Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Kami mengucapkan Alhamdulillah dan segala puji syukur kehadirat Allah SWT atas
terselesaikannya makalah Biokimia Sel ini. Tanpa ridho dan kasih sayang serta petunjuk dariNya mustahil makalah Ilmiah ini dapat kami selesaikan.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Drs. Wayan Sumber Artha selaku
dosen Biokimia serta kakak-kakak yang telah membantu dan membimbing kami dalam
menyelesaikan makalah ini. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang
biokimia sel. Selain itu makalah ini disusun dalam rangka untuk memenuhi tugas mata
pelajaran Biokimia yang menjadi salah satu mata pelajaran pokok di bidang fakultas MIPA.
Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, mudah-mudahan makalah ini dapat
memberikan banyak manfaat dalam segala bentuk kegiatan belajar mengajar. Khususnya
kegiatan belajar mengajar di sekolah, sehingga dapat memperlancar dan mempermudah
proses pencapaian prestasi dan sukses akademik di sekolah.

Malang, september 2013


Kelompok 1

BAB 1
PENDAHULUAN

RUMUSAN MASALAH
Bagaimana struktur dasar sel sebagai tempat terjadinya berbagai macam proses
metabolisme?
Apa saja komponen dasar sel yang terlibat dalam proses metabolisme?
Apa saja reaksi yang dapat terjadi dalam proses metabolisme?

TUJUAN
Mengetahui struktur dasar sel sebagai tempat terjadinya berbagai macam proses
metabolisme
Menganalisis komponen dasar sel yang terlibat dalam proses metabolisme
Menemukan berbagai macam reaksi yang dapat terjadi dalam proses metabolisme

BAB II
ISI
A. PENGERTIAN
Biokimia merupakan bagian ilmu kimia yang mempelajari tentang struktur, reaksi
kimia dan enzimatis, serta perubahan energi yang terjadi pada sel dan jaringan hidup.

Sel hidup merupakan bagian terkecil dari kehidupan yang mempunyai peranan
penting dalam metabolisme atau aktivitas biologi makhluk hidup. Sel hidup terdiri dari
bagian-bagian sel atau sub seluler (organel sel). Organel sel antara lain :
1. Nukleus

6. Retikulum Endoplasma

2. Sitoplasma

7. Membran sel

3. Dinding sel

8. Apparatus Golgi (Golgi Body)

4. Mitokondria

9. Lysosom

5. Kloroplast

10. Vakuola
11. Ribosom

1). NUKLEUS

Nukleus adalah bagian sel yang kaya DNA. Nukleus mengandung bulatan
kecil yang disebut nukleolus atau anak inti. Fungsi utama nukleus adalah untuk
menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan
mengelola

ekspresi

gen.

Selain

itu,

nukleus

juga

berfungsi

untuk

mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk


mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi
dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus
dimulai, dijalankan, dan diakhiri.

Nukleus memiliki bentuk bulat atau lonjong. nukleus ini berperan penting
dalam aktivitas sel, terutama dalam melakukan sintesis protein. Biasanya sebuah
sel hanya memiliki satu nukleus saja, yang terletak di tengah. Di dalam inti sel
terdapat nukleoplasma yaitu cairan kental, dan nukleolus yaitu bagian yang lebih
padat tetapi tidak terbungkus oleh suatu membran. Inti sel mengandung RNA
dimana membuktikan terjadinya sintesis RNA yang kemudian dibawa ke dalam
ribosom.dalam inti sel terdapat kromatin atau kromosom yang terdiri dari seratserat DNA yang bergabung dengan histon. Inti sel jug mengandung beberapa
enzim seperti DNA polimerase dan RNA polimerase

2). SITOPLASMA

Sitoplasma adalah bagian sel yang terbungkus membran sel. Pada sel
eukariota, sitoplasma adalah bagian non-nukleus dari protoplasma. Pada
sitoplasma terdapat sitoskeleton, berbagai organel dan vesikuli, serta sitosol yang
berupa cairan tempat organel melayang-layang di dalamnya. Sitosol mengisi
ruang sel yang tidak ditempati organel dan vesikula dan menjadi tempat banyak
reaksi biokimiawi serta perantara transfer bahan dari luar sel ke organel atau inti
sel.Sitoplasma adalah bagian fase cair dalam sel yang mengandung berbagai
macam organel sel seperti mitokondria, sitoplasma dan lain lain. Sedangkan zat
yang terlarut seperti protein, elektrolit dan beberapa sisa hasil kegiatan sel seperti
urea, asam urat dan enzim enzim yang digunakan dalam proses glikolisis, yaitu

proses pengubahan glukosa menjadi asam piruvat dan asam laktat, serta enzim
untuk biosintesis asam lemak terdapat dalam sitoplasma.
3). DINDING SEL

Dinding sel adalah struktur di luar membran plasma yang membatasi


ruang bagi sel untuk membesar. Dinding sel merupakan ciri khas yang dimiliki
tumbuhan, bakteri, fungi (jamur), dan alga, meskipun struktur penyusun dan
kelengkapannya berbeda. Dinding-dinding sel sebagian besar terbentuk oleh
polimer karbohidrat (pektin, selulosa, hemiselulosa, dan lignin sebagai penyusun
penting). Membran sel dibentuk oleh beberapa lapisan, yaitu lapisan lipid di
bagian tengah dan dilapisi oleh lapisan protein. Adanya lapisan protein di bagian
luar menjadikan membran sel bersifat hidrofil, artinya molekul air dapat dengan
mudah menempel pada membran. Membran ini berfungsi membatasi perpindahan
zat-zat yang dari dalam sel yang dapat keluar atau zat-zat yang boleh masuk ke
dalam sel.
4). MITOKONDRIA

Mitokondria adalah organel tempat berlangsungnya fungsi respirasi sel


makhluk hidup, selain fungsi selular lain, seperti metabolisme asam lemak,
biosintesis pirimidin, homeostasis kalsium, transduksi sinyal selular dan penghasil
energi berupa adenosina trifosfat pada lintasan katabolisme. Struktur mitokondria
terdiri dari empat bagian utama, yaitu membran luar, membran dalam, ruang antar
membran, dan matriks yang terletak di bagian dalam membran. Peran utama
mitokondria adalah sebagai pabrik energi sel yang menghasilkan energi dalam
bentuk ATP. Metabolisme karbohidrat akan berakhir di mitokondria ketika piruvat
di transpor dan dioksidasi oleh O2 menjadi CO2 dan air.
Mitokondria mempunyai membran dalam dan membran luar. Membran
dalam membentuk lipatan yang disebut kristae dimana terdapat enzim oksidase,
bagian dalam mitokondria terisi oleh zat yang kental disebut matriks.

5). KLOROPLAS

Kloroplas adalah plastid yang mengandung klorofil. Di dalam kloroplas


berlangsung fase terang dan fase gelap dari fotosintesis tumbuhan. Kloroplas
terdapat pada hampir seluruh tumbuhan, tetapi tidak umum dalam semua sel .
Kloroplas biasanya terdapat di dalam sel tumbuhan, yang berperan penting dalam
proses fotosintesis sebagai zat hijau daun.
6). RETIKULUM ENDOPLASMA

Retikulum Endoplasma (RE, atau endoplasmic reticula) adalah organel


yang dapat ditemukan pada semua sel eukariotik.
Retikulum Endoplasma merupakan bagian sel yang terdiri atas sistem
membran. Di sekitar Retikulum Endoplasma adalah bagian sitoplasma yang
disebut sitosol. Retikulum Endoplasma sendiri terdiri atas ruangan-ruangan
kosong yang ditutupi dengan membran dengan ketebalan 4 nm (nanometer, 10 -9
meter). Membran ini berhubungan langsung dengan selimut nukleus.Pada bagian-

bagian Retikulum Endoplasma tertentu, terdapat ribuan ribosom. Ribosom


mempunyai susunan kimia 50% RNA dan 90% protein. Ribosom merupakan
tempat dimana proses pembentukan protein terjadi di dalam sel. Bagian ini
disebut dengan Retikulum Endoplasma Kasar atau Rough Endoplasmic
Reticulum. Kegunaan daripada Retikulum Endoplasma Kasar adalah untuk
mengisolir dan membawa protein tersebut ke bagian-bagian sel lainnya.
Sedangkan bagian-bagian Retikulum Endoplasma yang tidak diselimuti
oleh ribosom disebut Retikulum Endoplasma Halus atau Smooth Endoplasmic
Reticulum. Kegunaannya adalah untuk membentuk lemak dan steroid.

7). APPARATUS GOLGI

Badan Golgi (disebut juga aparatus Golgi, kompleks Golgi atau diktiosom)
adalah organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel, Organel ini terdapat
hampir di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada organ tubuh yang
melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal.
Dalam kompleks golgi berlangsung reaksi pembentukan glikoprotein,
yaitu gabungan karbohidart dengan protein.

Fungsi badan golgi:

Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi. Terjadi terutama pada selsel kelenjar kantung kecil tersebut, berisi enzim dan bahan-bahan lain.

Membentuk membran plasma. Kantung atau membran golgi sama seperti


membran plasma. Kantung yang dilepaskan dapat menjadi bagian dari
membran plasma.

Membentuk dinding sel tumbuhan

Fungsi lain ialah dapat membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi
enzim untuk memecah dinding sel telur dan pembentukan lisosom.

Tempat untuk memodifikasi protein

Untuk menyortir dan memaket molekul-molekul untuk sekresi sel

Untuk membentuk lisosom

Membentuk Akrosom pada spermatozoa

8). LISOSOM

Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi
enzim hidrolitik yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada
berbagai keadaan.

9). VAKUOLA

Vakuola merupakan ruang dalam sel yang berisi cairan yang berupa
rongga yang diselaputi membran (tonoplas). Vakuola ditemukan pada semua sel
tumbuhan namun tidak dijumpai pada sel hewan dan bakteri, kecuali pada hewan
uniseluler tingkat rendah.
Vakuola terbagi menjadi 2 jenis, yaitu Vakuola Kontraktil dan Vakuola
nonkontraktil

(vakuola

makanan).

Vakuola

kontraktil

berufngsi

sebagai

osmoregulator yaitu pengatur nilai osmotik sel atau ekskresi. Vakuola


nonkontraktil berfungsi untuk mencerna makanan dan mengedarkan hasil
makanan.
Fungsi Vakuola :

Tempat penyimpanan zat cadangan makanan seperti amilum dan

glukosa
Tempat menyimpan pigmen (daun, bunga dan buah)
Tempat penyimpanan minyak atsirik (golongan minyak yang

memberikan bau khas seperti minyak kayu putih)


Mengatur tirgiditas sel (tekanan osmotik sel)
Tempat penimbunan sisa metabolisme dan metabolik sekunder
seperti getah karet, alkaloid, tanin, dan kalsium oksabit

10). RIBOSOM

Ribosom adalah organel kecil dan padat dalam sel yang berfungsi sebagai
tempat sintesis protein. Ribosom terdiri dari asam ribonukleat yang sering
disingkat RNA (RNA merupakan kepanjangan dari Ribonucleat Acid) dan protein,
dalam jumlah yang hampir sama.
Berbicara tentang fungsi utama ribosom, mereka memainkan peran
perakitan asam amino untuk membentuk protein tertentu, yang pada gilirannya
sangat penting untuk melaksanakan kegiatan sel. Beberapa ribosom ditemukan
tersebar di sitoplasma (disebut sebagai ribosom bebas), sementara yang lain yang
melekat pada retikulum endoplasma (ribosom terikat).

KOMPONEN

KOMPONEN

YANG

TERLIBAT

DALAM

METABOLISME SEL
Metabolisme adalah segala proses reaksi kimia yang terjadi di dalam
makhluk hidup, mulai makhluk hidup bersel satu yang sangat sederhana seperti
bakteri, protozoa, jamur, tumbuhan, hewan; sampai mkhluk yang susunan
tubuhnya kompleks seperti manuasia. Di dalam proses ini, makhluk hidup
mendapat, mengubah dan memakai senyawa kimia dari sekitarnya untuk
mempertahankan hidupnya.
Metabolisme meliputi proses sintesis (anabolisme) dan proses penguraian
(katabolisme) senyawa atau komponen dalam sel hidup. Semua reaksi
metabolisme dikatalis oleh enzim.
Reaksi pada Proses Metabolisme

Respirasi selular adalah proses metabolisme yang mengubah energi


biokimia dari glukosa menjadi ATP.

Katabolisme, adalah proses pencernaan ketika nutrisi dipecah menjadi


glukosa, asam amino dan asam lemak yang dapat diserap ke dalam darah.

Anabolisme, adalah proses pembentukan dari senyawa sederhana menjadi


senyawa yang lebih kompleks

BAB III
PENUTUP
Simpulan
Sel adalah tempat terjadinya berbagai macam proses metabolisme, serta
setiap bagian sel memiliki peran tersendiri dalam proses metabolisme . Ada
beberapa komponen sel yang terlibat dalam metabolisme antara lain : nukleus,
retikulum endoplasma, ribosom, lisosom, sitoplasma, mitokondria. Reaksi yang
terjadi dalam proses metabolisme adalah respirasi seluler.

Daftar Pustaka
Yatim, Wildan. 1987. Biologi . Bandung: Tarsito.
Izzudin, Fuad. 2006. Inti sari Biologi SMA.
Poedjiadi , Anna dan Suprianti FM Titin. 2006. Bandung: Universitas Indonesia.
Muhammad, Amin. 2006. Biokimia. Malang: Universitas Negeri Malang.

BIOKIMIA SEL

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Biokimia
yang dibina oleh Bapak Drs. Wayan Sumber Artha

oleh
2.

1. Nia Sofya Ilmi ( 130342603498)


Ridho Aka Qomarizzaman (130342603480)
3. Rieza Novrianggita (130342603492)
4. Siti Fatkatin ( 130342603486)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
September 2013