Anda di halaman 1dari 4

Penetapan kadar air pada percobaan ini, dilakukan pada kencur dengan menggunakan

metode destilasi azeotrop. Metode destilasi digunakan untuk menetapkan kadar air bahan pangan
yang mudah menguap, memiliki kandungan air tinggi, dan mudah teroksidasi. Sehingga
pengeringan yang dilakukan tidak menghilangkan kadar air seluruhnya. Destilasi azeotrop
digunakan untuk memisahkan campuran yang terdiri dari dua komponen / lebih yang sulit
dipisahkan.
Pelarut yang digunakan adalah xylen. Pada percobaan ini, kencur sebanyak 5,817 gram
direaksikan dengan larutan xylen dalam labu erlenmeyer 250 ml yang dihubungkan dengan
konektor dan dipasang pada kondensor. Pemanasan yang dilakukan kurang lebih satu jam. Air
dan pelarut (xylen), diembunkan dan jatuh pada tabung aufhauser beskala, ditandai dengan
terbentuknya lapisan dua fasa, yaitu air dan xilen. Fasa air berada di bawah sedangkan xylen
berada diatas. Air berada di bawah karena berat jenis air lebih besar dibanding xylen. Volume air
yang didapatkan berdasarkan percobaan adalah 4,8 ml, dan kadar air sebesar 99,02 %.
Kadar air kencur berdasarkan percobaan dan kadar air kencur berdasarkan literatur
(85,95%), terdapat perbedaan. Hal ini disebabkan adanya perbedaaan pada waktu menanam
(dilihat berdasar perbedaan jenis tanah, dan musim). Kadar air kencur berdasar literatur
merupakan kadara air kencur yang ditananam saat musim kemarau. Sedangkan berdasarkan hasil
percobaan kadar air kencur lebih tingi, yaitu 99,02%. Hal ini dimungkinkan kencur yang
digunakan dalam praktikum ditanam di musim hujan sehingga air yang diserap kencur lebih
banyak.
H. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan penetapan kadar air kencur dengan destilasi azeotrop, kencur
mengandung kadar sebanyak 99,02%.

Pada praktikum kali ini dilakukan pengujian kadar air dalam sample minyak
bumi,kandungan air dalam suatu bahan dapat ditentukan dengan menggunakan
metode destilasi

yaitu dasar pemisahannya adalah perbedaan titik didih yang jauh atau

dengan salah satu komponen bersifat volatile. Jika campuran dipanaskan maka komponen yang
titik didihnya lebih rendah akan menguap lebih dulu. Selain perbedaan titk didih, juga perbedaan
kevolatilan, yaitu kecenderungan sebuah substansi untuk menjadi gas. Distilasi ini dilakukan
pada tekanan atmosfer
Pelarut yang digunakan adalah xylen. Pada percobaan ini, crude oil sebanyak 50 ml
direaksikan dengan larutan xylen dalam labu erlenmeyer sebanyak 150 ml yang dihubungkan
dengan konektor dan dipasang pada kondensor. Pemanasan yang dilakukan kurang lebih satu
jam. Air dan pelarut (xylen), diembunkan dan jatuh pada tabung aufhauser beskala, ditandai
dengan terbentuknya lapisan dua fasa, yaitu air dan xilen. Fasa air berada di bawah sedangkan
xylen berada diatas. Air berada di bawah karena berat jenis air lebih besar dibanding xylen.
Volume air yang didapatkan berdasarkan percobaan adalah 2,8 ml, dan kadar air sebesar 5,6 %.

4.2 Kesimpulan

Berdasarkan hasil percobaan didapat jumlah kadar air nya sebesar 2.8 ml
Berat jenis air lebih besar dibandingkan xylene

DAFTAR PUSTAKA

https://himka1polban.wordpress.com/laporan/kimia-pangan/laporan-penentuankadar-air/
http://www.slideshare.net/fransiskaputeri/satop-acara-5

Beri Nilai