Anda di halaman 1dari 6

BAB 8

THERMOPLASTIC MATERIALS
(ENGINEERING PLASTIC)

A. Perkenalan
Engineering thermoplastics di ketahui asal mulanya adalah berdasarkan identifikasi
terhadap kemampuan dalam menggantikan bagian bagian logam dalam aplikasi di
bidang otomotif, peralatan rumah, dan aplikasi lain yang mana menjadikan factor
kekuatan, kekakuan, dan berbagai sifat mekanis lainnya menjadi factor yang cukup
kritis / penting dalam penggunaannya.
B. Sellulosik
Selulosik masuk ke dalam jenis material engineering thermoplastics berdasar
kepada beberapa alasan yang banyak membahas bagaimana performa daripadanya.
Kekuatan, temperature operasi, ketangguhan, dan mampu bakar nampaknya lebih teracu
pada produk berkualitas tinggi pada commodity plastic ketimbang yang ada pada
engineering plastics seperti yang akan di bahas. Namun, pada abad 19 akhir hingga awal
abad ke 20, selulosik di gunakan sebagai material struktur, dan komponen pengganti
logam dimana di ketahui bahwa selulosik merupakan salah satu bagian daripada material
termoplas.
Material ini merupakan varietas luas daripada resin yang merupakan produk
turunan dari selulosa ( kayu, katun, atau produk sejenis lainnya ). Selulosa mentah di
potong dan di treatmen secara kimiawi untuk menjadikannya terlarut dalam air. Larutan
air tersebut kemudian lebih jauh lagi di beri perlakuan lanjutan dengan komponen kimia
lainnya untuk memberikan struktur kimia sesuai dengan yang di inginkan pada polimer
lalu material tersebut kemudian di ekstrusi atau di beri tekanan dari kondisi larutan air
dan di keringkan guna membentuk material polimer. Beberapa komponen plastic yang di
ketahui adalah bagian daripada grup selulosik, termasuk cellophane packaging film,
rayon fiber dan, celluloid.
Dalam penambahan berbagai jenis perlakuan yang beraneka ragam untuk
merubah grup kimia yang menempel pada polimer,
Sifat dari pada jenis spesifik selulosik

Selulosik asetat, merupakan material selulosik paling umum. Hal ini ditandai
dengan penampilannya yang cukup menarik ( berkilau dan jernih ), tangguh dan memiliki
kekuatan impak yang besar. Di gunakan secara ekstensif untuk bagian handling peralatan,
sikat, frame kacamata, barel bolpoin. Tutup botol, dan lapisan kemasan.dimana
kelembaban menjadi faktor yang perlu untuk di perhatikan.
Celullose acetate butyrates ( CAB ) itu kuat, transparan, dan tahan air. Beberapa
penggunaan daripadanya adalah data keyboards, cash registers keys, blister
packaging,dll. Panggunaan utama dari CAB adalah untuk mencegah terbentuknya
kawahan pada injection molding, membantu disperse pigmen, dan mengurangi crazing
akibat pelarut di material plastic lain.
Cellulose nitrate adalah selulosik pertama yang di kembangkan secara komersil.
Di gunakan dalam aplikasinya untuk bola bilyar, kerah baju pria, dan gulungan film
C. Polyamides / Nilon ( PA )
Poliamid merupakan engineering thermoplastics pertama yang di produksi secara
spesifik untuk desain sebagai plastic dan tergolong daripada suatu komponen keluarga
baik dari segi volume produksi maupun jumlah dari beberapa aplikasi. Nama nilon
pertama kali di kenalkan oleh perusahaan DuPont untuk merepresentasikan suatu bentuk
kesatuan keluarga. Hal inilah yang kemudian menjadikan nama nilon sebagai sinonim
dari

keseluruhan

jenis

poliamid,

tanpa

pecantuman

nama

perusahaan

yang

memproduksinya. Beberapa di antara brand produk daripada resin nilon dari beberapa
perusahaan yang memproduksinya yaitu, Zytel ( DuPont ), Ultramid ( BASF ), Torayca
( Toray ), Durethan ( Bayer ), Capron ( Allied Signal ), dan Akulon ( Akzo ). Perbedaan
dari pada sifat masing masing produk engineering plastic lebih di publikasikan dari
satu perusahaan ke perusahaan ketimbang commodity thermoplastic, khususnya di
karenakan oleh jangkauan luas daripada varietas jenis resin.
Karakteristik Umum Famili Poliamid
Subskrip a dan b dalam unit berulang mengindikasikan bahwa jumlah gugus CH2 dalam
keluarga nilon dapat bervariasi dari satu jenis nilon partikuler terhadap jenis lainnya,
dan ini merupakan variasi yang menjadi pembeda secara prinsipial antara beberapa jenis

polimer yang berbeda dalam satu keluarga. Penjelasan mengenai hal ini akan di bahas
kemudian setelah bagian ini.
Nilon terbentuk oleh polimerisasi kondensasi dari reaktan ( monomer ) yang
bersatu untuk membantuk suatu kesatuan gugus amid dengan air terjadi tiap produk -.
Reaktan yang membentuk kesatuan gugus amid merupakan asam dan gugus fungsi amid (
di bahas pada bab 2 ). Gugus amid yang terbentuk dalam reaksi polimerisasi dan hadir
dalam setiap unit polimer berulang, merupakan komponen utama daripada sifat dari
gugus nilon. Keduanya, ikatan N H dan C O adalah polar, dimana N dan O memiliki
akhiran negative ( muatan ). Polaritas inilah yang kemudian menginduksikan formasi
daripada ikatan sekunder antara batasan molekul nilon. Ikatan sekunder ini ( ikatan
hydrogen ) kemudian membatasi pergerakan molekul nilon relative satu sama lain, maka
dampak daripadanya adalah terjadinya peningkatan pada kekuatan tarik pada nilon.
Pengikatan sekunder juga memfasilitasi close-packing dari molekul nilon, yang kemudian
meningkatkan derajat kristalinitas. Kristalinitas inilah yang kemudian menjadikan
kekuatan semakin tinggi, kekakuan yang tinggi, ketangguhan yang baik, permeabilitas
rendah uap dan gas, tembus pandang namun tidak transparan, titik leleh tinggi, tahan
abrasi yang baik, mampu lelah yang baik, dan dapat di proses pada suhu tinggi. Tipikal
produk nilon yang memiliki sifat sifat seperti yang sudah di sebutkan adalah di
antaranya, serat, roda gigi, roller, shafts, impeller, bearings, lapisan untuk system vakum,
dll.
Polaritas daripada gugus amid mengakibatkan nilon sensitive terhadap pelarut
polar seperti air. Daya serap air pada nilon ( perkiraan 2,5 % dari masa berat ) lebih tinggi
bila di bandingkan dengan banyak engineering thermoplastics

dan kemudian dapat

memberikan efek yang signifikan terhadap sifat daripada nilon. Mudahnya, kekuatan
tarik dan modulus tarik nilon dapat menurun sebanyak 20 % dengan adanya penyerapan
konponen air.Tendensi terhadap nilon untuk menyerap air meningkat secara signifikan
terhadap temperature, jadi kondisi keboleh jadian dimana nilon dapat berada pada air
panas harus di hindari. Di sisi lain, di beberapa aplikasi dimana nilon ter ekspos hanya
oleh air dingin untuk beberapa waktu, sifat daripadanya tidak mengalami dampak yang
cukup serius di akibatkan oleh penyerapan terhadap air. Mudahnya, nilon banyak di
gunakan sebagai bahan pembuat tali, dimana terkadang terkondisi basah, dan
kenyataanya sifat nilon tidak memiliki perubahan yang cukup serius. Penyerapa terhadap

komponen air di katakana sebagai suatu masalah dalam pemrosesan di karenakan resin
nilon yang harus di keringkan sebelum mengalami injection molding. Kebutuhan kering
ini bagaimanapun juga tidak biasa untuk perihal engineering thermoplastics.
D.
E.
F.
G.

Acetals / Poli oksmetilen ( POM )


Poli ester termoplastik
Polikarbonat
Akrilik (PAN,PMMA)
Gugus akrilik di dominasi oleh dua resin satu digunakan secara prinsipnya guna
di padukan dengan resin lain, dan sebagai fiber ( PAN ), dan yang satu lagi di gunakan
secara prinsipnya untuk cetakan ( PMMA ). Blending dan resin fiber, poliakrilonitril
( PAN ), terbuat dari monomer akrilonitril, seperti yang di jelaskan pada bab 7 sebagai
bagian dari diskusi modifikasi styrene. Ini merupakan blending dan paduan resin untuk
styrene dan butadiene. Ketika di bentuk menjadi fiber, PAN di sebut akrilik dan di tandai
dengan kelembutan dan kemudahan dalam mewarnainya. Fiber banyak di gunakan
sebagai bahan sweeter dan karpet ( DuPont memberikan nama brand pada produk ini
Orlon ). PAN juga di gunakan sebagai material awal dalam menciptakan serat karbon
untuk komposit material berpenguat plastic. Banyak resin akrilik di buat, akan tetapi
kurang begitu penting dan di gunakan utamanya sebagai kopolimer dengan commodity
resin.
Resin cetakan, polymethylmethacrylate ( PMMA ), merupakan subjek pengingat
dalam diskusi mengenai akrilik di karenakan peranannya sebagai salah satu peserta dalam
kancah persaingan di antara engineering thermoplastics. Brand umum dari pada produk
PMMA di antaranya AtoHaass Plexiglas, Lucite internationals Lucite, dan cyro
industries Acrylite. Resin di polimerisasi dengan penambahan metoda polimerisasi untuk
membentuk beberapa variasi produk polimer yang kemudian di aplikasikan dalam
kehidupan. Akrilik PMMA di ketahui atatic dan oleh karena daripada itu berstruktur
amorfus.
Sifat paling penting daripada PMMA adalah pada sifat optik kejernihannya. Dapat
mentransmisikan cahaya hingga 92 %, nilai yang paling tinggi bila di bandingkan dengan
material plastic lainnya. Dan, PMMA juga memiliki sensitifitas terhadap UV yang paling

rendah bila di bandingkan


H. Fluoropolimer
I. Termoplas performa tinggi

Termoplas performa tinggi muncul sebagai termoplas yang cukup terkenal daripada
semua yang ada pada kategori engineering thermoplastics di karenakan oleh satu atau
lebih sifat pengecualian, biasanya pada harga yang tinggi ( premium ). Polimer ini di
gunakan dengan alasan performa tinggi yang dimilikinya dalam aplikasi yang cukup
spesifik dimana plastic hanyalah satu satunya komponen pilihan yang paling
memungkinkan. Banyak daripada termoplas ber-performa tinggi di gunakan sebagai basis
resin material komposit serat panjang ( biasanya karbon atau fiber glass). Komposit
termoplastik berperforma tinggi yang di hasilkan daripadanya inilah yang kemudian akan
bersaing dengan komposit thermoset dalam aplikasi penerbangan, perlengkapan olah raga
dan peralatan medis.
Tiap polimer pada klasifikasi jenis termoplas ini memiliki struktur backbone yang
tersusun atas gugus cincin benzene atau gugus cincin benzene tersubstitusi yang
terhubung dengan beragam gugus fungsi atau atom. Susunan aromatik alami tingkat
tinggi ini kemudian menghasilkan sifat kekuatan yang sangat tinggi, performa
temperature tinggi yang baik, mampu bakar yang rendah dan ketahanan terhadap pelarut
yang baik.
Polimer termoplas performa tinggi dapat di bagi menjadi beberapa famili dengan dasar
ikatan antar rantai cincin aromatiknya. Penjelasan mengenai famili akan di jelaskan pada
bagian selanjutnya.
a. Polifenilen
Bentuk ikatan fenilen merupakan dua cincin benzene atau benzene dengan gugus
substituent yang terhubung dengan atom divalent ( 2 ikatan ) yaitu, oksigen dan
sulfur. Material ini stabil secara termal, tahan pelarut, dan tahan api, dimana dapat
di ketahui pada cetakan bertemperatur tinggi, susut dan warpage yang dialami di
ketahui rendah. Sifat mampu cetak ini, lebih jauh lagi, di improvisasi pada
polifenilen eter dengan pencampurannya dengan polistiren high-impact. Sifat
kekuatan impak pada polimer inilah yang kemudian menyebabkan polimer ini
dapat lebih luas di gunakan pada beberapa aplikasi teknik seperti pompa impeller
dan perumahan, soket listrik, beberapa peralatan rumah tangga, bingkai jendela,
dll
PPE di ketahui memiliki mampu serap air yang rendah bila di bandingkan dengan
engineering thermoplastics lain kecuali fluoropolimer. Di samping ketahanannya

terhadap pelarut, material ini dapat di las dengan komponen pelarut, pada kondisi
kenaikan temperature, menggunakan pelarun klorin. Polifenilen juga dapat di
lapisi oleh logam yang kemudian di aplikasikan dalam beberapa komponen
otomotif dimana stabilitas termal, stabilitas dimensi, dan ketahanan lelah
dibutuhkan Beberapa brand produk polifenilen di antaranya Noryl ( GE ) dan
Ryton ( CPChem ).
b. Poliarileterketon
c. Polisulfon
d. Poliimid termoplas