Anda di halaman 1dari 10

PENGARUH FINANCIAL LEVERAGE TERHADAP PROFITABILITAS

(STUDI KASUS PADA PT. EVER SHINE TEXTILLE TBK)

PROPOSAL

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat


Mata Kuliah Seminar Pendidikan Manajemen
Bisnis Program Studi Pendidikan Manajemen Bisnis

Oleh
Setia Akbar
1204159

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MANAJEMEN BISNIS


FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini mengenai penurunan


profitabilitas pada perusahaan sektor aneka industri. Dalam beberapa tahun
terakhir nilai profitabilitas sektor aneka industri mengalami penurunan. Hal ini
dapat mengakibatkan penurunan dalam kinerja perusahaan, juga dapat
menurunkan tingkat kepercayaan pemegang saham terhadap perusahaan. Sektor
aneka industri sendiri terdiri dari sub sektor Otomotif dan Komponen, Tekstil dan
Garment, Alas Kaki, Kabel, dan Elektronika.
Dari sub-sub sektor yang telah disebutkan di atas, yang mengalami pergerakan
cukup lambat adalah sub sektor tekstil dan garment. Industri tekstil dan garment
merupakan salah satu subsektor aneka industri yang sensitif terhadap krisis
ekonomi global. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, industri tekstil di
Indonesia mengalami berbagai masalah, yaitu tidak mengalami pertumbuhan
bahkan cenderung mengalami penurunan yang cukup besar jika dibandingkan
dengan industri lainnya.
Penurunan profit perusahaan tekstil dan garment disebabkan oleh kurangnya
modal, pasokan bahan baku yang terbatas, serta produktivitas tenaga kerja.
Berdasarkan data rmol.co (02/05/2014), Industri tekstil dan produk tekstil (TPT)
dalam satu dekade terakhir cenderung mengalami penurunan daya saing. Bahkan,
jumlah tenaga kerja di sektor ini mengalami penurunan. Jumlah tenaga kerja yang
bekerja di industri TPT hanya 1,66 juta. Berkurang dibanding tahun sebelumnya
yang mencapai 1,79 juta orang. Hal ini tentu berpengaruh pada kinerja perusahaan
tekstil dan garment dan menyebabkan menurunnya laba perusahaan.
Jika dilihat dari rasio profitabilitas ROA perusahaan tekstil dan garmen
sepanjang tahun 2009 hingga tahun 2013 nilai ROA perusahaan tekstil dan
garment mengalami fluktuasi. Untuk lebih memperjelas dapat dilihat pada Tabel
1.1 mengenai perusahaan-perusahaan yang bergerak disektor industri tekstil dan
garment yang berada di Bursa Efek Indonesia beserta perkembangan nilai
profitabilitas ROA yang dimiliki perusahaan-perusahaan tersebut mulai dari tahun
2009 sampai tahun 2013.
TABEL 1.1
PERKEMBANGAN NILAI ROA PERUSAHAAN TEKSTIL DAN
GARMENT TAHUN 2009-2013

Perusahaan
2009
ADMG
1.45
ARGO
-5.18
CNTX
-3.33
ERTX
-24.84
ESTI
1.48
HDTX
0.05
INDR
2.08
MYTX
-1.27
PBRX
4.08
RICY
0.62
SRIL
SSTM
3.55
STAR
TFCO
-9.29
TRIS
UNIT
0.75
UNTX
21.36
Sumber : Idx.co.id

2010
0.98
-8.75
10.1
-41.87
0.26
0.12
4.57
-12.39
4.02
1.77
1.14
5.45
0.52
-16.43

ROA (%)
TAHUN
2011
5.41
-8.21
-11.69
49.23
0.69
1.71
6.55
-6.52
4.76
1.9
-28.6
0.36
7.68
0.77
-5.09

2012
1.4
-6.57
-0.37
1.43
-5.33
0.23
0.14
-7
4.31
2.02
-1.74
0.12
2.11
12.12
0.09
-7.36

2013
2.28
-4.16
1.51
0.22
-5.38
-5.67
0.17
-0.49
4.47
-2.75
4.61
0.45
0.07
-18.3
8.81
0.1
5.37

Berdasarkan Tabel 1.1 di atas, dapat dilihat bahwa nilai ROA untuk
perusahaan tekstil dan garment dari tahun 2009-2013 mengalami fluktuasi dari
tiap tahunnya. Namun, rata-rata perusahaan belum mampu mempertahankan
kinerja perusahaan nya sehingga terjadi penurunan profit. Sedangkan jika nilai
ROA mengalami kenaikan, nilainya tidak terlalu besar dari tahun-tahun
sebelumnya.
Persaingan usaha tidak hanya terjadi dalam industri yang sejenis, tetapi
persaingan usaha yang menyangkut perkembangan ekonomi suatu bangsa juga
dapat terjadi pada jenis industri yang berbeda. Sektor aneka industri pada sub
sektor tekstil dan garment memegang peranan penting dalam tatanan kehidupan
negara baik dari segi perekonomian maupun sosial.
Profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam
mencari keuntungan serta mengukur tingkat efektivitas manajemen suatu perusa-

haan (Kasmir, 2011:196). Dalam penelitian ini profitabilitas diukur dengan rasio
ROA (Return On Assets) dengan cara membandingkan laba setelah pajak dengan
total asset.
Gambar 1.1 berikut menunjukan tingkat profitabilitas yang dimiliki PT. Ever
Shine Textille Tbk tahun 2009-2013 dengan menggunakan rasio Return On Asset
(ROA).

PT. EVER SHINE TEXTILLE TBK


6
4
2
0

-2
-4
-6

Sumber : idx.co.id
GAMBAR 1.1
PERGERAKAN NILAI ROA PADA PERUSAHAAN EVER SHINE
TEXTILLE 2009-2013
Gambar 1.1 menunjukkan bahwa Return On Asset (ROA) Ever Shine Textille
9 tahun terakhir mengalami penurunan, hingga mencapai -5,33 dan di tahun 2012
dan -5,38% ditahun 2013. Penurunan ROA tersebut disebabkan menurunnya laba
bersih dan total aktiva yang dimiliki Ever Shine Textille setiap tahunnya.
Kerugian yang dialami perusahaan tersebut disebabkan terus menurunnya
pendapatan usaha yang diperoleh perusahaan dari tahun ke tahun. Kondisi
tersebut dapat mengganggu kelangsungan hidup perusahaan dan mengakibatkan
perusahaan harus menanggung resiko yang berat, biaya yang harus dikeluarkan
oleh perusahaan akan semakin meningkat. Peningkatan biaya-biaya yang tidak
diikuti dengan peningkatan pendapatan akan mengakibatkan perusahaan

membutuhkan dana dari pihak luar perusahaan untuk memenuhi kebutuhan


perusahaan agar kegiatan usahanya terus berjalan.
Tabel 1.2 berikut menunjukan tingkat profitabilitas yang dimiliki PT. Ever
Shine Textille Tbk tahun 2009-2013 dengan menggunakan rasio Return On Asset
(ROA).
TABEL 1.2
ROA PT. Ever Shine Textille Tbk
TAHUN 2005-2013
Tahun
EAT
Total Aktiva
2009
Rp 223,170,000.00
Rp
518,857,000.00
2010
Rp 524,600,000.00
Rp
583,253,000.00
2011
Rp 122,560,000.00
Rp
636,930,000.00
2012
Rp 200,560,000.00
Rp
778,092,000.00
2013
Rp 567,040,000.00
Rp
635,042,000.00
Sumber : Laporan Keuangan PT. Ever Shine Textille Tbk (data diolah)

ROA
1,48%
0,26%
0,69%
-5,33%
-5,38%

Tabel 1.2 menunjukkan bahwa Return On Asset (ROA) Ever Shine Textille 5
tahun terakhir mengalami penurunan, hingga mencapai -5,33 dan di tahun 2012
dan -5,38% ditahun 2013. Penurunan ROA tersebut disebabkan menurunnya laba
bersih dan total aktiva yang dimiliki Ever Shine Textille setiap tahunnya.
Kerugian yang dialami perusahaan tersebut disebabkan terus menurunnya
pendapatan usaha yang diperoleh perusahaan dari tahun ke tahun. Kondisi
tersebut dapat mengganggu kelangsungan hidup perusahaan dan mengakibatkan
perusahaan harus menanggung resiko yang berat, biaya yang harus dikeluarkan
oleh perusahaan akan semakin meningkat. Peningkatan biaya-biaya yang tidak
diikuti dengan peningkatan pendapatan akan mengakibatkan perusahaan
membutuhkan dana dari pihak luar perusahaan untuk memenuhi kebutuhan
perusahaan agar kegiatan usahanya terus berjalan.
Return On Assets (ROA) menunjukkan efektivitas perusahaan dalam
mengelola aset baik dari modal sendiri maupun dari modal pinjaman, investor
akan melihat seberapa efektif suatu perusahaan dalam mengelola assets. Semakin
tinggi tingkat Return On Assets (ROA) maka akan memberikan efek terhadap
volume penjualan saham, artinya tinggi rendahnya Return On Asset (ROA) akan

mempengaruhi minat investor dalam melakukan investasi sehingga akan


mempengaruhi volume penjualan saham perusahaan. Untuk menarik minat
investor dalam

berinvestasi, manajemen akan berusaha untuk meningkatkan

profitabilitas perusahaan.
Sumber daya perusahaan yang harus dikelola dengan baik terutama adalah
sumber modalnya. Sumber modal tersebut ada yang berasal dari dalam
perusahaan dan ada pula yang berasal dari luar perusahaan. Menurut Riyanto
(2001:209) jika dilihat dari asalnya, sumber modal terdiri dari sumber intern
(internal resources) dan sumber modal ekstern (eksternal resources). Modal yang
dihasilkan dari dalam perusahaan sebagai sumber intern dapat berupa laba ditahan
dan akumulasi penyusutan, sedangkan sumber eksternal dijelaskan sebagai
sumber dana yang berasal dari luar perusahaan, yaitu dana yang diperoleh dari
para kreditor dan pemegang saham. Para pemegang saham dan kreditor seringkali
tertarik melihat besarnya financial leverage suatu perusahaan dalam tujuannya
untuk mengetahui kemampuan perusahaan mengembalikan modal yang telah
ditanamkan dalam perusahaan.
Perusahaan yang menggunakan utang sebagai alternatif pendanaan dapat
dikatakan sebagai perusahaan telah melakukan leverage keuangan. Leverage
keuangan dapat didefinisikan sebagai pendanaan dengan utang yang dilaakukan
dengan tujuan untuk memperkuat dampak dari perubahan labao perasi terhadap
pengembalian untuk pemegang saham. Rasio leverage keuangan merupakan salah
satu rasio yang banyak dipakai untuk meningkatkan (leveraged) profitabilitas
perusahaan. Rasio leverage keuagan membawa implikasi penting dalam
pengukuran risiko financial perusahaan.
Untuk itu, analisis financial leverage akan lebih banyak dibahas dalam
penelitian ini. Financial leverage tersebut sering diukur dengan rasio-rasio
keuangan sederhana seperti Debt to Assets Ratio (DR), Debt to Equity Ratio
(DER), Time Interest Earned Ratio (TIER), dan Degree of Finncial Leverage
(DFL). Penggunaan financial leverage tersebut pada kenyataannya memberikan
pengaruh terhadap profitabilitas perusahaan, salah satunya ditunjukkan dengan

besarnya pengembalian atau return yang akan diterima oleh pemilik perusahaan
melalui Return On Equity (ROE) perusahaan.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka perlu diadakan penelitian dengan
judul Pengaruh Financial Leverage Terhadap Profitabilitas Pada PT. Ever
Shine Textille Tbk.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, nilai profitabilitas atau laba yang diperoleh
PT. Ever Shine Textille Tbk 2005-2013 cenderung mengalami penurunan, bahkan
dua tahun terakhir mengalami kerugian yang sangat besar. Keadaan tersebut akan
mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk meningkatkan nilai perusahaan
serta untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang telah diuraikan di
atas, maka yang menjadi tema sentral dalam penelitian ini yaitu:
Selama beberapa tahun terakhir profitabilitas atau ROA yang dimiliki
PT. Ever Shine Textille Tbk cenderung mengalami penurunan setiap
tahunnya. Penurunan ROA tersebut disebabkan oleh menurunnya laba
dan aktiva yang dimiliki Ever Shine Textille, sehingga Ever Shine Textille
dalam menjalankan usahanya lebih banyak menggunakan hutang karena
laba yang didapatkan tidak mencukupi untuk membiayai operasional
perusahaan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi, diantaranya
hutang dan modal perusahaan atau disebut juga dengan financial
leverage.
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan diatas, maka
dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut:
1. Bagaimana gambaran financial leverage PT. Ever Shine Textille Tbk.
2. Bagaimana gambaran profitabilitas PT. Ever Shine Textille Tbk.
3. Bagaimana pengaruh financial leverage terhadap profitabilitas PT. Ever
Shine Textille Tbk.
1.4 Tujuan Penelitian
Berdasarkan uraian rumusan masalah di atas, maka dalam penelitian ini
tujuan dari penelitian ini yaitu sebagai berikut:
1. Untuk memperoleh temuan mengenai gambaran financial leverage PT.
Ever Shine Textille Tbk.

2. Untuk memperoleh temuan mengenai gambaran profitabilitas PT. Ever


Shine Textille Tbk.
3. Untuk memperoleh temuan mengenai pengaruh financial leverage
terhadap profitabilitas PT. Ever Shine Textille Tbk.
1.5 Kegunaan Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian, hasil penelitian diharapkan mempunyai
kegunaan sebagai berikut:
1. Kegunaan Teoritis
Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan
pengetahuan degan menerapkan teori-teori mengenai financial leverage
dan profitabilitas.
2. Kegunaan Praktis
a. Bagi penulis yaitu diharapkan dapat menambah pengetahuan,
wawasan, ilmu serta pengalaman mengenai pengaruh financial
leverage terhadap profitabilitas.
b. Bagi pembuat kebijakan yaitu diharapkan penelitian ini dapat menjadi
suatu bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan pada masa
yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA
Fahmi, I. (2012). Pengantar Manajemen Keuangan.
Weston J.Fred. dan Eugene F. Brigham, 2001, Dasar-Dasar manajemen Keuangan,
Erlangga: Jakarta.
Gitman, Lawrence J., Zutter, Chad J.. 2010. Managerial Finance 13 th Edition. The
Prentice Hall.USA
Syafri Harahap, Sofyan, 2008. Analisa Kritis atas Laporan Keuangan, PT. Raja
Grafindo Persada, Jakarta.
Riyanto, Bambang. 2001. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta:
BPFE
Ritonga, Maharani. 2014. Pengaruh Financial Leverage Terhadap Profitabilitas
Sugiyono (2001). Metode Penelitian Administrasi. Alfabeta. Bandung.
Adyani, L. R. (n.d.). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi.
Samsul, M. (2006). Pasar Modal & Manajemen Portofolio . Jakarta: Erlangga.
Utami, E. S. (2009). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Financial leverage . 3947.
Rahma Adyani, Lyla. 2010. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Profitabilitas (Roa)
www.idx.com
www.finance.com
www.sahamok.com
www.yahoo-finance.com
www.financeroll.co.id

10