Anda di halaman 1dari 17

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Alhamdulillahirobilalamin,
Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan
inayahnya kelompok kami dapat menyusun makalah ini, salawat serta salam tidak lupa kita
tujukan kepada baginda tercinta Rasulullah SAW. Semoga tercurah limpahkan kembali kepada
kita semua, amin.
Makalah yang dapat kami susun dengan judul KEANEKARAGAMAN HEWAN DAN
TUMBUHAN DENGAN PENGKLASIFIKASIAN BINOMINAL NOMENKLATUR. Penulis
mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam pembuatan
makalah ini terutama kepada: Ima Mutiara, Kekeu Mutmainah, Senja Truwita, Ismi Ghina
Suryawirawati, yang telah memberikan dukungan dan telah memberikan pengetahuannya dalam
pembuatan makalah ini. Meskipun isi dari makalah ini masih banyak kekurangannya, namun
semoga bermanfaat bagi yang membacanya. Oleh karena itu kami mengaharapkan kritik dan
sarannya untuk membangun makalah yang lebih baik lagi dari sebelumnya.

Sukabumi, 02 Desember 2014

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hewan termasuk kingdom Animalia, merupakan kelompok besar organisme yang
multiselular, ,mampu menanggapi rangsangan dengan aktif dan memperoleh nutrient dengan
memakan organisme lain (heterotrof).Keanekaragaman pada hewan merupakan variasi dari
struktur, bentuk, jumlah, dan sifat lainnya. Hewan dibagi menjadi dua bagian: Invertebrata
Adalah hewan yang tidak bertulang belakang. Hewan ini memiliki struktur morfologi dan
anatomi lebih sederhana dibandingkan dengan kelompok hewan bertulang belakang. Contoh
hewan invertebrate adalah: Protozoa adalah hewan bersel satu karena hanya memeiliki satu sel
saja alias bersel tunggal dengan ukuran yang mikroskopis hanya dapat dilihat dengan mikroskop.
Protozoa hidup di air atau dalam tubuh makhluk hidup atau organisme lainnya sebagai parasite.
Hidupnya dapa tsendiri atau soliter atau beramai-ramai atau koloni. Protozoa bekembang biak
secara reproduksi anseksual atau vegetative dengan cara membelah diri dan dengan cara seksual
atau generative konjugasi. Kedua vertebrata yaitu hewan yang bertulang belakang atau
punggung. Memiliki struktur tubuh yang lebih jauh sempurna dibandingkan dengan hewan
invertebrate. Hewan vertebrata memiliki tali yang merupakan susunan tempat terkumpulnya selsel saraf dan memiliki perpanjangan kumpulan saraf dari otak. Hewan vertebrata memiliki
system kerja sempurna peredaran darah berpusat organ jantung dengan pemuluh-pembuluh
menjadi salurannya. Hewan vertebrata mempunyai tulang yang terentang dari belakang kepala
sampai bagian ekor, mempunyai otak yang dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak, tubuh
berbentuk simetris bilateral, mempunya kepala, leher, badan, dan ekor. Contoh: pada katak.
Di dunia ini terdapat juga keanekaragaman hayati, bermacam-macam tumbuhan dengan
warna, bentuk, dan ukuran yang berbeda-beda.Banyaknya spesies yang ada dikarenakan adanya
perbedaan dan persamaan ciri pada tumbuhan. Tumbuhan dimasukkan kedalam kingdom plantae
memiliki zat hijau daun atau klorofil dapat membuat makanannya sendiri (autotrof), memiliki
dinding sel, dan memiliki vakuola sel yang besar. Tumbuhan dibagi menjadi dua yaitu tumbuhan
tingkat tinggi dan tumbuhan tingkat rendah. Tumbuhan tingkat tinggi diklasifikasikan menjadi
divisi hepatophyta (lumut hati), divisi anthocerophyta ( lumut tanduk), divisi bryophyte ( lumut
daun). Tumbuhan berbiji (spermatophyte) dan tumbuhan biji tertutup ( angiospermae)
Tujuan pengklasifikasian atau tata pemberian nama pada makhluk hidup berdasarkan ciri,
cara hidup, tempat hidup, daerah penyebaran, morfologi, fisiologi, dan anatominya. Cabang
biologi yang khusus mempelajari klasifikasi yang disebut taksonomi . Yang terbentuk dari hasil
klasifikasi makhluk hidup disebut (takson=kelompok), terdiri atas kingdom (kerajaaan), filum
atau divisio (filum untuk hewan dan division untuk tumbuhan), classis (kelas), ordo (bangsa),
familia (suku), genus (marga) dan spesies (jenis).

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana keanekaragaman tumbuhan di Indonesia?


Bagaimana keanekaragaman hewan di Indonesia?
Apa itu klasifikasi biologi dan binomial nomenclature?
Bagaimana pengklasifikasian pada makhluk hidup?
Apa manfaat keanekaragaman, pengklasifikasian, dan mempelajari keanekaragaman
hewan dan tumbuhan?
Apa penyebab hilangnya keanekaragaman?
Bagaimana cara melestarikan keanekaragaman tersebut?

1.3 Tujuan

Mengetahui berbagai variasi keanekaragaman tumbuhan dan hewan..


Mempelajari bagaimana cara pengklasifikasian atau pemberian nama pada makhluk
hidup.
Mengetahui manfaat keanekaragaman dan pengklasifikasian.
Mengetahui cara melestarikan keanekaragaman hewan dan tumbuhan.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Keanekaragaman tumbuhan dan hewan di Indonesia.
Keanekaragaman hayati adalah suatu istilah yang mencakup semua bentuk kehidupan,
yang secara ilmiah dapat dikelompokkan berdasarkan organisasi biologinya, yaitu mencakup
keragaman gen, spesies, dan ekosistem. Keanekaragaman hayati dikenal juga dengan nama
biodiversitas.
Keanekargaman tumbuhan merupakan ungkapan terdapatnya keanekaragaman bentuk,
penampilan, dan sifat yang tampak pada berbagai tingkatan organisasi kehidupan seperti
ekosistem, jenis dan genetik pada tumbuhan.
Keanekaragaman tumbuhan umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor pendorong,
seperti :
1

Genetik

Mutasi

Adaptasi

Adapun beberapa kompetisi sumber variasi keanekaragaman, yaitu :


1

Variasi Perkembangan

Variasi yang disebabkan Lingkungan

Variasi perkembangan ditentukan secara genetis. Contohnya pada tanaman cocor bebek
(Kalanchoe pinnata) terdapat daun tunggal dan majemuk menyirip beranak daun tiga pada satu
individu tanaman yang sering disebut heteromorfisme. Disebut heteromorfisme karena struktur
baru tidak serupa dengan struktur yang digantikan. Sedangkan variasi yang disebabkan oleh
lingkungan sangat beragam. Banyak diantaranya menghasilkan berbagai jenis yang menyimpang
dalam pertumbuhannya. Perubahan ini disebabkan karena sinar, air, makanan, suhu, dan tanah.

Contohnya tumbuhan kaktus. Daun tanaman ini berbentuk seperi duri atau jarum dan tebal
karena tumbuh di daerah yang sinarnya berlebih yaitu di padang pasir atau gurun. Agar tidak
terjadi transpirasi berlebihan maka bentuk daun tidak melebar seperti pada umumnya.
Adapun macam-macam keanekaragaman tumbuhan berdasarkan organisasi kehidupan, yaitu :
1

Keanekaragaman Ekosistem

Keanekaragaman ekosistem didasarkan pada adanya variasi komponen-komponen penyusun


ekosistem. Sebagaimana diketahui bahwa ekosistem merupakan satu kesatuan utuh antara
makhluk hidup dengan lingkungannya, baik lingkungan biotikmaupun lingkungan abiotik dan
komponen-komponen tersebut saling berinteraksi di dalamnya
2

Keanekaragaman Komunitas

Keanekaragaman komunitas dibagi berdasarkan adanya perbedaan mintakat, modus hidup,


rantai energy, rantai makan, interaksi, dan tingkatan takson. Beberapa contoh keberagaman
komunitas berdasarkan perbedaan mintakat antara lain adalah keberagaman komunitas di dalam
ekosistem danau terdiri dari komunitas tumbuhan ataupun hewan litoral, komunitas organisme
bentik, dan komunitas ikan.
3

Keanekaragaman Jenis ( Populasi )

Keanekaragaman jenis mengacu pada banyaknya spesies yang terdapat di dalam marga.
Faktor yang berpengaruh terhadap keanekaragaman jenis adalah pembatas kehidupan berupa
tekanan dan gangguan yang dapat berupa faktor fisik, kimiawi, kompetisi antar individu dalam
spesies atau antar individu dalam spesies yang berbeda.

2.2. Keanekaragaman Hewan Di Indonesia


Jenis-jenis hewan yang ada di Indonesia diperkirakan berjumlah sekitar 220.000 jenis.
Terdiri atas 200.000 serangga ( 17% fauna serangga di dunia), 4.000 jenis ikan, 2.000 jenis
burung, serta 1.000 jenis reptilia dan amphibia.
Pembagian fauna menjadi dua kelompok didasarkan pada adanya Paparan Sunda dan

Paparan Sahul. Paparan Sunda sangat kaya akan berbagai jenis mamalia dan burung,
diperkirakan di kawasan ini terdapat ratusan jenis burung dan 70% di antaranya merupakan
penghuni hutan primer darat. Keanekaragaman ini jauh lebih tinggi dari pada di Afrika.
Indonesia terbagi menjadi dua zoogeografi yang dibatasi oleh garis Wallace. Garis
Wallace membelah Selat Makassar menuju hingga ke Selat Lombok. Garis Wallace memisahkan
wilayah Oriental (termasuk Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan) dengan wilayah Australia
(Sulawesi, Irian, Maluku, Nusa Tenggara Barat, dan NusaTenggara Timur). Akan tetapi, menurut
Weber, hewan-hewan yang ada di Sulawesi tidak semuanya tergolong kelompok hewan Australia
karena ada juga yang memiliki sifat-sifat Oriental sehingga Weber berkesimpulan bahwa hewanhewan Sulawesi merupakan hewan peralihan. Weber kemudian membuat garis pembatas yang
berada di sebelah timur Sulawesi memanjang ke utara menuju Kepulauan Aru yang kemudian
dikenal dengan nama garis Weber.
Fauna daerah Oriental yang meliputi Sumatra, Jawa, dan Kalimantan serta pulau-pulau di
sekitarnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Banyak spesies mamalia berukuran besar, terdapat pula mamalia berkantung.
Terdapat berbagai macam kera.
Burung-burung yang dapat berkicau.
Fauna daerah Indonesia bagian timur, yaitu Irian, Maluku, dan NusaTenggara relatif sama
dengan Australia. Ciri-ciri yang dimilikinya
Banyak hewan berkantung.
Tidak terdapat spesies kera.
Jenis burung berwarna indah dan beragam

2.3

Kasifikasi dan Binomial Nomenclature

Klasifikasi makhluk hidup adalah pengelompokan makhluk hidup dalam satu kelompok
(takson) melalui pencarian keseragaman atau persamaan dalam keanekaragaman. Makhluk hidup
yang diklasifikasikan dalam satu kelompok tertentu memiliki persamaan-persamaan sifat
dan/atau ciri-ciri. Demikian pula sebaliknya, makhluk hidup dalam kelompok yang berbeda akan
memiliki perbedaan-perbedaan sifat dan/atau ciri-ciri.
Taksonomi itu sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu tassein yang berarti unruk
mengklasifikasi dan nomos yang berarti aturan. Taksonomi merupakan cabang ilmu biologi

yang mempelajari klasifikasi. Ilmu ini mencakup pengelompokan dan pemberian nama makhluk
hidup.
Binomial nomenclature adalah sistem tata ama spesies atau jenis, yaitu dengan cara
menggunakan dua kata. Sistem tata nama ini pertama kali diterapkan oleh seorang ahli biologi
dari Swedia, Carolus Linnaeus. Hal ini disebabkan oleh nama yang diberikan kepada suatu
individu makhluk hidup sering berbeda meskipun individu yang dimaksud sama. Setiap daerah
memberi nama yang berbeda untuk setiap individu yang sama. Misalnya buah mangga, ada yang
menyebutnya pelem, ada pula yang memberinya nama pauh tergantung dari bahasa masingmasing daerah. Nama yang bermacam-macam ini jelas membingungkan dalam dunia ilmu
pengetahuan.
Sistem binomial nomenklatur ini merupakan sistem pemberian nama makhluk hidup yang
sah berdasar kode internasional dengan menggunakan sistem tata nama dua kata. Adapun tata
cara penulisan Binomial Nomenklatur adalah:
1

Penamaan menggunakan bahasa Latin atau yang dilatinkan

Kata pertama menunjukkan genus atau kedua menunjukkan spesies. Contoh: Zea mays
(jagung), Zea = genus, mays = spesies

Kata pertama dimulai dengan huruf kapital dan kata kedua ditulis dengan huruf kecil

Nama spesies ditulis dengan huruf yang berbeda dengan huruf yang ada disekitarnya,
misal dengan digarisbawahi secara terpisah atau dicetak miring. Contoh: Oryza sativa
atau Oryza sativa (padi).

Jika kata penunjuk spesies terdiri atas dua kata atau lebih, digunakan tanda hubung.
Contoh: Hibiscus rosa-sinensis (kembang sepatu)

Nama spesies dapat diakhiri dengan notasi author (orang yang memberi nama Latin
spesies tersebut). Contoh: Oryza sativa L. (L. adalah singkatan dari Linnaeus)

Nama famili diambil dari nama genus organisme yang bersangkutan ditambah akhiran
-aceae (untuk tumbuhan) dan -idae (untuk hewan). Contoh:
o Solanum + -aceae = Solanaceae
o Canis + -idae = Canidae

2.4

Pengklasifikasian Makhluk Hidup

Seperti yang sudah ditulis di atas, klasifikasi makhluk hidup adalah pengelompokan
makhluk hidup dalam satu kelompok (takson) melalui pencarian keseragaman atau persamaan
dalam keanekaragaman.
Beberapa ahli yang pernah melakukan klasifikasi makhluk hidup antara lain :

Aristoteles (384-322 SM)


Theophrastus (371-287 SM)
John Ray (1627-1705 M)
Carolus Linnaeus (1707-1778 M)
Ernst Haeckel (1834-1919 M)
Edouard Chatton (1883-1937 M)
R.H Whittaker (1920-1980 M)
Carl Woese (1928-2012 M)
Beberapa dasar klasifikasi yang digunakan dalam melakukan klasifikasi antara lain:

Berdasarkan ciri-ciri fisik


Morfologi
Cara bereproduksi
Manfaat
Ciri-ciri Kromosom
Kandungan gen dalam kromosom
Kandungan zat biokimia

Berdasarkan dasar-dasar klasifikasi di atas, sistem klasifikasi mahluk hidup dapat


dibedakan menjadi empat sistem, yaitu :
1
2
3
4

Sistem alamiah
Sistem artifisial
Sistem filogenetik
Sistem modern

Adapun tujuan dari pengklasifikasin itu sendiri ialah :


a)
b)
c)
d)

Menyederhanakan objek studi agar mudra dipelajari


Mendeskripsikan ciri-ciri mahluk hidup untuk membedakan tiap-tiap jenisnya
Mengelompokkan mahluk hidup berdasarkan persamaan cirinya
Mengetahui hubugan kekerabatan atar makhluk hidup

Langkah-langkah pengklasifikasani makhluk hidup adalah sebagai berikut:


1.

Mengidentifikasi objek berdasar ciri-ciri struktur tubuh makhluk hidup, misalnya, hewan
atau tumbuhan yang sama jenis atau spesiesnya

2. Setelah kelompok spesies terbentuk, dapat dibentuk kelompok-kelompok lain dari urutan
tingkatan klasifikasi sebagai berikut :
- Dua atau lebih spesies dengan ciri-ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk
takson genus. Genus memiliki kesamaan ciri, yaitu pada struktur alat reproduksinya
yang sama.
- Beberapa genus yang memiliki ciri-ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk
takson famili.
- Beberapa famili dengan ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson ordo.
- Beberapa ordo dengan ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson kelas.
- Beberapa kelas dengan ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson filum
(untuk hewan) atau divisio (untuk tumbuhan).
Dengan cara tersebut terbentuk urutan hierarki atau tingkatan klasifikasi makhluk hidup.
Urutan klasifikasi dari tingkatan yang terbesar hingga terkecil adalah sebagai berikut:
1

Kingdom (kerajaan);

Divisio atau filum;

Kelas;

Ordo (bangsa);

Famili (suku);

Genus (marga);

Spesies (jenis).

Mengingat keperluannya, kadang-kadang di antara dua tingkatan terdapat sub-sub, seperti


subkingdom, subfilum, subordo, dan subspesies. Demikian pula di bawah kelompok spesies
masih ditempatkan kelompok varietas dan di bawah varietas terdapat strain.

2.5

Manfaat keanekaragaman, pengklasifikasian dan mempelajari


keanekaragaman tumbuhan dan hewan
Manfaat keanekaragaman hayati, yaitu :
1

Penghasil SDA Hayati

Sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, rekreasi dan wisata

Manfaat dari aspek sosial dan budaya masyarakat

Manfaat pengkasifikasian dan mempelajari keanekaragaman tumbuhan dan hewan, yaitu :

2.6

Memudahkan dalam mempelajari organisme yang beranekaragam.


Mengetahui persamaan dan perbedaan antara makhluk hidup
Mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup
Memudahkan dalam mengenal makhluk hidup.

Penyebab Hilangnya Keanekaragaman


1. Hilangnya habitat adalah menyusutnya materi pada tempat yang sesuai
(cocok) untuk hidup.
2. Degradasi habitat adalah kerusakan habitat karena polusi, misalnya hujan
asam, efekrumah kaca.
3. Eksploitasi secara berlebihan.
4. Industrialisasi Kehutanan dan perikanan.
5. Perubahan Iklim Global.

2.7

Cara Melestarikan Keanekaragaman


Melalui Konservasi :
1

Cagar alam yaitu kawasan suaka alam yang memiliki tumbuhan, hewan, ekosistem yang
khas sehingga perlu dilindungi. Contoh cagar alam : Cagar Alam Hutan Pinus janthoi di
Aceh, Cagar Alam Lembah Anai di Sumbar

Suaka margasatwa yaitu kawasan suaka alam yang memiliki ciri khas berupa
keanekaragaman dan keunikan jenis satwa (hewan) yang untuk kelangsungan hidupnya
dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya.

Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang memiliki ekosistem asli yang
dikelola dengan sistem zonasi. Taman ini biasanya dimanfaatkan untuk tujuan penelitian,
ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budi daya, pariwisata, dan rekreasi alam.

BAB III
PENUTUP

3.1

Kesimpulan

Keanekaragaman hayati adalah suatu istilah yang mencakup semua bentuk kehidupan.
Keanekargaman tumbuhan merupakan ungkapan terdapatnya
keanekaragaman bentuk, penampilan, dan sifat yang tampak pada berbagai
tingkatan organisasi kehidupan
Keanekaragaman tumbuhan umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor pendorong,
seperti :
-

Genetik

Mutasi

Adaptasi

macam-macam keanekaragaman tumbuhan berdasarkan organisasi


kehidupan, yaitu :
1

Keanekaragaman ekosistem didasarkan pada adanya variasi komponen-komponen

penyusun ekosistem.
Keanekaragaman komunitas dibagi berdasarkan adanya perbedaan mintakat,

modus hidup, rantai energy, rantai makan, interaksi, dan tingkatan takson.
Keanekaragaman jenis mengacu pada banyaknya spesies yang terdapat di dalam
marga.

Keanekaragaman Hewan Di Indonesia


Fauna daerah Oriental yang meliputi Sumatra, Jawa, dan Kalimantan serta pulau-pulau di
sekitarnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

Banyak spesies mamalia berukuran besar, terdapat pula mamalia berkantung.


Terdapat berbagai macam kera.
Burung-burung yang dapat berkicau.

Fauna daerah Indonesia bagian timur, yaitu Irian, Maluku, dan NusaTenggara relatif sama
dengan Australia. Ciri-ciri yang dimilikinya
Banyak hewan berkantung.
Tidak terdapat spesies kera.
Jenis burung berwarna indah dan beragam

Kasifikasi dan Binomial Nomenclature


Binomial nomenclature adalah sistem tata ama spesies atau jenis, yaitu dengan cara
menggunakan dua kata.
Sistem binomial nomenklatur ini merupakan sistem pemberian nama makhluk hidup yang
sah berdasar kode internasional dengan menggunakan sistem tata nama dua kata.

Pengklasifikasian Makhluk Hidup

klasifikasi makhluk hidup adalah pengelompokan makhluk hidup dalam satu kelompok
(takson) melalui pencarian keseragaman atau persamaan dalam keanekaragaman.
tujuan dari pengklasifikasin itu sendiri ialah :
a)
b)
c)
d)

Menyederhanakan objek studi agar mudra dipelajari


Mendeskripsikan ciri-ciri mahluk hidup untuk membedakan tiap-tiap jenisnya
Mengelompokkan mahluk hidup berdasarkan persamaan cirinya
Mengetahui hubugan kekerabatan atar makhluk hidup
Langkah-langkah klasifikasi:
Mengidentifikasi objek berdasar ciri-ciri struktur tubuh makhluk hidup, misalnya, hewan
atau tumbuhan yang sama jenis atau spesiesnya
Setelah kelompok spesies terbentuk,

Manfaat keanekaragaman, pengklasifikasian dan mempelajari


keanekaragaman tumbuhan dan hewan
Manfaat keanekaragaman hayati, yaitu :
-

Penghasil SDA Hayati


Sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, rekreasi dan wisata
Manfaat dari aspek sosial dan budaya masyarakat

3.2 Saran
Saran dari kami yaitu perlunya meningkatkan kepedulian akan lingkungan hidup.
Meningkatkan pemeliharaan terhadap suaka marga satwa dan cagar alam. Menindak
lanjuti prilaku yang merusak atau menjadi penyebab hilangnya keanekaragaman hayati.

Semoga makalah yang kami buat dapat bermanfaat bagi para pembaca, terutama
kepada dosen pembimbing kami harap dapat memberikan sarannya untuk perbaikan
makalah ini lebih baik.

Daftar Pustaka

Darkuni, M. Noviar. 2001. Mikrobiologi. Malang: Universitas Negeri Malang.


Kusnadi, dkk. 2003. Mikrobiologi. Malang: JICA.
Pelczar, M.J. dan E.C.S. Chan. 1988. Dasar-dasar Mikrobiologi. Jakarta: UI Press.
http://biologimediacentre.com/keanekaragaman-hayati-biodiversitas/
Saskia, Sinta. 2013. Super Lengkap Biologi. Jakarta : Erlangga
Syamsuri, Istamar. 2004. Sains Biologi SMP. Jakarta : Erlangga
Kimball, J.W. 2004. Biologi. Jakarta : Erlangga

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...........................................................
DAFTAR ISI .........................................................................
BAB 1 PENDAHULUAN......................................................
1.1 Latar Belakang .......................................................................
1.2 Rumusan Masalah ...................................................................
1.3 Tujuan ..................................................................................

BAB II PEMBAHASAN ......................................................


2.1
2.2
2.3
2.4
2.5
2.6
2.7

Keanekaragaman tumbuhan dan hewan di Indonesia...............


Keanekaragaman Hewan Di Indonesia..................................
Kasifikasi dan Binomial Nomenclature..................................
Pengklasifikasian Makhluk Hidup........................................
Manfaat keanekaragaman, pengklasifikasian dan mempelajari
keanekaragaman tumbuhan dan hewan................................
Penyebab Hilangnya Keanekaragaman.................................
Cara Melestarikan Keanekaragaman....................................

BAB III PENUTUP...............................................................


3.1 Kesimpulan............................................................................
3.2 Saran....................................................................................

DAFTAR PUSTAKA ............................................................

MAKALAH
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Biologi
Umum
Dosen: Sistiana Windyariani, M.pd

Di Susun Oleh :
Senja Truwita Dewi
Keukeu Mutmainah
Ismi Ghina Suryawirawati
Ima Mutia Rahima

Jurusan: Pendidikan Biologi


Fakultas : FKIP (Fakultas Keguruan dan IlmuPendidikan)
Universitas Muhammadiyah Sukabumi