF

III

All symptom above plus circulation


failure (Cold skin, humid and nervous.

Trombositopenia
(<100.000/?l), leakage
of plasma (+)

DHF

IV

severe shock with Blood Pressure and


pulse not measured

Trombositopenia
(<100.000/?l), leakage
of plasma (+)

TINJAUAN
PUSTAKA

Defnisi

Cetusan aktivitas

KEJANG

listrikabnormal
yang terjadi
secara mendadak

Gerakan

dan bersifat

mendadak dan

sementara di

serentak otot-otot

antara saraf-saraf

yang tidak bisa

diotak yang tidak


dapat

Seizur
e

Konvuls
i

dikendalikan

dikendalikan.
Referensi:
Tumbelaka,Alan R.,Trihono, Partini P.,Kurniati,Nia.,Putro Widodo,Dwi.
Penanganan Demam Pada Anak Secara Profesional: Pendidikan
Kedokteran
Berkelanjutan
Ilmu
Kesehatan
Anak
XLVII.Cetakan
pertama,FKUI-RSCM.Jakara,2005

Defnisi

KEJANG DEMAM

Adalah bangkitan kejang yang


terjadi pada kenaikan suhu tubuh
(suhu rectal diatas 38o C ) yang
disebabkan oleh suatu proses
ekstrakranium
Referensi:
Tumbelaka,Alan R.,Trihono, Partini P.,Kurniati,Nia.,Putro Widodo,Dwi.
Penanganan Demam Pada Anak Secara Profesional: Pendidikan
Kedokteran Berkelanjutan Ilmu Kesehatan Anak XLVII.Cetakan
pertama,FKUI-RSCM.Jakara,2005
Pudjiadi, Antonius H, dkk, Pedoman Pelayan Medis, Ikatan Dokter Anak
Indonesia: Kejang Demam, jilid 1, hlm. 150-153, Ikatan Dokter Anak

EPIDEMIOLOGI
1 dari setiap 25 anak pernah
mengalami kejang demam
1/3 darinya, kejang demam lebih dari
1 kali
terjadi pada 2-5% anak dengan umur
antara 6 bulan - 5 tahun
Insidensi tertinggi pada umur 18
bulan

TIPE KEJANG

Parsial

Generalisata

- Kejang Absence ( petitmal )


- Kejang Tonik-klonik
(grandmal)
- Kejang Mioklonik
- Kejang Atonik
- Kejang Klonik
- kejang Tonik

KLASIFIKASI
KEJANG DEMAM
KD
S
15 menit

Lama kejang <

KD
K

Lama kejang > 15 menit

Kejang umum

Kejang fokal / sebelah tubuh

Tidak berulang dalam


waktu 24 jam

Berulang dalam waktu 24


jam

Tidak ada keluhan


neurologi pasca kejang

Ada kelaian neurologis


sebelum dan pasca kejang

FAKTOR RISIKO
Demam

Terdapat faktor riwayat kejang demam dalam


keluarga

Anak dengan perkembangan yang terlambat


Anak dengan problem pada masa neonatus

Penyebab demam
Tonsilitis dan/atau
faringitis

E
T
I
O
L
O
G
I

Jumlah penderita
100
91

Otitis media akut (radang


liang telinga tengah)

22

Enteritis/gastroenteritis
(radang saluran cerna)

44

Enteritis/gastroenteritis

17

disertai dehidrasi

38

Bronkitis (radang saiuran


nafas)

12

Bronkopeneumonia

(radang paru dan saluran

nafas)
Morbili (campak)
Varisela (cacar air)

66

PATOFISIOLOGI

PEMERIKSAAN dan DIAGNOSIS


Anamnesis
Kejang jenis kejang, kesadaran, lama kejang,
frekuensi dalam 24 jam, interval, keadaan anak pasca
kejang
Suhu sebelum dan saat kejang
penyebab demam di luar infeksi SSP
Riwayat perkembangan, riwayat kejang demam dalam
keluarga
Singkirkan penyebab yang lain

Pemeriksaan fsik
Kesadaran
Tanda rangsang
meningeal
Pemeriksaan nervus
kranial
Tanda peningkatan TIK
Tanda infeksi di luar
SSP
Tanda infeksi di luar
SSP

Pemeriksaan Penunjang
DPL, gula darah,
elektrolit, urinalisis
Pemeriksaan cairan
serebrospinal
Elektroensefalograf
(EEG)
Pencitraan (CT-Scan
atau MRI kepala)

PUNGSI LUMBAL
Bayi usia < 12 bulan

: sangat

dianjurkan
Bayi usia 12-18 bulan : dianjurkan
Bayi usia > 18 bulan: tidak rutin
dilakukan
Referensi:
Pudjiadi, Antonius H, dkk, Pedoman Pelayan Medis, Ikatan Dokter
Anak Indonesia: Kejang Demam, jilid 1, hlm. 150-153, Ikatan Dokter
Anak Indonesia: Jakarta 2010

1. Umur anak ketika kejang antara 6


Diagnosis Kejang Demam Sederhana
bulan - 6 tahun
FKUI-RSCM:

2. Kejang berlangsung hanya sebentar


saja, tak lebih dari 15 menit.
3. Kejang bersifat umum
4. Frekuensi kejang bangkitan

dalam 1

tahun tidak > 4 kali


5. Kejang timbul dalam 16 jam pertama
setelah timbulnya demam
6. Pemeriksaan

saraf

sebelum

dan

sesudah kejang normal


7. Pemeriksaan yang dibuat sedikitnya

DIAGNOSIS BANDING
Epilepsi
Meningitis
Encefalitis

TATA
LAKSANA

Pengobatan Fase Akut


Baringkan miring untuk mencegah aspirasi
Pertahankan jalan napas baik
Perhatikan tanda vital
Turunkan suhu dengan pemberian
antipiuretik
Pemberian diazepam intravena / intrarektal

Mencari dan mengobati


penyebab
Pengobatan proflaksis
Edukasi orangtua

TATA
LAKSANA I

Resusitasi

Airway : Bebaskan jalan napas,


posisi, suction
Breathing : Berikan O2 100%
Circulation: monitor nadi dan
tekanan darah, EKG
Investigasi:
Cek gula darah
segera, koreksi
menentukan
Dextrose bila hipoglikemia
etiologi
Anamnesis dan pemeriksaan
neurologis
Glukosa: Na, K, Ca, Mg, DPL
(jika ada indikasi)

TATA
LAKSANA II

Diazepam :0.3-0.5 mg/kg/hr IV, IO


Rektal: 5-10 kg (5mg), > 10 kg (10
mg)
5 menit, kejang tidak
Kejang berhenti:
berhenti:
Th/ rumatan tergantung
Diazepam :0.3-0.5 mg/kg/hr IV,
etiologi
IO
Rektal: 5-10 kg (5mg), > 10 kg
(10 mg)
5 menit ,kejang tidak
Kejang berhenti:
berhenti:
- Th/ rumatan tergantung
Fenitoin: 15-20 mg/kg IV
etiologi
(20-30 menit)

Kejang berhenti:
Rumatan fenitoin 5-7
mg/kg/hr dibagi 2 dosis

Kejang berhenti:
Rumatan fenobarbital 3-5
mg/kg/hari dibagi 2 dosis

Kejang tidak berhenti:


Status epileptikus
Fenobarbital: 10-20 mg/kg IV
10 menit, kejang tidak
berhenti:
Status epileptikus refrakter
Masuk ICU

KDS

KDK

ICU

Tambahkan fenobarbital 1015 mg/kg IV


atau
Midazolam bolus 0.15 mg/kg
dilanjutkan
2 g/kg/menit infus drip

Masih kejang:
Kejang (-) dalam 24
jam:
turunkan midazolam 1
g/kg/menit tiap 15
menit

- Naikkan dosis 2
g/kg/menit selama 5
menit sampai dosis max
24 g/kg/menit
- Bolus midazolam 0.15

PROGNOSIS
Dengan penanggulangan
yang tepat dan cepat,
prognosisnya baik dan tidak
menyebabkan kematian.

Referensi
1. Tumbelaka,Alan R.,Trihono, Partini P.,Kurniati,Nia.,Putro Widodo,Dwi.
Penanganan Demam Pada Anak Secara Profesional: Pendidikan Kedokteran
Berkelanjutan Ilmu Kesehatan Anak XLVII.Cetakan pertama,FKUIRSCM.Jakara,2005
2. Lumbantobing,S.M:Kejang Demam.Balai Penerbit FKUI,Jakarta,2007
3. Asril Aminulah, Prof Bambang Madiyono. Hot Topic In Pediaeric II : Kejang Pada
Anak. Cetakan ke2. Balai Penerbit FKUI. Jakarta 2002.
4.Behrman, Richard E., Robert M. Kliegman., Hal B. Jenson. Nelson Ilmu Kesehatan
Anak : Kejang Demam. 18 edition. EGC, Jakarta 2007.
5.Fleisher, Gary R, M.D., Stephen Ludwig, M.G. Text Book Of Pediatric Emergency
Medicine : Seizures. Williams & Wilkins Baltimore. London
6.Mansjoer, Arif., Suprohaita, Wahyu Ika Wardhani, Wiwiek Setyowulan. Kapita
Selekta Kedokteran : Kejang Demam. Edisi ke 3 Jilid 2. Media Aesculapius
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta 2000.
7.Gary R. Fleisher, Stephen Ludwig. Textbook of Pediatric Emergency Medicine 4th
edition (January 15, 2000).Seizures. Lippincott, Williams & Wilkins,USA,2000
8. Pudjiadi, Antonius H, dkk, Pedoman Pelayan Medis, Ikatan Dokter Anak
Indonesia: Kejang Demam, jilid 1, hlm. 150-153, Ikatan Dokter Anak Indonesia:
Jakarta 2010
9. Kejang Demam,Guideline
http://www.sehatgroup.web.id/artikel/1089.asp?FNM=10899.
10. Acute Management of Infants and Children with Seizures. December 2004

DEMAM BERDARAH DENGUE

DEFINISI
Demam berdarah (DB) adalah penyakit demam
akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang
masuk ke peredaran manusia melalui gigitan
nyamur dari genus Aedes, misalnya Aedes
aegypti atau Aedes albopictus.[1]

Dalam pengertian lain, Demam Berdarah


Dengue (DBD) adalah suatu penyakit infeksi
virus yang berat dan berpotensi mematikan
yang disebarkan oleh spesies nyamuk tertentu
dalam hal ini nyamuk Aedes aegypti.[9]

Demam berdarah dengue adalah penyakit yang


ditandai dengan demam tinggi mendadak tanpa
sebab yang jelas dan berlangsung terus menerus
selama
2-7
hari
dan
terdapat
manifestasi
perdarahan.
Pedoman Pengobatan Dasar, DEPKES RI

EPIDEMIOLOGI
Menurut WHO, dengue adalah penyakit virus yang paling umum
ditularkan oleh nyamuk ke manusia, yang dalam beberapa tahun
terakhir telah menjadi masalah kesehatan utama masyarakat
Di
Indonesia pengaruh
musim
terhadap
DBDorang
tidak begitu
jelas,
namun
internasional.
Secara
global,
2.5 miliar
tinggal
didaerah
secara garis besar jumlah kasus meningkat antara September sampai
[3]
dimana
virus dengue
dapat ditransmisikan.
Penyebaran
geografs
Februari
dengan mencapai
puncaknya pada
bulan Januari.

antara vektor nyamuk dan virus telah menyebabkan epidemi


demam berdarah secara global dan kedaruratan demam berdarah
dengue dalam 25 tahun terakhir dengan perkembangan
hiperendemisitas di pusat-pusat perkotaan daerah tropis. [9]

ETIOLOGI
Infeksi yang disebabkan oleh genus Flavivirus, famili Flaviviridae,
yang mempunyai 4 jenis serotip yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan
DEN-4, melalui perantara nyamuk Aedes aegypti atau Aedes
albopictus.[3] Keempat serotipe dengue terdapat di Indonesia, DEN-3
merupakan serotipe dominan dan banyak berhubungan dengan
kasus berat, diikuti serotipe DEN-2.[3]
Virus dengue dapat masuk ke tubuh manusia melalui gigitan
vektor pembawanya, yaitu nyamuk dari genus Aedes aegypti
betina dan Aedes albopictus.[2] Aedes aegypti adalah vektor
yang paling banyak ditemukan menyebabkan penyakit ini. [2]
Sesudah masa inkubasi virus didalam nyamuk selama 8-10
hari, nyamuk yang terinfeksi dapat mentransmisikan virus
dengue tersebut ke manusia sehat yang digigitnya.[2]

Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor penyebab demam


berdarah. Virus ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk
betina yang terinfeksi. Setelah masa inkubasi virus selama 4-10
hari, nyamuk yang terinfeksi mampu menularkan virus selama sisa
hidupnya. Manusia yang terinfeksi adalah pembawa utama dan
pengganda dari virus. DBD bisa dikatakan penyakit menular
dimana pasien yang telah terinfeksi virus dengue dapat
menularkan infeksi (selama 4-5 hari, maksimum 12 hari) melalui
nyamuk Aedes setelah gejala pertama mereka muncul. [9]

PATOGENESIS
Virus Dengue

Merangsang PGE2
hipotalamus
Termo
regulasi
instabil

Menimbulkan
viremia
Melepaskan zatzat anaflaktosin
permeabilitas
dinding
pem.darah
Hipovolem
ia

Hipoksia
jaringan

Kebocoran
Plasma

Pengaktifan
complement
Kompleks
antigen
antibodi

Agregasi
trombosit
Trombositopeni
a

TANDA DAN
GEJALA

GEJALA KLINIS DEMAM DENGUE DAN DEMAM BERDARAH DENGUE


Demam Dengue
Gejala Klinis
Demam Berdarah
(DD)
Dengue (DBD)

angan :

++
+++
+
++
++
++
+
+
++
+
0
0
+
++++
0
++
+
++
0

Nyeri kepala
Muntah
Mual
Nyeri otot
Ruam kulit
Diare
Batuk
Pilek
Limfadenopati
Kejang
Kesadaran menurun
Obstipasi
Uji tourniquet positif
Petekie
Perdarahan saluran cerna

+
++
+
+
+
+
+
+
+
+
++
+
++
+++
+

Hepatomegali
+++
Nyeri perut
+++
Trombositopenia
++++
Syok
+++
(+): 25%, (++): 50%, (+++): 75%, (++++): 100%

Buku Ajar Infeksi & Tropis, Edisi Kedua, Ikatan Dokter Anak Indonesia 2

TANDA DAN
Kriteria Klinis
GEJALA
Demam tinggi
mendadak, tanpa sebab yang jelas,
berlangsung terus-menerus
selama 2-7 hari.[3]
Terdapat manifestasi perdarahan, termasuk uji bendung
positif, petekie, ekimosis
epistaksis, perdarahan gusi, hematemesis, dan/melena.[3]
Pembesaran hati.[3]
Syok, ditandai nadi cepat dan lemah serta penurunan tekanan
nadi, hipotensi,

Demam merupakan tanda utama, terjadi mendadak tinggi,


kaki dan tangan dingin,
kulit lembab
dan[7]pasien tampak
selama
2 7 hari.
[3]
lesu, tidak mau makan, dan muntah.[7]
gelisah.Disertai
Pada anak besar dapat mengeluh nyeri kepala, nyeri otot, dan
nyeri perut.[7]
Diare kadang-kadang dapat ditemukan.[7]
Perdarahan paling sering dijumpai adalah perdarahan kulit
dan mimisan.[7]

DIAGNOSIS
DIAGNOSIS DEMAM

PEMERIKSAAN FISIK
Adanya pembesaran hari

Demam atau riwayat demam mendadak tinggi selama 2 7


hari.[8]
Manifestasi perdarahan (sekurang-kurangnya uji bendung
positif).[8]
Pembesaran hati.[8]
Tanda-tanda gangguan sirkulasi.[8]
Peningkatan nilai hematokrit, trombositopenia dan leukopenia.

(hepatomegali)
[8]

Ruam-ruam kulit

Ada riwayat keluarga atauANAMNESIS


tetangga sekitar menderita atau
tersangka DBD.[8]
Anamnesis
Demam merupakan tanda utama, terjadi mendadak tinggi,
selama 2 7 hari.[7]
Disertai lesu, tidak mau makan, dan muntah. [7]
Pada anak besar dapat mengeluh nyeri kepala, nyeri otot, dan
nyeri perut.[7]
Diare kadang-kadang dapat ditemukan.[7]
Perdarahan paling sering dijumpai adalah perdarahan kulit dan

Mata memerah

Tenggorokan memerah

Pembengkakan kelenjar
Nadi lemah

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Pemeriksaan gas darah
Pemeriksaan koagulasi darah
Elektrolisis
Hitung hematokrit
Enzim hati
Jumlah platelet
Pemeriksaan serologis
Tes Tourniquet
X-Ray dada yang kemungkinan adanya
efusi pleura.[9]

DBD DERAJAT I ATAU II TANPA PENINGKATAN


HEMATOKRIT
Gejala klinis :Demam 2 7 hari, uji
tourniquet (+) atau perdarahan
spontan
Lab: Hematokrit tidak meningkat
trombositopenia (ringan)
Pasien masih dapat minum
Beri minum banyak 1-2 liter/hari atau 1 sendok
makan tiap 5 menit. Jenis minuman : air putih,
teh manis, sirup, jus buah, susu, oralit.
Bila suhu > 38,50C beri parasetamol, bila
kejang beri antikonvulsif

Monitor gejala klinis


dan laboratorium
Perhatikan tanda syok,
palpasi setiap hari. Ukur
diuresis setiap hari, awasi
perdarahan.
Periksa Hb, Ht, trombosit
tiap 6 -12 jam
Perbaikan klinis
dan laboratoris
Pasien boleh

Pasien tidak dapat minum,


muntah terus menerus

Pasang infus Nacl 0,9% :


dextrosa 5% (1:3), tetesan
Rumatan sesuai BB. Periksa Hb,
Ht, trombosit tiap 6-12 jam
Ht naik dan atau trombosit
turun

Infus diganti ringer laktat


(tetesan disesuaikan)

Buku Ajar Infeksi & Tropis, Edisi Kedua, Ikatan Dokter Anak Indonesia 2

DBD DERAJAT III DAN IV


1. Oksigenisasi (berikan 02 2-4 L/menit
2. Penggantian volume plasma segera (cairan kristaloid
isotonis)
Ringer Laktat/NaCl 0,9%
20 ml/kgBB/ secepatnya (bolus dalam 30 menit)

Evaluasi 30 menit, apakah syok teratasi?


pantau tanda vital tiap 10 menit
catat balans cairan selama pemberian cairan
intravena

Syok teratasi

Kesadaran membaik
Nadi teraba kuat
Tekanan nadi >20mmHg
Tidak sesak napas/sianosis
Ekstremitas hangat
Diuresis cukup 1
ml/kgBB/jam

Syok tidak
teratasi

Kesadaran menurun
Nadi lembut/tidak
teraba
Tekanan nadi
<20mmHg
Distress
pernapasan/sianosis
Kulit dingin dan lembab

Cairan dan tetesan


disesuaikan
10 ml/kgBB/jam
Evaluasi
ketat
Tanda vital
Tanda perdarahan
Diuresis
Hb, Ht, trombosit
Stabil dalam 24 jam/
Ht <40
Tetesan 5 ml/kgBB/jam

Lanjutkan cairan
20 ml/kgBB/jam
Tambahkan
koloid/plasma
Dekstran
10-20 (max
30)ml/kgBB/jam
Koreksi asidosis
Evaluasi 1 jam

Syok belum
teratasi

Syok
teratasi
Tetesan 3 ml/kgBB/jam

Infus stop tidak


melebihi 48 jam

Ht turun

Ht tetap
tinggi/naik

Transfusi darah
Koloid 20
segar10
ml/kgBB/ja
ml/kgBB/jam
m
Diulang sesuai
kebutuhan
Buku Ajar Infeksi & Tropis, Edisi Kedua, Ikatan Dokter Anak Indonesia 2

PENCEGAHAN
Pencegahan demam berdarah dapat
Lingkung
an

dilakukan dengan
mengendalikan vektor nyamuk, antara lain dengan
menguras bak mandi / penampungan air sekurangkurangnya sekali seminggu, mengganti / menguras vas
bunga dan tempat minum burung seminggu sekali,
menutup dengan rapat tempat penampungan air,
mengubur kaleng-kaleng bekas, aki bekas dan ban
bekas di sekitar rumah, dan perbaiki desain rumah.[1]

Secara biologis, vektor nyamuk pembawa virus dengue

Biologis

dapat dikontrol dengan menggunakan ikan pemakan jentik


dan bakteri.[1]

Kimiawi

Pengasapan (fogging) dapat membunuh nyamuk


dewasa, sedangkan pemberian bubuk abate pada
tempat-tempat penampungan air dapat membunuh jentikjentik nyamuk. Selain itu dapat juga digunakan larvasida. [1]
Selain itu oleh karena nyamuk Aedes aktif di siang hari
beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan
adalah menggunakan senyawa anti nyamuk yang
mengandung DEET, pikaridin, atau minyak lemon
eucalyptus, serta gunakan pakain tertutup untuk dapat
melindungi tubuh dari gigitan nyamuk bila sedang
beraktivitas di luar rumah.[4] Selain itu, segeralah berobat
bila muncul gejala-gejala penyakit demam berdarah
sebelum berkembang menjadi semakin parah.[4]

DAFTAR PUSTAKA
1.

(Indonesia) Kristina, Isminah, Wulandari L (2004) Demam Berdarah Dengue Litbang


Depkes

2.

http://www.litbang.depkes.go.id/maskes/052004/demamberdarah1.htm. Diaskes pada


10 Agustus 2011.

3.

(Inggris) World Health Organization (2009) Dengue and Dengue Haemorrhagic


Fever World Health Organization

4.

http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs117/en/

5.

Sumarmo S, Herry Garna, Sri Rezeki S, penyunting. Buku Ajar Infeksi & Pediatri Tropis.
Edisi kedua. Ikatan Dokter Anak Indonesia : Jakarta ; 2008

6.

(Inggris) Gubler DJ. 2006. Dengue/denuge haemorrhagic fever: story and currrent
status. Novartis Found Symp. 277 : 3 16.

7.

(Inggris) Dengue Fever Test and Diagnosis. Diakses 10 Agustus 2011.


http://www.mayoclinic.com/health/dengue-fever/DS01028/DSECTION=tests-and-diagn

osis
8.
World Health Organization. Pedoman Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit;
Alihbahasa, Tim Adaptasi