Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Barangkali akan banyak fihak yang akan terkejut apabila dikatakan bahwa
lebih baik kita berkaca pada Malaysia. Sama halnya dengan Indonesia, Malaysia
tengah mengalami perubahan besar dalam sistemnya, baik sistem ekonomi maupun
politiknya. Peralihan dari Mahathir Mohamad kepada Badawi beberapa tahun lalu
mencerminkan transisi yang sangat serius dan seakan menandai lebih terbukanya
sistem politik dan ekonomi di sana, yang kemudian pemerintahan sekarang ini beralih
kepada Najib Razak yang semakin mengalami perubahan baik di sektor ekonomi
maupun politik. Dilihat dari segi keterbukaan, Malaysia menunjukkan banyak segi
yang dapat ditiru, dengan lebih terbukanya persaingan dalam perekonomian dan
pemerintahan. Jadi, lepas dari banyaknya isu yang bisa menimbulkan konflik dengan
Malaysia, ternyata kita punya banyak persamaan dengan negara itu. Hanya,
pemerintah Malaysia berhasil dalam pembangunan ekonominya. Sebagai contoh,
menterengnya bandara dan transportasi umum di Kuala Lumpur. Ada baiknya juga
apabila kita melihat dan mengamati usaha-usaha pemerintahan Malaysia dalam
peningkatan perekonomiannya, sehingga kita bisa jadikan sebagai masukan untuk
pemerintahan negara kita khususnya pada sektor ekonomi politik.
Malaysia sebagai negara persekutuan yang belum pernah ada hingga tahun
1963. Sebelumnya, sekumpulan koloni didirikan oleh Britania Raya pada akhir abad
ke-18, dansebagian wilayah barat Malaysia modern terdiri dari beberapa kerajaan
yang terpisah-pisah. Kumpulan wilayah jajahan itu dikenal sebagai Malaya Britania
hingga pembubarannya pada 1946, ketika kumpulan itu disusun kembali sebagai Uni
Malaya. Karena semakin meluasnya tentangan, kumpulan itu lagi-lagi disusun
kembali sebagaiFederasi Malaya pada tahun 1948 dan kemudian meraih kemerdekaan
pada 31 Agustus1957. Singapura, Sarawak, Borneo Utara, dan Federasi Malaya
bergabung membentuk Malaysia pada 16 September 1963. Tahun-tahun permulaan
persekutuan baru diganggu oleh konflik militer dengan Indonesia dan keluarnya

Singapura pada 9 Agustus 1965. Maka setelah mencapai kemerdekaannya pada tahun
1957, terdapat perubahan komposisi di parlemen Malaysia. Perubahan dalam skala
besar ataupun kecil memiliki peluang yang sama. Perubahan skala besar di peroleh
dari pembaharuan system ketatanegaraan, sedangkan skala kecil di tandai dengan
perubahan norma-norma dan nilai-nilai social politik hukum dalam kehidupan
bernegara. Dapat dilihat dalam system ketatanegaraan Malaysia yang menganut
sistem parlementer namun masih melestarikan pola feodal berupa dominasi raja
(kerajaan) dalam struktur negara. Demokrasi parlementer suatu hal yang dapat di
kenal dalam pola organisasi antara eksekutif dan legislatif yang selalu berhadapan
dan berjalan berirama. Namun keberadaan kerajaan sebagai simbol negara masih
dapat dipandang elemen struktural yang absolute dan otoritarian.
Sekilas kita mengetahui latar belakang Malaysia dengan sistem pemerintahan
yang sedemikian rupa, sehingga muncul dibenak kita bagaimana kondisi ekonomi
serta politik di negeri jiran ini. Maka menurut informasi dari AmResearch Sdn Bhd
yang meramalkan perekonomian Malaysia tumbuh delapan persen di 2010.
Penguatan kondisi domestik dan luar negeri menjadi dasar prediksi AmReserch
tersebut. Saat ini kami memproyeksikan lebih tinggi dari yang lain, sebesar delapan
persen atau terkuat sejak 1996. Pertumbuhan kuat terjadi meskipun stimulus moneter
dan fiskal akan berakhir pada akhir tahun, kata AmResearch dalam keterangan resmi
seperti dikutip dari Bernama, Jumat (23/4/2010). Prediksi AmResearch lebih tinggi
dibandingkan target yang ditetapkan bank sentral Malaysia (Bank Negara Malaysia)
yang sebelumnya memprediksi 2010 tumbuh 4,5-5,5 persen saja dan Bank Dunia 5,7
persen. Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana usaha Malaysia dalam
meningkatkan perekonomiannya begitu juga politik negaranya penulis ingin
membahasnya lebih lanjut dalam makalah ini.

BAB II
PEMBAHASAN
A. MALAYSIA
I. Profil Negara
Nama Negara

: Malaysia

Bendera Negara

Motto

: Bersekutu Bertambah Mutu

Lagu Kebangsaan

: Negaraku

Ibu kota

: Kuala Lumpur

Kota terbesar

: Kuala Lumpur

Bahasa Resmi

: Bahasa Melayu (Bahasa Malaysia)

Pemerintahan

: Monarki Konstitusional

Perdana Menteri

: Najib Tun Razak

Kemerdekaan

: 31 Agustus 1957

Luas

: 329,847 km2

Jumlah Penduduk

: 27.730.000 (perkiraan September 2007)

Kepadatan

: 845/km2

PDB Nominal (perkiraan 2008)

Total
Perkapita

: $222,219 miliar
: $8.140

Mata Uang

: Ringgit Malaysia (RM)

Organisasi Perdagangan

: APEC, ASEAN, WTO

Inflasi

: 5,8 % (anggaran 2008)

Rekan dagang utama

: Jepang (13%), China (12,9%), Singapura (11,5%),


Amerika Serikat (10,8%), Taiwan (5,7%), Thailand
(5,3%), Korea Selatan (4,9%), Jerman (4,6%),
Indonesia (4,2%) (2007)

Sekilas mengamati profil Negara Malaysia beserta pendapatan perkapitanya,


dapat diketahui bahwa Malaysia tergolong Negara Islam kaya dengan sistem
pemerintahan dan perekonomiannya yang berkembang. Begitu juga dengan jumlah
penduduk yang berada dibawah garis kemiskinan maupun penganggurannya jauh
lebih sedikit dibandingkan dengan Indonesia. Hal itu mencerminkan bahwa
pendapatan penduduk lebih merata dibandingkan dengan Negara kita.
B. SEJARAH AWAL MALAYSIA
Semenanjung

Melayu

berubah

menjadi

pusat

perdagangan

Asia

Tenggaraketika Cina dan India memulai perdagangan mereka melewati Selat Melaka.
Pada awalnya, Banyak kerajaan yang berdiri pada abad ke-10 berasal dari pelabuhan,
termasuk Langkasuka dan Lembah Bujang di Kedah, Beruas dan Gangga Negara di
Perak, dan Pan Pan di Kelantan. Kemudian pada awal abad ke-5, Kesultanan Melaka
didirikan dan kemakmuran ekonominya telah menarik minat penjajah dariPortugis,
Belanda dan Britania. Pemukiman Selat (Straits Settlements) Koloni Mahkota
(Crown Colony) Britania dibentuk pada 1826, dan Britania sedikit demi sedikit
menyebarkan pengaruh dan kawalannya kepada seluruh semenanjung. Pemukiman
Selat termasuk Pulau Pinang, Singapura dan Melaka. Pada 1867, Inggris menjadi
semakin agresif dan mulai merebut negeri-negeri Melayu lainnya. Akibat perang
saudara, gangguan persatuan sulit China, Britania telah dipilih untuk menyelesaikan
masalah-masalah

penduduk

Negeri

Selat.

Akhirnya,

Perjanjian

Pangkor

ditandatangani yang mengakibatkan perluasan kekuasaan Britania ke negeri-negeri


Melayu (yaitu Perak, Pahang, Selangor dan Negeri Sembilan yang juga dikenal
sebagai Negeri-negeri Bersekutu). Negeri-negeri lain yang dikenali sebagai NegeriNegeri Tidak Bersekutu ialah Perlis, Kedah, Kelantan, dan Terengganu yang berada
di bawah kuasa Thailand.
Di Borneo pula, Borneo Utara Britania yang dulu berada di bawah
pemerintahan Kesultanan Sulu (sekarang Sabah) ditabalkan sebagai Koloni Kerajaan
Britania, manakala Sarawak menjadi milik keluarga Brooke. Akibat penaklukan
Jepang pada Perang Dunia II dan kebangkitan komunis, dukungan untuk

kemerdekaan semakin kuat. Saat Britania menginginkan pembentukan Uni Malaya


setelah

berakhirnya

perang,

masyarakat

Melayu

bangun

menentang

dan

menginginkan sistem yang pro-Melayu, Singapura akhirnya melepaskan diri dari


MALAYSIA dan membentuk negara sendiri. dan meminta sistem kewarganegaraan
tunggal (berbanding dwiwarganegara, yang mengizinkan kaum pendatang mendapat
status warganegara Malaya dan negara asal mereka). Kemerdekaan untuk
semenanjung diperoleh pada 1957 di bawah nama Persekutuan Malaya, tanpa
Singapura.
C. EKONOMI POLITIK MALAYSIA
Pemerintah Malaysia bertekad mencapai pendapatan perkapita sebesar 17.000
dollar AS pada 2010 sehingga masuk kategori negara maju seperti standar Bank
Dunia. Untuk itu, Malaysia tengah mempertimbangkan New Economic Model
(NEM) untuk merombak sistem ekonomi yang telah diberlakukan selama empat
dekade. Melalui NEM, pemerintah akan mencabut kebijakan pemberian subsidi dan
menerapkan sistem pajak barang dan jasa (goods and services tax/GST) yang baru.
Sistem baru itu diharapkan dapat menarik investor lokal dan asing untuk berinvestasi
di Malaysia. Pasalnya, rezim ekonomi yang diterapkan sejak kerusuhan rasial pada
1969 tersebut dinilai investor mendorong patronisme dalam perekonomian Malaysia
sehingga investasi beralih ke Indonesia atau Thailand.
Dalam rencana reformasi ekonomi itu, pemerintah berencana menyetop
pengontrolan harga dan pemberian subsidi, terutama untuk bahan bakar minyak
(BBM), makanan, dan listrik untuk kalangan tertentu. Penghematan akan
dialokasikan untuk jaring pengaman sosial bagi 40 persen penduduk terbawah. Dalam
rencana anggaran 2010, pemerintah berencana memangkas subsidi sebesar 3,6 triliun
ringgit. Langkah pemerintah negeri jiran itu masih membingungkan karena akhir
pekan lalu, Malaysia membatalkan kenaikan harga BBM dan uji coba pemberlakuan
pajak untuk produksi barang dan jasa. Kebijakan reformasi yang maju mundur
menyebabkan investasi yang datang ke negara ini selama dua tahun terakhir hanya
26,1 miliar ringgit atau setara 7,88 miliar dollar AS. Berdasarkan data Perserikatan

Bangsa-Bangsa (PBB), angka itu merupakan 21 persen dari total investasi asing yang
ada di Malaysia, Indonesia, dan Thailand. Padahal pada periode 1990-2000, Kuala
Lumpur mampu menyedot setengah dari total investasi di tiga negara tersebut.
Pemerintah Malaysia berusaha mengangkat pertumbuhan industrinya sehingga
mampu mendorong pendapatan perkapita negara itu sebesar 17.000 dollar AS pada
2010. Dengan angka ini, Malaysia akan masuk kategori negara maju seperti standar
Bank Dunia. Menurut Bank Dunia, tanpa adanya perubahan radikal di bidang
ekonomi, keinginan Malaysia untuk menjadi negara maju akan tersalip China dan
Vietnam Mantan Menteri Keuangan Malaysia, Tun Daim Zainuddin, menegaskan
kebijakan ekonomi baru tersebut harus fokus pada sejumlah strategi untuk
menjadikan negara itu lebih kompetitif di tingkat regional, global, maupun domestik.
Saat ini, warga Melayu sebagai mayoritas mendapatkan ke untungan yang lebih
karena men dapatkan pinjaman yang murah serta diskon dalam pem belian properti.
Bumiputera juga mendapatkan akses ter depan terhadap pendidikan dan komposisi
saham dalam perusahaan.
Meskipun Malaysia telah merdeka pada tahun 1957, namun keadaan pada saat
itu belum dapat dikatakan aman seperti yang diharapakan. Oleh karenanya tanah
Melayu terpaksa berusaha terus menghapuskan pengganas-pengganas komunis.
Usaha meningkatkan taraf hidup rakyat khasnya di luar-luar Bandar dan memajukan
perkembangan ekonomi Negara mulai dijalankan. Rancangan-rancangan pemulihan
dan kemudahan-kemudahan pelajaran telah diperluas. Untuk memperbaiki dan
mengukuhkan ekonomi Negara pula, rancangan-rancangan yang lainnya juga
dilakukan, seperti menanam padi dua kali setahun. Sementara itu di lapangan industry
dan perdagangan juga dimajukan dengan menggalakkan pengusaha-pengusaha asing
menanam modal di Negara ini. Kestabilan politik dan perkembangan ekonomi yang
pesat itu, telah menyebabkan Tanah Melayu mulai dikenali di kalangan antara bangsa.
Hubungan-hubungan dan kerjasama-kerjasama dengan Negara-negara luar bertambah
luas terutamanya Negara-negara Jiran. Sementara itu, Negara-negara jiran
mempunyai hubungan

erat dengan Tanah Melayu, seperti; Singapura, Sarawak,

Brunai, dan Borneo Utara.

Dibandingkan dengan kebanyakan Negara lain di dunia, Malaysia termasuk


Negara dengan perkonomian kaya. Malaysia juga merupakan salah satu Negara
dengan pendapatan perkapita tertinggi di Asia Tenggara selain Singapura, dan Brunei.
Begitu juga dengan penyaluran dananya yang baik, sehingga menempati ranking ke
20 dari 107 negara dalam institutional investors country credit rating (New York).
Bahkan pada tahun 1983, pada saat terjadi resesi, hampir seperempat proyek investasi
asing telah masuk ke Negara ini. Sekarang ini, Jepang menjadi Negara investor
terbesar di Malaysia.
D. REFORMASI DAN PEMBANGUNAN EKONOMI MALAYSIA
Untuk memperjelas pembahasan mengenai ekonomi politik Malaysia, maka
penulis ingin memaparkan beberapa langkah yang ditempuh kerajaan Malaysia dalam
usaha meningkatkan pembangunan ekonomi pemulihannya sebagaimana yang telah
dirumuskan oleh beberapa cendekiawan muslim baru-baru ini. Antara lain, mereka
menegaskan bahwa dalam rangka mengurangi beban yang ditanggung oleh rakyat,
maka perlu diambil langkah-langkah sebagai berikut;
1. Mengurangi beban cukai
Mengawasi sistem percukaian secara menyeluruh, dengan tujuan untuk
menstabilkan hasil kerajaan dengan mengurangi beban cukai terhadap rakyat,
terutamanya bagi yang berpenghasilan rendah dan sederhana.
2. Menghapuskan kemiskinan
Menghapuskan kemiskinan mutlak dalam jangka waktu separuh

penggal
Memperbaiki dasar serta rancangan pemberantasan kemiskinan agar
dibebaskan dari campur tangan politik dan benar-benar membantu

golongan termiskin.
Menyelaraskan berbagai program pemberantasan kemiskinan yang
sudah ada.

3. Membantu pengusaha kecil dan penjaja


Menyediakan infrastruktur dan kemudahan, bersih dan menarik bagi penjaja.
4. Mencapai pertumbuhan dinamik dan adil

Supaya ekonomi menjadi lebih dinamis dan untuk meningkatkan daya


saing di pasar global, Malaysia juga perlu meningkatkan permitaan
domestik serta pendayagunaan domestik yang produktif, oleh karena itu

kerajaan perlu:
Mengkaji seluruh pengawasan yang telah ada, dengan tujuan melengkapi

kekurangannya.
Memastikan bahwa sektor swasta berasaskan atas etika korporat,
sedangkan sektor perbankan dan keuangan tidak disalahgunakan dan

diurus dengan penuh tanggung jawab.


Mengutamakan proyek-proyek yang memberikan manfaat yang paling
besar kepada rakyat, seperti proyek-proyek perumahan sederhana, proyek
memperbaiki sistem kereta api, proyek jalan raya di negeri Sabah dan

Sarawak, dan sebagainya.


Menghentikan proyek-proyek yang terlalu besar dan diperkirakan terlalu
mubadzir, seperti Empangan Bakun dan Empangan Sungai Selangor. Dan
menghilangkan segala sesuatu yang tidak memberikan manfaat kepada

rakyat.
Meningkatkan peluang ekonomi bagi semua rakyat, dengan memberikan
perhatian khusus dan bantuan khusus kepada golongan masyarakat
ekonomi lemah, dan memberikan dorongan inisiatif kepada para

usahawan, terutama para usahawan kecil dan sederhana.


Memastikan perkembangan ekonomi seimbang lagi mapan, dan tidak
melepaskan keutuhan sosial atau merusak alam sekitar dan sumber daya

alam.
Memastikan rakyat miskin dan kurang mampu telah diutamakan
kesejahteraannya dengan memberikan pendapatan yang lebih baik,

lapangan pekerjaan, dan tanah kepada mereka.


Memastikan bahwa hak istimewa tidak disalahgunakan untuk memberikan

kemewahan kepada orang-orang yang berkuasa di Negara.


5. Meningkatkan Perindustrian
Meskipun perindustrian Malaysia sudah terbilang maju, kemampuan industri
Malaysia masih perlu diperhatikan dan diberikan dorongan agar tetap

meningkat. Karena bagaimanapun juga masih terdapat beberapa kelemahan,


untuk itu usaha kerajaan dalam menanggulangi kelemahan-kelemahan
tersebut antara lain;
Meningkatkan kualitas perekonomian dan memperbanyak perindustrian
dengan meningkatkan daya saing ekonomi Negara dan meningkatkan

kegiatan ekspor.
Mengatasi kelemahan teknologi industri dengan mengganti teknologi

dengan sistem yang lebih canggih lagi.


Memastikan bahwa proyek-proyek besar, termasuk juga proyek-proyek
industry berat dirancang dengan sedemikian rupa sehingga dapat

meningkatkan.
Memberikan dorongan moral dan spiritual kepada untuk industry kecil

dan menengah kebawah


Meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya para usahawan

baik menengah kebawah maupun mengengah keatas


Menggunakan modal, keahlian, pasaran, dan teknologi luar negeri secara

bijaksana demi memperkokoh asas-asas ekonomi dalam negeri


Meningkatkan peranan ilmu pengetahuan (sains) dan teknologi demi

kemajuan pendidikan disertai dengan praktek yang sesuai.


6. Meningkatkan pertanian dan perikanan kecil dan sederhana
Akhir-akhir ini, seolah kerajaan telah melupakan betapa pentingnya sektor
pertanian. Oleh karena itu, sektor ini perlu diperbaiki dan ditingkatkan.
Mengingat sektor ini telah menyelamatkan ekonomi Malaysia pada saat
keadaan ekonominya kurang dalam keadaan baik. Dalam konteks ini, kerajaan
perlu;
Mengutamakan pembangunan pertanian untuk meningkatkan pangan demi

keselamatan dan kestabilan Negara


Meningkatkan pengawasan sektor pertanian, khususnya teknologi tinggi,

pangan, serta pemanfaatan industri hasil tanaman di Malaysia.


Mengubah undang-undang demi melindungi keselamatan kekayaan alam
dalam bidang pertanian dan perhutanan serta meningkatkan pemanfaatan

industri kekayaan alam


7. Mengutamakan perusahaan kecil dan sederhana

Perusahaan kecil dan sederhana juga dapat memainkan peranan yang penting,
bukan hanya untuk pemulihan ekonomi, akan tetapi dapat memegang peranan
penting dalam menembus pasar antar bangsa. Namun, demi menyokong
pembangunan dan perkembangan perusahaan kecil ini, perlu diambil diambil
langkah-langkah yang intensif yang berkenaan dengan teknologi dan sumber
daya manusia yang ada di dalamnya. Sehubungan dengan hal ini, maka
kerajaan melakukan;
Memberikan dana yang cukup (jaminan dari kerajaan) untuk membangun
perusahaan

kecil

dan

sederhana

yang

mana

bertujuan

untuk

mendayagunakan sumber daya manusia yang berpotensi, tidak hanya


karena politik Negara saja.
8. Meningkatkan sistem keuangan
Dalam sektor perbankan dan keuangan, adapun langkah-langkah usaha

yang dilakukan oleh Malaysia antara lain;


Bersifat jujur, tulus, dan bertanggung jawab serta tidak melenceng dari

nilai-nilai Islam.
Memudahkan pencairan dana maupun kredit untuk usaha-usaha produktif,

bukan untuk hal-hal spekulatif


Memperbaiki nama baik dan kewibawaan Bank Negara
Memastikan bahwa pembelanjaan Negara disalurkan terutama untuk
meningkatkan taraf hidup golongan miskin, serta wilayah pedesaan dan

pedalaman yang masih terisolir.


E. PRODUKSI
GDP Malaysia terdiri dari beberapa komponen, kebanyakan diantaranya
adalah pelayanan pemerintah, seperti penyediaan air dan listrik, dan utilitas lainnya,
serta layanan hotel, restoran, dan sebagainya. Akan tetapi penekanannya disini adalah
terutama pada produksi barang. Banyak dari barang produksi tersebut yang diekspor
ke luar negeri dimana keseluruhan barang produksi tersebut diambil dari kekayaan
sumber daya alam Malaysia sendiri atau dari hasil cipta dalam negeri. Namun, ketiga
sektor tersebut antara lain; pertanian (termasuk kayu), mineral, dan manufaktur.
Disektor pertanian, beras merupakan komoditi yang sangat unik, karena
memang bukan termasuk tanaman ekspor. Potensi produksi sangat didorong oleh

10

skema irigasi (yang memungkinkan untuk dua kali tanam). Selain itu, pemerintah
yang pada awalnya menentang untuk perluasan lahan untuk penanaman karet, namun
setelah mengetahui potensi karet dan kelapa sawit yang cukup menjanjikan, disisi lain
karet dan kelapa sawit lebih efisien untuk diproduksi, maka pada akhirnya sejak tahun
1960 karet menjadi tanaman pertanian utama. Diantara mineral, eksistensi timah pun
semakin menurun, karena menjadi semakin mahal, begitu juga dengan sumbersumber kekayaan baru juga sulit ditemukan. Namun dalam beberapa tahun terakhir,
ditemukannya minyak dan gas alam yang kemudian mendorong sektor mineral. Maka
pada masa sekarang ini, cadangan minyak Malaysia tidak akan habis selama sekitar
dua puluh lima tahun, bahkan gas alam akan cukup digunakan paling tidak tiga puluh
sampai lima puluh tahun.
F. EKSPOR DAN IMPOR
Untuk mengontrol laju dan perkembangan ekpor, pemerintah sangat berperan
penting. Lebih-lebih dalam usaha menjaga laju harga karet dan timah. Harga ekspor
mengalami penurunan pada saat terjadi resesi akan tetapi masih ada harapan untuk
meningkat di kancah perekonomian dunia. Maka jelaslah akan muncul variasi dalam
tingkatan produk yang berbeda-beda. Namun kebijakan konservatif untuk beberapa
item seperti timah dan minyak juga akan cenderung membatasi penerimaan ekspor.
Selain itu, pendapatan ekspor juga akan dipengaruhi oleh kecepatan eksportir
Malaysia dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan di dalam preferensi pasar.
Sedangkan impor Malaysia tidak hanya pada impor makanan dan barangbarang manufaktur saja, akan tetapi juga mesin, peralatan, minyak dan pelumas.
Selama resesi, harga impor Malaysia cenderung meningkat dibanding dengan harga
ekspor. Jepang adalah partner utama Malaysia dalam perdagangan. Sedangkan
Singapura dan Amerika Serikat merupakan partner berikutnya setelah Jepang. Jepang
mengekspor sejumlah barang yang lebih tinggi nilainya ke Malaysia dibandingkan
dengan impor dari Malaysia dan memiliki surplus dalam jasa pembayaran.
G. MANAJEMEN MODERN HAJI

11

Manajemen haji dan Dana dan Dewan Malaysia, dikenal sebagai Haji Modern
didirikan pada tahun 1969 di bawah hukum Malaysia, meskipun Pilgrim Tabungan
Corporation pertama kali diperkenalkan pada tahun 1962 dan kemudian bergabung
dengan kantor Kantor Urusan Haji. Tujuannya adalah untuk menyediakan sarana
Islam yang tepat untuk memobilisasi tabungan secara bertahap, investasi mereka
dalam kegiatan ekonomi sesuai dengan syari'at, sehingga membantu umat Islam
untuk melakukan ziarah di Makkah pada biaya serendah mungkin. Jadi, Haji
Tabungan Corporation didirikan pada bulan Agustus 1962 dan mulai beroperasi pada
tanggal 30 September 1963. Selanjutnya, perusahaan ini bergabung dengan Kantor
Urusan Haji yang telah beroperasi sejak tahun 1961 untuk melahirkan hingga saat ini.
Manajemen peziarah dan Badan Dana pada tahun 1969 atau lebih dikenal sebagai
Haji Modern diatur oleh Undang-undang Hukum Malaysia 8: Pengelolaan Dana Haji
dan Dewan (Mengubah), 1973. Selama bertahun-tahun Haji Modern muncul sebagai
institusi untuk mobilisasi tabungan dan investasi. Dalam melaksanakan fungsinya
sebagai lembaga tabungan, Modern Haji bekerja sama dengan sebuah bank Islam
yang beroperasi dan beroperasi dengan deposan. Berikut deposan memberikan
persetujuan untuk Modern Haji untuk mengelola deposito mereka untuk tujuan
investasi. Keuntungan yang diperoleh dari investasi didistribusikan di antara para
deposan dalam bentuk bonus. Dalam lingkungan pasar yang kompetitif layanan yang
efisien dan cepat untuk para deposan memainkan peran penting dalam menarik
deposito. Keanggotaan Tabungan haji dibatasi hanya untuk Muslim Malaysia serta
tidak ada batas usia. Untuk memastikan pertumbuhan yang stabil baik dalam jumlah
deposan baru dan deposito, Modern Haji tahunan mempunyai target yang diharapkan
dari kantor cabang. Target jangka panjang adalah mencapai paling sedikit 50% dari
penduduk Islam Malaysia untuk menjadi anggota Tabungan Haji.
H. MASALAH POKOK PENDIDIKAN MALAYSIA
Dengan dukungan dari pemerintah dalam mengembangkan pendidikan
negaranya maka malaysia menyediakan berbagai fasilitas sarana dan prasana yang
dibutuhkan dalam proses pembelajaran mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga

12

perguruan tinggi atau universitas, pemerintah Malaysia membuktikan keseriusanya


dalam mengembangkan pendidikan melalui alokasi APBN yang lebih besar dari
Indonesia untuk pendidikan. Dalam perjalananya, awal pemerintah Malaysia banyak
mengirimkan mengirim pelajar-pelajarnya ke lembaga pendidikan bergengsi di luar
negeri, seperti Inggris, Australia, dan Amerika Serikat. Umumnya, sepulang dari
belajar di luar negeri, mereka inilah yang kemudian menjadi pimpinan di banyak
lembaga pemerintahan di negeri ini. Disokong mereka yang menamatkan pendidikan
di dalam negeri, termasuk mantan Perdana Menteri Mahatir Mohammad yang
menyelesaikan pendidikan di Singapura, bidang pendidikan menjadi perhatian.
Kendati banyak juga meminta bantuan tenaga pengajar dari negara lain salah satunya
Indonesia.
Anak-anak mulai bersekolah dasar pada usia tujuh tahun selama enam tahun
ke muka. Terdapat dua jenis utama sekolah dasar yang dijalankan atau berbantuan
pemerintah. Sekolah berbahasa asli (Sekolah Jenis Kebangsaan) menggunakan bahasa
Cina atau bahasa Tamil sebagai bahasa pengantar. Sebelum melanjutkan ke tahap
pendidikan sekunder, siswa-siswi di kelas 6 dipersyaratkan untuk mengikuti Ujian
Prestasi Sekolah Dasar (Ujian Pencapaian Sekolah Rendah, UPSR). Sebuah program
yang disebut Penilaian Tahap Satu, PTS digunakan untuk mengukur kemampuan
siswa-siswi yang cerdas, dan memungkinkan mereka naik dari kelas 3 ke kelas 5,
meloncati kelas 4.[84] Tetapi, program ini dihapus pada 2001. Pendidikan tahap dua
di Malaysia dilaksanakan di dalam Sekolah Menengah Kebangsaan (setara
SMP+SMA di Indonesia) selama lima tahun. Sekolah Menengah Kebangsaan
menggunakan bahasa Malaysia sebagai bahasa pengantar. Khusus mata pelajaran
Matematika dan Sains juga bahasa non-Melayu, ini berlaku mulai tahun 2003, dan
sebelum itu semua pelajaran non-bahasa diajarkan di dalam bahasa Malaysia. Di
akhir Form Three, yaitu kelas tiga, siswa-siswi diuji di dalam Penilaian Menengah
Rendah, PMR. Di kelas lima pendidikan tahap dua (Form Five), siswa-siswi
mengikuti ujian Ijazah Pendidikan Malaysia (Sijil Pelajaran Malaysia, SPM), yang
setara dengan bekas British Ordinary pada tahapan 'O'. Sekolah tertua di Malaysia
adalah Penang Free School, juga sekolah tertua di Asia Tenggara.

13

Pendidikan tahap dua nasional Malaysia dibagi ke dalam beberapa jenis, yaitu
National Secondary School (Sekolah Menengah Kebangsaan), Religious Secondary
School (Sekolah Menengah Agama), National-Type Secondary School (Sekolah
Menengah Jenis Kebangsaan) yang juga disebut Mission School (Sekolah Dakwah),
Technical School (Sekolah Menengah Teknik), Sekolah Berasrama Penuh, dan
MARA Junior Science College (Maktab Rendah Sains MARA). Terdapat universitas
publik seperti Universitas Malaya, Universitas Sains Malaysia, Universitas Putra
Malaysia Universitas Teknologi Malaysia, Universitas Teknologi Mara, dan
Universitas Kebangsaan Malaysia. Universitas swasta juga mendapatkan reputasi
yang cukup untuk pendidikan bermutu internasional dan banyak siswa-siswi dari
seluruh dunia berminat memasuki universitas-universitas itu. Misalnya Multimedia
University, Universitas Teknologi Petronas, dan lain-lain. Sebagai tambahan, empat
universitas bereputasi internasional telah membuka kampus cabangnya di Malaysia
sejak 1998. Sebuah kampus cabang dapat dilihat sebagai kampus lepas pantai dari
universitas asing, yang memberikan kuliah dan penghargaan yang sama seperti
kampus utamanya. Siswa-siswi lokal maupun internasional dapat meraih kualifikasi
asing identik ini di Malaysia dengan biaya rendah. Kampus cabang universitas asing
di Malaysia adalah: Monash University Malaysia Campus, Curtin University of
Technology Sarawak Campus, Swinburne University of Technology Sarawak
Campus, dan University of Nottingham Malaysia Campus.
1. Intitusi Pendidikan Malaysia
Sebagai daya tarik bagi lebih dari 80.000 mahasiswa internasional pada tahun
2010, sektor pendidikan di Malaysia telah mencapai kemajuan yang signifikan selama
dasawarsa terakhir ini, dan kini sedang mengukir nama sebagai pusat keunggulan
pendidikan di Asia Tenggara. Malaysia memiliki 20 universitas negeri, 24 politeknik,
37 sekolah tinggi negeri, 33 universitas swasta, 4 kampus cabang universitas asing,
dan sekitar 500 sekolah tinggi swasta. Terdapat pula berbagai institusi pendidikan
tinggi lainnya dari Inggris, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Prancis, Jerman dan

14

Selandia Baru yang menawarkan program gelar ganda melalui kemitraan dengan
sekolah tinggi dan universitas Malaysia.
2. Jenis Bidang Pendidikan
Program gelar sarjana S1 dapat diselesaikan dalam waktu 3 tahun, dan
perkuliahan untuk jenjang ini disediakan oleh sektor pendidikan negeri maupun
swasta. Institusi-institusi pendidikan tinggi swasta yang menawarkan program
sertifikat, diploma, dan gelar sarjana adalah kampus cabang universitas asing,
universitas swasta, dan sekolah tinggi swasta. Banyak di antara institusi-institusi ini
juga menawarkan program gelar pascasarjana. Untuk meraih kualifikasi profesional,
ada institusi pendidikan swasta di Malaysia yang mempersiapkan mahasiswa untuk
mengikuti ujian profesional eksternal, yang diselenggarakan oleh berbagai badan
penguji internasional. Para mahasiswa yang ingin belajar bahasa Inggris akan
menemukan berbagai pilihan pusat belajar bahasa Inggris. Pusat-pusat belajar ini
menawarkan kelas-kelas persiapan bahasa yang memungkinkan siswa untuk
mengikuti ujian kualifikasi bahasa Inggris yang diakui secara internasional seperti
TOEFL dan IELTS.

3. Pemeringkatan Institusi
Ada banyak pemeringkatan universitas dan sekolah tinggi, yang memberikan
kualifikasi kepada institusi berdasarkan berbagai faktor. Mulai dari penelitian
akademik, kinerja mahasiswa, survei atas pengajar dan mahasiswa/calon mahasiswa.
Pemeringkatan lain dan tabel liga memberikan kualifikasi bagi jurusan atau program
akademik tertentu. Pemeringkatan dari sebuah institusi dapat berkontribusi pada
proses pengambilan keputusan oleh calon mahasiswa, akan tetapi penting untuk
menyadari jika pemeringkatan itu mendapat masukan atau dukungan dari institusi itu
sendiri.
4. Sistem Pendidikan di Malaysia, Sebuah Renungan

15

Pembangunan pendidikan di Malaysia sehingga seperti sekarang ini bukan


membutuhkan waktu yang cepat. Adalah jauh sebelum mantan perdana mentri DR
Mahatir Muhamad, meletakan visi Malaysia 2020 negara ini sudah berbenah dalam
memperbaiki pendidikan dan sistem pendidikan di negaranya. Ada beberapa tahapan
hingga Malaysia dapat meningkatkan taraf pendidikanya dan dapat diperhitungkan di
tingkat internasional. Tentu saja yang pertama, kita harus melihat sejarah pendidikan
di Malaysia itu sendiri. Sufean Hussin(2004) dalam bukunya yang berjudul
Pendidikan di Malaysia sejarah, sistem dan falsafah membagi perkembangan
pendidikan di Malaysia dalam empat tahapan yaitu:

Sejarah awal pendidikan tanah Melayu


Pendidikan pada zaman pemerintahan British
Perkembangan pendidikan tahun 1957-1970
Perkembangan pendidikan tahun 1970-1990
Namun, perkembangan pendidikan di Malaysia menemukan momentumnya

ketika perdana menteri DR Mahatir Muhamad, menetapkan visi Malaysia 2020 atau
di Malaysia lebih dikenal dengan sebutan matlamat 2020 pada tahun 1991. Matlamat
ini, bertujuan menjadikan Malaysia sebuah negara industri maju (nordin, 1994).
Dengan matlamat itu, semua bidang kehidupan dirancang untuk mencapai apa yang
sudah digariskan termasuk juga di dalamnya aspek pendidikan. Untuk mencapai
wawasan 2020 itu, maka diluncurkanlah beberapa program yang kesemuanya
bertujuan mencapai wawasan 2020 yaitu menjadikan Malaysia sebagai sebuah negara
industri maju pada tahun 2020. Dalam mencapai matlamat 2020 dalam bidang
pendidikan, kerajaan malaysia meluncurkan beberapa program yaitu:

PIPP (Pelan induk pembangunan pendidikan) 2006-2010


Pembangunan pendidikan Malaysia 2001-2010
Dan rancangan Malaysia ke 9 atau RM9
Kesemua rancangan diatas secara garis besarnya adalah menjadikan Malaysia
maju dalam bidang pendidikan. Semua program itu, selaras diciptakan saling

dukung mendukung untuk menjayakan pendidikan di Malaysia.


PIPP, mempunyai tujuan untuk:
Membina negara bangsa
Membangun modal insan
Memperksakan sekolah kebangsaan
16

Merapatkan jurang pendidikan


Memartabatkan profesion keguruan
Melonjakan kecemerlangan institusi pendidikan.
Sedangkan Pembangunan Pendidikan Malaysia 2001-2010 adalah
Meningkatkan akses kepada pendidikan.
Meningkatkan ekuiti
Meningkatkan kualiti pendidikan
Meningkatkan tahap keberkesanan dan kepengurusan pendidikan
Sedangkan tujuan Rancangan Malaysia ke 9 adalah
Meningkatkan ekonomi dan rantaian nilai yang lebih tinggi.
Meningkatkan keupayaan pengetahuan dan inovasi serta memupuk minda

kelas pertama
Menangani ketidak seimbangan sosio ekonomi yang berterusan secara

membina dan produktif.


Meningkatkan tahap dan kemampuan kualiti hidup.
Mengukuhkan keupayaan institusi dan pelaksanaan.
Nampaklah jelas, bagaimana pemerintah Malaysia menaruh perhatian serius

dalam masalah pendidikan. Semuanya dirancang dengan baik dan disosialisasikan


kepada seluruh lapisan masyarakat. Dan bagusnya lagi, masyarakat Malaysia sangat
bangga dan mendukung semua upaya kerajaan dalam memajukan dunia pendidikan di
negara itu. Dan terbukti, dari tahun ketahun pendidikan di Malaysia semakin diminati
oleh pelajar-pelajar asing. Dalam hal sumber daya manusia, kita mungkin tidak jauh
tertinggal. Namun banyak hal yang mesti dibenahi. Pemerintah, hendaknya
bersungguh-sungguh membenahi sistem pendidikan kita. Dan kita sebagai
masyarakat pun hendaknya mendukung upaya pemerintah. Sehingga pendidikan kita
bisa setara dan sejajar dengan negara lain.

17

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pada dasarnya setelah kita mengetahui secara menyeluruh tentang sistem
ekonomi politik di Malaysia tidak jauh berbeda dengan Indonesia yang dahulunya
juga bernasib sama yaitu dikuasai oleh para penjajah dan akhirnya dengan
kegigihannya dapat mencapai kemerdekaan setelah mengalami beberapa peristiwa
bersejarah. Meskipun setelah kemerdekaan pun Negara belum sepenuhnya optimal
dalam melaksanakan sistem pemerintahannya, karena tidak dapat dipungkiri bahwa
penjajah juga masih menjajah bangsa ini secara tidak langsung. Seperti halnya
dengan Indonesia, Malaysia juga mengalami perubahan besar dalam sistemnya. Akan
tetapi Malaysia dapat dikatakan lebih unggul dibanding Indonesia dalam
pembangunan

ekonominya.

Usaha

pemerintahan

yang

berbentuk

monarki

konstational lebih dapat mengaplikasikan sistem ekonomi kepada sektor riil.


Sehingga Negara selalu memperhatikan kepentingan dan kemakmuran rakyatnya.
Seperti halnya sistem tabungan haji yang telah diberlakukan di Negeri Jiran ini. Dari
satu hal ini, penulis melihat bahwa ekonomi berbasis syariah sangat diterapkan
sekali di negeri ini, mengingat penduduknya yang mendukung dimana mayoritas
penduduk beragama Islam. Sebetulnya, Indonesia juga berpenduduk mayoritas
Muslim, akan tetapi tampaknya ekonomi syariah belum dapat diterapkan secara
kaffah.
Kemudian dari pada itu, jika kita lihat betapa majunya bandara dan
transportasi umum di Kuala Lumpur, yang mana otomatis dengan keadaan seperti ini,
akan menarik investor Luar Negeri. Sehingga sebagaimana yang telah penulis
paparkan dalam pembahasan diatas, bahwasanya Malaysia mempunyai potensi kerja
sama dengan Luar Negeri baik dalam sektor ekspor, impor, perhubungan, dan lainlain, sebab Malaysia dinilai mempunyai sistem perekonomian yang maju. Namun,
setelah kita mengamati tentang sistem perekonomian Malaysia yang sudah dapat
dikategorikan maju, bukan berarti kita harus menjiplak segala sesuatu yang terjadi di

18

Negara ini. Karena bagaimanapun, Malaysia juga mempunyai kelemahan, salah


satunya adalah perlakuan terhadap etnis cina dan india (dibanding bumi putera atau
melayu) di Malaysia yang cukup memprihatinkan. Hal yang hendak penulis tekankan
disini adalah bahwa mengintip keadaan Negara-negara tetangga tidak hanya menarik,
akan tetapi juga bisa membangun kepercayaan diri. Kita memang masih harus banyak
belajar tentang pembangunan ekonomi, tapi mungkin kita tidak perlu menyontek
mereka, karena dari segi kemapanan partai dan kebebasan demokrasi kita ternyata
cukup maju. Walaupun secara ekonomi mungkin kita masih tertinggal dari mereka,
tapi bagaimanapun sebagai warga Negara dan Khalifah di muka bumi ini harus selalu
bersyukur dan selalu berusaha memberikan kontribusi kepada Negara dengan melihat
dan menjadikan Negara-negara tetangga sebagai suri tauladan dan pemicu
kesemangatan kita agar selalu bangkit dan menciptakan kehidupan perekonomian
yang lebih baik dan lebih berbarokah, Amin.

19

DAFTAR PUSTAKA
Abdullah Firdaus, Kepimpinan Melayu, Percetakan Jiwabaru Sdn Bhd, Kuala
Lumpur, 1985
Abdul Manan Mohammad, Hajj Management of Malaysia, Jedah; Saudi Arabia
Milne, R.S. dan Mauzy Diane K, Malaysia Tradition, Mobernity, and Islam,
Westview Press, Boulder and London, 1986
Milne, R.S. dan Mauzy Diane K, Malaysia New States in a New Nation, Frank Cass,
London, 1974
Noor Bin Abdulillah Mohd, Kemasukan Sabah Dan Sarawak Ke Dalam Persekutuan
Malaysia, Percetakan Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur, 1979

20