Anda di halaman 1dari 3

INTERPRETASI CASE 3 ( KATARAK SENIL )

Tn. Edward, laki-laki, 55 tahun

ANAMNESA
Keluhan utama : penglihatan kedua mata semakin buram
Adanya penurunan penglihatan secara perlahan
Keluhan tambahan : tidak sakit dan tidak ada kemerahan
Masuk kedalam klasifikasi mata tenang dengan visus menurun
perlahan, terdiri dari katarak, glaucoma sudut terbuka, dan
retinopati
Riwayat penyakit sekarang : keluhan-keluhan diatas sudah dirasakan
sejak 2 tahun yang lalu, tidak ada riwayat trauma dan tidak ada
riwayat hipertensi
Tidak adanya riwayat trauma melemahkan kemungkinan adanya
katarak yang diakibatkan oleh trauma dan glaucoma yang
diakibatkan oleh trauma juga. Selain itu, tidak adanya hipertensi
pada pasien dapat melemahkan kemungkinan adanya retinopati
hipertensi
Riwayat penyakit dahulu : menderita Diabetes Mellitus yang terkontrol
sejak 10 tahun yang lalu
Adanya riwayat DM pada pasien dapat memungkinkan terjadinya
retinopati diabetikum maupun katarak karena DM
Hipotesis
o Katarak senil (dengan stadium :
insipient/imatur/matur/hipermatur )
Diambil : usia diatas 40 tahun, penglihatan kedua mata
menurun perlahan, tidak ada kemerahan, tidak ada rasa sakit,
buram seperti melihat asap, tidak ada riwayat trauma.
o Glaucoma primer sudut terbuka
Diambil : usia 40 tahun ke atas, penurunan visus perlahan
o Glaucoma sekunder karena kelainan lensa
Diambil : penglihatan kedua mata semakin buram
o Retinopati diabetikum
Diambil : penurunan visus perlahan dan ada riwayat DM selama
10 tahun

PEMERIKSAAN FISIK
Vital sign : tekanan darah, suhu, respirasi, maupun nadi dalam
keadaan normal
Diperiksa untuk lebih meyakinkan kalau pasien benar-benar tidak
hipertensi
Pemeriksaan fisik pada organ selain mata : dalam batas normal

PEMERIKSAAN OFTALMOLOGI
AVOD 1/300
AVOS

6/30 pinhole tetap

AVOD/AVOS adalah acies visus oculus dextra/sinistra. Pada hasil


pemeriksaan diatas dapat dilihat bahwa mata kanan pasien hanya
dapat melihat lambaian tangan pemeriksa pada jarak 1 meter dari
pasien. Sedangkan mata kirinya masih dapat melihat snellen chart
dengan hasil 6/30 yang berarti huruf yang dapat terlihat oleh
pasien dapat dibaca pada jarak 6 meter, sedangkan orang normal
dapat membacanya dalam jarak 30 meter. Untuk mata kiri ini,
karena pasien masih bias melihat huruf-huruf yang ada di snellen
chart, maka dilakukan tes pinhole dengan tujuan untuk melihat
apakah pasien menderita gangguan pada media refraksinya atau
memang kelainan organic. Pada tes dengan pin hole hasilnya tetap,
mengartikan bahwa pasien tidak bermasalah dalam media
refraksinya, tapi karena memang terdapat kelainan organic pada
matanya.
Segmen anterior :
o Konjungtiva bulbi Okuler Dextra Sinistra tenang
Mengarah kepada katarak dan glaucoma sudut terbuka, juga
menghilangkan kemungkinan adanya penyulit pada katarak
imatur yaitu glaucoma akut
o Kornea jernih
Mengarah kepada katarak dan glaucoma sudut terbuka
o Lensa okuler dextra keruh, shadow test (-)
Mengarah kepada katarak senile matur, karena kekeruhan sudah
terlihat menutupi seluruh lensa, hasil shadow test (-) karena
pada pemeriksaan iris dan lensa dengan penlight, tidak terlihat
adanya bayangan iris pada pupil. Hali ini disebabkan karena
lensa yang telah keruh seluruhnya itu memantulkan seluruh
cahaya yang masuk ke mata, jadi tidak ada yang dipantulkan.
Mencoret kemungkinan glaucoma sudut terbuka, katarak senile
insipient, imatur dan hipermatur
o Lensa okuler sinistra sedikit keruh, shadow test (+)
Mengarah kepada katarak senile imatur, karena kekeruhan
masih sedikit, dan juga hasil pemeriksaan shadow test (+).
Dimana pada pemeriksaan iris dan lensa dengan menggunakan
penlight, terlihat bayangan iris pada pupil, hal ini terjadi karena
cahaya yang masuk ke mata tidak semuanya
dipantulkan,melainkan ada yang diteruskan, karena masih
terdapat bagian mata yang jernih
Mencoret kemungkinan glaucoma sudut terbuka, katarak senile
insipient, imatur dan hipermatur
Cara pemeriksaan shadow test :
Pemeriksa memegang penlight dengan tangan kanan
kemudian menyinari mata dari arah temporal atau nasal

Memegang loupe dengan tangan kiri, perhatikan bentuk


iris, warna, gambarannya, permukaannya
Melakukan penilaian pada lensa mata, nilai kejernihannya,
posisi, dan kemungkinan adanya dislokasi
Melakukan prosedur yang sama di mata sebelahnya
Melaporkan hasil pemeriksaan. Shadow test (+) : katarak
imatur dan sahdow test (-) : katarak matur

Segmen posterior :
o Fundus okuli dextra tidak tembus
Pemeriksaan fundus okuli dengan menggunakan alat
oftalmoskop, yang dilihat adalah seluruh bagian retina dan
pembuluh darah yang terdapat di retina.
Hasil pemeriksaan ini belum valid, karena fundus okuli tidak
terlihat. Tidak tembus disini diakibatkan karena kekeruhan lensa
yang menutupi seluruh lensa
o Fundus okuli sinistra baik
Hasil pemeriksaan ini dapat mencoret kemungkinan adanya
retinopati diabetikum

DIAGNOSIS :

Okuli dextra : katarak senile matur


Alasan : keluhan utama, riwayat penyakit sekarang, ketajaman penglihatan
1/300 (lebih parah dari yang kiri), konjungtiva bulbi tenang, kornea jernih,
lensa keruh dengan shadow test (-). Pemeriksaan fundus okuli tidak tembus
Okuli sinistra : katarak senile imatur
Alasan : keluhan utama, riwayat penyakit sekarang, ketajaman penglihatan
6/30 dengan tes pinhole tetap (kelainan organic), konjungtiva bulbi tenang,
kornea jernih, lensa sedikit keruh dengan shadow test (+). Pemeriksaan
fundus okuli baik