Anda di halaman 1dari 9

KERANGKA ACUAN KERJA

1. Latar Belakang
a. Dasar Hukum
1) Undang-undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi;
2) Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup;
3) Undang-undang No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Panjang 2005-2025, Indonesia memiliki visi Mewujudkan
Indonesia Asri dan Lestari;
4) Peraturan Pemerintah No. 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi
Nasional;
5) Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2006 tentang Penyediaan dan
Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (biofuel) sebagai Bahan Bakar Lain;
6) Peraturan Menteri ESDM No 32 Tahun 2008 tentang penyediaan,
Pemanfaatan dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Sebagai
Bahan Bakar Lain sebagaimana yang telah diubah pertama kali dengan
Peraturan Menteri ESDM No. 25 Tahun 2013 dan diubah kedua kali
dengan Peraturan Menteri ESDM No. 20 Tahun 2014;
7) Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 86 Tahun 2002
tentang Pedoman Pelaksanaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup
dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup;
8) Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 13 Tahun 2010 tentang
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan
Lingkungan Hidup dan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan
Pemantauan Lingkungan Hidup;
9) Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 16 tahun 2012
tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup.
b. Gambaran Umum
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan
Lingkungan Hidup (UPL) adalah upaya yang dilakukan dalam pengelolaan
dan pemantauan lingkungan hidup oleh penanggung jawab dan atau
kegiatan yang tidak wajib melakukan AMDAL (Keputusan Menteri Negara
Lingkungan Hidup Nomor 86 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan
Hidup). UKL-UPL merupakan perangkat pengelolaan lingkungan hidup
untuk pengambilan keputusan dan dasar untuk menerbitkan ijin
melakukan usaha dan atau kegiatan.
Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan
(UPL) merupakan uraian kegiatan pengelolaan dan pemantauan yang
bersifat operasional. Pengelolaan dan pemantauan yang dilakukan adalah
pada dampak yang dapat timbuI, berupa:

Penurunan kualiltas udara;


Penurunan kebersihan Iingkungan;
Terbukanya kesempatan kerja dan berusaha.

Bioenergi adalah salah satu energi terbarukan yang berasal dari


biomassa/hayati yang dapat berbentuk padat, cair, dan gas. Bioenergi
memiliki potensi besar untuk dikembangkan di seluruh wilayah Indonesia.
Pengembangannya bahkan telah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu.
Dalam bentuk cair, kebijakan untuk mewajibkan penambahan bahan bakar
nabati pada bahan bakar minyak mulai dirasakan manfaatnya pada
perkembangan industri bioenergi, khususnya biodiesel.
Dalam bentuk gas, pengembangan biogas untuk rumah tangga telah
berhasil meningkatkan ketahanan energi dan perekonomian di beberapa
desa dan dalam skala besar dapat menjadi bahan bakar pembangkit
listrik. Demikian pula dalam bentuk padat yang bisa menjadi bahan bakar
untuk keperluan rumah tangga, komersial dan industri serta pembangkit
listrik.
Seiring dengan terus menurunnya jumlah cadangan energi fosil serta
meningkatnya
kepedulian
terhadap
kualitas
lingkungan
hidup,
pemanfaatan bioenergi akan terus meningkat di Indonesia maupun dunia.
Peningkatan ini diselaraskan dengan pertumbuhan industri bioenergi di
seluruh dunia termasuk di Indonesia. Skala industri bioenergi umumnya di
Indonesia masih belum terlalu besar sehingga AMDAL belum diwajibkan
kepada industri bioenergi pada umumnya. Sehingga peraturan terkait
lingkungan hidup yang diwajibkan kepada industri bioenergi adalah
UKL/UPL.
Oleh karena itu, meskipun bersifat terbarukan dan mendukung kelestarian
lingkungan, jika dilakukan dengan cara yang tidak bijaksana, implementasi
bioenergi dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Untuk itu
perlu disusun dilakukan pemantauan/monitoring upaya pengelolaan
lingkungan/upaya pemantauan lingkungan (UKL/UPL) Industri bioenergi
dalam rangka meminimalisasi dampak yang tidak diharapkan dari
implementasi bioenergi.
2. Maksud dan Tujuan
a. Maksud kegiatan
Maksud kegiatan ini adalah untuk memonitoring upaya pengelolaan
lingkungan/upaya pemantauan lingkungan (UKL/UPL) pada aktifitas
industri/usaha di bidang bioenergi berdasarkan panduan/pedoman
UKL/UPL bidang bioenergi dan peraturan lain (lingkungan hidup).
b. Tujuan kegiatan
Tujuan kegiatan ini adalah terlaksananya pengawasan terhadap upaya
pengelolaan lingkungan/upaya pemantauan lingkungan (UKL/UPL)

sehingga terciptanya pengembangan bioenergi yang selaras dengan


upaya pelestarian lingkungan hidup.
3. Sasaran
Terlaksananya upaya monitoring upaya pengelolaan lingkungan/upaya
pemantauan lingkungan UKL/UPL di industri bioenergi. Dokumen hasil
monitoring ini dapat dijadikan pertimbangan dalam proses pengambilan
keputusan mengenai izin penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan oleh
industri di bidang bioenergi.
4. Lokasi Kegiatan
Kegiatan dilaksanakan dengan pusat kegiatan di Jakarta dan daerah
daerah lain di Indonesia sebagai lokasi monitoring.
5. Sumber Pendanaan
DIPA Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi,
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun Anggaran 2015.
6. Nama dan Organisasi Pejabat Pembuat Komitmen
Pejabat Pembuat Komitmen Non Fisik Bioenergi, Direktorat Jenderal Energi
Baru,
Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral
Tahun Anggaran 2015.
DATA PENUNJANG
7. Data Dasar
Data dasar yang harus disediakan oleh konsultan terkait dengan kegiatan
ini, adalah data-data terupdate, minimal antara lain
Data badan usaha di bidang bioenergi;
Data terkait proses produksi usaha di bidang bioenergi;
Data terkait limbah atau cemaran lain yang dihasilkan usaha di bidang
bioenergi;
Regulasi terkait dengan pengaturan UKL dan UPL dari Kementerian
terkait;
Prosedur/Pedoman Pelaksanaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup
(UKL) dan Upaya pemantauan Lingkungan Hidup (UPL)
8. Standar/Prosedur/Pedoman Teknis
Standar/prosedur/pedoman teknis yang dapat digunakan dalam kegiatan
ini antara lain terkait dengan:
Pedoman upaya pengelolaan lingkungan/upaya pemantauan lingkungan
(UKL/UPL) industri bioenergi;

Pedoman/regulasi terkait ambang batas emisi;


Pedoman terkait UKL/UPL lainnya.
9. Studi-studi terdahulu
Konsultan perlu mengidentifikasi dan menjadikan referensi, studi/pustaka
yang terkait dengan Pedoman Upaya Pengelolaan Lingkungan/Upaya
Pemantauan Lingkungan(UKL/UPL) Industri Bioenergi.
10. Referensi hukum
Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2006 tentang Penyediaan dan
Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (biofuel) sebagai Bahan Bakar Lain;
Peraturan Menteri ESDM No 32 Tahun 2008 tentang penyediaan,
Pemanfaatan dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Sebagai Bahan
Bakar Lain sebagaimana yang telah diubah pertama kali dengan
Peraturan Menteri ESDM No. 25 Tahun 2013 dan diubah kedua kali
dengan Peraturan Menteri ESDM No.20 Tahun 2014;
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 86 Tahun 2002
tentang Pedoman Pelaksanaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan
Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup;
Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 13 Tahun 2010 tentang
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan
Lingkungan Hidup dan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan
Pemantauan Lingkungan Hidup;
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 16 tahun 2012
tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup
RUANG LINGKUP
11. Lingkup Kegiatan
a. Menyiapkan kuesioner monitoring UKL/UPL untuk biodiesel, bioetanol,
PLTBm, dan PLTBg;
b. Melakukan pendataan industri di bidang bioenergi yang wajib amdal
dan atau UKL/UPL dari instansi terkait;
c. Melakukan identifikasi industri di bidang bioenergi yang perlu dilakukan
monitoring UKL/UPL berdasarkan kegiatan huruf b;
d. Melakukan identifikasi proses produksi industri bioenergi secara spesifik;
e. Melakukan monitoring kegiatan UKL/UPL pada industri bioenergi;
f. Melakukan analisis besaran dampak lingkungan terhadap hasil
monitoring
UKL/UPL pada industri bioenergi dan analisis besaran
dampak lingkungan jika ada rencana peningkatan usaha yang akan
datang;
g. Menyusun masukan/saran terhadap hasil analisa monitoring;
h. Melakukan Focus Group Discussion (FGD) dan seminar masing-masing
1 (satu) kali.
i. Menyusun laporan monitoring upaya pengelolaan lingkungan/upaya
pemantauan lingkungan di industri bioenergi.

12. Keluaran
Keluaran dari kegiatan ini adalah: 1 paket laporan hasil kegiatan termasuk
soft copy.Yang antara lain berisi tentang :
Hasil monitoring kegiatan upaya pengelolaan dan pemantauan
lingkungan pada industri bioenergi;
Analisa hasil monitoring kegiatan upaya pengelolaan dan pemantauan
lingkungan pada industri bioenergi;
Masukan/saran terhadap hasil analisa monitoring kegiatan upaya
pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada industri bioenergi.
13. Peralatan, Material, Personil dan Fasilitasi dari P2K
SPK;
Pendampingan staff sebagai counterpart dalam pelaksanaan kegiatan.
14. Peralatan dan Material dari Penyedia Jasa
Bahan dan peralatan;
Memiliki kemampuan dan fasilitas dalam penyusunan dan presentasi
laporan;
Bahan dan peralatan FGD;
Komputer dan kelengkapannya;
Peralatan penunjang lainnya.
15. Lingkup Kewenangan Penyedia Jasa
Melakukan pengambilan data terkait UKL/UPL pada industri bioenergi dan
instansi terkait;
Melakukan analisis dari data yang dihasilkan serta melakukan analisa
terhadap pengelolaan dan pemantauan lingkungan di industri bioenergi.
16. Jangka Waktu Penyelesaian Kegiatan
Penyelesaian keseluruhan pekerjaan ini, diharapkan dapat selesai dalam
waktu 5 (lima)bulan
17. Personel
Personil yang terlibat dalam kegiatan ini adalah tenaga ahli dan tenaga
pendukung sebagai berikut
a. Tenaga Ahli
Tenaga ahli yang diperlukan untuk kajian ini antara lain:
- Tim Leader (1 orang x 5 bulan), ahli di bidang lingkungan dengan
pendidikan minimum S2 Bidang Lingkungan yang memiliki pengalaman
kerja di bidang pengelolaan lingkungan, khususnya di bidang industri
selama 5 tahun dan kegiatan sejenis minimal 2 kali.
Tanggung jawab dari ketua tim adalah :

Menyiapkan dokumen yang diperlukan dalam kegiatan monitoring


UKL/UPL;
Mengadakan koordinasi dengan user dan pihak-pihak terkait untuk
mendapatkan data awal, serta mencari data sekunder lainnya dari
berbagai sumber;
Melakukan identifikasi, analisis, dan evaluasi;
Mengadakan rapat koordinasi untuk semua tahapan kegiatan;
Mengadakan monitoring dan evaluasi pencapaian pelaksanaan setiap
jenis kegiatan;
Melakukan validasi terhadap kualitas data hasil monitoring;
Membuat semua laporan pelaksanaan kegiatan sebagaimana yang
ditentukan dalam kerangka acuan kerja;
Sebagai counterpart dari user dalam pembahasan aspek teknissetiap
kegiatan
- Tenaga Ahli Madya Teknologi Lingkungan (1 orang x 5 bulan),
ahli di bidang teknologi pengolahan bioenergi dengan pendidikan
minimal S1 Teknologi Lingkungan yang memiliki pengalaman di bidang
energi terbarukan, khususnya bioenergi minimal 5 tahun dan kegiatan
sejenis minimal 1 kali. Tanggung jawab dari tenaga ahli teknik
lingkungan adalah :
Bertanggungjawab atas kualitas teknis atas output pekerjaan;
Membantu tim dalam menjelaskan upaya teknis terkait pengelolaan
lingkungan dari segi teknik lingkungan, lebih khusus pada aspek
teknis dampak pemanfaatan bioenergi terhadaplingkungan;
Membantu ketua tim dalam menjaga kualitas teknis atas output
pekerjaan;
Memberi masukan kepada ketua tim terhadap output yang diharapkan
guna mendapatkan hasil kerja yang maksimal, sesuai ruang lingkup
kegiatan.
- Tenaga Ahli Madya Teknologi Pertanian (1 orang x 5 bulan), ahli
di bidang teknologi pengolahan bioenergi dengan pendidikan minimal
S1 Teknologi Pertanian yang memiliki pengalaman di bidang energi
terbarukan, khususnya bioenergi minimal 5 tahun dan kegiatan sejenis
minimal 1 kali. Tanggung jawab dari tenaga ahli teknologi pertanian
adalah :
Bertanggungjawab atas kualitas teknis atas output pekerjaan;
Membantu tim dalam menjelaskan upaya teknis terkait pengelolaan
lingkungan di bidang bioenergi, lebih khusus pada aspek bahan baku
nabati dan limbahnya;
Membantu ketua tim dalam menjaga kualitas teknis atas
outputpekerjaan;

Memberi masukan kepada ketua tim terhadap output yang diharapkan


guna mendapatkan hasil kerja yang maksimal, sesuai ruang lingkup
kegiatan;
- Tenaga Ahli Madya Teknik Industri (1 orang x 5 bulan), ahli di
bidang manageman perencanaan sampai dengan operasional di Industri
khususnya industri bioenergi dengan pendidikan minimal S1 Teknis
Industri yang memiliki pengalaman minimal 5 tahun. Tanggung jawab
dari tenaga ahli industri adalah memberikan penelaahan terhadap
pengusahaan bioenergi berikut manajemen industrinya.
b. Tenaga Pendukung
1. Administrasi (1 orang x 5 bulan) minimal S1 dengan pengalaman
kerja di bidang admninistrasi selama 1 tahun.
2. Surveyor (2 Orang x 3 Bulan) minimal S1 dengan pengalaman kerja
minimal 3 tahun.
3. Operator Komputer (1 orang x 5 bulan), minimal D3 dengan
pengalaman kerja minimal 1 tahun.
Tabel-1 Kualifikasi Tenaga Ahli
N
o

Tenaga Ahli

Kualifikasi

Team Leader

Ahli Madya Teknik


Lingkungan
Ahli Madya Teknologi
Pertanian
Ahli Madya Teknik
Industri

Min
S2
bidangLingkungan
Min
S1 5
TeknikLingkungan
Min S1 Teknologi
5
Pertanian
Min S1 TeknikIndustri
5

3
4

Pengala
man
(Tahun)
di 5

Jumlah
(Oran
g)
1
1
1
1

18. Metodologi dan Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan


Penyedia jasa harus menyusun detail metodologi dan jadwal tahapan
kegiatan (dalam bentuk time table maksimal perminggu) mulai dari
persiapan sampai dengan laporan akhir, dengan mengacu pada ruang
lingkup kegiatan seperti tersebut pada butir 11 dan disampaikan pada
presentasi laporan pendahuluan.

LAPORAN

19. Laporan Pendahuluan


a. Laporan Pendahuluan berisi minimal detail rencana pelaksanaan
kegiatan, metodologi pelaksanaan kegiatan Monitoring Upaya
Pengelolaan Lingkungan/Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL/UPL)
Industri Bioenergi, dan kuesioner yang mengacu pada hasil kick off
meeting dan presentasi pendahuluan;
b. Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 30 (Tiga Puluh) hari
kerja/bulan sejak SPMK Diterbitkan sebanyak 5 (lima) buku laporan.
20. Laporan Antara/Interim
Laporan Antara memuat perkembangan/laporan kemajuan hasil Laporan
Monitoring Upaya Pengelolaan Lingkungan/Upaya Pemantauan Lingkungan
(UKL/UPL) Industri Bioenergi harus diserahkan selambat-lambatnya: 90
(sembilan pulluh) hari kerja/bulan sejak SPMK diterbitkan sebanyak 5
(lima) buku laporan.

21. Laporan Akhir


a. Draf Laporan Akhir Hasil Monitoring Upaya Pengelolaan Lingkungan
/UpayaPemantauan
Lingkungan
(UKL/UPL)
Industri
Bioenergi,
diserahkan selambatlambatnya 130 (seratus tiga puluh) hari sejak
SPMK diterbitkan, digandakan sebanyak 5 (lima) buku laporan.
b. Laporan Akhir hasil perbaikan draft laporan akhir Penyusunan Pedoman
Upaya Pengelolaan Lingkungan/Upaya Pemantauan Lingkungan
(UKL/UPL) Industri Bioenergi, diserahkan selambat-lambatnya 150
(seratus lima puluh) hari sejak SPMK diterbitkan, digandakan sebanyak
10 (sepuluh) buku laporan termasuk softcopy dan data-data
pendukung lainnya.