Anda di halaman 1dari 24

1

SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM DI INDIA

MAKALAH

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sejarah Pendidikan Islam Dosen
Pengampu : Dr. Andewi Suhartini, M. Ag

Oleh :
NIZAR ABDULLAH SUJA`I
NIM : 2.214.3.081

PROGRAM PASCASARJANA (S2)


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
1436 H/2014 M.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Islam sebagai agama rahmatan lil alamin yang dibawa oleh Nabi
Muhammada saw. Mengandung misi dakwah yang harus disebarkan kepada
seluruh manusia. Hal ini terbukti dengan adanya peradaban dan sejarah yang
cemerlang pada masa lalu. Kita dapat melihat perjuangan Nabi Muhammad saw
dan para shahabatnya dalam melakukan ekspansi aau perluasan wilayah yang
begitu hebat dalam penyebaran agama Islam, sehingga perdaban Islam pada masa
lalu sangat maju dan pesat.
Diantara wilayah yang pernah ditaklukan dan diislamisasikan adalah
kawasan Asia Selatan. Negara-negara di Asia Selatan salah satunya adalah India.
Islam diperkenalkan di wilayah ini

dalam bentuk peradaban yang telah

berkembang yang diwarnai dengan budaya pertanian, perdagangan, dan


keagamaan yang terorganisasi secara mapan. Islam bukan kekuatan pertama yang
dapat menguasai kawasan ini, melainkan dengan masuk dan berkuasanya Islam
pada wilayah tersebut selama tiga abad, ternyata Islam mampu memberikan
kontribusi bagi kebudayaan setempat. Kaena wilayah ini terdiri atas berbagai
macam ras, keturunuan dan golongan, mengakibatkankan wilayah ini mudah
dikuasai oleh kekuatan dari luar.
Wilayah Asia Selatan memiliki karakteristik dan ciri tersendiri terutama
dalam hubungan antar Negara. Jika di Asia Tenggara telah tercipta sebuah
mekanisme diplomasi melalui ASEAN, sejauh ini di Asia Selatan belum ada
bentuk yang jelas dan pasti. Hal ini dikarenakan konflik antar Negara yang besar
penduduknya masih berlangung dengan Pakistan dan Sri Lanka.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Kondisi sosial keagamaan di India saat awal Islam masuk ?
2. Bagaimana sejarah pembentukan pemerintahan muslim di India ?

3. Bagaimana sejarah Pendidikan Islam di India?

4. Bagaimana sejarah Pendidikan Islam pada masa pembaharuan di India?


C. Tujuan
1. Untuk mengetahui kondisi sosial keagamaan di India saat awal Islam masuk
2. Untuk mengetahui sejarah pembentukan pemerintahan muslim di India.
3. Untuk mengetahui sejarah Pendidikan Islam di India
4. Untuk mengetahui Pendidikan Islam di India

BAB II
PEMBAHASAN

A. Kondisi Sosial Keagamaan di India


Sejak zaman Nabi Muhammad saw Asia Selatan tepatnya India telah memiliki
sejumlah pelabuhan besar sehingga terjadi interaksi antara India dengan Muslim di
Arab. perdagangan dan dakwah menyatu dalam suatu kegiatan sehingga Raja
Kadangalur dan Cheraman Perumal masuk Islam dan mengganti namanya menjadi
Tajudin.1 Pada zaman Umar bin Khaththab, Mughirah berusaha menaklukan Sin
(India), tetapi usahanya gagal (643-644 M). pada zaman Utsman bin Affan dan Ali bin
Abi Thalib dikirim utusan untuk mempelajarai adat-istiadat dan jalan-jalan menuju
Asia Selatan (India). Pada zaman Muawiyah I, Muhammad Ibnu Qasim berhasil
menklukan India dan diangkat menjadi Amir Sind dan Punjab. Kepemimpinan di Sind
dan Punjab dipegang oleh Muhammad Ibnu Qasim setelah ia berhasil memadamkan
perampokan terhadap umat Islam di sana. Pertikaian internal antara Hajjaj dengan
Sulaeman menyebabkan dinasti ini melemah, ketika dalam keadaan melemah, dinasti
ini ditaklukan oleh dinasti Gazni.
Pada masa pemerintahan Al-Ma`mun (Khalifah Dinasti Bani Abbas) telah
dilakukan penaklukan ke wilayah Asia Selatan dengan diangkatnya sejumlah amir
utnuk memimpin daera-daerah. Di antara yang dipercaya untuk menjadi amir adalah
Asad Ibnu Saman untuk daera Transixiana. Ia diangkat menjadi Amir setelah berhasil
membantu Khalifah Bani Abbas menaklukan Dinasti Safari yang berpusat di Khurasan
Dinasti Saman (874-999 M) mengangkat Aliptigin menjadi amir di Khurasan,
Aliptigin kemudian digantikan oleh anaknya, Ishak. Ishak dikudeta oleh Baligtigin
kemudian Baligtigin digantikan oleh Firri dan Firri diajtuhkan oleh Subuktigin.
Subuktigin menguasai Gazna kemudian mendirikan dinasti Gaznawi (963-1191 M).
Dinasti Gaznawi ditaklukan oleh Guri (1191 M). Setelah meninggal Muhammad Guri
diganti oleh panglimanya, Quthbuddin Aibek (karena Muhammad Gurii tidak
memiliki anak laki-laki). Quthbuddin Aeibek adalah budak yang sudah dibebaskan
oleh Muhammad Guri dan ia menjadi sultan sejak tahun 1206 M. sejak itu, berdirilah
Kesultanan Delhi (India). Kesultanna Delhi terdiri atas Dinasti Mamluk di Delhi
(1206-1290 M), Dinasti Khalji (1290-1320 M), Dinasti Tughkuq (1320-1414 M),
Dinasti Sayyed (1414-1451 M) dan Dinasti Lodi (1451-1526 M).
1 Siti Maryam, dkk., Sejarah Peradaban Islam dari Masa Klasik Mingga
Modern, IAIN Sunan Kalijaga, 2003. 215

Selain itu, Islam datang ke India sebelum invasi Muslim . pengaruh Islam pertama
kali pada awal abad ke-7 dengan munculnya pedagang Arab. mereka yang datang ke
Asia selatan mengunjungi daerah di Malabar, yang merupakan daerah yang
menghubungkan anatar mereka dengan pelabuhan di Asia Tenggara.
Gambaran umum masyarakat India saat Islam memasuki wilayah ini, seperti
dijelaskan al-Biruni dikutip dalam perkembangan peradaban di kawasan Dunia Islam,
menunjukan dustu indikasi yang sangat menyulitkan bagi proses islamisasi. Untuk
melihat hal itu, ada lima hal yang menjadi titik perhatiannya sekaligus yang menjadi
ciri khas masyarakaat India saat itu, yakni bahasa, agama, tradisi, kebencian terhadap
orang asing, fanatisme dan keangkuhan budaya yang dijelaskan sebagai berikut.
1.
Orang-orang india memiliki bahasa yang jauh berbeda dengan bahasa yang
umunya dimiliki kaum muslimin saat itu, yaitu Arab dan Persia. Mereka memiliki
bahasa Sansekerta, yang terbentuk oleh pengalaman sejarah yang sangat panjang
dan memiliki berbagai nuansa psikologis dan filosofis yang sangat dalam dan
rumit. Mereka sering menamai suatu benda sama dengan nama yang berbeda.
Orang-orang hindu sangat membanggakan kebiasan dan kebesaran ini. Bahasa
mereka juga terbagi pada berbagai bahasa kelompok kasta, dan

yang tetap

terpelihara hanyalah di sekitar kelompok terdidik dan terlatih. Bagi orang-orang


Arab dan Persia sulit membedakan kata-kata yang diucapkan mereka sehingga
pernyataan-pernyataannya hamper tidak mungkin untuk dinyatakan dalam tulisan.
2.
Mereka berbeda secara mutlak dalam tradisi keagamaan yang sangat kuat.
Sekalipun di antara mereka sendiri ada perselisihan dalam persoalan pokok
ketuhanan, namun hanya sebatas berperang melalui kata-kata saja. Mereka tidak
pernah berkorban harta atau jiwa dalam pertentangan agama. Namun sebaliknya
semua kefanatikan agama diarahkan untuk melawan orang-orang asing yang
mereka anggap najis. Mereka dilarang untuk berhubungan dengannya, baik dalam
perkawinan, duduk bersama atau minum dan sebagainya.bagi mereka yang
terkena orang asing sama najisnya, sekalipun tersentuh air dan api yang dipakai
orang asing-yang saat itu adalah bangsa Arab dan Persia. Bahkan bagi orang asing
hendak memeluk agama mereka (Hindu) harus dicurigai. Yang jelas orang-orang
hindu di India sulit diajak hidup bersama karena pandangan dan tradisi agamanya
yang sangat arogan.

3.

Di kalangan mereka ada sikap yang sangat radikal yang selalu diarahkan pada

setiap generasinya seperti menakut-nakuti anak mereka pada setiap pendatang.


4.
dengan mengatakan pada anak-anak bahwa cara adat istiadat kehidupan
pendatang adalah keturunan setan.
5.
Begitupun orang Buddha juga menaruh kebencian yang dalam pada setiap
orang yang datang dari Negara-negara sebelah barat. Karena pengalaman dulu,
agama Buddha terusir dari Balkh, Khurasan, Irak dan Persia; dan pengikutpengikutnya meninggalkan tempat itu saat Zarasuthra mendominasi Negaranegara belahan Barat.
6.
Kesombongan orang-orang hindu disebabkan adanya anggapan dari mereka
bahwa hanya dirinya yang terbaik. Mereka percaya tidak ada Negara seperti milik
mereka. Tidak ada bangsa seperti mereka. Kesombongan itu telah sedemikian
rupa sehingga apabila ada penduduk berkata, Ada pakar di Khurasan atau
Persia, segera tokoh-tokoh mereka bilang, orang-orang yang berkata begitu
adalah bodoh dan penipu.
Gambaran Al-Biruni tentang masyarakat India ini membenarkan adanya teori
resistansi kaum Hindu terhadap Islam.
B. Pembentukan Pemerintahan Muslim di India
1. Pemerintahan Muslim pada masa Permulaan
Kerajaan Mughal berdiri seperempat abad sesudah berdirinya kerajaan Safawi.
Kerajaan Mughal bukanlah kerajaan Islam pertama di anak benua India. Awal kekuasaan
Islam di wilayah India terjadi pada masa Khalifah al-Walid, dari Dinasti Bani Umayyah.
Penaklukkan wilayah ini dilakukan oleh tentara Bani Umayyah di bawah pimpinan
Muhammad ibn Qasim.2
Dinasti Changtai (1227-1369 M) yang didirikan oleh putra Jengis Khan, Changtai,
merupakan cikal bakal Kerajaan Mughal di India. Mughal merupakan kerajaan Islam di
anak benua India, dengan Delhi sebagai ibukotanya, berdiri antara tahun 1526-1858 M.
Dinasti Mughal di India didirikan oleh seorang penziarah dari Asia tengah bernama
Zahiruddin Muhammad Babur (1482-1530 M), salah satu cucu dari Timur Lenk dari etnis
2 Syed Mahmudunnasir, Islam: Konsepsi dan Sejarahnya, Bandung, Rosdakarya, 2005, h. 163

Mongol, keturunan Jengis Khan yang telah masuk Islam dan pernah berkuasa di Asia
Tengah pada abad ke 15. Kerajaan ini berdiri pada saat di Asia kecil berdiri tegak sebuah
kerajaan Turki Usmani dan di Persia kerajaan Safawi. Ketiganya pada saat yang sama
menjadi sebuah negara-negara adikuasa di dunia. Mereka juga menguasai perekonomian,
politik serta militer dan mengembangkan kebudayaan.3Ayahnya bernama Umar Mirza,
penguasa Ferghana. Babur mewarisi daerah Ferghanadari orang tuanya dari orang tuanya
ketika ia masih berusia 11 tahun. Setelah naik tahta ia mencanangkan obsesinya untuk
menguasai seluruh Asia Tengah, sebagaimana Timur Lenk tempo dulu. Namun,
ambisinya itu terhalang oleh kekuatan Uzbekiztan, dan mengalami kekalahan. Namun
berkat bantuan Ismail I (1500-1524 M), raja Safawi, Babur dapat menguasai Samarkand
tahun 1494 M. Pada tahun 1504 M, ia menduduki Kabul, ibukota Afganistan.
Dari sini ia memperluas kekuasaannya ke sebelah Timur (India). Saat itu, Ibrahim
Lodi, penguasa India, di landa krisis sehingga stabilitas pemerintahan menjadi kacau.
Daulah Khan, Gubernur Lahore dan Alam Khan, paman Ibrahim sendiri melakukan
pembangkangan pada tahun 1524 terhadap pemerintahan Ibrahim Lodi, dan meminta
bantuan Babur untuk merebut Delhi. Tiga kekuatan itu bersatu untuk menyerang
kekuatan Ibrahim, tetapi gagal memperoleh kemenangan. Mereka melihat bahwa Babur
tidak sungguh-sungguh membantu mereka.4
Ketidakseriusan Babur menimbulkan kecurigaan di mata Daulah Khan dan Alam
Khan, sehingga keduanya berbalik menyerang Babur. Kesempatan itu tidak disia-siakan
Babur, ia berusaha keras untuk mengalahkan gabungan dua kekuatan tersebut. Daulah
Khan dan Alam Khan dapat dikalahkan, Lahore dikuasainya pada tahun 1525 M. Dari
Lahore ia terus bergerak ke selatan hingga mencapai Panipat. Di sinilah ia berjumpa
dengan pasukan Ibrahim maka terjadilah pertempuran yang dahsyat. Ibrahim beserta
ribuan tentaranya terbunuh dalam pertempuran itu.5 Babur memperoleh kemenangan
yang amat dramastis dalam pertempuran Panipat I (1526 M) itu, karena hanya dengan
3 Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam, Ensiklopedi Islam Volume 3, Jakarta: Ichtiar Baru Van
Hoeve, 1993, h. 239
4 Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam, Ensiklopedi Islam, h. 239

didukung 26.000 personel angkatan perang, ia dapat melumpuhkan kekuatan Ibrahim


yang di dukung oleh 100.000 personel dan 1.000 pasukan gajah. Babur memasuki kota
Delhi sebagai pemenang dan menegakkan pemerintahannya di sana.
Dengan demikian berdirilah kerajaan Mughal di India. Kemenangannya yang begitu
cepat mengundang reaksi dari para penguasa Hindu setempat. Proklamasi 1526 M yang
dikumandangkan Babur mendapat tantangan dari Rajput dan Rana Sanga didukung oleh
para kepala suku India tengah dan umat Islam setempat yang belum tunduk pada
penguasa yang baru tiba itu, sehingga ia harus berhadapan langsung dengan dua kekuatan
sekaligus. Tantangan tersebut dihadapi Babur pada tanggal 16 Maret 1527 M di Khanus
dekat Agra. Babur memperoleh kemenangan dan Rajput jatuh ke dalam kekuasaannya.
Setelah Rajput dapat ditundukkan, konsentrasi Babur diarahkan ke Afganistan, yang
saat itu dipimpin oleh Mahmud Lodi saudara Ibrahim Lodi. Kekuatan Mahmud dapat
dipatahkan oleh babur tahun 1529 M sehingga Gogra dan Bihar jatuh ke bawah
kekuasaannya. Pada tahun 1530 M Babur meninggal Dunia dalam usia 48 tahun setelah
memerintah

selama

30

tahun,

dengan

meninggalkan

kejayaan-kejayaan

yang

cemerlang.Pemerintahan selanjutnya dipegang oleh anaknya Humayun. Humayun, putra


sulung Babur dalam melaksanakan pemerintahan banyak menghadapi tantangan.
Sepanjang masa kekuasaannya selama sembilan tahun (1530-1539 M) negara tidak
pernah aman. Ia senantiasa berperang melawan musuh. Diantara tantangan yang muncul
adalah pemberontakan Bahadur Syah, penguasa Gujarat yang memisahkan diri dari
Delhi. Pemberontakan ini dapat dipadamkan. Bahadur Syah melarikan diri dan Gujarat
dapat dikuasai. Pada tahun 1540 M terjadi pertempuran dengan Sher Khan di Kanauj.
Dalam pertempuran ini Hamayun mengalami kekalahan. Ia terpaksa melarikan diri ke
Kandahar dan selanjutnya ke Persia. Di Persia ia menyusun kembali tentaranya.
Kemudian dari sini ia menyerang musuh-musuhnya dengan bantuan raja Persia,
Tahmasp. Humayun dapat mengalahkan Sher Khan Shah setelah hampir 15 tahun
berkelana meninggalkan Delhi. Ia kembali ke India dan menduduki tahta kerajaan
Mughal pada tahun 1555 M. Setahun setelah itu (1556 M) ia meninggal Dunia karena
5 P. M. Holt, Ann K.S. Lambton and Bernard Lewis, The Cambridge History of Islam, London:
Cambridge University Press, 1970, h. 22

terjatuh dari tangga perpustakaanya, Din Panah.6 Sepeninggalnya kerajaan Mughal


diperintah oleh anaknya yang bernama Akbar.
2. Masa Kejayaan Pemerintahan Muslim
Masa kejayaan pemerintahan muslim yaitu Mughal dimulai pada masa
pemerintahan Akbar (1556-1605) dan tiga raja penggantinya, yaitu Jehangir (1605-1628
M), Syah Jehan (1628-1658 M), Aurangzeb (1658-1707 M). Setelah itu, kemajuan
kerajaan Mughal tidak dapat dipertahankan oleh raja-raja berikutnya. Akbar
menggantikan ayahnya, pada saat ia berusia 14 tahun, sehingga seluruh urusan kerajaan
diserahkan kepada Bairam Kahan, seorang Syii. Pada masa pemerintahannya, Akbar
melancarkan serangan untuk memerangi pemberontakan sisa-sisa keturunan Sher Khan
Shah yang berkuasa di Punjab. Pemberontakan lain dilakukan oleh Himu yang menguasai
Gwalior dan Agra. Pemberontakan tersebut disambut oleh Bairam Khan sehingga
terjadilah peperangan dahsyat, yang disebut Panipat I tahun 1556 M. Himu dapat
dikalahkan dan ditangkap kemudian dieksekusi. Dengan demikian, Agra dan Gwalior
dapat dikuasai penuh.7
Setelah Akbar dewasa, ia berusaha menyingkirkan Bairam Khan yang sudah
mempunyai pengaruh kuat dan terlampau memaksakan kepentingan aliran Syiah.
Bairam Khan memberontak, tetapi dapat dikalahkan oleh Akbar di Jullandur tahun 1561
M. Setelah persoalan dalam negeri dapat diatasi, Akbar mulai menyusun program
ekspansi. Ia dapat menguasai Chundar, Ghond, Chitor, Ranthabar, Kalinjar, Gujarat,
Surat, Bihar, Bengal, Kashmir, Orissa, Deccan, Gawilgarh, Narhala, Ahmadnagar, dan
Asirgah. Wilayah yang sangat luas itu diperintah dalam suatu pemerintahan militeristik.8
Hal itu membuat kerajaan Mughal menjadi sebuah kerajaan besar. Wilayah Kabul
dijadikan sebagai gerbang ke arah Turkistan dan kota Kandahar sebagai gerbang ke arah
Persia. Akbar berhasil menerapkan bentuk politik sulakhul (toleransi universal), yaitu
6 Syed Mahmudunnasir, Islam: Konsepsi, h. 265-266
7 Syed Mahmudunnasir, Islam: Konsepsi, h. 265-266
8 M. Mujib, The Indian Muslim, London: George Alen,1967, h. 254-255

10

politik yang mengandung ajaran bahwa semua rakyat India sama kedudukannya, tidak
dapat dibedakan oleh etnis atau agama. Keberhasilan yang dicapai Akbar dapat
dipertahankan oleh penerusnya yang bernama Jehangir, Syah Jehan dan Aurangzeb yang
mana mereka memang terhitung raja-raja yang besar dan kuat. Segala macam
pemberontakan dapat dipadamkan, sehingga rakyat merasa aman dan damai.
Pada masa Syah Jehan banyak pendatang Portugis yang bermukim di Hugli
Bengala, menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan kepada mereka dengan jalan
menarik pajak dan menyebarkan agama Kristen. Kemudian Syah Jehan meninggal pada
tahun 1658 M dan terjadinya perebutan tahta kerajaan di kalangan istana. Mughal
terpecah menjadi beberapa bagian. Shuja menobatkan dirinya sebagai Raja di Bengala.
Murad menobatkan dirinya sebagai Raja di Ahmadabad. Shuja bergerak memasuki
pemerintahan di Delhi. Namun pasukan Aurangzeb berhasil mengalahkannya pada tahun
1658 M. kemudian Aurangzeb memerangi pasukan Murad dan dimenangkan oleh
Aurangzeb. Oleh karena itu, Aurangzeb secara resmi dinobatkan menjadi Raja Mughal.
Langkah pertama yang dilakukan oleh Aurangzeb menghapuskan pajak, menurunkan
bahan pangan dan memberantas korupsi, kemudian ia membentuk peradilan yang berlaku
di India yang dinamakan fatwa alamgiri sampai akhirnya meninggal pada tahun 1707 M.
Selama satu setengah abad, India di bawah Dinasti Mughal menjadi salah satu negara
adikuasa. Ia menguasai perekonomian Dunia dengan jaringan pemasaran barangbarangnya yang mencapai Eropa, Timur Tengah, Asia Tenggara dan Cina. Selain itu,
India juga memiliki pertahanan militer yang tangguh yang sukar ditaklukkan dan
kebudayaan yang tinggi.
Kemantapan stabilitas politik karena sistem pemerintahan yang diterapkan Akbar
membawa kemajuan dalam bidang-bidang yang lain. Dalam bidang ekonomi, kerajaan
Mughal dapat mengembangkan program pertanian, pertambangan dan perdagangan.
Akan tetapi, sumber keuangan negara lebih banyak bertumpu pada sektor pertanian. Di
samping untuk kebutuhan dalam negeri, hasil pertanian itu diekspor ke Eropa, Afrika,
Arabia dan Asia Tenggara bersamaan dengan hasil kerajinan, seperti pakaian tenun dan
kain tipis bahan gordiyn yang banyak di produksi di Bengal dan Gujarat. Untuk

11

meningkatkan produksi, Jehangir mengizinkan Inggris (1611 M) dan Belanda (1617 M)


mendirikan pabrik pengolahan hasil pertanian di Surat.9
Bersamaan dengan majunya bidang ekonomi, bidang seni dan budaya juga
berkembang. Karya seni terbesar yang dicapai kerajaan Mughal adalah karya sastra
gubahan penyair istana, berbahasa Persia dan India. Penyair India yang terkenal adalah
Malik Muhammad Jayazi, dengan karyanya berjudul Padmavat, sebuah karya alegoris
yang mengandung pesan kebajikan jiwa manusia. Pada masa Aurangzeb, muncul seorang
sejarawan bernama Abu Fadl dengan karyanya Akhbar Nama dan Aini Akhbari, yang
memaparkan sejarah kerajaan Mughal berdasarkan figure pemimpinnya. Karya seni yang
dapat dinikmati sampai sekarang dan merupakan karya seni terbesar yang dicapai oleh
kerajaan Mughal adalah karya-karya arsitektur yang indah dan mengagumkan. Pada masa
Akbar di bangun istana Fatpur Sikri di Sikri, Villa dan masjid-masjid yang indah. Pada
masa Syah Jehan dibangun masjid berlapiskan mutiara dan Taj Mahal di Agra, masjid
Raya Delhi dan istana indah di Lahore.
3. Masa Kemunduran Pemerintahan Muslim di India
Sepeninggal Aurangzeb tahun 1707 M, keseultanan Mughal diperintah oleh
generasi-generasi yang. Sampai tahun 1858 M, sultan-sultan Mughaltidak mampu lagi
mengendalikan wilayah yang cukup luas dan kekuatan lokal hindu yang cukup dinamis,
disamping karena konflik di anatar mereka sendiri yang berebut kekuasaan, di antara
sultan-sultan itu adalah bahadur Syah (1707-1719 M.) Muhammad SYah (1719-1748 M.).
sekalipun periode ini dilakukan restotarsi, tetapi tidak bisa mengembalikan kewibawaan
Ahmad Syah (1748-1754 M.) Alamghir II (1754-1759 M.), Syah Alam (1761-1806 M.)
dan Akbar II (1806-1837 M.)
Pada masa Akbar II, diberikan kesempatan pada koloni dagang Inggris (BEIC),
untuk menggunakan tanah-tanah yang merdeka dengan jaminan para sultan mendapat
dana utnuk menghidupi kegiatan istana. Ketika organisasi dagang ini mengalami berbagai
kerugian, pihak Inggris mengambil pajak langsung kepada seluruh rakyat India atas
9 M. Mujib, The Indian, h. 256

12

jaminan sultan. Akhirnya terjadi pemberontakan di berbagai wilayah. Pengganti Akbar II


adalah Bahadur Syah II (1837-1858 M) tidak menerima kebijakan ayahnya dan ia
mengorganisasi rakyat untuk koloni Inggris, akan tetapi karena bantuan raja-raja hindu,
Inggris dapat mematahkan perlawanan mereka yang berakhir dengan ditawan dan
diasingkannya Bahadur Syah II pada tahun 1858. 10
Ada beberapa faktor yang menyebabkan kekuasaan Mughal mundur pada setengah abad
terakhir dan membawa kehancurannya, yakni :
1. terjadinya stagnasi dalam membina kekuatan sehingga kehadiran Inggris tidak
bisa terkontrol;
2. kemerosotan moral di kalangan istana sehingga menimbulkan berbagai
kecemburuan di kalangan pada politisi dan rakyat bawahan;
3. ide-ide Aurangzeb menjadi boomerang bagi sultan-sultan yang lemah yakni
menimbulkan kembali fanatisme non-muslim, terutama Hindu;
4. semua sultan pada periode ini mengalami krisi kepemimpinan.
D. Pendidikan Islam pada Masa Kerajaan Mughal
1. Lembaga Pendidikan
Pada masa kerajaan Islam Mughal, pendidikan memperoleh perhatian yang cukup
besar. Untuk keperluan ini pihak kerajaan mendorong untuk menjadikan masjid selain
sebagai tempat ibadah juga sebagai tempat belajar agama bagi masyarakat. Di masjid
memang telah tersedia ulama yang akan memberikan pengajaran berbagai cabang ilmu
agama. Bahkan, di masjid juga telah disediakan ruangan khusus bagi para pelajar yang
ingin tinggal di masjid selama mengikuti pendidikan. Karena itu, hampir setiap masjid
merupakan pengembang ilmu-ilmu agama tertentu dengan guru-guru spesialis. Dalam
perkembangannya, masjid raya telah berkembang menjadi sebuah universitas. Seorang
ilmuwan muslim, Sidi Gazalba bahkan mengatakan bahwa di masa Kerajaan Mughal
pendidikan didorong dengan hadiah uang untuk masjid. Semua masjid selalu
mempunyai sekolah rendah.

10 Badri Yatim, 159-162

13

Ini berarti perhatian sejumlah penguasa Mughal terhadap pembinaan agama


dengan membangun sejumlah masjid misalnya amat bermanfaat bagi pengembangan
pendidikan Islam dan ajaran Islam di kalangan masyarakat. Sementara itu, untuk
memenuhi kebutuhan pendidikan bagi orang-orang kaya, pihak kerajaan juga telah
menyediakan madrasah-madrasah khusus. Pendidikan atau sekolah khusus ini juga
disediakan bagi orang Hindu yang disebut Pat Shala. Namun demikian, di samping
sekolah khusus bagi kelompok agama tertentu pihak kerajaan juga menyediakan
sekolah tempat anak-anak muslim dan Hindu belajar bersama.
Selain masjid, juga terdapat khanqah (pesantren) yang dipimpin ulama atau wali,
yang secara umum ada di daerah-daerah pedalaman. Khanqah pada era ini merupakan
pusat studi Islam yang dinilai baik.
2. Kurikulum
Di masjid diajarkan disiapkan pengajar dari berbagai spesialisasi, dan di khanqah
diajarkan berbagai ilmu pengetahuan seperti matematika, mantik/logika, filsafat, tafsir
Quran, hadits, fiqih, sejarah, dan geografi. Bahasa Persia pada masa itu merupakan
bahasa pengantar dalam kegiatan pendidikan dan pengajaran agama Islam. Pendidikan
yang diselenggarakan ini diikuti oleh siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan.
Karena itu sejumlah kaum wanita dari keluarga terdidik, misalnya Gulbadan Begum,
Maham Anga, Nur Jahan, Mumtaz Mahal, Jahan Ara Begum, dan Zaibun Nisa yang
kemudian menjadi penulis terampil.11
Selain itu, pihak kerajaan juga menyediakan perpustakaan yang bisa dimanfaatkan
oleh siapa saja. Akbar dikenal sebagai raja yang gemar membaca dan mengoleksi buku.
Pada era ini juga banyak buku-buku terjemahan yang diterbitkan. Diantaranya buku
terjemahan kisah Mahabaratha dan Ramayana yang dibuat oleh Badayuni ke dalam
bahasa Persia. Raja lainnya, Jahangir dikenal sebagai raja pelindung para ilmuwan. Ia
juga menulis biografinya sendiri dengan judul Tuzk-i-Jahangiri.12
Di masa Syah Jahan didirikan perguruan tinggi di Delhi. Aurangzeb mendirikan
pusat pendidikan di Lucknow. Tiap masjid mempunyai lembaga tingkat dasar yang
11 Taufik Abdullah, et.al, (Ed), Ensiklopedi Tematis, h. 297-298.
12 Taufik Abdullah, et.al, (Ed), Ensiklopedi Tematis, h. 298.

14

dipimpin oleh seorang guru. Sejak berdiri banyak ilmuan yang belajar di India.
Sedangkan Aurangzeb dikenal banyak orang sebagai lelaki yang saleh, adil, keras dan
energetik yang menjadi teladan kerajaan Islam. Hidupnya ditandai kesederhanaan dan
tenaga yang tak terbatas. Dialah yang paling terpelajar di antara semua penguasa Mughal.
Berbagai kegiatan tulis menulis dalam masalah agama, sejarah, maupun syair, ikut
melengkapi koleksi perpustakaan kerajaan sekaligus penyebaran ilmu pengetahuan.
Karena itu tidak sedikit dijumpai perpustakaan yang ada di berbagai wilayah kerajaan
Mughal. Pada tahun 1641 misalnya, terdapat sebuah perpustakaan di Agra yang memiliki
koleksi 20.000 buku. Karena itu, semangat dan perkembangan agama Islam yang telah
berkembang di kalangan kerajaan maupun masyarakat pada umumnya sebetulnya
bersamaan dengan tumbuhnya lembaga-lembaga keagamaan, pendidikan, dan ilmu
pengetahuan.13
Dalam penggalan sejarah Dinasti Mughal, tampil dua penguasa paling
berpengaruh: Akbar Khan dan Aurangzeb. Meskipun keduanya memerintah dalam
dekade yang berbeda, tetapi kebijakan Akbar Khan dan Aurangzeb, khususnya berkaitan
dengan pengembangan Islam di India, memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan.
Akbar mengembangkan pola Islam sinkretis. Sebaliknya, Aurangzeb mengembangkan
pola Islam puritan.
Dalam perspektif politik, langkah Akbar ini dianggap sah, bahkan cerdas. Sebab,
substansi politik adalah tercapainya tujuan, meskipun pada saat bersamaan terdapat
aspek-aspek tertentu yang terabaikan. Orang boleh melakukan apa saja dalam konteks
politik. Akbar telah memposisikan Islam tidak lebih dari sekedar simbol formal tanpa
makna. Karena itu, dia dengan mudah meleburkan dan mencampuradukkan Islam dengan
berbagai kepercayaan lain. Dalam situasi ini, Islam kehilangan identitasnya. Ketinggian
dan keluhuran ajaran Islam juga tereduksi sedemikian rupa. Hal ini menyebabkan
ketegangan dengan para penganut Ahlusunah wal jamaah.
Lain dengan Akbar Khan, lain pula dengan Aurangzeb. Wajah Islam di India pada
masa Aurangzeb tampak lebih dominan. Dia berusaha mengangkat kembali citra Islam
yang tampak redup beberapa dasawarsa sebelumnya. Ia giat mengembalikan kemurnian
Islam. Usaha ini patut dihargai. Sebab, dari sini terlihat kecintaan seorang Aurangzeb
terhadap Islam. Namun, perlu diingat, Islam adalah agama yang mensponsori
13 Taufik Abdullah, et.al, (Ed), Ensiklopedi Tematis, h. 298-299.

15

perdamaian, tanpa paksaan, dan tidak mentolelir berbagai tindak kekerasan terhadap
pemeluk agama lain. Memurnikan ajaran Islam dengan merusak tempat ibadah agama
lain, bukanlah pesan Islam.
Kebijakan Aurangzeb untuk menghancurkan kuil-kuil Hindu, meletakkan arca di
jalan-jalan agar selalu diinjak tampaknya menjadi sebuah kekeliruan. Hal ini
menyebabkan terjadinya pemberontakan hebat dari kalangan Hindu. Pada 1739 M.
Mughal dikalahkan oleh pasukan dari Persia dipimpin oleh Nadir Shah. Pada 1756 M.
pasukan Ahmad Shah merampok Delhi lagi. Kerajaan Britania yang masuk ke India pada
1600 M. dan mulai melakukan penaklukkan terhadap kerajaan Mughal pada 1757 M.
serta membubarkannya tahun 1858 M. setelah mengalahkan pesaingnya, Perancis.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan pendidikan Islam di masa kerajaan Islam
Mughal memang tidak segemilang masa Islam klasik sebelumnya. Hal ini didasari oleh
beberapa alasan; 1) metode berpikir dalam bidang teologi di masa ini adalah metode
berpikir tradisional setelah metode berpikir rasional Mutazilah padam. 2) Kebebasan
berpikir ala pemikiran filsafat Yunani menurun setelah al-Ghazali melontarkan kritik
terhadap filsafat dan di sisi yang lain ajaran tasawuf yang mengesampingkan kehidupan
dunia berkembang pesat. 3) Sarana-sarana pengembangan ilmu pengetahuan dan
pemikiran, seperti perpustakaan dan karya ilmiah asing banyak yang hancur di masa
Islam klasik, sehingga di masa Mughal seperti ada rantai pengetahuan yang terputus.
Sumbangan peradaban Islam kepada kebudayaan bangsa India teramat penting.
Dalam bangunan sosial budaya masyarakat India yang berbeda-beda, banyak ciri yang
maju, seperti penghormatan kepada wanita dan hak-hak mereka. Tidak salah kalau
dinyatakan bahwa setelah fajar Islam, bangsa India berhutang budi kepada Islam dan
kaum muslimin.
C. Lembaga Pendidikan (Madrasah, Sekolah, Universitas) di India
Pada Masa Pembaharuan
1. Madrasah Dar Al-Ulum di India
a. Kurikulum Pendidikan Madrasah Dar Al-Ulum di India.
Para siswa mengikuti pendidikan selama enam tahun, mengikuti
silabus, menempuh ujian formal, dan ikut pertemuan. Sekolah ini
terutama terkenal karena karyannya dalam Hadis, dan pada abad ini

16

membengun jaringan sekolah yang masih terus tumbuh hingga


sekarang
Ulama Doeband berupaya apolotis dan sepenuhnya menyebarkan
tuntunan yang benar melalui pendidikan guru, imam sholat, pengelola
wakaf, penulis, dan sebagainya.
Ajaran yang dibawa Syah Waliyullah dan yang kemudian yang
diteruskan oleh anaknya Syah Abdul Aziz, dan selanjutnya Sayyid
Ahmad Syahid serta pengikutnya untuk melaksanankannya banyak
mempunyai perserupaan dengan ajaran Wahabiah dari Arabia. Dan
yang banyak dilaksanakan adalah pula ajaran pemurnian praktek umat
Islam dari berbagai macam bidah.14
2. Sekolah Muhammedan Anglo Oriental College (MAOC) di India
a. Sejarah Berdirinya
Latar

belakang

didirikannya

Sekolah

Muhammedan

Anglo

Oriental College (MAOC) di India adalah hancurnya Gerakan Mujahidin


dan Kerajaan Mughal sebagai akibat dari Pemberontakan 1857 serta
hasil pemikiran oleh pendirinya yaitu Sayyid Ahmad Khan.
Sayyid Ahmad Khan lahir di Delhi pada tahun 1817 dan menurut
keterangan

berasal dari keturunan Husein, cucu Nabi Muhammad

melalui Fatimah dan Ali. Neneknya, Sayyid hadi adalah pembesar


istana zaman Alamghir II (1754-1759). Ia mendapat didikan tradisional
dalam pengetahuan agama agama dan disamping bahasa Arab ia juga
belajar bahasa Persia. Ia orang yang rajin membeca dan banyak
memperluas pengetahuan dengan membaca buku dalam berbagai
bidang ilmu pengetahuan. Sewaktu berusia 18 tahun ia masuk pekerja
pada serikat India Timur kemudian ia bekerja pula sebagai hakim.
Tetapi di tahun 1846 ia pulang kembali ke Delhi untuk meneruskan
studi.
Dimasa Pemberontakan 1857 ia banyak berusaha untuk
mencegah

terjadinya

kekerasan

dan

14 Syed Mahmudunnasir, Islam: Konsepsi, h. 265-266

dengan

demikian

banyak

17

menolong orang Inggris dari pembunuhan. Pihak Inggris menganggap


ia telah banyak berjasa bagi mereka dan ingin membalas jasanya,
tetapi hadiah yang dianugerahkan Inggris kepadanya ia tolak. Gelar Sir
kemudian kemudian di berikan kepadanya dapat ia terima. Hubungan
dengan pihak Inggris menjadi baik dan ini ia pergunakan untuk
kepentingan umat Islam India.
Sayyid Ahmad Khan berpendapat bahwa peningkatan kedudukan
umat Islam India, dapat diwujudkan hanya dengan bekerjasama
dengan Inggris. Inggris telah merupakan penguasa yang terkuat di
India, dan menentang kekuasaan itu tidak akan membawa kebaikan
bagi umat Islam India. Hal ini akan membuat mereka tetap mundur
dan akhirnya akan jauh ketinggalandari masyarakat Hindhu India.
Disamping itu dasar ketinggian dan kekuatan Barat, termasuk di
dalamnya Inggis, ialah ilmu pengetahuan dan tekhnologi modern.
Untuk

dapat

maju,

umat

Islam

harus

pula

menguasai

ilmu

pengetahuan dan teknologi modern itu. Jalan yang harus ditempuh


umat Islam untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang
diperlukan

itu

bukanlah

bekerjasama

dengan

Hindhu

dalam

menentang Inggris tetapi memperbaiki dan memperkuat hubungan


baik dengan Inggris.
Ia

berusaha

meyakinkan

pihak

Inggris

bahwa

dalam

Pemberontakan 1857, umat tidak memainkan peranan utama. Untuk


itu ia keluarkan pamflet yang mengandung penjelasan tentang hal-hal
yang membawa pada pecahnya Pemberontakan 1857. Di antara
sebab-sebab yang ia sebut adalah sebagai berikut:
1) Intervensi Inggris dalam soal keagamaan, seperti pendidikan
agama Kristen yang diberikan kepada yatim piatu di panti-panti
yang diasuh oleh orang Inggris, pembentukan sekolah-sekolah
misi Kristen dan penghapusan pendidikan agama di perguruanperguruan tinggi.

18

2) Tidak turut sertanya orang-orang India, baik Islam maupun Hindu,


dalam lembaga-lembaga perwakilan rakyat, hal yang membawa
kepada:
a) Rakyat India tidak mengetahui tujuan dan niat Inggris, mereka
anggap Inggris datang untuk mengubah agama mereka
menjadi Kristen.
b) Pemerintah Inggris tidak mengetahui keluhan-keluhan rakyat
India.
c) Pemerintah Inggris tidak berusaha mengikat tali persahabatan
dengan rakyat India, sedang kestabilan dalam pemerintahan
bergantung

pada

hubungan

baik

rakyat.

Sikap

tidak

menghargai dan tidak menghormati rakyat India, membawa


kepada akibat yangtidak baik.
Sayyid Ahmad Khan melihat bahwa umat Islam mundur karena
mereka tidak mengikuti perkembangan zaman. Peradaban Islam klasik
telah hilang dan telah timbul peradaban baru di Barat. Dasar
peradaban bari ini ialah ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan sebagai
telah disebut diatas inilah yang menjadi sebab utama bagi kemajuan
dan kekuatan orang barat.
Ilmu dan pengetahuan dan teknologi modern adalah hasil
pemikiran manusia. Oleh karena itu akal mendapat penghargaan tinggi
bagi Sayyid Ahmad Khan. Tetapi sebagai orang Islam yang percaya
kepada wahyu, ia berpendapat bahwa kekuatan akal bukan tidak
terbatas.
Karena

ia

percaya

pada

kekuatan

dan

kebebasan

akal,

sungguhpun mempunyai batas, ia percaya pada kebebasan dan


kemerdekaan manusia dalam menetukan kehendak dan melakukan
perbuatan. Dalam kata lain, ia mempunya paham qadariah (free will
and free act) dan tidak paham jabariah atau fatalisme. Manusia,
demikian pendapatnya, dianugrahi Tuhan daya-daya, diantaranya daya
berpikir, yang disebut akal, dan fisik untuk mewujudkan kehendaknya.

19

Manusia mempunyai kebebasan untuk mempergunakan daya-daya


yang diberikan Tuhan kepadanya itu.
Inilah pokok-pokok pemikiran Sayyid Ahmad Khan mengenai
pembaharuan dalam Islam. Ide-ide yang dikemukakannya banyak
persamaannya dengan pemikiran Muhammad Abduh di Mesir. Kedua
pemuka pembaharuan ini sama-sama memberi penghargaan tinggi
pada akal manusia, sama-sama menganut paham qadariah, samasama percaya kepada hukum alam ciptaan Tuhan, sama-sama
menetang

taqlid

dan

sama-sama

membuka

pintu

ijtihad

yang

dianggap tertutup oleh umat Islam pada umumnya diwaktu itu.


Sebagai telah disebut diatas, jalan bagi umat Islam India untuk
melepaskan diri dari kumunduran dan selanjutnya mencapai kemajuan,
ialah memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi modern Barat. Dan
agar yang tersebut akhiri ini dapat di capai, sikap mental umat yang
kurang percaya kepada kekuatan akal, kurang percaya kepada
kebebasan manusia dan keurang percaya pada adanya hukum alam,
harus diubah terlebih dahulu.
Perubahan sikap mental itu ia usahakan melalui tulisan-tulisan
dalam bentuk buku dan artikel dalam majalah Tahzib al-Akhlaq. Usaha
melalui pendidikan juga ia tidak lupakan, bahkan pada akhirnya ke
dalam lapangan inilah ia curahkan perhatian dan pusatkan usahanya.
Jalan yang efektif untuk merubah sikap mental memanglah pendidikan.
Di tahun 1861 ia dirikan sekolah Inggris di Muradabad. Di tahun
1876 ia minta berhenti sebagai pegawai pemerintahan Inggris dan
sampai akhir hayatnya di tahun 1898, ia mementingkan pendidikan
umat Islam India. Di tahun 1878, ia mendirikan Sekolah Muhammedan
Anglo Oriental College (MAOC) di Aligarh yang merupakan karyanya
yang besejarah dan berpengaruh dalam cita-citanya untuk memajukan
umat Islam India.
b.

Dasar dan Tujuan Sekolah Muhammedan Anglo Oriental College


(MAOC) di India

20

Menurut penulis I.H. Qureshi, sekolah Sekolah itu mempunyai


peranan penting dalam kebangkitan umat Islam India, dan sekiranya
tidak karena sekolah itu, umat india di pakistan sekarang akan lebih
jauh ketimggalan dari umat-umat lain.15
Sebelumnya di tahun 1869/70 Sayyid Ahmad Khan telah
berkunjung

ke

Inggris,

antara

lain

untuk

mempelajari

sistem

pendidikan Barat. Sekembalinya dari kunjungan itu ia membentuk


panitia peningkatan pendidikan umat Islam. Salah tujuan panitia ialah
menyelidiki sebabnua umat Islam India sedikit sekali memasuki
sekolah-sekolah pemerintah. Disamping itu di bentuk lagi panitia dana
pembentukan perguruan tinggi Islam. Di tahun 1886 ia bentuk
Muhammadan Educational Conference dalam usaha mewujudkan
pendidikan nasional dan seragam untuk umat Islam India. Progam dari
lembaga ini adalah menyebarluaskan pendidikan Barat dikalangan
umat Islam, menyelidi pendidikan agama yang diberikan di sekolahsekolah Inggris yang didirikan oleh golongan Islam dan menunjang
pendidikan agama yang diberikan oleh sekolah-sekolah swasta.
Perhatian Sayyid Ahmad Khan terhadap umat Islam memang
besar, tetapi pengaruhnya tidak terbatas dalam pendidikan saja.
Melalui buku karangannya dan tulisannya di Tahzib al-Akhlaq ide-ide
pembaharuan

yang

dicetuskannya

menarik

perhatian

golongan

terpelajar Islam India. Penafsiran-penafsiran baru yang diberikannya


terhadap ajaran-ajaran Islam lebih dapat diterima golongan pelajar ini
c.

dari pada tafsiran-tafsiran lama.


Kurikulum Sekolah Muhammedan Anglo Oriental College (MAOC) di
India
MAOC dibentuk sesuai dengan model sekolah di Inggris dan
bahasa yang dipakai di dalamnya ialah bahasa Inggris. Sedang guru
dan stafnya banyak terdiri atas orang Inggris. Ilmu pengetahuan
modern

merupakan

sebagian

besar

dari

mata

pelajaran

yang

diberikan. Pendidikan agama tidak di abaikan. Dalam hubungan ini baik


15 Hamka, Sejarah Umat Islam 1, Jakarta: Bulan Bintang, 1981, Cetakan VI, h. 163

21

disebut bahwa di sekolah-sekolah inggris yang diasuh pemerintah,


agama tidak di ajarkan. Di MAOC pendidikan agama Islam dan
ketaatan siswa menjalankan ajaran agama diperhatikan dan di
pentingkan. Sekolah itu terbuka bukan hanya bagi orang Islam, tetapi
juga bagi orang Hindu, Parisi, dan Kristen.16
Viqar al-Mulk sebagai seorang ulama, keras pendirian dan
pegangan terhadap agama. Hidup keagamaan di MAOC ia perkuat.
Pelaksanaan

ibadat,

terutama

salat

dan

puasa,

ia

perketat

pengawasannya. Lulus dalam ujian agama menjadi syarat untuk dapat


naik tingkat. Hal-hal tersebut di atas membuat MAOC menjadi lebih
populer dikalangan ulama India.
3. Universitas Muslim Aligarh di India
a. Sejarah berdirinya
Ide-ide pembaharuan yang di cetuskan Sir Sayyid Ahmad Khan
dianut dan disebarkan selanjutnya oleh murid serta pengikut dan
timbullah apa yang dikenal dengan gerakan Aligarh. Pusatnya ialah
Muhammedan

Anglo

Oriental

College

yang

didirikan

pemimpin

pembaharuan Islam itu di Aligarh. Setelah ditingkatkan menjadi


universitas, dengan nama Universitas Islam Aligarh di tahun 1920,
perguruan tinggi ini meneruskan tradisi sebagai pusat gerakan
pembaharuan Islam India.
Gerakan Aligarh inilah yang menjadi penggerak utama bagi
terwujudnya pembaharuan dikalangan umat Islam India. Tanpa adanya
gerakan ini, ide-ide pembaharuan selanjutya seperti yang di cetuskan
Amir Ali, Muhammad Iqbal, Muhammad Abul Kalam Asad, dan
sebagainya.
b. Dasar dan Tujuan Universitas Muslim Aligarh di India
Pada tahun 1875, Sayyid Ahmad Khan mendirikan Kolese Anglo
Oriental Mohammadan yang kemudia menjadi Unversitas Muslim Islam
Aligarh,

dengan

model

16 Hamka, Sejarah Umat , h. 164

Oxford

dan

Cambrige,

dan

bertujuan

22

melahirkan

kaum

berpendidikan

Inggris.

Sayyid

Ahmad

Khan

mendapati bahwa warisan intelektualnya adalah dari para pembaharu


Wali Allah. Namun, dia bertujuan menunjukan keselarasan fundamental
antara wahyu Al-quran dan sains modern, dengan menyingkirkan dari
Islam unsur-unsur yang bergantung pada ruang dan waktu tertentu
serta hanya mempertahankan yang esensial. Dia menggunakan ijtihad
untuk menggantikan penafsiran historis.17
c. Kurikulum Universitas Muslim Aligarh di India.
Kemajuan Gerakan Aligarh disebabkan adanya mata pelajaran umum,
seperti ilmu alam, filsafat, humaniora dan sebagainya.

17 Taufik Abdullah, et.al, (Ed), Ensiklopedi Tematis Dunia Islam, Jilid 2, Jakarta: Ichtiar Baru
Van Hoeve, 2002, h. 297.

23

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Gambaran umum masyarakat India saat Islam memasuki wilayah ini, seperti
dijelaskan al-Biruni dikutip dalam perkembangan peradaban di kawasan Dunia
Islam, menunjukan dustu indikasi yang sangat menyulitkan bagi proses islamisasi.
Untuk melihat hal itu, ada lima hal yang menjadi titik perhatiannya sekaligus yang
menjadi

ciri khas masyarakaat India saat itu, yakni bahasa, agama, tradisi,

kebencian terhadap orang asing, fanatisme dan keangkuhan budaya


2. Dinasti Changtai (1227-1369 M) yang didirikan oleh putra Jengis Khan, Changtai,
merupakan cikal bakal Kerajaan Mughal di India. Mughal merupakan kerajaan
Islam di anak benua India, dengan Delhi sebagai ibukotanya, berdiri antara tahun
1526-1858 M. Dinasti Mughal di India didirikan oleh seorang penziarah dari Asia
tengah bernama Zahiruddin Muhammad Babur (1482-1530 M), Dinasti ini berada
pada masa kejayaan ketika dipimpin pemerintahan dan tiga raja penggantinya,
yaitu jehangir, Syah Jehan, Aurangzeb. Dan setelah empat raja tadi dinasti Mughal
mengalami masa kemunduruan.
3. Pendidikan islam di India pada masa dinasti Mughal bermula dari masjid,
kemudian pesantren. Di masjid diajarkan disiapkan pengajar dari berbagai
spesialisasi, dan di khanqah diajarkan berbagai ilmu pengetahuan seperti
matematika, mantik/logika, filsafat, tafsir Quran, hadits, fiqih, sejarah, dan
geografi.
4. Pada masa pembaharuan pendidikan islam di india, terbentuknya madrasah dar alulum, Sekolah Muhammedan Anglo Oriental College (MAOC), dan Universitas
Muslim Aligarh. Kurikulum di madrash dar al-ulum pendidikan selama enam
tahun mengikuti silabus, ujian formal. Sedangangkan Sekolah Muhammedan
Anglo Oriental College (MAOC)materi pelajaran yang diberikan ilmu modern
tanpa meninggalkan pendidikan agama. Sedangkan di Universitas Muslim Aligarh
mengikuti mengikuti ilmu umum seperti ilmu alam, humaniora dan filsafat.

24

DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, Taufik, et.al, ed. Ensiklopedi Tematis Dunia Islam. Jakarta: Ichtiar Baru Van
Hoeve, 2002.
Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam. Ensiklopedi Islam Volume 3. Jakarta: Ichtiar Baru Van
Hoeve, 1993.
Hamka. Sejarah Umat Islam 1. Jakarta: Bulan Bintang, 1981.
Holt, P. M., Ann K.S. Lambton and Bernard Lewis. The Cambridge History of Islam.
London : Cambridge University Press, 1970.
Ikram, S.M.. Muslim Civilization in India. New York : Columbia University Press, 1965.
Mahmudunnasir, Syed. Islam: Konsepsi dan Sejarahnya . Bandung : Rosdakarya, 2005.
Mujib, M. The Indian Muslim. London: George Alen, 1967.
Soebardi dan Harsojo. Pengantar Sejarah dan Ajaran Islam. Bandung : Binacipta, 1986.
Sulasma, Suparman. Sejarah Islam di Asia dan Eropa. Bandung: CV. Pustaka Setia,2013.
Thohir, Ajid. Sejarah Peradaban di Kawasan Dunia Islam. Jakarta : Raja Grafindo, 2004.
Yatim, Badri. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2000.