Anda di halaman 1dari 41

MODUL PRAKTIKUM

ANALISIS & PERANCANGAN SISTEM

MODUL PRAKTIKUM ANALISIS & PERANCANGAN SISTEM Disusun oleh : TIM LABORATORIUM FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT

Disusun oleh :

TIM LABORATORIUM

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdullilah, akhirnya MODUL PRAKTIKUM ini dapat terselesaikan dengan sebaik – baiknya. Modul sederhana ini dimaksudkan untuk sekedar pegangan bagi para Mahasiswa yang mengikuti praktikum selama kurang lebih Delapan Minggu.

Setiap BAB dalam modul ini diharapkan dapat segera dikuasai dalam waktu satu minggu. Tentu saja tambahan referensi dari buku – buku lain masih sangat diharapkan, karena terbatasnya ruang yang tidak memungkinkan memberikan contoh sebanyak – banyaknya. Keaktifan Mahasiswa untuk mencoba sendiri materi praktikum diluar jadwal praktikum sangat diharapkan.

Meskipun demikian penulis berharap bahwa Modul ini dapat membantu paling tidak Mahasiswa akan tahu apa rencana dan topik praktikum setiap minggunya. Dan penulis menyadari bahwa Modul yang dibuat masih banyak kekurangannya, untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat Kami harapkan.

Yogyakarta, Maret 2003 Penulis,

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ………………………………………

i

……………… KATA PENGANTAR ………………………………………………………

ii

DAFTAR ISI …………………………………………………………………

iii

BAB I

PERANCANGAN DAN ANALISIS SISTEM ………………….

1

1.1. TUJUAN PERANCANGAN SISTEM ……………………. 1

1.2. ELEMEN YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN DALAM

DESAIN SISTEM …………………………………………

2

1.3. KEBUTUHAN SISTEM ………………………………….

3

BAB II

DIAGRAM ARUS DATA ……………………………………

9

PEDOMAN MENGGAMBAR DIAGRAM ARUS DATA ……

9

BAB III

DESAIN SISTEM SECARA UMUM ………………………….

10

3.1. DESAIN MODEL SECARA UMUM …………………….

10

3.2. DESAIN OUTPUT SECARA UMUM …………………… 11

3.3. DESAIN INPUT SECARA UMUM ……………………… 12

3.4. DESAIN DATABASE SECARA UMUM ……………….

13

BAB IV

EASYCASE ……………………………………………………… 17

BAB V

STUDI KASUS ………………………………………………….

21

5.1. Analisis sistem ……………………………………………

21

5.2. Perancangan Sistem …………………………………

……

21

5.3. Perancangan Model …………………………………

……

28

5.4. Perancangan input / output sistem ………………………… 28

5.5. Perancangan basis data …………………………….……… 33

5.6. Relasi Basis data / Relationship …………………………… 34

TATA TERTIB PRAKTIKUM

1. Praktikum hadir 5 menit sebelum praktikum dimulai. Bila praktikan terlambat lebih dari 15 menit tidak diperkenankan mengikuti praktikum.

2. Praktikan berpakaian sopan, dilarang maemakai kaos oblong, topi, sandal, pakai anting – anting (Cowok) maupun merokok dalam Laboratorium.

3. Mengisi daftar hadir dan mengumpul kartu praktikum.

4. Duduk sesuai dengan nama kelompok masing – masing.

5. Praktikan dilarang membawa disket sendiri maupun membawa pulang disket Lab.

6. Menjaga kebersihan peralatan laboratorium dan laboratorium.

7. Selesai praktikum, praktikan mematikan computer, printer, stabilisator, dan merapikan peralatan.

8. Diberikan kesempatan inhal 1 kali pada akhir praktikum (praktikan berhalangan hadir dan memberi keterangan yang sah).

9. Pada akhir praktikum akan diadakan responsi (praktikan harus hadir 100% untuk dapat mengikuti responsi).

10. Bagi yang melanggar tata tertib akan dikenakan sangsi Lab.

PEMBUATAN LAPORAN PRAKTIKUM

1. Laporan dibuat satu kelompok satu laporan.

2. Laporan diketik dengan komputer pada kertas HVS ukuran kwarto.

3. Sampul Cover Laporan Resmi.

4. Bentuk laporan resmi memuat hal – hal sebagai berikut Cover Kata pengantar Daftar isi

I. Analisis sistem

II. Perancangan sistem (Gambar Diagram Alir Data saja)

III. Perancangan Model

IV. Perancangan Desain Input / output

V. Perancangan Basis data

VI. Relasi Basis Data

Laporan diketik rapi dengan menggunakan computer dan tidak diperbolehkan tulisan tangan.

MODUL I PERANCANGAN DAN ANALISIS SISTEM

Tahap setelah analisis sistem (System Analisis) adalah tahap perancangan sistem (System Design). Dimana analisis sistem akan memikirkan bagaimana membentuk sistem tersebut. Tahap perancangan sistem ini dikelompokkan dalam dua bagian yaitu perancangan sistem umum (General System Desain) yang disebut juga desain konseptual (Conseptual Desain) atau perancangan sistem logika (Logic Desain) dan bagian kedua adalah perancangan sistem terinci (Detail System Desain) yang disebut juga dengan perancangan sistem secara fisik (Physical System Desain) atau desain internal (Internal Desain).

1.1 TUJUAN PERANCANGAN SISTEM Tahap perancangan sistem mempunyai dua tujuan utama yaitu untuk memenuhi kebutuhan pemakai sistem dan untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada program computer (programmer) dan ahli teknik lain yang terlibat. Tujuan kedua ini adalah lebih condong kepada desain sistem yang terinci yaitu pembuatan rancang bangun yang jelas dan lengkap untuk digunakan oleh programmernya.

Sehingga seorang analisis sistem harus dapat mencapai sasaran sebagai berikut :

Desain sistem harus berguna, mudah dipahami dan mudah digunakan.

- Berarti harus mudah ditangkap.

- Metode harus mudah diterapkan, dipahami dan digunakan

Desain sistem harus mendukung tujuan utama perusahaan sesuai dengan yang telah didefinisikan pada tahap perancangan sistem yang harus dilanjutkan pada analisa sistem.

Desain sistem harus efektif dan efisien untuk dapat mendukung pengolahan transaksi, pelapor manajemen dan mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen termasuk tugas-tugas lain yang dilakukan oleh computer.

Desain sistem harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terinci untuk masing-masing komponen dari sistem informasi yang meliputi data dan informasi, metode-metode, prosedur-prosedur,

orang-orang, perangkat keras, perangkat lunak dan pengendalian sistem. 1.2 ELEMEN YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN DALAM DESAIN SISTEM Elemen yang paling kritis dari desain sistem adalah jalur pemakaian atau user interface yang terdiri dari layar terminal, keyboard, dan alat-alat lainnya, bahasa komputer dan cara lain sehingga user dapat bertukar input dan output dengan mesin. Terdapat perbedaan pilihan untuk mendesain user interface dan pilihan ini tergantung pada factor-faktor semacam pengalaman serta tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh user dengan beberapa pedoman yaitu sistem harus fleksibel, konsisten dan mudah dikontrol oleh user.

Berikut ini beberapa elemen yang harus dipertimbangkan dalam perancangan (desain) untuk memenuhi interface :

1. Query

Secara query, pemakaian sistem harus dapat mengakses data yang diperlukan untuk mendapatkan informasi walaupun tidak tersedia program

aplikasinya.

2. Desain Layar

Desain layar harus jelas, melompat-melompat dan tidak berisi informasi

yang tidak relevan.

3. Umpan Balik

Dalam sistem online, aspek penting dalam umpan balik (feed back) adalah waktu respon (respon time), yaitu waktu antara saat user memasukkan data dengan respon yang diberikan oleh sistem.

4. Bantuan (Help)

Desain sistem yang baik harus menyediakan cara bagaimana user dapat meminta bantuan kepada sistem untuk menjelaskan apa yang ingin diketahui oleh user. Conteks sensitive help merupakan bantuan yang sering

digunakan yaitu sistem Desain sistem yang baik harus menyediakan cara bagaimana user dapat meminta bantuan kepada sistem untuk menjelaskan apa yang ingin diketahui oleh user. Conteks sensitive help merupakan bantuan yang sering digunakna yaitu sistem akan menampilkan bantuan bila diinginkan oleh user pada posisi-posisi tertentu di layar.

5. Pengendalian Kesalahan.

Desain sistem harus mempertimbangkan pengendalian kesalahan ini yang

dapat berupa :

a. Pencegahan kesalahan

Sistem harus menyediakan instruksi yang jelas kepada user

tenggang apa yang harus dilakukan sehingga user tidak melakukan kesalahan yang seharusnya tidak perlu terjadi.

b. Pendeteksian kesalahan

Jika kesalahan terjadi, sistem harus dapat mengidentifikasikan

kesalahan dan dapat menampilkan berita kesalahan ini. Misalkan {fatal! Eror, sistem dihentikan} atau {pemasukan salah kode} dan sebagainya.

c. Pembetulan kesalahan

Jika ada suatu data yang diinputkan salah sebelum data diolah, maka sistem harus dapat memberikan kesempatan pada user untuk dapat mengoreksinya. Demikian juga bila data yang salah terlanjur terekam ke data base, maka sistem harus menyediakan cara untuk membetulkannya.

1.3 KEBUTUHAN SISTEM Kebutuhan – kebutuhan Sistem (system requirement) yang harus diperhatikan dalam mendesain sistem informasi adalah :

1. keandalan (reability) menunjukkan seberapa besar sistem dapat diandalkan untuk melakukan suatu proses yang dapat dipercaya dan dibutuhkan.

2. ketersediaan ( availability ) Sistem mudah diakses oleh user.

3. keluwesan ( fleksibility ) sistem mudah berdaptasi dengan memuaskan, sesuai kebutuhan user yang berubah.

4. Skedule Instalasi ( installation schedule ) Terdiri dari periode waktu antar saat organisasi dasar untuk membutuhkan dan saat informasi ini diterapkan. Selama waktu ini, analisis sistem harus dapat mendesain sistem terbaik dalam batas waktu yang dibutuhkan.

5. umur diharapkan dan potensi pertumbuhan (life expentancy dan growth potencial) sistem harus didesain sesuai dengan yang dikehendaki oleh pemakai sistem (misal dikehendaki umur sitem harus paling sedikit 5 tahun) dan mampu bertumbuh bila terjadi perubahan – perubahan yang cukup signifikan

6.

Kemudahan dipelihara (maintainability)

Setelah sistem diterapkan, maka sistem harus dipelihara (misalnya ada hal- hal yang tidak berfungsi harus dikoreksi, permintaan khusus harus dipertemukan, peningkatan sistem secara umum harus dilakukan dan sebagainya). Kemudian sistem harus dirawat tergantung dari desainnya. Agar mudah dirawat, desain harus menggunakan nama data dan bahasa pemrograman yang standar, pemrograman terstruktur dan moduler, konfigurasi, sistem yang standar dan dokumentasi sistem standar yang lengkap.

MODUL II DIAGRAM ARUS DATA

(DATA FLOW DIAGRAM)

Model dari sistem secara fisik dan secara logika telah didesain secara umum.

Sistem secara fisik dapat digambarkan dengan bagan alir dokumen. Secara logika dapat digambarkan dengan Diagram Arus Data (DAD) / Data Flow Diagram (DFD). Desain model ini menggambarkan secara rinci urut – urutan langkah dari masing – masing proses yang digambarkan dalam diagram arus data. Ada beberapa metodologi menggambar Diagram Alir Data (DAD) yang digunakan dalam pengembangan sistem, salah satu diantaranya adalah SSADM (Structured Sistem Analysis and Design Methodology) yaitu metode analisis dan desain sistem secara terstruktur. Terdapat banyak simbol dalam penggambaran Diagram Alir Data, untuk pembahasan kali ini Kita menggunakan metode SSADM. Adapun simbol – simbol dalam metode SSADM terdiri dari :

1. External entity

2. Repeated external entity

3. Data flow

4. Process

5. Data storage (simpanan data)

6. Repeated data storage

1. External Entity

Adalah kesatuan luar yang merupakan kesatuan di lingkungan luar sistem yang akan mempengaruhi sistem, dengan memberikan input ataupun menerima output dari

sistem. Kesatuan luar tersebut dapat berupa :

Orang atau sekelompok orang dalam organisasi tetapi diluar sistem yang sedang dikembangkan.

Suatu organisasi atau orang yang berada di luar organisasi misalnya Mahasiswa atau Assisten.

Suatu kantor atau devisi dalam perusahaan tetapi diluar sistem yang sedang dikembangkan.

Sistem informasi yang lain diluar sistem yang sedang dikembangkan.

Sumber asli dari suatu transaksi.

Penerima akhir dari suatu laporan yang dihasilkan oleh sistem.

External entity / Kesatuan luar disimbolkan dengan :

C Mahasiswa 2. Repeated External Entity.
C
Mahasiswa
2. Repeated External Entity.

Untuk menghindari keruwetan diagram, karena banyaknya garis – garis

penghubung antara External entity (Kesatuan luar), proses maupun data store

yang saling berpotongan, maka kesatuan luar dapat digambarkan dengan lebih

dari satu buah external entity untuk satu nama yang disebut Repeated external

entity.

Repeated external entity disimbolkan dengan :

C Mahasiswa 3. Data Flow
C
Mahasiswa
3. Data Flow
C Mahasiswa
C
Mahasiswa

Arus data disimbolkan dengan tanda panah dimana arah panah menunjukkan

arah mengalirnya data. Arus data mengalir menuju proses dan atau meninggalkan

proses. Arus data yang meninggalkan External entity (kesatuan luar) selalu menuju ke

proses. Arus data ini dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem

dan dapat berbentuk sebagai berikut :

Formulir atau dokumen yang digunakan sistem

Laoran tercetak yang dihasilkan sistem

Masukan untuk komputer

Output ke layar monitor

Data yang dibaca dari suatu file atau yang direkam kesuatu file

Komunikasi ucapan

Surat – surat atau memo

Suatu isian yang dicatat pada buku agenda

Arus data sebaiknya diberi nama yang jelas dan mempunyai arti serta

dapat mewakili data yang mengalir.

Data flow disimbolkan dengan :

Data mhsa

Dt buku

dan mempunyai arti serta dapat mewakili data yang mengalir. Data flow disimbolkan dengan : Data mhsa

mencari

4. Process

Adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke proses dan akan dihasilkan arus data yang keluar dari proses. Process disimbolkan dengan :

1

1 Pendaftaran
1 Pendaftaran

Pendaftaran

Perlu diperhatikan bahwa arus data adalah “Arus yang mengalir menuju proses” atau “Arus yang mengalir dari proses” atau “Arus yang mengalir dari proses menuju proses lain”, sehingga jika arus data tidak seperti ketentuan tersebut maka dapat dipastikan bahwa diagram arus tersebut SALAH!!!. Kesalahan yang sering terjadi !!!!!!

Proses mepunyai input tetapi tidak menghasilkan output Kesalahan ini disebut dengan blackhole (lubang hitam), karena Data masuk ke dalam proses dan lenyap tidak berbekas.

Proses menghasilkan output tetapi tidak pernah menerima input Kesalahan ini sering disebut mirade (ajaib), karena secara ajaib dihasilkan output tanpa pernah menerima output.

5. Data Storage (simpanan data) Simpanan data merupakan simpanan dari data yang dapat berupa :

File atau Database si sistem komputer

Arsip atau catatan manual

Kotak tempat data di meja seseorang

Tabel acuan buku

Suatu agenda atau buku

Data storage (simpanan data) disimbolkan dengan :

D1

Mahasiswa

Dalam pengambaran simpanan data yang perlu diperhatikan :

a. Hanya proses saja yang berhubungan dengan simpanan data, karena yang menggunakan atau merubah data di simpanan data adalah suatu proses.

b. Arus data yang menuju ke simpanan data dari suatu proses menunjukkan

proses update terhadap data yang tersimpan di data storage. Update data dapat berupa :

- Menambah atau menyimpan record baru atau dokumen baru ke data storage.

- Menghapus record atau mengambil dokumen baru ke data storage.

- Merubah nilai data di suatu record atau di suatu dokumen yang ada di data storage.

c. Arus data yang berasal dari simpanan data menuju ke suatu proses dapat diartikan bahwa proses tersebut menggunakan data yang ada di data storage untuk dilihat isinya.

d. Untuk suatu proses dapat melakukan kedua – duanya yaitu menggunakan dan megupdate data storage (simpanan data).

6. Repeated Data Storage Untuk menghindari keruwetan diagram, karena banyaknya garis – garis penghubung antar data storage (simpanan data), External entity (Kesatuan luar), proses maupun data store yang saling berpotongan, maka data storage (simpanan data) dapat digambarkan dengan lebih dari satu buah data storage untuk satu nama yang disebut Repeated Data Storage. Repeated data storage disimbolkan dengan :

D1

Mahasiswa

D1

Mahasiswa

MODUL III PEDOMAN MENGGAMBAR DIAGRAM ARUS DATA

1. Identisikasikan terlebih dahulu semua External entity (kesatuan luar) sistem yang terlibat.

2. Identisikasikan semua input dan output yang terlibat dengan External entity (kesatuan luar).

3. Gambar terlebih dahulu suatu diagram konteks atau diagram induk untuk garis besar, kemudian dipecah untuk level – levelnya.

4. Gambarlah bagan berjenjang (hirarchy chart) untuk semua proses yang ada disistem terlebih dahulu untuk mempersiapkan penggambaran DAD di level tingkat bawahnya.

5. Gambarlah sketsa DAD untuk overview diagram (level 0) berdasarkan proses bagan berjenjang.

6. Gambarlah DAD untuk level – level selanjutnya, yaitu level 1 yang kemudian dipecah lagi dalam level 2 dan seterusnya.

7. Setelah semua level DAD digambara, berikutnya adalah menggambar DAD untuk pelaporan manajemen yang digambar secara terpisah.

8. Semua level DAD yang telah digambar termasuk DAD untuk pelaporan manajemen digabung dalam satu diagram.

MODUL IV DESAIN SISTEM SECARA UMUM

Tujuan perancangan sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru. Perancangan sistem secara umum ini adalah merupakan persiapan dari desain secara terinci. Desain sistem secara umum mengidentifikasikan komponen-komponen sistem informasi dengan tujuan untuk dikomunikasikan kepada user. Dan nantinya akan didesain secara rinci pada desain terinci untuk komunikasi dengan program komputer dan ahli teknik lainnya yang akan mengimplementasikan sistem. Komponen sistem informasi yang didesain adalah model, output, input, database, teknologi dan kontrol.

3.1. DESAIN MODEL SECARA UMUM Perancangan sistem dapat dibedakan menjadi dua yaitu pembuatan model logic dan model fisik sistem. Bagan alir sistem ( sistem flowchart) merupakan alat yang tepat untuk menggambarkan physical sistem, dimana symbol-simbol dengan alir sistem ini menunjukkan secara tepat arti fisiknya, seperti symbol terminal, hard disk, laporan-laporan dan sebagainya. Sedangkan logical model dapat digambar dengan menggunakan diagram arus data ( data flowchart diagram). Model logic menjelaskan bagaimana fungsi-fungsi dalam sistem informasi akan bekerja dengan kata lain menjelaskan kepada user bagaimana nanti fungsi-fungsi di sistem informasi secara logic akan bekerja. Model ini dapat ditunjukkan berupa pembuatan Diagram Arus Data ( DAD) yang arus datanya akan dijelaskan dengan data dictionary atau kamus data. Sedangkan model fisik menunjukkan bagaimana secara fisik, sistem tersebut bekerja dengan kata lain menjelaskan user bagaimana nantinya sistem secara fisik akan diterapkan dan penggambarannya dlakukan dengan menggunakan bagan alir sistem. Bagan alir sistem merupakan alat berbentuk grafik yang dapat digunakan untuk menunjukkan urutan kegiatan dari sistem informasi berbasis komputer. Seringkali gambar bagan alir sistem digabungkan dengan alir formulir dalam perusahaan untuk menunjukkan hubungan dan prosedur antara sistem informasi dengan sistem lainnya di perusahaan.

Pembuatan metode dan prosedur dalam perancangan model akan menggambarkan urutan kegiatan proses yang menghasilkan keluaran berdasarkan masukan yang ada.

Metode Pengolahan data

Sistem informasi mempunyai metode-metode pengolahan data sebagai berikut:

a) Metode pengolahan data terpusat (Centralized data processing method)

Metode Pengolahan data yang memusatkan pengolahan pada suatu tempat tunggal tertentu serta Metode Pengolahan data tersebar (Distributed data processing method)

Metode Pengolahan dat yang memusatkan pengolahannya pada suatu tempat tunggal tertentu.

b) Metode Pengolahan data terkumpul (Batch Processing Method)

Pengolahan terhadap data yang dikumpulkan terlebih dahulu selama periode tertentu (harian, mingguan, bulanan)

Merupakan metode pengolahan data yang banyak digunakan dan umum. Serta metode pengolahan data langsung (Online Processing Method)

merupakan metode pengolahan data yang mempunyai karakteristik tertentu, yaitu transaksi yang terjadi dapat segera dan langsung digunakan untuk memutakhirkan file induk.

Pada online processing terdiri dari sebuah program pemrosesan saja, sedang pada batch processing terdiri dari beberapa processing run.

3.2. DESAIN OUTPUT SECARA UMUM Keluaran sistem ini berupa tampilan layar monitor atau media keras seperti kertas dan microfilm. Langkah pembuatan rancangan keluaran sistem berupa penentuan kebutuhan keluaran sistem yang baru dan penentuan parameter keluaran. Kebutuhan keluaran sistem baru dapat diketahui dari diagram arus data (DAD) yaitu arus data dari suatu proses ke proses lain berdasarkan identifikasi kebutuhan keluaran sistem berupa laporan –laporan, kemudian ditentukan bentuk- bentuk dan tata letak laporan tersebut. Dengan demikian desain output dapat berupa output iem ( tetap tinggal di perusahaan) adalah output yang digunakan untuk mendukung kegiatan manajemen seperti diarsipkan atau dimusnahkan jika tidak digunakan lagi.

Dapat juga berupa output ekstrem yaitu output yang didistribusikan ke pihak luar yang membutuhkannya. Output ini antara lain berupa faktur, chek, tanda terima pembayaran dan sebagainya. Bentuk atau format dari output dapat berupa keterangan-keterangan (narrative) table atau grafik. Yang paling banyak dihasilkan adalah output yang berbentuk table namun dengan kemampuan teknoligi komputer yang sekarang maka sudah banyak output yang berupa grafik.

Langkah Desain Output

Desain output secara umum dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut ini:

1.

Menentukan kebutuhan output dari sistem baru Output yang akan didesain dapat ditentukan dari DAD ( Diagram Arus Data) sistem baru yang dibuat. Output di DAD ditunjukkan oleh arus data suatu proses ke kesatuan luar atau dari proses ke proses yang lainnya.

2.

Menentukan Parameter dari output Setelah kebutuhan output ditentukan, kemudian parameter output juga ditentukan, yang meliputi tipe dari output ( internal output),formatnya ( keterangan-keterangan, tabel atau grafik), media yang digunakan ( media keras seperti kertas dan microfilm atau media lunak berupa tampilan dilayar video), alat output yang digunakan, jumlah tembusannya, disribusinya dan periode outputnya.

3.3.

DESAIN INPUT SECARA UMUM Beberapa tahapan dalam perancangan masukan adalah sebagai berikut:

a. Perancangan dokumen dasasr Dokumen dasar merupakan formulir yang memuat data – data yang akan dimasukkan sebagai masukan sistem informasi.

b. Perancangan Kode Penggunaan kode berhubungan dengan prosedur pengklasifikasian data sehingga dapat menyederhanakan kegiatan operasional sistem. Dengan kode yang relatif pendek dapat diambil berbagai informasi yang banyak mengenai suatu entity. Alat input yang dapat digolongkan dalam dua golongan, yaitu alat input langsung (online input device) merupakan alat input langsung dihubungkan dengan CPU seperti Keyboard, Mouse, Touch screen dan

sebagainya. Serta alat input tidak langsung (off line input to card), KTT (Key To Tape) dan KTD ( Key To Disk).

3.3.1.

Proses Input Proses input dapat melibatkan dua atau tiga tahapah utama yaitu data, capture data preparation dan data entry, tergantung dari alat input yang digunakan.

1.

Penangkapan Data ( data capture) Merupakan proses mencatat kejadian nyata yang terjadi akibat transaksi yang digunakan leh organisasi ke dalam dokumen dasar ( dokumen dasar merupakan bukti dari transaksi).

2.

Penyiapan data ( data Preparation) Mengubah data yang telah ditangkap ke dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin ( machine readable form, misalnya kartu plong, pita magnetic atau disk magnetic).

3.

Pemasukan data Merupakan proses membacakan atau memasukkan data ke dalam komputer.

3.3.2.

Tipe Input Ada dua kelompok tipe input yaitu input eksternal ( external input) yaitu input yang berasal dari luar organisasi seperti faktur pembelian, kuitansi- kuitansi dari luar organisasi dan input intern ( internal input) yaitu input yang berasal dari dalam organisasi misalnya faktur penjualan, order penjualan dan sebagainya. Dan biasanya dokumen dasar yang akan didesain adalah dokumen dasar untuk data capture input intern.

3.3.3.

Langkah Desain Input Langkah yang dapat ditempuh untuk mendesain input adalah sebagai berikut:

1. Menentukan kebutuhan input dari sistem baru dengan berdasarkan DAD ( Data Flow Diagram) yang telah dibuat ( ditunjukkan oleh arus data dari kesatuan luar ke satuan proses dalam tampilan input di alat input yang ditunjukkan oleh suatu proses memasukkan data)

2. Menentukan Proses parameter dari input yang meliputi bentuk input, dokumen dasar dan bentuk isian ( dialog layar terminal) sumber input, jumlah tembusan dan distribusinya, alat input digunakan, volume input serta periode inputnya.

3.4. DESAIN DATABASE SECARA UMUM Dilakukan dengan menentukan kebutuhan file – file basis data yang baru, melalui diagram arus data (DAD) yang telah dibuat dan dengan menentukan parameter file basis data. Setelah kebutuhan – kebutuhan file tersebut diketahui, maka dilakukan pendefinisian struktur file – file basis data tersebut. Struktur file basis dta tergantung dari data yang masuk atau keluar dari file tersebut. Hal ini dapat ditunjukkan dengan diagram arus data. Dari analisis arus data yang masuk dan keluar maka suatu file dapat didefinisikan strukturnya. Setelah file – file keseluruhan telah didefinisikan maka perlu dikaji hubungan struktur data antara elemen file – file tersebut. Hubungan antara file tersebut dikendalikanoleh suatu file kunci, sehingga dapat ditentukan jenis – jenis filenya. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi duplikasi data dan operasi sehingga dapat mempercepat proses dan mengurangi pemborosan tempat simpanan.

Tipe File kumpulan file yang saling berhubungan / berkaitan bersama dengan program untuk pengelolaannya disebut DBMS (Data Base Management Sistem). Data base dibentuk dari kumpulan file – file dan file dikategorikan dalam bentuk type :

1. File Induk (Master File) File yang tetap ada selama sistem informasi digunakan, ada dua tipe untuk file induk

File Induk Acuan (reference master file) File induk yang recordnya relatif statis, jarang berubah nilainya.Misalnya daftargaji, file daftar mata kuliah.

File Induk Dinamik File induk yang nilai record recordnya sering berubah atau sering dimutakhirkan (update) sebagai akibat dari suatu transaksi. Misalnya file induk persediaan, file induk langganan dan sebagainya.

2. File Transaksi (transaksi file)

File ini sering sering juga disebut dengan nama file input

Digunakan untuk merekam data hasil atau suatu transaksi yang terjadi

3. File Laporan

file ini sering juga disebut dengan nama file output

file ini berisi informasi yang akan ditampilkan dan dibuat untuk mempersiapkan pembuatan suatu laporan.

4. File Sejarah (History File) Disebut juga dengan file arsip (archive file), yaitu file yang berisi data masa lalu yang sudah tidak aktif lagi, tetapi perlu disimpan untuk keperluan mendatang.

5. File Pelindung (Backup File) File pelindung merupakan salinan dari file – file yang masih aktif di database pada suatu saat tertentu Digunakan sebagai cadangan atau pelindung jika database yang aktif rusak atau hilang.

6. File Kerja (Working File) Disebut juga file sementara (temporary file) atau scratch file. File ini dibuat karena memory komputer tidak mencukupi atau untuk menghemat pemakaian memory selama proses dan akan di hapus bila proses telah selesai.

Akses File

Akses File (file acces) adalah suatu metode yang menunjukkan bagaimana suatu program komputer akan membaca record-record dari suatu file. File ini dapat di akses dengan dua cara yaitu secara urut (sequential acces) atau secara langsung (direct acces atau random acces). Metode akses urut (sequential acces methode) dilakukan dengan membaca atau menulis suatu record di file dengan membaca terlebih dahulu mulai record pertama urut sampai dengan record yang di inginkan. Sedangkan metode akses langsung (direct acces method) dilakukan dengan cara langsung membaca record pada posisinya di file tanpa membaca dari record pertama terlebih dahulu.

Langkah desain Database Langkah-langkah yang dilakukan secara umum untuk mendesain Database adalah sebagai berikut :

1. Menentukan kebutuhan file database untuk sistem baru

File yang di butuhkan dapat di lihat dari DAD (Diagram Arus Data) yang telah di buat, yaitu dilihat data storenya.

Field-field yang di perlukan dapat di lihat dari struktur data pada kamus data yang menjelaskan arus data yang mengarah data storenya.

2. menentukan parameter dari file database

Setelah file yang dibutuhkan dapat ditentukan, kemudian ditentukan parameternya yang meliputi tipe file (file induk, transaksi atau yang lainnya), field-field dan jenisnya yang harus ada di setiap file serta kunci-kuncinya.

MODUL V

EASYCASE

Pada pembahasan kali ini, untuk penggambaran Diagram Alir Data (DAD) / Data Flow Diagram (DFD) menggunakan software EASYCASE dengan menggunakan metode SSADM (Structured Sistem Analisis and Design Methodology). Dalam penggambaran menggunakan software EASYCASE ini tidak sekedar tempel menempel sebagaimana dengan menggunakan software flowchart yang lama. Dalam EASYCASE diberikan fasilitas semacam prosedur running program yang mengecek letak kesalahan penggambaran. Pengecekan pertama dilakukan pada letak penggambarannya sendiri, melalui menu View/Show Error. Pengecekan yang kedua dilakukan dalam pendefinisian masing – masing simbol obyek yang digunakan, baik external entity, arus data, simbol proses ataupun data storage. Pengecekan ini ada pada menu Tools/Rule Check.

1. Membuat project baru Dibawah ini adalah menu dialog untuk membuat project baru, seperti telah dibahas diatas metode yang digunakan adalah SSADM.

telah dibahas diatas metode yang digunakan adalah SSADM. Pada software EASCYCASE disediakan menu Access Control

Pada software EASCYCASE disediakan menu Access Control yang terdapat pada Tools – Access Control, yaitu untuk membuat user – user hak access.

2.

Menu tampilan form baru pada metode SSADM

2. Menu tampilan form baru pada metode SSADM 3. cek kesalahan dengan show error dalam keadaan

3. cek kesalahan dengan show error dalam keadaan aktif

E200

E2003. cek kesalahan dengan show error dalam keadaan aktif E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200

E200

E200

E200dengan show error dalam keadaan aktif E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200

E200

show error dalam keadaan aktif E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200
show error dalam keadaan aktif E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200

E200

error dalam keadaan aktif E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200

E200

dalam keadaan aktif E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200

E200

E200

E200

E200

E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 Gambar diatas menunjukkan

E200

E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 E200 Gambar diatas menunjukkan kesalahan

Gambar diatas menunjukkan kesalahan bahwa external entity, arus data dan proses belum diberi nama pada masing – masing external entity, arus data dan proses.

4. Setelah dilakukan perbaikan kesalahan dengan memberikan masing – masing nama pada external entity, arus data dan proses dari menu edit/name, maka hasilnya sebagai berikut :

c Mahasiswa b Assisten
c
Mahasiswa
b
Assisten
a Mata Praktikum
a
Mata
Praktikum

Data Mahasiswa

Data Assisten

1 Sistem Informasi
1
Sistem
Informasi

LaboratoriumPraktikum Data Mahasiswa Data Assisten 1 Sistem Informasi Mt Praktikum Nilai Arsip Nilai Surat Puas d

Mahasiswa Data Assisten 1 Sistem Informasi Laboratorium Mt Praktikum Nilai Arsip Nilai Surat Puas d Jurusan

Mt Praktikum

Nilai

Arsip Nilai

Surat Puas

d Jurusan e Laboratorium c Mahasiswa
d
Jurusan
e
Laboratorium
c
Mahasiswa
Kesalahan di menu View/Show error , hanya dilakukan pada tata letak penggambaran dan dan nama

Kesalahan di menu View/Show error, hanya dilakukan pada tata letak penggambaran dan dan nama dari simbol – simbol, tetapi ditunjukkan tipe dari external entity, data flow serta anak cabang pada data prosesnya. Maka untuk mengecek kesalahan – kesalahan tersebut dilakukan pada menu Tools – Rule Check, sehingga akan tampak sebagai berikut :

– Rule Check , sehingga akan tampak sebagai berikut : Gambar diatas maksudnya adalah menunjukkan bahwa

Gambar diatas maksudnya adalah menunjukkan bahwa external entity, arus data dan data proses masing – masing pemberian nama sudah benar, namun kesalahan terjadi pada Define Child / Explode.

5. Perbaikan kesalahan dengan explode Perbaikan kesalahan dengan Menu/Define Child, objek – objeknya adalah sebagai berikut :

Objek External Entity, maka Child Type dapat berupa:

- Text (txt).

- Dokumen (doc).

Objek Arus data, maka Child Type dapat berupa:

- Record (terdiri dari beberapa element)

- Element

- Text

- Dokumen

Objek Data Proses, maka Child Type berupa:

- Data Flow Diagram (DFD) Berarti Data proses tersebut mempunyai anak cabang

proses lain.

- Dokumen

- Text

Object Primitive Data Proses, maka Child Type dapat berupa:

- Elementary Process Description (epd) Apabila menggunaka tipe ini pada objek Primitive Data Proses, menunjukkan bahwa Data Proses tersebut tidak memiliki anak cabang.

- Dokumen Text

6.1. Analisis sistem

MODUL VI STUDI KASUS (I)

Kita akan membuat Sistem Informasi Laboratorium, akan dibahas

proses apa saja yang ada didalam Sistem Informasi Laboratorium.

Proses yang terjadi adalah :

Pendaftaran Penjadwalan Kegiatan Praktikum Penilaian

6.2. Perancangan Sistem

6.2.1. Diagram arus data Sistem informasi laboratorium

Diagram arus data (DFD) untuk sistem informasi laboratorium yang

pertama merupakan satu kesatuan arus data mulai dari external entity yang akan

diproses kemudian disimpan kedalam store (simpanan data) yang lalu akan

digunakan kembali oleh external entity

D1 FileMhs D2 FileAss D3 FileMtPrak DtMtPrak DtMhs DtAss c d Data Mahasiswa Nilai Mahasiswa
D1
FileMhs
D2
FileAss
D3
FileMtPrak
DtMtPrak
DtMhs
DtAss
c
d
Data Mahasiswa
Nilai
Mahasiswa
Jurusan
0
b
e
Data Assisten
Sistem
Assisten
Laboratorium
Informasi
Arsip Nilai
Laboratorium
a
c
Mata
Mahasiswa
Praktikum
Mt Praktikum
Surat Puas
DtKlp
DtNilai
Kelompok
D4
FileKlp
D5
FileNilai
k Kelompok Hari Contex Diagram Sistem Informasi Laboratorium
k
Kelompok
Hari
Contex Diagram
Sistem Informasi Laboratorium

6.2.2.

Diagram arus level 0

Diagram arus level 0 ini merupakan Proses secara keseluruhan pada

sistem informasi Laboratorium, dimana semua inputan yang ada akan

diproses dengan empat proses yaitu Pendaftaran, Penjadwalan, Kegiatan

Praktikum dan Penilaian.

c Mahasiswa b Assisten
c
Mahasiswa
b
Assisten
a Mata Praktikum
a
Mata
Praktikum

Data Mahasiswa

Data Assisten

Mt Praktikum

k Kelompok Kelompok D1 FileMhs Hari DtMhs 1 DtAss Pendaftaran
k
Kelompok
Kelompok
D1
FileMhs
Hari
DtMhs
1
DtAss
Pendaftaran
DtMtPrak D3 FileMtPrak
DtMtPrak
D3
FileMtPrak

DtMhs

DtKlp

FileAss1 DtAss Pendaftaran DtMtPrak D3 FileMtPrak DtMhs DtKlp D4 FileKlp FileJadwal D6 FileNilai D5 d Jurusan

D4

Pendaftaran DtMtPrak D3 FileMtPrak DtMhs DtKlp FileAss D4 FileKlp FileJadwal D6 FileNilai D5 d Jurusan

FileKlp

FileJadwal

FileJadwal

D6

FileNilai

D5

FileAss D4 FileKlp FileJadwal D6 FileNilai D5 d Jurusan DtAss DtMpk 2 DtKlp Penjadwalan DtJadwal
d Jurusan
d
Jurusan
DtAss DtMpk 2 DtKlp Penjadwalan DtJadwal
DtAss
DtMpk
2
DtKlp
Penjadwalan
DtJadwal

Jadwal

3
3
DtAss DtMpk 2 DtKlp Penjadwalan DtJadwal Jadwal 3 Kegiatan Praktikum Berkas Prak,Lap,Resp DtNilai Nilai 4

Kegiatan

Praktikum

Berkas Prak,Lap,Resp
Berkas
Prak,Lap,Resp

DtNilai

Nilai

4 Penilaian
4
Penilaian

Arsip Nilai

c Mahasiswa Surat Puas e Laboratorium
c
Mahasiswa
Surat Puas
e
Laboratorium

Diagram Arus Data Level 0

6.2.3.

Diagram arus data level 1

Diagram ini berisi penjelasan pada diagram arus data level 0 atau anak

cabang dari diagram level 0 Proses Pendaftaran. pendaftaran yang meliputi :

1. Pendaftaran Mahasiswa

2. Pendaftaran Assisten

3. Pendaftaran Mata Praktikum

4. Pengelompokan Hari

1.1 Pendaftaran Data Mahasiswa
1.1
Pendaftaran
Data Mahasiswa

Mahasiswa

c Mahasiswa
c
Mahasiswa

D2

FileAss

b Assisten
b
Assisten
D1
D1

DtMhs

FileMhs

1.3
1.3

DtAss c Mahasiswa D2 FileAss b Assisten D1 DtMhs FileMhs 1.3 Data Assisten DtMtPrak D3 FileMtPrak 1.2

Mahasiswa D2 FileAss b Assisten D1 DtMhs FileMhs 1.3 DtAss Data Assisten DtMtPrak D3 FileMtPrak 1.2

Data Assisten

DtMtPrak

D3
D3

FileMtPrak

1.2
1.2
FileMhs 1.3 DtAss Data Assisten DtMtPrak D3 FileMtPrak 1.2 Pendaftaran Assisten DtKlp 1.4 Pengelompokan Hari

Pendaftaran

Assisten

DtKlp

D3 FileMtPrak 1.2 Pendaftaran Assisten DtKlp 1.4 Pengelompokan Hari a Mata Praktikum Pendaftaran
1.4 Pengelompokan
1.4
Pengelompokan

Hari

Pendaftaran Assisten DtKlp 1.4 Pengelompokan Hari a Mata Praktikum Pendaftaran Mt Praktikum Mata
a Mata Praktikum
a
Mata
Praktikum

Pendaftaran

Mt Praktikum

Mata

Mata

Praktikum

Praktikum
 

DtMhs

 

DtMpk

DtAss

DtAss
D4 FileKlp k Kelompok Kelompok Hari
D4
FileKlp
k
Kelompok
Kelompok
Hari

DtKlp

Diagram Arus Data Level 1

Dibawah ini adalah Child Type untuk Data Storage.

1. Data Storage (simpanan data) FileMhs

Child Type untuk Data Storage. 1. Data Storage (simpanan data) FileMhs 2. Data Storage (simpanan data)

2. Data Storage (simpanan data) FileAss

Child Type untuk Data Storage. 1. Data Storage (simpanan data) FileMhs 2. Data Storage (simpanan data)

3.

Data Storage (simpanan data) FileMtprak

3. Data Storage (simpanan data) FileMtprak 4. Data Storage (simpanan data) FileKlp 30

4. Data Storage (simpanan data) FileKlp

3. Data Storage (simpanan data) FileMtprak 4. Data Storage (simpanan data) FileKlp 30

5.

Data Storage (simpanan data) FileNilai

5. Data Storage (simpanan data) FileNilai 6. Data Storage (simpanan data) FileJadwal 31

6. Data Storage (simpanan data) FileJadwal

5. Data Storage (simpanan data) FileNilai 6. Data Storage (simpanan data) FileJadwal 31

Setelah semua Diagram Arus Data dibuat lalu Kita harus menentukan Diagram mana yang menjadi Induk, didalam EASYCASE melalui menu Option / Project Preferences. Akan mencul kotak dialog seperti dibawah ini :

Preferences . Akan mencul kotak dialog seperti dibawah ini : Klik Define Contex Diagram, akan muncul

Klik Define Contex Diagram, akan muncul kotak dialog :

ini : Klik Define Contex Diagram, akan muncul kotak dialog : Dari menu diatas pilih diagram

Dari menu diatas pilih diagram arus data mana yang akan menjadi Induk. Pada pembahasan kali ini Induknya adalah Diagram arus data Sistem Informasi Laboratorium. Lalu OK.

MODUL VII STUDI KASUS (II)

6.3. Perancangan Model

Setelah diagram arus data (DFD) dibuat maka dapat kita buat

perancangan modelnya.

Sistem I f i Pendaftara Penjadwala Kegiatan Penilaian P k ik Pendaftara Pendaftara Pendaftara Pengelompok
Sistem
I
f
i
Pendaftara
Penjadwala
Kegiatan
Penilaian
P
k ik
Pendaftara
Pendaftara
Pendaftara
Pengelompok
n
n Assisten
n
Mata
an Hari

Sistem Model

6.4. Perancangan input / output sistem

6.4.1. Input Pendaftaran Mahasiswa

DATA MAHASISWA

NIM

Nama

Alamat

NIM

: xxxxxxxx

xxxxx

xxxxxx

xxxxx

Nama

: xxxxxxxx

xxxxx

xxxxxx

xxxxx

Alamat

: xxxxxxxx

xxxxx

xxxxxx

xxxxx

 

Awal

Kebawah

Keatas satu

Akhir

Tambah

Hapus

Keluar

Record

satu record

Record

Record

Data

Data

6.4.2.

Input Pendaftaran Assisten

 

DATA ASSISTEN

 
 

Kode

Nama

 

Alamat

Kode

: xxxxxxxx

xxxxx

xxxxxx

 

xxxxx

Nama

: xxxxxxxx

xxxxx

xxxxxx

xxxxx

Alamat

: xxxxxxxx

xxxxx

xxxxxx

xxxxx

 

Awal

Kebawah

Keatas satu

Akhir

Tambah

 

Hapus

Keluar

Record

satu record

Record

 

Record

Data

Data

6.4.3.

Input Pendaftaran Mata Praktikum

 
 

MATA PRAKTIKUM

 
 

KODE

Nama

 

KODE

: xxxxxxxx

 

xxxxx

x

Nama

: xxxxxxxx

xxxxx

x

 

xxxxx

x

Awal

Kebawah

Keatas satu

Akhir

Tambah

 

Hapus

Keluar

Record

satu record

Record

 

Record

Data

Data

6.4.4.

Input Pengelompokan Hari

PENGELOMPOKAN HARI

Kelompok

Hari

Jam

Kelompok

: xxxxxxxx

xxxxx

xxxxxx

xxxxx

Hari

: xxxxxxxx

xxxxx

xxxxxx

xxxxx

Jam

: xxxxxxxx

xxxxx

xxxxxx

xxxxx

 

Awal

Kebawah

Keatas satu

Akhir

Tambah

Hapus

Keluar

Record

satu record

Record

Record

Data

Data

6.4.5. Input Jadwal

JADWAL

Kelompok

NIM

 

Kode Ass

Kode Prak

 

Kelompok

: xxxxxxxx

xxxxx

xxxxx

 

xxxxxx

xxxxxx

NIM

: xxxxxxxx

xxxxx

xxxxx

xxxxxx

xxxxxx

: xxxxxxxx Kode Praktikum : xxxxxxxx

Kode Assisten

xxxxx

xxxxx

xxxxxx

xxxxxx

Awal

Kebawah

 

Keatas satu

Akhir

Tambah

Hapus

Keluar

 

Record

satu record

 

Record

Record

Data

Data

6.4.6. Input Nilai

NILAI

Kelompok

NIM

 

Kode Ass

Kode Prak

Nilai

Kelompok

: xxxxxxxx

xxxxx

xxxxx

 

xxxxxx

xxxxxx

x

NIM

: xxxxxxxx

xxxxx

xxxxx

xxxxxx

xxxxxx

x

Kode Assisten

: xxxxxxxx

xxxxx

xxxxx

xxxxxx

xxxxxx

x

Kode Praktikum : xxxxxxxx

 

Nilai

: x

Awal

Kebawah

 

Keatas satu

Akhir

Tambah

Hapus

Keluar

 

Record

satu record

 

Record

Record

Data

Data

6.4.7.

Output Nilai

 

DAFTAR NILAI PRAKTIKUM

 

No.

Kelompok

NIM

Nama

Nilai

99

xxxxx

xxxxx

xxxxxxxx

x

6.4.8.

Output Daftar Mahasiswa

 
 

DAFTAR MAHASISWA

 

No.

NIM

Nama

Alamat

99

xxxxx

xxxxx

xxxxxxxx

6.4.9.

Output Daftar Assisten

 
 

DAFTAR ASSISTEN

 

No.

Kode

Nama

Alamat

99

xxxxx

xxxxx

xxxxxxxx

6.4.10.

Output Daftar Mata Praktikum

DAFTAR MATA PRAKTIKUM

No.

Kode Prak

Nama Prak

99

xxxxx

xxxxxxxxxx

6.4.11.

Output Daftar Surat Puas

 

SURAT KETERANGAN

Nama

: xxxxxxx

NIM

: xxxxxxx

Praktikum

: xxxxxxx

Nilai

: x

Tanggal : dd mm yyyy

Mengetahui,

Kajur

Ke ala Lab

6.4.12. Output Daftar Absensi

 

DAFTAR MATA PRAKTIKUM

 

Praktikum

: xxxxx : dd mm yyyy : 99

Kelompok : xxxx

Tanggal

Jam

: hh:nn

Jumlah Prakt.

 

No.

Kode Prak

Nama Prak

99

xxxxx

xxxxxxxxxx

Assisten jaga praktikum :

 

xxxxxx

 

xxxxxx

6.5. Perancangan basis data Yang perlu diperhatikan dalam perencanaan basis data adalah menunjukkan entitas dan relasinya berdasarkan proses yang diinginkan, yang disebut perancangan model konseptual. Perancangan model konseptual yang dimaksud yaitu teknik normalisasi yang mempunyai definisi proses pengelompokan data elemen menjadi tabel – tabel yang menunjukkan entitas dan relasinya.

6.5.1. Tabel Mahasiswa / File Mahasiswa Tabel untuk menyimpan data – data Mahasiswa

No

Nama field

Tipe

Lebar

1

NIM

Text

12

2

Nama Mahasiswa

Text

50

3

Alamat Mahasiswa

Text

50

6.5.2. Tabel Assisten / File Assisten Tabel untuk menyimpan data – data Assisten

No

Nama field

Tipe

Lebar

 

1 Kode Assisten

Text

12

 

2 Nama Assisten

Text

50

 

3 Alamat Assisten

Text

50

6.5.3. Tabel Mata Praktikum / File Mata Praktikum Tabel untuk menyimpan data – data Mata Praktikum

 

No

Nama field

Tipe

Lebar

1

Kode Praktikum

Text

12

2

Nama Praktikum

Text

50

6.5.4. Tabel Jadwal / File Jadwal Tabel untuk menyimpan data – data Jadwal

 
 

No

Nama field

Tipe

Lebar

 

1 NIM

Text

12

 

2 Kode Assisten

Text

12

 

3 Kode Praktikum

Text

12

 

4 Kelompok

Text

12

6.5.5.

Tabel Kelompok / File Kelompok Tabel untuk menyimpan data – data Kelompok

 

No

Nama field

Tipe

Lebar

 

1 Kelompok

Text

12

 

2 Hari

Text

12

 

3 Jam

Number

Integer

6.5.6.

Tabel Nilai / File Nilai Tabel untuk menyimpan data – data Nilai

 

No

Nama field

Tipe

Lebar

 

1 Kelompok

Text

12

 

2 NIM

Text

12

 

3 Kode Assisten

Text

12

 

4 Kode Praktikum

Text

12

 

5 Nilai

Text

1

6.6. Relasi Basis data / Relationship

12   4 Kode Praktikum Text 12   5 Nilai Text 1 6.6. Relasi Basis data

MODUL VIII TUGAS

Buatlah sebuah Perancangan Sistem informasi suatu instansi. Lengkap mulai dari Diagram alir data (dengan menggunakan software EASYCASE), desain sistem, perancangan input / output , sampai dengan perancangan basis datanya. Contoh dapat dilihat pada Studi Kasus BAB V.