Anda di halaman 1dari 3

ANGINA PEKTORIS STABIL

I. DEFINISI

II. PATOLOGIFISIOLOGIS DAN


PATOGENESIS

Nyeri dada iskemik yang dicetuskan oleh aktifitas


fisik/stress dimana dalam 30 hari terakhir tidak
mengalami perubahan dalam frekuensi, intensitas dan
lamanya angina maupun faktor pencetusnya

Pada usia lanjut dan penderita diabetes dapat terjadi


nyeri dada iskemik namun tidak khas.

Angina pektoris muncul oleh karena adanya


ketidakseimbangan antara perfusi dan kebutuhan
miokard.
Substrat patologi bervariasi pada plak ateromatous yang
menyebabkan penyempitan arteri koroner, biasanya
berkisar antara 50 70% dari diameter lumen, dimana
aliran darah koroner tidak adekuat untuk memenuhi
kebutuhan metabolik jantung saat aktifitas fisik atau stres.

III. DIAGNOSIS

Stenosis yang terjadi tidak hanya tergantung dari


pengurangan diameter lumen tapi juga tergantung dari
panjang dan banyaknya stenosis yang terjadi.
Adanya stimulasi yang menyebabkan injuri (hipertensi,
hiperkolesterolemia) mengakibatkan kerusakan endotel
yang berakibat makrofag di otot polos berproliferasi dan
bermigrasi ke dalam dinding pembuluh darah.
Riwayat nyeri dada (angina) khas
Gejala khas mempunyai 4 gambaran kardinal (four cardinal
symptoms)
a. Lokasi:
Regio retrostenal dengan kemungkinan penjalaran ke
kedua sisi dada, ke lengan (terutama lengan kiri) sampai
ke pergelangan tangan dan ke leher atau ke rahang.
Cukup sering awal serangan di salah satu area tertentu
dan selanjutnya akan menjalar ke tengah dada. Atau
mungkin tanpa melibatkan sama sekali daerah sternal.
b. Berhubungan dengan latihan:
Pada kebanyakan kasus, angina diprovokasi oleh
peningkatan konsumsi oksigen selama latihan atau stress
dan segera dengan cepat pulih dengan istirahat.
c. Karakteristik:

Walaupun angina sering dijabarkan sebagai rasa nyeri


tetapi pasien mungkin menyatakannya sebagai rasa tidak
nyaman seperti rasa tertekan atau tercekik. Intensitas
keluhan bervariasi dari sedikit perasaan tidak nyaman
sampai rasa nyeri yang hebat.

d. Durasi:

IV. KLASIFIKASI ANGINA

Nyeri angina yang diprovokasi oleh latihan fisik biasanya


pulih spontan dalam waktu 1 3 menit setelah istirahat,
tetapi dapat berlangsung lebih dari 10 menit setelah latihan
yang berat. Nyeri angina yang diprovokasi oleh emosi
mungkin pulih lebih lambat dibanding yang diprovokasi
oleh latihan fisik.

Episode angina pada pasien dengan sindrom X


mempunyai frekuensi lebih lama dan kurang konsisten
dalam kaitannya dengan latihan, dibandingkan pasien
dengan stenosis arteri koroner (aterosklerotik). Keluhan
rasa tidak nyaman di dada disertai atau di latar belakangi
oleh gejala-gejala lain sperti sesak nafas, kelelahan dan
rasa mau pingsan.

Kelas I :
Angina tidak timbul pada saat aktifitas sehari-hari, seperti
berjalan atau menaiki tangga. Angina dapat timbul pada
saat latihan berat, tergesa-gesa dan saat bekerja
berkepanjangan atau rekreasi

Kelas II
Sedikit pembatasan pada aktifitas sehari-hari, seperti jalan
atau naik tangga dengan cepat, jalan mendaki, jalan atau
naik tangga setelah makan, di hawa dingin atau melawan
angina, dalam keadaan stress atau emosi, atau hanya
beberapa jam setelah bangun tidur. Berjalan lebih dari 2
blok ( 400 m) di permukaan atau naik tangga lebih dari
satu tingkat pada kecepatan dan kondisi yang normal.

Kelas III
Adanya tanda-tanda keterbatasan pada aktifitas seharihari, seperti jalan satu atau 2 blok di permukaan dan naik
tangga satu tingkat pada kecepatan dan kondisi yang
normal.

Kelas IV
Ketidakmampuan melakukan semua aktifitas sehari-hari
tanpa keluhan dan rasa nyaman.

Refluks esofagitis dan spasme.

(Canadian
Cardiovaskular
Society = CCS)

V. DIAGNOSIS BANDING

VI.PEMERIKSAAN FISIK

Ulkus peptikum.
Batu empedu
Gangguan muskuloskeletal
Nyeri dada non spesifik yang berhubungan dengan
ansietas.

Tidak ada pemeriksaan fisik yang spesifik untuk angina,


kecuali mempunyai karakteristik untuk penyakit yang
mendasarinya (seperti: stenosis aorta).

Pasien sering terlihat pucat, distres dan berkeringat banyak


selama serangan.

Mungkin terdengar bunyi jantung 3 dan 4 seperti murmur


pada katup mitral yang inkompeten