Anda di halaman 1dari 2

HIGH PERFORMANCE CONCRETE

High Performance Concrete (HPC) adalah campuran beton yang memiliki durabilitas
(daya tahan) tinggi dan kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan beton konvensional. HPC
terdiri dari satu atau lebih bahan tambahan (additive) seperti fly ash, silica fume, atau slag.
Pada beton konvensional terdapat kekurangan seperti:
Durabilitas yang rendah terutama dalam kondisi lingkungan yang kurang mendukung,
mengakibatkan pendeknya umur layanan struktur dan mahalnya biaya perawatan.
Waktu konstruksi (lambat dalam hal pencampaian kekuatan rencana)
Kapasitas penyerapan energi (untuk struktur bangunan tahan gempa)
HPC dapat dirancang untuk mengurangi kelemahan pada beton konvensional. HPC
tidak memerlukan peralatan khusus dalam hal pengerjaannya tetapi harus cermat dalam
penyusunan disain dan proses produksi beton. HPC memiliki keunggulan dalam hal tingginya
durabilitas dan retak mikro lebih rendah daripada beton konvensional
Kriteria HPC (Open Journal of Civil Engineering A Survey of High Performance Concrete
Developments in Civil Engineering Field)
Kuat tekan pada 4 jam >17,5 Mpa
Kuat tekan pada 24 jam > 35 Mpa
Kuat tekan pada 28 hari > 70 Mpa
Faktor Air Semen < 0,35
HPC diperlukan ketika beton normal tidak dapat dikerjakan ketika menjumpai kondisikondisi seperti berikut:
Kemudahan placing beton
Kecepatan diperolehnya kuat tekan
Pemadatan beton yang tidak menimbulkan segregasi
Sifat mekanis beton jangka panjang
Kebutuhan kekuatan tekan awal beton
Servis/layanan beton pada kondisi yang ekstrim.
MATERIAL PENYUSUN HPC
1. AIR
2. SEMEN
3. AGREGAT HALUS
4. AGREGAT KASAR
5. ADMIXTURE
Admixture digunakan pada produksi HPC untuk mengantisipasi rendahnya FAS.
Admixture yang digunakan antara lain:
Superplasticizer (high range water reducer)
Digunakan untuk mengurangi kebutuhan air, tetapi workability beton masih dapat
terjaga.
Accelerator

Digunakan untuk mengurangi waktu setting beton, sehingga formwork dapat lebih
cepat dilepas (keperluan konstruksi), digunakan pula pada kondisi cuaca yang
dingin.
Retarder
Digunakan untuk menambah waktu setting beton (memperlambat penurunan
slump pada beton segar), dengan memperlambat hidrasi semen. Digunakan pada
kondisi cuaca tinggi, pengiriman beton yang jauh.
Water reducing admixture
Digunakan untuk mencapai nilai slump tertentu pada kondisi FAS yang rendah
Air entraining admixture
Digunakan untuk memberikan kadar udara yang lebih banyak daripada beton
normal (pada kondisi beton agar dapat memuai dan menyusut dengan lebih baik
contoh pada negara dengan 4 musim atau pada pengecoran landasan pesawat
terbang)

6. ADDITIVE
Additive berperan penting pada produksi HPC. Additive yang digunakan antara lain:
Fly ash
Merupaka sisa pembakaran batu bara.
Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBS)
Silica fume
Merupakan produk limbah dari produksi silikon metal. Berukuran 100 kali lebih
kecil dari pada semen akan memberikan efek mikrofilling, menurunkan tingkat
permeabilitas, meningkatkan compressive strength, menahan serangan sulphat
pada marine structure, dan serangan alkali. Penggunaan silica fume akan
meningkatkan water demand, dapat diatasi dengan superplasticizer
High reactivity metakolin
Rice husk ash
Copper slag
Fine ground ceramics