Anda di halaman 1dari 18

18

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setiap perusahaan selalu berusaha meningkatkan
kualitas pekerjaan yang ada dan memperluas lapangan kerja
untuk menampung tenaga kerja yang terus bertambah serta
perusahaan selalu menginginkan tidak terjadinya kecelakaan
kerja. yang lebih fatal adalah timbulnya kecelakaan kerja baik
operator peralatan itu sendiri maupun masyarakat di sekitar
perusahaan.
Inspeksi merupakan salah satu alat kontrol manajemen
yang bersifat klasik, tetapi masih sangat relevan dan secara luas
sudah banyak diterapkan dalam upaya menemukan masalah
yang dihadapi dilapangan, termasuk untuk memperkirakan
besarnya resiko. Kegiatan inspeksi merupakan salah satu upaya
yang bersifat proactive bertujuan untuk memastikan apakah
fasilitas kerja yang ada dilapangan telah dikelola dengan baik
(well-managed). Dengan inspeksi, kita akan memperoleh
umpan-balik yang sangat berharga bagi manajemen dalam
merencakan tindakan perbaikan. Bukan hanya inspeksi yang
dibutuhkan disebuah perusahaan namun audit juga berperan
penting yakni melakukan evaluasi terhadap efektifitas program
yang dijalankan perusahaan serta merupakan agen dari kegiatan
manajemen. Dari uraian diatas maka penulis pada kesempatan
ini ingin membahas tentang Sistem Audit dan Inspeksi Program
K3 di tempat Kerja.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Sistem Audit di Tempat Kerja?
2. Bagaimana Inspeksi Prgram K3 di Tempat Kerja?
C. Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui sistem audit dan inspeksi program K3
ditempat kerja.
BAB II
Sistem Audit dan Inspeksi Program K3 di Tempat Kerja |
Makalah Program K3

18

PEMBAHASAN
A. Sistem Audit di Tempat Kerja
1. Pengertian Audit
Audit adalah pemeriksaan secara sistematis dan independen,
untuk menentukan suatu kegiatan dan hasil-hasil yang
berkaitan sesuai dengan prosedur yang direncanakan, dan
dilaksanakan secara efektif dan cocok untuk mencapai
kebijakan dan tujuan perusahaan.
2. Tujuan dan Manfaat Audit
Tujuan Audit
a. Mengadakann penilaian secara kritis dan sistematis semua
bahaya potensial yang terdapat pada kegiatan unit instalasi.
b. Untuk memastikan bahwa perusahaan telah memenuhi
semua ketentuan peraturan perundangan, standar teknik
dan standar keselamatn kerja yang handal.
c. Menentukan langkah untuk mengatasi bahaya potensial
sebelum terjadi kecelakaan kerja dan kerugian maupun
gangguan operasi dapat berjalan lancar, dan mutu produk
yang dihasilkan serta efisien dapat terjamin.
Manfaat Audit
Berikut ini adalah 4 manfaat Audit Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3):
1. Mejemen mengetahui kelemahan unsur sistem operasi
sebelum timbul gangguan operasi, insiden atau kecelakaan
yang merugikan shingga kerugian dapat ditekan dan
keandalan serta efisiensi dapat ditingkatkan.
2. Diperoleh gambaran yang jelas dan lengkap tentang status
mutu pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja yang
ada saat inim sasaran apa yang ingin dicapai dimasa
mendatang dan tingkat pemenuhan terhadap peraturan
perundang-undangan keselamatan dan kesehatan kerja yang
berlaku.
Sistem Audit dan Inspeksi Program K3 di Tempat Kerja |
Makalah Program K3

18

3. Diperoleh peningkatan pengetahuan, kematangan dan


kesadaran tentang K3 bagi karyawan yang terlibat dalam
pelaksanaan audit keselamtan dan kesehatan kerja.
4. Penigkatan citra perusahaan.
3. Badan Audit K3
Persyaratan Badan Audit diantaranya adalah:
a. Status perusahaan BUMN atau swasta nasional
b. Memiliki kantor cabang di tingkat propinsi
c. Memiliki bukti wajib lapor ketenaga-kerjaan
d. Memiliki minimal 10 Auditor senior dan 20 Auditor yunior.
e. Pengalaman dalam Audit System
4. Mekanisme Audit K3
Audit Sistem Manajemen K3 dilaksanakan sekurangkurangnya satu kali dalam tiga tahun. Untuk pelaksanaan
audit Badan Audit harus:
1. Membuat rencana tahunan audit
2. Menyampaikan rencana tahunan audit kepada Menteri atau
Pejabat yang ditunjuk pengurus tempat kerja yang akan
diaudit dan Kantor Wilayah
3. Departemen Tenaga Kerja setempat.
4. Mengadakan koordinasi dengan Kantor Wilayah Departemen
Tenaga Kerja setempat
5. Pengurus tempat kerja yang akan diaudit wajib menyediakan
dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pelaksanaan audit
Sistem Manajemen K3.

5. Macam-Macam Audit
a. Internal Audit: dilakukan oleh auditor dari dalam organisasi
sendiri setelah mendapat tugas dari pimpinan
Karakteristik internal audit:
Sistem Audit dan Inspeksi Program K3 di Tempat Kerja |
Makalah Program K3

18

a.
b.
c.
d.
e.

Dilakukan secara berkala


Tim audit bersifat independen
Tim audit memiliki kompetensi melakukan audit
Mendapat tugas dari pimpinan organisasi
Melaporkan hasilnya kepada manajemen dengan

rekomendasi yang membangun


Lingkup audit internal:
1. Dokumentasi sistem manajemen K3
2. Kebijakan K3
3. Tujuan dan Sasaran K3
4. Prosedur dan instruksi kerja K3
5. Hasil identifikasi bahaya, penilaian, dan pengendalian
risiko
6. Peraturan terkait, ijin, sertifikat, hasil pemeriksaan
7. Laporan ketidaksesuaian
8. Prosedur audit
9. Prosedur ketidaksesuaian dari hasil audit sebelumnya
10. hasil tinjauan ulang manajemen dan tindak lanjutnya
b. External Audit: dilakukan oleh auditor dari luar organisasi
yang telah mendapat tugas dari badan auditing baik
pemerintah maupun swasta.
Tahapan Audit Eksternal
Audit Eksternal SMK3 sesuai Permenaker
No.05/MEN/1996 merupakan alat untuk mengukur
besarnya keberhasilan pelaksanaan dan penerapan SMK3
di tempat kerja. Pemeriksaan Audit dilakukan secara
sistematik oleh Badan Audit Independen, dengan periode
sekurang-kurangnya 3 tahun sekali.
Persyaratan Auditor Eksternal Senior adalah:
1) Pengalaman sebagai Auditor Eksternal SMK3 minimal 1
tahun.
2) Telah melakukan audit kesesuaian dari Audit Eksternal
sebanyak 10 kali.
3) Pernah menjadi ketua tim Auditor Eksternal minimal 3 kali.
4) Pernah melakukan verifikasi laporan Audit Eksternal
minimal 3 kali.
6. Prinsip Audit
Audit harus berdasarkan fakta-fakta obyekti Kriteria
keputusan harus berdasarkan kepada syarat-syarat standar
Sistem Audit dan Inspeksi Program K3 di Tempat Kerja |
Makalah Program K3

18

dan peraturan-perundangan yang adaAudit Sistem


Manajemen K3 sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
meliputi unsur-unsur sebagai berikut:
a. Pembangunan dan pemeliharaan komitmen,
b. Strategi pendokumentasian,
c. Peninjauan ulang desain dan kontrak,
d. Pengendalian dokumen,
e. Pembelian,
f. Keamanan bekerja berdasarkan Sistem Manajemen K3,
g. Standar pemantauan,
h. Pelaporan dan perbaikan kekurangan,
i. Pengelolaan material dan pemindahannya,
j. Pengumpulan dan penggunaan data,
k. Pemeriksaan sistem manajemen,
l. Pengembangan keterampilam dan kemampuan.
Berikut ini adalah langkah yang diperlukan untuk
penerapan audit K3:
1. Pembuatan keputusan pelaksanaan audit keselamantan kerja
lengkap dengna sasaran, penentuan pelaksanaan audit,
pembentukan team dan penyediaan anggaran oleh pimpinan
perusahaan.
2. Perencanaan audit keselamatan dan kesehatan kerja. Pada
tahun ini dilakukan pelatihan kepada anggota team tentang
prinsip dan metoda audit keselamatan dan kesehatan kerja,
tolok ukur (kriteria penilaian) yang dapat dipergunakan, cara
pembuatan laporan audit dan lain.
3. Persiapkan pelaksanaan. Team mengembangkan daftar
periksa (check list) dan daftar pertanyaan (questionaire) yang
akan dipergunakan, lengkap dengan kriteria penilaiannya.
4. Pelaksanaan audit keselamatan dan kesehatan kerja. Team
melakukan pemeriksaan secara langsung dengan melihat
Sistem Audit dan Inspeksi Program K3 di Tempat Kerja |
Makalah Program K3

18

sarana, lingkungan dan perangkat lunak keselamatan dan


kesehatan kerja yang ada, serta melakukan verifikasi apakah
data yang diperoleh memang benar.
5. Pelaporan hasil pemeriksaan. Sebelum laporan lengkap hasil
audit disusun, hasil temuan perlu didiskusikan bersama
pengurus/manajemen dari unit yang di audit dan
dipresentasian kepada manajemen perusahaan untuk
memperoleh brebagai tanggapan.
6. Pelaksanaan perbaikan dan pemantauan hasil perbaikan oleh
manajemen dibantu P2K3 setempat.
7. Team Audit
1) Terdiri dari berbagai disiplin atau fungsi dalam organisasi
2) Tetapkan ketua, sekretaris, dan anggota .
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB TEAM AUDIT
KESELAMATAN KERJA
1) Membuat rencana kerja (sasaran, cakupan, kekerapan,
daerah yang diaudit, kapan audit dilaksankan)
2) Membuat daftar periksa (checklist), daftar pertanyaan
quesionare dan standar penilaian yang akan digunakan
3) Melakukan pemeriksaan secara objektifketempat yang
akan diaudit, mereview pelaksanaan prosedur dan
manajemen keselamatan kerja dan mengadaka
wawancara dengan pekerja untuk membuktikan
(verifikasi).
4) Menyusun laporan hasil audit dan saran perbaikan.
5) Melakukan pemantauan pelaksanaan usul perbaikan.
8. Materi
1) Peraturan dan Perundangan yang terkait dengan Sistem
Manajemen K3 dan Audit
2) Perbedaan antara Inspeksi dan Audit
3) Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja dan
elemen-elemennya
Sistem Audit dan Inspeksi Program K3 di Tempat Kerja |
Makalah Program K3

18

4) Team Audit dan Kualifikasinya


5) Penyiapan Checklist
6) Teknik Audit
7) Penilaian dan Pertimbangan
8) Laporan Audit dan Tindak Lanjut dari Rekomendasi Audit
9. Peserta
1) HSE Manager
2) Safety Officer
3) Staf Sistem Manajemen K3
4) Internal Auditor
5) Calon Internal Auditor
6) Individu yang tertarik memahami sistem Audit
10. Laporan Hasil Audit
1) Hasil pemeriksaan.
2) Kelemahan unsur sistem (perangkat keras/lunak,
manusia).
3) Saran dan perbaikan.
11. Susunan Laporan
1) Kesimpulan menyatakan secara ringkas hasil audit
menyeluruh; singkat, jelas, obyektif dan menarik
2) Pelaksanaan audit menjelaskan secara singkat; lingkup
audit dan daerah yg perlu perhatian khusus
3) Temuan, menyajikan data tentang hasil pemeriksaan
secara lebih lengkap dan berisi kekuatan dan kelemahan
penerapan SMK3 Bidang Kebakaran di unit kerja
Saran, berupa usulan untuk perbaikan
Perusahaan dan Seksi/Unit yang diaudit
Pelaksanaan Audit; tanggal dan tempat
Tujuan audit (menyatakan tujuan dan maksud)
Lingkup audit (elemen, kriteria dan persyaratan
standar)
Team Audit; Ketua, Sekretaris, Anggota
Wakil Seksi/ Unit yg diaudit (nama dan jabatan)
Daftar temuan ketidak sesuaian (Kategori
(major/minor))
Kesimpulan umum
4) Tindak lanjut (Penjelasan ketidak sesuaian kriteria,
berapa mayor dan berapa minor, berikut dengan
daftarnya)
5) Hasil Audit: Baik, Sedang atau Buruk
Sistem Audit dan Inspeksi Program K3 di Tempat Kerja |
Makalah Program K3

18

B. Sistem Inspeksi Program K3 di Tempat Kerja


1. Pengertian Inspeksi K3
Inspeksi adalah sistem yang baik untuk menemukan suatu
masalah dan menaksir jumlah risiko sebelum
terjadi accidentdan kerugian lain yang dapat muncul. (Bird,
Frank E. and George L. Germain, 1990)
Inspeksi K3 adalah suatu proses untuk menemukan
potensi bahaya yang ada ditempat kerja untuk mencegah
terjadinya kerugian maupun kecelakaan di tempat kerja dalam
penerapan keselamatan dan kesehatan di tempat kerja.
2. Tujuan Program Inspeksi K3
1) Mencegah terjadinya kecelakaan kerja
2) Mencegah Penyakit Akibta Kerja
3) Memelihara keamanan lingkungan kerja
4) Mencegah tindakan tidak aman
5) Memelihara kelancaran proses dan produktivitas kerja
3. Manfaat Inspeksi K3
1) Untuk mengecek apakah ada suatu
penyimpangan/pertentangan dari program yang sudah
ditentukan.
2) Untuk menggairahkan kembali (interest) terhadap
3)
4)
5)
6)

keselamatan kerja.
Mengevaluasi kembali semua safety standard yang ada.
Sebagai bahan untuk safety meeting.
Guna memeriksa fasilitas-fasilitas baru.
Untuk menilai tingkat kesadaran keselamatan kerja pada
karyawan.

4. Jenis Inspeksi Pada Umumnya Meliputi:


1) Inspeksi Informal
2) Inspeksi Terencana
a. Inspeksi Rutin / Umum
Terhadap sumber-sumber bahaya ( Hazard) di tempat
kerja secara menyeluruh
b. Inspeksi Khusus
Sistem Audit dan Inspeksi Program K3 di Tempat Kerja |
Makalah Program K3

18

Terhadap objek-objek atau area tertentu mempunyai


resiko tinggi terhadap kerugian dan kecelakaan kerja.
Dilakukan berdasarkan adanya keluhan atau komplain
dari tenaga kerja di suatu unit kerja. Dilakukan
berdasarkan adanya permintaan atau instruksi dari
pengurus perusahaan.
Penjelasan:
1. Inspeksi Informal
Merupakan inspeksi yang tidak terencana
Inspeksi yang bersifat sederhana
Dilakukan atas kesadaran orang-orang yang
menemukan atau melihat masalah K3 di dalam
pekerjaanya sehari hari
Jika ditemukan masalah maka langsung dapat
dideteksi, dilaporkan dan segera dapat dilakukan
tindakan korektif.
Keterbatasan : Inspeksi tidak dilakukan secara
sistematik sehingga tidak bisa mencakup gambaran
permasalahan secara keseluruhan.
Akan sangat efektif bila inspeksi informal ini dijadikan
kebijakan manajemen.
Masalah-masalah yang ditemukan langsung dapat
didokumentasikan berupa catatan singkat / foto sesuai
prosedur dan di buat laporan secara sederhana.
2. Inspeksi Terencana
a. Inspeksi Rutin
Direncakan dengan cara WALK-THROUGH SURVEY
keseluruh area kerja dan bersifat komprehensif
Jadwal pelaksanakan rutin ( Sudah ditentukan : 1x
bulan)
Dilakukan bersama-sama ahli K3 atau perwakilan
tenaga kerja dengan pihak manajemen.
Bagi perusahaan yang tidak memiliki ahli K3 sendiri,
dapat menggunakan ahli K3 dari luar perusahaan
yang akan membantu memberikan saran-saran
Sistem Audit dan Inspeksi Program K3 di Tempat Kerja |
Makalah Program K3

18

tentang penanganan masalah-masalah K3 di tempat


kerja.
Pelaksanaan Inspeksi terhadap sumber-sumber
bahaya pada area khusus sebaiknya dilakukan
dengan melibatkan seseorang yang mempunyai
keahlian khusus.
Hasil yang ditemukan segera ditindak lanjuti, dan
setiap permasalahan yang telah diidentifikasi dari
hasil survey harus selalu tercatat dan dibukukan.
Setiap laporan inspeksi harus inspeksi harus
ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan
inspeksi
Hasil inspeksi yang telah ditulis dalam bentuk laporan
harus disampaiakan kepada pihak manajemen,
sehingga langkah perbaikan segera dilakukan
Keuntungan :
Inspektur dapat mencurahkan segala perhatiannya untuk
melakukan inspeksi.
Inspektur dapat melakukan observasi menyeluruh tentang
K3 di tempat kerja
Checklist yang akan digunakan untuk inspeksi telah
disiapkan dengan baik.laporan temuan dan rekomendasi
segera dapat dibuat untuk meningkatkan kesadaran tentang
adanya bahaya di tempat kerja, serta tindakan korektif yang
sesuai segera di implementasikan dalam upaya
mengadakan sarana pencegahan kecelakaan dan kerugian
yang lebih besar.
b. Inspeksi Khusus
Direncanakan hanya untuk diarahakan kepada
kondisi-kondisi tertentu, seperti : Mesin-mesin, alat kerja
dan tempat-tempat khusus yang meiliki resiko kerja
tinggi.

Sistem Audit dan Inspeksi Program K3 di Tempat Kerja |


Makalah Program K3

18

Langkah dalam membuat daftar inventarisasi objek


inspeksi khusus adalah :
Kategorikan dan buat daftar objek yang dianggap
penting & krusial di perusahaan
Rencanakan atau gambarkan area yang menjadi
tanggung jawab masing-masing unit kerja
Susun daftar inventarisasi dengan baik dan
terstruktur.
Buatlah Recordkeeping : Identifikasi setiap mesin &
peralatan, indikasi apa yang akan di inspeksi,
identifikasi siapa petugas dan penanggung jawab
inspeksi n berapa sering dilakukan inspeksi.

5. Tahapan pelaksanaan inspeksi dilakukan dengan konsep


managemen PDCA (Plan Do Check Action)

1) Plan atau Perencanaan Inspeksi, dengan membuat


persiapan-persiapan inspeksi seperti menentukan jenis
inspeksi, frekuensi inspeksi, lokasi/area tempat kerja, dan
formulir inspeksi atau inspection checklist.

Sistem Audit dan Inspeksi Program K3 di Tempat Kerja |


Makalah Program K3

18

2) Do atau Pelaksanaan Inspeksi, befokuslah pada area yang


telah ditentukan dan periksa bahwa seluruh
isi checklist inspeksi telah diperikasa.
3) Check atau Pelaporan Inspeksi dilakukan melalui suatu alat
atau sarana yang dapat digunakan sebagai bahan informasi
dan komunikasi yang efektif.
4) Action atau Tindak lanjut atau Pemantauan dengan
membuat skala prioritas upaya-upaya perbaikan yang harus
dikerjakan dan memantau program perbaikan dan anggaran
biaya hingga implementasi perbaikan selesai.
6. Kualifikasi personil Inspektor K3:
1) Mempunyai pengetahuan tentang obyek yang akan
diperiksa
2) Mempunyai pengetahuan tentang syarat-syarat K3 serta
peraturan yang berkaitan
3) Dapat berkomunikasi secara baik
4) Memiliki integritas yang tinggi
5) Mengetahui prosedur inspeksi K3
7. Poin-Poin Penting Dalam Kegiatan Inspeksi
1) Buat Standart Prosedur Inspeksi ( SPI) secara jelas
sebelum melulai inspeksi.
2) Siapkan Checklist sesuai dengan kebutuhan Inspeksi
3) Pada waktu membuat checklist, TK perlu diajak diskusi
sehingga kita tahu isu-isu K3 yang sedang dihadapi.
4) Bila memungkinkan, beri saran praktis dan petunjuk
keselamatan kepada tenaga kerja terhadap metode atau
cara kerja yang benar & aman dari permasalahan K3.
5) Jika pada waktu inspeksi ditemukan kondisi-kondisi yang
tidak selamat atau tidak sehat, secepatnya hal tersebut
dilaporkan kepada senior manajer.
6) Buatlah laporan inspeksi dan laporkan kepada
manajemen yang menangani bidang K3 untuk segera
dilakukan tindakan korektif.
7) Segera lakukan tindakan korektif berdasarkan skala
prioritas tingkat resiko.

Sistem Audit dan Inspeksi Program K3 di Tempat Kerja |


Makalah Program K3

18

8) Arsipkan laporan sebagai dokumentasi K3 dan juga bisa


di share / di publikasikan dengan informasi yang relevan
lainnya.
Perbedaan Audit dan Inspeksi
Audit adalah pemeriksaan secara menyeluruh dan sistematis
terhadap suatu objek meliputi proses, prosedur, sistem, metode
dari administratif sampai pelaksanaan. Sedangkan,
Inspeksi adalah pemeriksaan terhadap suatu objek yang bertujuan
untuk melihat keadaannya secara visual atau tanpa menggunakan
peralatan uji.
LANGKAH - LANGKAH EFEKTIF AKTIVITAS INSPEKSI
Tahap Persiapan

Pelaksanaan
Inspeksi

Pengembangan
Upaya Perbaikan

Tindakan Korektif

1. Mulai dengan sikap & perilaku positif


2. Rencanakan inspeksi
3. Tentukan apa yang dilihat & pahami apa yang akan
dicari
4. Buat checklist & siapkan peralatan serta bahan
nspesksi.
5. Lihat laporan inspeksi sebelumnya
1. Berpedoman pada peta pabrik ( Work place
mapping ) & checklist
2. Cek setiap point checklist
3. Ambil tindakan perbaikan sementara bila ada
masalah K3
4. Jelaskan hasil temuan
5. Klasifikasikan hazard & tentukan faktor penyebab.
1. Perlu melakukan sesuatu untuk mencegah terjadinya
kerugian nyata. Upaya pengendalian dapat terus
dikembangkan dari waktu ke waktu sampai
ditemukan sistem pengendalian yang efektif.
1. Membuat skala prioritas upaya-upaya perbaikan yang
harus dikerjakan
2. Monitoring terhadap program perbaikan dan
anggaran beaya sampai implementasi perbaikan
selesai
3. Verifikasi / pembuktian bahwa tindakan perbaikan
dimulai sesuai jadwal yang telah direncanakan.

Sistem Audit dan Inspeksi Program K3 di Tempat Kerja |


Makalah Program K3

18

Laporan Inspeksi

Review

4. Monitoring selama pengembangan tindakan korektif


5. Lakukan uji kelayakan setelah selesai implementasi
sarana perbaikan
1. Suatu alat atau sarana yang dapat digunakan
sebagai bahan informasi dan komunikasi yang
efektif .
1. Lakukan tindakan review terhadap implementasi
sarana perbaikan secara
2. berkala untuk memastikan bahwa tidak ada masalah
lain yang ditimbulkan.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Audit adalah pemeriksaan secara sistematis dan
independen, untuk menentukan suatu kegiatan dan hasilhasil yang berkaitan sesuai dengan prosedur yang
direncanakan, dan dilaksanakan secara efektif dan cocok
untuk mencapai kebijakan dan tujuan perusahaan
Tujuan: Mengadakann penilaian secara kritis dan sistematis
semua bahaya potensial yang terdapat pada kegiatan unit
instalasi
Manfaat: Penigkatan citra perusahaan
Macam-Macam Audit:
Internal Audit: dilakukan oleh auditor dari dalam organisasi
sendiri setelah mendapat tugas dari pimpinan
External Audit: dilakukan oleh auditor dari luar organisasi
yang telah mendapat tugas dari badan auditing baik
pemerintah maupun swasta
2. Inspeksi Program K3 adalah suatu proses untuk
menemukan potensi bahaya yang ada ditempat kerja untuk
mencegah terjadinya kerugian maupun kecelakaan di
tempat kerja dalam penerapan keselamatan dan kesehatan
di tempat kerja
Tujuan: Mencegah terjadinya kecelakaan kerja

Sistem Audit dan Inspeksi Program K3 di Tempat Kerja |


Makalah Program K3

18

Manfaat: Untuk menggairahkan kembali (interest) terhadap


keselamatan kerja.

Macam-macam Inspeksi:
Inspeksi Informal
Inspeksi Terencana
a. Inspeksi Rutin / Umum
Terhadap sumber-sumber bahaya ( Hazard) di tempat
kerja secara menyeluruh
b. Inspeksi Khusus
Terhadap objek-objek atau area tertentu mempunyai
resiko tinggi terhadap kerugian dan kecelakaan kerja.
Dilakukan berdasarkan adanya keluhan atau komplain
dari tenaga kerja di suatu unit kerja. Dilakukan
berdasarkan adanya permintaan atau instruksi dari
pengurus perusahaan.
B. Saran
1. Setiap perusahaan sebaiknya menerapkan sistem audit dan
inspeksi.
2. Penerapan sistem audit dan inspeksi dilaksanakan dengan
baik sesuai tahapannya.

DAFTAR PUSTAKA
Sistem Audit dan Inspeksi Program K3 di Tempat Kerja |
Makalah Program K3

18

Firdy, 2013. Safety Audit Concepts (online,


http://firdyhs.blogspot.com/2013/04/safety-audit-concepts.html),
Bekasi.
Helen, 2012. Audit Kondisi Lingkungan Kerja (online,
http://happyselller.blogspot.com/2012/07/audit-kondisilingkungan-kerja.html), Jakarta.
Hseplib, 2011. Inspeksi Tempat Kerja (online,
http://hseplib.blogspot.com/2011/07/inspeksi-tempat-kerja.html),
Jakarta.
Shefocus, 2012. Dasar Inspeksi (online,
http://shefocus.wordpress.com/2012/10/31/dasarinspeksi/),
Jakarta.
Yusuf, Muhammad, 2012. Inspeksi K3
(online,http://yusufbrofifteen.blogspot.com/), Jakarta Utara.

LAMPIRAN

Sistem Audit dan Inspeksi Program K3 di Tempat Kerja |


Makalah Program K3

18

Daftar periksa
Audit

Daftar Periksa

Sistem Audit dan Inspeksi Program K3 di Tempat Kerja |


Makalah Program K3

18

Daftar Periksa

Daftar Periksa

Daftar Periksa

Sistem Audit dan Inspeksi Program K3 di Tempat Kerja |


Makalah Program K3