Anda di halaman 1dari 3

ORAL LICHEN PLANUS

Definisi
Adalah kelompok reaksi peradangan berupa papula pada kulit dan membram
mukosa yang penyebabnya belum diketahui (kamus kedokteran gigi)
Adalah radang autoimmune dari penyakit mucocutaneus yang dapat melibatkan
epitel skuamos bertingkat pada kulit, oral mukosa, dan genital (scully)
Adalah penyakit kronik mucocutaneus yang tidak diketahui penyebabnya (regezy)
Adalah penyakit dermatologi kronik yang sering mempengaruhi oral mukosa
(neville)
Lichen planus termasuk dalam non infective stomatitis. Merupakan penyakit
inflamasi kronis yang lazim pada kulit dan membrane mukosa. Biasanya terjadi
pada pasien paruh baya tau lebih. Kira-kira 28% pasien dengan LP mempunyai
lesi kulit . lesinya flat violaceaus papules with a fine scaling on the surface. Tidak
seperti oral lesi, lesi kulit biasanya self limiting bertahan 1 tahun atau kurang.
Etiologi
Walaupun etiologi dari lichen planus tidak diketahui, tetapi secara umum
merupakan suatu reaksi yang dimediasi oleh sistem imun, yang secara
mikroskopis menyerupai reaksi hipersensitivitas. Hal ini ditandai dengan adanya
infiltrasi sel T (CD 4 dan terutama sel CD 8) secara lokal pada epithelium jaringan
ikat. Sel pengatur imun lainny seperti makrofag, faktor XII a-positive dendrocytes
dan sel Langerhans jumlahnya bertambah atau meningkat pada penyakit ini.
Oral Lichen Planus (OLP) adalah penyakit autoimun yang dimediasi oleh T-cells
tetapi penyebab utamanya sampai sekarang masih menjadi misteri (Idiopatik)
Kunci utama dan Kejadian yang mengawali OLP adalah peningkatan produksi TH1
yang diinduksi oleh kode genetic
Perbedaan bentuk secara genetic dari sitokin mungkin juga mempengaruhi
apakah lesi tumbuh dimulut saja (Interferon gama(INF-)) atau dimulut dan di
kulit (Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-))
Pathogenesis dan HPA
Pathogenesis
T Cells yang teraktivasi berkerak kea rah epitel oral karena tertarik oleh
molekul adhesi intraseluler, collagen tipe IV dan VII dan mungkin CXCR3 dan

CCR5 signalling pathways


Sitokin yang disekresi oleh keratinosit seperti TNF dan interleukin juga

bergerak kemotaktil bersama limfosit


T cells lalu mengikat keratinosit dan INF yang menyebabkan terjadinya

apoptosis yang menyebabkan hancurnya sel basal dari epitel rongga mulut
Fase Kronik dari penyakit ini bisa dihasilkan karena aktifasi dari mediator
inflamasi nuclear factor kappa beta (NF ) dan inhibisi dari transforming
growth

factor

control

pathway

((TGF-beta/smad)

yang

menyebabkan

terjadinya hyperproliferasi dari keratinosit (hyperkeratin) yang menyebabkan


lesi bewarna putih.
HPA

Area dari hyperparakeratosis/ hyperothokeratosis, sering dengan sebuah


penbalan lapiusan sel granular dan a saw-toothed appeareance to the rete

pegs
Liquifaction degeneration / nekrosis dari lapisan sel basl, yang sering terganti

dengan pita eosinofilic


Sebuah pita subephitelial tebal dari lymphocites

Gambaran klinis
Striae. Keadaan

yang

paling

lazim,

bentuk

khasnya

menonjol,snowy

white,berenda atau berjala-jala, atau pila anular. Kadang-kadang berselang seling


dengan minute,papula putih,striae mungkin tidak teraba atau mungkin lebih
kenyal daripada mukosa yang mengelilingi.
Area atropi. Area kemerahan dari penipisan mukosa dan sering berkombinasi
dengan striae.
Erosi. Area irregular dangkal dari destruksi epitel. Seringkali menetap dan tertutup
oleh lapisan fibrin lembut, sedikit peninggian kekuningan. Batas erosi mungkin
sedikit menurun berganting pada fibrosis dan taha[ penyembuhan pada batas
luar,striae menyebar dari batasa erosi.
Plak. Kadang-kadang terlihat pada tingkatan pertawa terutama pada dorsum
lidah. Sebaliknya plak mungkin merupakan hasil dari penyakit yang menetap dan
utamanya merusak mukosa bukal.
Lesi kulitnya : ungu, pruritic, polygonal papules, biasanya mempengaruhi
permukaaan yang lentur dari extremities
Bagian dari ekstraoral lain yang terlibat seperti glan penis, vulvar mukosa , dan
kuku
Klasifikasi
1. Reticular (Lacelike keratotic mucosal configurations)
Paling umum
Keratosis mukosa seperti renda
Asimptomatik
Terdiri dari=
a. Slighty elevated fine Whitish lines ( Wickhams Striae)
Lacelike pattern / pattern of fine radiating lines
b. Annular Lesion
Paling sering mukosa bukal diikuti lidah, bibir, gingiva, dasar mulut,

palatum jarang
Papula biasanya diameter 0,5 1 mm terlihat pada daerah yang

keratinisasi
Plaquelike lesion yang besar bisa terjadi di pipi, lidah, gingiva sulit

dibedakan dengan leukoplakia.


2. Atrhopic (Keratotic canges combined with mucosal erithema)
Memperlihatkan area inflamasi dari mukosa oral ditutupi oleh red appearing
ephitelium tipis
Bisa gambaran desquamative gingivitis
Perubahan keratosis kombinasi erythema mukosa
Area terinflamasi mukosa oral yang dicover epitel tipis yang terlihat merah
Adalah akibat dari atrofi epitel dan terutama tampak sebagai bercakbercak mukosa yang merah, tanpa ulserasi. Striae Wickham seringkali

dijumpai di tepi lesinya. Jika gusi cekat terkena, maka dipakai istilah
Gingivitis desquamative.
3. Erosive (Pseudomembran covered ulcerations combine with keratosis and
erythema)
Mungkin berkembang sebagai komplikasi proses atrophic ketika epithelium
tipis ulcerated
Bisa gambaran desquamative gingivitis
Perubahan keratosis kombinasi erythema mukosa
Area terinflamasi mukosa oral yang dicover epitel tipis yang terlihat merah
Adalah akibat dari atrofi epitel dan terutama tampak sebagai bercakbercak mukosa yang merah, tanpa ulserasi. Striae Wickham seringkali
dijumpai di tepi lesinya. Jika gusi cekat terkena, maka dipakai istilah
Gingivitis desquamative.
4. Bullous (Vesiculobullous presentation combained with reticular / errosive
patterns)
Jarang
Menyerupai bentuk penyakit IgA linear
Vesicobullous dan gambaran reticular dan erosive