Anda di halaman 1dari 27

KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP

DISUSUN OLEH : Yasmin Hadad


KELAS : VII A
NO. ABSEN : 35

SMPN 20 JAKARTA
2014

Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi makhluk hidup adalah suatu cara memilah-milah dan mengelompokkan


makhluk hidup menjadi golongan-golongan atau unit-unit tertentu. Tujuan dari klasifikasi
makhluk hidup adalah mempermudah untuk mengenali, membandingkan, dan mempelajari
makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada
makhluk hidup. Manfaat klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mengetahui jenis-jenis makhluk
hidup dan hubungan antarmakhluk hidup sehingga menjadi lebih mudah diketahui kekerabatan
antarmakhluk hidup yang beraneka ragam.
Dasar klasifikasi makhluk hidup adalah persamaan dan perbedaan sifat atau ciri. Makhluk
hidup yang memiliki persamaan ciri dikelompokkan ke dalam suatu kelompok tertentu. Dalam
kehidupan sehari-hari misalnya, kita mengenal kelompok sayuran, kelompok buah-buahan,
kelompok ikan, kelompok unggas, dan lain-lain. Pengelompokkan makhluk hidup dilakukan
dengan berbagai dasar, seperti:

Berdasarkan ukuran tubuh, tumbuhan dikelompokkan menjadi pohon, perdu, dan


semak.

Berdasarkan manfaat, tumbuhan dikelompokkan menjadi tanaman obat-obatan,


tanaman sandang, tanaman hias, tanaman pangan, dll.

Berdasarkan jenis makanannya, hewan dikelompokkan menjadi pemakan daging


(karnivora), pemakan tumbuhan (herbivora), dan pemakan hewan serta tumbuhan
(omnivora).

Berdasarkan lingkungan hidupnya, tumbuhan dikelompokkan menjadi tumbuhan yang


hidup di lingkungan kering (xerofit), tumbuhan yang hidup di lingkungan air (hidrofit),
dan tumbuhan yang hidup di lingkungan lembab (higrofit).

Berdasarkan alat gerak, mamalia dikelompokkan menjadi mamalia bergerak dengan


tungkai (sapi, kerbau, anjing, dll.), mamalia bergerak dengan sirip (paus, lumba-lumba,
pesut), dan mamalia bersayap (kelelawar).

Berdasarkan jumlah keping biji, tumbuhan dibagi menjadi dikotil (biji berkeping 2)
dan monokotil (biji berkeping 1).

Berdasarkan alat kelaminnya, bunga dibagi menjadi bunga sempurna (punya benang
sari dan putik) dan bunga tidak sempurna (hanya punya salah satu saja).

Perbedaan antara fungi dan organisme lain tumbuhan semakin mencolok. Di satu sisi
Haeckel pernah memindah fungi ke dalam Protista. Robert Whittaker menambahkan fungi
sebagai kingdom tambahan. Sistem lima kingdom dapat dikombinasikan. Adapun jenis jenis
kingdomnya adalah sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.

Kingdom Monera ( Makhluk hidup sederhana )


Kingdom Protista ( Mirip tumbuhan, mirip hewan, mirip jamur )
Kingdom Fungi
Kingdom animalia
Kingdom Plantae

Sistem lima kingdom diusulkan pada tahun 1969, dan modifikasinya masih digunakan di
sebagian kecil publikasi saat ini. Perbedaannya adalah di nutrisi; Plantae autotrof bersel banyak,
Animalia heterotrof bersel banyak, dan Fungi adalah saprotrof bersel banyak. Dua kingdom
sisanya, Protista dan Monera, meliputi koloni bersel sederhana dan bersel satu.
1. Kingdom Monera

Monera adalah sebuah kelompok organisme yang inti selnyamasih belum memiliki membran
inti disebut organisme Prokariotik. Meskipun tidak memiliki membran inti, organisme ini
memiliki bahan inti. Bahan inti tersebut berupa asam inti atau DNA (deoxy ribonucleic acid atau
asam deoksiribonukleat).
Ciri cirinya monera :

Monera merupakan prokariotik ( sel inti yang tidak di selaputi membran.


Uniseluler secara umum,dan mikrosokopis.
Melakukan metabolisme,reproduksi,dan eksresi
Monera terdiri atas dua sub kingdom,yaitu Archaebacteria dan Eubocteria(bakteri).

Contoh Kingdom Monera


Makhluk hidup yang termasuk dalam kingdom monera adalah Archaebacteria dan
Eubacteria. Archaeobacteria merupakan bakteri yang hidup di tempat seperti sumber air panas,
berkadar garam tinggi, dan panas atau asam. Sementara itu, Eubacteria lebih umum karena
banyak terdapat di alam. Eubacteria terbagi atas enam filum, yaitu bakteri ungu, bakteri hijau,
bakteri garam positif, Spirochetes, Prochlorophyta, dan Cyanobacteria.
2. Kingdom Protista
Protista adalah mikroorganisme eukariota yang bukan hewan, tumbuhan, atau fungus.
Mereka pernah dikelompokkan ke dalam satu kerajaan bernama Protista, namun sekarang tidak
dipertahankan lagi. Penggunaannya masih digunakan untuk kepentingan kajian ekologi dan
morfologi bagi semua organisme eukariotik bersel tunggal yang hidup secara mandiri atau, jika

membentuk koloni, bersama-sama namun tidak menunjukkan diferensiasi menjadi jaringan yang
berbeda-beda.
Ada 3 jenis protista, yaitu Protozoa, Algae, dan protista yang menyerupai jamur. Dari sudut
pandang taksonomi, pengelompokan ini ditinggalkan karena bersifat parafiletik. Organisme
dalam Protista tidak memiliki kesamaan, kecuali pengelompokan yang mudah, baik yang bersel
satu atau bersel banyak tanpa memiliki jaringan. Protista hidup di hampir semua lingkungan
yang mengandung air. Banyak protista, seperti algae, adalah fotosintetik dan produsen primer
vital dalam ekosistem, khususnya di laut sebagai bagian dari plankton. Protista lain, seperti
Kinetoplastid dan Apicomplexa, adalah penyakit berbahaya bagi manusia, seperti malaria dan
tripanosomiasis.
a. Protozoa
Protozoa hampir semuanya protista bersel satu, mampu bergerak yang makan dengan
cara fagositosis, walaupun ada beberapa pengecualian. Mereka biasanya berukuran 0,010,5 mm sehingga secara umum terlalu kecil untuk dapat dilihat tanpa bantuan mikroskop.
Protoza dapat ditemukan di mana-mana, seperti lingkungan berair dan tanah, umumnya
mampu bertahan pada periode kering sebagai kista (cyst?) atau spora, dan termasuk
beberapa parasit penting. Berdasarkan pergerakannya, protozoa dikelompokkan menjadi:

Flagellata yang bergerak dengan flagella(rambut cambuk). Contoh: Trypanosoma,


Trichomonas

Rhizopoda yang bergerak dengan pseudopodia (kaki semu/kaki akar) yaitu yang
berarti setiap kali ia akan bergerak harus membentuk kaki semu sebelum dapat
bergerak dan pembentukan kaki ini dinamakan fase gel. Contoh: Amoeba

Sporozoa yang tidak memiliki alat; beberapa mampu membentuk spora. Contoh:
Plasmodium sp

Cilliata yang bergerak dengan silia (rambut getar). Contoh: ParamaeciumContoh


Contoh Protozoa Gambar Ciliata

b.

Algae
Algae mencakup semua organisme

bersel tunggal maupun banyak yang memiliki kloroplas. Termasuk di dalamnya adalah
kelompok-kelompok berikut.

Alga hijau, yang memiliki relasi dengan tumbuhan yang lebih tinggi (Embryophyta).
Contoh: Ulva

Alga merah, mencakup banyak alga laut. Contoh: Porphyra

Heterokontophyta, meliputi ganggang coklat, diatom, dan lainnya. Contoh:


Macrocystis.

Alga keemasan

Alga hijau dan merah, bersama dengan kelompok kecil yang disebut Glaucophyta, sekarang
diketahui memiliki hubungan evolusi yang dekat dengan tumbuhan darat berdasarkan bukti-bukti
morfologi, fisiologi, dan molekuler, sehingga lebih tepat masuk dalam kelompok Archaeplastida,
bersama-sama dengan tumbuhan biasa.

Contoh Gambar
Gangang Hijau

Contoh Gambar Gangang


Coklat

c. Protista Mirip Jamur


Beragam organisme dengan organisasi tingkat protista awalnya dianggap sama
dengan jamur, sebab mereka memproduksi sporangia. Ini meliputi chytrid, jamur lendir,
jamur air, dan Labyrinthulomycetes. Chytrid sekarang diketahui memiliki hubungan
dengan Fungi dan biasanya diklasifikasikan dengan mereka. Sementara yang lain
sekarang ditempatkan bersama dengan heterokontofita lainnya (yang memiliki selulosa,
bukan dinding chitin) atau Amoebozoa (yang tidak memiliki dinding sel).
Memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Memiliki sel berflagela pada suatu waktu dalam siklus hidupnya

Khusus pada jamur air, memiliki dinding sel yang tersusun oleh zat selulosa,
sedangkan jamur tersususn oleh zat kitin. Membentuk spora diploid dan hasil
meiosis berupa gamet. Pada jamur air mengasilkan sesuatu

Gambar Protista Mirip

3. Kingdom Fungi

Fungi
sekelompok

adalah nama regnum dari


besar makhluk hidup eukariotik

heterotrof yang mencerna makanannya di luar tubuh lalu menyerap molekul nutrisi ke dalam selselnya. Kalangan ilmuwan kerap menggunakan istilah cendawan sebagai sinonim bagi Fungi.
Awam menyebut sebagian besar anggota Fungi sebagai jamur, kapang, khamir, atau ragi,
meskipun seringkali yang dimaksud adalah penampilan luar yang tampak, bukan spesiesnya
sendiri. Kesulitan dalam mengenal fungi sedikit banyak disebabkan adanya pergiliran keturunan
yang memiliki penampilan yang sama sekali berbeda (ingat metamorfosis pada serangga atau
katak). Fungi memperbanyak diri secara seksual dan aseksual. Perbanyakan seksual dengan
cara :dua hifa dari jamur berbeda melebur lalu membentuk zigot lalu zigot tumbuh menjadi
tubuh buah, sedangkan perbanyakan aseksual dengan cara membentuk spora, bertunas atau
fragmentasi hifa. Jamur memiliki kotak spora yang disebut sporangium. Di dalam sporangium
terdapat spora.

Contoh jamur yang membentuk spora adalah Rhizopus. Contoh jamur yang membentuk
tunas adalah Saccharomyces. Hifa jamur dapat terpurus dan setiap fragmen dapat tumbuh
menjadi tubuh buah.
Ciri ciri dari kingdom fungi adalah sebagai berikut :
a. Dengan jenis eukariota lainnya: Sama seperti eukariota, sel fungi memiliki membran
inti dengan kromosom yang mengandung DNA. Selain itu, sel fungi juga memiliki
beberapa organel sitoplasmik seperti mitokondria, sterol, dan ribosom.).
b. Dengan hewan: Fungi tidak mempunyai kloroplas untuk fotosintesis dan merupakan
organisme heterotrof, memerlukan senyawa organik sebagai sumber energinya.
c. Dengan tumbuhan: Fungi mempunyai dinding sel dan vakuola. Fungi bisa
bereproduksi secara seksual maupun aseksual, dan seperti grup tanaman basal lainnya
(seperti tumbuhan paku dan lumut daun), fungi akan menghasilkan spora. Mirip juga
dengan lumut daun dan algae, fungi memiliki nukleus yang haploid.
d. Dinding sel terbuat dari zat kitin
4. Kingdom Animalia
Kingdom Animalia yang kita kenal sebagai hewan, memiliki bentuk yang beraneka ragam.
Mulai dari Porifera yang sederhana hingga paus biru yang merupakan Mammalia terbesar.
Semua anggota kingdom Animalia merupakan organisme multiseluler. Tidak seperti Protista
yang melakukan semua aktivitas biologisnya dalam satu sel, Animalia memiliki sel-sel yang
telah terspesialisasi. Sel-sel yang telah terspesialisasi ini hanya mampu melakukan fungsi
tertentu dan tidak dapat melakukan fungsi yang lain. Sel hewan yang berfungsi sebagai penyusun
alat gerak atau sistem pencernaan, memerlukan sel lainnya untuk dapat melaksanakan fungsinya.
Anggota kingdom Animalia bersifat heterotrof. Heterotof berarti Hewan tidak dapat
memproduksi makanan sendiri, hanya dapat memperoleh makanan dari organisme lain. Hewan
merupakan organisme multiseluler dan sel-selnya telah terspesialisasi, anggota kingdom
Animalia memiliki sistem pencernaan dan sistem transpor. Makanan yang didapat kemudian
dicerna menjadi molekul sederhana dan disalurkan ke seluruh sel tubuh melalui sistem transpor.

Ciri ciri kingdom animalia

Makhluk hidup multiseluler


Memperoleh makanan secara heterotrof
Memerlukan oksigen

Reproduksi secara seksual, pada beberapa filum secara aseksual


Bentuk dewasanya selalu diploid (2n)

Pada kingdom animalia ada beberapa jenis yaitu


a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Porifera
Coelenterata
Platyhelminthes
Nemathelmintes
Annelid
Mollusca
Echinodermata
Artropoda
Chordate

Pembagaian jenis pada kingdom animalaia diatasa berdasarkan jenis filumnya.


a. Porifera
Porifera (Latin: porus = pori,fer = membawa) atau spons atau hewan berpori adalah
sebuah filum untuk hewan multiseluler yang paling sederhana. Porifera hidup secara
heterotrof. Makanannya adalah bakteri dan plankton. Makanan yang masuk ke tubuhnya
dalam bentuk cairan sehingga porifera disebut juga sebagai pemakan cairan. Habitat porifera
umumnya di laut. memiliki tiga tipe saluran air, yaitu askonoid, sikonoid, dan leukonoid.
Porifera memiliki pencernaan secara intraseluler di dalam koanosit dan amoebosit
Contoh dari Filum
Porifera

Ciri-ciri morfologinya
antara lain:

Tubuhnya berpori (ostium)

Multiseluler

Tubuh porifera asimetri (tidak beraturan), meskipun ada yang simetri radial.

Berbentuk seperti tabung, vas bunga, mangkuk, atau tumbuhan

Warnanya bervariasi

Tidak berpindah tempat (sesil)

b. Coelenterata
Filum ini disebut Cnidaria karena memiliki knidosit atau sel-sel penyengat yang terdapat
pada epidermisnya. Cnidaria juga disebut Coelenterata karena mempunyai rongga besar
di tengah-tengah tubuh. Coelenterata berasal dari kata coilos (berongga) dan enteron
(usus). Jadi, semua hewan yang termasuk filum ini mempunyai rongga
usus (gastrovaskuler) yang berfungsi untuk pencernaan. Cnidaria memiliki tubuh bersel
banyak, simetri radial atau biradial, tidak mempunyai kepala atau ruas-ruas tubuh. Dalam
pergiliran keturunan, Cnidaria mempunyai dua tipe hidup atau bentuk tubuh. Kedua
bentuk tubuh tersebut adalah bentuk polip dan bentuk medusa. Cnidaria disebut sebagai
fase polip ketika hidup melekat pada suatu substrat dan tidak dapat berpindah tempat
(sessil).

Contoh dari Coelentera (Ubur Ubur dan Hydra )

Ciri cirri dari coelentera

Coelentera filum hewan yang lebih komplels daripada spons, hampir sekompleks
ctenophora (ubur-ubur sisir), dan kurang kompleks dibanding bilateria, yang termasuk
hampir semua hewan lain. Akan tetapi, cnidaria dan ctenophora lebih kompleks daripada
spons karena mereka memiliki: sel-sel yang diikat oleh penghubung antar-sel dan
membran dasar yang mirip karpet; otot; sistem saraf, dan beberapa mempunyai organ
pengindera. Cnidaria berbeda dari binatang lain karena memiliki knidosit yang
menembak seperti harpun dan digunakan terutama untuk menangkap mangsa dan
tambatan pada beberapa spesies.
c. Platyhelminthes
Platyhelminthes adalah filum dalam Kerajaan Animalia (hewan). Filum ini mencakup
semua cacing pipih. Platyhelminthes merupakan cacing yang tergolong triploblastik
aselomata karena memiliki 3 lapisan embrional yang terdiri dari ektoderma, endoderma,
dan mesoderma. Namun, mesoderma cacing ini tidak mengalami spesialisasi sehingga
sel-selnya tetap seragam dan tidak membentuk sel khusus. Sistem saraf yang digunaka
pada cacing pipih ada 2 jenis yaitu, system saraf tangga tali dan sel saraf neuron. Sistem
syaraf tangga tali merupakan sistem syaraf yang paling sederhana. Pada sistem tersebut,
pusat susunan saraf yang disebut sebagai ganglion otak terdapat di bagian kepala dan
berjumlah sepasang. Dari kedua ganglion otak tersebut keluar tali saraf sisi yang
memanjang di bagian kiri dan kanan tubuh yang dihubungkan dengan serabut saraf
melintang. System saraf neuru terdapat Pada cacing pipih yang lebih tinggi tingkatannya,
sistem saraf dapat tersusun dari sel saraf (neuron) yang dibedakan menjadi sel saraf
sensori (sel pembawa sinyal dari indera ke otak), sel saraf motor (sel pembawa dari otak
ke efektor), dan sel asosiasi (perantara).
contoh dari salah satu hewan jenis filum platyhelmintes

Ciri ciri Platyhelminthes

tubuh pipih dosoventral

dan tidak bersegmen.


Hidup di sungai, danau,

dan laut.
Sebagai parasit dalam tubuh organisme lain.
d. Nemathelminthes
Nematheminthes/ Nematoda (dari bahasa Yunani (nema): "benang" + - -ode
"seperti") adalah sebuah filum. Disebut jugaNemathelminthes. Filum ini merupakan salah
satu filum yang beranggotakan terbanyak (sekitar 80.000 spesies, 15.000 diantaranya
merupakan parasit). Contohnya adalah cacing tambang, cacing kremi, dan cacing perut.
contoh dari nematheminthes.

Ciri ciri nemathelminthes :


Memiliki tubuh berbentuk bulat panjang seperti benang dengan ujung ujung

yang meruncing.
Memiliki rongga tubuh semu sehingga disebut sebagai hewan pseu doselomata.
Permukaan tubuh dilapisi kutikula untuk melindungi diri dari enzim pencernaan
yang berasal dari inangnya.

e. Annelida
Annelida adalah filum luas yang terdiri dari cacing bersegmen, dengan sekitar 15.000
spesies modern, antara lain cacing tanah, pacetdan lintah. Filum ini ditemukan di

sebagian besar lingkungan basah, seperti air tawar dan di laut. Panjang anggotanya mulai
dari di bawah satu milimeter sampai tiga meter. Filum ini dikelompokkan menjadi tiga
kelas yaitu Polychaeta, Oligochaeta, dan Hirudinea.
Contoh dari filum annelid.

Ciri ciri annelida


Tempat hidup air tawar, laut dan darat
Bersifat parasit
Bersifat hemaphrodit
Bersegmen dan memiliki otot.
f. Mollusca
Moluska (filum Mollusca, dari bahasa Latin: molluscus = lunak)
merupakan hewan triploblastik selomata yang bertubuh lunak. Ke dalamnya termasuk semua
hewan lunak dengan maupun tanpa cangkang, seperti berbagai jenis siput, kiton, kerangkerangan, serta cumi-cumi dan kerabatnya.
Moluska merupakan filum terbesar kedua dalam kerajaan binatang setelah
filum Arthropoda. Saat ini diperkirakan ada 75 ribu jenis, ditambah 35 ribu jenis dalam
bentuk fosil. Moluska hidup di laut, air tawar, payau, dan darat. Dari palung benua di laut
sampai pegunungan yang tinggi, bahkan mudah saja
ditemukan di sekitar rumah kita.
Contoh dari filum molusca ( Cumi Cumi )

Ciri ciri mollusca

Tubuhnya lunak dan dapat mensekresikan lender


Umumnya tubuh dilindungi oleh cangkang yang keras

Contohnya Achatina Fulica (bekicot), Lymnea Javanica ( siput air tawar), Loligo

Fulii (Cumi Cumi).


g. Echino Dermata
Filum Echinodermata (dari bahasa Yunani untuk kulit berduri) adalah
sebuah filum hewan laut yang mencakup bintang laut,Teripang, dan beberapa kerabatnya.
Kelompok hewan ini ditemukan di hampir semua kedalaman laut. Filum ini muncul di
periodeKambrium awal dan terdiri dari 7.000 spesies yang masih hidup dan 13.000 spesies
yang sudah punah.
Echinodermata adalah filum hewan terbesar yang tidak memiliki anggota yang hidup di
air tawar atau darat. Hewan-hewan ini juga mudah dikenali dari bentuk tubuhnya:
kebanyakan memiliki simetri radial, khususnya simetri radial pentameral (terbagi lima).
Walaupun terlihat primitif, Echinodermata adalah filum yang berkerabat relatif dekat
dengan Chordata (yang di dalamnya tercakupVertebrata), dan simetri radialnya berevolusi
secara sekunder. Larva bintang laut misalnya, masih menunjukkan keserupaan yang cukup
besar dengan larva Hemichordata.
Contoh Filum Echinodermata ( bulu
Babi)

Ciri ciri Echino Dermata


Hidup di laut
Tubuhnya diliputi oleh kerangka luar dari lempengan kapur yang membentuk duri

duri kecil.
Mempunyai system saluran air yang berhubungan denganalat geraknya yang

disebut kaki ambulakral.


Dibedakan menjadi 5 kelompok yaitu, bintang laut, landak laut, bintang luar, lilia

laut, dan teripang.


h. Arthropoda

Artropoda adalah filum yang paling besar dalam dunia hewan dan
mencakup serangga, laba-laba, udang, lipan, dan hewan sejenis lainnya. Artropoda biasa
ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara, termasuk berbagai bentuk
simbiosis dan parasit. Kata Artropoda berasal dari bahasa Yunani rthron, "ruas,
buku, atau segmen", dan pous(podos), "kaki", yang jika disatukan berarti "kaki
berbuku-buku"). Artropoda juga dikenal dengan nama hewan berbuku-buku.
Karakteristik yang membedakan artropoda dengan filum yang lain yaitu: tubuh
bersegmen, segmen biasanya bersatu menjadi dua atau tiga daerah yang jelas, anggota tubuh
bersegmen berpasangan (asal penamaan Artropoda), simetri bilateral, eksoskeleton berkitin.
Secara berkala mengalir dan diperbaharui sebagai pertumbuhan hewan, kanal alimentari
seperti pipa dengan mulut dan anus, sistem sirkulasi terbuka, hanya pembuluh darah yang
biasanya berwujud sebuah struktur dorsal seperti pipa menuju kanal alimentar dengan bukaan
lateral di daerah abdomen, rongga tubuh; sebuah rongga darah atau hemosol dan selom
tereduksi.Artropoda diklasifikasikan dalam 4 klasifikasi, yaitu achacnida, crustacean,
myriapoda, dan insect.
Contoh dari jenis jenis Artropoda.
Achanida merupakan semacam kelompok besar yang
memayungi jenis-jenis labalaba, kalajengking, kalajengking semu. Kelompok
Achanida ini dikenal karena anggotanya mempunya
alat mulut berupa chelicera yang terdiri dari dua
segmen. Berbeda dengan kelompok serangga, kaki
seribu, dan lipan yang menggunakan alat mulut
berupa mandibula dan maxilla yang terdiri dari lebih
dari dua ruas
Crustacea Kelompok ini mencakup hewanhewan yang cukup dikenal
seperti lobster, kepiting, udang, udang karang.
Mayoritas merupakan hewan air, baik air tawar maupun laut, walaupun beberapa kelompok telah
beradaptasi dengan kehidupan darat, seperti kepiting darat.Kebanyakan anggotanya dapat bebas

bergerak, walaupun beberapa takson bersifatparasit dan hidup dengan menumpang pada
inangnya
Myriapoda adalah kelas dari anggota hewan tak bertulang belakang yang termasuk
dalam filum Arthropoda. Contohnya keluwing dankelabang merupakan binatang yang sangat
menakutkan karena bila menggigit dapat menyebabkan kematian.
Insecta / Serangga (disebut pula Insecta, dibaca "insekta") adalah kelompok utama dari
hewan beruas (Arthropoda) yang bertungkai enam (tiga pasang); karena itulah mereka disebut
pula Hexapoda (dari bahasa Yunani yang berarti "berkaki enam") Serangga merupakan hewan
beruas dengan tingkat adaptasi yang sangat tinggi. Ukuran serangga relatif kecil dan pertama kali
sukses berkolonisasi di bumi.
Ciri ciri arthropoda
Tubuhnya terbagi menjadi kepala, dada dan perut.
Pada beberapa jenis arthropoda kepala dan dada menyatu (sefaloporaks)
Pada kulit terdapat rangka luar dari zat kitin.
Artropoda meliputi kelompok udang udangan, serangga, laba laba dan lipan.
i. Chordata
Filum Chordata adalah kelompok hewan, termasuk vertebrata dan beberapa binatang
yang mirip invertebrata yang memiliki ciri-ciri yang serupa. Semua anggota kelompok ini,
pada suatu saat dalam kehidupan mereka, memiliki notokorda, tali saraf dorsal
berongga, celah faring(pharyngeal slits), endostyle, dan ekor berotot yang
melewati anus. Vertebrata merupakan kelompok hewan yang memiliki tulang belakang.
Dalam sistem klasifikasi, vertebrata merupakan subfilum dari filum Chordata. Chordata
terbagi menjadi empat subfilum: Vertebrata, Urochordata, Cephalochordata
dan Hemichordata. Urochordata dan Cephalochordata tergolong invertebrata.
contoh dari hewan vertabrata dan avertabrata.

Invertebrata atau Avertebrata


a

dalah sebuah istilah yang


diungkapkan oleh Chevalier de
Lamarck untuk
menunjuk hewan yang tidak
memiliki tulang belakang.
Invertebrata mencakup semua
hewan kecuali

hewan vertebrata (pisces, reptil, amfibia, aves, dan mamalia). Contoh invertebrata
adalah serangga, ubur-ubur, hydra, cumi-cumi, dan cacing. Invertebrata mencakup sekitar 97
persen dari seluruh anggota kingdom Animalia.
Vertebrata adalah subfilum dari Chordata, mencakup semua hewan yang memiliki tulang
belakang yang tersusun dari vertebra. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. Ke
dalam vertebrata dapat dimasukkan semua jenis ikan (kecuali remang, belut jeung, "lintah laut",
atau hagfish), amfibia, reptil, burung, serta hewan menyusui. Kecuali jenis-jenis ikan, vertebrata
diketahui memiliki dua pasang tungkai.
Vertebrata memiliki sistem otot yang banyak terdiri dari pasangan massa, dan juga sistem
saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang. System resipirasi menggunakan
insang atau paru paru. Vertabrata terdapat 5 klasifikasi, yaitu pisces, apmphibi, aves, reptile dan
mamalia.
Pisces (Ikan) adalah
anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang
hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan
kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan
jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia.
Secara taksonomi, biasanya ikan dibagi menjadi ikan
tanpa rahang, ikan bertulang rawan dan sisanya tergolong ikan bertulang keras.
Amfibia atau amfibi (Amphibia), umumnya didefinisikan sebagai hewan bertulang belakang
(vertebrata) yang hidup di dua alam; yakni di air dan di daratan. empat basah tersebut dan

bernapas dengan insang. Setelah beberapa lama, berudu


kemudian berubah bentuk (bermetamorfosa) menjadi
hewan dewasa, yang umumnya hidup di daratan atau di
tempat-tempat yang lebih kering dan bernapas
dengan paru-paru.
Reptil (binatang
melata) adalah
sebuah kelompok
hewan vertebrata yang berdarah

dingin dan

memiliki sisik yang menutupi

tubuhnya. Reptilia

adalah tetrapoda (hewan dengan

empat tungkai) dan

menelurkan telur yang embrionya d

iselubungi

oleh membran amniotik. Sekarang ini mereka menghidupi setiap benua kecuali Antartika.
Burung atau unggas adalah anggota kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata) yang
memiliki bulu dan sayap. Fosil tertua burung ditemukan
di Jerman dan dikenal sebagai Archaeopteryx.
Jenis-jenis burung begitu bervariasi, mulai dari burung
kolibri yang kecil mungil hingga burung unta, yang lebih
tinggi dari orang. Diperkirakan terdapat sekitar 8.800
10.200 spesies burung di seluruh dunia; sekitar 1.500 jenis di
antaranya ditemukan di Indonesia. Berbagai jenis burung ini secara ilmiah digolongkan ke dalam
kelas Aves.

Binatang
menyusui atau mamalia adalah kelas hewan vertebrata ya
ng terutama dicirikan oleh adanya kelenjar susu, yang
padabetina menghasilkan susu sebagai sumber makanan
anaknya; adanya rambut; dan tubuh yang endoterm atau
"berdarah panas".Otak mengatur sistem peredaran darah,
termasuk jantung yang beruang empat. Mamalia terdiri
lebih dari 5.000 genus, yang tersebar dalam
425 keluarga dan hingga 46 ordo, meskipun hal ini tergantung klasifikasi ilmiah yang
dipakai.
Secara filogenetik, yang disebut Mamalia adalah semua turunan dari nenek
moyang monotremata (seperti echidna) dan mamaliatherian (berplasenta dan berkantung
atau marsupial)
Ciri Ciri dari Chordata adalah sebagai berikut :

Memiliki notokord, yaitu kerangka berbentuk batangan keras tetapi lentur.


Notokord terletak di antara saluran pencernaan dan tali saraf, memanjang

sepanjang tubuh membentuk sumbu kerangka.


Memiliki tali saraf tunggal, berlubang terletak dorsal terhadap notokord, dan

memiliki ujung anterior yang membesar berupa otak.


Memiliki ekor yang memanjang ke arah posterior terhadap anus.
Memiliki celah faring
5. Kingdom Plantae
Dalam biologi, tumbuhan merujuk pada organisme yang termasuk ke dalam Regnum Plantae.
Di dalamnya masuk semua organisme yang sangat biasa dikenal orang seperti
pepohonan, semak, terna, rerumputan, paku-pakuan, lumut, serta sejumlah alga hijau. Tercatat
sekitar 350.000 spesies organisme termasuk di dalamnya, tidak termasuk alga hijau. Dari jumlah
itu, 258.650 jenis merupakan tumbuhan berbunga dan 18.000 jenis tumbuhan lumut. Hampir
semua anggota tumbuhan bersifat autotrof, dan mendapatkan energi langsung
dari cahaya matahari melalui proses fotosintesis. Karena warna hijau amat dominan pada
anggota kerajaan ini, nama lain yang dipakai adalah Viridiplantae ("tetumbuhan hijau"). Nama
lainnya adalah Metaphyta.

Ciri yang segera mudah dikenali pada tumbuhan adalah warna hijau yang dominan akibat
kandungan pigmen klorofil yang berperan vital dalam proses penangkapan energi melalui
fotosintesis. Dengan demikian, tumbuhan secara umum bersifat autotrof. Beberapa perkecualian,
seperti pada sejumlah tumbuhan parasit, merupakan akibat adaptasi terhadap cara hidup dan
lingkungan yang unik. Karena sifatnya yang autotrof, tumbuhan selalu menempati posisi pertama
dalam rantai aliran energi melalui organisme hidup (rantai makanan).
Tumbuhan berbiji merupakan
heterospora. Tumbuhan berbiji
membetuk struktur megasporangia
dan mikrosporangia yang berkumpul
pada suatu sumbuh pendek. Misalnya
struktur seperti konus atau strobilus
pada konifer dan bunga pada
tumbuhan berbunga. Seperti halnya
pada tumbuhan lain, spora pada
tumbuhan berbiji dihasilkan melalui
meiosis di dalam sporangia.
Akan tetapi, pada tumbuhan berbiji, megaspora
tidak dilepaskan melainkan dipertahankan.
Megasporangia mendukung perkembangan
gametofit betina dan menyediakan makanan serta air. Gametofit betina akan tetap berada dalam
sporangium, menjadi matang dan memlihara generasi sporofit berikutnya setelah terjadi
pembuahan. Pada mikrosporangium, produk meiosis berupa mikrospora. Mikrospora yang
mencapai sporofit akan berkecambah membentuk serbuk sari yang tumbuh menuju kearah bakal
biji untuk membuahi gametofit betina. Pada tumbuhan berbiji, istilah mikrospora merupakan
serbuk sari, mikrosporangium merupakan kantung serbuk sari, dan mikrosporofil merupakan
benagsari. Istilah megaspora merupakan kandung lembaga (kantung embrio), megasporangium
merupakan bakal biji, dan megasporofil merupakan daun buah (karpela).
Spora adalah satu atau beberapa sel (bisa haploid ataupun diploid) yang terbungkus oleh lapisan
pelindung. Sel ini dorman dan hanya tumbuh pada lingkungan yang memenuhi persyaratan

tertentu yang khas bagi setiap spesies. Fungsi spora sebagai alat persebaran (dispersi) mirip
dengan biji, meskipun berbeda jika ditinjau dari segi anatomi dan evolusi.Tumbuhan berbiji
dipandang dari sudut pandang evolusi juga menghasilkan spora.

1. Hewan
Nama Hewan

: Capung

Bagian Tubuh

: 3 bagian ( Kepala, badan, ekor)

Sayap

: 2 pasang

Jumlah kaki

: 2 pasang/ 4 kaki

Nama Hewan

: Belalang

Bagian Tubuh

: 2 bagian ( Kepala, badan)

Sayap

: 2 pasang

Jumlah kaki

: 3 pasang/ 6 kaki

Nama Hewan

: Semut

Bagian Tubuh

: 2 bagian ( Kepala, badan)

Sayap

: - pasang

Jumlah kaki

: 3 pasang/ 6 kaki

Nama Hewan

: Lalat

Bagian Tubuh

: 2 bagian ( Kepala, badan)

Sayap

: 2 pasang

Jumlah kaki

: 3 pasang/ 6 kaki

Nama Hewan

: Udang

Bagian Tubuh

: 2 bagian ( Kepala, badan)

Sayap

: - pasang

Jumlah kaki

: 5 pasang/ 10 kaki

Nama Hewan

: Kaki Seribu

Bagian Tubuh

: 2 bagian ( Kepala, badan)

Sayap

: - pasang

Jumlah kaki

: 20 pasang/ 40 kaki

Nama Hewan

: Kaki Seribu

Bagian Tubuh

: 2 bagian ( Kepala, badan)

Sayap

: - pasang

Jumlah kaki

: --

2. Tumbuhan

Nama Tumbuhan

: Padi

Manfaat

: Sumber Karbohidrat Tubuh

Kelompok

: biji - Bijian

Nama Tumbuhan

: Sawi

Manfaat

: Menanggal Radial Bebas

Kelompok

: Sayur - Sayuran

Nama Tumbuhan

: Bayam

Manfaat

: Sumber Vitamin

Kelompok

: Sayur - Sayuran

Nama Tumbuhan

: ketela

Manfaat

: Menyembuhkan Rematik

Kelompok

: Umbi - Umbian
Nama Tumbuhan

: Kol

Manfaat

Memperkuat Imun Tubuh


Kelompok

: Sayur -

Sayuran

Nama Tumbuhan

: Kedelai

Manfaat

: Mengatasi gejala menopouse

Kelompok

: Kacang - kacangan

Nama Tumbuhan

: Kacang Tanah

Manfaat

: Mencegah Batu Empedu

Kelompok

: Kacang - kacangan

Nama Tumbuhan

: Kamboja

Manfaat

Menghilangkan kutil

Kelompok

: Bunga -

bungaan

Nama Tumbuhan

:Cemara

Manfaat

: Penahan angin, penahan erosi atau

banjir
Kelompok

: Pepohonan

Nama Tumbuhan
Manfaat

: Melati

: Daunnya dapat mengobata mata

Kelompok

: Bunga - bungaan

Nama Tumbuhan

: Kentang

Manfaat

: Mengatasi batu ginjal

Kelompok

: umbi - umbian

Nama Tumbuhan

: Kacang Panjang

Manfaat

: Mencegah Stroke

Kelompok

: Kacang - kacangan

merah