Anda di halaman 1dari 19

ASAM AMINO DAN PROTEIN

MAKALAH
Disusun untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Biokimia
Yang Dibimbing Oleh :
Drs. I Wayan Sumberartha

Dilakukan Oleh

Kelompok : VIII
1. Moh Sholeh Al-Qoyyim (130342603485)
2. Nindya Ulfa Wardhani (130342603493)
3. Sulistiana
(130342603481)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
SEPTEMBER 2013

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang
alhamdulillah tepat pada waktunya dengan judul Asam Amino dan Protein.
Makalah ini berisikan tentang informasi mengenai apa itu asam amino dan protein,
serta fungsi, kegunaan, persamaan dan peranan antara keduanya. Saya menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak
yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Terimakasih kepada orang tua kami yang mensuport kami, mendoaakan kami,
memberikan kami kasih sayang yang sangat besar dan selalu jadi panutan kami. Tak luput
juga. banyaknya bantuan dari dosen pembimbing kami yang dengan sabar memberikan saran
dan kritik yang membangun dengan memberikan kami bantuan berupa konsultasi langsung
bersama senior kami yang lebih berpengalaman.
Semoga dengan rampungnya makalah ini bisa memberikan pemahaman yang lebih
terhadap kami dan sebagai tanda bahwa kami telah mempelajari dengan sungguh-sungguh
tentang kajian dari Asam Amino dan Protein.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.

Malang, 3 September 2013

Penyusun

BAB I
Pendahuluan
1.1 Rumusan Masalah
1.
2.
3.
4.

Bagaimana struktur asam amino dan protein secara umum?


Bagaimana klasifikasi asam amino?
Bagaimana klasifikasi protein?
Apa fungsi protein secara struktural dan fungsional?

1.2 Tujuan
1.
2.
3.
4.

Untuk mengetahui srtuktur asam amino dan protein secara umum.


Untuk mengetahui klasifikasi asam amino.
Untuk mengetahui klasifikasi protein.
Untuk menjelaskan fungsi protein secara struktural dan fungsional.

BAB II
Isi
Asam Amino

Asam amino merupakan satuan penyusun protein. Asam amino dapat dipandang
sebagai turunan dari asam karboksilat, yang satu atom hidrogennya diganti oleh gugus amino
(NH3). Asam amino tergolong amfoter yaitu dapat beraksi dengan asam atau basa.
Masing-masing gugus asam amino dapat bereaksi, misalnya dengan pembentukan
garam, esterifikasi dan oksidasi. Reaksi umum untuk menunjukkan adanya asam amino
adalah aksi ninhidrin. Ninhidrin adalah suatu proses yang menyebabkan dekarboksilasi
oksidatif dari asam amino yang menghasilkan CO 2, NH3 dan aldehid dengan kehilangan 1
atom karbon. Senyawa ini kemudian bereaksi dengan NH 3 bebas membentuk senyawa
kompleks berwarna biru.
Structur Asam Amino
Asam amino merupakan turunan asam karboksilat yang mengandung gugus amina.
Jadi setiap molekul asam amino sekurang-kurangnya mengandung dua buah gugus
fungsional, yaitu gugus karboksil (-COOH) dan gugus amina (-NH2). Asam amino dapat
diperoleh dari hasil hidrolisis protein.Struktur asam amino mengandung gugus -NH2 yang
terikat pada atom C alfa (a), yaitu atom C yang terikat pada gugus karboksil.

Asam 2,6-diaminoheksanoat.

Semua asam amino yang


ditemukan pada protein memiliki ciri yang sama, yaitu
gugus karboksil dan amina terikat pada atom karbon
yang sama.

Struktur asam amino bentuk alfa secara umum

Diantara 300 Asam Amino yang terdapat di alam, dua puluhnya berupa unit monomer
protein. Meskipun kode genetic yang terdiri dari tiga huruf dapat mengakomodasikan lebih
dari 20 Asam amino, namun kodon-kodon yang ada hanya mengode dua puluh Asam L-
amoni yang diklasifikasikan berdasarkan polaritas gugus R-nya. Baik singkatan maupun tiga
huruf untuk masing-masing asam amino dapat diguakan untuk mewakili asam amino dalam
peptida. Sebagian protein mengandung asam amino tambahan yang terbentuk dalam
modifikasi asam amino yang sudah ada dalam peptida. Modifikasi-modifikasi yang terjadi

bisa memperluas keberagaman biologis protein dengan mengubah daya larut, stabilitas, dan
interaksi protein-protein ini dengan protein yang lain.
Klasifikasi Asam Amino
Tanaman dan mikroorganisme dapat mensitesis protein dari senyawa nitrogen
sederhana seperti nitrat. Namun hewan tidak dapat melakukannya sehingga harus diproleh dai
makanan. Beberapa asam amino dapatdisintesis dari asam amino lainya melalui proses yang
disebut transaminase, tetapi sejumlah asam amino lainnya tidak dapat disintisa oleh tubuh
hewan dengan cara tdb, sehingga asam-asam amino tersebut disebut esensial atau bahasa
inggrisnya independensable. Pada manusia asam amino esensial ada 10 yaitu: Arginin,
Histidin, Isoleusin, Leusin, Lysin, Methionin, Phenylalanin, Threonin, Tryptophan, Valin,
Sedangkan pada ungags ada 13 yaitu Arginin, Glisin, Histidin, Isoleusin, Leusin, Lisin,
Methionin, Sisti, Phenilalanin, Thirosis, Threonin, Tryptophan dan Valin
Asam L--Amino yang terdapat dalam protein.

Asam amino dapat dibagi dalam


1. Berdasarkan gugus dan rumus bangunannya
Asam amino dapat dibagi menjadi:

a. Asam amino yang mempunyai gugus alifatik


contoh: analin,glisin.isoleusin,leusin,valin
b. Asam amino yang mempunyai gugus hidroksil
contoh: serin dan treonin
c. Asam amino yang mempunyai gugus sulfur
contoh: sistein dan metionin
d. Asam amino yang bersifat asam
contoh: asam asparat,asam glutamat,asparagin dan glutamin
e. Asaam amino yang bersifat basa
contoh: arginine,hidroksilisin,lisin dan histinin
f. Asam amino dengan cincin aromatis
contoh: fenil alanine,triptofan dan tirosin
g. Asam amino yang mempunyai gugus imino
contoh: prolin dan hidroksi prolin
2. Berdasarkan fungsinya
Asam amino dapat dibagi dua yaitu:
a. Asam amino essensial
Contoh: fenilalanin,isoleusin,leusin,netionin,lisin,,treonin,triptofan dan valin
b. Asam amino non essensial
Contoh: alanine, asam asparat, asam glutamat, asparagin, arginin, glisin, glutamin,
hidroksiprolin, prolin, histidin, serin, sistein dan tirosin
Protein
Kata protein berasal dari protos atau proteos yang berarti pertama atau utama. Protein
merupakan komponen penting atau komponen utama sel hewan atau manusia. Oleh Karena
itu, protein membentuk tubuh kita dan fungsinya sebagai zat utama dalam pembentukan dan
pertumbuhan tubuh.
Suatu protein berfungsi sebagai biokatalis (sama seperti enzim) karena kebanyakan
protein memecah atau menggabungkan satu molekul dengan molekul lain banyak dari
protein adalam enzim
Protein mempunyai molekul besar dengan bobot molekul bervariasi antara 5000
sampai jutaan. Dengan cara hidrolisis oleh asam atau enzim, protein akan menghasilkan
asam-asam amino. Ada 20 jenis asam amino yang terdapat dalam molekul protein. Asam-

asam amino ini terikan satu dengan yang lain oleh ikatan pertida. Protein udah dipengaruhi
oleh suhu tinggi, pH, dan pelarut organik
Protein terdiri atas satu atau beberapa rantai polipeptida yang mempunyai BM tinggi.
Protein adalah makromolekul paling rumit. Biolog max Perutz sampai menghabiskan 25
tahun

sebagian

besar

karisnya

hanya

untuk

mempelajari

satu

macam

protein:

HEMOGLOBIN, pembawa oksigen dalam darah. Tetapi, dalam beberapa hal protein juga
sederhana. Seperti makromolekul lain, mereka terdiri dari untaian panjang subunit yang lebih
kecil.
Sederhananya hemoglobin adalah dua pasang rantai, yang dikemas menjadi belitan
simetris:
Setiap protein mengandung asam amino dalam jumlah dan urutan tertentu. Asam
amino saling tarik sehingga rantai protein melilit dan memadat, sekalipun tetap lentur sering
beberapa rantai polipeptida melilit bersama seperti pada hemoglobin
Struktur Protein
Struktur protein dibagi menjadi empat tingkatan yaitu struktur primer, sekunder,
tertier, dan kuartener. Struktur primer terbentuk oleh ikatan peptide antara asam amino
membentuk polipeptida. Struktur primer adalah rangkaian asam amino yang membentuk
rantai tunggal dan lurus berupa polipeptida.

Beberapa rantai lurus polipeptida dapat membentk struktur sekunder yang dapat
pilinan atau disebut alfa () helix dan beta () pleated sheet yang menyerupai lembaran yang
berlipat banyak. Kedua jenis struktur sekunder ini dapat bergabung membentuk struktur
tertier seperti contohnya pada molekul protein yang disebut myoglobin yaitu pigmen merah
dalam otot yang berfungsi menyimpan oksigen.

Kedua struktur sekunder ini kemudian dapat pula membentuk struktur kuartener
seperti contohnya pada molekul protein yang disebut hemoglobin yaitu pigmen merah dalam
darah yang bertugas mengikat dan mengangkut oksigen.
Struktur Primer
Secara sederhana, struktur primer protein adalah
urutan asam amino penyusun protein yang disebutkan dari
kiri (N-terminal) ke kanan (C-terminal).AA bisa ditulis
dalam singkatan 3 huruf atau 1 huruf.

Gly-Pro-Thr-Gly-Thr-Gly-Glu-Ser-Lys-Cys-Pro-Leu-Met-Val-Lys-Val-Leu-Asp-Ala-ValArg-Gly-Ser-Pro-Ala
atau
GPTGTGESKCPLMVKVLNAVRGSPA
Cara penulisan yang terakhir (kode 1 huruf) lebih banyak digunakan karena lebih praktis.
Struktur primer terbentuk karena ikatan peptida antar AA selama proses biosintesis
protein atau translasi. Urutan asam amino dapat ditentukan dengan metode Degradasi Edman
atau Tandem Mass Spectrophotometry. Atau bisa juga dari hasil translasi in silico gen
pengkode protein tersebut.
Struktur Sekunder
Pada bagian tertentu dari protein, terdapat susunan AA yang membentuk suatu
struktur yang reguler dengan sudut-sudut geometri tertentu.Ada dua struktur sekunder utama
yaitu alfa-helix dan beta-sheet.Struktur ini terjadi akibat adanya ikatan hidrogen antar AA.

Struktur Sekunder Protein

Pada gambar sebelah kiri, terlihat bahwa struktur alfa-helix terbentuk oleh backbone
ikatan peptida yang membentuk spiral dimana jika dilihat tegak lurus dari atas, arah
putarannya adalah searah jarum jam menjauhi pengamat (dinamakan alfa). Satu putaran
terdiri atas 3.6 residu asam amino dan struktur ini terbentuk karena adanya ikatan hidrogen
antara atom O pada gugus CO dengan atom H pada gugus NH (ditandai dengan garis warna
oranye).

Seperti halnya alfa-helix, struktur beta-sheet juga terbentuk karena adanya ikatan
hidrogen, namun seperti terlihat pada gambar sebelah kanan, ikatan hidrogen terjadi antara
dua bagian rantai yang pararel sehingga membentuk lembaran yang berlipat-lipat.
Tidak semua bagian protein membentuk struktur alfa-helix dan beta-sheet, pada
bagian tertentu mereke tidak membentuk struktur yang reguler.
Struktur Tersier

Struktur tersier adalah menjelaskan bagaimana


seluruh rantai polipeptida melipat sendiri sehingga
membentuk struktur 3 dimensi. Pelipatan ini dipengaruhi
oleh interaksi antar gugus samping (R) satu sama lain. Ada
beberapa interaksi yang terlibat yaitu:
Interiaksi ionik
Terjadi antara gugus samping yang bermuatan positif (memiliki gugus NH2
tambahan) dan gugus negatif (COOH tambahan).

Ikatan Ionik

Ikatan hidrogen
Jika pada struktur sekunder ikatan hidrogen terjadi pada backbone, maka ikatan
hidrogen yang terjadi antar gugus samping akan membentuk struktur tersier. Karena pada

gugus samping bisa banyak terdapat gugus seperti OH, COOH, CONH2 atau NH2 yang
bisa membentuk ikatan hidrogen.

Ikatan hidrogen

Gaya Dispersi Van Der Waals


Beberapa asam amino memiliki gugus samping (R) dengan rantai karbon yang cukup
panjang. Nilai dipol yang berfluktuatif dari satu gugus samping dapat membentuk ikatan
dengan dipol berlawanan pada gugus samping lain.

Jembatan Sulfida
Cysteine memiliki gugus samping SH dimana dapat membentuk
ikatan sulfida dengan SH pada cystein lainnya, ikatan ini berupa
ikatan kovalen sehingga lebih kuat dibanding ikatan-ikatan lain
yang sudah disebutkan di atas.

Struktur Quartener
Protein atau polipeptida yang sudah memiliki struktur tersier dapat saling berinteraksi
dan bergabung menjadi suatu multimer. Protein pembentuk multimer dinamakan subunit. Jika
suatu multimer dinamakan dimer jika terdiri atas 2 subunit, trimer jika 3 subunit dan tetramer
untuk 4 subunit. Multimer yang terbentuk dari subunit-subunit identik disebut dengan awalan
homo, sedangkan jika subunitnya berbeda-beda dinamakan hetero.Misalnya hemoglobin
yang terdiri atas 2 subunit alfa dan 2 subunit beta dinamakan heterotetramer.

Struktur Quartener Protein Hemoglobin


Beberapa protein dapat berfungsi sebagai monomer sehingga ia tidak memiliki
struktur quartener

Klasifikasi Protein
Protein dapat dibagi dalam 2 kelompok besar,yaitu
1. protein sederhana (simple protein)
biasanya hanya mengandung asam -amino saja
o albumin
o globulin
o glutelin
o prolamin

o albuminoid
o histon
o protamine
2. Protein majemuk (conjugated protein)
Protein yang mengandung zat lain (prosthetic group) yang berikatan dengan protein
dengan ikatan lain selain cara ikatan ion.
o Nukleo protein
o Gliko protein
o Fosfo protein
o Kromo protein
o Lipo protein
o Metalo protein
Peptida
Ikatan peptide adalah ikatan asam amino yang membentuk rantai panjang . Ikatan ini
terjadi antara dua asam amino pada gugus yang berlainan yaitu gugus karboksil dari asam
amino yang satu dengan gugus amino dari asam amino lainnya. Dua asam amino yang
dihubugkan oleh ikatan peptide disebut dipeptide, peptide yang terdiri dari 3 asam amino
disebut tripeptida dan seterusnya. Bila asam amino ini membentuk ikatan rantai yang panjang
dan jumlah asam amino yang banyak maka disebut polipeptida
Yang disebut rangkaian peptide adalah rangkaian asam amino yang jumlahnya kurang
dari 100 asam amino. Sebaliknya bila lebih dari itu sudah disebut protein.

Fungsi Protein secara Struktural dan Fungsional

Protein yang membangun tubuh disebut Protein Struktural sedangkan protein yang
berfungsi sebagai enzim,antibodi atau hormon dikenal sebagai Protein Fungsional.
Protein struktural pada umumnya bersenyawa dengan zat lain di dalam tubuh
makhluk hidup Contoh protein struktural antara lain nukleoprotein yang terdapat di dalam inti
sel dan lipoprotein yang terdapat di dalam membran sel. Ada juga protein yang tidak
bersenyawa dengan komponen struktur tubuh, tetapi terdapat sebagai cadangan zat di dalam
sel-sel mahluk hidup. Contoh protein seperti ini adalah protein pada sel telur ayam,
burung,kura-kura dan penyu. Protein memiliki fungsi yang beragam seperti:

Pertumbuhan dan pemeliharaan


Karena sebagian protein tubuh berbentuk hormon pertumbuhan, maka fungsi protein

termasuk dalam pertumbuhan dan pemeliharaan. dengan proses sintesis dan degradasi
protein, pertumbuhan dan pemeliharan sel maupun jaringan tubuh yang rusak tetap akan
tertangani dengan baik oleh protein tubuh.

Pembentukan ikaan-ikatan esensial tubuh

Hormon-hormon tubuh dan enzim merupakan bentukan ikatan-ikatan tubuh yang


bertindak sebagai katalisator atau membantu perubahan-perubahan biokimia yang terjadi
didalam tubuh. dengan mengonsumsi protein yang cukup maka ikatan-ikatan ini akan
berfungsi dengan baik.

Mengatur keseimbangan air


Cairan dalam tubuh manusia dipisahkan oleh membran-membaran sel. membran-

membran sel ini dneganbantuan protein memiliki funsi untuk menjaga homeostatis dari
cairan itu sendiri, salah satu masalah yang timbul jika terjadi kekurangan protein, adalah
dengan terjadinya edema pada bagian tubuh tertentu.

Netralitas Tubuh
Sebagian besar jaringan tubuh membutuhkan pH netral untuk menjalankan fungsinya,

dan protein dapat bereaksi terhadap asam dan basa dalam tubuh untuk menjaga pH pada
kondisi konstan.

Pembentukan Antibodi
Tinggi-rendahnya daya tahan tubuh sangat bergantung pada pembentukan antibodi

dalam tubuh. dan kemampuan tubuh untuk memproduksi antibodi ini sangat bergantung pada
tinggi rendahnya protein tubuh. sebab protein tubuhlah yang mampu untuk membentuk
enzim-enzim yang berguna dalam pembentukan antibodi ini.

Mengangkut zat gizi


Dalam hal transportasi sari-sari makanan dalam tubuh protein juga memiliki andil

yang sangat besar, sebab sebagian besar dari zat-zat gizi didalam tubuh hanya bisa diangkut
oleh protein.

Juga sebagai Sumber energi

Sumber makanan hewani seperti telur, susu, ikan, daging, unggas, dan kerang. untuk
sumber protein nabati antara lain kacang kedelai, dan hasil olahanya seperti tempe dan tahu,
serta jenis kacang-kacangan lainnya menghasilan banyak sumber energi.

Semua jenis protein yang kita makan akan dicerna di dalam saluran pencernaan menjadi
zat yang siap diserap di usus halus,yaitu berupa asam amino-asamamino.Asam amino-asam
amino yang dihasilkan dari proses pencernaan makanan berperan sangat penting di dalam
tubuh,untuk:

Bahan dalam sintesis subtansi penting seperti hormon,zat antibodi,dan organel sel
lainnya

Perbaikan,pertumbuhan dan pemeliharaan struktur sel,jaringan dan organ tubuh

Sebagai sumber energi,setiap gramnya akan menghasilkan 4,1 kalori.

Mengatur dan melaksakan metabolisme tubuh,misalnya sebagai enzim(protein


mengaktifkan dan berpartisipasi pada reaksi kimia kehidupan)

Menjaga keseimbangan asam basa dan keseimbangan cairan tubuh.Sebagai senyawa


penahan/bufer,protein

berperan

besar

dalam

menjaga

stabilitas

pH

cairan

tubuh.Sebagai zat larut dalam cairan tubuh,protein membantu dalam pemeliharaan


tekanan osmotik di dalam sekat-sekat rongga tubuh.

Membantu tubuh dalam menghancurkan atau menetralkan zat-zat asing yang masuk
ke dalam tubuh.

BAB III
Kesimpulan
Asam amino merupakan satuan penyusun protein. Asam amino dapat dipandang sebagai
turunan dari asam karboksilat, yang satu atom hidrogennya diganti oleh gugus amino (NH 3).
Asam amino tergolong amfoter yaitu dapat beraksi dengan asam atau basa. Klasifikasi asam
amino berdasarkan jenisnya terbagi menjadi dua yaitu asam amino esensial (dapat disintesis
oleh tubuh) contohnya leusin dan asam amino non esensial (dapat disintesis oleh tubuh dan
senyawa lain) contohnya alanine. Klasifikasi protein terbagi menjadi dua yaitu protein
sederhana contohnya albumin dan protein majemuk contohnya nucleoprotein. Salah satu
fungsi protein sendiri adalah albumin yaitu sebagai pengangkut atau pengikat oksigen dan
nutrient lainnya.

Daftar Pustaka
Poedjiadi, Anna dan Suprianti, F.M. Titin, 1994, DASAR-DASAR BIOKIMIA (edisi ke2); Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press).
Modul Perkliahan Mata Kuliah Biokimia : Pengantar dan Prosedur Praktikum Biokimia; R.
R Prijo Utomo dkk (penulis); Institut Keguruan dan Ilmu pendidikan Malang, Jrusan
Pendidikan Biologi, Malang; 1998, 48 halaman.
Modul Perkuliahan Mata Kuliyah Biokimia : Protein & Asam Nukleat; Retno Murwani
(penulis); Ed.1. Lab. Biokimia Nutrisi, Jurusan Nutrisi & Makanan Ternak, Undip,
Semarang; 2009, 65 halaman; 16,5 x 23,5 cm.
Wheelis, Mark dan Gonick, Larry, 2001, Kartun Biologi Genetika, Jakarta, KPG
(Kepustakaan Populer Gramedia)
Murray, Robert K. et al, 1996. Harpers Illustrated Biochemistry, Twenty-Sixth
Edition, United States of America; McGraw-Hill Companies.