Anda di halaman 1dari 3

LATAR BELAKANG

Bronchitis adalah salah satu penyakit pada paru-paru yang peradangannya


menyerang bronchus dengan prevalensi kesakitan di Indonesia cukup besar
jumlahnya. Hal ini disebabkan karena peningkatan pertumbuhan industri yang
mengakibatkan terjadinya polusi udara, juga meningkatnya angka perokok
terutama di usia remaja dan produktif. Biasanya penyakit bronchitis ini
mengalami batuk-batuk kering, nafas agak sesak lama-kelamaan batuk disertai
juga adanya peningkatan suhu tubuh.

Bronchitis adalah suatu penyakit yang ditandai adanya dilatasi ( ektasis )


bronkus lokal yang bersifat patologis dan berjalan kronik. Perubahan bronkus
tersebut disebabkan oleh perubahan-perubahan dalam dinding bronkus berupa
destruksi elemen-elemen elastis dan otot-otot polos bronkus. Bronkus yang
terkena umumnya bronkus kecil (medium size ), sedangkan bronkus besar jarang
terjadi.

Bronchitis kronis dan emfisema paru sering terdapat bersama-sama pada


seorang pasien, dalam keadaan lanjut penyakit ini sering menyebabkan
obstruksi saluran nafas yang menetap yang dinamakan cronik obstructive
pulmonary disease ( COPD ).

Dinegara barat, kekerapan bronchitis diperkirakan sebanyak 1,3% diantara


populasi. Di Inggris dan Amerika penyakit paru kronik merupakan salah satu
penyebab kematian dan ketidak mampuan pasien untuk bekerja. Kekerapan
setinggi itu ternyata mengalami penurunan yang berarti dengan pengobatan
memakai antibiotik.

Di Indonesia belum ada laporan tentang anka-angka yang pasti mengenai


penyakit ini. Kenyataannya penyakit ini sering ditemukan di klinik-klinik dan
diderita oleh laki-laki dan wanita. Penyakit ini dapat diderita mulai dari anak
bahkan dapat merupakan kelainan congenital

Penyakit dan gangguan saluran napas khususnya bronkitis kronik ini masih
menjadi masalah terbesar di Indonesia pada saat ini. Angka kematian akibat
penyakit saluran napas dan paru seperti infeksi saluran napas akut, tuberkulosis
asma khususnya bronkitis kronik masih menduduki peringkat tertinggi. Infeksi
virus dan bakteri merupakan penyebab yang sering terjadi.

Bronkitis kronik termasuk kelompok penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).


Penyakit ini merupakan penyebab kematian urutan ke lima. (Abdul Waris Aly
Imran, 2008). Oleh karena itu dengan mempelajari secara lebih detail lagi
mudah-mudahan dapat menambah wawasan kita serta mengetahui bagaimana
cara mengatasi masalah pada gangguan saluran nafas khususnya Bronkitis

Kronik. Sehingga angka penderita dan kematian yang disebabkan oleh penyakit
ini dapat ditekan.

II. TUJUAN

Tujuan Umum
Mahasiswa mendapat gambaran dan pengalaman tentang penetapan proses
asuhan keperawatan secara komprehensif terhadap klien bronchitis kronis ini

Tujuan Khusus
Setelah melakukan pembelajaran tentang asuhan keperawatan dengan
bronchitis kronis. Maka mahasiswa/i diharapkan mampu :

Melakukan pengkajian keperawatan pada klien dengan bronchitis kronis


Merumuskan diagnosa keperawatan pada klien dengan bronchitis kronis
Merencanakan tindakan keperawatan pada klien dengan bronchitis kronis
Melaksanakan tindakan keperawatan pada klien dengan bronchitis kronis
Melaksanakan evaluasi keperawatan pada klien dengan bronchitis kronis

Manfaat
Manfaat pembuatan makalah yang ingin dicapai penulis pada kondisi
Bronkitis adalah sebagai berikut :

1 ) Ilmu Pengetahuan
Sebagai khasanah ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang kesehatan yang
memberikan gambaran mengenai bronkitis akut.

2 ) Institusi pendidikan
Dapat dimanfaatkan untuk institusi pendidikan sebagai sarana pendidikan untuk
mempersiapkan peserta didik dilingkungan pendidikan kesehatan

3 ) Bagi penulis

Memperdalam dan memperluas wawasan mengenai hal kurang lebih hal-hal


yang berhubungan dengan bronkitis akut.
4 ) Bagi pembaca
Menyebarluaskan informasi kepada pembaca maupun masyarakat tentang
Bronkitis