Anda di halaman 1dari 6

BAHAN KULIAH EKONOMI DAN KEBIJAKAN TRANSPORTASI

PERMINTAAN DAN PENAWARAN TRANSPORTASI


1.

PENDAHULUAN
Transportasi merupakan salah satu kunci perkembangan. Prasarana
transportasi sangat penting untuk saling menghubungkan daerah
sumber bahan baku, daerah produksi, daerah pemasaran dan daerah
permukiman sebagai tempat tinggal konsumen.
Kegiatan transportasi pada pokoknya adalah kegiatan memudahkan
orang atau barang dari satu tempat ke tempat lain baik dengan atau
tanpa sarana angkutan.
Perkembangan

teknologi

yang

sangat

pesat

menyebabkan

perkembangan jenis angkutan yang semakin tinggi dan dengan


sendirinya

menuntut

persyaratan-persyaratan

tertentu

dalam

pengoperasiannya.
Kegiatan transportasi dapat dilihat dad 3 (tiga) sudut pandang yaitu
a. Sosial

Masyarakat yang membutuhkan, menggunakan dan mengelola


transportasi dan juga yang melakukan pergerakan;
b. Fisik

Prasarana dan sarana transportasi yang memerlukan ruang bagi


pergerakannya.

Pengejawantahan

kegiatan

transportasi

juga

berupa kenyataan guna lahan untuk jaringan jalan, yang bahkan


meliputi 15-30% lugs tanah perkotaan.
c. Ekonomi

Bagaimanapun masalah ini temyata tidak dapat dipisahkan.


Pembangunan
dipastikan

prasarana

sangat

transportasi

mempengaruhi

suatu

daerah

perekonomian

dapat
daerah,

sedangkan pembangunan itu sendiri didasarkan atas potensi yang


ada di daerah tersebut. Kenyataan juga menunjukkan bahwa
perubahan ongkos transportasi mempengaruhi sektor ekonomi

daerah. Hal ini telah terbukti beberapa kali di Indonesia, misalnya


kegoncangan harga barang yang disebabkan oleh kenaikan harga
bahan bakar minyak.
2. Permintaan Transportasi
Apabila menginginkan suatu barang, kita akan mencari seseorang atau
tempat yang dapat mengadakan barang tersebut dan kita berusaha
"membujuknya" agar memberikan atau melakukan apa yang kita
peerlukan. Dalam ilmu ekonomi mengetahui istilah supply (sediaan) dan
demend (permintaan) untuk menjelaskan hal di atas.
Kebanyakan orang membutuhkan secara langsung misalnya beras,
perumahan dan sebagainya. Kebutuhan lainnya disebut kebutuhan tak
langsung. Dalam hal terakhir ini, benda yang dibutuhkan atau diminta
memang tidak dibutuhkan secara langsung melaihkan hanya sebagai
sarana atau alat untuk memperoleh barang dan jasa yang diperlukan.
Permintaan Jasa Transportasi (transport demand)
Adalah jenis permintaan tak langsung, berawal dari kebutuhan manusia
akan berbagai jenis barang dan jasa, kita membutuhkan transportasi radio
transistor buatan Jepang karena membutuhkan hiburan siaran radio.
Kebutuhan kita akan taksi misalnya disebabkan kita perlu pergi ke dokter
gigi untuk mendapatkan pelayanan pengobatan. Sarana transportasi
adalah "barang produsen" yang turut berperan dalam proses produksi.
Fungsi utamanya adalah menjembatani jarak geografi antara produsen
dan konsumen.
Adanya sistem transportasi memungkinkan orang dan/atau barang
bergerak atau perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Transportasi
juga melayani kota dan berbagai cara digunakan sesuai dengan
kemampuan bayar pemakai. Bila kebutuhan akan transport meningkat,
ada kewajiban untuk memenuhi kebutuhan tersebut, transport tidak
disediakan, maka kebutuhan kota yang bertransportasi tak akan dapat

dipenuhi sebagaimana mestinya. Jadi, pelayanan transportasi dalam


banyak hal sama pentingknya seperti listrik, gas air dan lain lain.
Lebih lanjut lagi dapat disebutkan bahwa transport demand termasuk jenis
permintaan turunan (derived demand) dan terdapat saling ketergantungan
yang luas antara transport dengan industri, pertanian, perclagangan dan
perkembangan perekonomian suatu negara atau daerah. Dalam proses
pertumbuhan ekonomi, kebutuhan transportasi terus meningkat yang
secara umu dapat dilihat dad 3 (tiga) faktor berikut ini
1)Bila terjadi peningkatan produksi, maka semakin besarlah volume bahan
yang diangkut untuk memenuhi bahan baku produksi dan semakin
besar pula hasil produksi diangkut ke konsumen;
2)Peningkatan volume seperti disebut dalam butir (a) mungkin sekali
mengandung arti peduasan wilayah sumber bahan baku dan wilayah
pemasaran;
3)Peningkatan

jumlah

barang

yang

dijual

akan

melipatgandakan

pertumbuhan kekhususan dan peningkatan pendapatan akan


menambah keragaman barang yang diminta. Dengan kata lain
peningkatan

kegiatan

ekonomi

mengikutsertakan

peningkatan

mobilitas. Di pihak lain, pendapat nasional bergantung pada


kemampuan transportasi yang memadai dan peningkatan kegiatan
ekonomi membutuhkan sarana gerak atau transport.
3. Penyediaan Jasa Transportasi (Transport Supply).
Menggunakan proses teori ekonomi, maka yang dimaksud dengan
transport supply adalah pasokan yang disediakan untuk mengantisipasi
kebutuhan pergerakan. Secara fisik pasokan dimaksud dapat berupa
prasarana maupun sarana. Tetapi perlu diingat bahwa pengertian supply
pada transportasi tidak sama dengan mata niaga dan jasa laian. Sarana
transpor tidak dapat digudangkan dan dilayankan dalam bentuk teratur.
Supply (sediaan) diminta pada saat dan ditempat permintaan tumbuh.

Contohnya bus berdaya tampung 60 kursi dikatakan tepat terpakai semua


walaupun berangkat dengan hanya 20 penumpang. Sisa 40 kursi tidak
dapat disimpan untuk menampung arus penumpang pada lain hari.
Semua ciri ini hendaknya diperhitungkan ketika menaksir lalu lintas agar
terjamin kemampuan pelayanan pada puncak transport demand dan untuk
meminimumkan kapasitas angkut selama kala sepi. Supaya terhindar dari
kemacetan dan kesulitan lain, perkiraan permintaan transport dimasa
depan hares dibuat dengan cermat mendahului kenyataan sesungguhnya.
Dalam hal moda kereta api, supply (sediaan) dan demand (permintaan)
berkaitan dengan jalur rel dan kereta, sedangkan jalan hendaknya digarap
sebagai penggabungan atau dalam kaitannya dengan kemudahan lain
yang tersedia. Pengadaan sarana satu dan ketidakcukupan lain dapat
mengakibatkan kemubaziran sumber daya.

4. Transportasi Sebagai Suatu Sistem


Telah dikemukakan sebelumnya bahwa transportasi dan kegiatan manusia
adalah hal yang tak dapat dipisah-pisahkan. Dalam hal ini ada hubungan
timbal balik antara kegiatan manusia dan pelayanan dan persediaan
transportasi (prasarana dan sarana), yang wujudnya adalah pada kegiatan
lalu lintas. Ketiga komponen ini menunjukkan seperti ditunjuk berikut ini

Dalam perspektif yang lain, sistem transportasi dapat ditinjau terdiri dari 3

(tiga) unsur 'yaitu manusia atau penduduk, kegiatan dan teknologi.


Ketiganya saling mempengaruhi. Perkembangan salah sate unsur akan
mempengaruhi

yang

lainnya

sehingga

akhirnya

tecapai

titik

kesinambungan yang baru.

Saling mempengaruhi antara ketiga unsur tersebut di atas melahirkan


berbagai masalah transportasi, dalam skala wilayah maupun daerah. Untuk
mengatasinya, pemerintah terbentur pada keterbatasan dana dan daya.
Selain itu, pemerintah jugs dihadapkan pada kebutuhan dimasa depan yang
hares disiapkan sejak sekarang, walaupun dikemudian hah tetap saja
muncul masalah baru yang menuntut pemecatan baru pula.
Khusus untuk daerah perkotaan, gambaran mengenai interaksi antara
kegiatan, prasarana/sarana dan Ialu lintas (flow) dapat dikembangkan lebih
lanjut yaitu dengan menguraikan sitem menjadi 4 (empat) kompoen utama
yaitu : sistem kegiatan, pola kegiatan, perilaku orang dan prasarana dan
sarana transport, keempat dasar tersebut berinteraksi secara intens
membentuk sistem transportasi perkotaan.
Adanya sarana dan prasarana transportasi di daerah perkotaan akan
mempertinggi daya jangkau (aksesibilitas) daerah yang bersangkutan, yang
pada gilirannya akan mempengaruhi sistem aktivitas dad daerah dimaksud.
Pengaruh yang dimaksud disebabkan karena perilaku perorangan dan
5

lembaga dalam menentukan lokasi mereka beraktivitas. Mereka akan


memilih daerah dimana daya jangkaunya (aksesibilitasnya), paling mudah.
Akibatnya mudah diduga, daerah yang daya jangkaunya tinggi makin
diminati perorangan dan lembaga untuk aktivitasnya yang pada gilirannya
daerah tersebut menjadi makin berkembang. Di lain pihak soal aktivitas di
atas bersama-sama dengan sistem prasarana dan sarana yang akan
menyebabkan perilaku orang dalam kegiatan transportasi berubah pula,
dimana dalam hal ini diindikasikan dengan adanya kebutuhan transportasi
yang makin meningkat di beberapa ruas jalan tertentu, terutama di daerah
dimana perkembangan aktivitas kegiatan manusia yang tinggi. Akibat dari hal
ini adalah menyebabkan ketidakseimbangan antara prasarana/sarana
transportasi dengan kebutuhan pergerakan (transport demand) yang
merangsang adanya kebutuhan untuk menyediakan sarana dan prasarana
yang lebih baik, sehingga siklus berikutnya terjadi lagi yaitu dengan adanya
peningkatan daya jangkau.