Anda di halaman 1dari 128

MENTERI KEUANGAN

REPUBLIK INDONESIA

-9-

1.

NAMA JABATAN

: Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana

2. lKHTISAR JABATAN :
Melaksanakan pengelolaan urusan organisasi, ketatalaksanaan, dan pelaporan
direktorat jenderal.

3. TUJUAN JABATAN :
Terwujudnya organisasi dan tata laksana yang optimal sehingga dapat dilaksanakan
pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal Anggaran.

4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :


4.1. Mengkoordinasikan penyiapan bahan penataan organisasi Direktorat
Jenderal Anggaran.
4.1.1. Memberi pengarahan kepada Kepala Subbagian Organisasi untuk
menyiapkan bahan yang diperlukan dalam penataan organisasi Direktorat
Jenderal Anggaran;
4.1.2. Mempelajari, mengevaluasi dan menganalisis organisasi dan tata kerja
Direktorat Jenderal Anggaran sebelumnya dan usulan dari unit-unit di
lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.1.3. Memberi pengarahan kepada Kepala Subbagian Organisasi untuk
menyusun konsep organisasi dan tata kerja Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.1.4. Meneliti konsep organisasi dan tata kerja Direktorat Jenderal Anggaran
dan menyampaikan kepada Sekretaris Direktorat Jenderal;
4.1.5. Membahas konsep organisasi dan tata kerja Direktorat Jenderal
Anggaran bersama Sekretaris Direktorat Jenderal dan para Direktur, Biro
Organisasi dan Ketatalaksanaan, serta Kementerian Pendayagunaan
Aparatur Negara;
4.1.6. Meneliti konsep organisasi dan tata kerja Direktorat Jenderal Anggaran
sesuai hasil pembahasan dan menyampaikan kepada Sekretaris
Direktorat Jenderal.
4.2. Mengkoordinasikan penyiapan konsep uraian jabatan Direktorat Jenderal
Anggaran.
4.2.1. Memberi pengarahan kepada Kepala Subbagian Organisasi untuk
menyiapkan bahan yang diperlukan dalam penyusunan konsep uraian
jabatan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.2.2. Meneliti, mempelajari bahan penyusunan konsep uraian jabatan
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.2.3. Memberi pengarahan kepada Kepala Subbagian Organisasi untuk
mengkoordinasikan penyusunan uraian jabatan Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.2.4. Mempelajari konsep uraian jabatan dari unit-unit di lingkungan Direktorat
Jenderal Anggaran;
4.2.5. Membahas konsep uraian jabatan Direktorat Jenderal Anggaran bersama
narasumber dari direktorat dan Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan;
4.2.6. Meneliti konsep uraian jabatan Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil
pembahasan dan menyampaikan kepada Sekretaris Direktorat Jenderal.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 10 -

4.3.

Mengkoordinasikan penyiapan konsep hasil analisis dan evaluasi jabatan


(perhitungan grading /peringkat jabatan) di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran.
4.3.1. Memberi pengarahan kepada Kepala Subbagian Organisasi untuk
menyiapkan bahan yang diperlukan dalam melakukan analisis dan
evaluasi jabatan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.3.2. Melakukan identifikasi, analisis dan evaluasi jabatan berdasarkan uraian
jabatan
4.3.3. Memberi pengarahan kepada Kepala Subbagian Organisasi untuk
mengkoordinasikan analisis dan evaluasi jabatan Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.3.4. Mempelajari konsep analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan
grading/peringkat jabatan) unit-unit di lingkungan DJA;
4.3.5. Membahas konsep analisis dan evaluasi jabatan (hasil perhitungan
grading/peringkat jabatan) Direktorat Jenderal Anggaran bersama
Sekretaris, para direktur dan Direktur Jenderal Anggaran;
4.3.6. Meneliti konsep analisis dan evaluasi jabatan Direktorat Jenderal
Anggaran sesuai hasil pembahasan dan menyampaikan kepada
Sekretaris Direktorat Jenderal.

4.4. Mengkoordinasikan penyiapan konsep peta jabatan Direktorat Jenderal


Anggaran.
4.4.1. Memberi pengarahan kepada Kepala Subbagian Organisasi untuk
menyusun konsep peta jabatan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.4.2. Meneliti dan mempelajari konsep peta jabatan Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.4.3. Membahas konsep peta jabatan Direktorat Jenderal Anggaran bersama
unit terkait;
4.4.4. Meneliti konsep peta jabatan Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil
pembahasan dan menyampaikan kepada Sekretaris Direktorat Jenderal.
4.5. Mengkoordinasikan penyiapan konsep spesifikasi jabatan Direktorat
Jenderal Anggaran.
4.5.1. Memberi pengarahan kepada Kepala Subbagian Organisasi untuk
menyiapkan bahan yang diperlukan dalam penyusunan konsep
spesifikasi jabatan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.5.2. Meneliti, mempelajari bahan penyusunan konsep spesifikasi jabatan
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.5.3. Memberi pengarahan kepada Kepala Subbagian Organisasi untuk
mengkoordinasikan penyusunan spesifikasi jabatan Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.5.4. Mempelajari konsep spesifikasi jabatan dari unit-unit di lingkungan
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.5.5. Membahas konsep spesifikasi jabatan Direktorat Jenderal Anggaran
bersama narasumber dari narasumber direktorat dan Biro Organisasi dan
Ketatalaksanaan;
4.5.6. Meneliti konsep spesifikasi jabatan Direktorat Jenderal Anggaran sesuai
hasil pembahasan dan menyampaikan kepada Sekretaris Direktorat
Jenderal.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 11 -

4.6. Mengkoordinasikan penyiapan bahan dalam rangka analisis beban kerja


Direktorat Jenderal Anggaran.
4.6.1. Memberi pengarahan kepada Kepala Subbagian Organisasi untuk
menyiapkan bahan yang diperlukan dalam rangka analisis beban kerja
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.6.2. Mempelajari data-data dalam rangka analisis beban kerja Direktorat
Jenderal Anggaran;
4.6.3. Memberi pengarahan kepada Kepala Subbagian Organisasi untuk
mengkoordinasikan perhitungan data-data beban kerja Direktorat
Jenderal Anggaran dan membuat analisis beban kerja Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.6.4. Mempelajari hasil perhitungan dan analisis beban kerja Direktorat
Jenderal Anggaran;
4.6.5. Membahas hasil perhitungan dan analisis beban kerja
Direktorat
Jenderal Anggaran bersama narasumber dari direktorat dan unit terkait;
4.6.6. Meneliti hasil analisis beban kerja Direktorat Jenderal Anggaran sesuai
hasil pembahasan dan menyampaikan kepada Sekretaris Direktorat
Jenderal.
4.7. Mengkoordinasikan penyiapan konsep pelimpahan wewenang Menteri
Keuangan kepada Direktur Jenderal Anggaran.
4.7.1. Memberi pengarahan kepada Kepala Subbagian Organisasi untuk
menyiapkan bahan yang diperlukan dalam rangka penyusunan konsep
pelimpahan wewenang Menteri Keuangan kepada Direktur Jenderal
Anggaran;
4.7.2. Mempelajari data-data dalam rangka penyusunan konsep pelimpahan
wewenang Menteri Keuangan kepadaDirektur Jenderal Anggaran;
4.7.3. Memberi pengarahan kepada Kepala Subbagian Organisasi untuk
mengkoordinasikan penyusunan konsep pelimpahan wewenang Menteri
Keuangan kepada Direktur Jenderal Anggaran;
4.7.4. Mempelajari konsep pelimpahan wewenang Menteri Keuangan
kepadaDirektur Jenderal Anggaran;
4.7.5. Membahas konsep pelimpahan wewenang Menteri Keuangan kepada
Direktur Jenderal Anggaran bersama para pejabat Eselon II Ditjen
Anggaran, Direktur Jenderal Anggaran dan unit terkait;
4.7.6. Meneliti hasil konsep pelimpahan wewenang Menteri Keuangan
kepadaDirektur Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan dan
menyampaikan kepada Sekretaris Direktorat Jenderal.
4.8. Mengkoordinasikan penyiapan konsep prosedur dan metode kerja
(Standard Operating Procedures (SOP) dan Manual Instruction (MI))
Direktorat Jenderal Anggaran.
4.8.1. Memberi pengarahan kepada Kepala Subbagian Tata Laksana untuk
menyiapkan bahan yang diperlukan dalam penyusunan prosedur dan
metode kerja (Standard Operating Procedures (SOP) dan Manual
Instruction (MI)) Direktorat Jenderal Anggaran;
4.8.2. Mempelajari bahan penyusunan prosedur dan metode kerja (Standard
Operating Procedures (SOP) dan Manual Instruction (MI)) Direktorat
Jenderal Anggaran;
4.8.3. Memberi pengarahan kepada Kepala Subbagian Tata Laksana untuk
mengkoordinasikan penyusunan konsep prosedur dan metode kerja
(Standard Operating Procedures (SOP) dan Manual Instruction (MI))
Direktorat Jenderal Anggaran;

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 12 -

4.8.4. Mempelajari konsep prosedur dan metode kerja (Standard Operating


Procedures (SOP) dan Manual Instruction (MI)) Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.8.5. Membahas konsep prosedur dan metode kerja (Standard Operating
Procedures (SOP) dan Manual Instruction (MI)) Direktorat Jenderal
Anggaran bersama unit terkait ;
4.8.6. Meneliti konsep prosedur dan metode kerja (Standard Operating
Procedures (SOP) dan Manual Instruction (MI)) Direktorat Jenderal
Anggaran sesuai hasil pembahasan dan menyampaikan kepada
Sekretaris Direktorat Jenderal.
4.9. Mengkoordinasikan penyiapan
bahan monitoring, evaluasi dan
pengembangan prosedur dan metode kerja (Standard Operating
Procedures (SOP) dan Manual Instruction (MI)) Direktorat Jenderal
Anggaran.
4.9.1. Memberi pengarahan kepada Kepala Subbagian Tata Laksana untuk
menyiapkan bahan yang diperlukan dalam monitoring, evaluasi dan
pengembangan prosedur dan metode kerja (Standard Operating
Procedures (SOP) dan Manual Instruction (MI)) Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.9.2. Mempelajari bahan monitoring, evaluasi dan pengembangan prosedur
dan metode kerja (Standard Operating Procedures (SOP) dan Manual
Instruction (MI)) Direktorat Jenderal Anggaran;
4.9.3. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan prosedur dan metode
kerja (Standard Operating Procedures (SOP) dan Manual Instruction
(MI)) Direktorat Jenderal Anggaran;
4.9.4. Mempelajari laporan dan rekomendasi pengembangan prosedur dan
metode kerja
(Standard Operating Procedures (SOP) dan Manual
Instruction (MI)) Direktorat Jenderal Anggaran dan menyampaikan
kepada Sekretaris Direktorat Jenderal;
4.9.5. Membahas pengembangan prosedur dan metode kerja
(Standard
Operating Procedures (SOP) dan Manual Instruction (MI)) Direktorat
Jenderal Anggaran bersama unit terkait dan Biro Organisasi dan
Ketatalaksanaan;
4.9.6. Meneliti rancangan prosedur dan metode kerja (Standard Operating
Procedures (SOP) dan Manual Instruction (MI)) Direktorat Jenderal
Anggaran sesuai hasi pembahasan dan menyampaikan kepada
Sekretaris Direktorat Jenderal.
4.10. Mengkoordinasikan penyiapan rancangan pedoman tata naskah dinas
Direktorat Jenderal Anggaran.
4.10.1.Menugaskan Kepala Subbagian Tata Laksana untuk menyusun konsep
pedoman tata naskah dinas Direktorat Jenderal Anggaran;
4.10.2.Membahas konsep pedoman tata naskah dinas Direktorat Jenderal
Anggaran bersama unit terkait;
4.10.3.Menugaskan Kepala Subbagian Tata Laksana untuk menyusun konsep
pedoman tata naskah dinas Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil
pembahasan;
4.10.4.Meneliti konsep
pedoman tata naskah dinas Direktorat Jenderal
Anggaran dan menyampaikan kepada Sekretaris Direktorat Jenderal.
4.11. Mengkoordinasikan penyusunan
Direktorat Jenderal Anggaran.

konsep

peraturan

di

lingkungan

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 13 -

4.11.1.Menugaskan Kepala Subbagian Tata Laksana untuk menyiapkan bahan


yang diperlukan dalam penyusunan konsep peraturan terkait;
4.11.2.Mempelajari dan menganalisis konsep peraturan yang diajukan dari unitunit di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.11.3.Membahas konsep peraturan di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran
bersama Kepala Subbagian Tata Laksana dan unit terkait;
4.11.4.Meneliti konsep peraturan tersebut sesuai hasil pembahasan dan
menyampaikan kepada Sekretaris Direktorat Jenderal.
4.12. Menyusun konsep pengembangan kinerja organisasi (menyusun Indikator
Kinerja (IK) dan Indikator Kinerja Utama (IKU)).
4.12.1.Memberi pengarahan kepada Kepala Subbagian Tata Laksana untuk
menyiapkan bahan yang diperlukan dalam pengembangan kinerja
organisasi.
4.12.2.Menugaskan Kepala Subbagian Tata Laksana untuk menyusun konsep
peta strategi Direktorat Jenderal Anggaran lengkap dengan Indikator
Kinerjanya.
4.12.3.Mengkoordinir pembahasan konsep peta strategis dan Indikator Kinerja
serta mengusulkan Indikator Kinerja Utamanya.
4.12.4.Membahas konsep pengembangan kinerja organisasi bersama Direktur
Jenderal Anggaran, para direktur, sekretaris direktorat jenderal, dan unit
terkait.
4.12.5.Menugaskan Kepala Subbagian Tata Laksana untuk menyusun konsep
pengembangan kinerja organisasi sesuai hasil pembahasan dan
menyampaikan kepada Sekretaris Direktorat Jenderal.
4.13. Mengkoordinasikan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pencapaian
kinerja organisasi Direktorat Jenderal Anggaran.
4.13.1. Menugaskan Kepala Subbagian Tata Laksana untuk menyiapkan bahan
yang diperlukan dalam monitoring dan evaluasi pencapaian kinerja
organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.13.2. Mempelajari bahan monitoring dan evaluasi pencapaian kinerja
organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.13.3. Melakukan monitoring dan evaluasi pencapaian kinerja organisasi di
lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.13.4. Membahas pencapaian kinerja organisasi di lingkungan Direktorat
Jenderal Anggaran bersama Direktur Jenderal Anggaran, para direktur,
Sekretaris Direktorat Jenderal dan unit terkait.
4.13.5. Menugaskan Kepala Subbagian Tata Laksana untuk membuat konsep
laporan pencapaian KPI Direktorat Jenderal Anggaran kepada Strategic
Management Office (SMO) Departemen Keuangan dan mengisikan
data capaian tersebut kedalam aplikasi laporan KPI.
4.14. Mengkoordinasikan penyusunan Rencana Kerja Direktorat Jenderal
Anggaran.
4.14.1.Memberi pengarahan kepada Kepala Subbagian Pelaporan untuk
menyiapkan bahan yang diperlukan dalam rangka penyusunan Rencana
Kerja Direktorat Jenderal Anggaran;
4.14.2.Mempelajari, mengevaluasi dan menganalisis bahan yang diperlukan
dalam penyusunan Rencana Kerja Direktorat Jenderal Anggaran;
4.14.3.Memberi pengarahan kepada Kepala Subbagian Pelaporan untuk
menyusun konsep Rencana Kerja Direktorat Jenderal Anggaran;

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 14 -

4.14.4.Meneliti konsep Rencana Kerja Direktorat Jenderal Anggaran dan


menyampaikan kepada Sekretaris Direktorat Jenderal;
4.14.5.Membahas konsep Rencana Kerja Direktorat Jenderal Anggaran
bersama Bagian Keuangan dan unit terkait ;
4.14.6.Meneliti konsep Rencana Kerja Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil
pembahasan dan menyampaikan kepada Sekretaris Direktorat Jenderal.
4.15. Mengkoordinasikan penyiapan bahan penyusunan konsep Rencana
Strategis (Renstra) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.15.1.Memberi pengarahan kepada Kepala Subbagian Pelaporan untuk
menyiapkan bahan yang diperlukan dalam rangka penyusunan Rencana
Strategis Direktorat Jenderal Anggaran;
4.15.2.Mempelajari, mengevaluasi dan menganalisis bahan yang diperlukan
dalam penyusunan Rencana Strategis Direktorat Jenderal Anggaran;
4.15.3.Meneliti konsep Rencana Strategis Direktorat Jenderal Anggaran dan
menyampaikan kepada Sekretaris Direktorat Jenderal;
4.15.4.Membahas konsep Rencana Strategis Direktorat Jenderal Anggaran
bersama Direktur Jenderal Anggaran, para Direktur dan Sekretaris Ditjen
serta unit terkait ;
4.15.5.Meneliti konsep Rencana Strategis Direktorat Jenderal Anggaran sesuai
hasil pembahasan dan menyampaikan kepada Sekretaris Direktorat
Jenderal.
4.16. Mengkoordinasikan penyiapan bahan penyusunan konsep laporan
akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal Anggaran.
4.16.1.Menugaskan Kepala Subbagian Pelaporan untuk menyiapkan bahan
yang diperlukan dalam rangka penyusunan laporan akuntabilitas kinerja
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.16.2.Mempelajari, mengevaluasi dan menganalisis bahan yang diperlukan
dalam penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.16.3.Meneliti konsep laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal
Anggaran dan menyampaikan kepada Sekretaris Direktorat Jenderal;
4.16.4.Membahas konsep laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal
Anggaran bersama unit terkait ;
4.16.5.Meneliti konsep laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal
Anggaran sesuai hasil pembahasan dan menyampaikan kepada
Sekretaris Direktorat Jenderal.
4.17. Mengkoordinasikan penyusunan laporan pelaksanaan tugas Direktorat
Jenderal Anggaran.
4.17.1.Menugaskan Kepala Subbagian Pelaporan untuk menyiapkan bahan
yang diperlukan dalam rangka penyusunan laporan pelaksanaan tugas
(tahunan, semesteran, triwulanan dan bulanan) Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.17.2.Mempelajari, mengevaluasi dan menganalisis bahan yang diperlukan
dalam penyusunan laporan pelaksanaan tugas (tahunan, semesteran,
triwulanan dan bulanan) Direktorat Jenderal Anggaran;
4.17.3.Menugaskan Kepala Subbagian Pelaporan untuk menyusun konsep
laporan pelaksanaan tugas (tahunan, semesteran, triwulanan dan
bulanan) Direktorat Jenderal Anggaran;

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 15 -

4.17.4.Meneliti konsep laporan pelaksanaan tugas (tahunan, semesteran,


triwulanan dan bulanan) Direktorat Jenderal Anggaran dan
menyampaikan kepada Sekretaris Direktorat Jenderal.
4.18. Mengkoordinasikan pelaksanaan tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan
(LHP) aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
4.18.1.Mempelajari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) aparat pengawasan
fungsional dan pengawasan masyarakat ;
4.18.2.Menugaskan Kepala
Subbagian
Pelaporan
mengkoordinasikan
penyusunan konsep tanggapan sebagai tindak lanjut LHP;
4.18.3.Meneliti dan mengoreksi serta menyampaikan konsep tanggapan tindak
lanjut LHP kepada Sekretaris Direktorat Jenderal.
4.19. Mengkoordinasikan penyiapan bahan koordinasi dan penyajian informasi
penganggaran Direktorat Jenderal Anggaran.
4.19.1.Meneliti dan memilah informasi penganggaran yang layak disampaikan
kepada publik;
4.19.2.Melakukan editing informasi penganggaran dan menyampaikan kepada
Sekretaris Direktorat Jenderal.

5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


5.1. Disposisi Sekretaris Direktorat Jenderal.
5.2. Konsep surat/nota dinas.
5.3. Data, informasi, laporan, masalah ataupun usul yang berkenaan dengan
penataan organisasi Direktorat Jenderal Anggaran.
5.4. Kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan organisasi / kelembagaan dan
ketatalaksanaan.
5.5. Uraian Jabatan.
5.6. Data beban kerja dari unit-unit di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.7. Prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal Anggaran.
5.8. Tata naskah dinas Departemen Keuangan.
5.9. Rencana Kerja tahun yang lalu.
5.10. Rencana Strategik (Renstra) tahun yang lalu.
5.11. Laporan akuntabilitas tahun yang lalu.
5.12. Laporan pelaksanaan tugas (tahunan, semesteran, triwulan, bulanan) yang lalu.
5.13. Rencana Strategik (Renstra) unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran.
5.14. Rencana Kerja Pemerintah.
5.15. Rencana Kinerja Tahunan (RKT) unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran.
5.16. LAKIP unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.17. LHP dari aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
5.18. Informasi penganggaran.

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


6.1. Peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan anggaran serta
peraturan pelaksanaannya.
6.2. Peraturan perundang-undangan yang ada relevansinya dengan penyusunan
organisasi beserta peraturan pelaksanaannya.
6.3. Peraturan perundang-undangan berkaitan dengan laporan dan program kerja
pemerintah dan program Departemen Keuangan.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 16 -

6.4.
6.5.

Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tatakerja Departemen


Keuangan.
Peraturan, Keputusan, Surat Edaran di lingkungan Departemen Keuangan.

7. HASIL KERJA :
7.1. Rancangan organisasi dan tata kerja Direktorat Jenderal Anggaran.
7.2. Konsep uraian jabatan Direktorat Jenderal Anggaran.
7.3. Konsep hasil analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading/peringkat
jabatan) Direktorat Jenderal Anggaran
7.4. Konsep peta jabatan Direktorat Jenderal Anggaran.
7.5. Konsep spesifikasi jabatan Direktorat Jenderal Anggaran.
7.6. Hasil perhitungan dan analisis beban kerja Direktorat Jenderal Anggaran.
7.7. Konsep pelimpahan wewenang Menteri Keuangan kepada Direktur Jenderal
Anggaran
7.8. Konsep prosedur dan metode kerja (Standard Operating Procedures (SOP) dan
Manual Instruction (MI)) Direktorat Jenderal Anggaran.
7.9. Laporan hasil monitoring dan evaluasi serta pengembangan prosedur dan
metode kerja (Standard Operating Procedures (SOP) dan Manual Instruction
(MI)) Direktorat Jenderal Anggaran.
7.10. Rancangan Pedoman Tata Naskah Dinas Direktorat Jenderal Anggaran.
7.11. Konsep peraturan di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
7.12. Konsep pengembangan kinerja organisas (Indikator Kinerja (IK) dan Indikator
Kinerja Utama (IKU).
7.13. Laporan pencapaian KPI Direktorat Jenderal Anggaran.
7.14. Konsep Rencana Kerja Direktorat Jenderal Anggaran.
7.15. Konsep Rencana Strategis Direktorat Jenderal Anggaran.
7.16. Konsep Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Direktorat Jenderal
Anggaran.
7.17. Konsep Laporan Pelaksanaan Tugas (Tahunan, Semesteran, Triwulan,
Bulanan) Direktorat Jenderal Anggaran.
7.18. Konsep tindak lanjut LHP.
7.19. Konsep informasi penganggaran yang akan disampaikan kepada publik.
8. WEWENANG :
8.1.
8.2.
8.3.
8.4.
8.5.
8.6.
8.7.
8.8.
8.9.

Mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Sekretaris Direktorat Jenderal.


Memaraf /menandatangani nota dinas/surat/laporan.
Mengambil langkah-langkah dan inisiatif guna penyelesaian tugas Bagian
Organisasi dan Tata Laksana.
Mengadakan pengamatan ke lapangan atas pelaksanaan keputusan mengenai
susunan organisasi dan tata kerja, prosedur dan metode kerja atau
ketatalaksanaan dan pelaporan di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
Memberikan masukan tentang konsep organisasi dan tata kerja Direktorat
Jenderal Anggaran;
Memberikan masukan tentang Konsep uraian jabatan Direktorat Jenderal
Anggaran.
Memberikan masukan tentang Konsep peta jabatan Direktorat Jenderal
Anggaran.
Memberikan masukan tentang Konsep spesifikasi jabatan Direktorat Jenderal
Anggaran.
Memberikan masukan tentang Hasil perhitungan dan analisis beban kerja
Direktorat Jenderal Anggaran.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 17 -

8.10. Memberikan masukan tentang Konsep prosedur dan metode kerja Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.11. Memberikan masukan tentang Laporan hasil monitoring dan evaluasi serta
pengembangan prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal Anggaran.
8.12. Memberikan masukan tentang Rancangan Pedoman Tata Naskah Dinas
Direktorat Jenderal Anggaran.
8.13. Memberikan masukan tentang Konsep peraturan di lingkungan Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.14. Memberikan masukan tentang Konsep pengembangan kinerja organisasi (IK
dan IKU).
8.15. Memberikan masukan tentang pencapaian KPI Direktorat Jenderal Anggaran.
8.16. Memberikan masukan tentang Konsep Rencana Kerja Direktorat Jenderal
Anggaran.
8.17. Memberikan masukan tentang Konsep Rencana Strategis Direktorat Jenderal
Anggaran.
8.18. Memberikan masukan tentang Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah Direktorat Jenderal Anggaran.
8.19. Memberikan masukan tentang Laporan Pelaksanaan Tugas (Tahunan,
Semesteran, Triwulan, Bulanan) Direktorat Jenderal Anggaran.
8.20. Memberikan masukan tentang Konsep tindak lanjut LHP.
8.21. Memberikan masukan tentang Konsep informasi penganggaran yang akan
disampaikan kepada publik.
9. TANGGUNG JAWAB :
9.1.
9.2.
9.3.

Usul, saran dan pendapat yang diajukan.


Kebenaran konsep dan paraf/tandatangan nota dinas/surat/laporan.
Langkah-Iangkah dan inisiatif yang diambil guna penyelesaian tugas Bagian
Organisasi dan Tata Laksana.
9.4. Hasil pengamatan ke lapangan atas pelaksanaan keputusan mengenai susunan
organisasi dan tatakerja, prosedur dan metode kerja atau ketatalaksanaan dan
pelaporan di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
9.5. Kebenaran atas masukan tentang konsep organisasi dan tata kerja Direktorat
Jenderal Anggaran;
9.6. Kebenaran atas masukan tentang Konsep uraian jabatan Direktorat Jenderal
Anggaran.
9.7. Kebenaran atas masukan tentang Konsep peta jabatan Direktorat Jenderal
Anggaran.
9.8. Kebenaran atas masukan tentang Konsep spesifikasi jabatan Direktorat
Jenderal Anggaran.
9.9. Kebenaran atas masukan tentang Hasil perhitungan dan analisis beban kerja
Direktorat Jenderal Anggaran.
9.10. Kebenaran atas masukan tentang Konsep prosedur dan metode kerja Direktorat
Jenderal Anggaran.
9.11. Kebenaran atas masukan tentang Laporan hasil monitoring dan evaluasi serta
pengembangan prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal Anggaran.
9.12. Kebenaran atas masukan tentang Rancangan Pedoman Tata Naskah Dinas
Direktorat Jenderal Anggaran.
9.13. Kebenaran atas masukan tentang Konsep peraturan di lingkungan Direktorat
Jenderal Anggaran.
9.14. Kebenaran atas masukan tentang Konsep pengembangan kinerja organisasi (IK
dan IKU).

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 18 -

9.15. Kebenaran atas masukan tentang pencapaian KPI Direktorat Jenderal


Anggaran.
9.16. Kebenaran atas masukan tentang Konsep Rencana Kerja Direktorat Jenderal
Anggaran
9.17. Kebenaran atas masukan tentang Konsep Rencana Strategis Direktorat
Jenderal Anggaran
9.18. Kebenaran atas masukan tentang Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah Direktorat Jenderal Anggaran
9.19. Kebenaran atas masukan tentang Laporan Pelaksanaan Tugas (Tahunan,
Semesteran, Triwulan, Bulanan) Direktorat Jenderal Anggaran.
9.20. Kebenaran atas masukan tentang Konsep tindak lanjut LHP.
9.21. Kebenaran atas masukan tentang Konsep informasi penganggaran yang akan
disampaikan kepada publik.
10. DIMENSI JABATAN
-

Dimensi Non Keuangan : Jumlah Eselon IV = 3 orang, Jumlah pelaksana= 12


orang.
Dimensi Keuangan : pada tahun 2008, anggaran unit (Bagian Organisasi dan Tata
Laksana) yang dikelola : Rp 1.017.608.000,Lingkup unit yang dikelola :
7 unit Eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran
38 unit Eselon III di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran
143 unit Eselon IV di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran

11. HUBUNGAN KERJA :


11.1.
11.2.
11.3.
11.4.

11.5.
11.6.
11.7.

Sekretaris Direktorat Jenderal dalam hal menerima tugas, petunjuk,


pengarahan dan mengajukan usul, saran dan pendapat mengenai
pelaksanaan tugas.
Para Kepala Bagian di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal dalam hal
koordinasi pelaksanaan tugas.
Para Kepala Subbagian pada Bagian Organisasi dan Tata Laksana dalam hal
pelaksanaan tugas.
Para Direktur di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran, dalam hal meminta
penjelasan dan data berkenaan dengan penataan kelembagaan, prosedur dan
metode kerja atau ketatalaksanaan, pelaporan serta Laporan Hasil
Pemeriksaan.
Para pejabat eselon III di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran dalam hal
koordinasi pelaksanaan tugas.
Para pejabat di lingkungan Setjen Departemen Keuangan dalam hal koordinasi
pelaksanaan tugas.
Pihak lain dalam hal pelaksanaan tugas.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN


Dinamika perkembangan organisasi yang selalu berubah dengan cepat menuntut
penguasaan tugas pokok dan fungsi serta peraturan perundangan yang terkait
sehingga dapat dihasilkan kinerja organisasi yang optimal.
13. RISIKO JABATAN : Tidak ada

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 19 -

14. SYARAT JABATAN :


14.1.
14.2.
14.3.
14.4.

Pangkat/Golongan
Pendidikan Formal
Diklat/Kursus
Syarat lainnya

:
:
:
:

Pembina / IV a
Minimal Strata 1
Diklatpim Tk. III
Standar Kompetensi :
- Visioning (2)
- In-Depth Prob Solv & Analysis (2)
- Planning and Organizing (3)
- Quality Focus (3)
- Continuous Improvement (3)
- Policies, Processes & Procedures (3)
- Stakeholder Focus (2)
- Integrity (3)
- Teamwork and Collaboration (2)
- Managing Others (3)
- Organizational Savvy (2)
- Meeting Leadership (2)

15. KEDUDUKAN JABATAN :


SEKRETARIS
DIREKTORAT JENDERAL

KABAG
ORGANISASI DAN
TATA LAKSANA

KASUBBAG
ORGANISASI

KABAG
KEPEGAWAIAN

KASUBBAG
TATA LAKSANA

KASUBBAG
PELAPORAN

KABAG
KEUANGAN

KABAG
UMUM

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 20 -

1. NAMA JABATAN

: Kepala Subbagian Organisasi

2. IKHTISAR JABATAN

Melakukan penyiapan bahan penataan organisasi, analisis dan evaluasi jabatan serta
analisis beban kerja.

3. TUJUAN JABATAN :
Agar terwujud penataan organisasi yang baik, analisis dan evaluasi jabatan, analisis
beban kerja yang dapat mendukung pengembangan kinerja organisasi.

4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :


4.1. Menyiapkan bahan penataan organisasi Direktorat Jenderal Anggaran.
4.1.1. Melakukan identifikasi dan analisis permasalahan terkait dengan
penataan organisasi Direktorat Jenderal Anggaran;
4.1.2. Menugaskan Pelaksana untuk mengumpulkan bahan dan data yang
diperlukan untuk penataan unit organisasi dan fungsi Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.1.3. Meneliti, menganalisis dan mengelompokkan bahan dan data yang
diperlukan dalam penataan organisasi Direktorat Jenderal Anggaran;
4.1.4. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun konsep penataan organisasi
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.1.5. Meneliti konsep penataan organisasi Direktorat Jenderal Anggaran dan
menyampaikan kepada Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana;
4.1.6. Membahas konsep penataan organisasi Direktorat Jenderal Anggaran
bersama dengan Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana, nara
sumber terkait, Biro Organta dan Kementerian PAN;
4.1.7. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun konsep penataan organisasi
sesuai hasil pembahasan;
4.1.8. Meneliti dan mengoreksi konsep penataan organisasi Direktorat Jenderal
Anggaran sesuai hasil pembahasan serta menyampaikan kepada Kepala
Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
4.2. Menyiapkan bahan penyusunan uraian jabatan Direktorat Jenderal
Anggaran.
4.2.1. Melakukan identifikasi dan analisis permasalahan terkait dengan
penyusunan uraian jabatan;
4.2.2. Menugaskan Pelaksana untuk mengumpulkan bahan dan data yang
diperlukan dalam penyusunan konsep uraian jabatan Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.2.3. Meneliti, menganalisis dan mengelompokkan bahan dan data yang
diperlukan dalam penyusunan konsep uraian jabatan;
4.2.4. Mengkoordinasikan penyusunan konsep uraian jabatan Direktorat
Jenderal Anggaran;
4.2.5. Meneliti konsep uraian jabatan Direktorat Jenderal Anggaran dan
menyampaikan kepada Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana;
4.2.6. Membahas konsep uraian jabatan bersama Kepala Bagian Organisasi
dan Tata Laksana, nara sumber terkait dan Biro Organta;

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 21 -

4.2.7. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun konsep Uraian Jabatan


Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan dan
menyampaikan Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
4.3. Menyiapkan bahan analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading/
peringkat jabatan) di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
4.3.1. Menugaskan Pelaksana untuk mengumpulkan bahan dan data yang
diperlukan dalam rangka analisis dan evaluasi jabatan di lingkungan
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.3.2. Melakukan identifikasi, analisis dan evaluasi jabatan berdasarkan uraian
jabatan bersama para pelaksana.
4.3.3. Menyiapkan konsep hasil analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan
grading/peringkat jabatan) unit-unit di lingkungan DJA.
4.3.4. Membahas hasil analisis dan evaluasi jabatan (hasil perhitungan
grading/peringkat jabatan) bersama Kepala Bagian Organisasi dan Tata
Laksana
4.3.5. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun konsep perhitungan grading
/peringkat jabatan) sesuai hasil pembahasan;
4.3.6. Meneliti
hasil
analisis
dan
evaluasi
jabatan
(perhitungan
grading/peringkat jabatan) sesuai hasil pembahasan dan menyampaikan
Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
4.4. Menyiapkan bahan penyusunan spesifikasi jabatan atau persyaratan
jabatan Direktorat Jenderal Anggaran.
4.4.1. Melakukan identifikasi dan analisis permasalahan terkait dengan
penyusunan spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan;
4.4.2. Menugaskan Pelaksana untuk mengumpulkan bahan dan data yang
diperlukan dalam penyusunan konsep spesifikasi jabatan atau
persyaratan jabatan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.4.3. Meneliti, menganalisis dan mengelompokkan bahan dan data yang
diperlukan dalam penyusunan konsep spesifikasi jabatan atau
persyaratan jabatan;
4.4.4. Mengkoordinasikan penyusunan konsep spesifikasi jabatan atau
persyaratan jabatan;
4.4.5. Meneliti konsep spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan Direktorat
Jenderal Anggaran dan menyampaikan kepada Kepala Bagian
Organisasi dan Tata Laksana.
4.4.6. Membahas konsep spesifikasi jabatan bersama dengan Kepala Bagian
Organisasi dan Tata Laksana, Bagian Kepegawaian, nara sumber terkait
dan Biro Organta
4.4.7. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun konsep spesifikasi jabatan atau
persyaratan jabatan Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil
pembahasan dan menyampaikan Kepala Bagian Organisasi dan Tata
Laksana.
4.5. Menyiapkan bahan penyusunan peta jabatan (job mapping) Direktorat
Jenderal Anggaran.
4.5.1. Melakukan identifikasi dan analisis permasalahan berkaitan dengan peta
jabatan;

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 22 -

4.5.2. Menugaskan Pelaksana untuk mengumpulkan bahan dan data yang


diperlukan dalam penyusunan konsep peta jabatan (job mapping)
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.5.3. Meneliti, menganalisis dan mengelompokkan bahan dan data yang
diperlukan dalam penyusunan konsep peta jabatan (job mapping)
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.5.4. Mengkoordinasikan penyusunan konsep peta jabatan (job mapping)
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.5.5. Meneliti konsep peta jabatan (job mapping) Direktorat Jenderal Anggaran
dan menyampaikan kepada Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
4.5.6. Membahas peta jabatan (job mapping) Direktorat Jenderal Anggaran
bersama dengan Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana, nara
sumber terkait dan Biro Organta.
4.5.7. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun peta jabatan (job mapping)
Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan dan
menyampaikan Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
4.6. Menyiapkan konsep pelimpahan wewenang Menteri Keuangan kepada
Direktur Jenderal Anggaran.
4.6.1. Melakukan identifikasi dan analisis permasalahan berkaitan dengan
pelimpahan wewenang;
4.6.2. Menugaskan Pelaksana untuk mengumpulkan bahan dan data yang
diperlukan dalam penyusunan konsep pelimpahan wewenang;
4.6.3. Meneliti dan menganalisis bahan dan data yang diperlukan dalam
penyusunan konsep pelimpahan wewenang;
4.6.4. Mengkoordinasikan penyusunan konsep pelimpahan wewenang;
4.6.5. Meneliti konsep konsep pelimpahan wewenang dan menyampaikan
kepada Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
4.6.6. Membahas konsep pelimpahan wewenang bersama dengan Kepala
Bagian Organisasi dan Tata Laksana, para Direktur, Sekretaris Direktorat
Jenderal, Direktur Jenderal Anggaran dan Biro Organta.
4.6.7. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun konsep pelimpahan wewenang
sesuai hasil pembahasan dan menyampaikan Kepala Bagian Organisasi
dan Tata Laksana.
4.7. Menyiapkan bahan dalam rangka analisis beban kerja Direktorat Jenderal
Anggaran.
4.7.1. Melakukan identifikasi dan analisis permasalahan terkait dengan analisis
beban kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.7.2. Menugaskan Pelaksana untuk mengumpulkan bahan dan data yang
diperlukan untuk analisis beban kerja Direktorat Jenderal Anggaran;
4.7.3. Meneliti, menganalisis dan mengelompokkan bahan dan data yang
diperlukan dalam analisis beban kerja;
4.7.4. Menugaskan Pelaksana untuk melakukan perhitungan beban kerja
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.7.5. Meneliti hasil perhitungan beban kerja dan melakukan analisis beban
kerja serta menyampaikan kepada Kepala Bagian Organisasi dan Tata
Laksana
4.7.6. Membahas hasil perhitungan dan analisis beban kerja Direktorat Jenderal
Anggaran bersama dengan Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana,
nara sumber terkait dan Biro Organta.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 23 -

4.7.7. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun analisis beban kerja Direktorat


Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan.
4.7.8. Meneliti dan mengoreksi
analisis beban kerja Direktorat Jenderal
Anggaran serta menyampaikan Kepala Bagian Organisasi dan Tata
Laksana.
4.8. Menyusun bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, Penetapan
Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal.
4.8.1. Mempelajari Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, Penetapan Kinerja dan
LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal tahun lalu dan tahun berjalan;
4.8.2. Menugaskan Pelaksana untuk mengumpulkan bahan dan menyiapkan
konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, Penetapan
Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal;
4.8.3. Meneliti dan mengoreksi konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT,
RKA-KL, Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal;
4.8.4. Membahas konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL,
Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal bersama
Kepala Bagian dan para Kepala Subbagian pada Bagian Organisasi dan
Tata Laksana;
4.8.5. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun konsep bahan masukan
Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat
Direktorat Jenderal sesuai hasil pembahasan;
4.8.6. Meneliti dan mengoreksi konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT,
RKA-KL, Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal
serta menyampaikan kepada Kepala Bagian Organisasi dan Tata
Laksana.
4.9. Menyusun konsep tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari aparat
pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
4.9.1. Mempelajari disposisi Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana untuk
menindaklanjuti LHP;
4.9.2. Menugaskan Pelaksana untuk menyiapkan bahan tindak lanjut LHP;
4.9.3. Menyusun konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada
Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana.

5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


5.1. Disposisi Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
5.2. Data, informasi, laporan, permasalahan ataupun usulan yang berkenaan dengan
penataan unit organisasi Direktorat Jenderal Anggaran.
5.3. Jabatan struktural dan jabatan fungsional tahun yang sedang berjalan.
5.4. Kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan kelembagaan/organisasi dan
ketatalaksanaan.
5.5. Uraian jabatan Direktorat Jenderal Anggaran yang terakhir.
5.6. Analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading /peringkat jabatan) di
lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran yang terakhir.
5.7. Spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan Direktorat Jenderal Anggaran yang
terakhir.
5.8. Peta Jabatan (job mapping) Direktorat Jenderal Anggaran yang terakhir.
5.9. Usulan pelimpahan wewenang dari masing-masing unit di lingkungan DJA.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 24 -

5.10. Data beban kerja dari seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran.
5.11. LHP dari aparat pengawasan fungsional/pengawasan masyarakat.
5.12. Konsep surat/nota dinas dari pelaksana.

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


6.1. Peraturan perundang-undangan di bidang anggaran serta peraturan
pelaksanaannya.
6.2. Peraturan perundang-undangan yang ada relevansinya dengan penyusunan
organisasi beserta peraturan pelaksanaannya.
6.3. Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tatakerja Departemen
Keuangan.
6.4. Peraturan, Keputusan, Surat Edaran, Instruksi Menteri Keuangan atau Pejabat
eselon I di lingkungan Departemen Keuangan.
6.5. Buku petunjuk pelaksanaan pekerjaan Direktorat Jenderal Anggaran.
6.6. Pedoman Tata Persuratan Dinas.

7. HASIL KERJA :
7.1.

7.2.
7.3.
7.4.
7.5.
7.6.
7.7.
7.8.
7.9.

Hasil telaahan terhadap data, informasi, laporan, masalah ataupun usul yang
berkenaan dengan penataan organisasi Direktorat Jenderal Anggaran yang
dituangkan dalam Konsep Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Jenderal
Anggaran.
Konsep uraian jabatan Direktorat Jenderal Anggaran.
Konsep analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading /peringkat jabatan) di
lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
Konsep spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan Direktorat Jenderal
Anggaran.
Konsep peta jabatan (job mapping) Direktorat Jenderal Anggaran.
Konsep Pelimpahan Wewenang Menteri Keuangan kepada Direktur Jenderal
Anggaran.
Perhitungan Beban Kerja dan Analisis Beban Kerja Direktorat Jenderal
Anggaran.
Konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, Penetapan Kinerja dan
LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal.
Konsep tanggapan LHP.

8. WEWENANG :
8.1. Mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Kepala Bagian Organisasi dan
Tata Laksana.
8.2. Memaraf surat dan laporan.
8.3. Meminta data/informasi dalam rangka penataan organisasi.
8.4. Meminta data/informasi dalam rangka penyusunan uraian jabatan.
8.5. Meminta data/informasi dalam rangka analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan
grading /peringkat jabatan).
8.6. Meminta data/informasi dalam rangka spesifikasi jabatan atau persyaratan
jabatan.
8.7. Meminta data/informasi dalam rangka penyusunan peta jabatan.
8.8. Meminta data/informasi dalam rangka pelimpahan wewenang.
8.9. Meminta data/informasi dalam rangka analisis beban kerja.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 25 -

8.10. Melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

9. TANGGUNG JAWAB :
9.1.
9.2.
9.3.
9.4.
9.5.
9.6.
9.7.
9.8.
9.9.
9.10.

Usul, saran dan pendapat yang diajukan.


Kebenaran konsep dan paraf surat, laporan.
Kebenaran data/informasi penataan organisasi.
Kebenaran data/informasi uraian jabatan.
Kebenaran data/informasi analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading
/peringkat jabatan).
Kebenaran data/informasi spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan.
Kebenaran data/informasi peta jabatan.
Kebenaran data/informasi pelimpahan wewenang.
Kebenaran analisis beban kerja.
Terlaksananya koordinasi dengan pihak terkait.

10. DIMENSI JABATAN :

- Dimensi Non Keuangan : jumlah bawahan langsung 4 (empat) orang.


- Cakupan : 7 Unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran
38 Unit eselon III di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran
144 unit Eselon IV di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran

11. HUBUNGAN KERJA :


11.1. Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana dalam hal menerima tugas,
petunjuk, pengarahan dan mengajukan usul, saran, pendapat dan telaahan
pemecahan masalah mengenai pelaksanaan tugas.
11.2. Para Kepala Subbagian di lingkungan Bagian Organisasi dan Tata Laksana
dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas.
11.3. Para pelaksana di lingkungan Bagian Organisasi dan Tata Laksana dalam hal
pembagian tugas, bimbingan, pengarahan serta menerima pendapat dan saran.
11.4. Para pejabat di lingkungan Biro Organta, dalam hal pembahasan dan konsultasi
mengenai penataan organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, analisis beban
kerja, dan pelimpahan wewenang di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
11.5. Pihak lain yang terkait dalam hal pelaksanaan tugas.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN :


Dinamika perkembangan organisasi yang selalu berubah dengan cepat, sehingga
dituntut menguasai tugas pokok dan fungsi serta peraturan perundangan yang terkait
sehingga dapat dihasilkan output yang optimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dan bebas dari pengaruh para pemangku jabatan / responden.

13. RISIKO JABATAN : Tidak ada.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 26 -

14. SYARAT JABATAN :

14.1. Pangkat/Golongan
14.2. Pendidikan Formal
14.3. Diklat/Kursus
14.4. Syarat lainnya

:
:
:
:

Penata / III c
Strata 1
Diklatpim Tk IV
Standar Kompetensi
- Visioning (1)
- In-Depth Prob Solv & Analysis (2)
- Adapting to Change (2)
- Continuous Improvement (2)
- Policies, Processes & Procedures (2)
- Stakeholder Service (2)
- Integrity (2)
- Teamwork and Collaboration (2)
- Conflict Management (2)

15. KEDUDUKAN JABATAN


KEPALA BAGIAN ORGANISASI DAN
TATA LAKSANA

KASUBBAG
ORGANISASI

KASUBBAG
TATA LAKSANA

PENELAAH BAHAN TELAAHAN TK. I


PENELAAH BAHAN TELAAHAN TK. II
PEMROSES BAHAN TELAAHAN TK. I
PEMROSES BAHAN TELAAHAN TK. II
PENYAJI BAHAN TELAAHAN TK. I
PENYAJI BAHAN TELAAHAN TK. II

KASUBBAG
PELAPORAN

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 27 -

1. NAMA JABATAN

: Penelaah Bahan Telaahan Tk. I

2. IKHTISAR JABATAN

Membantu melakukan penyiapan bahan penataan organisasi, analisis dan evaluasi


jabatan serta analisis beban kerja.

3. TUJUAN JABATAN :
Mendukung terwujudnya penataan organisasi yang baik, analisis dan evaluasi
jabatan, analisis beban kerja yang dapat mendukung pengembangan kinerja
organisasi.

4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :


4.1. Melakukan penelaahan bahan penataan organisasi Direktorat Jenderal
Anggaran.
4.1.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk penataan unit
organisasi dan fungsi Direktorat Jenderal Anggaran;
4.1.2. Menelaah bahan penataan organisasi Direktorat Jenderal Anggaran;
4.1.3. Membahas hasil telaahan bahan penataan organisasi Direktorat Jenderal
Anggaran bersama Kepala Subbagian Organisasi;
4.1.4. Menyusun konsep telaahan bahan penyusunan konsep penataan
organisasi sesuai hasil pembahasan dan menyampaikan kepada Kepala
Subbagian Organisasi.
4.2. Melakukan penelaahan bahan penyusunan uraian jabatan Direktorat
Jenderal Anggaran.
4.2.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk penyusunan uraian
jabatan;
4.2.2. Menelaah bahan uraian jabatan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.2.3. Membahas hasil telaahan bahan penyusunan konsep uraian jabatan
bersama Kepala Subbagian Organisasi;
4.2.4. Menyusun konsep telaahan bahan penyusunan konsep Uraian Jabatan
Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan dan
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Organisasi.
4.3. Melakukan penelaahan bahan analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan
grading/peringkat jabatan) di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
4.3.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk analisis dan evaluasi
jabatan (perhitungan grading /peringkat jabatan) di lingkungan Direktorat
Jenderal Anggaran;
4.3.2. Menelaah bahan analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading
/peringkat jabatan) di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.3.3. Membahas hasil telaahan bahan analisis dan evaluasi jabatan
(perhitungan grading/peringkat jabatan) bersama Kepala Subbagian
Organisasi;
4.3.4. Menyusun konsep telaahan bahan penyusunan konsep analisis dan
evaluasi jabatan (perhitungan grading/peringkat jabatan) di lingkungan

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 28 -

Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan


menyampaikan kepada Kepala Subbagian Organisasi.

dan

4.4. Melakukan penelaahan bahan penyusunan spesifikasi jabatan atau


persyaratan jabatan Direktorat Jenderal Anggaran.
4.4.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk penyusunan
spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.4.2. Menelaah bahan penyusunan spesifikasi jabatan atau persyaratan
jabatan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.4.3. Membahas hasil telaahan bahan penyusunan spesifikasi jabatan atau
persyaratan jabatan Direktorat Jenderal Anggaran bersama Kepala
Subbagian Organisasi;
4.4.4. Menyusun konsep telaahan bahan penyusunan spesifikasi jabatan atau
persyaratan jabatan Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil
pembahasan dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Organisasi.
4.5. Melakukan penelaahan bahan penyusunan peta jabatan (job mapping)
Direktorat Jenderal Anggaran.
4.5.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk penyusunan peta
jabatan;
4.5.2. Menelaah bahan penyusunan peta jabatan (job mapping) Direktorat
Jenderal Anggaran;
4.5.3. Membahas hasil telaahan bahan penyusunan peta jabatan (job mapping)
Direktorat Jenderal Anggaran bersama Kepala Subbagian Organisasi;
4.5.4. Menyusun konsep telaahan bahan penyusunan peta jabatan (job
mapping) Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan dan
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Organisasi.
4.6. Melakukan penelaahan bahan pelimpahan wewenang Menteri Keuangan
kepada Direktur Jenderal Anggaran.
4.6.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk pelimpahan
wewenang Menteri Keuangan kepada Direktur Jenderal Anggaran;
4.6.2. Menelaah bahan pelimpahan wewenang Menteri Keuangan kepada
Direktur Jenderal Anggaran;
4.6.3. Membahas hasil telaahan bahan pelimpahan wewenang Menteri
Keuangan kepada Direktur Jenderal Anggaran bersama Kepala
Subbagian Organisasi;
4.6.4. Menyusun konsep telaahan bahan pelimpahan wewenang Menteri
Keuangan kepada Direktur Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan
dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Organisasi.
4.7. Melakukan penelaahan bahan penyusunan analisis beban kerja Direktorat
Jenderal Anggaran.
4.7.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk perhitungan beban
kerja dan penyusunan analisis beban kerja Direktorat Jenderal Anggaran;
4.7.2. Menelaah bahan perhitungan beban kerja dan penyusunan analisis
beban kerja Direktorat Jenderal Anggaran;

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 29 -

4.7.3. Membahas hasil telaahan bahan perhitungan beban kerja dan


penyusunan analisis beban kerja Direktorat Jenderal Anggaran bersama
Kepala Subbagian Organisasi;
4.7.4. Menyusun konsep telaahan bahan perhitungan beban kerja dan
penyusunan analisis beban kerja Direktorat Jenderal Anggaran sesuai
hasil pembahasan dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian
Organisasi.
4.8. Menyiapkan konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL,
Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal.
4.8.1. Mempelajari Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, Penetapan Kinerja dan
LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal tahun lalu dan tahun berjalan;
4.8.2. Menyiapkan konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL,
Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal;
4.8.3. Membahas konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL,
Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal bersama
Kepala Subbagian Organisasi;
4.8.4. Menyusun konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL,
Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal sesuai hasil
pembahasan dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Organisasi.
4.9. Membantu menyusun konsep tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)
dari aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
4.9.1. Menyusun konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada
Kepala Subbagian Organisasi.

5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


5.1. Pengarahan dan disposisi dari Kepala Subbagian Organisasi.
5.2. Data, informasi, laporan, permasalahan ataupun usulan yang berkenaan dengan
penataan unit organisasi Direktorat Jenderal Anggaran.
5.3. Jabatan struktural dan jabatan fungsional tahun yang sedang berjalan.
5.4. Kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan kelembagaan/organisasi dan
ketatalaksanaan.
5.5. Uraian jabatan Direktorat Jenderal Anggaran yang terakhir.
5.6. Analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading /peringkat jabatan) di
lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran yang terakhir.
5.7. Spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan Direktorat Jenderal Anggaran yang
terakhir.
5.8. Peta Jabatan (job mapping) Direktorat Jenderal Anggaran yang terakhir.
5.9. Usulan pelimpahan wewenang dari masing-masing unit di lingkungan DJA.
5.10. Data beban kerja dari seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran.
5.11. LHP dari aparat pengawasan fungsional/pengawasan masyarakat.

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


6.1. Peraturan perundang-undangan di bidang anggaran serta peraturan
pelaksanaannya.
6.2. Peraturan perundang-undangan yang ada relevansinya dengan penyusunan
organisasi beserta peraturan pelaksanaannya.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 30 -

6.3. Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tatakerja Departemen


Keuangan.
6.4. Peraturan, Keputusan, Surat Edaran, Instruksi Menteri Keuangan atau Pejabat
eselon I di lingkungan Departemen Keuangan.
6.5. Buku petunjuk pelaksanaan pekerjaan Direktorat Jenderal Anggaran.
6.6. Pedoman Tata Persuratan Dinas.

7. HASIL KERJA :
7.1. Rancangan konsep dalam rangka penataan organisasi Direktorat Jenderal
Anggaran.
7.2. Rancangan konsep uraian jabatan Direktorat Jenderal Anggaran.
7.3. Rancangan konsep analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading
/peringkat jabatan) di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
7.4. Rancangan konsep spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan Direktorat
Jenderal Anggaran.
7.5. Rancangan konsep peta jabatan (job mapping) Direktorat Jenderal Anggaran.
7.6. Rancangan konsep Pelimpahan Wewenang Menteri Keuangan kepada Direktur
Jenderal Anggaran.
7.7. Rancangan konsep Perhitungan Beban Kerja dan Analisis Beban Kerja
Direktorat Jenderal Anggaran.
7.8. Rancangan konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, Penetapan
Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal.
7.9. Rancangan konsep tanggapan LHP.

8. WEWENANG :
8.1.
8.2.
8.3.
8.4.
8.5.
8.6.
8.7.
8.8.

Mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Kepala Subbagian Organisasi.


Meminta data/informasi dalam rangka penataan organisasi.
Meminta data/informasi dalam rangka penyusunan uraian jabatan.
Meminta data/informasi dalam rangka analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan
grading /peringkat jabatan).
Meminta data/informasi dalam rangka spesifikasi jabatan atau persyaratan
jabatan.
Meminta data/informasi dalam rangka penyusunan peta jabatan.
Meminta data/informasi dalam rangka pelimpahan wewenang.
Meminta data/informasi dalam rangka analisis beban kerja.

9. TANGGUNG JAWAB :
9.1.
9.2.
9.3.
9.4.
9.5.
9.6.
9.7.
9.8.

Usul, saran dan pendapat yang diajukan.


Kebenaran data/informasi penataan organisasi.
Kebenaran data/informasi uraian jabatan.
Kebenaran data/informasi analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading
/peringkat jabatan).
Kebenaran data/informasi spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan.
Kebenaran data/informasi peta jabatan.
Kebenaran data/informasi pelimpahan wewenang.
Kebenaran analisis beban kerja.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 31 -

10. HUBUNGAN KERJA :


10.1. Kepala Subbagian Organisasi dalam hal menerima tugas, petunjuk, pengarahan
dan mengajukan usul, saran, pendapat dan telaahan pemecahan masalah
mengenai pelaksanaan tugas.
10.2. Para Pelaksana pada Bagian Organisasi dan Tata Laksana dalam hal koordinasi
pelaksanaan tugas.
10.3. Pihak lain yang terkait dalam hal pelaksanaan tugas.

11. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN :


Dinamika perkembangan organisasi yang selalu berubah dengan cepat, sehingga
dituntut menguasai tugas pokok dan fungsi serta peraturan perundangan yang terkait
sehingga dapat dihasilkan output yang optimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dan bebas dari pengaruh para pemangku jabatan / responden.

12. RISIKO JABATAN : Tidak ada.


13. SYARAT JABATAN :
13.1. Pangkat/Golongan
13.2. Pendidikan Formal
13.3. Diklat/Kursus
13.4. Syarat lainnya

:
:
:
:

III/b III/d
Strata 1
- Menguasai bidang tugasnya
- Standar Kompetensi :
Menguasai
prinsip-prinsip
organisasi
dan
manajemen;
Menguasai tugas dan fungsi organisasi DJA;
Menguasai sistematik uraian jabatan;
Menguasai analisis dan evaluasi jabatan
(perhitungan grading/peringkat jabatan);
Menguasai spesifikasi jabatan atau persyaratan
jabatan;
Menguasai peta jabatan (job mapping);
Menguasai pelimpahan wewenang;
Menguasai perhitungan beban kerja dan analisis
beban kerja.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 32 -

1. NAMA JABATAN

: Penelaah Bahan Telaahan Tk. II

2. IKHTISAR JABATAN

Membantu melakukan penyiapan bahan penataan organisasi, analisis dan evaluasi


jabatan serta analisis beban kerja.

3. TUJUAN JABATAN :
Mendukung terwujudnya penataan organisasi yang baik, analisis dan evaluasi
jabatan, analisis beban kerja yang dapat mendukung pengembangan kinerja
organisasi.

4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :


4.1. Membantu melakukan penelaahan bahan penataan organisasi Direktorat
Jenderal Anggaran.
4.1.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk penataan unit
organisasi dan fungsi Direktorat Jenderal Anggaran;
4.1.2. Menelaah bahan penyusunan konsep penataan organisasi Direktorat
Jenderal Anggaran;
4.1.3. Membahas hasil telaahan bahan penataan organisasi Direktorat Jenderal
Anggaran bersama Kepala Subbagian Organisasi;
4.1.4. Menyusun konsep telaahan bahan penyusunan rancangan penataan
organisasi sesuai hasil pembahasan dan menyampaikan kepada Kepala
Subbagian Organisasi.
4.2. Membantu melakukan penelaahan bahan penyusunan uraian jabatan
Direktorat Jenderal Anggaran.
4.2.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk penyusunan uraian
jabatan;
4.2.2. Menelaah bahan penyusunan rancangan uraian jabatan Direktorat
Jenderal Anggaran;
4.2.3. Membahas hasil telaahan bahan penyusunan rancangan uraian jabatan
bersama Kepala Subbagian Organisasi;
4.2.4. Menyusun konsep telaahan bahan penyusunan rancangan Uraian
Jabatan Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan dan
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Organisasi.
4.3.

Membantu melakukan penelaahan bahan analisis dan evaluasi jabatan


(perhitungan grading /peringkat jabatan) di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran.
4.3.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk analisis dan evaluasi
jabatan (perhitungan grading /peringkat jabatan) di lingkungan Direktorat
Jenderal Anggaran;
4.3.2. Menelaah bahan analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading
/peringkat jabatan) di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran;

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 33 -

4.3.3. Membahas hasil telaahan bahan analisis dan evaluasi jabatan


(perhitungan grading /peringkat jabatan) bersama Kepala Subbagian
Organisasi;
4.3.4. Menyusun konsep telaahan bahan penyusunan konsep analisis dan
evaluasi jabatan (perhitungan grading /peringkat jabatan) di lingkungan
Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan dan
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Organisasi.
4.4. Membantu melakukan penelaahan bahan penyusunan spesifikasi jabatan
atau persyaratan jabatan Direktorat Jenderal Anggaran.
4.4.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk penyusunan
spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan;
4.4.2. Menelaah bahan penyusunan rancangan spesifikasi jabatan atau
persyaratan jabatan;
4.4.3. Membahas hasil telaahan bahan penyusunan rancangan spesifikasi
jabatan bersama Kepala SubbagianOrganisasi;
4.4.4. Menyusun konsep telaahan bahan penyusunan rancangan spesifikasi
jabatan atau persyaratan jabatan Direktorat Jenderal Anggaran sesuai
hasil pembahasan dan menyampaikan Kepala Subbagian Organisasi.
4.5. Membantu melakukan penelaahan bahan penyusunan peta jabatan (job
mapping) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.5.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk penyusunan peta
jabatan;
4.5.2. Menelaah bahan penyusunan rancangan peta jabatan (job mapping)
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.5.3. Membahas peta jabatan (job mapping) Direktorat Jenderal Anggaran
bersama Kepala Subbagian Organisasi;
4.5.4. Menyusun konsep telaahan peta jabatan (job mapping) Direktorat
Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan dan menyampaikan kepada
Kepala Subbagian Organisasi.
4.6. Membantu melakukan penelaahan bahan pelimpahan wewenang Menteri
Keuangan kepada Direktur Jenderal Anggaran.
4.6.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk pelimpahan
wewenang Menteri Keuangan kepada Direktur Jenderal Anggaran;
4.6.2. Menelaah bahan pelimpahan wewenang Menteri Keuangan kepada
Direktur Jenderal Anggaran;
4.6.3. Membahas hasil telaahan bahan pelimpahan wewenang Menteri
Keuangan kepada Direktur Jenderal Anggaran bersama Kepala
Subbagian Organisasi;
4.6.4. Menyusun konsep telaahan bahan pelimpahan wewenang Menteri
Keuangan kepada Direktur Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan
dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Organisasi.
4.7. Membantu melakukan penelaahan bahan penyusunan analisis beban kerja
Direktorat Jenderal Anggaran.
4.7.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk perhitungan beban
kerja dan penyusunan analisis beban kerja Direktorat Jenderal Anggaran;

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 34 -

4.7.2. Menelaah bahan perhitungan beban kerja dan penyusunan analisis


beban kerja Direktorat Jenderal Anggaran;
4.7.3. Membahas hasil telaahan bahan perhitungan beban kerja dan
penyusunan analisis beban kerja Direktorat Jenderal Anggaran bersama
Kepala Subbagian Organisasi;
4.7.4. Menyusun konsep telaahan bahan perhitungan beban kerja dan
penyusunan analisis beban kerja Direktorat Jenderal Anggaran sesuai
hasil pembahasan dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian
Organisasi.
4.8. Menyiapkan konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL,
Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal.
4.8.1. Mempelajari Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, Penetapan Kinerja dan
LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal tahun lalu dan tahun berjalan;
4.8.2. Menyiapkan konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL,
Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal;
4.8.3. Membahas konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL,
Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal bersama
Kepala Subbagian Organisasi;
4.8.4. Menyusun konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL,
Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal sesuai hasil
pembahasan dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Organisasi.
4.9. Membantu menyusun konsep tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)
dari aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
4.9.1. Menyusun konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada
Kepala Subbagian Organisasi.

5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


5.1. Pengarahan dan disposisi dari Kepala Subbagian Organisasi.
5.2. Data, informasi, laporan, permasalahan ataupun usulan yang berkenaan dengan
penataan unit organisasi Direktorat Jenderal Anggaran.
5.3. Jabatan struktural dan jabatan fungsional tahun yang sedang berjalan.
5.4. Kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan kelembagaan/organisasi dan
ketatalaksanaan.
5.5. Uraian jabatan Direktorat Jenderal Anggaran yang terakhir.
5.6. Analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading /peringkat jabatan) di
lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran yang terakhir.
5.7. Spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan Direktorat Jenderal Anggaran yang
terakhir.
5.8. Peta Jabatan (job mapping) Direktorat Jenderal Anggaran yang terakhir.
5.9. Usulan pelimpahan wewenang dari masing-masing unit di lingkungan DJA.
5.10. Data beban kerja dari seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran.
5.11. LHP dari aparat pengawasan fungsional/pengawasan masyarakat.

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


6.1. Peraturan perundang-undangan
pelaksanaannya.

di

bidang

anggaran

serta

peraturan

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 35 -

6.2. Peraturan perundang-undangan yang ada relevansinya dengan penyusunan


organisasi beserta peraturan pelaksanaannya.
6.3. Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tatakerja Departemen
Keuangan.
6.4. Peraturan, Keputusan, Surat Edaran, Instruksi Menteri Keuangan atau Pejabat
eselon I di lingkungan Departemen Keuangan.
6.5. Buku petunjuk pelaksanaan pekerjaan Direktorat Jenderal Anggaran.
6.6. Pedoman Tata Persuratan Dinas.

7. HASIL KERJA :
7.1. Rancangan konsep dalam rangka penataan organisasi Direktorat Jenderal
Anggaran.
7.2. Rancangan konsep uraian jabatan Direktorat Jenderal Anggaran.
7.3. Rancangan konsep analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading
/peringkat jabatan) di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
7.4. Rancangan konsep spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan Direktorat
Jenderal Anggaran.
7.5. Rancangan konsep peta jabatan (job mapping) Direktorat Jenderal Anggaran.
7.6. Rancangan konsep Pelimpahan Wewenang Menteri Keuangan kepada Direktur
Jenderal Anggaran.
7.7. Rancangan konsep Perhitungan Beban Kerja dan Analisis Beban Kerja
Direktorat Jenderal Anggaran.
7.8. Rancangan konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, Penetapan
Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal.
7.9. Rancangan konsep tanggapan LHP.

8. WEWENANG :
8.1.
8.2.
8.3.
8.4.
8.5.
8.6.
8.7.
8.8.

Mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Kepala Subbagian Organisasi.


Meminta data/informasi dalam rangka penataan organisasi.
Meminta data/informasi dalam rangka penyusunan uraian jabatan.
Meminta data/informasi dalam rangka analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan
grading /peringkat jabatan).
Meminta data/informasi dalam rangka spesifikasi jabatan atau persyaratan
jabatan.
Meminta data/informasi dalam rangka penyusunan peta jabatan.
Meminta data/informasi dalam rangka pelimpahan wewenang.
Meminta data/informasi dalam rangka analisis beban kerja.

9. TANGGUNG JAWAB :
9.1.
9.2.
9.3.
9.4.
9.5.
9.6.
9.7.
9.8.

Usul, saran dan pendapat yang diajukan.


Kebenaran data/informasi penataan organisasi.
Kebenaran data/informasi uraian jabatan.
Kebenaran data/informasi analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading
/peringkat jabatan).
Kebenaran data/informasi spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan.
Kebenaran data/informasi peta jabatan.
Kebenaran data/informasi pelimpahan wewenang.
Kebenaran analisis beban kerja.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 36 -

10. HUBUNGAN KERJA :


10.1. Kepala Subbagian Organisasi dalam hal menerima tugas, petunjuk, pengarahan
dan mengajukan usul, saran, pendapat dan telaahan pemecahan masalah
mengenai pelaksanaan tugas.
10.2. Para Pelaksana pada Bagian Organisasi dan Tata Laksana dalam hal koordinasi
pelaksanaan tugas.
10.3. Pihak lain yang terkait dalam hal pelaksanaan tugas.

11. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN :


Dinamika perkembangan organisasi yang selalu berubah dengan cepat, sehingga
dituntut menguasai tugas pokok dan fungsi serta peraturan perundangan yang terkait
sehingga dapat dihasilkan output yang optimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dan bebas dari pengaruh para pemangku jabatan / responden.

12. RISIKO JABATAN : Tidak ada


13. SYARAT JABATAN :
13.1. Pangkat/Golongan
13.2. Pendidikan Formal
13.3. Diklat/Kursus
13.4. Syarat lainnya

:
:
:
:

III/a III/c
Strata 1
- Menguasai bidang tugasnya
- Standar Kompetensi
Menguasai
prinsip-prinsip
organisasi
dan
manajemen;
Menguasai tugas dan fungsi organisasi DJA;
Menguasai sistematik uraian jabatan;
Menguasai analisis dan evaluasi jabatan
(perhitungan grading/peringkat jabatan);
Menguasai spesifikasi jabatan atau persyaratan
jabatan;
Menguasai peta jabatan (job mapping);
Menguasai pelimpahan wewenang;
Menguasai perhitungan beban kerja dan analisis
beban kerja.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 37 -

1. NAMA JABATAN : Pemroses Bahan Telaahan Tk. I


2. IKHTISAR JABATAN :
Membantu melakukan penyiapan bahan penataan organisasi, analisis dan evaluasi
jabatan serta analisis beban kerja.

3. TUJUAN JABATAN :
Mendukung terwujudnya penataan organisasi yang baik, analisis dan evaluasi
jabatan, analisis beban kerja yang dapat mendukung pengembangan kinerja
organisasi.

4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :


4.1. Melakukan pengolahan data dalam rangka penataan organisasi Direktorat
Jenderal Anggaran.
4.1.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk penataan unit
organisasi dan fungsi Direktorat Jenderal Anggaran;
4.1.2. Meneliti bahan rancangan penataan organisasi Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.1.3. Mengolah data rancangan penataan organisasi dan menyampaikan
kepada Kepala Subbagian Organisasi.
4.2. Melakukan pengolahan data dalam rangka penyusunan uraian jabatan
Direktorat Jenderal Anggaran.
4.2.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk penyusunan
rancangan uraian jabatan;
4.2.2. Meneliti bahan penyusunan rancangan uraian jabatan Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.2.3. Mengolah data penyusunan rancangan Uraian Jabatan Direktorat
Jenderal Anggaran dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian
Organisasi.
4.3.

Melakukan pengolahan data dalam rangka analisis dan evaluasi jabatan


(perhitungan grading /peringkat jabatan) di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran.
4.3.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk analisis dan evaluasi
jabatan (perhitungan grading /peringkat jabatan) di lingkungan Direktorat
Jenderal Anggaran;
4.3.2. Meneliti bahan analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading
/peringkat jabatan) di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.3.3. Mengolah data analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading
/peringkat jabatan) di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran dan
menyampaikan Kepala Subbagian Organisasi.

4.4.

Melakukan pengolahan data dalam rangka penyusunan spesifikasi jabatan


atau persyaratan jabatan Direktorat Jenderal Anggaran.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 38 -

4.4.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk penyusunan


spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan;
4.4.2. Meneliti bahan rancangan spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan;
4.4.3. Mengolah data penyusunan rancangan spesifikasi jabatan atau
persyaratan jabatan Direktorat Jenderal Anggaran dan menyampaikan
Kepala Subbagian Organisasi.
4.5. Melakukan pengolahan data dalam rangka penyusunan peta jabatan (job
mapping) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.5.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk penyusunan peta
jabatan;
4.5.2. Meneliti bahan peta jabatan (job mapping) Direktorat Jenderal Anggaran;
4.5.3. Mengolah data penyusunan peta jabatan (job mapping) Direktorat
Jenderal Anggaran dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian
Organisasi.
4.6. Melakukan pengolahan data sebagai bahan pelimpahan wewenang Menteri
Keuangan kepada Direktur Jenderal Anggaran.
4.6.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk penyusunan bahan
pelimpahan wewenang Menteri Keuangan kepada Direktur Jenderal
Anggaran;
4.6.2. Meneliti bahan pelimpahan wewenang Menteri Keuangan kepada
Direktur Jenderal Anggaran;
4.6.3. Mengolah data penyusunan pelimpahan wewenang Menteri Keuangan
kepada Direktur Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan dan
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Organisasi.
4.7. Melakukan pengolahan data sebagai bahan penyusunan analisis beban
kerja Direktorat Jenderal Anggaran.
4.7.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk perhitungan beban
kerja dan penyusunan analisis beban kerja Direktorat Jenderal Anggaran;
4.7.2. Meneliti bahan perhitungan beban kerja dan penyusunan analisis beban
kerja Direktorat Jenderal Anggaran;
4.7.3. Mengolah data perhitungan beban kerja dan penyusunan analisis beban
kerja Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan dan
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Organisasi.
4.8. Menyiapkan konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL,
Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal.
4.8.1. Mempelajari Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, Penetapan Kinerja dan
LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal tahun lalu dan tahun berjalan;
4.8.2. Menyiapkan konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL,
Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal;
4.8.3. Membahas konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL,
Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal bersama
Kepala Subbagian Organisasi;
4.8.4. Menyusun konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL,
Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal sesuai hasil
pembahasan dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Organisasi.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 39 -

4.9. Membantu menyusun konsep tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)


dari aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
4.9.1. Menyusun konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada
Kepala Subbagian Organisasi.

5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


5.1. Pengarahan dan disposisi dari Kepala Subbagian Organisasi.
5.2. Data, informasi, laporan, permasalahan ataupun usulan yang berkenaan dengan
penataan unit organisasi Direktorat Jenderal Anggaran.
5.3. Jabatan struktural dan jabatan fungsional tahun yang sedang berjalan.
5.4. Kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan kelembagaan/organisasi dan
ketatalaksanaan.
5.5. Uraian jabatan Direktorat Jenderal Anggaran yang terakhir.
5.6. Analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading /peringkat jabatan) di
lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran yang terakhir.
5.7. Spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan Direktorat Jenderal Anggaran yang
terakhir.
5.8. Peta Jabatan (job mapping) Direktorat Jenderal Anggaran yang terakhir.
5.9. Usulan pelimpahan wewenang dari masing-masing unit di lingkungan DJA.
5.10. Data beban kerja dari seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran.
5.11. LHP dari aparat pengawasan fungsional/pengawasan masyarakat.

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


6.1. Peraturan perundang-undangan di bidang anggaran serta peraturan
pelaksanaannya.
6.2. Peraturan perundang-undangan yang ada relevansinya dengan penyusunan
organisasi beserta peraturan pelaksanaannya.
6.3. Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tatakerja Departemen
Keuangan.
6.4. Peraturan, Keputusan, Surat Edaran, Instruksi Menteri Keuangan atau Pejabat
eselon I di lingkungan Departemen Keuangan.
6.5. Buku petunjuk pelaksanaan pekerjaan Direktorat Jenderal Anggaran.
6.6. Pedoman Tata Persuratan Dinas.

7. HASIL KERJA :
7.1. Hasil pengolahan data, informasi, laporan, masalah ataupun usul yang
berkenaan dengan penataan organisasi Direktorat Jenderal Anggaran.
7.2. Hasil pengolahan data dalam rangka penyusunan rancangan uraian jabatan
Direktorat Jenderal Anggaran.
7.3. Hasil pengolahan data dalam rangka analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan
grading /peringkat jabatan) di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
7.4. Hasil pengolahan data dalam rangka penyusunan rancangan Spesifikasi
Jabatan atau Persyaratan Jabatan Direktorat Jenderal Anggaran.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 40 -

7.5.
7.6.
7.7.
7.8.
7.9.

Hasil pengolahan data dalam rangka penyusunan rancangan peta jabatan (job
mapping) Direktorat Jenderal Anggaran.
Hasil pengolahan data dalam rangka Pelimpahan Wewenang Menteri Keuangan
kepada Direktur Jenderal Anggaran.
Hasil pengolahan data dalam rangka perhitungan Beban Kerja dan Analisis
Beban Kerja Direktorat Jenderal Anggaran.
Hasil pengolahan data dalam rangka penyusunan bahan masukan Renstra,
Renja, RKT, RKA-KL, Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat
Jenderal.
Rancangan konsep tanggapan LHP.

8. WEWENANG :
8.1.
8.2.
8.3.
8.4.
8.5.
8.6.
8.7.
8.8.

Mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Kepala Subbagian Organisasi.


Meminta data/informasi dalam rangka penataan organisasi.
Meminta data/informasi dalam rangka penyusunan uraian jabatan.
Meminta data/informasi dalam rangka analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan
grading /peringkat jabatan).
Meminta data/informasi dalam rangka spesifikasi jabatan atau persyaratan
jabatan.
Meminta data/informasi dalam rangka penyusunan peta jabatan.
Meminta data/informasi dalam rangka pelimpahan wewenang.
Meminta data/informasi dalam rangka analisis beban kerja.

9. TANGGUNG JAWAB :
9.1.
9.2.
9.3.
9.4.
9.5.
9.6.
9.7.
9.8.

Usul, saran dan pendapat yang diajukan.


Kebenaran data/informasi penataan organisasi.
Kebenaran data/informasi uraian jabatan.
Kebenaran data/informasi analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading
/peringkat jabatan).
Kebenaran data/informasi spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan.
Kebenaran data/informasi peta jabatan.
Kebenaran data/informasi pelimpahan wewenang.
Kebenaran analisis beban kerja.

10. HUBUNGAN KERJA :


10.1. Kepala Subbagian Organisasi dalam hal menerima tugas, petunjuk, pengarahan
dan mengajukan usul, saran, pendapat dan telaahan pemecahan masalah
mengenai pelaksanaan tugas.
10.2. Para Pelaksana pada Bagian Organisasi dan Tata Laksana dalam hal koordinasi
pelaksanaan tugas.
10.3. Pihak lain yang terkait dalam hal pelaksanaan tugas.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 41 -

11. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN :


Dinamika perkembangan organisasi yang selalu berubah dengan cepat, sehingga
dituntut menguasai tugas pokok dan fungsi serta peraturan perundangan yang terkait
sehingga dapat dihasilkan output yang optimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dan bebas dari pengaruh para pemangku jabatan / responden.

12. RISIKO JABATAN : Tidak ada.


13. SYARAT JABATAN :
13.1. Pangkat/Golongan
13.2. Pendidikan Formal
13.3. Diklat/Kursus
13.4. Syarat lainnya

:
:
:
:

II/d III/b
Diploma III
- Menguasai bidang tugasnya
- Standar Kompetensi
Memahami
prinsip-prinsip
organisasi
dan
manajemen;
Memahami tugas dan fungsi organisasi DJA;
Memahami sistematik uraian jabatan;
Memahami analisis dan evaluasi jabatan
(perhitungan grading/peringkat jabatan);
Memahami spesifikasi jabatan atau persyaratan
jabatan;
Memahami peta jabatan (job mapping);
Memahami pelimpahan wewenang;
Memahami perhitungan beban kerja dan analisis
beban kerja.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 42 -

1. NAMA JABATAN : Pemroses Bahan Telaahan Tk. II


2. IKHTISAR JABATAN :
Membantu melakukan penyiapan bahan penataan organisasi, analisis dan evaluasi
jabatan serta analisis beban kerja.

3. TUJUAN JABATAN :
Mendukung terwujudnya penataan organisasi yang baik, analisis dan evaluasi
jabatan, analisis beban kerja yang dapat mendukung pengembangan kinerja
organisasi.

4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :


4.1. Membantu melakukan pengolahan data dalam rangka penataan organisasi
Direktorat Jenderal Anggaran.
4.1.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk penataan unit
organisasi dan fungsi Direktorat Jenderal Anggaran;
4.1.2. Meneliti bahan rancangan penataan organisasi Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.1.3. Mengolah data rancangan penataan organisasi dan menyampaikan
kepada Kepala Subbagian Organisasi.
4.2.

Membantu melakukan pengolahan data dalam rangka penyusunan uraian


jabatan Direktorat Jenderal Anggaran.
4.2.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk penyusunan
rancangan uraian jabatan;
4.2.2. Meneliti bahan penyusunan rancangan uraian jabatan Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.2.3. Mengolah data penyusunan rancangan Uraian Jabatan Direktorat
Jenderal Anggaran dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian
Organisasi.

4.3. Membantu melakukan pengolahan data dalam rangka analisis dan evaluasi
jabatan (perhitungan grading /peringkat jabatan) di lingkungan Direktorat
Jenderal Anggaran.
4.3.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk analisis dan evaluasi
jabatan (perhitungan grading /peringkat jabatan) di lingkungan Direktorat
Jenderal Anggaran;
4.3.2. Meneliti bahan analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading
/peringkat jabatan) di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.3.3. Mengolah data analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading
/peringkat jabatan) di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran dan
menyampaikan Kepala Subbagian Organisasi.
4.4. Membantu melakukan pengolahan data dalam rangka penyusunan
spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan Direktorat Jenderal Anggaran.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 43 -

4.4.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk penyusunan


spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan;
4.4.2. Meneliti bahan rancangan spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan;
4.4.3. Mengolah data penyusunan rancangan spesifikasi jabatan atau
persyaratan jabatan Direktorat Jenderal Anggaran dan menyampaikan
Kepala Subbagian Organisasi.
4.5. Membantu melakukan pengolahan data dalam rangka penyusunan peta
jabatan (job mapping) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.5.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk penyusunan peta
jabatan;
4.5.2. Meneliti bahan peta jabatan (job mapping) Direktorat Jenderal Anggaran;
4.5.3. Mengolah data penyusunan peta jabatan (job mapping) Direktorat
Jenderal Anggaran dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian
Organisasi.
4.6. Membantu melakukan pengolahan data sebagai bahan pelimpahan
wewenang Menteri Keuangan kepada Direktur Jenderal Anggaran.
4.6.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk penyusunan bahan
pelimpahan wewenang Menteri Keuangan kepada Direktur Jenderal
Anggaran;
4.6.2. Meneliti bahan pelimpahan wewenang Menteri Keuangan kepada
Direktur Jenderal Anggaran;
4.6.3. Mengolah data penyusunan pelimpahan wewenang Menteri Keuangan
kepada Direktur Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan dan
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Organisasi.
4.7. Membantu melakukan pengolahan data sebagai bahan penyusunan
analisis beban kerja Direktorat Jenderal Anggaran.
4.7.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk perhitungan beban
kerja dan penyusunan analisis beban kerja Direktorat Jenderal Anggaran;
4.7.2. Meneliti bahan perhitungan beban kerja dan penyusunan analisis beban
kerja Direktorat Jenderal Anggaran;
4.7.3. Mengolah data perhitungan beban kerja dan penyusunan analisis beban
kerja Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan dan
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Organisasi.
4.8. Menyiapkan konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL,
Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal.
4.8.1. Mempelajari Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, Penetapan Kinerja dan
LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal tahun lalu dan tahun berjalan;
4.8.2. Menyiapkan konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL,
Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal;
4.8.3. Membahas konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL,
Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal bersama
Kepala Subbagian Organisasi;
4.8.4. Menyusun konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL,
Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal sesuai hasil
pembahasan dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Organisasi.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 44 -

4.9. Membantu menyusun konsep tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)


dari aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
4.9.1. Menyusun konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada
Kepala Subbagian Organisasi.

5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


5.1. Pengarahan dan disposisi dari Kepala Subbagian Organisasi.
5.2. Data, informasi, laporan, permasalahan ataupun usulan yang berkenaan dengan
penataan unit organisasi Direktorat Jenderal Anggaran.
5.3. Jabatan struktural dan jabatan fungsional tahun yang sedang berjalan.
5.4. Kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan kelembagaan/organisasi dan
ketatalaksanaan.
5.5. Uraian jabatan Direktorat Jenderal Anggaran yang terakhir.
5.6. Analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading /peringkat jabatan) di
lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran yang terakhir.
5.7. Spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan Direktorat Jenderal Anggaran yang
terakhir.
5.8. Peta Jabatan (job mapping) Direktorat Jenderal Anggaran yang terakhir.
5.9. Usulan pelimpahan wewenang dari masing-masing unit di lingkungan DJA.
5.10. Data beban kerja dari seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran.
5.11. LHP dari aparat pengawasan fungsional/pengawasan masyarakat.

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


6.1. Peraturan perundang-undangan di bidang anggaran serta peraturan
pelaksanaannya.
6.2. Peraturan perundang-undangan yang ada relevansinya dengan penyusunan
organisasi beserta peraturan pelaksanaannya.
6.3. Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tatakerja Departemen
Keuangan.
6.4. Peraturan, Keputusan, Surat Edaran, Instruksi Menteri Keuangan atau Pejabat
eselon I di lingkungan Departemen Keuangan.
6.5. Buku petunjuk pelaksanaan pekerjaan Direktorat Jenderal Anggaran.
6.6. Pedoman Tata Persuratan Dinas.

7. HASIL KERJA :
7.1. Hasil pengolahan data, informasi, laporan, masalah ataupun usul yang
berkenaan dengan penataan organisasi Direktorat Jenderal Anggaran.
7.2. Hasil pengolahan data dalam rangka penyusunan rancangan uraian jabatan
Direktorat Jenderal Anggaran.
7.3. Hasil pengolahan data dalam rangka analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan
grading /peringkat jabatan) di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
7.4. Hasil pengolahan data dalam rangka penyusunan rancangan Spesifikasi
Jabatan atau Persyaratan Jabatan Direktorat Jenderal Anggaran.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 45 -

7.5.
7.6.
7.7.
7.8.
7.9.

Hasil pengolahan data dalam rangka penyusunan rancangan peta jabatan (job
mapping) Direktorat Jenderal Anggaran.
Hasil pengolahan data dalam rangka Pelimpahan Wewenang Menteri Keuangan
kepada Direktur Jenderal Anggaran.
Hasil pengolahan data dalam rangka perhitungan Beban Kerja dan Analisis
Beban Kerja Direktorat Jenderal Anggaran.
Hasil pengolahan data dalam rangka penyusunan bahan masukan Renstra,
Renja, RKT, RKA-KL, Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat
Jenderal.
Rancangan konsep tanggapan LHP.

8. WEWENANG :
8.1.
8.2.
8.3.
8.4.
8.5.
8.6.
8.7.
8.8.

Mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Kepala Subbagian Organisasi.


Meminta data/informasi dalam rangka penataan organisasi.
Meminta data/informasi dalam rangka penyusunan uraian jabatan.
Meminta data/informasi dalam rangka analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan
grading /peringkat jabatan).
Meminta data/informasi dalam rangka spesifikasi jabatan atau persyaratan
jabatan.
Meminta data/informasi dalam rangka penyusunan peta jabatan.
Meminta data/informasi dalam rangka pelimpahan wewenang.
Meminta data/informasi dalam rangka analisis beban kerja.

9. TANGGUNG JAWAB :
9.1.
9.2.
9.3.
9.4.
9.5.
9.6.
9.7.
9.8.

Usul, saran dan pendapat yang diajukan.


Kebenaran data/informasi penataan organisasi.
Kebenaran data/informasi uraian jabatan.
Kebenaran data/informasi analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading
/peringkat jabatan).
Kebenaran data/informasi spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan.
Kebenaran data/informasi peta jabatan.
Kebenaran data/informasi pelimpahan wewenang.
Kebenaran analisis beban kerja.

10. HUBUNGAN KERJA :


10.1. Kepala Subbagian Organisasi dalam hal menerima tugas, petunjuk, pengarahan
dan mengajukan usul, saran, pendapat dan telaahan pemecahan masalah
mengenai pelaksanaan tugas.
10.2. Para Pelaksana pada Bagian Organisasi dan Tata Laksana dalam hal koordinasi
pelaksanaan tugas.
10.3. Pihak lain yang terkait dalam hal pelaksanaan tugas.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 46 -

11. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN :


Dinamika perkembangan organisasi yang selalu berubah dengan cepat, sehingga
dituntut menguasai tugas pokok dan fungsi serta peraturan perundangan yang terkait
sehingga dapat dihasilkan output yang optimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dan bebas dari pengaruh para pemangku jabatan / responden.

12. RISIKO JABATAN : Tidak ada.


13. SYARAT JABATAN :
13.1. Pangkat/Golongan
13.2. Pendidikan Formal
13.3. Diklat/Kursus
13.4. Syarat lainnya

:
:
:
:

II/c III/a
Diploma III
- Menguasai bidang tugasnya
- Standar Kompetensi
Memahami
prinsip-prinsip
organisasi
dan
manajemen;
Memahami tugas dan fungsi organisasi DJA;
Memahami sistematik uraian jabatan;
Memahami analisis dan evaluasi jabatan
(perhitungan grading/peringkat jabatan);
Memahami spesifikasi jabatan atau persyaratan
jabatan;
Memahami peta jabatan (job mapping);
Memahami pelimpahan wewenang;
Memahami perhitungan beban kerja dan analisis
beban kerja.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 47 -

1. NAMA JABATAN

: Penyaji Bahan Telaahan Tk. I

2. IKHTISAR JABATAN

Membantu melakukan penyiapan bahan penataan organisasi, analisis dan evaluasi


jabatan serta analisis beban kerja.

3. TUJUAN JABATAN :
Mendukung terwujudnya penataan organisasi yang baik, analisis dan evaluasi
jabatan, analisis beban kerja yang dapat mendukung pengembangan kinerja
organisasi.

4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :


4.1. Menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan dalam
rangka penataan organisasi Direktorat Jenderal Anggaran.
4.1.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam
penyusunan penataan organisasi;
4.1.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan untuk
membuat rancangan penataan organisasi serta menyampaikan kepada
Kepala Subbagian Organisasi.
4.2. Menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan dalam
rangka penyusunan uraian jabatan Direktorat Jenderal Anggaran.
4.2.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam
penyusunan uraian jabatan;
4.2.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan untuk
membuat rancangan uraian jabatan serta menyampaikan kepada Kepala
Subbagian Organisasi;
4.3. Menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan dalam
rangka analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading /peringkat
jabatan) di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
4.3.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam
analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading /peringkat jabatan) di
lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.3.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan untuk
membuat rancangan analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading
/peringkat jabatan) di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran serta
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Organisasi;
4.4. Menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan dalam
rangka penyusunan rancangan spesifikasi jabatan atau persyaratan
jabatan Direktorat Jenderal Anggaran.
4.4.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam
penyusunan spesifikasi jabatan;

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 48 -

4.4.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan untuk
membuat rancangan spesifikasi jabatan serta menyampaikan kepada
Kepala Subbagian Organisasi;
4.5. Menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan dalam
rangka penyusunan rancangan peta jabatan (job mapping) Direktorat
Jenderal Anggaran.
4.5.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam
penyusunan peta jabatan;
4.5.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan untuk
menyusun rancangan peta jabatan serta menyampaikan kepada Kepala
Subbagian Organisasi;
4.6. Menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan untuk bahan
pelimpahan wewenang Menteri Keuangan kepada Direktur Jenderal
Anggaran.
4.6.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan untuk
penyusunan bahan pelimpahan wewenang Menteri Keuangan kepada
Direktur Jenderal Anggaran;
4.6.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan untuk
menyusun rancangan pelimpahan wewenang Menteri Keuangan serta
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Organisasi;
4.7. Menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan untuk
penyusunan analisis beban kerja Direktorat Jenderal Anggaran.
4.7.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan untuk
perhitungan beban kerja dan penyusunan analisis beban kerja Direktorat
Jenderal Anggaran;
4.7.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan untuk
perhitungan beban kerja dan penyusunan analisis beban kerja Direktorat
Jenderal Anggaran serta menyampaikan kepada Kepala Subbagian
Organisasi;
4.8.

Mengumpulkan bahan dan data sebagai bahan masukan Renstra, Renja,


RKT, RKA-KL, Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat
Jenderal.
4.8.1. Menginventarisir bahan yang diperlukan untuk penyusunan Renstra,
Renja, RKT, RKA-KL, PK dan LAKIP;
4.8.2. Mengumpulkan bahan yang diperlukan untuk penyusunan Renstra,
Renja, RKT, RKA-KL, PK dan LAKIP dan menyampaikan kepada Kepala
Subbagian Organisasi;
4.8.3. Menyimpan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, PK dan LAKIP yang telah
selesai diproses.

4.9. Mengumpulkan bahan dan data tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan


(LHP) dari aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
4.9.1. Mengumpulkan data sebagai bahan untuk penyusunan tindak lanjut LHP;

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 49 -

4.9.2. Mengetik konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala


Subbagian Tata Laksana.

5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


5.1. Pengarahan dan disposisi dari Kepala Subbagian Organisasi.
5.2. Data, informasi, laporan, permasalahan ataupun usulan yang berkenaan dengan
penataan unit organisasi Direktorat Jenderal Anggaran.
5.3. Jabatan struktural dan jabatan fungsional tahun yang sedang berjalan.
5.4. Kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan kelembagaan/organisasi dan
ketatalaksanaan.
5.5. Uraian jabatan Direktorat Jenderal Anggaran yang terakhir.
5.6. Analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading /peringkat jabatan) di
lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran yang terakhir.
5.7. Spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan Direktorat Jenderal Anggaran yang
terakhir.
5.8. Peta Jabatan (job mapping) Direktorat Jenderal Anggaran yang terakhir.
5.9. Usulan pelimpahan wewenang dari masing-masing unit di lingkungan DJA.
5.10. Data beban kerja dari seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran.
5.11. LHP dari aparat pengawasan fungsional/pengawasan masyarakat.

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


6.1. Peraturan perundang-undangan di bidang anggaran serta peraturan
pelaksanaannya.
6.2. Peraturan perundang-undangan yang ada relevansinya dengan penyusunan
organisasi beserta peraturan pelaksanaannya.
6.3. Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tatakerja Departemen
Keuangan.
6.4. Peraturan, Keputusan, Surat Edaran, Instruksi Menteri Keuangan atau Pejabat
eselon I di lingkungan Departemen Keuangan.
6.5. Buku petunjuk pelaksanaan pekerjaan Direktorat Jenderal Anggaran.
6.6. Pedoman Tata Persuratan Dinas.

7. HASIL KERJA :
7.1. Bahan/data, informasi, laporan, masalah ataupun usul yang berkenaan dengan
penataan organisasi Direktorat Jenderal Anggaran.
7.2. Bahan/data penyusunan rancangan uraian jabatan Direktorat Jenderal
Anggaran.
7.3. Bahan/data penyusunan rancangan analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan
grading /peringkat jabatan) di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
7.4. Bahan/data penyusunan rancangan Spesifikasi Jabatan atau Persyaratan
Jabatan Direktorat Jenderal Anggaran.
7.5. Bahan/data penyusunan rancangan peta jabatan Direktorat Jenderal Anggaran.
7.6. Bahan/data penyusunan rancangan Pelimpahan Wewenang Menteri Keuangan
kepada Direktur Jenderal Anggaran.
7.7. Bahan/data penyusunan rancangan Perhitungan Beban Kerja dan Analisis
Beban Kerja Direktorat Jenderal Anggaran.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 50 -

7.8.

Bahan/data penyusunan rancangan bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKAKL, Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal.
7.9. Rancangan konsep tanggapan LHP.

8. WEWENANG :
8.1.
8.2.
8.3.
8.4.
8.5.
8.6.
8.7.
8.8.

Mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Kepala Subbagian Organisasi.


Meminta data/informasi dalam rangka penataan organisasi.
Meminta data/informasi dalam rangka penyusunan uraian jabatan.
Meminta data/informasi dalam rangka analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan
grading /peringkat jabatan).
Meminta data/informasi dalam rangka spesifikasi jabatan atau persyaratan
jabatan.
Meminta data/informasi dalam rangka penyusunan peta jabatan.
Meminta data/informasi dalam rangka pelimpahan wewenang.
Meminta data/informasi dalam rangka analisis beban kerja.

9. TANGGUNG JAWAB :
9.1.
9.2.
9.3.
9.4.
9.5.
9.6.
9.7.
9.8.

Usul, saran dan pendapat yang diajukan.


Kebenaran data/informasi penataan organisasi.
Kebenaran data/informasi uraian jabatan.
Kebenaran data/informasi analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading
/peringkat jabatan).
Kebenaran data/informasi spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan.
Kebenaran data/informasi peta jabatan.
Kebenaran data/informasi pelimpahan wewenang.
Kebenaran analisis beban kerja.

10. HUBUNGAN KERJA :


10.1. Kepala Subbagian Organisasi dalam hal menerima tugas, petunjuk, pengarahan
dan mengajukan usul, saran, pendapat dan telaahan pemecahan masalah
mengenai pelaksanaan tugas.
10.2. Para Penyaji Bahan Telaahan pada Bagian Organisasi dan Tata Laksana dalam
hal koordinasi pelaksanaan tugas.
10.3. Pihak lain yang terkait dalam hal pelaksanaan tugas.

11. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN :


Dinamika perkembangan organisasi yang selalu berubah dengan cepat, sehingga
dituntut menguasai tugas pokok dan fungsi serta peraturan perundangan yang terkait
sehingga dapat dihasilkan output yang optimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dan bebas dari pengaruh para pemangku jabatan / responden.

12. RISIKO JABATAN : Tidak ada.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 51 -

13. SYARAT JABATAN :


13.1. Pangkat/Golongan
13.2. Pendidikan Formal
13.3. Diklat/Kursus
13.4. Syarat lainnya

:
:
:
:

II/b II/d
Diploma I
- Menguasai bidang tugasnya
- Standar Kompetensi
Mengerti
prinsip-prinsip
organisasi
dan
manajemen;
Mengerti tugas dan fungsi organisasi DJA;
Mengerti sistematik uraian jabatan;
Mengerti
analisis
dan
evaluasi
jabatan
(perhitungan grading/peringkat jabatan);
Mengerti spesifikasi jabatan atau persyaratan
jabatan;
Mengerti peta jabatan (job mapping);
Mengerti pelimpahan wewenang;
Mengerti perhitungan beban kerja dan analisis
beban kerja.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 52 -

1. NAMA JABATAN

: Penyaji Bahan Telaahan Tk. II

2. IKHTISAR JABATAN

Membantu melakukan penyiapan bahan penataan organisasi, analisis dan evaluasi


jabatan serta analisis beban kerja.

3. TUJUAN JABATAN :
Mendukung terwujudnya penataan organisasi yang baik, analisis dan evaluasi
jabatan, analisis beban kerja yang dapat mendukung pengembangan kinerja
organisasi.

4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :


4.1.

Membantu menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan


dalam rangka penataan organisasi Direktorat Jenderal Anggaran.
4.1.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam
penyusunan penataan organisasi;
4.1.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan untuk
membuat rancangan penataan organisasi serta menyampaikan kepada
Kepala Subbagian Organisasi.

4.2.

Membantu menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan


dalam rangka penyusunan uraian jabatan Direktorat Jenderal Anggaran.
4.2.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam
penyusunan uraian jabatan;
4.2.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan untuk
membuat rancangan uraian jabatan serta menyampaikan kepada Kepala
Subbagian Organisasi;

4.3.

Membantu menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan


dalam rangka analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading
/peringkat jabatan) di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
4.3.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam
analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading /peringkat jabatan) di
lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.3.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan untuk
membuat rancangan analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading
/peringkat jabatan) di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran serta
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Organisasi;

4.4.

Membantu menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan


dalam rangka penyusunan rancangan spesifikasi jabatan atau persyaratan
jabatan Direktorat Jenderal Anggaran.
4.4.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam
penyusunan spesifikasi jabatan;

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 53 -

4.4.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan untuk
membuat rancangan spesifikasi jabatan serta menyampaikan kepada
Kepala Subbagian Organisasi;
4.5.

Membantu menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan


dalam rangka penyusunan rancangan peta jabatan (job mapping)
Direktorat Jenderal Anggaran.
4.5.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam
penyusunan peta jabatan;
4.5.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan untuk
menyusun rancangan peta jabatan serta menyampaikan kepada Kepala
Subbagian Organisasi;

4.6.

Membantu menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan


untuk bahan pelimpahan wewenang Menteri Keuangan kepada Direktur
Jenderal Anggaran.
4.6.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan untuk
penyusunan bahan pelimpahan wewenang Menteri Keuangan kepada
Direktur Jenderal Anggaran;
4.6.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan untuk
menyusun rancangan pelimpahan wewenang Menteri Keuangan serta
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Organisasi;

4.7.

Membantu menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan


untuk penyusunan analisis beban kerja Direktorat Jenderal Anggaran.
4.7.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan untuk
perhitungan beban kerja dan penyusunan analisis beban kerja Direktorat
Jenderal Anggaran;
4.7.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan untuk
perhitungan beban kerja dan penyusunan analisis beban kerja Direktorat
Jenderal Anggaran serta menyampaikan kepada Kepala Subbagian
Organisasi;

4.8.

Mengumpulkan bahan dan data sebagai bahan masukan Renstra, Renja,


RKT, RKA-KL, Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat
Jenderal.
4.8.1. Menginventarisir bahan yang diperlukan untuk penyusunan Renstra,
Renja, RKT, RKA-KL, PK dan LAKIP;
4.8.2. Mengumpulkan bahan yang diperlukan untuk penyusunan Renstra,
Renja, RKT, RKA-KL, PK dan LAKIP dan menyampaikan kepada Kepala
Subbagian Organisasi;
4.8.3. Menyimpan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, PK dan LAKIP yang telah
selesai diproses.

4.9. Mengumpulkan bahan dan data tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan


(LHP) dari aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
4.9.1. Mengumpulkan data sebagai bahan untuk penyusunan tindak lanjut LHP;

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 54 -

4.9.2. Mengetik konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala


Subbagian Tata Laksana.

5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


5.1. Pengarahan dan disposisi dari Kepala Subbagian Organisasi.
5.2. Data, informasi, laporan, permasalahan ataupun usulan yang berkenaan dengan
penataan unit organisasi Direktorat Jenderal Anggaran.
5.3. Jabatan struktural dan jabatan fungsional tahun yang sedang berjalan.
5.4. Kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan kelembagaan/organisasi dan
ketatalaksanaan.
5.5. Uraian jabatan Direktorat Jenderal Anggaran yang terakhir.
5.6. Analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading /peringkat jabatan) di
lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran yang terakhir.
5.7. Spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan Direktorat Jenderal Anggaran yang
terakhir.
5.8. Peta Jabatan (job mapping) Direktorat Jenderal Anggaran yang terakhir.
5.9. Usulan pelimpahan wewenang dari masing-masing unit di lingkungan DJA.
5.10. Data beban kerja dari seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran.
5.11. LHP dari aparat pengawasan fungsional/pengawasan masyarakat.

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


6.1. Peraturan perundang-undangan di bidang anggaran serta peraturan
pelaksanaannya.
6.2. Peraturan perundang-undangan yang ada relevansinya dengan penyusunan
organisasi beserta peraturan pelaksanaannya.
6.3. Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tatakerja Departemen
Keuangan.
6.4. Peraturan, Keputusan, Surat Edaran, Instruksi Menteri Keuangan atau Pejabat
eselon I di lingkungan Departemen Keuangan.
6.5. Buku petunjuk pelaksanaan pekerjaan Direktorat Jenderal Anggaran.
6.6. Pedoman Tata Persuratan Dinas.

7. HASIL KERJA :
7.1. Bahan/data, informasi, laporan, masalah ataupun usul yang berkenaan dengan
penataan organisasi Direktorat Jenderal Anggaran.
7.2. Bahan/data penyusunan rancangan uraian jabatan Direktorat Jenderal
Anggaran.
7.3. Bahan/data penyusunan rancangan analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan
grading /peringkat jabatan) di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
7.4. Bahan/data penyusunan rancangan Spesifikasi Jabatan atau Persyaratan
Jabatan Direktorat Jenderal Anggaran.
7.5. Bahan/data penyusunan rancangan peta jabatan Direktorat Jenderal Anggaran.
7.6. Bahan/data penyusunan rancangan Pelimpahan Wewenang Menteri Keuangan
kepada Direktur Jenderal Anggaran.
7.7. Bahan/data penyusunan rancangan Perhitungan Beban Kerja dan Analisis
Beban Kerja Direktorat Jenderal Anggaran.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 55 -

7.8.

Bahan/data penyusunan rancangan bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKAKL, Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal.
7.9. Rancangan konsep tanggapan LHP.

8. WEWENANG :
8.1.
8.2.
8.3.
8.4.
8.5.
8.6.
8.7.
8.8.

Mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Kepala Subbagian Organisasi.


Meminta data/informasi dalam rangka penataan organisasi.
Meminta data/informasi dalam rangka penyusunan uraian jabatan.
Meminta data/informasi dalam rangka analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan
grading /peringkat jabatan).
Meminta data/informasi dalam rangka spesifikasi jabatan atau persyaratan
jabatan.
Meminta data/informasi dalam rangka penyusunan peta jabatan.
Meminta data/informasi dalam rangka pelimpahan wewenang.
Meminta data/informasi dalam rangka analisis beban kerja.

9. TANGGUNG JAWAB :
9.1.
9.2.
9.3.
9.4.
9.5.
9.6.
9.7.
9.8.

Usul, saran dan pendapat yang diajukan.


Kebenaran data/informasi penataan organisasi.
Kebenaran data/informasi uraian jabatan.
Kebenaran data/informasi analisis dan evaluasi jabatan (perhitungan grading
/peringkat jabatan).
Kebenaran data/informasi spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan.
Kebenaran data/informasi peta jabatan.
Kebenaran data/informasi pelimpahan wewenang.
Kebenaran analisis beban kerja.

10. HUBUNGAN KERJA :


10.1. Kepala Subbagian Organisasi dalam hal menerima tugas, petunjuk, pengarahan
dan mengajukan usul, saran, pendapat dan telaahan pemecahan masalah
mengenai pelaksanaan tugas.
10.2. Para Pelaksana pada Bagian Organisasi dan Tata Laksana dalam hal koordinasi
pelaksanaan tugas.
10.3. Pihak lain yang terkait dalam hal pelaksanaan tugas.

11. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN :


Dinamika perkembangan organisasi yang selalu berubah dengan cepat, sehingga
dituntut menguasai tugas pokok dan fungsi serta peraturan perundangan yang terkait
sehingga dapat dihasilkan output yang optimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dan bebas dari pengaruh para pemangku jabatan / responden.

12. RISIKO JABATAN : Tidak ada.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 56 -

13. SYARAT JABATAN :


13.1. Pangkat/Golongan
13.2. Pendidikan Formal
13.3. Diklat/Kursus
13.4. Syarat lainnya

:
:
:
:

II/a II/c
Diploma I
- Menguasai bidang tugasnya
- Standar Kompetensi
Mengerti
prinsip-prinsip
organisasi
dan
manajemen;
Mengerti tugas dan fungsi organisasi DJA;
Mengerti sistematik uraian jabatan;
Mengerti
analisis
dan
evaluasi
jabatan
(perhitungan grading/peringkat jabatan);
Mengerti spesifikasi jabatan atau persyaratan
jabatan;
Mengerti peta jabatan (job mapping);
Mengerti pelimpahan wewenang;
Mengerti perhitungan beban kerja dan analisis
beban kerja.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 57 -

1. NAMA JABATAN

: Kepala Subbagian Tata Laksana

2. IKHTISAR JABATAN

Melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja, monitoring,


evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja serta pengembangan kinerja
organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
3. TUJUAN JABATAN :
Terwujudnya prosedur kerja dan metode kerja serta kinerja organisasi yang efektif
dan efisien di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :
4.1. Menyiapkan bahan penyusunan prosedur kerja (Standard Operating
Procedures (SOP)) dan metode kerja (Manual Instruction (MI)) Direktorat
Jenderal Anggaran.
4.1.1. Melakukan identifikasi dan analisis permasalahan terkait dengan
penyusunan prosedur kerja (Standard Operating Procedures (SOP)) dan
metode kerja (Manual Instruction (MI)) Direktorat Jenderal Anggaran;
4.1.2. Menugaskan Pelaksana untuk mengumpulkan bahan dan data yang
diperlukan dalam penyusunan SOP dan MI
Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.1.3. Meneliti, menganalisa dan mengelompokkan bahan dan data yang
diperlukan dalam penyusunan SOP dan MI Direktorat Jenderal Anggaran;
4.1.4. Menugaskan pelaksana untuk menyusun rancangan SOP dan MI
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.1.5. Meneliti rancangan SOP dan MI Direktorat Jenderal Anggaran;
4.1.6. Membahas rancangan SOP dan MI Direktorat Jenderal Anggaran
bersama Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana, Direktorat Teknis,
narasumber terkait, dan Biro Organta;
4.1.7. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun rancangan SOP dan MI sesuai
hasil pembahasan;
4.1.8. Meneliti rancangan SOP dan MI Direktorat Jenderal Anggaran sesuai
hasil pembahasan serta menyampaikan kepada Kepala Bagian
Organisasi dan Tata Laksana.
4.2. Menyiapkan bahan monitoring prosedur kerja (Standard Operating
Procedures (SOP)) dan metode kerja (Manual Instruction (MI)) Direktorat
Jenderal Anggaran.
4.2.1. Melakukan identifikasi dan analisis permasalahan terkait dengan
monitoring prosedur kerja (Standard Operating Procedures (SOP)) dan
metode kerja (Manual Instruction (MI)) Direktorat Jenderal Anggaran
berdasarkan masukan content hotmail website dan survey kepuasan
pelanggan;

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 58 -

4.2.2. Menugaskan Pelaksana untuk mengumpulkan bahan dan data yang


diperlukan dalam rangka monitoring SOP dan MI Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.2.3. Meneliti, menganalisa dan mengelompokkan bahan dan data yang
diperlukan dalam rangka monitoring SOP dan MI Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.2.4. Melakukan monitoring pelaksanaan SOP dan MI Direktorat Jenderal
Anggaran bersama Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana;
4.3.

Menyiapkan bahan evaluasi dan pengembangan prosedur kerja (Standard


Operating Procedures (SOP)) dan metode kerja (Manual Instruction (MI))
Direktorat Jenderal Anggaran.
4.3.1. Melakukan identifikasi dan analisis permasalahan terkait dengan evaluasi
dan pengembangan prosedur kerja (Standard Operating Procedures
(SOP)) dan metode kerja (Manual Instruction (MI)) Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.3.2. Menugaskan Pelaksana untuk mengumpulkan bahan dan data yang
diperlukan dalam rangka evaluasi dan pengembangan SOP dan MI
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.3.3. Meneliti, menganalisa dan mengelompokkan bahan dan data yang
diperlukan dalam rangka evaluasi dan pengembangan SOP dan MI
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.3.4. Melakukan evaluasi dan pengembangan pelaksanaan SOP dan MI
Direktorat Jenderal Anggaran bersama Kepala Bagian Organisasi dan
Tata Laksana;
4.3.5. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun laporan dan rekomendasi
pengembangan SOP dan MI Direktorat Jenderal Anggaran
4.3.6. Meneliti konsep laporan dan rekomendasi pengembangan SOP dan MI
Direktorat Jenderal Anggaran dan menyampaikan kepada Kepala Bagian
Organisasi dan Tata Laksana;
4.3.7. Membahas pengembangan SOP dan MI Direktorat Jenderal Anggaran
bersama unit terkait dan Biro Organta;
4.3.8. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun SOP dan MI Direktorat
Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan;
4.3.9. Meneliti rancangan SOP dan MI Direktorat Jenderal Anggaran sesuai
hasil pembahasan serta menyampaikan kepada Kepala Bagian
Organisasi dan Tata Laksana.

4.4. Menyusun rancangan pedoman tata persuratan di lingkungan Direktorat


Jenderal Anggaran.
4.4.1. Melakukan identifikasi dan analisis permasalahan terkait dengan
penyusunan rancangan pedoman tata persuratan di lingkungan Direktorat
Jenderal Anggaran;
4.4.2. Menugaskan Pelaksana untuk mengumpulkan bahan dan data yang
diperlukan untuk penyusunan rancangan pedoman tata persuratan;
4.4.3. Meneliti, menganalisa dan mengelompokkan bahan dan data yang
diperlukan untuk penyusunan rancangan pedoman tata persuratan di
lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.4.4. Menugaskan pelaksana untuk menyusun rancangan pedoman tata
persuratan di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran;

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 59 -

4.4.5. Meneliti rancangan pedoman tata persuratan di lingkungan Direktorat


Jenderal Anggaran dan menyampaikan kepada Kepala Bagian
Organisasi dan Tata Laksana;
4.4.6. Membahas rancangan pedoman tata persuratan di lingkungan Direktorat
Jenderal Anggaran bersama dengan Kepala Bagian Organisasi dan Tata
Laksana, nara sumber terkait dan Biro Organta;
4.4.7. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun rancangan pedoman tata
persuratan di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil
pembahasan;
4.4.8. Meneliti dan mengoreksi rancangan pedoman tata persuratan di
lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan serta
menyampaikan kepada Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
4.5.

Menyiapkan bahan untuk pengembangan kinerja organisasi di lingkungan


Direktorat Jenderal Anggaran dengan menggunakan konsep Balance
Score Card (BSC) dan perumusan Key Performance Indikator (KPI)
Direktorat Jenderal Anggaran.
4.5.1. Melakukan identifikasi dan analisis terhadap Depkeu wide, visi dan misi
DJA, Tugas Pokok dan Fungsi DJA, serta keinginan stakeholder DJA
dalam rangka penyusunan konsep BSC dan perumusan KPI sebagai
upaya pengembangan kinerja organisasi di lingkungan Direktorat
Jenderal Anggaran;
4.5.2. Menugaskan Pelaksana untuk mengumpulkan bahan dan data yang
diperlukan untuk menyusun konsep BSC dan KPI DJA;
4.5.3. Meneliti dan menganalisis data untuk menyusun konsep BSC dan KPI
DJA;
4.5.4. Membahas konsep BSC dan KPI DJA dengan Kepala Bagian Organisasi
dan Tata Laksana;
4.5.5. Menugaskan pelaksana untuk menyiapkan bahan presentasi mengenai
konsep BSC dan KPI DJA;
4.5.6. Mempresentasikan dan membahas konsep BSC dan KPI DJA bersama
Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana, Direktorat Teknis,
Konsultan, dan Pushaka.
4.5.7. Menyempurnakan konsep BSC dan KPI DJA sesuai hasil pembahasan
dan menyampaikan kepada Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana.

4.6.

Melakukan monitoring dan evaluasi pencapaian kinerja (KPI) organisasi di


lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
4.6.1. Melakukan identifikasi dan analisis pencapaian kinerja (KPI) organisasi
Direktorat Jenderal Anggaran berdasarkan KPI masing-masing;
4.6.2. Menugaskan Pelaksana untuk mengumpulkan bahan pencapaian kinerja
(KPI) unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.6.3. Meneliti, menganalisis dan menyusun konsep laporan pencapaian kinerja
(KPI) organisasi;
4.6.4. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun jadwal pembahasan mengenai
pencapaian kinerja (KPI) organisasi Direktorat Jenderal Anggaran;
4.6.5. Membahas pencapaian kinerja (KPI) organisasi Direktorat Jenderal
Anggaran bersama dengan Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana,
dan nara sumber terkait (Pushaka).

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 60 -

4.6.6. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun rancangan pencapaian kinerja


(KPI) organisasi Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan.
4.6.7. Meneliti rancangan pencapaian kinerja (KPI) organisasi Direktorat
Jenderal Anggaran serta menyampaikan Kepala Bagian Organisasi dan
Tata Laksana.
4.7. Melakukan legal drafting atas konsep peraturan di lingkungan Direktorat
Jenderal Anggaran.
4.7.1. Melakukan identifikasi dan analisis permasalahan terhadap peraturan
terkait di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.7.2. Menugaskan Pelaksana untuk mengumpulkan bahan dan data yang
diperlukan untuk pelaksanaan legal drafting konsep peraturan Direktorat
Jenderal Anggaran;
4.7.3. Membahas konsep peraturan di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran
bersama unit terkait;
4.7.4. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun/memperbaiki konsep peraturan
hasil legal drafting
Direktorat Jenderal Anggaran berdasarkan hasil
pembahasan;
4.7.5. Meneliti dan mengoreksi konsep peraturan Direktorat Jenderal Anggaran
hasil legal drafting serta menyampaikan Kepala Bagian Organisasi dan
Tata Laksana.
4.8. Menyusun bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, Penetapan
Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal.
4.8.1. Mempelajari Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, Penetapan Kinerja dan
LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal tahun lalu dan tahun berjalan;
4.8.2. Menugaskan Pelaksana untuk mengumpulkan bahan dan menyiapkan
konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, Penetapan
Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal;
4.8.3. Meneliti dan mengoreksi konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT,
RKA-KL, Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal;
4.8.4. Membahas konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL,
Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal bersama
Kepala Bagian dan para Kepala Subbagian pada Bagian Organisasi dan
Tata Laksana;
4.8.5. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun konsep bahan masukan
Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat
Direktorat Jenderal sesuai hasil pembahasan;
4.8.6. Meneliti dan mengoreksi konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT,
RKA-KL, Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal
serta menyampaikan kepada Kepala Bagian Organisasi dan Tata
Laksana.
4.9. Menyusun konsep tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari aparat
pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
4.9.1. Mempelajari disposisi Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana untuk
menindaklanjuti LHP;
4.9.2. Menugaskan Pelaksana untuk menyiapkan bahan tindak lanjut LHP;
4.9.3. Menyusun konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada
Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 61 -

5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


5.1. Disposisi Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
5.2. Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, PK dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal
tahun lalu dan tahun berjalan
5.3. Data, informasi, laporan, permasalahan ataupun usulan yang berkenaan dengan
prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal Anggaran.
5.4. Bahan analisa pemecahan masalah prosedur dan metode kerja unit organisasi
di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.5. Bahan, data, rancangan pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal
Anggaran.
5.6. Bahan, data legal drafting.
5.7. Bahan, data Key Performance Indikator Direktorat Jenderal Anggaran dan KPI
Departemen Keuangan.
5.8. Data program kerja Direktorat Jenderal Anggaran, program kerja Sekretariat dan
program kerja Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
5.9. LHP dari aparat pengawasan fungsional/pengawasan masyarakat.
5.10. Konsep surat/nota dinas dari pelaksana.
6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :
6.1. Peraturan perundang-undangan di bidang Anggaran serta peraturan
pelaksanaannya.
6.2. Peraturan perundang-undangan di bidang Keuangan Negara, Perbendaharaan
serta peraturan pelaksanaannya.
6.3. Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tatakerja Departemen
Keuangan.
6.4. Peraturan, Keputusan, Surat Edaran, Instruksi Menteri Keuangan atau Pejabat
eselon I di lingkungan Departemen Keuangan.
6.5. Buku petunjuk pelaksanaan pekerjaan di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran.
6.6. Pedoman Tata Persuratan Dinas.
7. HASIL KERJA :
7.1. Rancangan prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal Anggaran berupa
standard operating procedures (SOP) dan manual instruction.
7.2. Konsep hasil monitoring pelaksanaan SOP dan MI di lingkungan Direktoran
Jenderal Anggaran.
7.3. Rancangan revisi standard operating procedures (SOP) dan manual instruction
Direktorat Jenderal Anggaran.
7.4. Rancangan pedoman tata persuratan dinas Direktorat Jenderal Anggaran.
7.5. Rancangan konsep BSC dan rancangan perumusan Key Performance Indikator
Direktorat Jenderal Anggaran.
7.6. Konsep pencapaian kinerja organisasi (KPI) Direktorat Jenderal Anggaran
7.7. Legal drafting konsep peraturan.
7.8. Bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, PK dan LAKIP Sekretariat
Direktorat Jenderal.
7.9. Konsep tanggapan LHP.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 62 -

8. WEWENANG :
8.1. Mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Kepala Bagian Organisasi dan
Tata Laksana.
8.2. Memaraf konsep surat dan laporan.
8.3. Mengajukan usul rancangan prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal
Anggaran berupa standard operating procedures (SOP) dan manual instruction.
8.4. Mengajukan usul monitoring prosedur dan metode kerja.
8.5. Mengajukan usul rancangan revisi standard operating procedures (SOP) dan
manual instruction Direktorat Jenderal Anggaran.
8.6. Mengajukan usul rancangan pedoman tata persuratan dinas Direktorat Jenderal
Anggaran.
8.7. Mengajukan usul rancangan konsep BSC dan rancangan perumusan Key
Performance Indikator Direktorat Jenderal Anggaran.
8.8. Mengajukan usul rancangan laporan capaian Key Performance Indikator
Direktorat Jenderal Anggaran.
8.9. Mengajukan usul Legal drafting konsep peraturan.
8.10. Meminta data/informasi, bahan atau hal-hal yang diperlukan.
9. TANGGUNGJAWAB :
9.1. Usul, saran dan pendapat yang diajukan.
9.2. Kebenaran konsep dan paraf surat, laporan.
9.3. Kebenaran usul prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal Anggaran
berupa standard operating procedures (SOP) dan manual instruction.
9.4. Kebenaran usul bahan dan data monitoring prosedur dan metode kerja.
9.5. Kebenaran usul rancangan revisi standard operating procedures (SOP) dan
manual instruction Direktorat Jenderal Anggaran.
9.6. Kebenaran usul pedoman tata persuratan dinas Direktorat Jenderal Anggaran.
9.7. Kebenaran usul rancangan konsep BSC dan rancangan perumusan Key
Performance Indikator Direktorat Jenderal Anggaran.
9.8. Kebenaran usul rancangan laporan capaian Key Performance Indikator
Direktorat Jenderal Anggaran.
9.9. Kebenaran usul Legal drafting konsep peraturan.
9.10. Kebenaran data/informasi yang diberikan.
10. DIMENSI JABATAN :
- Dimensi Non Keuangan : jumlah bawahan langsung 4 (empat) orang.
- Cakupan: 7 Unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran
38 Unit eselon III di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran
143 unit Eselon IV di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran
11. HUBUNGAN KERJA :
11.1. Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana dalam hal menerima tugas,
petunjuk, pengarahan dan mengajukan usul, saran, pendapat dan telaahan
pemecahan masalah mengenai pelaksanaan tugas.
11.2. Para Kepala Subbagian di lingkungan Bagian Organisasi dan Tata Laksana
dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 63 -

11.3. Para pelaksana di lingkungan Subbagian Tata Laksana dalam hal pelaksanaan
tugas.
11.4. Para pejabat di lingkungan Biro Organta, dalam hal pembahasan dan konsultasi
mengenai prosedur dan metode kerja unit organisasi di lingkungan Direktorat
Jenderal Anggaran.
11.5. Pihak lain yang terkait dalam hal pelaksanaan tugas.
12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN :
Dinamika perkembangan organisasi yang selalu berubah dengan cepat sehingga
dituntut menguasai tugas pokok dan fungsi serta peraturan perundangan yang terkait
sehingga dapat dihasilkan/diselenggarakan ketatalaksanaan yang optimal (efektif dan
efisien) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
13. RISIKO JABATAN : Tidak ada
14. SYARAT JABATAN:
14.1. Pangkat/Golongan
14.2. Pendidikan Formal
14.3. Diklat/Kursus
14.4. Syarat lainnya

:
:
:
:

Penata / III c
Strata I
Diklatpim Tk IV
- Visioning (1)
- In-dept Prob Solving & Analysis (2)
- Adapting to Change (2)
- Continuous Improvement (2)
- Policies, Processes & Procedures (2)
- Stakeholder Services (2)
- Integrity (2)
- Teamwork and Collaboration (2)
- Presentation Skills (2)

15. KEDUDUKAN JABATAN:

KEPALA BAGIAN
ORGANISASI DAN TATA LAKSANA

KASUBBAG
ORGANISASI

KASUBBAG
TATA LAKSANA

KASUBBAG
PELAPORAN

PENELAAH BAHAN TELAAHAN TK. I


PENELAAH BAHAN TELAAHAN TK. II
PEMROSES BAHAN TELAAHAN TK. I
PEMROSES BAHAN TELAAHAN TK. II
PENYAJI BAHAN TELAAHAN TK. I
PENYAJI BAHAN TELAAHAN TK. II

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 64 <<

1. NAMA JABATAN

: Penelaah Bahan Telaahan Tk. I

2. IKHTISAR JABATAN

Membantu melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja,


monitoring, evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja serta
pengembangan kinerja organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
3. TUJUAN JABATAN :
Mendukung terwujudnya prosedur kerja dan metode kerja serta kinerja organisasi
yang efektif dan efisien di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :
4.1.

Melakukan penelaahan bahan dalam rangka penyusunan prosedur kerja


(Standard Operating Procedures (SOP)) dan metode kerja (Manual
Instruction(MI)) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.1.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk penyusunan SOP
dan MI Direktorat Jenderal Anggaran;
4.1.2. Menelaah bahan penyusunan SOP dan MI
Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.1.3. Membahas hasil telaahan bahan SOP dan MI Direktorat Jenderal
Anggaran bersama Kepala Subbagian Tata Laksana;
4.1.4. Menyusun konsep telaahan bahan penyusunan rancangan SOP dan MI
sesuai hasil pembahasan dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian
Tata Laksana.

4.2. Melakukan penelaahan bahan monitoring prosedur kerja (Standard


Operating Procedures (SOP)) dan metode kerja (Manual Instruction(MI))
Direktorat Jenderal Anggaran.
4.2.1. Mempelajari bahan monitoring SOP dan MI Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.2.2. Menelaah bahan monitoring SOP dan MI Direktorat Jenderal Anggaran;
4.2.3. Membahas hasil telaahan bahan monitoring SOP dan MI Direktorat
Jenderal Anggaran bersama Kepala Subbagian Tata Laksana;
4.2.4. Menyusun konsep telaahan bahan monitoring SOP dan MI Direktorat
Jenderal Anggaran dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata
Laksana.
4.3.

Melakukan penelaahan bahan evaluasi dan pengembangan prosedur kerja


(Standard Operating Procedures (SOP)) dan metode kerja (Manual
Instruction (MI)) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.3.1. Mempelajari bahan dan rekomendasi evaluasi dan pengembangan SOP
dan MI Direktorat Jenderal Anggaran;
4.3.2. Menelaah bahan evaluasi dan pengembangan pelaksanaan SOP dan MI
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.3.3. Membahas hasil telaahan bahan evaluasi dan pengembangan SOP dan
MI Direktorat Jenderal Anggaran bersama Kepala Subbagian Tata
Laksana;

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 65 -

4.3.4. Menyusun konsep telaahan bahan evaluasi dan pengembangan SOP


dan MI Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan dan
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata Laksana.
4.4. Melakukan penelaahan rancangan pedoman tata persuratan di lingkungan
Direktorat Jenderal Anggaran.
4.4.1. Mempelajari bahan rancangan pedoman tata persuratan di lingkungan
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.4.2. Menelaah bahan rancangan pedoman tata persuratan di lingkungan
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.4.3. Membahas hasil telaahan bahan rancangan pedoman tata persuratan di
lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran bersama Kepala Subbagian
Tata Laksana, unit terkait dan Biro Organta;
4.4.4. Menyusun konsep telaahan bahan rancangan pedoman tata persuratan
di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan
dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata Laksana.
4.5.

Melakukan penelaahan bahan untuk pengembangan kinerja organisasi di


lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran dengan menggunakan konsep
Balance Score Card (BSC) dan perumusan Key Performance Indicator
(KPI) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.5.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk pengembangan
kinerja organisasi Direktorat Jenderal Anggaran;
4.5.2. Menelaah bahan dan data untuk menyusun konsep BSC dan KPI DJA
dalam rangka menyusun rancangan pengembangan kinerja organisasi
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.5.3. Membahas hasil telaahan bahan rancangan pengembangan kinerja
organisasi Direktorat Jenderal Anggaran bersama Kepala Subbagian
Tata Laksana;
4.5.4. Menyusun konsep telaahan bahan rancangan pengembangan kinerja
organisasi Direktorat Jenderal Anggaran serta menyampaikan kepada
Kepala Subbagian Tata Laksana.

4.6. Melakukan penelaahan bahan monitoring dan evaluasi pencapaian kinerja


(KPI) organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
4.6.1. Mempelajari bahan monitoring dan evaluasi pencapaian kinerja (KPI)
organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.6.2. Menelaah bahan monitoring dan evaluasi pencapaian kinerja (KPI)
organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.6.3. Membahas hasil telaahan bahan monitoring dan evaluasi pencapaian
kinerja (KPI) organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran
bersama Kepala Subbagian Tata Laksana;
4.6.4. Menyusun konsep telaahan bahan monitoring dan evaluasi pencapaian
kinerja (KPI) organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran
sesuai hasil pembahasan dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian
Tata Laksana.
4.7.

Melakukan penelaahan pelaksanaan legal drafting atas konsep peraturan


di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 66 -

4.7.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk pelaksanaan legal
drafting atas konsep peraturan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.7.2. Menelaah bahan pelaksanaan legal drafting atas konsep peraturan
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.7.3. Membahas hasil telaahan bahan pelaksanaan legal drafting atas konsep
peraturan Direktorat Jenderal Anggaran bersama Kepala Subbagian Tata
Laksana;
4.7.4. Menyusun konsep telaahan bahan pelaksanaan legal drafting atas
konsep peraturan Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan
dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata Laksana.
4.8. Melakukan penelaahan bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL,
Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal.
4.8.1. Mempelajari bahan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, Penetapan Kinerja
dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal tahun lalu dan tahun berjalan;
4.8.2. Menelaah konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL,
Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal;
4.8.3. Membahas konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL,
Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal bersama
Kepala Subbagian Tata Laksana;
4.8.4. Menyusun konsep telaahan bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKAKL, Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal sesuai
hasil pembahasan dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata
Laksana.
4.9. Melakukan penelaahan konsep tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan
(LHP) dari aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
4.9.1. Menyusun konsep telaahan tanggapan LHP dan menyampaikannya
kepada Kepala Subbagian Tata Laksana.
5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :
5.1. Pengarahan dan disposisi dari Kepala Subbagian Tata Laksana.
5.2. Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, PK dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal
tahun lalu dan tahun berjalan
5.3. Data, informasi, laporan, permasalahan ataupun usulan yang berkenaan dengan
prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal Anggaran.
5.4. Bahan analisa pemecahan masalah prosedur dan metode kerja unit organisasi
di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.5. Bahan, data, rancangan pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal
Anggaran.
5.6. Bahan, data legal drafting.
5.7. Bahan, data Key Performance Indikator Direktorat Jenderal Anggaran dan KPI
Departemen Keuangan.
5.8. Data program kerja Direktorat Jenderal Anggaran, program kerja Sekretariat dan
program kerja Bagian Organisasi dan Tata Laksana;
5.9. LHP dari aparat pengawasan fungsional/pengawasan masyarakat.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 67 -

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


6.1. Peraturan perundang-undangan di bidang Anggaran serta peraturan
pelaksanaannya.
6.2. Peraturan perundang-undangan di bidang Keuangan Negara, Perbendaharaan
serta peraturan pelaksanaannya.
6.3. Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tatakerja Departemen
Keuangan.
6.4. Peraturan, Keputusan, Surat Edaran, Instruksi Menteri Keuangan atau Pejabat
eselon I di lingkungan Departemen Keuangan.
6.5. Buku petunjuk pelaksanaan pekerjaan di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran.
6.6. Pedoman Tata Persuratan Dinas.
7. HASIL KERJA :
7.1. Rancangan konsep prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal Anggaran
berupa standard operating procedures (SOP) dan manual instruction.
7.2. Konsep hasil monitoring pelaksanaan SOP dan MI.
7.3. Rancangan konsep revisi standard operating procedures (SOP) dan manual
instruction Direktorat Jenderal Anggaran.
7.4. Rancangan konsep pedoman tata persuratan dinas Direktorat Jenderal
Anggaran.
7.5. Rancangan konsep BSC dan rancangan perumusan Key Performance Indikator
Direktorat Jenderal Anggaran.
7.6. Rancangan konsep pencapaian kinerja (KPI) organisasi Direktorat Jenderal
Anggaran
7.7. Legal drafting rancangan konsep peraturan.
7.8. Bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, PK dan LAKIP Sekretariat
Direktorat Jenderal.
7.9. Rancangan Konsep tanggapan LHP.
8. WEWENANG :
8.1. Mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Kepala Subbagian Tata Laksana.
8.2. Mengajukan usul rancangan prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal
Anggaran berupa standard operating procedures (SOP) dan manual instruction.
8.3. Mengajukan usul bahan dan data monitoring prosedur dan metode kerja.
8.4. Mengajukan usul rancangan revisi standard operating procedures (SOP) dan
manual instruction Direktorat Jenderal Anggaran.
8.5. Mengajukan usul rancangan pedoman tata persuratan dinas Direktorat Jenderal
Anggaran.
8.6. Mengajukan usul rancangan konsep BSC dan rancangan perumusan Key
Performance Indikator Direktorat Jenderal Anggaran.
8.7. Mengajukan usul rancangan laporan capaian Key Performance Indikator
Direktorat Jenderal Anggaran.
8.8. Mengajukan usul Legal drafting konsep peraturan.
8.9. Meminta data/informasi, bahan atau hal-hal yang diperlukan.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 68 -

9. TANGGUNGJAWAB :
9.1. Usul, saran dan pendapat yang diajukan.
9.2. Kebenaran usul prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal Anggaran
berupa standard operating procedures (SOP) dan manual instruction.
9.3. Kebenaran usul bahan dan data monitoring prosedur dan metode kerja.
9.4. Kebenaran usul rancangan revisi standard operating procedures (SOP) dan
manual instruction Direktorat Jenderal Anggaran.
9.5. Kebenaran usul pedoman tata persuratan dinas Direktorat Jenderal Anggaran.
9.6. Kebenaran usul rancangan konsep BSC dan rancangan perumusan Key
Performance Indikator Direktorat Jenderal Anggaran.
9.7. Kebenaran usul rancangan laporan capaian Key Performance Indikator
Direktorat Jenderal Anggaran.
9.8. Kebenaran usul Legal drafting konsep peraturan.
9.9. Kebenaran data/informasi yang diberikan.
10. HUBUNGAN KERJA :
10.1. Kepala Subbagian Tata Laksana dalam hal menerima tugas, petunjuk,
pengarahan dan mengajukan usul, saran, pendapat dan telaahan pemecahan
masalah mengenai pelaksanaan tugas.
10.2. Para Pelaksana dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas.
10.3. Biro Organta, dalam hal pembahasan dan konsultasi mengenai prosedur dan
metode kerja unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
10.4. Pihak lain yang terkait dalam hal pelaksanaan tugas.
11. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN :
Dinamika perkembangan organisasi yang selalu berubah dengan cepat sehingga
dituntut menguasai tugas pokok dan fungsi serta peraturan perundangan yang terkait
sehingga dapat dihasilkan/diselenggarakan ketatalaksanaan yang optimal (efektif dan
efisien) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
12. RISIKO JABATAN : Tidak ada
13. SYARAT JABATAN:
13.1. Pangkat/Golongan
13.2. Pendidikan Formal
13.3. Diklat/Kursus
13.5. Syarat lainnya

:
:
:
:

III/b III/d
Strata I
- Menguasai bidang tugasnya
- Standar Kompetensi
Menguasai
prinsip-prinsip
organisasi
dan
manajemen;
Menguasai tugas dan fungsi organisasi DJA;
Menguasai prosedur kerja (SOP) dan Manual
Instruction (MI);
Menguasai pedoman tata persuratan;
Menguasai konsep BSC dan KPI;
Menguasai legal drafting konsep peraturan.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 69 -

1. NAMA JABATAN

: Penelaah Bahan Telaahan Tk. II

2. IKHTISAR JABATAN

Membantu melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja,


monitoring, evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja serta
pengembangan kinerja organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
3. TUJUAN JABATAN :
Mendukung terwujudnya prosedur kerja dan metode kerja serta kinerja organisasi
yang efektif dan efisien di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :
4.1. Membantu melakukan penelaahan bahan dalam rangka penyusunan
prosedur kerja (Standard Operating Procedures (SOP)) dan metode kerja
(Manual Instruction(MI)) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.1.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk penyusunan SOP
dan MI Direktorat Jenderal Anggaran;
4.1.2. Menelaah bahan penyusunan SOP dan MI
Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.1.3. Membahas hasil telaahan bahan SOP dan MI Direktorat Jenderal
Anggaran bersama Kepala Subbagian Tata Laksana;
4.1.4. Menyusun konsep telaahan bahan penyusunan rancangan SOP dan MI
sesuai hasil pembahasan dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian
Tata Laksana.
4.2. Membantu melakukan penelaahan bahan monitoring prosedur kerja
(Standard Operating Procedures (SOP)) dan metode kerja (Manual
Instruction(MI)) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.2.1. Mempelajari bahan monitoring SOP dan MI Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.2.2. Menelaah bahan monitoring SOP dan MI Direktorat Jenderal Anggaran;
4.2.3. Membahas hasil telaahan bahan monitoring SOP dan MI Direktorat
Jenderal Anggaran bersama Kepala Subbagian Tata Laksana;
4.2.4. Menyusun konsep telaahan bahan monitoring SOP dan MI Direktorat
Jenderal Anggaran dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata
Laksana.
4.3. Membantu melakukan penelaahan bahan evaluasi dan pengembangan
pelaksanaan prosedur kerja (Standard Operating Procedures (SOP)) dan
metode kerja (Manual Instruction (MI)) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.3.1. Mempelajari bahan dan rekomendasi evaluasi dan pengembangan SOP
dan MI Direktorat Jenderal Anggaran;
4.3.2. Menelaah bahan evaluasi dan pengembangan pelaksanaan SOP dan MI
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.3.3. Membahas hasil telaahan bahan evaluasi dan pengembangan SOP dan
MI Direktorat Jenderal Anggaran bersama Kepala Subbagian Tata
Laksana;

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 70 -

4.3.4. Menyusun konsep telaahan bahan evaluasi dan pengembangan SOP


dan MI Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan dan
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata Laksana.
4.4.

Membantu melakukan penelaahan rancangan pedoman tata persuratan di


lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
4.4.1. Mempelajari bahan rancangan pedoman tata persuratan di lingkungan
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.4.2. Menelaah bahan rancangan pedoman tata persuratan di lingkungan
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.4.3. Membahas hasil telaahan bahan rancangan pedoman tata persuratan di
lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran bersama Kepala Subbagian
Tata Laksana, unit terkait dan Biro Organta;
4.4.4. Menyusun konsep telaahan bahan rancangan pedoman tata persuratan
di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan
dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata Laksana.

4.5.

Membantu melakukan penelaahan bahan untuk pengembangan kinerja


organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran dengan
menggunakan konsep Balance Score Card (BSC) dan perumusan Key
Performance Indicator (KPI) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.5.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk pengembangan
kinerja organisasi Direktorat Jenderal Anggaran;
4.5.2. Menelaah bahan dan data untuk menyusun konsep BSC dan KPI DJA
dalam rangka menyusun rancangan pengembangan kinerja organisasi
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.5.3. Membahas hasil telaahan bahan rancangan pengembangan kinerja
organisasi Direktorat Jenderal Anggaran bersama Kepala Subbagian
Tata Laksana;
4.5.4. Menyusun konsep telaahan bahan rancangan pengembangan kinerja
organisasi Direktorat Jenderal Anggaran serta menyampaikan kepada
Kepala Subbagian Tata Laksana.

4.6. Membantu melakukan penelaahan bahan monitoring dan evaluasi


pencapaian kinerja (KPI) organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran.
4.6.1. Mempelajari bahan monitoring dan evaluasi pencapaian kinerja (KPI)
organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.6.2. Menelaah bahan monitoring dan evaluasi pencapaian kinerja (KPI)
organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.6.3. Membahas hasil telaahan bahan monitoring dan evaluasi pencapaian
kinerja (KPI) organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran
bersama Kepala Subbagian Tata Laksana;
4.6.4. Menyusun konsep telaahan bahan monitoring dan evaluasi pencapaian
kinerja (KPI) organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran
sesuai hasil pembahasan dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian
Tata Laksana.
4.7.

Membantu melakukan penelaahan pelaksanaan legal drafting atas konsep


peraturan di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 71 -

4.7.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk pelaksanaan legal
drafting atas konsep peraturan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.7.2. Menelaah bahan pelaksanaan legal drafting atas konsep peraturan
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.7.3. Membahas hasil telaahan bahan pelaksanaan legal drafting atas konsep
peraturan Direktorat Jenderal Anggaran bersama Kepala Subbagian Tata
Laksana;
4.7.4. Menyusun konsep telaahan bahan pelaksanaan legal drafting atas
konsep peraturan Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan
dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata Laksana.
4.8.

Membantu melakukan penelaahan bahan masukan Renstra, Renja, RKT,


RKA-KL, Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal.
4.8.1. Mempelajari bahan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, Penetapan Kinerja
dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal tahun lalu dan tahun berjalan;
4.8.2. Menelaah konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL,
Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal;
4.8.3. Membahas konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL,
Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal bersama
Kepala Subbagian Tata Laksana;
4.8.4. Menyusun konsep telaahan bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKAKL, Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal sesuai
hasil pembahasan dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata
Laksana.

4.9. Membantu melakukan penelaahan konsep tanggapan Laporan Hasil


Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan fungsional dan pengawasan
masyarakat.
4.9.1. Menyusun konsep telaahan tanggapan LHP dan menyampaikannya
kepada Kepala Subbagian Tata Laksana.
5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :
5.1. Pengarahan dan disposisi dari Kepala Subbagian Tata Laksana.
5.2. Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, PK dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal
tahun lalu dan tahun berjalan
5.3. Data, informasi, laporan, permasalahan ataupun usulan yang berkenaan dengan
prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal Anggaran.
5.4. Bahan analisa pemecahan masalah prosedur dan metode kerja unit organisasi
di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.5. Bahan, data, rancangan pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal
Anggaran.
5.6. Bahan, data legal drafting.
5.7. Bahan, data Key Performance Indikator Direktorat Jenderal Anggaran dan KPI
Departemen Keuangan.
5.8. Data program kerja Direktorat Jenderal Anggaran, program kerja Sekretariat dan
program kerja Bagian Organisasi dan Tata Laksana;
5.9. LHP dari aparat pengawasan fungsional/pengawasan masyarakat.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 72 -

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


6.1. Peraturan perundang-undangan di bidang Anggaran serta peraturan
pelaksanaannya.
6.2. Peraturan perundang-undangan di bidang Keuangan Negara, Perbendaharaan
serta peraturan pelaksanaannya.
6.3. Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tatakerja Departemen
Keuangan.
6.4. Peraturan, Keputusan, Surat Edaran, Instruksi Menteri Keuangan atau Pejabat
eselon I di lingkungan Departemen Keuangan.
6.5. Buku petunjuk pelaksanaan pekerjaan di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran.
6.6. Pedoman Tata Persuratan Dinas.
7. HASIL KERJA :
7.1. Rancangan konsep prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal Anggaran
berupa standard operating procedures (SOP) dan manual instruction.
7.2. Rancangan konsep hasil monitoring prosedur dan metode kerja.
7.3. Rancangan konsep revisi standard operating procedures (SOP) dan manual
instruction Direktorat Jenderal Anggaran.
7.4. Rancangan konsep pedoman tata persuratan dinas Direktorat Jenderal
Anggaran.
7.5. Rancangan konsep BSC dan rancangan perumusan Key Performance Indikator
Direktorat Jenderal Anggaran.
7.6. Rancangan konsep pencapaian kinerja (KPI) organisasi Direktorat Jenderal
Anggaran
7.7. Legal drafting rancangan konsep peraturan.
7.8. Bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, PK dan LAKIP Sekretariat
Direktorat Jenderal.
7.9. Rancangan Konsep tanggapan LHP.
8. WEWENANG :
8.1. Mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Kepala Subbagian Tata Laksana.
8.2. Mengajukan usul rancangan prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal
Anggaran berupa standard operating procedures (SOP) dan manual instruction.
8.3. Mengajukan usul bahan dan data monitoring prosedur dan metode kerja.
8.4. Mengajukan usul rancangan revisi standard operating procedures (SOP) dan
manual instruction Direktorat Jenderal Anggaran.
8.5. Mengajukan usul rancangan pedoman tata persuratan dinas Direktorat Jenderal
Anggaran.
8.6. Mengajukan usul rancangan konsep BSC dan rancangan perumusan Key
Performance Indikator Direktorat Jenderal Anggaran.
8.7. Mengajukan usul rancangan laporan capaian Key Performance Indikator
Direktorat Jenderal Anggaran.
8.8. Mengajukan usul Legal drafting konsep peraturan.
8.9. Meminta data/informasi, bahan atau hal-hal yang diperlukan.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 73 -

9. TANGGUNGJAWAB :
9.1. Usul, saran dan pendapat yang diajukan.
9.2. Kebenaran usul prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal Anggaran
berupa standard operating procedures (SOP) dan manual instruction.
9.3. Kebenaran usul bahan dan data monitoring prosedur dan metode kerja.
9.4. Kebenaran usul rancangan revisi standard operating procedures (SOP) dan
manual instruction Direktorat Jenderal Anggaran.
9.5. Kebenaran usul pedoman tata persuratan dinas Direktorat Jenderal Anggaran.
9.6. Kebenaran usul rancangan konsep BSC dan rancangan perumusan Key
Performance Indikator Direktorat Jenderal Anggaran.
9.7. Kebenaran usul rancangan laporan capaian Key Performance Indikator
Direktorat Jenderal Anggaran.
9.8. Kebenaran usul Legal drafting konsep peraturan.
9.9. Kebenaran data/informasi yang diberikan.
10. HUBUNGAN KERJA :
10.1. Kepala Subbagian Tata Laksana dalam hal menerima tugas, petunjuk,
pengarahan dan mengajukan usul, saran, pendapat dan telaahan pemecahan
masalah mengenai pelaksanaan tugas.
10.2. Para Pelaksana dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas.
10.3. Biro Organta, dalam hal pembahasan dan konsultasi mengenai prosedur dan
metode kerja unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
10.4. Pihak lain yang terkait dalam hal pelaksanaan tugas.
11. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN :
Dinamika perkembangan organisasi yang selalu berubah dengan cepat sehingga
dituntut menguasai tugas pokok dan fungsi serta peraturan perundangan yang terkait
sehingga dapat dihasilkan/diselenggarakan ketatalaksanaan yang optimal (efektif dan
efisien) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
12. RISIKO JABATAN : Tidak ada
13. SYARAT JABATAN:
13.1. Pangkat/Golongan
13.2. Pendidikan Formal
13.3. Diklat/Kursus
13.6. Syarat lainnya

:
:
:
:

III/a III/c
Strata I
- Menguasai bidang tugasnya
- Standar Kompetensi
Menguasai
prinsip-prinsip
organisasi
dan
manajemen;
Menguasai tugas dan fungsi organisasi DJA;
Menguasai prosedur kerja (SOP) dan metode
kerja (MI);
Menguasai pedoman tata persuratan;
Menguasai konsep BSC dan KPI;
Menguasai legal drafting konsep peraturan.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 74 -

1. NAMA JABATAN

: Pemroses Bahan Telaahan Tk. I

2. IKHTISAR JABATAN

Membantu melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja,


monitoring, evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja serta
pengembangan kinerja organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
3. TUJUAN JABATAN :
Mendukung terwujudnya prosedur kerja dan metode kerja serta kinerja organisasi
yang efektif dan efisien di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
4.

URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :


4.1. Melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka penyusunan
prosedur kerja (Standard Operating Procedures (SOP)) dan metode kerja
(Manual Instruction(MI)) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.1.1. Mempelajari bahan penyusunan rancangan SOP dan MI Direktorat
Jenderal Anggaran;
4.1.2. Meneliti bahan penyusunan rancangan SOP dan MI Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.1.3. Mengolah/mentabulasi data dalam rangka penyusunan rancangan SOP
dan MI sesuai hasil pembahasan dan menyampaikan kepada Kepala
Subbagian Tata Laksana.
4.2. Melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka monitoring
prosedur kerja (Standard Operating Procedures (SOP)) dan metode kerja
(Manual Instruction(MI)) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.2.1. Mempelajari bahan monitoring SOP dan MI Direktorat Jenderal Anggaran;
4.2.2. Meneliti bahan monitoring SOP dan MI Direktorat Jenderal Anggaran;
4.2.3. Mengolah/mentabulasi data dalam rangka monitoring SOP dan MI
Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan dan
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata Laksana.
4.3. Melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka evaluasi dan
pengembangan pelaksanaan prosedur kerja (Standard Operating
Procedures (SOP)) dan metode kerja (Manual Instruction (MI)) Direktorat
Jenderal Anggaran.
4.3.1. Mempelajari bahan dan rekomendasi evaluasi dan pengembangan SOP
dan MI Direktorat Jenderal Anggaran;
4.3.2. Meneliti bahan evaluasi dan pengembangan pelaksanaan SOP dan MI
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.3.3. Mengolah/mentabulasi data dalam rangka evaluasi dan pengembangan
SOP dan MI Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan dan
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata Laksana.
4.4. Melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka penyusunan
rancangan pedoman tata persuratan di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 75 -

4.4.1. Mempelajari bahan rancangan pedoman tata persuratan di lingkungan


Direktorat Jenderal Anggaran;
4.4.2. Meneliti bahan rancangan pedoman tata persuratan di lingkungan
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.4.3. Mengolah/mentabulasi data penyusunan rancangan pedoman tata
persuratan di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil
pembahasan dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata
Laksana.
4.5. Melakukan pengolahan dan
pentabulasian data dalam rangka
pengembangan kinerja organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran dengan menggunakan konsep Balance Score Card (BSC) dan
perumusan Key Performance Indicator (KPI) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.5.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk pengembangan
kinerja organisasi Direktorat Jenderal Anggaran;
4.5.2. Meneliti bahan dan data untuk menyusun konsep BSC dan KPI DJA
dalam rangka menyusun rancangan pengembangan kinerja organisasi
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.5.3. Mengolah/mentabulasi data rancangan pengembangan kinerja organisasi
Direktorat Jenderal Anggaran dan menyampaikan kepada Kepala
Subbagian Tata Laksana.
4.6. Melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka monitoring
dan evaluasi pencapaian kinerja (KPI) organisasi di lingkungan Direktorat
Jenderal Anggaran.
4.6.1. Mempelajari bahan monitoring dan evaluasi pencapaian kinerja
organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.6.2. Meneliti bahan monitoring dan evaluasi pencapaian kinerja organisasi di
lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.6.3. Mengolah/mentabulasi data rancangan bahan monitoring dan evaluasi
pencapaian kinerja organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran
dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata Laksana.
4.7. Melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka pelaksanaan
legal drafting
atas konsep peraturan di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran.
4.7.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk pelaksanaan legal
drafting atas konsep peraturan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.7.2. Meneliti bahan pelaksanaan legal drafting atas konsep peraturan
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.7.3. Mengolah/mentabulasi data rancangan bahan pelaksanaan legal drafting
atas konsep peraturan Direktorat Jenderal Anggaran dan menyampaikan
kepada Kepala Subbagian Tata Laksana.
4.8. Melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka penyiapan
konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, Penetapan Kinerja
dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 76 -

4.8.1. Mempelajari bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, Penetapan


Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal tahun lalu dan tahun
berjalan;
4.8.2. Meneliti bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, Penetapan
Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal;
4.8.3. Mengolah/mentabulasi data bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKAKL, Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal dan
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata Laksana.
4.9. Melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka penyusunan
konsep tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari aparat
pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
4.9.1. Mengolah/mentabulasi data dalam rangka penyusunan tanggapan LHP
dan menyampaikannya kepada Kepala Subbagian Tata Laksana.
5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :
5.1. Pengarahan dan disposisi dari Kepala Subbagian Tata Laksana.
5.2. Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, PK dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal
tahun lalu dan tahun berjalan
5.3. Data, informasi, laporan, permasalahan ataupun usulan yang berkenaan
dengan prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal Anggaran.
5.4. Bahan analisa pemecahan masalah prosedur dan metode kerja unit organisasi
di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.5. Bahan, data, rancangan pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal
Anggaran.
5.6. Bahan, data legal drafting.
5.7. Bahan, data Key Performance Indikator Direktorat Jenderal Anggaran dan KPI
Depkeu.
5.8. Data program kerja Direktorat Jenderal Anggaran, program kerja Sekretariat dan
program kerja Bagian Organisasi dan Tata Laksana;
5.9. LHP dari aparat pengawasan fungsional/pengawasan masyarakat.
6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :
6.1. Peraturan perundang-undangan di bidang Anggaran serta peraturan
pelaksanaannya.
6.2. Peraturan perundang-undangan di bidang Keuangan Negara, Perbendaharaan
serta peraturan pelaksanaannya.
6.3. Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tatakerja Departemen
Keuangan.
6.4. Peraturan, Keputusan, Surat Edaran, Instruksi Menteri Keuangan atau Pejabat
eselon I di lingkungan Departemen Keuangan.
6.5. Buku petunjuk pelaksanaan pekerjaan di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran.
6.6. Pedoman Tata Persuratan Dinas.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 77 -

7. HASIL KERJA :
7.1.
7.2.
7.3.
7.4.
7.5.
7.6.
7.7.
7.8.
7.9.

Hasil pengolahan data prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal


Anggaran berupa standard operating procedures (SOP) dan manual
instruction.
Hasil pengolahan data monitoring prosedur dan metode kerja.
Hasil pengolahan data revisi standard operating procedures (SOP) dan
manual instruction Direktorat Jenderal Anggaran.
Hasil pengolahan data pedoman tata persuratan dinas Direktorat Jenderal
Anggaran.
Hasil pengolahan data pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal
Anggaran dengan konsep BSC dan rancangan perumusan Key Performance
Indikator Direktorat Jenderal Anggaran.
Hasil pengolahan data pencapaian kinerja (KPI) organisasi Direktorat Jenderal
Anggaran
Hasil pengolahan data atas Legal drafting konsep peraturan.
Bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, PK dan LAKIP Sekretariat
Direktorat Jenderal.
Hasil pengolahan data tanggapan LHP.

8. WEWENANG :
8.1.
8.2.
8.3.
8.4.
8.5.
8.6.
8.7.
8.8.
8.9.

Mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Kepala Subbagian Tata


Laksana.
Mengajukan usul rancangan prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal
Anggaran berupa standard operating procedures (SOP) dan manual
instruction.
Mengajukan usul bahan dan data monitoring prosedur dan metode kerja.
Mengajukan usul rancangan revisi standard operating procedures (SOP) dan
manual instruction Direktorat Jenderal Anggaran.
Mengajukan usul rancangan pedoman tata persuratan dinas Direktorat
Jenderal Anggaran.
Mengajukan usul rancangan pengembangan kinerja organisasi Direktorat
Jenderal Anggaran dengan konsep BSC dan rancangan perumusan Key
Performance Indikator Direktorat Jenderal Anggaran.
Mengajukan usul rancangan laporan capaian Key Performance Indikator
Direktorat Jenderal Anggaran.
Mengajukan usul Legal drafting konsep peraturan.
Meminta data/informasi, bahan atau hal-hal yang diperlukan.

9. TANGGUNGJAWAB :
9.1.
9.2.
9.3.
9.4.
9.5.
9.6.

Usul, saran dan pendapat yang diajukan.


Kebenaran usul prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal Anggaran
berupa standard operating procedures (SOP) dan manual instruction.
Kebenaran usul bahan dan data monitoring prosedur dan metode kerja.
Kebenaran usul rancangan revisi standard operating procedures (SOP) dan
manual instruction Direktorat Jenderal Anggaran.
Kebenaran usul pedoman tata persuratan dinas Direktorat Jenderal Anggaran.
Kebenaran usul rancangan pengembangan kinerja organisasi Direktorat
Jenderal Anggaran dengan konsep BSC dan rancangan perumusan Key
Performance Indikator Direktorat Jenderal Anggaran.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 78 -

9.7.
9.8.
9.9.

Kebenaran usul rancangan laporan capaian Key Performance Indikator


Direktorat Jenderal Anggaran.
Kebenaran usul Legal drafting konsep peraturan.
Kebenaran data/informasi yang diberikan.

10. HUBUNGAN KERJA :


10.1. Kepala Subbagian Tata Laksana dalam hal menerima tugas, petunjuk,
pengarahan dan mengajukan usul, saran, pendapat dan telaahan pemecahan
masalah mengenai pelaksanaan tugas.
10.2. Para Pelaksana dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas.
10.3. Biro Organta, dalam hal pembahasan dan konsultasi mengenai prosedur dan
metode kerja unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
10.4. Pihak lain yang terkait dalam hal pelaksanaan tugas.
11. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN :
Dinamika perkembangan organisasi yang selalu berubah dengan cepat sehingga
dituntut menguasai tugas pokok dan fungsi serta peraturan perundangan yang terkait
sehingga dapat dihasilkan/diselenggarakan ketatalaksanaan yang optimal (efektif dan
efisien) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
13. RISIKO JABATAN : Tidak ada
14. SYARAT JABATAN:
14.1. Pangkat/Golongan :
14.2. Pendidikan Formal :
14.3 Diklat/Kursus
:
13.7. Syarat lainnya
:

II/d III/b
Diploma III
- Menguasai bidang tugasnya
- Standar Kompetensi
Memahami
prinsip-prinsip
organisasi
dan
manajemen;
Memahami tugas dan fungsi organisasi DJA;
Memahami prosedur kerja (SOP) dan metode
kerja (MI);
Memahami pedoman tata persuratan;

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 79 -

1. NAMA JABATAN

: Pemroses Bahan Telaahan Tk.II

2. IKHTISAR JABATAN

Membantu melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja,


monitoring, evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja serta
pengembangan kinerja organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
3. TUJUAN JABATAN :
Mendukung terwujudnya prosedur kerja dan metode kerja serta kinerja organisasi
yang efektif dan efisien di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :
4.1.

Membantu melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka


penyusunan prosedur kerja (Standard Operating Procedures (SOP)) dan
metode kerja (Manual Instruction(MI)) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.1.1. Mempelajari bahan penyusunan rancangan SOP dan MI Direktorat
Jenderal Anggaran;
4.1.2. Meneliti bahan penyusunan rancangan SOP dan MI
Direktorat
Jenderal Anggaran;
4.1.3. Mengolah/mentabulasi data dalam rangka penyusunan rancangan
SOP dan MI sesuai hasil pembahasan dan menyampaikan kepada
Kepala Subbagian Tata Laksana.

4.2.

Membantu melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka


monitoring prosedur kerja (Standard Operating Procedures (SOP)) dan
metode kerja (Manual Instruction(MI)) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.2.1. Mempelajari bahan monitoring SOP dan MI Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.2.2. Meneliti bahan monitoring SOP dan MI Direktorat Jenderal Anggaran;
4.2.3. Mengolah/mentabulasi data dalam rangka monitoring SOP dan MI
Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan dan
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata Laksana.

4.3.

Membantu melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka


evaluasi dan pengembangan pelaksanaan prosedur kerja (Standard
Operating Procedures (SOP)) dan metode kerja (Manual Instruction (MI))
Direktorat Jenderal Anggaran.
4.3.1. Mempelajari bahan dan rekomendasi evaluasi dan pengembangan
SOP dan MI Direktorat Jenderal Anggaran;
4.3.2. Meneliti bahan evaluasi dan pengembangan pelaksanaan SOP dan MI
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.3.3. Mengolah/mentabulasi
data
dalam
rangka
evaluasi
dan
pengembangan SOP dan MI Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil
pembahasan dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata
Laksana.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 80 -

4.4.

Membantu melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka


penyusunan rancangan pedoman tata persuratan di lingkungan
Direktorat Jenderal Anggaran.
4.4.1. Mempelajari bahan rancangan pedoman tata persuratan di lingkungan
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.4.2. Meneliti bahan rancangan pedoman tata persuratan di lingkungan
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.4.3. Mengolah/mentabulasi data penyusunan rancangan pedoman tata
persuratan di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran sesuai hasil
pembahasan dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata
Laksana.

4.5.

Membantu melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka


pengembangan kinerja organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran dengan menggunakan konsep Balance Score Card (BSC) dan
perumusan Key Performance Indicator (KPI) Direktorat Jenderal
Anggaran.
4.5.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk pengembangan
kinerja organisasi Direktorat Jenderal Anggaran;
4.5.2. Meneliti bahan dan data untuk menyusun konsep BSC dan KPI DJA
dalam rangka menyusun rancangan pengembangan kinerja organisasi
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.5.3. Mengolah/mentabulasi data rancangan pengembangan kinerja
organisasi Direktorat Jenderal Anggaran dan menyampaikan kepada
Kepala Subbagian Tata Laksana.

4.6.

Membantu melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka


monitoring dan evaluasi pencapaian kinerja (KPI) organisasi di
lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
4.6.1. Mempelajari bahan monitoring dan evaluasi pencapaian kinerja
organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.6.2. Meneliti bahan monitoring dan evaluasi pencapaian kinerja organisasi
di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.6.3. Mengolah/mentabulasi data rancangan bahan monitoring dan evaluasi
pencapaian kinerja organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata
Laksana.

4.7.

Membantu melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka


pelaksanaan legal drafting atas konsep peraturan di lingkungan
Direktorat Jenderal Anggaran.
4.7.1. Mempelajari bahan dan data yang diperlukan untuk pelaksanaan legal
drafting atas konsep peraturan Direktorat Jenderal Anggaran;
4.7.2. Meneliti bahan pelaksanaan legal drafting atas konsep peraturan
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.7.3. Mengolah/mentabulasi data rancangan bahan pelaksanaan legal
drafting atas konsep peraturan Direktorat Jenderal Anggaran dan
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata Laksana.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 81 -

4.8.

Membantu melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka


penyiapan konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL,
Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal.
4.8.1. Mempelajari bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL,
Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal tahun
lalu dan tahun berjalan;
4.8.2. Meneliti bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, Penetapan
Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal;
4.8.3. Mengolah/mentabulasi data bahan masukan Renstra, Renja, RKT,
RKA-KL, Penetapan Kinerja dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal
dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata Laksana.

4.9.

Membantu melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka


penyusunan konsep tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari
aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
4.9.1. Mengolah/mentabulasi data dalam rangka penyusunan tanggapan LHP
dan menyampaikannya kepada Kepala Subbagian Tata Laksana.

5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


5.1. Pengarahan dan disposisi dari Kepala Subbagian Tata Laksana.
5.2. Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, PK dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal
tahun lalu dan tahun berjalan
5.3. Data, informasi, laporan, permasalahan ataupun usulan yang berkenaan
dengan prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal Anggaran.
5.4. Bahan analisa pemecahan masalah prosedur dan metode kerja unit organisasi
di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.5. Bahan, data, rancangan pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal
Anggaran.
5.6. Bahan, data legal drafting.
5.7. Bahan, data Key Performance Indikator Direktorat Jenderal Anggaran dan KPI
Depkeu.
5.8. Data program kerja Direktorat Jenderal Anggaran, program kerja Sekretariat dan
program kerja Bagian Organisasi dan Tata Laksana;
5.9. LHP dari aparat pengawasan fungsional/pengawasan masyarakat.
6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :
6.1. Peraturan perundang-undangan di bidang Anggaran serta peraturan
pelaksanaannya.
6.2. Peraturan perundang-undangan di bidang Keuangan Negara, Perbendaharaan
serta peraturan pelaksanaannya.
6.3. Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tatakerja Departemen
Keuangan.
6.4. Peraturan, Keputusan, Surat Edaran, Instruksi Menteri Keuangan atau Pejabat
eselon I di lingkungan Departemen Keuangan.
6.5. Buku petunjuk pelaksanaan pekerjaan di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran.
6.6. Pedoman Tata Persuratan Dinas.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 82 -

7. HASIL KERJA :
7.1.
7.2.
7.3.
7.4.
7.5.
7.6.
7.7.
7.8.
7.9.

Hasil pengolahan data prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal


Anggaran berupa standard operating procedures (SOP) dan manual
instruction.
Hasil pengolahan data monitoring prosedur dan metode kerja.
Hasil pengolahan data revisi standard operating procedures (SOP) dan
manual instruction Direktorat Jenderal Anggaran.
Hasil pengolahan data pedoman tata persuratan dinas Direktorat Jenderal
Anggaran.
Hasil pengolahan data pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal
Anggaran dengan konsep BSC dan rancangan perumusan Key Performance
Indikator Direktorat Jenderal Anggaran.
Hasil pengolahan data pencapaian kinerja (KPI) organisasi Direktorat Jenderal
Anggaran
Hasil pengolahan data atas Legal drafting konsep peraturan.
Bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, PK dan LAKIP Sekretariat
Direktorat Jenderal.
Hasil pengolahan data tanggapan LHP.

8. WEWENANG :
8.1.
8.2.
8.3.
8.4.
8.5.
8.6.
8.7.
8.8.
8.9.

Mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Kepala Subbagian Tata


Laksana.
Mengajukan usul rancangan prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal
Anggaran berupa standard operating procedures (SOP) dan manual
instruction.
Mengajukan usul bahan dan data monitoring prosedur dan metode kerja.
Mengajukan usul rancangan revisi standard operating procedures (SOP) dan
manual instruction Direktorat Jenderal Anggaran.
Mengajukan usul rancangan pedoman tata persuratan dinas Direktorat
Jenderal Anggaran.
Mengajukan usul rancangan pengembangan kinerja organisasi Direktorat
Jenderal Anggaran dengan konsep BSC dan rancangan perumusan Key
Performance Indikator Direktorat Jenderal Anggaran.
Mengajukan usul rancangan laporan capaian Key Performance Indikator
Direktorat Jenderal Anggaran.
Mengajukan usul Legal drafting konsep peraturan.
Meminta data/informasi, bahan atau hal-hal yang diperlukan.

9. TANGGUNGJAWAB :
9.1.
9.2.
9.3.
9.4.
9.5.

Usul, saran dan pendapat yang diajukan.


Kebenaran usul prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal Anggaran
berupa standard operating procedures (SOP) dan manual instruction.
Kebenaran usul bahan dan data monitoring prosedur dan metode kerja.
Kebenaran usul rancangan revisi standard operating procedures (SOP) dan
manual instruction Direktorat Jenderal Anggaran.
Kebenaran usul pedoman tata persuratan dinas Direktorat Jenderal Anggaran.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 83 -

9.6.
9.7.
9.8.
9.9.

Kebenaran usul rancangan pengembangan kinerja organisasi Direktorat


Jenderal Anggaran dengan konsep BSC dan rancangan perumusan Key
Performance Indikator Direktorat Jenderal Anggaran.
Kebenaran usul rancangan laporan capaian Key Performance Indikator
Direktorat Jenderal Anggaran.
Kebenaran usul Legal drafting konsep peraturan.
Kebenaran data/informasi yang diberikan.

10. HUBUNGAN KERJA :


10.1. Kepala Subbagian Tata Laksana dalam hal menerima tugas, petunjuk,
pengarahan dan mengajukan usul, saran, pendapat dan telaahan pemecahan
masalah mengenai pelaksanaan tugas.
10.2. Para Pelaksana dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas.
10.3. Biro Organta, dalam hal pembahasan dan konsultasi mengenai prosedur dan
metode kerja unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
10.4. Pihak lain yang terkait dalam hal pelaksanaan tugas.
11. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN :
Dinamika perkembangan organisasi yang selalu berubah dengan cepat sehingga
dituntut menguasai tugas pokok dan fungsi serta peraturan perundangan yang terkait
sehingga dapat dihasilkan/diselenggarakan ketatalaksanaan yang optimal (efektif dan
efisien) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
12. RISIKO JABATAN : Tidak ada
13. SYARAT JABATAN:
13.1. Pangkat/Golongan
13.2. Pendidikan Formal
13.3. Diklat/Kursus
13.4. Syarat lainnya

:
:
:
:

II/c III/a
SMA/Diploma III
- Menguasai bidang tugasnya
- Standar Kompetensi
Memahami
prinsip-prinsip
organisasi
dan
manajemen;
Memahami tugas dan fungsi organisasi DJA;
Memahami prosedur kerja (SOP) dan metode
kerja (MI);
Memahami pedoman tata persuratan;

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 84 -

1.

NAMA JABATAN

: Penyaji Bahan Telaahan Tk.I

2.

IKHTISAR JABATAN

Membantu melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja,


monitoring, evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja serta
pengembangan kinerja organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
3.

TUJUAN JABATAN :
Mendukung terwujudnya prosedur kerja dan metode kerja serta kinerja organisasi
yang efektif dan efisien di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.

4.

URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :


4.1. Menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan dalam
penyusunan prosedur kerja (Standard Operating Procedures (SOP)) dan
metode kerja (Manual Instruction(MI)) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.1.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam
penyusunan rancangan SOP dan MI Direktorat Jenderal Anggaran;
4.1.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan untuk
membuat rancangan SOP dan MI Direktorat Jenderal Anggaran serta
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata Laksana;
4.2. Menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan dalam
monitoring prosedur kerja (Standard Operating Procedures (SOP)) dan
metode kerja (Manual Instruction(MI)) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.2.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam
monitoring SOP dan MI Direktorat Jenderal Anggaran;
4.2.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data untuk pelaksanaan
monitoring SOP dan MI Direktorat Jenderal Anggaran serta
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata Laksana;
4.3. Menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan dalam
evaluasi dan pengembangan pelaksanaan prosedur kerja (Standard
Operating Procedures (SOP)) dan metode kerja (Manual Instruction (MI))
Direktorat Jenderal Anggaran.
4.3.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam
evaluasi dan pengembangan pelaksanaan SOP dan MI Direktorat
Jenderal Anggaran;
4.3.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data untuk pelaksanaan
evaluasi dan pengembangan pelaksanaan SOP dan MI Direktorat
Jenderal Anggaran serta menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata
Laksana;
4.4. Menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan dalam
penyusunan rancangan pedoman tata persuratan di lingkungan Direktorat
Jenderal Anggaran.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 85 -

4.4.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam


penyusunan pedoman tata persuratan;
4.4.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data untuk membuat
rancangan pedoman tata persuratan serta menyampaikan kepada Kepala
Subbagian Tata Laksana;
4.5. Menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan dalam
pengembangan kinerja organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran dengan menggunakan konsep Balance Score Card (BSC) dan
perumusan Key Performance Indicator (KPI) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.5.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam
pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal Anggaran;
4.5.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data untuk pengembangan
kinerja organisasi Direktorat Jenderal Anggaran serta menyampaikan
kepada Kepala Subbagian Tata Laksana;
4.6. Menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan dalam
monitoring dan evaluasi pencapaian kinerja (KPI) organisasi di lingkungan
Direktorat Jenderal Anggaran.
4.6.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam
monitoring dan evaluasi pencapaian kinerja organisasi di lingkungan
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.6.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data untuk monitoring dan
evaluasi pencapaian kinerja organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran serta menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata Laksana;
4.7. Menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan dalam
pelaksanaan legal drafting atas konsep peraturan di lingkungan Direktorat
Jenderal Anggaran.
4.8.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam
pelaksanaan legal drafting atas konsep peraturan Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.8.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data untuk pelaksanaan legal
drafting atas konsep peraturan Direktorat Jenderal Anggaran serta
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata Laksana;
4.8.

Menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan sebagai


bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, Penetapan Kinerja dan
LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal.
4.9.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam
penyusunan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, PK dan LAKIP;
4.9.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data untuk menyusun
Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, PK dan LAKIP serta menyampaikan
kepada Kepala Subbagian Tata Laksana;

4.9. Menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan dalam
penyusunan tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari aparat
pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 86 -

4.10.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan sebagai


bahan untuk penyusunan tindak lanjut LHP;
4.10.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data konsep tanggapan LHP
dan menyampaikannya kepada Kepala Subbagian Tata Laksana.
5.

BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


5.1. Pengarahan dan disposisi dari Kepala Subbagian Tata Laksana;
5.2. Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, PK dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal
tahun lalu dan tahun berjalan
5.3. Data, informasi, laporan, permasalahan ataupun usulan yang berkenaan
dengan prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal Anggaran.
5.4. Bahan analisa pemecahan masalah prosedur dan metode kerja unit organisasi
di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.5. Bahan, data, rancangan pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal
Anggaran.
5.6. Bahan, data legal drafting.
5.7. Bahan, data Key Performance Indikator Direktorat Jenderal Anggaran dan KPI
Depkeu.
5.8. Data program kerja Direktorat Jenderal Anggaran, program kerja Sekretariat dan
program kerja Bagian Organisasi dan Tata Laksana;
5.9. LHP dari aparat pengawasan fungsional/pengawasan masyarakat.

6.

ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


6.1. Peraturan perundang-undangan di
bidang Anggaran serta peraturan
pelaksanaannya.
6.2. Peraturan perundang-undangan di bidang Keuangan Negara, Perbendaharaan
serta peraturan pelaksanaannya.
6.3. Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tatakerja Departemen
Keuangan.
6.4. Peraturan, Keputusan, Surat Edaran, Instruksi Menteri Keuangan atau Pejabat
eselon I di lingkungan Departemen Keuangan.
6.5. Buku petunjuk pelaksanaan pekerjaan Direktorat Jenderal Anggaran.
6.6. Pedoman Tata Persuratan Dinas.

7.

HASIL KERJA :
7.1. Bahan/data prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal Anggaran berupa
standard operating procedures (SOP) dan manual instruction.
7.2. Bahan/data monitoring prosedur dan metode kerja.
7.3. Bahan/data revisi standard operating procedures (SOP) dan manual instruction
Direktorat Jenderal Anggaran.
7.4. Bahan/data pedoman tata persuratan dinas Direktorat Jenderal Anggaran.
7.5. Bahan/data pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal Anggaran
dengan konsep BSC dan rancangan perumusan Key Performance Indikator
Direktorat Jenderal Anggaran.
7.6. Bahan/data pencapaian kinerja (KPI) organisasi Direktorat Jenderal Anggaran
7.7. Bahan/data atas Legal drafting konsep peraturan.
7.8. Bahan/data penyusunan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, Penetapan Kinerja dan
LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 87 -

7.9. Bahan/data konsep tanggapan LHP.


8.

WEWENANG :
8.1.
8.2.
8.3.
8.4.
8.5.
8.6.
8.7.
8.8.
8.9.

9.

Mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Kepala Subbagian Tata


Laksana.
Mengajukan usul rancangan prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal
Anggaran berupa standard operating procedures (SOP) dan manual
instruction.
Mengajukan usul bahan dan data monitoring prosedur dan metode kerja.
Mengajukan usul rancangan revisi standard operating procedures (SOP) dan
manual instruction Direktorat Jenderal Anggaran.
Mengajukan usul rancangan pedoman tata persuratan dinas Direktorat
Jenderal Anggaran.
Mengajukan usul rancangan pengembangan kinerja organisasi Direktorat
Jenderal Anggaran dengan konsep BSC dan rancangan perumusan Key
Performance Indikator Direktorat Jenderal Anggaran.
Mengajukan usul rancangan laporan capaian Key Performance Indikator
Direktorat Jenderal Anggaran.
Mengajukan usul Legal drafting konsep peraturan.
Meminta data/informasi, bahan atau hal-hal yang diperlukan.

TANGGUNGJAWAB :
9.1. Usul, saran dan pendapat yang diajukan.
9.2. Kebenaran usul prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal Anggaran
berupa standard operating procedures (SOP) dan manual instruction.
9.3. Kebenaran usul bahan dan data monitoring prosedur dan metode kerja.
9.4. Kebenaran usul rancangan revisi standard operating procedures (SOP) dan
manual instruction Direktorat Jenderal Anggaran.
9.5. Kebenaran usul pedoman tata persuratan dinas Direktorat Jenderal Anggaran.
9.6. Kebenaran usul rancangan pengembangan kinerja organisasi Direktorat
Jenderal Anggaran dengan konsep BSC dan rancangan perumusan Key
Performance Indikator Direktorat Jenderal Anggaran.
9.7. Kebenaran usul rancangan laporan capaian Key Performance Indikator
Direktorat Jenderal Anggaran.
9.8. Kebenaran usul Legal drafting konsep peraturan.
9.9. Kebenaran data/informasi yang diberikan.

10.

HUBUNGAN KERJA :
10.1. Kepala Subbagian Tata Laksana dalam hal menerima tugas, petunjuk,
pengarahan dan mengajukan usul, saran, pendapat dan telaahan pemecahan
masalah mengenai pelaksanaan tugas.
10.2. Para Pelaksana dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas.
10.3. Para pegawai di lingkungan Subbagian Tata Laksana dalam hal pelaksanaan
tugas.
10.4. Pihak lain yang terkait dalam hal pelaksanaan tugas.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 88 -

11.

MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN :


Dinamika perkembangan organisasi yang selalu berubah dengan cepat sehingga
pengembangan diri terhadap setiap perubahan organisasi agar mampu mengikuti laju
perkembangan organisasi yang terus menuju tingkat yang lebih baik.

12. RISIKO JABATAN : Tidak ada


13. SYARAT JABATAN :
13.1. Pangkat/Golongan
13.2. Pendidikan Formal
13.3. Diklat/Kursus
13.4. Syarat lainnya

:
:
:
:

II/b II/d
Diploma I
- Menguasai bidang tugasnya
- Standar Kompetensi
Mengerti
prinsip-prinsip
organisasi
dan
manajemen;
Mengerti tugas dan fungsi organisasi DJA;
Mengerti prosedur kerja (SOP) dan metode kerja
(MI);
Mengerti pedoman tata persuratan;

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 89 -

1.

NAMA JABATAN

: Penyaji Bahan Telaahan Tk.II

2.

IKHTISAR JABATAN

Membantu melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja,


monitoring, evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja serta
pengembangan kinerja organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
3.

TUJUAN JABATAN :
Mendukung terwujudnya prosedur kerja dan metode kerja serta kinerja organisasi
yang efektif dan efisien di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.

4.

URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :


4.1. Membantu menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan
dalam penyusunan prosedur kerja (Standard Operating Procedures (SOP))
dan metode kerja (Manual Instruction(MI)) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.1.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam
penyusunan rancangan SOP dan MI Direktorat Jenderal Anggaran;
4.1.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan untuk
membuat rancangan SOP dan MI Direktorat Jenderal Anggaran serta
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata Laksana;
4.2. Membantu menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan
dalam monitoring prosedur kerja (Standard Operating Procedures (SOP))
dan metode kerja (Manual Instruction(MI)) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.2.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam
monitoring SOP dan MI Direktorat Jenderal Anggaran;
4.2.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data untuk pelaksanaan
monitoring SOP dan MI Direktorat Jenderal Anggaran serta
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata Laksana;
4.3. Membantu menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan
dalam evaluasi dan pengembangan pelaksanaan prosedur kerja (Standard
Operating Procedures (SOP)) dan metode kerja (Manual Instruction (MI))
Direktorat Jenderal Anggaran.
4.3.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam
evaluasi dan pengembangan pelaksanaan SOP dan MI Direktorat
Jenderal Anggaran;
4.3.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data untuk pelaksanaan
evaluasi dan pengembangan pelaksanaan SOP dan MI Direktorat
Jenderal Anggaran serta menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata
Laksana;
4.4. Membantu menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan
dalam penyusunan rancangan pedoman tata persuratan di lingkungan
Direktorat Jenderal Anggaran.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 90 -

4.4.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam


penyusunan pedoman tata persuratan;
4.4.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data untuk membuat
rancangan pedoman tata persuratan serta menyampaikan kepada Kepala
Subbagian Tata Laksana;
4.5. Membantu menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan
dalam pengembangan kinerja organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran dengan menggunakan konsep Balance Score Card (BSC) dan
perumusan Key Performance Indicator (KPI) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.5.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam
pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal Anggaran;
4.5.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data untuk pengembangan
kinerja organisasi Direktorat Jenderal Anggaran serta menyampaikan
kepada Kepala Subbagian Tata Laksana;
4.6. Membantu menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan
dalam monitoring dan evaluasi pencapaian kinerja (KPI) organisasi di
lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
4.6.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam
monitoring dan evaluasi pencapaian kinerja organisasi di lingkungan
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.6.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data untuk monitoring dan
evaluasi pencapaian kinerja organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran serta menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata Laksana;
4.7. Membantu menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan
dalam pelaksanaan legal drafting atas konsep peraturan di lingkungan
Direktorat Jenderal Anggaran.
4.8.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam
pelaksanaan legal drafting atas konsep peraturan Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.8.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data untuk pelaksanaan legal
drafting atas konsep peraturan Direktorat Jenderal Anggaran serta
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata Laksana;
4.8. Membantu menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan
sebagai bahan masukan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, Penetapan Kinerja
dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal.
4.9.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam
penyusunan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, PK dan LAKIP;
4.9.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data untuk menyusun
Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, PK dan LAKIP serta menyampaikan
kepada Kepala Subbagian Tata Laksana;
4.9. Membantu menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan
dalam penyusunan tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari
aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 91 -

4.10.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan sebagai


bahan untuk penyusunan tindak lanjut LHP;
4.10.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data konsep tanggapan LHP
dan menyampaikannya kepada Kepala Subbagian Tata Laksana.
5.

BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


5.1. Pengarahan dan disposisi dari Kepala Subbagian Tata Laksana;
5.2. Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, PK dan LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal
tahun lalu dan tahun berjalan
5.3. Data, informasi, laporan, permasalahan ataupun usulan yang berkenaan
dengan prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal Anggaran.
5.4. Bahan analisa pemecahan masalah prosedur dan metode kerja unit organisasi
di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.5. Bahan, data, rancangan pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal
Anggaran.
5.6. Bahan, data legal drafting.
5.7. Bahan, data Key Performance Indikator Direktorat Jenderal Anggaran dan KPI
Depkeu.
5.8. Data program kerja Direktorat Jenderal Anggaran, program kerja Sekretariat dan
program kerja Bagian Organisasi dan Tata Laksana;
5.9. LHP dari aparat pengawasan fungsional/pengawasan masyarakat.

6.

ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


6.1. Peraturan perundang-undangan di
bidang Anggaran serta peraturan
pelaksanaannya.
6.2. Peraturan perundang-undangan di bidang Keuangan Negara, Perbendaharaan
serta peraturan pelaksanaannya.
6.3. Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tatakerja Departemen
Keuangan.
6.4. Peraturan, Keputusan, Surat Edaran, Instruksi Menteri Keuangan atau Pejabat
eselon I di lingkungan Departemen Keuangan.
6.5. Buku petunjuk pelaksanaan pekerjaan Direktorat Jenderal Anggaran.
6.6. Pedoman Tata Persuratan Dinas.

7.

HASIL KERJA :
7.1.
7.2.
7.3.
7.4.
7.5.
7.6.
7.7.

Bahan/data prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal Anggaran berupa


standard operating procedures (SOP) dan manual instruction.
Bahan/data monitoring prosedur dan metode kerja.
Bahan/data revisi standard operating procedures (SOP) dan manual instruction
Direktorat Jenderal Anggaran.
Bahan/data pedoman tata persuratan dinas Direktorat Jenderal Anggaran.
Bahan/data pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal Anggaran
dengan konsep BSC dan rancangan perumusan Key Performance Indikator
Direktorat Jenderal Anggaran.
Bahan/data pencapaian kinerja (KPI) organisasi Direktorat Jenderal Anggaran
Bahan/data atas Legal drafting konsep peraturan.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 92 -

7.8. Bahan/data penyusunan Renstra, Renja, RKT, RKA-KL, Penetapan Kinerja dan
LAKIP Sekretariat Direktorat Jenderal
7.9. Bahan/data konsep tanggapan LHP.
8.

WEWENANG :
8.1.
8.2.
8.3.
8.4.
8.5.
8.6.
8.7.
8.8.
8.9.

9.

Mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Kepala Subbagian Tata


Laksana.
Mengajukan usul rancangan prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal
Anggaran berupa standard operating procedures (SOP) dan manual
instruction.
Mengajukan usul bahan dan data monitoring prosedur dan metode kerja.
Mengajukan usul rancangan revisi standard operating procedures (SOP) dan
manual instruction Direktorat Jenderal Anggaran.
Mengajukan usul rancangan pedoman tata persuratan dinas Direktorat
Jenderal Anggaran.
Mengajukan usul rancangan pengembangan kinerja organisasi Direktorat
Jenderal Anggaran dengan konsep BSC dan rancangan perumusan Key
Performance Indikator Direktorat Jenderal Anggaran.
Mengajukan usul rancangan laporan capaian Key Performance Indikator
Direktorat Jenderal Anggaran.
Mengajukan usul Legal drafting konsep peraturan.
Meminta data/informasi, bahan atau hal-hal yang diperlukan.

TANGGUNGJAWAB :
9.1. Usul, saran dan pendapat yang diajukan.
9.2. Kebenaran usul prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal Anggaran
berupa standard operating procedures (SOP) dan manual instruction.
9.3. Kebenaran usul bahan dan data monitoring prosedur dan metode kerja.
9.4. Kebenaran usul rancangan revisi standard operating procedures (SOP) dan
manual instruction Direktorat Jenderal Anggaran.
9.5. Kebenaran usul pedoman tata persuratan dinas Direktorat Jenderal Anggaran.
9.6. Kebenaran usul rancangan pengembangan kinerja organisasi Direktorat
Jenderal Anggaran dengan konsep BSC dan rancangan perumusan Key
Performance Indikator Direktorat Jenderal Anggaran.
9.7. Kebenaran usul rancangan laporan capaian Key Performance Indikator
Direktorat Jenderal Anggaran.
9.8. Kebenaran usul Legal drafting konsep peraturan.
9.9. Kebenaran data/informasi yang diberikan.

10.

HUBUNGAN KERJA :
10.1. Kepala Subbagian Tata Laksana dalam hal menerima tugas, petunjuk,
pengarahan dan mengajukan usul, saran, pendapat dan telaahan pemecahan
masalah mengenai pelaksanaan tugas.
10.2. Para Pelaksana dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas.
10.3. Para pegawai di lingkungan Subbagian Tata Laksana dalam hal pelaksanaan
tugas.
10.4. Pihak lain yang terkait dalam hal pelaksanaan tugas.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 93 -

11.

MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN :


Dinamika perkembangan organisasi yang selalu berubah dengan cepat sehingga
pengembangan diri terhadap setiap perubahan organisasi agar mampu mengikuti laju
perkembangan organisasi yang terus menuju tingkat yang lebih baik.

12. RISIKO JABATAN : Tidak ada


13. SYARAT JABATAN :
13.1. Pangkat/Golongan
13.2. Pendidikan Formal
13.3. Diklat/Kursus
13.4. Syarat lainnya

:
:
:
:

II/a II/c
Diploma I
- Menguasai bidang tugasnya
- Standar Kompetensi
Mengerti
prinsip-prinsip
organisasi
dan
manajemen;
Mengerti tugas dan fungsi organisasi DJA;
Mengerti prosedur kerja (SOP) dan metode kerja
(MI);
Mengerti pedoman tata persuratan;

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 94 -

1. NAMA JABATAN

: Kepala Subbagian Pelaporan

2. IKHTISAR JABATAN

Melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan rencana strategik,


laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal, laporan dan pelaksanaan tugas,
pemantauan tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan aparat pengawasan fungsional
dan pengawasan masyarakat serta koordinasi penyajian informasi direktorat jenderal
sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. TUJUAN JABATAN
Agar tersusun rencana kerja dan rencana strategik, laporan akuntabilitas kinerja
Direktorat Jenderal, laporan dan pelaksanaan tugas, pemantauan tindak lanjut
Laporan Hasil Pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan
masyarakat.
4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :
4.1. Menyusun konsep rencana kerja ( Renja) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.1.1. Melakukan identifikasi dan analisis permasalahan Renja tahun
sebelumnya;
4.1.2. Menugaskan Pelaksana untuk mengumpulkan bahan dalam rangka
penyusunan Renja Direktorat Jenderal Anggaran;
4.1.3. Meneliti dan mempelajari bahan penyusunan Renja Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.1.4. Melakukan penyelarasan konsep Renja Direktorat Jenderal Anggaran
dengan RKP dan Renstra;
4.1.5. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun konsep Renja Direktorat
Jenderal Anggaran sesuai dengan usulan dari masing-masing unit eselon
II;
4.1.6. Meneliti dan mengoreksi konsep Renja Direktorat Jenderal Anggaran
serta menyampaikan kepada Kepala Bagian Organisasi dan Tata
Laksana;
4.1.7. Membahas konsep Renja Direktorat Jenderal Anggaran bersama Kepala
Subbagian Tata Laksana, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana,
Bagian Keuangan dan unit terkait (Biro Perencanaan dan Keuangan
Sekretariat Jenderal Depkeu beserta Bappenas);
4.1.8. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun konsep Renja Direktorat
Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan;
4.1.9. Meneliti dan mengoreksi konsep Renja Direktorat Jenderal Anggaran
serta menyampaikan kepada Kepala Bagian Organisasi dan Tata
Laksana.
4.2. Menyusun konsep rencana strategis (Renstra) Direktorat Jenderal
Anggaran.
4.2.1. Melakukan identifikasi dan
penyusunan Renstra DJA;

analisis

permasalahan

dalam

rangka

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 95 -

4.2.2. Menugaskan Pelaksana untuk mengumpulkan bahan dalam rangka


penyusunan Renstra Direktorat Jenderal Anggaran;
4.2.3. Meneliti dan mempelajari bahan dalam rangka penyusunan Renstra
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.2.4. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun konsep Renstra Direktorat
Jenderal Anggaran sesuai dengan masukan dari masing-masing unit
eselon II Direktorat Jenderal Anggaran;
4.2.5. Meneliti dan mengoreksi konsep Renstra Direktorat Jenderal Anggaran
serta menyampaikan kepada Kepala Bagian Organisasi dan Tata
Laksana;
4.2.6. Membahas konsep Renstra Direktorat Jenderal Anggaran bersama unit
dan instansi terkait;
4.2.7. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun konsep Renstra Direktorat
Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan;
4.2.8. Meneliti dan mengoreksi konsep Renstra Direktorat Jenderal Anggaran
serta menyampaikan kepada Kepala Bagian Organisasi dan Tata
Laksana.
4.3.

Menyusun konsep rencana kinerja tahunan (RKT) Direktorat Jenderal


Anggaran.
4.3.1. Melakukan identifikasi dan analisis permasalahan dalam rangka
penyusunan RKT Direktorat Jenderal Anggaran;
4.3.2. Menugaskan Pelaksana untuk mengumpulkan bahan dalam rangka
penyusunan RKT Direktorat Jenderal Anggaran;
4.3.3. Meneliti dan mempelajari bahan penyusunan RKT Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.3.4. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun RKT Direktorat Jenderal
Anggaran sesuai dengan masukan dari masing-masing unit eselon II
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.3.5. Meneliti dan mengoreksi konsep RKT Direktorat Jenderal Anggaran serta
menyampaikan kepada Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana;
4.3.6. Membahas konsep RKT Direktorat Jenderal Anggaran bersama unit
terkait;
4.3.7. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun konsep RKT Direktorat
Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan;
4.3.8. Meneliti dan mengoreksi konsep RKT Direktorat Jenderal Anggaran serta
menyampaikan kepada Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana.

4.4. Menyusun konsep Penetapan Kinerja (PK) Direktorat Jenderal Anggaran.


4.4.1. Melakukan identifikasi dan analisis permasalahan dalam rangka
penyusunan PK Direktorat Jenderal Anggaran;
4.4.2. Menugaskan Pelaksana untuk mengumpulkan bahan dalam rangka
penyusunan PK Direktorat Jenderal Anggaran;
4.4.3. Meneliti dan mempelajari bahan penyusunan PK Direktorat Jenderal
Anggaran dan menganalisa PK tahun yang lalu;
4.4.4. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun konsep PK Direktorat Jenderal
Anggaran sesuai dengan masukan dari masing-masing unit eselon II
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.4.5. Meneliti dan mengoreksi konsep PK Direktorat Jenderal Anggaran serta
menyampaikan kepada Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana;

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 96 -

4.4.6. Menyusun KPI bersama Kepala Subbagian Tata Laksana dan pihak
terkait;
4.4.7. Membahas konsep PK Direktorat Jenderal Anggaran bersama unit
terkait;
4.4.8. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun konsep PK Direktorat Jenderal
Anggaran sesuai hasil pembahasan;
4.4.9. Meneliti dan mengoreksi konsep PK Direktorat Jenderal Anggaran serta
menyampaikan kepada Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
4.5. Menyusun konsep
Anggaran.

laporan

pelaksanaan tugas

Direktorat

Jenderal

4.5.1. Melakukan identifikasi dan analisis permasalahan dalam rangka


penyusunan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Anggaran;
4.5.2. Menugaskan Pelaksana untuk mengumpulkan bahan dalam rangka
penyusunan konsep laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.5.3. Meneliti dan mempelajari bahan penyusunan konsep laporan
pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Anggaran;
4.5.4. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun konsep laporan pelaksanaan
tugas Direktorat Jenderal Anggaran sesuai dengan masukan dari masingmasing unit eselon II;
4.5.5. Meneliti dan mengoreksi konsep konsep laporan pelaksanaan tugas
Direktorat Jenderal Anggaran serta menyampaikan kepada Kepala
Bagian Organisasi dan Tata Laksana;
4.6. Menyusun konsep Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
(LAKIP) Direktorat JenderaI Anggaran.
4.6.1. Melakukan identifikasi dan analisis permasalahan dalam rangka
penyusunan LAKIP Direktorat Jenderal Anggaran;
4.6.2. Menugaskan Pelaksana untuk mengumpulkan bahan dalam rangka
penyusunan LAKIP Direktorat Jenderal Anggaran;
4.6.3. Meneliti dan mempelajari bahan penyusunan LAKIP Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.6.4. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun konsep LAKIP Direktorat
Jenderal Anggaran sesuai dengan masukan dari masing-masing unit
eselon II;
4.6.5. Meneliti dan mengoreksi konsep LAKIP Direktorat Jenderal Anggaran
serta menyampaikan kepada Kepala Bagian Organisasi dan Tata
Laksana;
4.6.6. Membahas konsep LAKIP Direktorat Jenderal Anggaran bersama unit
terkait;
4.6.7. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun konsep LAKIP Direktorat
Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan;
4.6.8. Meneliti dan mengoreksi konsep LAKIP Direktorat Jenderal Anggaran
serta menyampaikan kepada Kepala Bagian Organisasi dan Tata
Laksana.
4.7. Menyusun konsep tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari aparat
pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 97 -

4.7.1. Mempelajari LHP aparat pengawasan fungsional dan pengawasan


masyarakat;
4.7.2. Menugaskan Pelaksana untuk mengumpulkan bahan dalam rangka
tindak lanjut LHP;
4.7.3. Meneliti bahan tindak lanjut LHP;
4.7.4. Menugaskan Pelaksana untuk menyusun konsep tanggapan atas tindak
lanjut pemeriksaan aparat pengawasan fungsional berdasarkan masukan
dari unit Eselon II; .
4.7.5. Meneliti dan mengoreksi konsep tanggapan atas tindak lanjut LHP serta
menyampaikan kepada Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
4.8. Mengkoordinasikan penyajian informasi direktorat jenderal.
4.8.1. Mempelajari informasi dari unit-unit teknis di lingkungan Direktorat
Jenderal Anggaran;
4.8.2. Menyajikan informasi direktorat jenderal
4.9. Mengkoordinasikan penerusan surat direktorat jenderal.
4.9.1. Mempelajari disposisi Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana untuk
menindaklanjuti penerusan surat;
4.9.2. Menugaskan Pelaksana untuk menyiapkan konsep penerusan surat;
4.9.3. Meneliti konsep penerusan surat dan menyampaikannya kepada Kepala
Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :
5.1.
5.2.
5.3.
5.4.
5.5.
5.6.

Disposisi Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana.


Rencana kerja Subbagian di lingkungan Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
Rencana kerja Bagian di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal.
Rencana kerja unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
Rencana strategik unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
Visi dan misi dari masing-masing unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran.
5.7. RKT unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.8. PK unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.9. Laporan berkala subbagian di Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
5.10. Laporan berkala bagian di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal.
5.11. Laporan berkala unit eselon II dilingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.12. LAKIP unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.13. LHP dari aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
5.14. Konsep surat dari Pelaksana.
6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :
6.1. Peraturan perundang-undangan di bidang anggaran serta peraturan
pelaksanaannya;
6.2. Peraturan perundang-undangan di bidang Keuangan Negara, Perbendaharaan
serta peraturan pelaksanaannya;
6.3. Peraturan perundang-undangan berkaitan dengan laporan dan program kerja
pemerintah dan Departemen Keuangan.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 98 -

6.4. Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tatakerja Departemen


Keuangan.
6.5. Peraturan, Keputusan, Surat Edaran, Instruksi Menteri Keuangan atau Pejabat
eselon I di lingkungan Departemen Keuangan.
6.6. Buku petunjuk pelaksanaan pekerjaan Direktorat Jenderal Anggaran.
6.7. Pedoman Tata Persuratan Dinas.
7. HASIL KERJA :
7.1.
7.2.
7.3.
7.4.
7.5.
7.6.

Konsep Rencana Kerja Direktorat Jenderal Anggaran;


Konsep Rencana Strategis Direktorat Jenderal Anggaran;
Konsep Rencana Kinerja Tahunan Direktorat Jenderal Anggaran;
Konsep Penetapan Kinerja Direktorat Jenderal Anggaran.
Konsep Laporan Pelaksanaan Tugas Direktorat Jenderal Anggaran.
Konsep Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Direktorat Jenderal
Anggaran;
7.7. Konsep tanggapan tindak lanjut LHP;
7.8. Penyajian informasi direktorat jenderal;
7.9. Konsep penerusan surat.
8. WEWENANG :
8.1. Mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Kepala Bagian Organisasi dan
Tata Laksana.
8.2. Memaraf surat dan laporan.
8.3. Meminta data/informasi dalam rangka rencana kerja ( Renja) Direktorat Jenderal
Anggaran.
8.4. Meminta data/informasi dalam rangka rencana strategis (Renstra) Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.5. Meminta data/informasi dalam rangka rencana kinerja tahunan (RKT) Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.6. Meminta data/informasi dalam rangka Penetapan Kinerja (PK) Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.7. Meminta data/informasi dalam rangka laporan pelaksanaan tugas Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.8. Meminta data/informasi dalam rangka Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah (LAKIP) Direktorat JenderaI Anggaran.
8.9. Meminta data/informasi dalam rangka tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan
(LHP) dari aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
8.10. Melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
8.11. Meminta data / informasi, bahan atau hal-hal yang diperlukan dari unit eselon II
Direktorat Jenderal Anggaran.
9. TANGGUNG JAWAB :
9.1.
9.2.
9.3.
9.4.

Usul, saran dan pendapat yang diajukan.


Kebenaran konsep dan paraf surat dan laporan.
Kebenaran data/informasi rencana kerja ( Renja) Direktorat Jenderal Anggaran.
Kebenaran data/informasi rencana strategis (Renstra) Direktorat Jenderal
Anggaran.
9.5. Kebenaran data/informasi rencana kinerja tahunan (RKT) Direktorat Jenderal
Anggaran.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 99 -

9.6. Kebenaran data/informasi Penetapan Kinerja (PK) Direktorat Jenderal


Anggaran.
9.7. Kebenaran data/informasi laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal
Anggaran.
9.8. Kebenaran data/informasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
(LAKIP) Direktorat JenderaI Anggaran.
9.9. Kebenaran data/informasi tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari
aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
9.10. Terlaksananya koordinasi yang baik dengan pihak terkait.
9.11. Kebenaran data / informasi yang diberikan.
10. DIMENSI JABATAN :
Dimensi Non Keuangan :
10.1. Dalam menyusun Renja, Renstra RKT, PK, Laporan Pelaksanaan tugas , LAKIP
dan tanggaran atas LHP meliputi 7 unit eselon II di lingkungan Direktorat
Jenderal Anggaran;
10.2. Jumlah bawahan langsung : 4 orang.
11. HUBUNGAN KERJA :
11.1. Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana dalam hal menerima tugas,
petunjuk, pengarahan dan mengajukan usul, saran, pendapat dan telaahan
pemecahan masalah mengenai pelaksanaan tugas.
11.2. Para Kepala Subbagian di lingkungan Bagian Organisasi dan Tata Laksana
dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas.
11.3. Para Pelaksana di lingkungan Subbagian Pelaporan dalam hal pelakasanan
tugas.
11.4. Pihak lain yang terkait dalam hal pelaksanaan tugas.
12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN :
12.1. Permintaan dari unit lain yang seringkali mendadak.
12.2. Masukan/Usulan dari unit Eselon II DJA dalam rangka penyusunan pelaporan
terlambat.
13. RISIKO JABATAN : Tidak ada
14. SYARAT JABATAN :
14.1. Pangkat/Golongan : Penata / III c
14.2. Pendidikan Formal : Minimal Strata I
14.3. Kursus/Diklat
: Diklatpim Tk. IV
14.4. Syarat lainnya
:
- Visioning (1)
- In-Depth Prob Solv & Analysis (2)
- Continuous Improvement (2)
- Policies, Processes & Procedures (2)
- Stakeholder Service (2)
- Integrity (2)
- Teamwork and Collaboration (2)
- Written Communication (3)
- Meeting Contribution (3)

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 100 -

15. KEDUDUKAN JABATAN

KABAG ORGANISASI
DAN TATA LAKSANA

KASUBBAG
ORGANISASI

KASUBBAG TATA
LAKSANA

KASUBBAG
PELAPORAN

PENELAAH BAHAN
TELAAHAN TK. I
PENELAAH BAHAN
TELAAHAN TK. II
PEMROSES BAHAN
TELAAHAN TK. I
PEMROSES BAHAN
TELAAHAN TK. II
PENYAJI BAHAN
TELAAHAN TK. I
PENYAJI BAHAN
TELAAHAN TK. II

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 101 -

1.

NAMA JABATAN

: Penelaah Bahan Telaahan Tk. I

2.

IKHTISAR JABATAN :
Membantu melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan rencana
strategik, laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal, laporan dan pelaksanaan
tugas, pemantauan tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan aparat pengawasan
fungsional dan pengawasan masyarakat serta koordinasi penyajian informasi
direktorat jenderal sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3.

TUJUAN JABATAN
Mendukung terwujudnya tersusun rencana kerja dan rencana strategik, laporan
akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal, laporan dan pelaksanaan tugas, pemantauan
tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan
pengawasan masyarakat.

4.

URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :


4.1. Melakukan penelahaan bahan dalam rangka penyusunan konsep rencana
kerja ( Renja) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.1.1. Mempelajari bahan penyusunan konsep Renja Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.1.2. Menelaah bahan penyusunan konsep Renja Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.1.3. Membahas hasil telaahan bahan penyusunan konsep Renja Direktorat
Jenderal Anggaran bersama Kepala Subbagian Pelaporan;
4.1.4. Menyusun konsep telaahan Renja Direktorat Jenderal Anggaran sesuai
hasil pembahasan serta menyampaikan kepada kepala Subbagian
Pelaporan.
4.2. Melakukan penelaahan bahan dalam rangka penyusunan konsep rencana
strategis (Renstra) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.2.1. Mempelajari bahan penyusunan konsep Renstra Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.2.2. Menelaah bahan penyusunan konsep Renstra Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.2.3. Membahas hasil telaahan bahan penyusunan konsep Renstra Direktorat
Jenderal Anggaran bersama Kepala Subbagian Pelaporan;
4.2.4. Menyusun konsep telaahan Renstra Direktorat Jenderal Anggaran
sesuai hasil pembahasan serta menyampaikan kepada kepala
Subbagian Pelaporan.
4.3. Melakukan penelaahan bahan dalam rangka penyusunan konsep rencana
kinerja tahunan (RKT) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.3.1. Mempelajari bahan penyusunan konsep RKT Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.3.2. Menelaah bahan penyusunan konsep RKT Direktorat Jenderal
Anggaran;

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 102 -

4.3.3. Membahas hasil telaahan bahan penyusunan konsep RKT Direktorat


Jenderal Anggaran bersama Kepala Subbagian Pelaporan;
4.3.4. Menyusun konsep telaahan RKT Direktorat Jenderal Anggaran sesuai
hasil pembahasan serta menyampaikan kepada kepala Subbagian
Pelaporan.
4.4. Melakukan penelaahan bahan dalam rangka penyusunan
Penetapan Kinerja (PK) Direktorat Jenderal Anggaran.

konsep

4.4.1. Mempelajari bahan penyusunan konsep PK Direktorat Jenderal


Anggaran;
4.4.2. Menelaah bahan penyusunan konsep PK Direktorat Jenderal Anggaran;
4.4.3. Membahas hasil telaahan bahan penyusunan konsep PK Direktorat
Jenderal Anggaran bersama Kepala Subbagian Pelaporan;
4.4.4. Menyusun konsep telaahan PK Direktorat Jenderal Anggaran sesuai
hasil pembahasan serta menyampaikan kepada kepala Subbagian
Pelaporan;
4.5.

Melakukan penelaahan bahan dalam rangka penyusunan konsep laporan


pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Anggaran.
4.5.1. Mempelajari bahan penyusunan konsep laporan pelaksanaan tugas
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.5.2. Menelaah bahan penyusunan konsep laporan pelaksanaan tugas
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.5.3. Membahas hasil telaahan bahan penyusunan konsep laporan
pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Anggaran bersama Kepala
Subbagian Pelaporan;
4.5.4. Menyusun konsep telaahan laporan pelaksanaan tugas Direktorat
Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan serta menyampaikan
kepada kepala Subbagian Pelaporan.

4.6.

Melakukan penelaahan bahan dalam rangka penyusunan konsep Laporan


Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Direktorat JenderaI
Anggaran.
4.6.1. Mempelajari bahan penyusunan konsep LAKIP Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.6.2. Menelaah bahan penyusunan konsep LAKIP Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.6.3. Membahas hasil telaahan bahan penyusunan konsep LAKIP Direktorat
Jenderal Anggaran bersama Kepala Subbagian Pelaporan;
4.6.4. Menyusun konsep telaahan LAKIP Direktorat Jenderal Anggaran sesuai
hasil pembahasan serta menyampaikan kepada kepala Subbagian
Pelaporan.

4.7. Melakukan penelaahan bahan dalam rangka penyusunan konsep


tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan
fungsional dan pengawasan masyarakat.
4.7.1. Mempelajari bahan penyusunan konsep LHP dari aparat pengawasan
fungsional dan pengawasan masyarakat;

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 103 -

4.7.2. Menelaah bahan penyusunan konsep LHP Direktorat Jenderal


Anggaran;
4.7.3. Membahas hasil telaahan bahan penyusunan konsep LHP Direktorat
Jenderal Anggaran bersama Kepala Subbagian Pelaporan;
4.7.4. Menyusun konsep telaahan bahan LHP Direktorat Jenderal Anggaran
sesuai hasil pembahasan serta menyampaikan kepada kepala
Subbagian Pelaporan.
4.8. Melakukan penelaahan bahan dalam rangka mengkoordinasikan penyajian
informasi direktorat jenderal.
4.8.1. Mempelajari bahan dalam mengkoordinasikan penyajian informasi
direktorat jenderal;
4.8.2. Menelaah bahan dalam mengkoordinasikan penyajian informasi
direktorat jenderal;
4.8.3. Membahas hasil telaahan bahan dalam mengkoordinasikan penyajian
informasi direktorat jenderal bersama Kepala Subbagian Pelaporan;
4.8.4. Menyusun konsep telaahan bahan dalam mengkoordinasikan penyajian
informasi direktorat jenderal sesuai hasil pembahasan serta
menyampaikan kepada kepala Subbagian Pelaporan.
4.9. Melakukan penelaahan bahan dalam
penerusan surat direktorat jenderal.

rangka

mengkoordinasikan

4.9.1. Mempelajari bahan dalam mengkoordinasikan penerusan surat direktorat


jenderal;
4.9.2. Menelaah bahan dalam mengkoordinasikan penerusan surat direktorat
jenderal;
4.9.3. Membahas hasil telaahan bahan dalam mengkoordinasikan penerusan
surat direktorat jenderal bersama Kepala Subbagian Pelaporan;
4.9.4. Menyusun konsep telaahan bahan dalam mengkoordinasikan penerusan
surat direktorat jenderal sesuai hasil pembahasan serta menyampaikan
kepada kepala Subbagian Pelaporan.
5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :
5.1.
5.2.
5.3.
5.4.
5.5.
5.6.

Pengarahan dan disposisi Kepala Subbagian Pelaporan.


Rencana kerja Subbagian di lingkungan Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
Rencana kerja Bagian di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal.
Rencana kerja unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
Rencana strategik unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
Visi dan misi dari masing-masing unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran.
5.7. RKT unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.8. PK unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.9. Laporan berkala subbagian di Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
5.10. Laporan berkala bagian di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal.
5.11. Laporan berkala unit eselon II dilingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.12. LAKIP unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.13. LHP dari aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 104 -

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


6.1. Peraturan perundang-undangan di bidang anggaran serta peraturan
pelaksanaannya;
6.2. Peraturan perundang-undangan di bidang Keuangan Negara, Perbendaharaan
serta peraturan pelaksanaannya;
6.3. Peraturan perundang-undangan berkaitan dengan laporan dan program kerja
pemerintah dan Departemen Keuangan.
6.4. Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tatakerja Departemen
Keuangan.
6.5. Peraturan, Keputusan, Surat Edaran, Instruksi Menteri Keuangan atau Pejabat
eselon I di lingkungan Departemen Keuangan.
6.6. Buku petunjuk pelaksanaan pekerjaan Direktorat Jenderal Anggaran.
6.7. Pedoman Tata Persuratan Dinas.
7. HASIL KERJA :
7.1.
7.2.
7.3.
7.4.
7.5.
7.6.

Rancangan Konsep Rencana Kerja Direktorat Jenderal Anggaran;


Rancangan Konsep Rencana Strategis Direktorat Jenderal Anggaran;
Rancangan Konsep Rencana Kinerja Tahunan Direktorat Jenderal Anggaran;
Rancangan Konsep Penetapan Kinerja Direktorat Jenderal Anggaran.
Rancangan Konsep Laporan Pelaksanaan Tugas Direktorat Jenderal Anggaran.
Rancangan Konsep Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
Direktorat Jenderal Anggaran;
7.7. Rancangan Konsep tanggapan tindak lanjut LHP;
7.8. Rancangan Konsep Penyajian informasi direktorat jenderal;
7.9. Rancangan Konsep penerusan surat.
8. WEWENANG :
8.1. Mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Kepala Subbagian Pelaporan.
8.2. Meminta data/informasi dalam rangka rencana kerja ( Renja) Direktorat Jenderal
Anggaran.
8.3. Meminta data/informasi dalam rangka rencana strategis (Renstra) Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.4. Meminta data/informasi dalam rangka rencana kinerja tahunan (RKT) Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.5. Meminta data/informasi dalam rangka Penetapan Kinerja (PK) Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.6. Meminta data/informasi dalam rangka laporan pelaksanaan tugas Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.7. Meminta data/informasi dalam rangka Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah (LAKIP) Direktorat JenderaI Anggaran.
8.8. Meminta data/informasi dalam rangka tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan
(LHP) dari aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
8.9. Melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
8.10. Meminta data / informasi, bahan atau hal-hal yang diperlukan dari unit eselon II
Direktorat Jenderal Anggaran.
9. TANGGUNG JAWAB :
9.1. Usul, saran dan pendapat yang diajukan.
9.2. Kebenaran data/informasi rencana kerja ( Renja) Direktorat Jenderal Anggaran.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 105 -

9.3. Kebenaran data/informasi rencana strategis (Renstra) Direktorat Jenderal


Anggaran.
9.4. Kebenaran data/informasi rencana kinerja tahunan (RKT) Direktorat Jenderal
Anggaran.
9.5. Kebenaran data/informasi Penetapan Kinerja (PK) Direktorat Jenderal
Anggaran.
9.6. Kebenaran data/informasi laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal
Anggaran.
9.7. Kebenaran data/informasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
(LAKIP) Direktorat JenderaI Anggaran.
9.8. Kebenaran data/informasi tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari
aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
9.9. Terlaksananya koordinasi yang baik dengan pihak terkait.
9.10. Kebenaran data / informasi yang diberikan.
10. HUBUNGAN KERJA :
10.1. Kepala Subbagian Pelaporan dalam hal menerima tugas, petunjuk, pengarahan
dan mengajukan usul, saran, pendapat.
10.2. Para Pelaksana dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas.
10.3. Para pegawai di lingkungan Subbagian Pelaporan dalam hal pelaksanaan
tugas.
10.4. Pihak lain yang terkait dalam hal pelaksanaan tugas.
11. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN
11.1. Permintaan dari unit lain yang seringkali mendadak.
11.2. Masukan/Usulan dari unit Eselon II DJA dalam rangka penyusunan pelaporan
terlambat.
12. RISIKO JABATAN : Tidak ada
13. SYARAT JABATAN :
13.1.
13.2.
13.3.
13.4.

Pangkat/Golongan :
Pendidikan Formal :
Kursus/Diklat
:
Syarat lainnya
:

III/b III/d
Strata I
- Menguasai bidang tugasnya
- Standar Kompetensi
Menguasai
prinsip-prinsip
organisasi
manajemen;
Menguasai tugas dan fungsi organisasi DJA;
Menguasai konsep Renja;
Menguasai konsep Renstra;
Menguasai konsep RKT;
Menguasai konsep PK;
Menguasai konsep LAKIP.

dan

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 106 -

1. NAMA JABATAN

: Penelaah Bahan Telaahan Tk. II

2. IKHTISAR JABATAN :
Membantu melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan rencana
strategik, laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal, laporan dan pelaksanaan
tugas, pemantauan tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan aparat pengawasan
fungsional dan pengawasan masyarakat serta koordinasi penyajian informasi
direktorat jenderal sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. TUJUAN JABATAN
Mendukung terwujudnya tersusun rencana kerja dan rencana strategik, laporan
akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal, laporan dan pelaksanaan tugas, pemantauan
tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan
pengawasan masyarakat.
4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :
4.1.

Membantu melakukan penelahaan bahan dalam rangka penyusunan


konsep rencana kerja ( Renja) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.1.1. Mempelajari bahan penyusunan konsep Renja Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.1.2. Menelaah bahan penyusunan konsep Renja Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.1.3. Membahas hasil telaahan bahan penyusunan konsep Renja Direktorat
Jenderal Anggaran bersama Kepala Subbagian Pelaporan;
4.1.4. Menyusun konsep telaahan Renja Direktorat Jenderal Anggaran sesuai
hasil pembahasan serta menyampaikan kepada kepala Subbagian
Pelaporan.

4.2.

Membantu melakukan penelaahan bahan dalam rangka penyusunan


konsep rencana strategis (Renstra) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.2.1. Mempelajari bahan penyusunan konsep Renstra Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.2.2. Menelaah bahan penyusunan konsep Renstra Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.2.3. Membahas hasil telaahan bahan penyusunan konsep Renstra Direktorat
Jenderal Anggaran bersama Kepala Subbagian Pelaporan;
4.2.4. Menyusun konsep telaahan Renstra Direktorat Jenderal Anggaran
sesuai hasil pembahasan serta menyampaikan kepada kepala
Subbagian Pelaporan.

4.3. Membantu melakukan penelaahan bahan dalam rangka penyusunan


konsep rencana kinerja tahunan (RKT) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.3.1. Mempelajari bahan penyusunan konsep RKT Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.3.2. Menelaah bahan penyusunan konsep RKT Direktorat Jenderal
Anggaran;

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 107 -

4.3.3. Membahas hasil telaahan bahan penyusunan konsep RKT Direktorat


Jenderal Anggaran bersama Kepala Subbagian Pelaporan;
4.3.4. Menyusun konsep telaahan RKT Direktorat Jenderal Anggaran sesuai
hasil pembahasan serta menyampaikan kepada kepala Subbagian
Pelaporan.
4.4.

Membantu melakukan penelaahan bahan dalam rangka penyusunan


konsep Penetapan Kinerja (PK) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.4.1. Mempelajari bahan penyusunan konsep PK Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.4.2. Menelaah bahan penyusunan konsep PK Direktorat Jenderal Anggaran;
4.4.3. Membahas hasil telaahan bahan penyusunan konsep PK Direktorat
Jenderal Anggaran bersama Kepala Subbagian Pelaporan;
4.4.4. Menyusun konsep telaahan PK Direktorat Jenderal Anggaran sesuai
hasil pembahasan serta menyampaikan kepada kepala Subbagian
Pelaporan;

4.5.

Membantu melakukan penelaahan bahan dalam rangka penyusunan


konsep laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Anggaran.
4.5.1. Mempelajari bahan penyusunan konsep laporan pelaksanaan tugas
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.5.2. Menelaah bahan penyusunan konsep laporan pelaksanaan tugas
Direktorat Jenderal Anggaran;
4.5.3. Membahas hasil telaahan bahan penyusunan konsep laporan
pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Anggaran bersama Kepala
Subbagian Pelaporan;
4.5.4. Menyusun konsep telaahan laporan pelaksanaan tugas Direktorat
Jenderal Anggaran sesuai hasil pembahasan serta menyampaikan
kepada kepala Subbagian Pelaporan.

4.6.

Membantu melakukan penelaahan bahan dalam rangka penyusunan


konsep Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)
Direktorat JenderaI Anggaran.
4.6.1. Mempelajari bahan penyusunan konsep LAKIP Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.6.2. Menelaah bahan penyusunan konsep LAKIP Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.6.3. Membahas hasil telaahan bahan penyusunan konsep LAKIP Direktorat
Jenderal Anggaran bersama Kepala Subbagian Pelaporan;
4.6.4. Menyusun konsep telaahan LAKIP Direktorat Jenderal Anggaran sesuai
hasil pembahasan serta menyampaikan kepada kepala Subbagian
Pelaporan.

4.7.

Membantu melakukan penelaahan bahan dalam rangka penyusunan


konsep tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari aparat
pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
4.7.1. Mempelajari bahan penyusunan konsep LHP dari aparat pengawasan
fungsional dan pengawasan masyarakat;

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 108 -

4.7.2. Menelaah bahan penyusunan konsep LHP Direktorat Jenderal


Anggaran;
4.7.3. Membahas hasil telaahan bahan penyusunan konsep LHP Direktorat
Jenderal Anggaran bersama Kepala Subbagian Pelaporan;
4.7.4. Menyusun konsep telaahan bahan LHP Direktorat Jenderal Anggaran
sesuai hasil pembahasan serta menyampaikan kepada kepala
Subbagian Pelaporan.
4.8. Membantu
melakukan
penelaahan
bahan
dalam
mengkoordinasikan penyajian informasi direktorat jenderal.

rangka

4.8.1. Mempelajari bahan dalam mengkoordinasikan penyajian informasi


direktorat jenderal;
4.8.2. Menelaah bahan dalam mengkoordinasikan penyajian informasi
direktorat jenderal;
4.8.3. Membahas hasil telaahan bahan dalam mengkoordinasikan penyajian
informasi direktorat jenderal bersama Kepala Subbagian Pelaporan;
4.8.4. Menyusun konsep telaahan bahan dalam mengkoordinasikan penyajian
informasi direktorat jenderal sesuai hasil pembahasan serta
menyampaikan kepada kepala Subbagian Pelaporan.
4.9. Membantu
melakukan
penelaahan
bahan
dalam
mengkoordinasikan penerusan surat direktorat jenderal.

rangka

4.9.1. Mempelajari bahan dalam mengkoordinasikan penerusan surat direktorat


jenderal;
4.9.2. Menelaah bahan dalam mengkoordinasikan penerusan surat direktorat
jenderal;
4.9.3. Membahas hasil telaahan bahan dalam mengkoordinasikan penerusan
surat direktorat jenderal bersama Kepala Subbagian Pelaporan;
4.9.4. Menyusun konsep telaahan bahan dalam mengkoordinasikan penerusan
surat direktorat jenderal sesuai hasil pembahasan serta menyampaikan
kepada kepala Subbagian Pelaporan.
5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :
5.1.
5.2.
5.3.
5.4.
5.5.
5.6.

Pengarahan dan disposisi Kepala Subbagian Pelaporan.


Rencana kerja Subbagian di lingkungan Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
Rencana kerja Bagian di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal.
Rencana kerja unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
Rencana strategik unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
Visi dan misi dari masing-masing unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran.
5.7. RKT unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.8. PK unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.9. Laporan berkala subbagian di Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
5.10. Laporan berkala bagian di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal.
5.11. Laporan berkala unit eselon II dilingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.12. LAKIP unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.13. LHP dari aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 109 -

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


6.1. Peraturan perundang-undangan di bidang anggaran serta peraturan
pelaksanaannya;
6.2. Peraturan perundang-undangan di bidang Keuangan Negara, Perbendaharaan
serta peraturan pelaksanaannya;
6.3. Peraturan perundang-undangan berkaitan dengan laporan dan program kerja
pemerintah dan Departemen Keuangan.
6.4. Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tatakerja Departemen
Keuangan.
6.5. Peraturan, Keputusan, Surat Edaran, Instruksi Menteri Keuangan atau Pejabat
eselon I di lingkungan Departemen Keuangan.
6.6. Buku petunjuk pelaksanaan pekerjaan Direktorat Jenderal Anggaran.
6.7. Pedoman Tata Persuratan Dinas.
7. HASIL KERJA :
7.1.
7.2.
7.3.
7.4.
7.5.
7.6.

Rancangan Konsep Rencana Kerja Direktorat Jenderal Anggaran;


Rancangan Konsep Rencana Strategis Direktorat Jenderal Anggaran;
Rancangan Konsep Rencana Kinerja Tahunan Direktorat Jenderal Anggaran;
Rancangan Konsep Penetapan Kinerja Direktorat Jenderal Anggaran.
Rancangan Konsep Laporan Pelaksanaan Tugas Direktorat Jenderal Anggaran.
Rancangan Konsep Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
Direktorat Jenderal Anggaran;
7.7. Rancangan Konsep tanggapan tindak lanjut LHP;
7.8. Rancangan Konsep Penyajian informasi direktorat jenderal;
7.9. Rancangan Konsep penerusan surat.
8. WEWENANG :
8.1. Mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Kepala Subbagian Pelaporan.
8.2. Meminta data/informasi dalam rangka rencana kerja ( Renja) Direktorat Jenderal
Anggaran.
8.3. Meminta data/informasi dalam rangka rencana strategis (Renstra) Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.4. Meminta data/informasi dalam rangka rencana kinerja tahunan (RKT) Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.5. Meminta data/informasi dalam rangka Penetapan Kinerja (PK) Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.6. Meminta data/informasi dalam rangka laporan pelaksanaan tugas Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.7. Meminta data/informasi dalam rangka Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah (LAKIP) Direktorat JenderaI Anggaran.
8.8. Meminta data/informasi dalam rangka tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan
(LHP) dari aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
8.9. Melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
8.10. Meminta data / informasi, bahan atau hal-hal yang diperlukan dari unit eselon II
Direktorat Jenderal Anggaran.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 110 -

9. TANGGUNG JAWAB :
9.1. Usul, saran dan pendapat yang diajukan.
9.2. Kebenaran data/informasi rencana kerja ( Renja) Direktorat Jenderal Anggaran.
9.3. Kebenaran data/informasi rencana strategis (Renstra) Direktorat Jenderal
Anggaran.
9.4. Kebenaran data/informasi rencana kinerja tahunan (RKT) Direktorat Jenderal
Anggaran.
9.5. Kebenaran data/informasi Penetapan Kinerja (PK) Direktorat Jenderal
Anggaran.
9.6. Kebenaran data/informasi laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal
Anggaran.
9.7. Kebenaran data/informasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
(LAKIP) Direktorat JenderaI Anggaran.
9.8. Kebenaran data/informasi tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari
aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
9.9. Terlaksananya koordinasi yang baik dengan pihak terkait.
9.10. Kebenaran data / informasi yang diberikan.
10. HUBUNGAN KERJA :
10.1. Kepala Subbagian Pelaporan dalam hal menerima tugas, petunjuk, pengarahan
dan mengajukan usul, saran, pendapat.
10.2. Para Pelaksana dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas.
10.3. Para pegawai di lingkungan Subbagian Pelaporan dalam hal pelaksanaan
tugas.
10.4. Pihak lain yang terkait dalam hal pelaksanaan tugas.
11. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN
11.1. Permintaan dari unit lain yang seringkali mendadak.
11.2. Masukan/Usulan dari unit Eselon II DJA dalam rangka penyusunan pelaporan
terlambat.
12. RISIKO JABATAN : Tidak ada
13. SYARAT JABATAN :
13.1.
13.2.
13.3.
13.4.

Pangkat/Golongan :
Pendidikan Formal :
Kursus/Diklat
:
Syarat lainnya
:

III/a III/c
Strata I
- Menguasai bidang tugasnya
- Standar Kompetensi
Menguasai
prinsip-prinsip
organisasi
manajemen;
Menguasai tugas dan fungsi organisasi DJA;
Menguasai konsep Renja;
Menguasai konsep Renstra;
Menguasai konsep RKT;
Menguasai konsep PK;
Menguasai konsep LAKIP.

dan

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 111 -

1.

NAMA JABATAN

: Pemroses Bahan Telaahan Tk. I

2.

IKHTISAR JABATAN

Membantu melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan rencana


strategik, laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal, laporan dan pelaksanaan
tugas, pemantauan tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan aparat pengawasan
fungsional dan pengawasan masyarakat serta koordinasi penyajian informasi
direktorat jenderal sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3.

TUJUAN JABATAN
Mendukung terwujudnya tersusun rencana kerja dan rencana strategik, laporan
akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal, laporan dan pelaksanaan tugas, pemantauan
tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan
pengawasan masyarakat.

4.

URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :


4.1. Melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka penyusunan
konsep rencana kerja (Renja) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.1.1.
4.1.2.
4.1.3.

Mempelajari bahan penyusunan konsep Renja Direktorat Jenderal


Anggaran;
Meneliti bahan penyusunan konsep Renja Direktorat Jenderal
Anggaran;
Mengolah data dalam rangka penyusunan konsep Renja Direktorat
Jenderal Anggaran dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian
Pelaporan.

4.2. Melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka penyusunan


konsep rencana strategis (Renstra) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.2.1.
4.2.2.
4.2.3.

Mempelajari bahan penyusunan konsep Renstra Direktorat Jenderal


Anggaran;
Meneliti bahan penyusunan konsep Renstra Direktorat Jenderal
Anggaran;
Mengolah data dalam rangka penyusunan konsep Renstra Direktorat
Jenderal Anggaran dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian
Pelaporan.

4.3. Melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka penyusunan


konsep rencana kinerja tahunan (RKT) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.3.1.
4.3.2.
4.3.3.

Mempelajari bahan penyusunan konsep RKT Direktorat Jenderal


Anggaran;
Meneliti bahan penyusunan konsep RKT Direktorat Jenderal Anggaran;
Mengolah data dalam rangka penyusunan konsep RKT Direktorat
Jenderal Anggaran dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian
Pelaporan.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 112 -

4.4.

Melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka penyusunan


konsep Penetapan Kinerja (PK) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.4.1.
4.4.2.
4.4.3.

4.5.

Melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka penyusunan


konsep laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Anggaran.
4.5.1.
4.5.2.
4.5.3.

4.6.

Mempelajari bahan penyusunan konsep laporan pelaksanaan tugas


Direktorat Jenderal Anggaran;
Meneliti bahan penyusunan konsep laporan pelaksanaan tugas
Direktorat Jenderal Anggaran;
Mengolah data dalam rangka penyusunan konsep laporan pelaksanaan
tugas Direktorat Jenderal Anggaran dan menyampaikan kepada Kepala
Subbagian Pelaporan.

Melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka penyusunan


konsep Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)
Direktorat JenderaI Anggaran.
4.6.1.
4.6.2.
4.6.3.

4.7.

Mempelajari bahan penyusunan konsep PK Direktorat Jenderal


Anggaran;
Meneliti bahan penyusunan konsep PK Direktorat Jenderal Anggaran;
Mengolah data dalam rangka penyusunan konsep PK Direktorat
Jenderal Anggaran dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian
Pelaporan.

Mempelajari bahan penyusunan konsep LAKIP Direktorat Jenderal


Anggaran;
Meneliti bahan penyusunan konsep LAKIP Direktorat Jenderal
Anggaran;
Mengolah data dalam rangka penyusunan konsep LAKIP Direktorat
Jenderal Anggaran dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian
Pelaporan.

Melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka penyusunan


konsep tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari aparat
pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
4.7.1.
4.7.2.
4.7.3.

Mempelajari bahan penyusunan konsep tanggapan LHP Direktorat


Jenderal Anggaran;
Meneliti bahan penyusunan konsep tanggapan LHP Direktorat Jenderal
Anggaran;
Mengolah data dalam rangka penyusunan konsep tanggapan LHP
Direktorat Jenderal Anggaran dan menyampaikan kepada Kepala
Subbagian Pelaporan.

4.8. Melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam


mengkoordinasikan penyajian informasi direktorat jenderal.
4.8.1.
4.8.2.
4.8.3.

rangka

Mempelajari bahan dalam mengkoordinasikan penyajian informasi


direktorat jenderal;
Meneliti bahan dalam mengkoordinasikan penyajian informasi direktorat
jenderal;
Mengolah data dalam rangka mengkoordinasikan penyajian informasi

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 113 -

direktorat jenderal dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian


Pelaporan.
4.9. Melakukan pengolahan dan pentabulasian data
mengkoordinasikan penerusan surat direktorat jenderal.
4.9.1.
4.9.2.
4.9.3.

5.

dalam

rangka

Mempelajari bahan dalam mengkoordinasikan penerusan surat


direktorat jenderal;
Meneliti bahan dalam mengkoordinasikan penerusan surat direktorat
jenderal;
Mengolah data dalam rangka mengkoordinasikan penerusan surat
direktorat jenderal dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian
Pelaporan.

BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


5.1.
5.2.
5.3.
5.4.
5.5.
5.6.

Pengarahan dan disposisi Kepala Subbagian Pelaporan;


Rencana kerja Subbagian di lingkungan Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
Rencana kerja Bagian di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal.
Rencana kerja unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
Rencana strategik unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
Visi dan misi dari masing-masing unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran.
5.7. RKT unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.8. PK unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.9. Laporan berkala subbagian di Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
5.10. Laporan berkala bagian di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal.
5.11. Laporan berkala unit eselon II dilingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.12. LAKIP unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.13. LHP dari aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
6.

ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


6.1. Peraturan perundang-undangan di bidang anggaran serta peraturan
pelaksanaannya;
6.2. Peraturan perundang-undangan di bidang Keuangan Negara, Perbendaharaan
serta peraturan pelaksanaannya;
6.3. Peraturan perundang-undangan berkaitan dengan laporan dan program kerja
pemerintah dan Departemen Keuangan.
6.4. Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tatakerja Departemen
Keuangan.
6.5. Peraturan, Keputusan, Surat Edaran, Instruksi Menteri Keuangan atau Pejabat
eselon I di lingkungan Departemen Keuangan.
6.6. Buku petunjuk pelaksanaan pekerjaan Direktorat Jenderal Anggaran.
6.7. Pedoman Tata Persuratan Dinas.

7.

HASIL KERJA :
7.1. Hasil pengolahan data Rencana Kerja Direktorat Jenderal Anggaran;
7.2. Hasil pengolahan data Rencana Strategis Direktorat Jenderal Anggaran;

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 114 -

7.3. Hasil pengolahan data Rencana Kinerja Tahunan Direktorat Jenderal Anggaran;
7.4. Hasil pengolahan data Penetapan Kinerja Direktorat Jenderal Anggaran.
7.5. Hasil pengolahan data Laporan Pelaksanaan Tugas Direktorat Jenderal
Anggaran.
7.6. Hasil pengolahan data Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
Direktorat Jenderal Anggaran;
7.7. Hasil pengolahan data tanggapan tindak lanjut LHP;
7.8. Hasil pengolahan data Penyajian informasi direktorat jenderal;
7.9. Hasil pengolahan data penerusan surat.
8.

WEWENANG :
8.1. Mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Kepala Subbagian Pelaporan.
8.2. Meminta data/informasi dalam rangka rencana kerja ( Renja) Direktorat Jenderal
Anggaran.
8.3. Meminta data/informasi dalam rangka rencana strategis (Renstra) Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.4. Meminta data/informasi dalam rangka rencana kinerja tahunan (RKT) Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.5. Meminta data/informasi dalam rangka Penetapan Kinerja (PK) Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.6. Meminta data/informasi dalam rangka laporan pelaksanaan tugas Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.7. Meminta data/informasi dalam rangka Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah (LAKIP) Direktorat JenderaI Anggaran.
8.8. Meminta data/informasi dalam rangka tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan
(LHP) dari aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
8.9. Melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
8.10. Meminta data / informasi, bahan atau hal-hal yang diperlukan dari unit eselon II
Direktorat Jenderal Anggaran.

9.

TANGGUNG JAWAB :
9.1. Kebenaran data / informasi yang diberikan.
9.2. Kebenaran data/informasi rencana kerja ( Renja) Direktorat Jenderal Anggaran.
9.3. Kebenaran data/informasi rencana strategis (Renstra) Direktorat Jenderal
Anggaran.
9.4. Kebenaran data/informasi rencana kinerja tahunan (RKT) Direktorat Jenderal
Anggaran.
9.5. Kebenaran data/informasi Penetapan Kinerja (PK) Direktorat Jenderal
Anggaran.
9.6. Kebenaran data/informasi laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal
Anggaran.
9.7. Kebenaran data/informasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
(LAKIP) Direktorat JenderaI Anggaran.
9.8. Kebenaran data/informasi tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari
aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
9.9. Terlaksananya koordinasi yang baik dengan pihak terkait.
9.10. Kebenaran data / informasi yang diberikan.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 115 -

10. HUBUNGAN KERJA :


10.1. Kepala Subbagian Pelaporan dalam hal menerima tugas, petunjuk, pengarahan
dan mengajukan usul, saran, pendapat mengenai pelaksanaan tugas.
10.2. Para Pelaksana dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas.
10.3. Para pegawai di lingkungan Subbagian Pelaporan dalam hal pelaksanaan
tugas.
10.4. Pihak lain yang terkait dalam hal pelaksanaan tugas.
11. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN
Masukan/Usulan dari unit Eselon II DJA dalam rangka penyusunan pelaporan
terlambat.
12. RISIKO JABATAN : Tidak ada
13. SYARAT JABATAN :
13.1.
13.2.
13.3.
13.4.

Pangkat/Golongan
Pendidikan Formal
Kursus/Diklat
Syarat lainnya

:
:
:
:

II/d III/b
Diploma III
- Menguasai bidang tugasnya
- Standar Kompetensi
Memahami
prinsip-prinsip
organisasi
manajemen;
Memahami tugas dan fungsi organisasi DJA;
Memahami konsep Renja;
Memahami konsep Renstra;
Memahami konsep RKT;
Memahami konsep PK;
Memahami konsep LAKIP.

dan

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 116 -

1.

NAMA JABATAN

2.

IKHTISAR JABATAN :

: Pemroses Bahan Telaahan Tk. II

Membantu melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan rencana


strategik, laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal, laporan dan pelaksanaan
tugas, pemantauan tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan aparat pengawasan
fungsional dan pengawasan masyarakat serta koordinasi penyajian informasi
direktorat jenderal sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3.

TUJUAN JABATAN
Mendukung terwujudnya tersusun rencana kerja dan rencana strategik, laporan
akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal, laporan dan pelaksanaan tugas, pemantauan
tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan
pengawasan masyarakat.

4.

URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :


4.1.

Membantu melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka


penyusunan konsep rencana kerja (Renja) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.1.1. Mempelajari bahan penyusunan konsep Renja Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.1.2. Meneliti bahan penyusunan konsep Renja Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.1.3. Mengolah data dalam rangka penyusunan konsep Renja Direktorat
Jenderal Anggaran dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian
Pelaporan.

4.2.

Membantu melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka


penyusunan konsep rencana strategis (Renstra) Direktorat Jenderal
Anggaran.
4.2.1. Mempelajari bahan penyusunan konsep Renstra Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.2.2. Meneliti bahan penyusunan konsep Renstra Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.2.3. Mengolah data dalam rangka penyusunan konsep Renstra Direktorat
Jenderal Anggaran dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian
Pelaporan.

4.3.

Membantu melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka


penyusunan konsep rencana kinerja tahunan (RKT) Direktorat Jenderal
Anggaran.
4.3.1. Mempelajari bahan penyusunan konsep RKT Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.3.2. Meneliti bahan penyusunan konsep RKT Direktorat Jenderal Anggaran;
4.3.3. Mengolah data dalam rangka penyusunan konsep RKT Direktorat

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 117 -

Jenderal Anggaran dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian


Pelaporan.
4.4.

Membantu melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka


penyusunan konsep Penetapan Kinerja (PK) Direktorat Jenderal Anggaran.
4.4.1.
4.4.2.
4.4.3.

4.5.

Membantu melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka


penyusunan konsep laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal
Anggaran.
4.5.1.
4.5.2.
4.5.3.

4.6.

Mempelajari bahan penyusunan konsep PK Direktorat Jenderal


Anggaran;
Meneliti bahan penyusunan konsep PK Direktorat Jenderal Anggaran;
Mengolah data dalam rangka penyusunan konsep PK Direktorat
Jenderal Anggaran dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian
Pelaporan.

Mempelajari bahan penyusunan konsep laporan pelaksanaan tugas


Direktorat Jenderal Anggaran;
Meneliti bahan penyusunan konsep laporan pelaksanaan tugas
Direktorat Jenderal Anggaran;
Mengolah data dalam rangka penyusunan konsep laporan pelaksanaan
tugas Direktorat Jenderal Anggaran dan menyampaikan kepada Kepala
Subbagian Pelaporan.

Membantu melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka


penyusunan konsep Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
(LAKIP) Direktorat JenderaI Anggaran.
4.6.1. Mempelajari bahan penyusunan konsep LAKIP Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.6.2. Meneliti bahan penyusunan konsep LAKIP Direktorat Jenderal
Anggaran;
4.6.3. Mengolah data dalam rangka penyusunan konsep LAKIP Direktorat
Jenderal Anggaran dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian
Pelaporan.

4.7.

Membantu melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka


penyusunan konsep tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari
aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
4.7.1.
4.7.2.
4.7.3.

4.8.

Mempelajari bahan penyusunan konsep tanggapan LHP Direktorat


Jenderal Anggaran;
Meneliti bahan penyusunan konsep tanggapan LHP Direktorat Jenderal
Anggaran;
Mengolah data dalam rangka penyusunan konsep tanggapan LHP
Direktorat Jenderal Anggaran dan menyampaikan kepada Kepala
Subbagian Pelaporan.

Membantu melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka


mengkoordinasikan penyajian informasi direktorat jenderal.
4.8.1.

Mempelajari bahan dalam mengkoordinasikan penyajian informasi

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 118 -

4.8.2.
4.8.3.

direktorat jenderal;
Meneliti bahan dalam mengkoordinasikan penyajian informasi direktorat
jenderal;
Mengolah data dalam rangka mengkoordinasikan penyajian informasi
direktorat jenderal dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian
Pelaporan.

4.9. Membantu melakukan pengolahan dan pentabulasian data dalam rangka


mengkoordinasikan penerusan surat direktorat jenderal.
4.9.1.
4.9.2.
4.9.3.

5.

Mempelajari bahan dalam mengkoordinasikan penerusan surat


direktorat jenderal;
Meneliti bahan dalam mengkoordinasikan penerusan surat direktorat
jenderal;
Mengolah data dalam rangka mengkoordinasikan penerusan surat
direktorat jenderal dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian
Pelaporan.

BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


5.1.
5.2.
5.3.
5.4.
5.5.
5.6.

Pengarahan dan disposisi Kepala Subbagian Pelaporan;


Rencana kerja Subbagian di lingkungan Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
Rencana kerja Bagian di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal.
Rencana kerja unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
Rencana strategik unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
Visi dan misi dari masing-masing unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran.
5.7. RKT unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.8. PK unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.9. Laporan berkala subbagian di Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
5.10. Laporan berkala bagian di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal.
5.11. Laporan berkala unit eselon II dilingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.12. LAKIP unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.13. LHP dari aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
6.

ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


6.1. Peraturan perundang-undangan di bidang anggaran serta peraturan
pelaksanaannya;
6.2. Peraturan perundang-undangan di bidang Keuangan Negara, Perbendaharaan
serta peraturan pelaksanaannya;
6.3. Peraturan perundang-undangan berkaitan dengan laporan dan program kerja
pemerintah dan Departemen Keuangan.
6.4. Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tatakerja Departemen
Keuangan.
6.5. Peraturan, Keputusan, Surat Edaran, Instruksi Menteri Keuangan atau Pejabat
eselon I di lingkungan Departemen Keuangan.
6.6. Buku petunjuk pelaksanaan pekerjaan Direktorat Jenderal Anggaran.
6.7. Pedoman Tata Persuratan Dinas.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 119 -

7.

HASIL KERJA :
7.1.
7.2.
7.3.
7.4.
7.5.
7.6.
7.7.
7.8.
7.9.

8.

Hasil pengolahan data Rencana Kerja Direktorat Jenderal Anggaran;


Hasil pengolahan data Rencana Strategis Direktorat Jenderal Anggaran;
Hasil pengolahan data Rencana Kinerja Tahunan Direktorat Jenderal Anggaran;
Hasil pengolahan data Penetapan Kinerja Direktorat Jenderal Anggaran.
Hasil pengolahan data Laporan Pelaksanaan Tugas Direktorat Jenderal
Anggaran.
Hasil pengolahan data Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
Direktorat Jenderal Anggaran;
Hasil pengolahan data tanggapan tindak lanjut LHP;
Hasil pengolahan data Penyajian informasi direktorat jenderal;
Hasil pengolahan data penerusan surat.

WEWENANG :
8.1. Mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Kepala Subbagian Pelaporan.
8.2. Meminta data/informasi dalam rangka rencana kerja ( Renja) Direktorat Jenderal
Anggaran.
8.3. Meminta data/informasi dalam rangka rencana strategis (Renstra) Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.4. Meminta data/informasi dalam rangka rencana kinerja tahunan (RKT) Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.5. Meminta data/informasi dalam rangka Penetapan Kinerja (PK) Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.6. Meminta data/informasi dalam rangka laporan pelaksanaan tugas Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.7. Meminta data/informasi dalam rangka Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah (LAKIP) Direktorat JenderaI Anggaran.
8.8. Meminta data/informasi dalam rangka tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan
(LHP) dari aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
8.9. Melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
8.10. Meminta data / informasi, bahan atau hal-hal yang diperlukan dari unit eselon II
Direktorat Jenderal Anggaran.

9.

TANGGUNG JAWAB :
9.1. Kebenaran data / informasi yang diberikan.
9.2. Kebenaran data/informasi rencana kerja ( Renja) Direktorat Jenderal Anggaran.
9.3. Kebenaran data/informasi rencana strategis (Renstra) Direktorat Jenderal
Anggaran.
9.4. Kebenaran data/informasi rencana kinerja tahunan (RKT) Direktorat Jenderal
Anggaran.
9.5. Kebenaran data/informasi Penetapan Kinerja (PK) Direktorat Jenderal
Anggaran.
9.6. Kebenaran data/informasi laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal
Anggaran.
9.7. Kebenaran data/informasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
(LAKIP) Direktorat JenderaI Anggaran.
9.8. Kebenaran data/informasi tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari
aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 120 -

9.9. Terlaksananya koordinasi yang baik dengan pihak terkait.


9.10. Kebenaran data / informasi yang diberikan.
10. HUBUNGAN KERJA :
10.1. Kepala Subbagian Pelaporan dalam hal menerima tugas, petunjuk, pengarahan
dan mengajukan usul, saran, pendapat mengenai pelaksanaan tugas.
10.2. Para Pelaksana dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas.
10.3. Para pegawai di lingkungan Subbagian Pelaporan dalam hal pelaksanaan
tugas.
10.4. Pihak lain yang terkait dalam hal pelaksanaan tugas.
11. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN
Masukan/Usulan dari unit Eselon II DJA dalam rangka penyusunan pelaporan
terlambat.
12. RISIKO JABATAN : Tidak ada
13. SYARAT JABATAN :
13.1.
13.2.
13.3.
13.4.

Pangkat/Golongan
Pendidikan Formal
Kursus/Diklat
Syarat lainnya

:
:
:
:

II/c III/a
SMA /Diploma III
- Menguasai bidang tugasnya
- Standar Kompetensi
Memahami
prinsip-prinsip
organisasi
manajemen;
Memahami tugas dan fungsi organisasi DJA;
Memahami konsep Renja;
Memahami konsep Renstra;
Memahami konsep RKT;
Memahami konsep PK;
Memahami konsep LAKIP.

dan

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 121 -

1.

NAMA JABATAN

: Penyaji Bahan Telaahan Tk. I

2.

IKHTISAR JABATAN

Membantu melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan rencana


strategik, laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal, laporan dan pelaksanaan
tugas, pemantauan tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan aparat pengawasan
fungsional dan pengawasan masyarakat serta koordinasi penyajian informasi
direktorat jenderal sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3.

TUJUAN JABATAN
Mendukung terwujudnya tersusun rencana kerja dan rencana strategik, laporan
akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal, laporan dan pelaksanaan tugas, pemantauan
tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan
pengawasan masyarakat.

4.

URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :

4.1. Menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan dalam
rangka penyusunan konsep rencana kerja (Renja) Direktorat Jenderal
Anggaran.
4.1.1.
4.1.2.

Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam


rangka penyusunan konsep Renja Direktorat Jenderal Anggaran;
Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data penyusunan konsep
Renja Direktorat Jenderal Anggaran serta menyampaikan kepada
Kepala Subbagian Pelaporan.

4.2. Menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan dalam
rangka penyusunan konsep rencana strategis (Renstra) Direktorat
Jenderal Anggaran.
4.2.1.
4.2.2.

Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam


rangka penyusunan konsep Renstra Direktorat Jenderal Anggaran;
Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data penyusunan konsep
Renstra Direktorat Jenderal Anggaran serta menyampaikan kepada
Kepala Subbagian Pelaporan.

4.3. Menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan dalam
rangka penyusunan konsep rencana kinerja tahunan (RKT) Direktorat
Jenderal Anggaran.
4.3.1.
4.3.2.

Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam


rangka penyusunan konsep RKT Direktorat Jenderal Anggaran;
Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data penyusunan konsep
RKT Direktorat Jenderal Anggaran serta menyampaikan kepada
Kepala Subbagian Pelaporan.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 122 -

4.4. Menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan dalam
rangka penyusunan konsep Penetapan Kinerja (PK) Direktorat Jenderal
Anggaran.
4.4.1.
4.4.2.

Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam


rangka penyusunan konsep PK Direktorat Jenderal Anggaran;
Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data penyusunan konsep
PK Direktorat Jenderal Anggaran serta menyampaikan kepada Kepala
Subbagian Pelaporan.

4.5. Menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan dalam
rangka penyusunan konsep laporan pelaksanaan tugas Direktorat
Jenderal Anggaran.
4.5.1.
4.5.2.

Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam


rangka penyusunan konsep laporan pelaksanaan tugas Direktorat
Jenderal Anggaran;
Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data penyusunan konsep
laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Anggaran serta
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Pelaporan.

4.6. Menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan dalam
rangka penyusunan konsep Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah (LAKIP) Direktorat JenderaI Anggaran.
4.6.1.
4.6.2.

Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam


rangka penyusunan konsep LAKIP Direktorat Jenderal Anggaran;
Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data penyusunan konsep
LAKIP Direktorat Jenderal Anggaran serta menyampaikan kepada
Kepala Subbagian Pelaporan.

4.7. Menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan dalam
rangka penyusunan konsep tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)
dari aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
4.7.1.
4.7.2.

Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam


rangka penyusunan konsep tanggapan LHP Direktorat Jenderal
Anggaran;
Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data penyusunan konsep
tanggapan LHP Direktorat Jenderal Anggaran serta menyampaikan
kepada Kepala Subbagian Pelaporan.

4.8. Menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan dalam
rangka mengkoordinasikan penyajian informasi direktorat jenderal
4.8.1.
4.8.2.

Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam


mengkoordinasikan penyajian informasi direktorat jenderal;
Mengumpulkan
dan
menyajikan
bahan
dan
data
dalam
mengkoordinasikan penyajian informasi direktorat jenderal serta
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Pelaporan.

4.9. Menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan dalam
rangka mengkoordinasikan penerusan surat direktorat jenderal

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 123 -

4.9.1.
4.9.2.

5.

Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam


mengkoordinasikan penerusan surat direktorat jenderal;
Mengumpulkan
dan
menyajikan
bahan
dan
data
dalam
mengkoordinasikan penerusan surat direktorat jenderal serta
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Pelaporan.

BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


5.1.
5.2.
5.3.
5.4.
5.5.
5.6.

Pengarahan dan disposisi Kepala Subbagian Pelaporan;


Rencana kerja Subbagian di lingkungan Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
Rencana kerja Bagian di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal.
Rencana kerja unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
Rencana strategik unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
Visi dan misi dari masing-masing unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran.
5.7. RKT unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.8. PK unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.9. Laporan berkala subbagian di Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
5.10. Laporan berkala bagian di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal.
5.11. Laporan berkala unit eselon II dilingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.12. LAKIP unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.13. LHP dari aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
6.

ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


6.1. Peraturan perundang-undangan di bidang anggaran serta peraturan
pelaksanaannya;
6.2. Peraturan perundang-undangan di bidang Keuangan Negara, Perbendaharaan
serta peraturan pelaksanaannya;
6.3. Peraturan perundang-undangan berkaitan dengan laporan dan program kerja
pemerintah dan Departemen Keuangan.
6.4. Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tatakerja Departemen
Keuangan.
6.5. Peraturan, Keputusan, Surat Edaran, Instruksi Menteri Keuangan atau Pejabat
eselon I di lingkungan Departemen Keuangan.
6.6. Buku petunjuk pelaksanaan pekerjaan Direktorat Jenderal Anggaran.
6.7. Pedoman Tata Persuratan Dinas.

7.

HASIL KERJA :
7.1.
7.2.
7.3.
7.4.
7.5.
7.6.

Bahan / Data Rencana Kerja Direktorat Jenderal Anggaran;


Bahan / Data Rencana Strategis Direktorat Jenderal Anggaran;
Bahan / Data Rencana Kinerja Tahunan Direktorat Jenderal Anggaran;
Bahan / Data Penetapan Kinerja Direktorat Jenderal Anggaran.
Bahan / Data Laporan Pelaksanaan Tugas Direktorat Jenderal Anggaran.
Bahan / Data Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Direktorat
Jenderal Anggaran;
7.7. Bahan / Data tanggapan tindak lanjut LHP;
7.8. Bahan / Data Penyajian informasi direktorat jenderal;

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 124 -

7.9. Bahan / Data penerusan surat.


8.

WEWENANG :
8.1. Mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Kepala Subbagian Pelaporan.
8.2. Meminta data/informasi dalam rangka rencana kerja ( Renja) Direktorat Jenderal
Anggaran.
8.3. Meminta data/informasi dalam rangka rencana strategis (Renstra) Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.4. Meminta data/informasi dalam rangka rencana kinerja tahunan (RKT) Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.5. Meminta data/informasi dalam rangka Penetapan Kinerja (PK) Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.6. Meminta data/informasi dalam rangka laporan pelaksanaan tugas Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.7. Meminta data/informasi dalam rangka Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah (LAKIP) Direktorat JenderaI Anggaran.
8.8. Meminta data/informasi dalam rangka tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan
(LHP) dari aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
8.9. Melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
8.10. Meminta data / informasi, bahan atau hal-hal yang diperlukan dari unit eselon II
Direktorat Jenderal Anggaran.

9.

TANGGUNG JAWAB :
9.1. Kebenaran data / informasi yang diberikan.
9.2. Kebenaran data/informasi rencana kerja ( Renja) Direktorat Jenderal Anggaran.
9.3. Kebenaran data/informasi rencana strategis (Renstra) Direktorat Jenderal
Anggaran.
9.4. Kebenaran data/informasi rencana kinerja tahunan (RKT) Direktorat Jenderal
Anggaran.
9.5. Kebenaran data/informasi Penetapan Kinerja (PK) Direktorat Jenderal
Anggaran.
9.6. Kebenaran data/informasi laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal
Anggaran.
9.7. Kebenaran data/informasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
(LAKIP) Direktorat JenderaI Anggaran.
9.8. Kebenaran data/informasi tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari
aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
9.9. Terlaksananya koordinasi yang baik dengan pihak terkait.
9.10. Kebenaran data / informasi yang diberikan.

10. HUBUNGAN KERJA :


10.1. Kepala Subbagian Pelaporan dalam hal menerima tugas, petunjuk, pengarahan
dan mengajukan usul, saran, pendapat mengenai pelaksanaan tugas.
10.2. Para Pelaksana dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas.
10.3. Para pegawai di lingkungan Subbagian Pelaporan dalam hal pelaksanaan
tugas.
10.4. Pihak lain yang terkait dalam hal pelaksanaan tugas.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 125 -

11. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN


Data berupa masukan/Usulan dari unit Eselon II DJA dalam rangka penyusunan
pelaporan terlambat.
12. RISIKO JABATAN : Tidak ada
13. SYARAT JABATAN :
13.1.
13.2.
13.3.
13.4.

Pangkat/Golongan
Pendidikan Formal
Kursus/Diklat
Syarat lainnya

:
:
:
:

II/b II/d
Diploma I
- Menguasai bidang tugasnya
- Standar Kompetensi
Mengerti prinsip-prinsip organisasi dan manajemen;
Mengerti tugas dan fungsi organisasi DJA;
Mengerti konsep Renja;
Mengerti konsep Renstra;
Mengerti konsep RKT;
Mengerti konsep PK;
Mengerti konsep LAKIP.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 126 -

1.

NAMA JABATAN

: Penyaji Bahan Telaahan Tk. II

2.

IKHTISAR JABATAN

Membantu melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan rencana


strategik, laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal, laporan dan pelaksanaan
tugas, pemantauan tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan aparat pengawasan
fungsional dan pengawasan masyarakat serta koordinasi penyajian informasi
direktorat jenderal sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3.

TUJUAN JABATAN
Mendukung terwujudnya tersusun rencana kerja dan rencana strategik, laporan
akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal, laporan dan pelaksanaan tugas, pemantauan
tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan
pengawasan masyarakat.

4.

URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :


4.1.

Membantu menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan


dalam rangka penyusunan konsep rencana kerja (Renja) Direktorat
Jenderal Anggaran.
4.1.1.
4.1.2.

4.2.

Membantu menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan


dalam rangka penyusunan konsep rencana strategis (Renstra) Direktorat
Jenderal Anggaran.
4.2.1.
4.2.2.

4.3.

Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam


rangka penyusunan konsep Renstra Direktorat Jenderal Anggaran;
Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data penyusunan konsep
Renstra Direktorat Jenderal Anggaran serta menyampaikan kepada
Kepala Subbagian Pelaporan.

Membantu menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan


dalam rangka penyusunan konsep rencana kinerja tahunan (RKT)
Direktorat Jenderal Anggaran.
4.3.1.
4.3.2.

4.4.

Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam


rangka penyusunan konsep Renja Direktorat Jenderal Anggaran;
Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data penyusunan konsep
Renja Direktorat Jenderal Anggaran serta menyampaikan kepada
Kepala Subbagian Pelaporan.

Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam


rangka penyusunan konsep RKT Direktorat Jenderal Anggaran;
Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data penyusunan konsep
RKT Direktorat Jenderal Anggaran serta menyampaikan kepada
Kepala Subbagian Pelaporan.

Membantu menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan


dalam rangka penyusunan konsep Penetapan Kinerja (PK) Direktorat

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 127 -

Jenderal Anggaran.
4.4.1.
4.4.2.

4.5.

Membantu menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan


dalam rangka penyusunan konsep laporan pelaksanaan tugas Direktorat
Jenderal Anggaran.
4.5.1.
4.5.2.

4.6.

4.6.2.

4.7.2.

Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam


rangka penyusunan konsep tanggapan LHP Direktorat Jenderal
Anggaran;
Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data penyusunan konsep
tanggapan LHP Direktorat Jenderal Anggaran serta menyampaikan
kepada Kepala Subbagian Pelaporan.

Membantu menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan


dalam rangka mengkoordinasikan penyajian informasi direktorat jenderal
4.8.1.
4.8.2.

4.9.

Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam


rangka penyusunan konsep LAKIP Direktorat Jenderal Anggaran;
Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data penyusunan konsep
LAKIP Direktorat Jenderal Anggaran serta menyampaikan kepada
Kepala Subbagian Pelaporan.

Membantu menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan


dalam rangka penyusunan konsep tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan
(LHP) dari aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
4.7.1.

4.8.

Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam


rangka penyusunan konsep laporan pelaksanaan tugas Direktorat
Jenderal Anggaran;
Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data penyusunan konsep
laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Anggaran serta
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Pelaporan.

Membantu menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan


dalam rangka penyusunan konsep Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah (LAKIP) Direktorat JenderaI Anggaran.
4.6.1.

4.7.

Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam


rangka penyusunan konsep PK Direktorat Jenderal Anggaran;
Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data penyusunan konsep
PK Direktorat Jenderal Anggaran serta menyampaikan kepada Kepala
Subbagian Pelaporan.

Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam


mengkoordinasikan penyajian informasi direktorat jenderal;
Mengumpulkan
dan
menyajikan
bahan
dan
data
dalam
mengkoordinasikan penyajian informasi direktorat jenderal serta
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Pelaporan.

Membantu menghimpun dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan


dalam rangka mengkoordinasikan penerusan surat direktorat jenderal
4.9.1.

Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 128 -

4.9.2.

5.

mengkoordinasikan penerusan surat direktorat jenderal;


Mengumpulkan
dan
menyajikan
bahan
dan
data
dalam
mengkoordinasikan penerusan surat direktorat jenderal serta
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Pelaporan.

BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


5.1.
5.2.
5.3.
5.4.
5.5.
5.6.

Pengarahan dan disposisi Kepala Subbagian Pelaporan;


Rencana kerja Subbagian di lingkungan Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
Rencana kerja Bagian di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal.
Rencana kerja unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
Rencana strategik unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
Visi dan misi dari masing-masing unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal
Anggaran.
5.7. RKT unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.8. PK unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.9. Laporan berkala subbagian di Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
5.10. Laporan berkala bagian di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal.
5.11. Laporan berkala unit eselon II dilingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.12. LAKIP unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran.
5.13. LHP dari aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
6.

ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


6.1. Peraturan perundang-undangan di bidang anggaran serta peraturan
pelaksanaannya;
6.2. Peraturan perundang-undangan di bidang Keuangan Negara, Perbendaharaan
serta peraturan pelaksanaannya;
6.3. Peraturan perundang-undangan berkaitan dengan laporan dan program kerja
pemerintah dan Departemen Keuangan.
6.4. Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tatakerja Departemen
Keuangan.
6.5. Peraturan, Keputusan, Surat Edaran, Instruksi Menteri Keuangan atau Pejabat
eselon I di lingkungan Departemen Keuangan.
6.6. Buku petunjuk pelaksanaan pekerjaan Direktorat Jenderal Anggaran.
6.7. Pedoman Tata Persuratan Dinas.

7.

HASIL KERJA :
7.1.
7.2.
7.3.
7.4.
7.5.
7.6.

Bahan / Data Rencana Kerja Direktorat Jenderal Anggaran;


Bahan / Data Rencana Strategis Direktorat Jenderal Anggaran;
Bahan / Data Rencana Kinerja Tahunan Direktorat Jenderal Anggaran;
Bahan / Data Penetapan Kinerja Direktorat Jenderal Anggaran.
Bahan / Data Laporan Pelaksanaan Tugas Direktorat Jenderal Anggaran.
Bahan / Data Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Direktorat
Jenderal Anggaran;
7.7. Bahan / Data tanggapan tindak lanjut LHP;
7.8. Bahan / Data Penyajian informasi direktorat jenderal;
7.9. Bahan / Data penerusan surat.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 129 -

8.

WEWENANG :
8.1. Mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Kepala Subbagian Pelaporan.
8.2. Meminta data/informasi dalam rangka rencana kerja ( Renja) Direktorat Jenderal
Anggaran.
8.3. Meminta data/informasi dalam rangka rencana strategis (Renstra) Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.4. Meminta data/informasi dalam rangka rencana kinerja tahunan (RKT) Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.5. Meminta data/informasi dalam rangka Penetapan Kinerja (PK) Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.6. Meminta data/informasi dalam rangka laporan pelaksanaan tugas Direktorat
Jenderal Anggaran.
8.7. Meminta data/informasi dalam rangka Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah (LAKIP) Direktorat JenderaI Anggaran.
8.8. Meminta data/informasi dalam rangka tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan
(LHP) dari aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
8.9. Melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
8.10. Meminta data / informasi, bahan atau hal-hal yang diperlukan dari unit eselon II
Direktorat Jenderal Anggaran.

9.

TANGGUNG JAWAB :
9.1. Kebenaran data / informasi yang diberikan.
9.2. Kebenaran data/informasi rencana kerja ( Renja) Direktorat Jenderal Anggaran.
9.3. Kebenaran data/informasi rencana strategis (Renstra) Direktorat Jenderal
Anggaran.
9.4. Kebenaran data/informasi rencana kinerja tahunan (RKT) Direktorat Jenderal
Anggaran.
9.5. Kebenaran data/informasi Penetapan Kinerja (PK) Direktorat Jenderal
Anggaran.
9.6. Kebenaran data/informasi laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal
Anggaran.
9.7. Kebenaran data/informasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
(LAKIP) Direktorat JenderaI Anggaran.
9.8. Kebenaran data/informasi tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari
aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.
9.9. Terlaksananya koordinasi yang baik dengan pihak terkait.
9.10. Kebenaran data / informasi yang diberikan.

10. HUBUNGAN KERJA :


10.1. Kepala Subbagian Pelaporan dalam hal menerima tugas, petunjuk, pengarahan
dan mengajukan usul, saran, pendapat mengenai pelaksanaan tugas.
10.2. Para Pelaksana dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas.
10.3. Para pegawai di lingkungan Subbagian Pelaporan dalam hal pelaksanaan
tugas.
10.4. Pihak lain yang terkait dalam hal pelaksanaan tugas.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 130 -

11. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN


Data berupa masukan/Usulan dari unit Eselon II DJA dalam rangka penyusunan
pelaporan terlambat.
12. RISIKO JABATAN : Tidak ada
13. SYARAT JABATAN :
13.1.
13.2.
13.3.
13.4.

Pangkat/Golongan
Pendidikan Formal
Kursus/Diklat
Syarat lainnya

:
:
:
:

II/a II/c
Diploma I
- Menguasai bidang tugasnya
- Standar Kompetensi
Mengerti prinsip-prinsip organisasi dan manajemen;
Mengerti tugas dan fungsi organisasi DJA;
Mengerti konsep Renja;
Mengerti konsep Renstra;
Mengerti konsep RKT;
Mengerti konsep PK;
Mengerti konsep LAKIP.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 131 -

1.

NAMA JABATAN

2.

IKHTISAR JABATAN :
Membantu melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Bagian Organisasi dan
Tata Laksana.

3.

TUJUAN JABATAN :
Mendukung terwujudnya tertib administrasi persuratan di lingkungan Bagian
Organisasi dan Tata Laksana.

4.

URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :


4.1. Mengagendakan surat masuk di lingkungan Bagian Organisasi dan Tata
Laksana.
4.1.1 Meneliti surat masuk dan mengecek kelengkapan berkasnya;
4.1.2 Mencatat nomor surat ke dalam buku agenda surat masuk dan
menempelkan lembar disposisi surat pada setiap surat masuk serta
menyampaikan kepada Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana;
4.1.3 Menerima dan mengarahkan surat berdasarkan lembar disposisi serta
menyampaikan kepada Kepala Subbagian di lingkungan Bagian
Organisasi dan Tata Laksana.

5.

: Penata Usaha Tk. I

4.2

Mengagendakan surat keluar di lingkungan Bagian Organisasi dan Tata


Laksana.
4.2.1 Memberi nomor surat keluar di lingkungan Bagian Organisasi dan Tata
Laksana;
4.2.2 Menggandakan setiap surat keluar beserta data pendukungnya;
4.2.3 Menyimpan arsip surat beserta data pendukungnya dan melakukan
proses e-filing;

4.3

Menyiapkan sarana untuk rapat.


4.3.1 Mempelajari disposisi dari Kepala Subbagian pada Bagian Organisasi
dan Tata Laksana;
4.3.2 Menyiapkan konsep nota dinas peminjaman ruang rapat, peralatan
rapat, dan permintaan konsumsi dan menyampaikan kepada Kepala
Subbagian pada Bagian Organisasi dan Tata Laksana.

4.4

Melaksanakan penataan berkas, dokumen maupun surat pada Bagian


Organisasi dan Tata Laksana.
4.4.1 Menerima surat masuk yang telah selesai diproses dan tembusan surat
keluar;
4.4.2 Mengelompokkan surat masuk dan surat keluar sesuai kebutuhan;

BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


5.1. Pengarahan dan disposisi dari para Kepala Subbagian di lingkungan Bagian
Organisasi dan Tata Laksana;
5.2. Surat masuk beserta lampirannya;
5.3. Surat keluar dan lembar disposisi;
5.4. Blanko untuk surat menyurat, memo, nota dinas dan lain-lain;
5.5. Map dan amplop.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 132 -

6.

ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


6.1. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang Kearsipan beserta peraturan
pelaksanaannya;
6.2. Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen
Keuangan;
6.3. Buku Pedoman Tata Persuratan Dinas.

7.

HASIL KERJA :
7.1. Bahan/data surat masuk dalam buku agenda dan buku ekspedisi;
7.2. Bahan/data surat keluar dalam buku agenda dan buku ekspedisi;
7.3. Konsep peminjaman ruang rapat, peralatan rapat dan permintaan konsumsi
rapat;
7.4. Terselenggaranya penyimpanan berkas surat dan dokumen.

8.

WEWENANG :
8.1. Mengajukan usul, saran dan pendapat kepada para Kepala Subbagian di
lingkungan Bagian Organisasi dan Tata Laksana dalam hal pelaksanaan tugas;
8.2. Menggunakan komputer, mesin ketik dan mesin fotokopi;
8.3. Pendistribusian surat masuk dan pengiriman surat keluar;
8.4. Menyimpan surat dan dokumen;
8.5. Penggunaan cap dinas;
8.6. Mengumpulkan data/informasi yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas.

9.

TANGGUNG JAWAB :
9.1. Kebenaran usul, saran dan pendapat yang diajukan kepada para Kepala
Subbagian di lingkungan Bagian Organisasi dan Tata Laksana dalam hal
pelaksanaan tugas.
9.2. Penggunaan komputer, mesin ketik dan mesin fotokopi sesuai ketentuan;
9.3. Pelaksanaan pendistribusian surat masuk dan pengiriman surat keluar;
9.4. Pelaksanaan penyimpanan surat dan dokumen;
9.5. Penggunaan cap dinas sesuai dengan ketentuan;
9.6. Kebenaran data/informasi yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas.

10.

HUBUNGAN KERJA :
10.1. Para Kepala Subbagian di lingkungan Bagian Organisasi dan Tata Laksana
dalam hal menerima tugas, petunjuk dan pengarahan;
10.2. Para pelaksana di lingkungan Bagian Organisasi dan Tata Laksana dalam hal
koordinasi pelaksanaan tugas;
10.3. Unit-unit di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal.

11.

MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN :


11.1. Terdapat beberapa surat yang tidak lengkap dokumen atau lampirannya.

12.

RISIKO JABATAN : Tidak ada

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 133 -

13.

SYARAT JABATAN :
13.1. Pangkat/Golongan
13.2. Pendidikan Formal
13.3. Diklat/Kursus
13.4. Syarat lainnya
:

: Juru Tk. I (GoI. I/d) Pengatur Muda Tk. I (Gol. II/b)


: SMA
:- Menguasai bidang tugasnya
- Standar Kompetensi
Mengerti
prinsip-prinsip
organisasi
dan
manajemen;
Mengerti tugas dan fungsi organisasi DJA;
Menguasai administrasi persuratan;
Menguasai pengelolaan arsip.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 134 -

1.

NAMA JABATAN

: Penata Usaha Tk. II

2.

IKHTISAR JABATAN :
Membantu melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Bagian Organisasi dan
Tata Laksana.

3.

TUJUAN JABATAN :
Mendukung terwujudnya tertib administrasi persuratan di lingkungan Bagian
Organisasi dan Tata Laksana.

4.

URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :


4.1. Menatausahakan surat masuk di lingkungan Bagian Organisasi dan Tata
Laksana.
4.1.1. Meneliti dan memilah surat masuk sesuai dengan disposisi Kepala
Bagian Organisasi dan Tata Laksana serta mengecek kelengkapan
berkasnya;
4.1.2. Menggandakan setiap surat masuk beserta data pendukungnya;
4.1.3. Menyampaikan surat masuk kepada Kepala Subbagian di lingkungan
Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
4.2.

Menatausahakan surat keluar di lingkungan Bagian Organisasi dan Tata


Laksana.
4.2.1. Meneliti dan memilah surat keluar di lingkungan Bagian Organisasi dan
Tata Laksana;
4.2.2. Menggandakan setiap surat keluar beserta data pendukungnya;

4.3.

Membantu menyiapkan sarana untuk rapat.


4.3.1. Meneliti dan mempelajari surat peminjaman ruang rapat, peralatan
rapat, dan permintaan konsumsi rapat;
4.3.2. Menghubungi petugas yang mengatur penggunaan ruang rapat,
peralatan rapat, dan konsumsi rapat;
4.3.3. Mengecek kesiapan ruang rapat serta kelengkapannya;
4.3.4. Melaporkan kesiapan sarana rapat kepada Kepala Subbagian di
lingkungan Bagian Organisasi dan Tata Laksana.

4.4.

Mendistribusikan dokumen/surat masuk dan surat keluar.


4.4.1. Menerima dokumen/surat yang akan didistribusikan;
4.4.2. Mencatat surat tersebut ke dalam buku ekspedisi;
4.4.3. Menyampaikan dokumen/surat tersebut sesuai dengan alamat/unit kerja
yang dituju.

4.5.

Menatausahakan berkas, dokumen maupun surat pada Bagian Organisasi


dan Tata Laksana.
4.5.1. Menerima surat masuk yang telah selesai diproses dan tembusan surat
keluar;
4.5.2. Mengelompokkan surat masuk dan surat keluar sesuai kebutuhan.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 135 -

5.

BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


5.1. Pengarahan dan disposisi dari para Kepala Subbagian di lingkungan Bagian
Organisasi dan Tata Laksana;
5.2. Surat masuk beserta lampirannya;
5.3. Surat keluar dan lembar disposisi;
5.4. Blanko untuk surat menyurat, memo, nota dinas dan lain-lain;
5.5. Map dan amplop.

6.

ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :


6.1. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang Kearsipan beserta peraturan
pelaksanaannya;
6.2. Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen
Keuangan;
6.3. Buku Pedoman Tata Persuratan Dinas.

7.

HASIL KERJA :
7.1. Bahan/data surat masuk dalam buku agenda dan buku ekspedisi;
7.2. Bahan/data surat keluar dalam buku agenda dan buku ekspedisi;
7.3. Penyiapan sarana untuk rapat;
7.4. Terselenggaranya distribusi surat masuk dan pengiriman surat keluar;
7.5. Terselenggaranya penyimpanan berkas surat dan dokumen.

8.

WEWENANG :
8.1. Mengajukan usul, saran dan pendapat kepada para Kepala Subbagian di
lingkungan Bagian Organisasi dan Tata Laksana dalam hal pelaksanaan tugas;
8.2. Menggunakan komputer, mesin ketik dan mesin fotokopi;
8.3. Pendistribusian surat masuk dan pengiriman surat keluar;
8.4. Menyimpan surat dan dokumen;
8.5. Penggunaan cap dinas;
8.6. Mengumpulkan data/informasi yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas.

9.

TANGGUNG JAWAB :
9.1. Kebenaran usul, saran dan pendapat yang diajukan kepada para Kepala
Subbagian di lingkungan Bagian Organisasi dan Tata Laksana dalam hal
pelaksanaan tugas.
9.2. Penggunaan komputer, mesin ketik dan mesin fotokopi sesuai ketentuan;
9.3. Pelaksanaan pendistribusian surat masuk dan pengiriman surat keluar;
9.4. Pelaksanaan penyimpanan surat dan dokumen;
9.5. Penggunaan cap dinas sesuai dengan ketentuan;
9.6. Kebenaran data/informasi yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas.

10. HUBUNGAN KERJA :


10.1. Para Kepala Subbagian di lingkungan Bagian Organisasi dan Tata Laksana
dalam hal menerima tugas, petunjuk dan pengarahan;
10.2. Para pelaksana di lingkungan Bagian Organisasi dan Tata Laksana dalam hal
koordinasi pelaksanaan tugas;
10.3. Unit-unit di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

- 136 -

11. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN :


11.1. Terdapat beberapa surat yang tidak lengkap dokumen atau lampirannya.
12. RISIKO JABATAN : Tidak ada
13. SYARAT JABATAN :
13.1. Pangkat/Golongan
13.2. Pendidikan formal
13.3. Diklat/Kursus
13.5. Syarat lainnya
:

: Juru - Pengatur Muda / I/c II/a


: SMA
: - Menguasai bidang tugasnya
- Standar Kompetensi
Mengerti
prinsip-prinsip
organisasi
manajemen;
Mengerti tugas dan fungsi organisasi DJA;
Menguasai administrasi persuratan;
Menguasai pengelolaan arsip.

dan