Anda di halaman 1dari 25

RETINOBLASTOMA

Affra Cahyo
1407101030055

Pembimbing:
dr. Saiful Basri, Sp.M

Presentasi Kasus
Identitas Pasien

Nama: By. SA

Umur : 1 thn 10 bln

Alamat : Sigli

No CM

Tgl Pemeriksaan : 6-8 Januari 2015

: 0-98-85-55

Anamnesis
KU : Mata kiri membesar
KT : Mata kanan dan kiri bergetar
RPS :

Pasien datang dengan keluhan mata sebelah kiri membesar


sejak 1 bulan ini. Semakin lama semakin membesar dalam 1
bulan ini. Keluhan diawali saat pasien berumur 10 bulan, mata
kanan dan kiri pasien bergerak ke kanan dan ke kiri seperti
bergetar yang hilang timbul. Namun lama kelamaan menjadi
sering. Lalu pasien dibawa ke RSUDZA dan didiagnosis sebagai
retinoblastoma.
Akan
tetapi
keluarga
menolak
untuk
mengangkat bola mata kiri. Lalu pasien dirujuk ke Jakarta dan
mendapatkan saran yang sama untuk mengangkat bola mata
kiri. Keluarga menolak untuk dilakukan tindakan pengangkatan
bola mata kiri. Pada 1 bulan ini baru terlihat mata kiri pasien
semakin lama semakin membesar. Pasien juga rewel dan tidak
bisa tidur saat malam hari dan tidur saat siang hari

RPD
Disangkal

RPK
Hanya pasien yang menderita penyakit seperti ini

RPO
Disangkal

R. Persalinan
Pasien lahir normal dan cukup bulan

Status Ophtalmologis
Keterangan (OD)
Tidak dapat dilakukan
Otoforia
Normal
edema (), hiperemis
()
edema (), hiperemis
()
edema (), hiperemis
(+)
edema (), hiperemis
(+)
edema (), hiperemis
(+),
Jernih
cukup
Jelas
rcl (+), rctl (+)
Jernih

Komponen
Visus
Kedudukan Bola
Mata
GBM

Keterangan (OS)
Tidak dapat dilakukan

Palpebra Superior

Proptosis (+)

Palpebra Inferior

Proptosis (+)

Konj. Tars Superior


Konj. Tars Inferior
Konj. Bulbi
Kornea
COA
Kripta Iris
Pupil
Lensa

Eksoforia
abnormal

edema (), hiperemis


(+)
edema (), hiperemis
(+)
edema (), hiperemis
(+)
Leukokoria (+)
Keruh (+) Dangkal (+)
Jelas
rcl (-), rctl (-)
Keruh

Pemeriksaan Penunjang

Haemaglobin

30 Desember
2014

7 Januari 2015

12,5

12,0-15,0

g/dL

Haemaglobin

12,3

12,0-15,0

g/dL

Hematokirt

33

37-47

Hematokirt

33

37-47

Eritrosit

4,6

4,2-5,4

106/mm3

Eritrosit

4,6

4,2-5,4

10 /mm

Leukosit

11,2

4,5-10,5

10 mm

Trombosit

341

150-450

103/mm3

Leukosit

11,7

4,5-10,5

Trombosit

252

150-450

10 mm

Glukosa darah

3/

75

<200

Mg/dL

Na

144

135-145

Meq/L

4,7

3,5-4,5

Meq/L

Cl

109

90-110

Meq/L

sewaktu

10 mm

3/

3/

Pemeriksaan Penunjang
CT-SCAN

Pemeriksaan Penunjang
CT-SCAN

Interpretasi hasil
CT-Scan

Massa di orbita dextra


dan sinistra dengan
kalsifikasi
Suspect Retinoblastoma
yang telah menginfiltrasi
otot bola mata dan nervus
opticus pada mata kiri

Diagnosi
s
Retinoblastoma Oculi Dextra Sinistra

Terapi
Kemoterapi (etopuside, carboplatin,
Vincristine)
Rencana Operasi

Prognosis

ad vitam =
bonam
Ad
functionam
= dubia ad
malam
Ad
sanactiona
m = dubiat
ad malam

Foto Klinis

PENDAHULUAN

Penyakit kanker adalah penyakit yang sangat menakutkan, dari


orang dewasa sampai anak-anak tidak luput dari cengkeramannya.
Dan ternyata Kanker Retina Mata merupakan penyakit kanker yang
menempati urutan nomor dua terbanyak selain kanker darah atau
leukemia. Penyakit kanker retina ini ditandai dengan bercak putih.
Kanker retina ini menyerang anak-anak yang berumur 0-5 tahun.
Berdasarkan data badan kesehatan dunia penderita kanker ini terus
meningkat dan mencapai 2-4% diseluruh dunia. Di Indonesia 9.000
penderitanya kanker retina, ini disebut juga Retinoblastoma
termasuk penderita yang jumlahnya tertinggi.
Retinoblastoma perlu diwaspadai karena bila sudah parah tidak
hanya menyebabkan kebutaan tetapi bisa membahayakan jiwa
pasien. Retinoblastoma juga susah untuk diobati sehingga apabila
dokter menganjurkan buat dioperasi jadi haruslah segera dilakukan.
Biasanya yang terjadi pasien sering sudah terkena stadium lanjut di
karenakan pada biaya yang begitu besar. Minimnya pengetahuan
masyarakat tentang gejala dan info masalah kanker retina tersebut
atau retinoblastoma juga menyebabkan terlambatnya penanganan
penyakit ini.

TINJAUAN
PUSTAKA

ANATOMI

Vitreo
us

Retina
Retinoblasto
ma

Sel
resepto
r
Sel
muller

Embriolo
gi

Sel
neural
lain

Sel
ganglio
n

Sel
bipolar

Fisiologi Retina

Definisi
Retinoblastoma
Neoplasma berasal dari neuroretina atau
sel glia
Sering ditemukan pada anak-anak (<5thn)
Dapat terjadi unilateral (70%) atau bilateral
(30%)
Sebagian besar kasus bilateral diturunkan
secara herediter
Massa tumor dapat tumbuh secara endofitik
atau eksofitik

Epidemiologi

3% dari seluruh tumor pada anak


Kasus unilateral sering terjadi di rentang usia 1-3 thn
Kasus bilateral biasanya herediter
Onset diatas 5 tahun jarang terjadi
Insidensi 1;14.000 sampai 1:20.000 kelahiran hidup

Etiologi

Mutasi gen RB1 pada lengan panjang kromosom 13


locus 14 (13q14), bersifat anti-onkogen pada keadaan
normal
Mutasi kode protein pRB , bersifat supressor
pembentukan tumor
.

Patofisiologi

Tumor
eksofiti
k

Tumor
Endofiti
k
Pola
Penyebar
an Tumor

Pola
pertumbuh
an

Invasi saraf
optikus

Diffuse
Infiltration
Retina

Metastasis
kelenjar
limfe
regional,
paru, otak,
dan tulang

Manifestasi Klinik

Pasien umur < 5


tahun
Leukokoria
Strabismus
Hypopion
Hyphema
Proptosis
Katarak
Glaukoma
Nystagmus
Tearing
Anisocoria

Pasien umur > 5


tahun
Leukokoria
Penurunan visus
Strabismus
Inflamasi
Floater
Pain

Klasifikasi

Penegakkan
Diagnosis

Gejala
Subjektif
Leukokoria
Strabismus
Glaukoma
Mata merah
Visus menurun
Gejala
Subjektif
Tampak massa menonjol pada vitreous
Tipe eksofitik atau endofitik
Neovaskularisasi pada tumor
Funduskopi tidak didapatkan tanda inflamasi atau
kekeruhan vitreous
Pemeriksaa
n
USG
penunjang
CT-Scan
Pungsi sumsum tulang, bila proptosis

Pungsi lumbal, bila peninggian tekanan intrakranial


Pemeriksaan PA

Diagnosis Banding

Penyakit
Coats

Retinopat
hy of
prematuri
ty

Toxocara
infection

Diagnosi
s
Banding

Primary
persistent
hyperplas
tic
vitreous

Katarak
kongenital

Penatalaksanaan
Enukleasi

Plaque
radiotherapy

Eksenterasi

External-beam
radiation

Kemoterapi

Periocular
chemotheraphy

Krioterapi

Photocoagulati
on dan
hyperthermia

Prognosis

Prognosis kasus retinoblastoma bergantung pada


berbagai faktor, yaitu tipe kanker, stadium kanker,
terapi yang dipakai, respon terhadap terapi. Pada
penelitian statistik menunjukkan pasien retinoblastoma
usia 0-14 tahun mempunyai angka harapan hidup untuk
5 tahun ke depan sebesar 94%. Apabila retinoblastoma
sudah menyebar keluar orbita biasanya mempunyai
prognosis yang lebih buruk