Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

OBAT ASLI INDONESIA

KELOMPOK I
MULIADI

509 14 011 038

ARICA ISNAINI

509 14 011 056

SUNDARIKA NASTITIN

510 13 011 192

DEWI ANAGUSTIWI

510 14 011 015

KHAIRUNNISA

510 14 011 016

ERNI YULIANTI

510 14 011 039

NURUL HUDAYANI

510 14 011 040

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PANCASAKTI
MAKASSAR
2014
1

KATA PENGANTAR
Pertama-tama kami ingin mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan yang
Maha Esa yang telah memberkati kami sehingga makalah Obat Asli Indonesia ini
dapat diselesaikan. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih bagi seluruh pihak
yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini dan berbagai sumber
yang telah kami pakai sebagai data dalam pembuatan makalah ini.
Kami mengakui bahwa kami adalah manusia yang mempunyai keterbatasan
dalam berbagai hal. Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan
sangat sempurna. Begitu pula dengan makalah ini yang telah kami selesaikan. Tidak
semua hal dapat kami deskripsikan dengan sempurna dalam makalah ini. Kami
melakukannya semaksimal mungkin dengan kemampuan yang kami miliki. Di mana
kami juga memiliki keterbatasan kemampuan.
Maka dari itu seperti yang telah dijelaskan bahwa kami memiliki keterbatasan
dan juga kekurangan, kami bersedia menerima kritik dan saran dari pembaca yang
budiman. Kami akan menerima semua kritik dan saran tersebut sebagai batu
loncatan yang dapat memperbaiki makalah Obat Asli Indonesia kami di masa datang.
Sehingga semoga makalah berikutnya dan karya tulis lain dapat diselesaikan dengan
hasil yang lebih baik.
Penyusun
Kelompok I

DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

MAKSUD DAN TUJUAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Sejarah Perkembangan Obat Asli Indonesia

Defenisi / Pengertian Obat Asli Indonesia

10

Dasar-dasar Hukum Obat Asli Indonesia

14

Masa Depan Obat Asli Indonesia

14

BAB III PENUTUP

16

Kesimpulan

16

Saran

16

DAFTAR PUSTAKA

17

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia sebagai negara tropis, dikenal dengan keanekaragaman hayati,
termasuk di dalamnya kekayaan berupa berbagai jenis tumbuhan yang oleh
masyarakat digunakan sebagai obat tradisional. Penggunaan obat tradisional
merupakan suatu tradisi warisan budaya bangsa dan diteruskan dari generasi ke
generasi, bertahan lestari dan tidak terpisah dari kehidupan masyarakat.
Sejarah tanaman obat atau herbal di Indonesia berdasarkan fakta sejarah
adalah obat asli Indonesia. Catatan sejarah menunjukkan bahwa di wilayah
nusantara dari abad ke 5 sampai dengan abab ke 19, tanaman obat merupakan
sarana paling utama bagi masyarakat tradisional kita untuk pengobatan penyakit
dan pemeliharan kesehatan.
Masuknya pengobatan modern di Indonesia, dengan didirikannya sekolah
dokter Jawa di Jakarta pada tahun 1904, menyebabkan secara bertahap dan
sistematis

penggunaan

tanaman

obat

sebagai

obat

telah

ditinggalkan.

Penggunaan tanaman obat dianggap kuno, berbahaya dan terbelakang,


akibatnya masyarakat pada umumnya tidak mengenal tanaman obat dan
penggunaannya sebagai obat.
Beberapa dekade terakhir ini terdapat kecenderungan secara global untuk
kembali ke alam back to nature . Bidang pengobatan herbal ini sangat kuat di
negara-negara maju dan berpengaruh besar di negara-negara berkembang
seperti Indonesia. Lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan herbalpun kini
telah banyak diminati masyarakat, dan masyarakat Indonesia pun kini sudah
banyak yang menggunakan obat herbal.
Banyak bahan asli Indonesia lama sebelum perang dunia ke II, telah
diselidiki dengan seksama dan ternyata ada baiknya. Baik dunia ilmu pengobatan
maupun ilmu alam yang resmi telah menerima baik hasil penyelidikan tersebut,
4

terutama mengenai khasiat bahan-bahan tersebut sampai sekarang juga masih


dipergunakan dalam dunia kedokteran Indonesia. Meskipun nenek moyang kita
pada zaman dahulu kala telah menggunakan tumbuh-tumbuhan tidak hanya
untuk bahan makanan dan bahan bakar saja, tetapi juga untuk bahan obatobatan.
B. Maksud dan Tujuan
Menjelaskan ruang lingkup Obat Asli Indonesia mulai dari :
1. Sejarah Perkembangan Obat Asli Indonesia
2. Pengertian Obat Asli Indonesia
3. Dasar hukum Obat Asli Indonesia, dan
4. Masa depan Obat Asli Indonesia

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Sejara Perkembangan Obat Asli Indonesia
Indonesia dikenal sebagai negara dengan sumber daya hayati kedua
terbesar

setelah Brasil yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Di

Indonesia terdapat kurang lebih 35.000 jenis tumbuh-tumbuhan, diantaranya


dilaporkan 3.500 jenis termasuk tanaman obat. Selain itu, Indonesia juga kaya
akan etnis yang mencapai lebih dari 370 etnis dan pengetahuan tradisional
yang merupakan

warisan

budaya bangsa dalam memanfaatkan tumbuhan

untuk pemeliharaan kesehatan dan pengobatan penyakit secara turun temurun.


Nenek moyang kita telah memanfaatkan kekayaan alam ini dengan sangat
bijaksana. Mereka juga mendalami ilmu pengobatan dengan bahan alam
sehingga

lahirlah

para

ahli

pengobatan

yang

nantinya

disebut

tabib.

Pengetahuan yang dimiliki para tabib diwariskan dari generasi ke generasi


selanjutnya. Para tabib juga telah meramu berbagai herbal yang nantinya
disebut jamu. Ilmu pengetahuan yang diturunkan pun secara lisan.
Masuknya agama Hindu-Budha membawa perubahan besar dalam dunia
tulis menulis. Pada masa ini resep mulai ditulis, pencatatan nama tanaman dan
khasiatnya juga mulai dilakukan. Pada awalnya pencatatan dilakukan pada batu,
lempeng tanah liat maupun lempeng logam. Cara penulisannya sama dengan
cara ditorehkan dengan benda tajam. Peninggalan ini nantinya kita kenal dengan
sebutan prasasti.
Budaya tulis menulis ini kemudian berkembang sehingga pencatatan mulai
menggunakan helaian daun lontar (Borrasus flabilifer) yang ditulis menggunakan
tinta

dari

bahasa

tumbuhan.

Bahasa

yang

digunakan

pada

saat

itu

adalah

Sansekerta, bahasa Jawa Kuno, bahasa Bali, bahasa Bugis kuno.

Beberapa naskah peninggalan berisikan tuntunan pengobatan :


1. Kitab Lontar
Kitab Lontar banyak ditemukan di Pulau Bali yang berisikan tata cara
pengobatan dasar para leluhur. Setiap helaian daun lontar memiliki panjang
30 cm dan disatukan menggunakan tali yang akan membentuk sebuah
rangkaian. Penulisan daun lontar menggunakan aksara Bali (meskipun ada
6

juga yang ditulis dengan aksara Lontara bahasa Bugis kuno). Kitab Lontar ini
bersifat sangat sakral dan membutuhkan penanganan khusus dalam
penyimpanan. Kitab lontar tersebut disimpan dalam peti kayu yang dihiasi
dengan ukiran khas Bali.
Kitab lontar ditulis secara khusus oleh para Balian atau pengobat
tradisional Bali. Para Balian selayaknya tabib memiliki ilmu khusus yang
disebut Taksu atau kesaktian yang dapat digunakan untuk menyembuhkan
penyakit. Para Balian sangat dihormati karena selain memiliki kemampuan
khusus juga harus memahami kitab Tutur Buda Kecapi yang berisi tentang
etika seorang Balian. Para Balian juga diwajibkan menjalani brata atau puasa
dan juga melakukan upacara pembersihan diri. Para Balian juga harus
mendapatkan ijin atau restu dari dewi ilmu pengetahuan "Hyang Aji
Saraswati" dengan cara bersembahyang di Pura suci.
Beberapa peninggalan Kitab Lontar naskah Bali diantaranya :
- Kitab Lontar Usada Ila (tentang pengobatan penyakit lepra),
- Kitab Lontar Usada Kurantobolong (tentang petunjuk dan pengobatan
bagi penyakit yang menyerang anak kecil),
- Kitab Lontar Usada Carekan Tingkeb (tentang kumpulan jenis-jenis
tanaman obat dan kegunaannya),
- Kitab Lontar Usada Tua (tentang petunjuk dan resep pengobatan yang
menyerang generasi tua),
- Kitab Lontar Usada Dalem (tentang ramuan dan tata cara pengobatan
penyakit dalam), dan
- Kitab Lontar Taru Pramana (tentang khasiat dari tanaman obat)
2. Naskah Kitab
Selain dalam Kitab Lontar, bukti sejarah tentang pengobatan asli
Indonesia juga tersimpan rapi dalam kitab yang ditulis oleh Mpu, dan juga
naskah publikasi yang ditulis oleh para ilmuwan. Kitab yang ditulis para Mpu
lebih banyak menceritakan kehidupan pada masanya, akan tetapi juga
terselip beberapa cerita tentang prosesi pengobatan yang dilakukan oleh para
ahli botani yang melakukan penelitian dan eksplorasi terhadap kemanfaatan
tanaman obat asli Indonesia. Beberapa naskah peninggalan :

- Naskah Kakawin Bhomawkaya ( oleh Mpu Dharmaja, pada tahun 11151130M)


- Naskah Gatotkaca Sraya (oleh Mpu Panuluh, pada tahun 1130-1157M)
- Naskah Sumanasantaka (oleh Mpu Monaguna, pada tahun 1104-an M)
- Kitab Lubdhaka (oleh Mpu Tanakung, pada tahun 1466-1478M)
- Kidung Harsawijaya (kumpulan syair lagu pada era kerajaan Singosari,
pada tahun 1222-1292M)
- Kidung Sunda (kumpulan syair lagu menceritakan tentang Hayam Wuruk,
pada tahun 1540M)
3. Naskah Peninggalan Keraton
Berasal dari daerah Jawa dan Yogyakarta.
- Serat Primbon Jampi Jawi (oleh Sri Sultan Hamengku Buwono II,tahun
1792-1828M berisi 3000 resep jamu),
- Serat Centhini (tentang tata cara pengobatan alami di Jawa, thn 1814M)
- Serat Primbon Jampi (rangkaian doa, mantra juga obat-obatan dari
alam),
- Serat

Primbon

Sarat

("isyarat

warna-warni"

ditulis

oleh

Raden

Atmasupana, tentang persyaratan agar dapat hidup sehat), dan


- Serat Kwaruh (dibuat pada tahun 1858, berisi 1734 jenis ramuan jamu
jawa)
Selain ketiga jenis peninggalan tersebut di atas, masuknya bangsa Eropa
ke Nusantara juga membawa pengaruh besar dalam perkembangan obat asli
Indonesia, publikasi mengenai tanaman obat, khasiat dan cara penggunaannya
mulai bermunculan dengan menggunakan kertas dan menggunakan bahasa latin.
Berikut bukti buku-buku peninggalan yang ditulis pertama kali mengenai obat asli
Indonesia :
1. Historia Naturalist et Medica Indiae (oleh Yacobus Bontius di Maluku, tahun
1627M berisi 60 jenis tumbuhan Indonesia beserta pemanfaatannya),
2. Herbarium Amboinense (oleh Gregorius Rumphius di Maluku, tahun 17411755M tentang pemanfaatan tumbuhan dalam pemeliharaan kesehatan dan
fungsinya dalam mengobati penyakit),

3. Monograf Tumbuhan Obat di Jawa (oleh M. Horsfield, tahun 1816M terbit di


Jakarta),
4. Het Javaanese Reseptenboek (oleh Van Hein, tahun 1872M tentang resep
pengobatan Jawa Kuno menggunakan tanaman obat),
5. Indische Planten en haar Geneeskracht (oleh KloppenburgVersteegh di
Semarang, tahun 1907M tentang informasi penggunaan tumbuhan obat yang
dimanfaatkan oleh masyarakat dalam pengobatan penyakit), dan
6. De Nuttige Planten Van N.I (oleh M. Heyne, tahun 1927M tentang infirmasi
berbagai jenis tumbuhan yang tumbuh dan berkembang di Indonesia)
Juga Peninggalan relief prasasti, Seperti :
1. Relief Candi Borobudur : Tahun 772M di Magelang-Jawa Tengah, pada salah
satu reliefnya terpahat berbagai jenis tanaman obat yang biasa dimanfaatkan
masyarakat diantaranya yaitu kecubung-Datura metel, mojo-Aegle marmelos,
lontar-Borassus flabilifer dan relief lainnya adalah lukisan proses percikan
jamu dan aktivitas minum jamu. Selain itu juga terdapat relief yang
menggambarkan pemakaian lulur dalam proses pemijatan.
2. Prasasti Madhawapura : peninggalan kerajaan Hindu Majapahit. Dalam
prasasti ini terdapat tulisan yang mengisahkan tentang tukang meracik jamu
yang disebut "acaraki".
Seiring dengan perkembangan jaman, maka bentuk pembuatan jamu sudah
dikemas secara modern. Era ini dimulai pada awal abad 20 dengan munculnya
pabrik Jamu di bumi Nusantara seperti Jamu Iboe tahun 1910 di Surabaya,
Jamoe cap Djago tahun 1918 di Semarang dan seterusnya hingga sekarang
tercatat di BPOM ada 1024 lebih perusahaan dengan berbagai skala yang
memproduksi lebih dari 10.000 macam produk, mulai dari godogan, serbuk, pil
sampai kapsul yang digunakan untuk perawatan tubuh, pemeliharaan kesehatan,
meningkatkan kebugaran, maupun pengobatan penyakit, mulai dari produk
yang dipasarkan di sekitar lingkungan rumah sampai di ekspor ke manca
negara.

Saat

ini,

diperkirakan

ada

80%

penduduk

Indonesia

pernah

menggunakan produk olahan dari herbal berupa jamu .


Berdasarkan bukti-bukti sejarah di atas maka Pemerintah dalam hal ini
Departemen Kesehatan Republik Indonesia melalui UU Nomor 23 tahun 1992
9

yang disempurnakan dengan UU Nomor 36 Tahun 2008 tentang Kesehatan


memberikan
berdasarkan

penjelasan

bagaimana

menyehatkan

masyarakat

pengobatan secara tradisional memanfaatkan tanaman obat,

mineral, sarian galenik, dan biota asli Indonesia dan melalui Badan Pengawasan
Obat dan Makanan (BPOM) sebagai badan yang mengawasi dan mengatur
semua produk obat dari bahan alam yang di konsumsi masyarakat, telah
menyusun berbagai aturan untuk diterapkan oleh para pengusaha industri jamu.
Diharapkan

para

calon

mengimplementasikan

pengobat

dan

pembaca

memahami

dan

dalam keseharian dalam mengobati dan membuat

ramuan yang berbahan dasar sediaan alami Indonesia. Keilmuan pengobatan


tradisional ramuan Indonesia memanfaatkan keanekaragaman hayati dan
sumber daya alam bumi Nusantara ini. Sehingga obat tradisional Indonesia
menjadi tuan rumah di negerinya sendiri dan sejajar serta menjadi tamu
diberbagai negara-negara di dunia
B. Defenisi / Pengertian Obat Asli Indonesia
Obat alami sudah dikenal dan digunakan di seluruh dunia sejak beribu
tahun yang lalu di Indonesia, penggunaan obat alami yang lebih dikenal sebagai
jamu, telah meluas sejak zaman nenek moyang hingga kini dan terus dilestarikan
sebagai warisan budaya. Bahan baku obat alami ini, dapat berasal dari sumber
daya alam biotik maupun abiotik. Sumber daya biotik meliputi jasad renik, flora
dan fauna serta biota laut, sedangkan sumber daya abiotik meliputi sumber daya
daratan, perairan dan angkasa dan mencakup kekayaan/ potensi yang ada di
dalamnya. Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, memiliki
keanekaragaman obat tradisional yang dibuat dari bahan-bahan alami bumi
Indonesia, termasuk tanaman obat. Indonesia yang dianugerahi kekayaan
keanekaragaman

hayati

tersebut,

keanekaragaman

hayati

Indonesia

ini

diperkirakan terkaya kedua di dunia setelah Brazil dan terutama tersebar di


masing-masing pulau-pulau besar di Indonesia.
Pengembangan obat alami ini memang patut mendapatkan perhatian
yang lebih besar bukan saja disebabkan potensi pengembangannya yang
terbuka, tetapi juga permintaan pasar akan bahan baku obat-obat tradisional ini
terus meningkat untuk kebutuhan domestik maupun internasional. Hal ini
10

tentunya juga akan berdampak positif bagi peningkatan pendapatan petani dan
penyerapan tenaga kerja baik dalam usaha tani maupun dalam usaha
pengolahannya
Dalam buku Obat Asli Indonesia karya Dr. Seno Sastroamidjojo disebutkan
bahwa yang dimaksud dengan obat asli Indonesia adalah obat-obat yang
diperoleh langsung dari bahan-bahan alam yang terdapat di Indonesia, diolah
secara

sederhana

atas

dasar

pengalaman

dan

penggunaannya

dalam

pengobatan tradisional. Sedangkan Obat Asli Indonesia menurut UU No.7 Tahun


1963 adalah obat-obat yang didapat langsung dari bahan-bahan alamiah di
Indonesia, terolah secara sederhana atas dasar pengalaman dan dipergunakan
dalam pengobatan tradisionil. (Pasal 2 Huruf c UU Nomor 7 Tahun 1963 Tentang

Farmasi). Yang dimaksud Obat Tradisionil adalah obat jadi atau obat terbungkus
yang berasal dari bahan tumbuh-tumbuhan, hewan, mineral dan atau sediaan
galeniknya atau campuran bahan-bahan tersebut yang belum mempunyai data
klinis dan dipergunakan dalam usaha pengobatan berdasarkan pengalaman.

(Permenkes RI. No.179/Men.Kes/Per/VII/1976. Dan menurut UU N0.23 Tahun


1992).
Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan
tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau
campuran bahan tersebut yang secara turun-temurun telah digunakan untuk
pengobatan berdasarkan pengalaman. (UU RI no.23 Tahun 1992 tentang

Kesehatan)
Penggolongan Obat Asli Indonesia dalam hal ini adalah Obat Tradisional
antara lain :
1. Jamu
Jamu atau empirical based herbal medicine adalah obat tradisional
yang disiapkan dan disediakan secara tradisional. Berisi seluruh bahan
Tanaman yang menjadi penyusun jamu tersebut, higienis (bebas cemaran)
serta digunakan secara tradisional berdasarkan pengalaman. Jamu telah
digunakan secara turun-temurun selama berpuluh-puluh tahun bahkan
mungkin ratusan tahun, pada umumnya, jenis ini dibuat dengan mengacu
pada resep peninggalan leluhur atau pengalaman leluhur. Sifat jamu
umumnya belum terbukti secara ilmiah (empirik) namun telah banyak dipakai
11

oleh masyarakat luas. Belum ada pembuktian ilmiah sampai dengan klinis,
tetapi digunakan dengan bukti empiris berdasarkan pengalaman turun
temurun. Perlu diperhatikan, JAMU itu bisa diartikan denga kata lain OBAT
ASLI INDONESIA, jadi jika meyebutkan jangan JAMU INDONESIA tapi
cukup dengan JAMU. Jamu adalah obat-obatan yang ramuannya masih
khas dan sederhana, dapat dijumpai di masyarakat sudah digunakan secara
turun temurun dan terbukti di masyarakat nyata memiliki efek.
Jamu harus memenuhi kriteria:
- Aman sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan
- Klaim khasiat dibuktikan berdasarkan data empiris
- Memenuhi persyaratan mutu yang berlaku
Jenis klaim penggunaan:
- Harus

sesuai

dengan

jenis

pembuktian

tradisional

dan

tingkat

pembuktiannya yaitu tingkat umum dan medium


- Harus diawali dengan kata-kata: Secara tradisional digunakan untuk
atau sesaui dengan yang disetujui pada pendaftaran
2. Obat Tradisional Terstandar (OHT)
Obat Herbal Terstandar atau Scientific based herbal medicine adalah
obat tradisional yang disajikan dari ekstrak atau penyarian bahan alam (dapat
berupa tanaman obat, binatang, maupun mineral). Untuk melaksanakan
proses ini membutuhkan peralatan yang lebih rumit dan berharga mahal,
ditambah dengan tenaga kerja yang mendukung dengan pengetahuan
maupun keterampilan pembuatan ekstrak. Selain proses produksi dengan
teknologi maju, jenis ini telah ditunjang dengan pembuktian ilmiah berupa
penelitian-penelitian pre-klinik (uji pada hewan) dengan mengikuti standar
kandungan bahan berkhasiat, standar pembuatan ekstrak tanaman obat,
standar pembuatan obat tradisional yang higienis, dan telah dilakukan uji
toksisitas

akut

maupun

kronis.

Intinya

OHT

sudah

terstandardisasi

komposisinya, dan sudah diujikan dan terbukti berkhasiat lewat penelitian


pada hewan
Obat Herbal Terstandar harus memenuhi kriteria:
- Aman sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan,
- Klaim khasiat dibuktikan secara ilmiah/praklinik,
12

- Telah dilakukan standardisasi terhadap bahan baku yang digunakan


dalam produk jadi, dan
- Memenuhi persyaratan mutu yang berlaku.
Jenis klaim penggunaan:
- Harus sesuai dengan tingkat pembuktian yaitu tingkat pembuktian umum
dan medium
3. Fitofarmaka
Fitofarmaka atau Clinical based herbal medicine merupakan bentuk
obat tradisional dari bahan alam yang dapat disejajarkan dengan obat
modern karena proses pembuatannya yang telah terstandar, ditunjang
dengan bukti ilmiah dari penelitian praklinik sampai dengan uji klinik pada
manusia dengan kriteria yang memenuhi syarat ilmiah, protokol uji yang telah
disetujui, pelaksana yang kompeten, memenuhi prinsip etika, dan tempat
pelaksanaan uji memenuhi syarat. Dengan uji klinik akan lebih meyakinkan
para profesi medis untuk menggunakan obat herbal di sarana pelayanan
kesehatan. Masyarakat juga bisa didorong untuk menggunakan obat herbal
karena manfaatnya jelas dengan pembuktian secara ilmiah. Di samping itu
obat herbal jauh lebih aman dikonsumsi apabila dibandingkan dengan obatobatan kimia karena memiliki efek samping yang relatif sangat rendah. Obat
tradisional semakin banyak diminati karena ketersediaan dan harganya yang
terjangkau.
Dengan dilakukannya uji klinik, maka akan meyakinkan para praktisi
medis ilmiah untuk menggunakan obat herbal ke dalam sarana pelayanan
kesehatan. Masyarakat juga bisa didorong untuk menggunakan obat herbal
karena manfaatnya jelas dengan pembuktian secara ilmiah. Pada intinya,
fitofarmaka itu obat dari bahan alam yang secara penelitian dan khasiat
sudah bisa disetarakan dengan obat-obatan sintesis/modern. Penelitiannya
sudah melalui uji klinis (pada manusia)
Fitofarmaka harus memenuhi kriteria:
- Aman sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan,
- Klaim khasiat harus dibuktikan berdasarkan uji klinik,
- Telah dilakukan standardisasi terhadap bahan baku yang digunakan
dalam produk jadi, dan
13

- Memenuhi persyaratan mutu yang berlaku


Jenis klaim penggunaan:
- Harus sesuai dengan tingkat pembuktian yaitu tingkat pembuktian umum
dan medium
Dengan kriteria memenuhi syarat ilmiah, protokol uji yang telah disetujui,
pelaksana yang kompeten, memenuhi prinsip etika, tempat pelaksanaan uji
memenuhi syarat.
C. Dasar Hukum Obat Asli Indonesia
Berbicara masalah dasar hukum Obat Asli Indonesia, berarti erat
kaitannya dengan aturan yang mengatur tentang Obat Asli Indonesia. Dalam hal
ini UU yang menjadi dasar patokan mengenai Obat Asli Indonesia.
Berikut beberapa Undang-undang yang erat kaitannya dengan Obat Asli
Indonesia :
1. UU Republik Indonesia No.7 Tahun 1963 Tentang Farmasi
2. UU Republik Indonesia No.23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan
3. Permenkes RI No.246/Men.Kes/Per/V/1990 Tentang Izin Usaha IOT dan
Pendaftaran OT
4. UU Republik Indonesia Tahun No.36 tahun 2008 Tentang Kesehatan
5. Permenkes RI No.006 Tahun 2012 Tentang Indsutri dan Usaha Obat
Tradisional.
6. Aturan-aturan Obat Tradisional :
1) Permenkes RI. No.179/Men.Kes/Per/VII/76 tentang Produksi dan
Distribusi Obat Tradisional
2) Permenkes RI. No.180/Men.Kes/Per/VII/76 tentang Wajib Daftar Obat
Tradisional
3) Permenkes RI. No.181/Men.Kes/Per/VII/76 tentang Pembungkusan dan
Penandaan Obat Tradisional
D. Masa Depan Obat Asli Indonesia
Obat tradisional merupakan bagian dari kekayaan budaya, yang perlu
dilestarikan dan ditingkatkan kualitasnya melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan
dan teknologi, sehingga pada saatnya nanti dapat menjadi obat alternatif
disamping obat-obat moderen. Kebijaksanaan pengembangan obat tradisional
tersebut semakin kokoh kedudukannya setelah GBHN 1988 mengamanatkan
perlunya penggalian, penelitian, pengujian dan pengembangan obat-obat
tradisional. Upaya kearah itu sangat memungkinkan bila obat tradisional dapat
14

dikembangkan menjadi fitofarmaka. Menurut ketentuan umum dari peraturan


menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 760/Menkes/Per/IX/1992 tentang
Fitofarmaka.
Dalam Amanah GBHN tahun 1993 pengobatan tradisional yang secara
medis dapat dipertanggungjawabkan, terus dibina dalam rangka perluasan dan
pemerataan kesehatan. Pemeliharaan dan pengembangan obat tradisional
sebagai warisan budaya bangsa terus ditingkatkan dan didorong pengembangan
serta penemuan obat-obatan termasuk budidaya obat tradisional yang secara
medis dapat dipertanggungjawabkan.
Pemanfaatan dengan tujuan perluasan dan pemerataan pelayanan
kesehatan, pengembangan dengan penemuan obat baru serta melakukan
pembinaan terhadap pengembangan termasuk sehingga dapat masuk dalam
pelayanan kesehatan formal. Dengan syarat keamanan, khasiat dan mutu dari
obat tradisional merupakan tujuan dari Fitofarmaka.

15

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari penjelasan mengenai Obat Asli Indonesia, maka dapat disimpulkan
bahwa :
1. Indonesia merupakan salah satu pemilik tanaman obat terbesar di dunia dan
bisa dikatakan sebagai laboratorium tanaman obat.
2. Obat alami sudah dikenal dan digunakan di seluruh dunia sejak beribu tahun
yang lalu di Indonesia, penggunaan obat alami yang lebih dikenal sebagai
jamu, telah meluas sejak zaman nenek moyang hingga kini dan terus
dilestarikan sebagai warisan budaya.
3. Obat asli Indonesia adalah obat-obat yang diperoleh langsung dari bahanbahan alam yang terdapat di Indonesia, diolah secara sederhana atas dasar
pengalaman dan penggunaannya dalam pengobatan tradisional.
4. Obat Asli Indonesia sudah didefinisikan dalam UU No.7 Tahun 1963 tentang
Farmasi.
5. Pengobatan tradisional yang secara medis dapat dipertanggungjawabkan,
terus dibina dalam rangka perluasan dan pemerataan kesehatan.
Pemeliharaan dan pengembangan obat tradisional sebagai warisan budaya
bangsa terus ditingkatkan dan didorong pengembangan serta penemuan
obat-obatan termasuk budidaya obat tradisional yang secara medis dapat
dipertanggungjawabkan.
B. Kritik dan Saran
Demikian makalah yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi
pembaca. Apabila ada saran dan kritik yang ingin di sampaikan, silahkan
sampaikan kepada kami. Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata
sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan detail dalam menjelaskan
tentang makalah di atas dengan sumber - sumber yang lebih banyak yang
tentunya dapat di pertanggungjawabkan.

16

DAFTAR PUSTAKA
Anonim : Jamu Jago Indonesia : http://erynthirh.blogspot.com/2014/09/berkenalandengan-obat-3-jamu-oht-dan.html Diakses tanggal 14-10-2014
Anonim : Irma Tristanti : http://pharmaciststreet.blogspot.com/2013/01/sejarahobat-asli-indonesia.html diakses tanggal 14102014
Anonim : Handa S. Abidin, .: http://penelitihukum.org/tag/pengertian-obat-asliindonesia/ diakses tanggal 1410 2014
Anonim:RA.Nugraha : ranoegraha.blogspot.com/2012/06/makalah-obat-herbal-danobat-teradional.html diakses tanggal 14-10-2014
Sastroamidjojo Seno : 1988 : Obat Asli Indonesia, Dian Rakyat : Jakarta

17