Anda di halaman 1dari 3

Kista Caput Pankreas

A. PENGERTIAN
Kista caput pankreas pankreas merupakan salah satu jenis tumor. Kista caput
pankreas berkembang ketika sel-sel pankreas terbentuk pada jaringan-jaringan
pankreas. Pankreas mengeluarkan enzim yang membantu pencernaan dan hormonhormon yang membantu mengatur metabolisme karbohidrat. Kista termasuk tumor
jinak yang terbungkus oleh selaput semacam jaringan. Bentuknya kistik dan ada pula
yang berbentuk seperti anggur. Kista dapat berisi udara, cairan kental, maupun nanah.
Kumpulan sel-sel kista caput pankreas itu terpisah dengan jaringan normal di
sekitarnya dan tidak dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kista memang tumor
jinak, namun 20-30% kista dapat berpotensi menjadi ganas. Keadaan itu ditandai
dengan terjadinya pembesaran kista caput pankreas dalam waktu singkat sehingga
memicu
tumbuhnya
kanker.
Seiring dengan berjalannya waktu, kista akan terus mengalami pembesaran.
Dalam jangka waktu tertentu, kista terus tumbuh hingga diameternya mencapai
puluhan sentimeter. Sebenarnya tidak ada patokan mengenai ukuran besarnya kista
sehingga berpotensi untuk pecah. Pecahnya kista dapat menyebabkan pembuluh darah
menjadi rusak dan menimbulkan terjadinya perdarahan yang dapat berakibat fatal.
B. TANDA DAN GEJALA
- Sakit pada perut bagian atas yang dapat menyebar ke punggung bagian tengah atau atas.
Sakit ini bisa menjadi lebih parah ketika makan atau ketika berbaring.
- Kehilangan napsu makan dan kehilangan berat badan yang tidak direncanakan.
Kehilangan berat badan terjadi pada kebanyakan jenis kista caput pankreas sebab sel-sel
kista caput pankreas yang berbahaya dapat menghilangkan sel-sel nutrisi yang sehat, dan
hal ini khususnya biasa terjadi pada kista caput pankreas.
- Kulit dan bagian putih mata berwarna kekuningan (jaundice).
Selain itu, urine akan menjadi berwarna cokelat gelap. Sekitar setengah dari orang-orang
yang terkena kista caput pankreas akan mengalami jaundice, yang terjadi ketika bilirubin produk pecahan dari sel darah yang letih, terakumulasi dalam darah. Secara normal,
bilirubin akan diserap oleh empedu, tetapi jika kista caput pankreas pankreas memblok
aliran empedu, kelebihan bilirubin akan merubah warna kulit dan bagian putih mata
menjadi kuning.
- Gatal
Pada kista caput pankreas stadium lanjut mungkin akan merasakan rasa gatal yang hebat
karena tingkat asam empedu yang tinggi terakumulasi pada kulit.
- Mual dan muntah.
Pada kasus kista caput pankreas yang sudah parah, kista caput pankreas akan
menghalangi bagian sistem pencernaan, biasanya bagian atas usus dua belas jari,
menyebabkan rasa mual dan muntah.
- Masalah pencernaan.
Ketika kista caput pankreas mencegah pengeluaran enzim di pankreas ke usus akan
kesulitan mencerna makanan, khususnya makanan yang mengandung lemak tinggi. Hal
ini juga bisa menyebabkan hilangnya berat badan secara signifikan.
C. PENYEBAB
Pertumbuhan sel diatur oleh DNA. Ketika DNA rusak, perubahan terjadi pada instruksiinstruksi setiap proses kimia di tubuh kita. Salah satu hasilnya adalah bahwa sel-sel akan
mulai tumbuh di luar kendali dan akhirnya terbentuklah sebuah kista caput pankreas kumpulan sel-sel yang berbahaya. Para peneliti belum tahu secara pasti apa yang

menyebabkan kerusakan DNA di banyak kasus kista caput pankreas.Namun diketahui bahwa
persentase kecil orang-orang terkena kista caput pankreas adalah karena kecenderungan
genetik. Dalam hal ini, resiko terkena kista caput pankreas akan meningkat bagi mereka yang
memiliki hubungan yang dekat dengan penderita kista caput pankreas, seperti hubungan
orang tua-anak dan hubungan saudara. Walaupun begitu, hanya sekitar 10 persen kista caput
pankreas diakibatkan karena faktor keturunan.
Jumlah yang besar penyebab kista caput pankreas adalah karena lingkungan dan faktor
gaya hidup, seperti merokok, makan dan unsur kimia yang berlebihan. Kebanyakan kista
caput pankreas terjadi pada orang berusia 65 tahun ke atas. Faktor risiko penting lainnya
termasuk:
- Ras.
Orang berkulit hitam memiliki resiko lebih tinggi terkena kista caput pankreas pankreas.
- Jenis kelamin.
Lebih banyak pria yang terkena kista caput pankreas pankreas dibandingkan perempuan.
- Perokok.
merokok, maka memiliki resiko terkena kista caput pankreas dua sampai tiga kali lebih
tinggi daripada mereka yang tidak merokok. Merokok mungkin merupakan faktor resiko
terbesar yang diketahui menjadi penyebab kista caput pankreas.
- Metabolisme glukosa yang tidak normal.
Memiliki diabetes dapat meningkatkan risiko Anda terkena kista caput pankreas.
Perlawanan terhadap insulin atau tingginya tingkat insulin dapat juga menjadi faktor resiko
kista caput pankreas.
- Kerusakan pankreas yang menurun.
Kemungkinan terkena kista caput pankreas akan meningkat jika memiliki keturunan
kerusakan pankreas yang kronis.
- Kelebihan berat badan.
Orang yang berat badannya sangat berlebih atau obesitas memiliki risiko yang lebih besar
terkena kista caput pankreas daripada orang dengan berat badan normal.
- Pola makan.
Pola makan yang mengandung lemak hewani yang tinggi dan sedikit buah-buahan dan
sayur-sayuran dapat meningkatkan resiko terkena kista caput pankreas pankreas.
- Terkena zat kimia berlebih.
Orang yang bekerja dengan kandungan petrolium, termasuk gasolin dan unsur-unsur
kimia lainnya, memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kista caput pankreas pankreas
daripada orang yang tidak terkena unsur-unsur kimia tersebut.
D. Komplikasi
Pankreas memroduksi sejumlah enzim yang berfungsi memecahkan makanan sehingga
tubuh dapat menyerap nutrisi yang terkandung dalam makanan. Tetapi kista caput pankreas
seringkali menghambat produksi atau penyaluran enzim ini. Akibatnya, tubuh tidak bisa
dengan mudah menyerap nutrisi, yang kemudian membuat terkena diare dan kehilangan
berat badan yang drastis.
Komplikasi lainnya termasuk:
- Masalah dengan metabolisme glukosa. Kista caput pankreas yang memengaruhi
kemampuan pankreas memroduksi insulin dapat mendorong pada masalah dengan
metabolisme glukosa, termasuk diabetes.
- Jaundice, terkadang diikuti dengan rasa gatal yang hebat. Menguningnya kulit dan bagian
putih mata dapat terjadi jika kista caput pankreas pankreas menyumbat saluran empedu
pipa tipis yang membawa empedu dari liver ke usus dua belas jari. Warna kuning berasal
dari kelebihan bilirubin. Asam empedu dapat menyebabkan rasa gatal jika kelebihan
bilirubin tersebut mengendap di kulit.
- Rasa sakit. Kista caput pankreas yang besar akan menekan lingkungan sekitar saraf,
menimbulkan rasa sakit di punggung atau perut yang terkadang bisa menjadi hebat.

Metastasis. Ini adalah komplikasi paling serius dari kista caput pankreas pankreas.
Pankreas dikelilingi oleh sejumlah organ vital, termasuk juga perut, limpa kecil, liver, paruparu dan usus. Karena kista caput pankreas pankreas jarang terdeteksi pada stadium
awal, kista caput pankreas ini seringkali menyebar ke organ-organ tersebut atau ke dekat
ujung limpa.

E. Pencegahan
Walaupun tidak selalu mungkin untuk mencegah kista caput pankreas, gaya hidup dapat
membantu mengurangi resiko:
- Berhenti merokok. Asap rokok mengandung karsinogen yang dapat merusak DNA yang
mengatur perkembangan sel.
- Jaga berat badan sehat. Kelebihan berat badan dapat meningkatkan resiko terkena kista
caput pankreas pankreas. Namun, tetap jaga pengurangan berat tersebut agar tidak
kehilangan berat secara drastis dalam waktu yang singkat. Lakukan perlahan-lahan
dengan 30 menit atau lebih olahraga aerobik, seperti berjalan, jogging, atau bersepeda.
- Berolahragalah secara teratur. Para ahli percaya bahwa melakukan olahraga yang cukup
setiap minggu dapat mengurangi resiko terkena kista caput pankreas pankreas.
- Makan makanan yang sehat. Pola makan yang kaya akan buah-buahan dan sayursayuran dan rendah lemak hewanidapat mengurangi resiko terkena kista caput pankreas
pankreas.

Anda mungkin juga menyukai