Anda di halaman 1dari 2

Pertanyaan:

1.

Mengapa SAK ETAP Harus Diterapkan?

SAK ETAP di terapkan untuk membantu perusahaan kecil dan menengah yang di pimpin
oleh perorangan.dan pastinya perusahaan menginginkan usahanya terus berkembang. Dan untuk
mengembangkan usaha tentu berbagai upaya dilakukan. Salah satu upaya itu adalah perlunya
meyakinkan publik bahwa usaha yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan.. dan
memprtanggungjawabkannya dengan menyusun dan menyajikan laporan keuangan sesuai dengan
standar yang telah ditentukan. Penyajian laporan keuangan yang sesuai dengan standar, akan
membantu manajemen perusahaan untuk memperoleh berbagai kemudahan, misalnya saja: untuk
menentukan kebijakan perusahaan di masa yang datang; dapat memperoleh pinjaman dana dari
pihak ketiga, dan lain-lain. PSAK ETAP akan mulai diberlakukan pada akhir tahun 2011. Oleh
sebab itu bagi perusahaan yang telah memutuskan akan menggunakan PSAK ETAP sudah harus
mengadakan penyesuaian sejak tahun 2010. Penggunaan PSAK ini harus konsisten untuk tahuntahun berikutnya. Apalagi yang sudah memutuskan untuk menggunakan PSAK umum dalam
penyajian laporan keuangan, maka untuk selanjutnya tidak boleh merevisi kebijakannya ke PSAK
ETAP.
2.

Alasan apa yang membuat SAK ETAP memilih untuk menggunakan konsep akuntansi biaya historis ?
Karena laporan keuangan dituntut menyajikan laporan yang benar/sesuai dengan kenyataan dan
bisa dipercaya kebenarannya dan andal sehingga para pengguna laporan keuangan tetap bisa
menggunakannya sebagai bahan pertimbangan utama untuk memutuskan tindakan ekonomi atas. Keandalan
laporan keuangan bisa diperoleh dengan cara menggunakan biaya historis dalam penyajiannya. Oleh karena
itu ikatan akuntansi Indonesia memilih konsep akuntansi biaya historis untuk SAK ETAP. Karena prinsip
biaya historis menekankan pada pencatatan atas aset, utang, ekuitas, dan beban entitas berdasarkan pada
harga perolehan awal dari akun tersebut. Penggunaan metode biaya historis ini memang lebih andal karena
angka nominal yang disajikan sesuai dengan kenyataannya dan dapat diperiksa kebenarannya melalui
dokumen terkait. Namun demikian, sisi lemah dari metode biaya historis adalah ketidakmampuannya untuk
membuat penyesuaian terhadap kondisi terkini yang bisa mempengaruhi kewajaran nilai aset yang dimiliki
entitas. Sehubungan dengan kelemahan metode biaya historis tersebut, maka saat ini munculah standar
akuntansi yang berlaku internasional, yaitu IFRS. Secara garis besar, IFRS memperbolehkan adanya
pengukuran aset entitas dengan menggunakan metode revaluasi atau penilaian kembali. Dengan
menggunakan fair value accounting seperti yang dianut oleh IFRS, maka entitas diperbolehkan untuk
menyajikan laporan keuangannya pada nilai yang disesuaikan dengan nilai pasarnya atau sering disebut
dengan nilai wajar.

3.

Coba jelaskan tentang point-point yang ada dalam karakteristik kualitatif ?


a.

Dapat Dipahami. :Kualitas penting informasi yang disajikan dalam laporan keuangan adalah
kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh pengguna. Untuk maksud ini, pengguna diasumsikan
memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi, serta kemauan untuk
mempelajari informasi tersebut dengan ketekunan yang wajar.

b.

Relevan
: Informasi memiliki kualitas relevan jika dapat mempengaruhi keputusan ekonomi
pengguna dengan cara membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan,
menegaskan, atau mengoreksi hasil evaluasi mereka di masa lalu.

c.

Materialitas
:Informasi dipandang material jika kelalaian untuk mencantumkan atau kesalahan dalam
mencatat informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna yang diambil atas dasar
laporan keuangan.

d.

Keandalan
:Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari kesalahan material dan bias, dan
penyajian secara jujur apa yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan.
Substansi Mengungguli Bentuk Transaksi, peristiwa dan kondisi lain dicatat dan disajikan sesuai dengan
substansi dan realitas ekonomi dan bukan hanya bentuk hukumnya. Hal ini untuk meningkatkan keandalan
laporan keuangan.

4.

e.

Pertimbangan Sehat :Pertimbangan sehat mengandung unsur kehati-hatian pada saat melakukan
pertimbangan yang diperlukan dalam kondisi ketidakpastian, sehingga aset atau penghasilan tidak disajikan
lebih tinggi dan kewajiban atau beban tidak disajikan lebih rendah.

f.

Kelengkapan
:Agar dapat diandalkan, informasi dalam laporan keuangan harus lengkap dalam batasan
materialitas dan biaya. Kesengajaan untuk tidak mengungkapkan mengakibatkan informasi menjadi tidak
benar atau menyesatkan dan karena itu tidak dapat diandalkan dan kurang mencukupi ditinjau dari segi
relevansi.

g.

Dapat Dibandingkan :Pengguna harus dapat membandingkan laporan keuangan entitas antar periode untuk
mengidentifikasi kecenderungan posisi dan kinerja keuangan. Pengguna juga harus dapat membandingkan
laporan keuangan antar entitas untuk mengevaluasi posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan
secara relatif.

h.

Tepat Waktu
:Tepat waktu meliputi penyediaan informasi laporan keuangan dalam jangka waktu
pengambilan keputusan. Jika terdapat penundaan yang tidak semestinya dalam pelaporan, maka informasi
yang dihasilkan akan kehilangan relevansinya.

i.

Keseimbangan antara Biaya dan Manfaat : Manfaat informasi seharusnya melebihi biaya penyediannya.