Anda di halaman 1dari 2

TUGAS CFHC

Nama: Farah Dina


NIM: 13/349379/KU15994
Pada hari Kamis, 23 Oktober 2014, saya telah mewawancarai salah
satu kepala keluarga yang bernama Pak Parlam. Dia tinggal di salah
satu rumah yang berada di sekitar kosan saya, yaitu Pogung Raya.
Ia berumur 38 tahun dan bekerja sebagai tukang ojek dengan status
pendidikan terakhir, SMA, sedangkan istrinya, Ibu Ani berumur 33
tahun, pendidikan terakhir, SMP, membuka warung kelontong di
rumahnya untuk membantu mencukupi kebutuhan rumah tangga.
Kemudian, ia memiliki dua orang anak, yaitu Adinda, 10 tahun, saat
ini duduk di kelas 4 SD, dan Bagus, 5 tahun, duduk di TK B. Pak
Parlam bercerita bahwa Adinda termasuk anak yang pintar, ia selalu
meraih peringkat pertama di kelasnya sejak kelas 1 SD. Kegiatan
Adinda diisi dengan mengikuti pengajian saat sore hari, kemudian
membantu Ibu Ani menjaga warung saat malam. Berbeda dengan
Bagus, Bagus selalu menangis saat keinginannya tidak dituruti. Dia
juga suka memberontak saat disuruh belajar. Kehidupan sehari-hari
Bagus diisi dengan bermain bersama teman-temannya di waktu
sore. Hal ini mungkin dikarenakan Bagus masih berumur 5 tahun.
Akan tetapi, Pak Parlam mengaku bahwa dia cukup bersikap tegas
terhadap Bagus, dia tidak selalu mengikuti keinginan Bagus.
Walaupun terkadang, Ibu

Ani bersifat tidak tega sehingga sedikit

memanjakan Bagus. Saat saya mewawancarai Pak Parlam, ia


bercerita bahwa Pak Parlam selalu menyempatkan waktu luang
untuk keluarganya. Sehabis bekerja, Pak Parlam membantu Adinda
dan Bagus untuk mengerjakan tugas, walaupun terkadang Pak
Parlam mengaku tidak terlalu menguasai materi pelajaran mereka.
Kemudian, Pak Parlam juga suka mendengarkan dan memberikan
nasihat masalah kehidupan sekolah dan pertemanan Adinda. Pada
hari

Minggu

pagi,

Pak

Parlam

bersama

keluarga

sering

menyempatkan diri untuk berjalan sehat ke Pasar SunMor untuk

olahraga pagi sekalian sarapan pagi bersama. Berdasarkan cerita


Pak Parlam, saya melihat keluarga Pak Parlam adalah keluarga yang
cukup

harmonis.

Ia

hidup

secara

sederhana,

tetapi

dengat

hubungan kekerabatan yang cukup dekat antar anggota keluarga.


Saya melihat Pak Parlam telah menjadi kepala keluarga yang
bertanggung jawab. Saya belajar dari Pak Parlam bahwa kekayaan
bukanlah segalanya. Pak Parlam mungkin tidak dapat memberikan
anak-anaknya kebahagiaan duniawi yang berlebih, tetapi rasa kasih
saying yang beliau berikan sangat tidak ternilai.