Anda di halaman 1dari 69

LAPORAN KASUS

G1P0A0 Gravida 38 Minggu Inpartu Kala 1


Fase Aktif Dengan Ketuban Pecah Dini

Pembimbing
dr. GUNAWAN, Sp.OG

Disusun oleh
Toni Periyanto, S.ked 406137001
Susan Natalia B 406138006


I. Identitas Pasien
. Nama : Ny. Y. Y.
. Usia : 30 tahun
. Jenis kelamin : Perempuan
. Alamat : Jl. Parung Banteng RT/RW
Bogor
. Suku Bangsa : Sunda/ Indonesia
. Agama : Islam
. Pendidikan : SMA
. Pekerjaan : Ibu rumah tangga
. Tanggal masuk RS : 04 Januari 2015
. No. Registrasi : 493***

03/01,Katulampa

II. Riwayat Penyakit


Diperoleh melalui autoanamnesa pada tanggal 04 Januari 2015
pukul 18.18 WIB

Keluhan utama: Mules


Keluhan tambahan: Keluar lendir, darah, dan air-air
Riwayat penyakit sekarang:
Os datang ke RS mengeluh mulas-mulas sejak PK 18.00
(03/01/2015). Mulas dirasakan sampai sekarang, hilang timbul. Os
mengatakan sudah keluar lendir dan darah sejak Pk 08.00
(04/04/2015). Sudah keluar air-air sejak Pk 11.30 (04/01/2015),
tidak berbau, jernih dan tidak bisa di tahan. Tidak ada keluhan
mual, muntah, sesak nafas, pengelihatan kabur, maupun sakit
kepala. Os sedang hamil anak pertama, tidak ada riwayat
keguguran sebelumnya. Riwayat menggunakan KB di sangkal.
HPHT: 12 April 2014. TP 19 Januari 2015. Riwayat menstruasi
teratur dengan siklus haid 28 hari, dengan lama menstruasi 7
hari.

Riwayat penyakit dahulu


Riwayat Penyakit darah tinggi, kencing
manis, asma, dan alergi obat maupun
makanan disangkal.
Riwayat penyakit keluarga
Tidak ada penyakit darah tinggi, kencing
manis, asma, dan alergi pada keluarga.

Riwayat Menstruasi
Menarche : Usia 13 tahun
Siklus : 28 hari
Lama haid : 7 hari
Pembalut / hari : 3 pembalut per hari
Nyeri haid : ringan
HPHT : 12 April 2014
Taksiran Persalinan : 19 Januari 2014
Usia Kehamilan : 38 minggu
Antenatal Care (ANC)
Pasien melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin setiap bulan selama
kehamilan di Bidan.

Kontrasepsi
Pasien tidak pernah menggunakan KB.
Riwayat Operasi
Pasien belum pernah menjalani operasi sebelumnya.

III. PEMERIKSAAN FISIK


Antropometri : Berat badan 64 kg,
Tinggi Badan 158 cm
Keadaan umum : Tampak sakit
sedang
Kesadaran
: Compos Mentis
Tanda Vital:
Tekanan darah: 110/70
Nadi: 90x/ menit, regular, isi cukup
Pernafasan: 20x/ menit, abdomino-thoracal
Suhu: 36,5 oC

Status Generalisata
Kepala
Mata: Ca -/- SI -/-, pupil bulat, isokor, reflek cahaya +/+
Telinga: bentuk normal, sekret -/ Hidung: bentuk normal, septum deviasi, sekret (-)
Tenggorokan: tonsil T1/T1, tidak hiperaemis
Mulut: mukosa basah, lidah kotor (-), karies (-)

Leher
KGB dan tiroid tidak teraba membesar

Thorax
Payudara: bentuk normal, inverted nipple -/-, fissure -/
Paru-paru
Inspeksi: gerak simetris saat statis dan dinamis
Palpasi: stem fremitus kanan dan kiri sama kuat
Perkusi: sonor +/+
Auskultasi: vesikuler kanan dan kiri, rhonki -/-, wheezing -/-

Jantung
Inspeksi: pulsasi ictus cordis tidak tampak
Palpasi: pulsasi ictus cordis teraba di ICS
V MCL sinistra
Perkusi: redup, batas batas jantung dalam
keadaan normal
Auskultasi: Bunyi jantung I dan II normal,
regular, murmur (-), gallop (-)

Ekstremitas
Akral hangat, edema -/-

Status Obstetrik dan Ginekologi


Abdomen
Inspeksi : perut tampak buncit, striae gravidarum (+)
Auskultasi: DJJ: 152 x/menit
Palpasi : supel, membuncit, nyeri tekan epigastrium (-)

Leopold 1: Teraba bagian lunak, kurang bulat, tidak melenting.


Leopold 2: Teraba bagian besar janin pada bagian kanan ibu
Leopold 3: Teraba bagian keras, bulat ,dan melenting
Leopold 4: Bagian terendah janin sudah masuk PAP
Tinggi fundus uteri: 29 cm
HIS: 1-2x/10/15-20
Taksiran berat janin: 2790 gram

Genitalia eksterna: vulva dan vagina tidak ada


kelainan, lendir darah (+), edema (-)
Genitalia interna: vulva dan vagina tidak ada
kelainan, porsio tebal lunak, pembukaan 4 cm,
ketuban (-), presentasi kepala, Hodge II/ station -1

V. RESUME
Telah diperiksa seorang pasien perempuan usia 30 tahun
mengeluh mulas-mulas sejak PK PK 18.00 (03/01/2015).
Mulas dirasakan sampai sekarang, hilang timbul. Os
mengatakan sudah keluar lendir dan darah sejak Pk
08.00 (04/04/2015). Sudah keluar air-air sejak Pk 11.30
(04/01/2015), tidak berbau, jernih dan tidak bisa di
tahan. Tidak ada keluhan mual, muntah, sesak nafas,
pengelihatan kabur, maupun sakit kepala. Os sedang
hamil anak pertama, tidak ada riwayat keguguran
sebelumnya. Riwayat menggunakan KB di sangkal. HPHT:
12 April 2014. TP 19 Januari 2015. Riwayat menstruasi
teratur dengan siklus haid 28 hari, dengan lama
menstruasi 7 hari. Riwayat penyakit hipertensi, diabetes
mellitus, asma, dan alergi disangkal.

Pemeriksaan fisik
Kesadaran :Compos Mentis
Keadaan umum : Tampak sakit sedang
Tanda vital
Tekanan darah :110/70 mmHg
Nadi
:90x/ menit
Pernapasan : 20x/ menit
Suhu :36,5 oC

Pemeriksaan sistematis dalam batas


normal

Status Obstetrik dan Ginekologi


Abdomen
Inspeksi: perut tampak buncit, striae gravidarum (+)
Auskultasi: DJJ:152x/menit
Palpasi: supel, membuncit, nyeri tekan epigastrium (-)

Leopold 1: Bokong
Leopold 2: Punggung kanan
Leopold 3: Kepala
Leopold 4: Divergen
Tinggi fundus uteri: 29 cm
HIS: 1-2x/10/10-15
Taksiran berat janin: 2970gram

Genitalia eksterna: vulva dan vagina tidak ada kelainan, lendir


darah (+), edema (-)
Genitalia interna: vulva dan vagina tidak ada kelainan, porsio tebal
lunak, pembukaan 1 cm, ketuban (+), presentasi kepala, UUK kiri
depan, Hodge II
Pemeriksaan laboratorium pada tanggal 4 Januari 2015 didapatkan
Hb 11.1 g/dL, Ht 32 %, Leukosit 20.500 /uL, pemeriksaan lain
dalam batas normal.

VI. DIAGNOSIS KERJA


Ibu: G1P0A0 Gravida 38 Minggu Inpartu
Kala 1 Fase Aktif Dengan Ketuban
Pecah Dini
Bayi: Janin tunggal hidup, intrauterine,
presentasi kepala

VII. FOLLOW UP
04/01/2015
(18:20) ibu mengatakan mules sejak kmrn pukul
18.00(3/1/2015), keluar air-air sejak pukul 11.30 wib
hari ini, lendir dan darah (+)
KU: Tampak sakit sedang, TD: 110/80 TFU 29cm; DJJ (+)
152x/m, HIS: Jarang dan sangat lemah ; PD: Pembukaan 4cm,
Ketuban (-), Persentasi Kepala, H-II,Cek lab: tunggu hasil

(18.45) O: KU: Tampak Sakit Sedang, DJJ (+) HIS: Jarang


dan sangat lemah, TFU 29cm. Ketuban (-), Presentasi
kepala, H-II
(19.00) Konsul dr.SpOG/advis dr resident
Pasang CTG
Injeksi Cefotaxim 1 gr/iv
Rencana partus pervaginam

(20.00)
S: Ibu mengatakan mules masih jarang
O: KU: tampak sakit sedang,, DJJ ; 155 x/Menit, His jarang
A:Ny. Y G101A0 gravida 38 minggu kala 1 fase aktif dengan KPD
P: - Observasi KU dan TTV
- Melanjutkan terapi sesuai advis dokter
- Mengobservasi kemajuan persalinan

(22.00)
S: Ibu mengatakan mules masih jarang
O: KU: tampak sakit sedang,, DJJ ; 150 x/Menit, His jarang,
pembukaan 4 cm
A:Ny. Y G101A0 gravida 38 minggu kala 1 fase aktif dengan KPD
P: - Konsul dr resident
Rencana drip Oxytocin 0.5 IU dalam RL 500cc Labu 1

5 januari 2015
(06.00)
S: Ibu mengatakan mules masih jarang
O: KU: tampak sakit sedang,, DJJ ; 160 x/Menit, His jarang, pembukaan 5
cm
A: Ny. Y G101A0 gravida 38 minggu kala 1 fase aktif dengan KPD
P: - Observasi KU dan TTV
- Melanjutkan terapi sesuai advis dokter
- Mengobservasi kemajuan persalina
(09.00) Advis dr SPOG
Rencana Seksio cesaria atas indikasi partus tidak maju, KPD dan gagal
induksi
(09.30) Konsul dr SpAN
TD : 120/80, N: 100 x/mnt, R: 18x/mnt, S: 36,8 0 C, DJJ 150 x/mnt, diuresis
500 cc dari 2 jam yang lalu, makan terakhir 3 jam yang lalu
Konsul Sp. AN ACC operasi SC
(14.15) Operasi SC di mulai oleh dr resident
(14.30) lahir bayi laki-laki dengan berat 3200 gram, PB 49 cm, LK 44 cm,
LD 45 CM
(15.00) operasi SC selesai

(17.00)
S : Os mengaku masih lemes dan pusing
O: KU : CM, TSS. TD : 110/70, N : 88x/mnt, RR : 18 x/mnt, S :
36,50 C Infus terpasang, DC terpasang , perdarahan (-)
Datar lembut, BU (-), DM (-), PS/PP (-/- )kontraksi uterus baik,
fundus uteri 2 jari di bawah pusat, Luka operasi tertutup verban
A: P1A0 post partus maturus dengan SC a/i Partus tidak maju,
gagal induksi dan KPD
P: Instruksi Post Operasi :
Observasi TTV, perdarahan, diuresis
Cek HB post OP bila <8 g/dL langsung tranfusi
Immobilisasi 24 jam
Ceftriaxone 1x2 gr/ hari
Kaltrofen supp
Rl 2000 cc/24 jam
Tidak puasa

(18.30) pasien masuk ke bangsal teratai A


S: Os mengaku masih lemes , pusing dan Nyeri di Luka
Operasi
O: TD : 120/80, N : 84x/mnt, RR : 16 x/mnt, S : 36,5 0 C Infus
terpasang, Diuresis 200 cc, perdarahan (-), Datar lembut,
BU (+), DM (-), PS/PP (-/- )kontraksi uterus baik, fundus
uteri 2 jari di bawah pusat, Luka operasi tertutup verban
A: P1A0 post partus maturus dengan SC a/i Partus tidak
maju, gagal induksi dan KPD
P : melakukan pemeriksaan H2TL
(23.00) Hasil Lab di ambil keluarga
HB : 11,2 g/dL
HT : 32 %
Leukosit : 19.500/uL
Trombosit : 320.000/uL

06/01/2015
(07.00)
S: Nyeri di Luka Operasi, ASI sudah keluar
O: TD : 120/70, N : 92x/mnt, RR : 18 x/mnt, S : 36,5 0 C
Infus terpasang, Diuresis 1200 cc sejak kmrn operasi, perdarahan (-)
Datar lembut, BU (+), DM (-), PS/PP (-/- )kontraksi uterus baik, fundus
uteri 2 jari di bawah pusat, Luka operasi tertutup verban
A: P1A0 post partus maturus dengan SC a/i Partus tidak maju, gagal
induksi dan KPD
P : - Mengobservasi KU dan TTV
- Memotivasi Vulva Hygiene
- Memotivasi ASI eksklusif
- Therapy di teruskam
- Catheter di lepaskan

07/01/2015
(07.00)
S: Nyeri di Luka Operasi, ASI sudah keluar
O: TD : 120/70, N : 88x/mnt, RR : 20 x/mnt, S : 36,8 0 C
Infus terpasang, BAK (+), BAB (-) perdarahan (-)
Datar lembut, BU (+), DM (-), PS/PP (-/- )kontraksi uterus baik,
fundus uteri 2 jari di bawah pusat, Luka operasi tertutup verban
A: P1A0 post partus maturus dengan SC a/i Partus tidak maju,
gagal induksi dan KPD
P : - Mengobservasi KU dan TTV
- Memotivasi Vulva Hygiene
- Memotivasi ASI eksklusif
- Cefadroxil 2 x 500 mg
- Asam mefenamat 3x 500mg
- SF 1x1 tab
- Infus dilepaskan

08/01/2015
(07.00)
S: Nyeri di Luka Operasi, ASI sudah keluar
O: TD : 130/80, N : 80x/mnt, RR : 16 x/mnt, S : 36,8 0 C
BAK (+) perdarahan (-)
Datar lembut, BU (+), DM (-), PS/PP (-/- )kontraksi uterus baik,
fundus uteri 3 jari di bawah pusat, Luka operasi dibuka, pus (-),
darah (-), Sekret (-).
A: P1A0 post partus maturus dengan SC a/i Partus tidak maju,
gagal induksi dan KPD
P : -Boleh pulang
- Memotivasi Vulva Hygiene
- Memotivasi ASI eksklusif
- Cefadroxil 2 x 500 mg
- Asam mefenamat 3x 500mg
- SF 1x1 tab

VIII. DIAGNOSIS AKHIR


P1A0 Post Partus Maturus dengan SC a/i
Partus tidak maju, gagal induksi dan
Ketuban Pecah Dini

BAB II
ANALISIS KASUS

Analisa - Management dan Terapi

Masalah 1
Pada kasus, saat fase aktif dilakukan pemeriksaan
dalam setelah 8 jam dari pemberian oxytocin. Dalam
teori fase aktif seharusnya dilakukan pemeriksaan
dalam setiap 2 jam satu kali.
Masalah 2
Pada kasus, setelah di berikan pemberian drip 1/2
amp Oxytocin dan pada pagi hari hanya terjadi
kemajuan pembukaan 1 cm dengan His masih
jarang. tanpa masuk labu ke 2 langsung di advis
untuk di lakukan SC

BAB III
KESIMPULAN
Berdasarkan analisa yang telah dilakukan
pada kasus ini, maka dapat ditetapkan
beberapa kesimpulan sebagai berikut:
Pada Fase aktif seharusnya pemeriksaan
dalam dilakukan sesuai dengan teori yaitu
setiap 2 jam satu kali
Sebelum diputuskan untuk SC seharusnya
bisa masuk ke Labu ke 2 terlebih dahulu
meningat His yang masih jarang.

BAB IV
TINJAUAN PUSTAKA

Distosia
Persalinan yang normal (Eutocia)
adalah persalinan dengan presentasi
belakang kepala yang berlangsung
spontan dalam 24 jam, tanpa
menimbulkan kerusakan yang berlebih
pada ibu dan anak.
Istilah distosia dipergunakan bila tidak
ada kemajuan dari persalinan

Distosia

Power

Passenger

Letak,
hipotonus Hipertonus Posisi,
presentasi

bentuk

Passage

tulang

Jaringan
lunak

DISTOKIA KARENA
FAKTOR TENAGA

His Adekuat
Kontraksi uterus yang
lamanya 40-60 detik
mencapai tekanan 50-60 mm Hg
terjadi setiap 2-3 menit (3 kontraksi
dalam 10 menit)
atau
menghasilkan kemajuan persalinan yang
baik

Faktor tenaga
His tidak normal
His sempurna bila kontraksi simetrik,
fundal dominan.
Tenaga hejan perut ibu yang efektif
Penyebab:
His lemah
His kuat
Inkoordinasi uteri

Inersia Uteri
Kekuatan his berkurang, singkat, interval antara
2 his lama
Sifat fundal dominan masih ada, tapi tidak
efektif (ibu tenang)
Macam inersia uteri:
Inersia uteri primer bila sejak permulaan persalinan
his lemah
Inersia uteri sekunder bila his baik kmdn mjd lemah

Klasifikasi yang lain :


inertia uteri hipotonik
inertia uteri hipertonik.

Pencegahan Distosia
Diagnosis persalinan yang akurat hindari
induksi/stimulasi yang tidak perlu
Manajemen fase laten yang memanjang
Persiapan persalinan
Pendampingan saat kelahiran
Ambulasi
Amniotomi (ARM)

Manajemen Distosia
Periksa dg teliti KU, his, presentasi, letak,
PD, tidak ada DKP
Persalinan tidak maju tanpa DKP
Amniotomi
Pertimbangkan stimulasi oksitosin
jika kontrasi tidak adekuat
Persalinan tidak maju dengan DKP
Seksio Sesaria
Widad Obgyn UGM

Manajemen Aktif
Persalinan
Diagnosis persalinan yang tepat
Pengawasan kemajuan persalinan dengan
partogram
Dukungan yang berkesinambungan selama
persalinan
Intervensi dini untuk memperbaiki kemajuan
persalinan yang tidak adekuat
- Amniotomi (ARM)
- Oksitosin

Stimulasi (augmentasi) persalinan


5 IU oksitosin dalam 500 mL dekstrose atau NS,
dosis bertahap, dinaikkan 5 tetes/15 menit atau
10 tetes/30 menit
Dosis awal oksitosin 2,5 mU/menit (5 tts/menit)
Dosis kenaikan
2,5 mU
Dosis biasa untuk persalinan yang baik
10-15 mU/menit (20-30 tts/menit)
Dosis maksimal
30 mU/menit (60 tts/menit)

Kekuatan Kontraksi dengan Oksitosin


Tergantung pada:
dosis oksitosin
dan
Sensitivitas uterus terhadap
oksitosin

Hiperstimulasi
> 5 kontraksi dalam 10 menit
interval his terlalu sering
Kontraksi berlangsung > 60 detik
durasi his terlalu lama
Fetal distress

Bila terjadi hiperstimulasi


Hentikan stimulasi
Usaha relaksasi uterus dg tokolitik
Terbutalin 250 mcg (0,25 mg) iv
perlahan dalam 5 menit
Salbutamol 5 mg dalam 500 mL NS atau
RL drip 10 tetes/menit

Oksigenasi & monitor DJJ

His kuat (hypertonic uterine


contraction)

His terlalu kuat, shg persalinan singkat


Partus presipitatus
Partus <3 jam. His kuat sekali
Bahaya luka jalan lahir, perdarahan otak

Tetania uteri
Karena oksitosin
Kontraksi kuat dan terus menerus shg ada
gangguan sirkulasi plasenter kematian janin
Hentikan pacuan

DISTOSIA KARENA
JALAN LAHIR

Distosia karena jalan lahir keras


(panggul)
Panggul normal: panggul yg dapat dilalui
oleh kepala janin aterm dg BB 2500-4000
gr
Bentuk panggul (PAP) Cladwell Moloy
Ginekoid: oval, transversa > AP, arcus pubis
>90o
Antropoid: AP > transversa, arcus pubis <90o
Android: jantung, AP = transversa, spina
menonjol, arcus pubis <90o
Platipeloid: AP < transversa, arcus pubis >90o

Panggul sempit
PAP: AP < 10 cm, transversa <12 cm,
konjugata obstetrika < 11,5 cm.
Kemungkinan terjadi inersia uteri, ketuban
pecah awal, inkoordinasi uteri

PTP: Distansia interspinarum < 9 cm.


Kemungkinan terjadi posisi oksipitalis
posterior persisten dan transverse arrest

PBP: Distansia intertuberosum < 8 cm.

Akibat panggul sempit


Janin:
Kelainan presentasi, prolaps tali pusat,
prolaps ekstremitas, KPD, perdarahan
intrakranial

Ibu:
Dilatasi kurang, ruptura uteri imminens,
fistula, infeksi intra partus, partus lama

Panggul abnormal lain


Karena kelainan pertumbuhan intrauterin
Panggul Naegele: 1 sayap sacrum, panggul
miring
Panggul Robert: sayap tdk ada
Split pelvis: tulang simfisis tdk menyatu
Panggul asimilasi: os vertebra 4-6

Karena penyakit tulang


Rakhitis, osteomalasia, neoplasma, fraktus,
atrofi, penyakit sendi sacroiliaca/sacrococcigea

Kelainan panggul

Rickets

Osteomalacia
Widad Obgyn UGM

Panggul abnormal lain


Karena penyakit tulang belakang
Kifosis: tunnel pelvis
Skoliosis
Spondilolistesis

Karena penyakit kaki


Coxitis
Luxatio coxae
Atrofi atau lumpuh

Distokia karena jalan lahir


lunak
Uterus

Kelainan kongenital (bikornis unikollis,


subseptus, septus)
Letak uterus (hiper antefleksi/ hiper retrofleksi)
Mioma uteri

Serviks

Serviks kaku: sikatriks


Serviks gantung (oue buka, oui tdk)
Serviks konglumer (oui buka, oue tdk)
Edema serviks
Ca serviks

Kelainan uterus

Uterus unikornis

Uterus bikornis

Uterus dupleks

Uterus septus

DISTOSIA KARENA
FAKTOR JANIN

Faktor janin

Janin besar
Hidrosefalus
Malpresentasi
Malposisi

DISTOSIA LETAK & BENTUK


JANIN
Kelainan letak, presentasi & posisi
Posisi oksipitalis posterior (persisten)
Presentasi puncak kepala
Presentasi muka
Presentasi dahi
Letak sungsang
Letak lintang
Presentasi Ganda
Kelainan bentuk janin
Pertumbuhan janin yang berlebihan
Hidrosefalus
Kelainan bentuk lain
Prolapsus tali pusat

DKP
Tidak terdapat keseimbangan antara
kepala dan panggul
Diagnosis:
Anamnesis
Pelvimetri: klinis, rontgen

Bahaya pada ibu: partus lama, ruptura


uteri imminen, fistula
Bahaya pada janin: kematian janin,
prolaps tali pusat, perdarahan intrakranial

KETUBAN PECAH DINI

Etiologi & faktor


risiko

< 37
minggu
Ketuban
Pecah Dini
Premature rupture of
membrane (PROM) =
Pecahnya selaput
amnion sebelum
timbulnya persalinan

Preterm premature
rupture of
membrane
(PPROM)

< 37
minggu

Infeksi

Perdarahan trimester
2&3
BMI < 19.8
Kelainan jaringan
penunjang
Merokok
Overdistensi uterus
Riwayat KPD pada
kehamilan
Perubahan
sebelumnyafisiologis
dan peregangan yang
disebabkan karena
timbulnya kontraksi
Infeksi

FAKTOR RESIKO

Golongan sosio ekonomi rendah


Ibu hamil tidak menikah
Kehamilan remaja
Merokok
Penyakit Menular Seksual
Vaginosis bakterial
Perdarahan antenatal
Riwayat KPD

KOMPLIKASI
KPD preterm seringkali menyebabkan
terjadinya:
Persalinan preterm
Chorioamnionitis
Endometritis
Gawat janin atau asfiksia intrauterin

KOMPLIKASI
Gawat janin atau asfiksia intrauterin
merupakan akibat dari kompresi talipusat
akibat berkurangnya cairan amnion
(oligohidramnion) atau prolapsus talipusat
KPD pada kehamilan yang sangat muda dan
disertai oligohidramnion yang lama
menyebabkan terjadinya deformitas janin a.l :
Hipoplasia pulmonal
Potter s fascia
Deformitas ekstrimitas

PEMERIKSAN DIAGNOSTIK
Pada pasien hamil yang datang dengan
keluhan keluar cairan KPD ???
Tujuan umum diagnostik awal adalah :
Konfirmasi diagnosa selaput ketuban sudah
pecah
Menilai keadaan janin (dari kwalitas air ketuban,
hasil pemeriksaan CTG )
Menentukan apakah pasien dalam keadaan
inpartu aktif ?
Menyingkirkan infeksi

Evaluasi awal suspek KPD


preterm
Tujuan

Metode

Konfirmasi diagnosis

Pemeriksaan inspekulo untuk


melihat penumpukan cairan di
fornix posterior untuk diperiksa
lebih lanjut dengan tes nitrazine
(kertas lakmus)

Menyingkirkan diagnosa inpartu

Pemeriksaan inspekulo untuk


melihat dilatasi servik dan
dengan kardiotokografi

Menilai keadaan janin

Pengamatan DJJ, USG untuk


menentukan usia kehamilan,
presentasi janin, perkiraan berat
janin dan indek volume cairan
ketuban

Menyingkirkan infeksi &


kolonisasi streptococcus grup B
(GBS)

hapusan servik utk memeriksa


gonorrhea & chlamydia
Hapusan vagina utk melihat GBS

PEMERIKSAN DIAGNOSTIK
Pemeriksaan vaginal (vaginal toucher) harus
sangat dibatasi termasuk untuk pemeriksaaan
diagnostik awal
VT sebelum persalinan meningkatkan kejadian
infeksi neonatus dan memperpendek periode laten
Dengan menghindari VT , usaha mempertahankan
kehamilan menjadi semakin lama

Pemeriksaan inspekulo harus terlebih dahulu


dilakukan meskipun pasien nampak sudah
masuk fase inpartu oleh karena dengan
pemeriksaan inspekulo dapat dilakukan
penentuan dilatasi servik

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Oleh karena infeksi intra amniotik subklinis juga
sering terjadi dan keadaan ini merupakan
penyebab utama morbiditas ibu dan anak, maka
evaluasi gejala dan tanda infeksi pada pasien harus
dilakukan
Tanda infeksi yang jelas terdapat pada infeksi lanjut
antara lain : demam ( suhu > 37.5C ), takikardi,
uterus tegang, getah vagina berbau dan purulen
Diagnosa dini infeksi intraamniotik dilakukan
dengan pemeriksaan : Leukositosis > 15.000 plp
Protein C-reactive

Penatalaksanaan KPD
tergantung pada sejumlah faktor,
antara lain :
Usia kehamilan
Ada atau tidak adanya chorioamnionitis

Penatalaksanaan KPD pada


kehamilan aterm (> 37 Minggu)
Penatalaksanaan ketuban pecah dini pada
kehamilan aterm berupa penanganan aktif,
antara lain:
Kehamilan > 37 minggu, induksi dengan oksitosin, bila
gagal seksio sesaria. Dapat pula diberikan misoprostol
50 g intravaginal tiap 6 jam maksimal 4 kali.
Bila ada tanda-tanda infeksi, berikan antibiotika dosis
tinggi, dan persalinan di akhiri:
Bila skor bishop < 5 lakukan pematangan serviks
kemudian induksi. Jika tidak berhasil akhiri persalinan
dengan seksio sesaria.
Bila skor bishop > 5 induksi persalinan, partus
pervaginam.

Penatalaksanaan Ketuban
Pecah Dini
Penanganan konservatif, antara lain:
Rawat di Rumah Sakit, ditidurkan dalam posisi trendelenberg,
tidak perlu dilakukan pemeriksaan dalam untuk mencegah
terjadinya infeksi dan kehamilan diusahakan bisa mencapai 37
minggu.
Antibiotika (ampisilin 4500 mg atau eritromisin bila tidak tahan
ampisilin) dan metronidazol 2 x 500 mg selama 7 hari.

Jika umur kehamilan < 32 34 minggu, dirawat selama air


ketuban masih keluar atau sampai air ketuban tidak keluar
lagi
Pada usia kehamilan 32-34 minggu berikan steroid, untuk
memacu kematangan paru janin, dan kalau memungkinkan
periksa kadar lesitin dan spingomielin tiap minggu. Sedian
terdiri atas betametason 12 mg sehari dosis tunggal selama
2 hari atau deksametason IM 5 mg setiap 6 jam sebanyak 4
kali.

KPD
Umur kehamilan
20-28 mggu
Aktif

28-36 mggu

37 mggu

Konservatif
Rawat 2 hari

Tanpa komplikasi lain

Pulang dgn saran:


tdk melakukan coitus/irigasi vagina
Segera kontrol bila ada tanda-tanda
infeksi/gerak janin berkurang
Kick count test
PNC tiap minggu sampai 37 mggu

Aktif

HIS (+)
Infeksi
Aktif

Jika usia kehamilan 32-37 minggu, belum


inpartu, tidak ada infeksi, tes busa (-): beri
deksametason, observasi tanda-tanda infeksi,
dan kesejahteraan janin. Terminasi pada
kehamilan 37 minggu.
Jika usia kehamilan 32-37 minggu, sudah
inpartu, tidak ada infeksi, berikan tokolitik
(salbutamol), deksametason dan induksi
sesudah 24 jam.
Jika usia kehamilan 32-37 minggu, ada infeksi,
beri antibiotik dan lakukan induksi.
Nilai tanda-tanda infeksi (suhu, leukosit, tandatanda infeksi intrauterin)

KU: keluar cairan dari jalan lahir

ANAMNESIS
Sifat cairan:
Warna (jernih)
Bau (tdk berbau)
Konsistensi (encer)
Darah (-)
Panas badan (-)
Tanda-tanda
persalinan
(-)
Nyeri perut (-)
Gerak anak: (+)/(-)
Riwayat tambahan:
HPHT
R. Menikah
R. Obstetri
R. Penyakit terdahulu
Faktor predisposisi

PEM.FISIK
Kondisi umum
Tanda vital
Pem. luar:
TFU
LP
BJA
HIS
Leopold
LA
Pem. Dalam:
(jika ada indikasi)

INSPEKULO
Vagina
Portio
Ostium (tertutup)
OUE: fluxus (+)

PEM.PENUNJANG
CBC
USG

3 tanda penting:
Posterior fornix: Pooling
Tes nitrazin
Ferning

KETUBAN PECAH DINI

Kriteria diagnosis:
1. Umur kehamilan >20 mggu
2. Keluar cairan ketuban dari vagina
3. Inspekulo: cairan keluar dari OUE
4. Nitrazin merah jadi biru
5. Mikroskopis: lanugo dan vernix caseosa