Anda di halaman 1dari 58

PENGANTAR

Kurikulum berbasis kompetensi di Fakultas Kedokteran UI (Kurfak 2005) telah


memasuki tahun keenam pelaksanaannya, dan seiring dengan itu modul
Penginderaan yang berlangsung selama 6 minggu di semester VI (tahun ke-3) akan
dilaksanakan untuk yang ke-6 kalinya. Modul ini disusun dengan memperhatikan
berbagai pencapaian dan kendala di masa lalu. Pada penyelenggaraan modul kali ini
mahasiswa akan dibantu untuk membangun konsep berpikir untuk setiap pemicu agar
dapat menetapkan kebutuhan belajarnya. Untuk ini staf pengajar dilengkapi dengan
panduan
yang berisi kerangka konsep yang dibuat berdasarkan sasaran
pembelajaran.
Modul ini berlangsung setelah peserta didik mengenal banyak pengetahuan dasar
kedokteran (biomedik) dan ilmu klinik di antaranya yang menyangkut bidang saraf.
Melalui masalah yang diberikan dalam modul ini mahasiswa diharapkan dapat
menggali lebih lanjut pengetahuan dasar kedokteran yang mungkin di modul
sebelumnya belum dikaji mendalam, seperti misalnya farmakologi obat yang bekerja
melalui sistem saraf, atau mikrobiologi yang menyangkut infeksi di THT atau mata.
Dengan demikian diharapkan terbangun pengetahuan yang padu mengenai sistem
indera sehingga peserta didik kelak dapat menyelesaikan masalah klinik sampai ke
tahap tata laksananya.
Buku modul penginderaan ini memuat tujuan modul, sasaran pembelajaran, lingkup
bahasan, topik dan materi kuliah hingga cara evaluasi. Dengan demikian diharapkan
buku ini dapat membantu mahasiwa mempelajari sistem penginderaan secara
terpadu.
Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan
buku ini, khususnya kepada tim inti Modul Penginderaan. Semoga buku ini bermanfaat
bagi kita semua.
Februari 2013
Tim Pengelola
Modul Penginderaan TA 2011/2012

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

PENDAHULUAN
Metode pembelajaran berdasarkan masalah (problem-based learning) merupakan
pendekatan pembelajaran yang dipandang lebih efektif dan efisien. Metode ini
mengutamakan pembelajaran aktif (student-centered) dengan mengintegrasikan
seluruh bidang ilmu kedokteran secara horizontal maupun vertikal. Dengan demikian
seluruh pembelajaran merupakan rangkaian pembelajaran yang komprehensif dari
tingkat praklinik hingga ke tingkat klinik.
Modul Penginderaan adalah modul ke-17 dalam Kurfak 2005. Modul ini
diselenggarakan selama 6 minggu dengan beban 5 SKS pada semester VI, yaitu di
bagian atas spiral pendidikan tahap praklinik. Itu berarti pada modul ini harus
dicapai kemampuan yang lebih tinggi yaitu analisis dan sintesis, dan kemampuan
memadukan (integrate) berbagai pengetahuan sebelumnya dengan pengetahuan
baru yang diperoleh dalam modul ini. Melalui langkah pemecahan masalah secara
sistematis mahasiswa menggali ilmu berupa berbagai aspek fisiologis maupun
patologis dari sistem indera. Kemudian, melalui data klinik dan data penunjang
diagnostik lain, yang diberikan sebagai data sekunder, mahasiswa dilatih untuk
mengembangkan pola nalar (reasoning) dalam menegakkan diagnosis dan menyusun
rencana tata laksana pasien sampai ke tingkat terapi obat maupun non-obat.
Kemampuan bernalar dalam menghadapi masalah klinis ini sangat penting bagi
peserta didik. Dipadu dengan pengetahuan dan keterampilan yang akan dipelajarinya
dalam modul Kedokteran Komunitas, kemampuan bernalar ini menjadi bekal dalam
menunaikan tugasnya sebagai dokter keluarga. Bahkan, kemampuan bernalar ini
merupakan bekal dasar dalam pendidikannya kelak menjadi dokter spesialis/dokter
spesialis konsultan di kemudian hari. Dengan kata lain dalam modul ini mahasiswa
juga berlatih untuk menyelesaikan masalah klinis melalui data sekunder. Kemampuan
belajar dari masalah dan menyelesaikan masalah secara kompresensif ini yang harus
diperlihatkan dalam kegiatan pleno. Oleh karena itu, fasilitator dituntut untuk
menjamin bahwa langkah PBL dilaksanakan tuntas dan dengan arah yang
benar.
Tubuh kita berinteraksi dengan lingkungan melalui berbagai organ penginderaan.
Sistem penginderaan terdiri atas berbagai organ/struktur yang meliputi komponen
reseptor, saraf sensorik, dan pusat sensorik di dalam otak atau medula spinalis.
Sistem ini berinteraksi dengan berbagai sistem lain seperti sistem saraf,
muskuloskeletal, pencernaan, dan pernapasan. Struktur makroskopik dan mikroskopik
organ penginderaan mencerminkan fungsi organ tersebut. Berbagai impuls dari luar
diterima oleh reseptor penginderaan dan diteruskan ke pusatnya masing-masing
sehingga kita menyadarinya. Jadi, berbagai organ penginderaan bertindak ibarat
pintu gerbang tubuh terhadap pengaruh lingkungan dan memungkinkan kita
menerima berbagai stimulus baik yang diperlukan maupun yang merugikan. Dengan
demikian jelas bahwa dalam modul ini mahasiswa harus mengambil kembali
catatan lamanya tentang semua yang telah dipelajari sebelumnya dalam modul lain
khususnya Neuroscience dan Syaraf-jiwa.
Dalam berinteraksi dengan orang lain atau lingkungan luar, berbagai faktor baik faktor
fisik, kimia, maupun biologik dapat menimbulkan jejas pada organ penginderaan
sehingga fungsinya terganggu, dan ini dapat menurunkan kemampuan kita sebagai
individu untuk berinteraksi dengan lingkungan. Sebagian jejas ini dapat pulih, tetapi
sebagian lagi tidak. Akibatnya dapat timbul manifestasi klinik berupa gejala dan tanda
penyakit atau gangguan penginderaan. Pemahaman yang menyeluruh tentang organ
penginderaan akan memberikan dasar pemikiran bagi pendekatan klinik dalam
penanganan gangguan atau penyakit pada sistem penginderaan.
Tujuan Modul

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Tujuan Pendidikan Dokter FKUI ialah mendidik mahasiswa melalui serangkaian


pengalaman belajar untuk menyelesaikan suatu kurikulum pendidikan. Lulusan
diharapkan mempunyai pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku
profesional sebagai seorang dokter yang mampu memberikan pelayanan kesehatan
strata pertama dengan menerapkan prinsip kedokteran keluarga dalam sistem
pelayanan kesehatan nasional dan global. Dokter lulusan FKUI mempunyai tanggung
jawab berlandaskan etika, moral, dan profesionalisme dengan menguasai 7
kompetensi dalam Kurikulum Nasional dan 3 kompetensi pendukung derajat 1 dalam
kekhususan FKUI sehingga dapat tampil dengan ciri dokter bintang 5 menurut WHO
yang menerapkan 5 level of prevention dalam prakteknya. Tujuh dan 3 kompetensi
yang dimaksud adalah sebagai berikut.
1. Komunikasi efektif
2. Keterampilan Klinis Dasar
3. Ilmu Dasar dalam Praktek Kedokteran
4. Pengelolaan masalah kedokteran dan kesehatan
5. Teknologi Informasi
6. Mawas diri dan belajar sepanjang hayat
7. Etika, Moral dan profesionalisme dalam praktek
8. Riset
9. Pengelolaan Kegawat-daruratan Kedokteran dan Kesehatan
10. Manajemen pelayanan kesehatan
Khusus dalam Modul Penginderaan, sebagai calon dokter praktek yang memberikan
pelayanan kesehatan primer dengan prinsip kedokteran keluarga, maka mahasiswa
perlu dibekali dengan:
1. Pengetahuan dasar sistem penginderaan
2. Keterampilan dasar dalam deteksi dini kelainan/penyakit sistem penginderaan
3. Pengetahuan dan keterampilan dasar untuk menjalankan upaya promotif,
preventif, kuratif, dan rehabilitatif kelainan/penyakit sistem penginderaan.
Pembelajaran dan pengajaran modul ini dilaksanakan pada tahap II di semester VI
selama 6 minggu.
Tujuan Umum :
Pada akhir pembelajaran modul ini mahasiswa diharapkan:
1. Mempunyai kompetensi komunikasi efektif, belajar mandiri, memanfaatkan
teknologi informasi untuk menunjang pembelajaran
2. Menguasai ilmu dasar dan ilmu klinik dasar di bidang penginderaan dan
menerapkannya dalam pengelolaan masalah klinis dan kegawatdaruratan
sistem penginderaan, serta menjalankan upaya promotif, preventif, dan
rehabilitatif kelainan/penyakit sistem penginderaan.
3. Mampu melakukan riset serta mengembangkan etika, moral, dan
profesionalisme dalam kaitannya dengan masalah sistem penginderaan.
Tujuan khusus :
Setelah menyelesaikan modul sistem penginderaan mahasiswa diharapkan:
1. Mampu menganalisis data sekunder pasien dengan mengintegrasikan ilmu
biomedik dan ilmu klinik dasar.
2. Mampu memilih berbagai prosedur klinik, laboratorium, dan penunjang
diagnostik lain, serta menafsirkan hasilnya.
3. Mampu menegakkan diagnosis dari data sekunder dan menyusun rencana tata
laksana masalah sistem penginderaan yang meliputi tata laksana medik dan
bedah
4. Mampu melakukan tindak pencegahan dan tindak lanjut dalam tata laksana
masalah penginderaan dengan mempertimbangkan keterbatasan ilmu dalam
diagnosis maupun tata laksananya
5. Mampu mencari, mengumpulkan, menyusun, dan menafsirkan informasi
menyangkut masalah penginderaan dari berbagai sumber dengan

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

6.

7.

memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu


penegakan diagnosis, pemberian terapi serta tindak pencegahan dan promosi
kesehatan.
Mampu mengenali isu dan dilema etik serta masalah medikolegal dalam
situasi klinik yang berkaitan dengan masalah penginderaan dan mengetahui
saat dan cara yang tepat untuk mendapatkan bantuan pakar atau sumber lain
dalam menyelesaikan pilihan etik dan medikolegal tersebut.
Peka terhadap tata nilai pasien dan mampu memadukan pertimbangan moral
dan pengetahuan/keterampilan klinik dalam memutuskan masalah etik yang
terkait dengan kelainan/penyakit sistem penginderaan.

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

KARAKTERISTIK MAHASISWA

Prasyarat
Mahasiswa yang mengikuti modul Penginderaan adalah mereka yang telah
menyelesaikan pendidikan dokter tahap I, sehingga telah mencapai berbagai
keterampilan dasar yang dilatihkan dalam modul Pendidikan Dasar Perguruan Tinggi
(PDPT) dan modul EBP3KH. Selain itu, mahasiswa hendaknya telah menguasai
pengetahuan medik dasar menyangkut sistem saraf yang dilatihkan dalam modul
Neuroscience dan modul Saraf dan Jiwa. Dengan demikian mahasiswa seyogianya
telah memiliki keterampilan belajar sepanjang hayat, di samping keterampilan generik
dan sikap peduli terhadap lingkungan/masyarakat.

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

SASARAN PEMBELAJARAN

Sasaran pembelajaran terminal


Setelah menyelesaikan modul ini, bila dihadapkan pada data sekunder menyangkut
masalah klinik, laboratorik, dan epidemiologik kelainan/penyakit pada alat indera,
mahasiswa mampu menafsirkan data tersebut dan menerapkan langkah pemecahan
masalah yang baku terhadap masalah/penyakit pada alat indera, termasuk masalah
etimedikolegal, dengan menggunakan teknologi kedokteran dan teknologi informasi
yang sesuai. Dengan demikian mahasiswa mampu menyusun rencana tata laksana
masalah klinik, termasuk tindak pencegahan dan rujukan.
Sasaran Pembelajaran Penunjang :
Setelah menyelesaikan modu ini, bila dihadapkan pada masalah pada alat
indra
1. Mahasiswa diharapkan mampu:
a. menjelaskan perkembangan embriologi organ penginderaan
b. menjelaskan struktur makroskopik dan mikroskopik sistem penginderaan
c. menjelaskan fisiologi organ indera dan interaksi dengan sistem organ lain
d. menjelaskan prinsip fisika yang mendasari fisiologi organ indera
e. menjelaskan prinsip biokimia dalam transmisi impuls saraf pada sistem
indera.
2. Bila diberi data sekunder tentang kelainan pada sistem penginderaan, mahasiswa
mampu:
a. merumuskan masalah yang dihadapi oleh pasien
b. menjelaskan patogenesis dan penyebab penyakit pada organ terkait
c. menjelaskan patofisiologi kelainan yang ditimbulkannya
d. memerikan (describe) histopatologi kelainan tersebut
e. menjelaskan dampak psikologis dan sosial dari kelainan tersebut
3. Bila diberi kasus dengan kelainan/penyakit pada alat indera, mahasiswa mampu:
a. menetapkan masalah medis dan kegawatdaruratannya
b. menetapkan pemeriksaan penunjang yang tepat untuk menegakkan
diagnosis
c. menafsirkan hasil pemeriksaan penunjang
d. menetapkan diagnosis dan diagnosis banding berdasarkan gejala dan
tanda dan menjelaskan mekanisme yang mendasari timbulnya gejala dan
tanda tersebut
e. menetapkan prognosis dan menjelaskan dasarnya
f. menyusun rencana tata laksana penyakit secara komprehensif, sampai ke
tingkat rehabilitasinya dengan memperhatikan aspek medikolegalnya.
4. Bila diberi data masalah kelainan penginderaan di komunitas, mahasiswa mampu:
a. menentukan besarnya masalah tersebut secara nasional
b. menjelaskan faktor penyebab/risiko terjadinya masalah tersebut
c. menyusun rencana penanggulangan masalah tersebut dengan
menerapkan pencegahan primer dan sekunder
d. Menjelaskan tata laksana masalah gangguan penglihatan dan
pendengaran sebagai masalah nasional terutama katarak dan infeksi
telinga tengah.

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

LINGKUP BAHASAN

Lingkup
Bahasan
Proses
penginderaa
n normal

Pokok Bahasan
1.

2.

II

Infeksi

1.

Anatomi dan histologi organ


indera

Aspek fisiologi organ indera.

Mata

Subpokok bahasan
1.1.

Anatomi dan histologi mata dan


organ adneksa mata;
telinga luar, tengah, dan dalam;
serta organ vestibuler.

1.2.

Lokasi dan struktur organ penghidu,


dan organ pengecap.

2.1.

Penglihatan

2.2.

Pendengaran

2.3.

Keseimbangan

2.4.

Penghiduan

2.5

Pengecapan

1.1.

Etiologi: bakteri, virus, parasit (Loaloa, Onchocerca volvulus, Toxocara,


Gnathostoma spirigerum); protozoa
(Toxoplasma gondii, Acanthamoeba);
Athropoda penyebab infeksi pada
mata (Demodex folliculorum, Hylesia
sp)
Imunopatologi

1.2.

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Isi Ajaran (content)


Struktur makroskopik dan
mikroskopik mata dan
adneksanya;
telinga luar, tengah dan dalam;
serta organ vestibuler.
Topografi organ penghidu dan
pengecap serta struktur
histologiknya.
Mekanisme pembiasan
cahaya,visus dan
refraksi,transmisi impuls cahaya,
penglihatan warna.
Mekanisme konduksi mekanik
bunyi;
proses transduksi energi
mekanik menjadi energi listrik;
transmisi impuls ke pusat
pendengaran; sensasi
pendengaran.
Mekanisme pengaturan
keseimbangan, koordinasi
dengan organ lain yang berperan
dalam keseimbangan.
Mekanisme reseptor olfaktorik,
sensasi penghiduan.
Mekanisme reseptor kecap,
sensasi pengecapan.
Epidemiologi; daur hidup
penyebab; patogenesis; gejala
klinis.

Respons imun; inflamasi.

Lingkup
Bahasan

Pokok Bahasan

2.

III.

Gangguan
penglihatan

1.

Telinga (luar, tengah, dalam)

Gangguan refraksi

Subpokok bahasan
1.3.

Perubahan struktur

1.4.

Patogenesis & patofisiologi

1.5.

Pemeriksaan penunjang

1.6.

Tata laksana

1.7.

Kesehatan masyarakat

2.1.

Etiologi

2.2.

Patogenesis

2.3.

Patofisiologi

2.4.

Perubahan struktur

2.5.

Diagnosis

2.6.

Tata laksana

2.7.

Kesehatan masyarakat

1.1.

Etiologi

1.2.

Underlying factors

1.3.

Patogenesis

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Isi Ajaran (content)


Perubahan makroskopik dan
mikroskopik pada organ/sistem
terkait.
Perubahan parameter
laboratorium klinik berdasarkan
patogenesis & patofisiologi
Dasar diagnostik.
Bahan pemeriksaan.
Pemeriksaan radiologik.
Pemeriksaan lain/khusus.
Obat (antimikroba, antiparasit,
antijamur, simtomatik) dan Nonobat.
Epidemiologi dan the 5 level of
prevention
Bakteri; virus; jamur
OMSK tipe jinak.
OMSK tipe bahaya.
Gangguan pendengaran dan
keseimbangan pada OMSK.
Perubahan makroskopik dan
mikroskopik telinga dan jaringan
sekitarnya.
Pemeriksaan penunjang:
laboratorik & radiologik.
Obat dan non-obat.
Epidemiologi dan 5 level of
prevention
Faktor genetik dan faktor
lingkungan
Visual hygiene.
Nutrisi.
Perkembangan dan gangguan
perkembangan sistem
penglihatan.

Lingkup
Bahasan

IV

Pokok Bahasan

Penyakit
Dege
nera
tif

1.

2.

Neoplasma

1.
2.

VI

Penyakit Lain
1.

Subpokok bahasan

Isi Ajaran (content)

1.4.

Patofisiologi

Pembiasan cahaya .

1.5.

Diagnosis

1.6.

Tata laksana

1.7.

Kesehatan Masyarakat

1.1.

Katarak

1.2.

Degenerasi makula

1.3.

Retinopati

1.4.

Kesehatan masyarakat
(katarak)

1.5.

Rehabilitasi

Gejala dan tanda (anamnesis


dan pemeriksaan jasmani).
Pemeriksaan refraksi.
Koreksi optik.
Koreksi non-optik.
Epidemiologi dan the 5 level of
prevention
Pengertian; patogenesis;
klasifikasi; tindak diagnostik; ata
laksana
Pengertian; underlying factors;
gambaran klinis; diagnosis;
tatacara rujukan
Pengertian; underlying factors;
gambaran klinis; diagnosis; tata
cara rujukan
Morbiditas; case finding;
program nasional/WHO untuk
penanggulangan katarak
Rehabilitasi penglihatan pasca
tindakan bedah katarak

2.1.

Presbiakusis

2.2.

Presbiastasis

Mata

1.1.

Retinoblastoma

THT

2.1.

Karsinoma nasofaring

2.2.

Neuroma akustik

1.1.

Glaukoma

Penyakit
degeneratif mata

Penyakit degeneratif telinga

Gangguan sirkulasi cairan


mata

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Pengertian; klasifikasi;
patogenesis; pemeriksaan; tata
laksana
Pengertian; klasifikasi;
patogenesis; pemeriksaan; tata
laksana
Faktor risiko & etiopatogenesis;
diagnosis; tata laksana
Faktor risiko & etiopatogenesis;
skrining; diagnosis; tata laksana
Faktor risiko & etiopatogenesis;
diagnosis; tata laksana
Dinamika cairan bola mata &
pemeriksaan tonometri

Lingkup
Bahasan

Pokok Bahasan

2.

VII

Kegawatdaruratan

1.

2.

Subpokok bahasan

Gangguan vestibuler

Mata

Telinga

10 Penyakit terbanyak THT


1. Otitis media supuratif kronik
2. Otitis media efusi
3. Otitis media akut
4. Tuli konduktif
5. Gangguan keseimbanagn
10 Penyakit terbanyak Oftalmologi
1. Katarak
2. Glaukoma
3. Gangguan refraksi
4. Retinopati diabetik

Isi Ajaran (content)

1.2

Neuritis optik

2.1.

Kelainan degeneratif

2.2.

Gangguan vaskuler

2.3.

Infeksi

1.1.

Trauma tajam mata

Etiologi;
patogenesis/patofisilologi;diagno
sis; tata laksana obat dan nonobat
Patogenesis/patofisilologi; faktor
risiko; diagnosis; tata laksana
Patogenesis; diagnosis; tata
laksana obat dan non-obat.
Etiologi; diagnosis; tata laksana
obat dan non-obat
Gejala dan tanda; tata laksana

1.2.

Trauma tumpul mata

Gejala dan tanda; tata laksana

1.3.

Trauma kimia mata

1.4.
1.5.
2.1.

Central retinal artery occlusion


Glaukoma akut
Trauma tumpul telinga

2.2.

Benda asing

2.3

Sudden deafness

Etiologi; gejala dan tanda; tata


laksana
Gejala dan tanda; tata laksana
Gejala dan tanda; tata laksana
Etiologi; gejala dan tanda; tata
laksana
Etiologi; gejala dan tanda; tata
laksana
Etiologi; gejala dan tanda; tata
laksana

6. Rinitis kronis
7. Sinusitis
8. Tonsilofaringitis
9. Kanker nasofaring
10. Disfagia
6.
7.
8.
9.

Konjungtivitis
Keratitis/ulkus kornea
Pterigium
Peradangan intraokular (uveitis/endoftalmitis)

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

10

5. Ablasio retina

10. Lekokoria (pada anak)

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

11

RUJUKAN
Anatomi
1. Agur, A.M.R. & A.F. Dalley. Grants Atlas of Anatomy. 11th ed. Lippincott Williams
and Wilkins, Baltimore. 2005.
2. Drake, R.L., W. Vogl & A.W.M. Mitchell. Grays Anatomy for Students. Elsevier
Churchill Livingstone, Philadelphia. 2005.
3. Marieb, EN & J. Mallat. Human Anatomy. 3rd ed. Benjamin Cummings, San
Fransisco. 2001
4. Snell, R.S. Clinical neuroanatomy for medical students. 5th ed. Lippincott
Williams and Wilkins, Baltimore. 2001.
Histologi
1. Gartner, LP and Hiatt, J.L. (2001). Special Sense in: Color Textbook of
Histology,
W.B. Saunders Company, USA, pp.509-534
2. Fawcett, D.W. (1994). The eye in: A Textbook of Histology (Bloom and Fawcett),
12th Ed, Chapman and Hall, New York, USA, pp 872-916; The ear: pp. 919-941
3. Wonodirekso S (2003), Praktikum Bola Mata dalam Penuntun Praktikum
Histologi, Edisi Pertama, Dian Rakyat, Jakarta, Indonesia, Hal 161-166;
Praktikum Telinga Hal 167-172
Fisiologi
1. Ganong WF. Review of Medical Physiology. Lange Medical publication, CA 22 th
ed, 2005
2. Guyton AC, Hall E. Text book of Physiology, WB Saunders Co 9th ed
3. Rhoades R, Pfanzers R. Human Physiology. Saunders College Publishing,
Fortworth 3rd ed.
4. Human Physiology from cells to system, Sherwood l West Publishing Co St Paul
4th ed.
5. Silverthorn DU. Human physiology: an integrated approach. 3rd ed. San
Francisco. Pearson Education, Inc. 2004.
6. Kandel, ER et al, Principles of Neural Science. 4th ed. New York. McGraw Hill,
2000.
Biokimia
1. Devlin TM. Textbook of Biochemistry with Clinical Correlations. Wiley-Liss.New
York. 2002: 1002-16
2. Halliwell B, Gutteridge JMC. Free Radicals in Biology & Medicine. 3 rd ed. Oxford
University Press. 1999: 516-24
3. Voet D & Voet JG. Biochemistry. John Willey & Sons Inc. 2004: 620-1
4. Murray R, Granner DK, Mayes PA, Rodwell VW. Harpers Illustrated
Biochemistry. 26th ed. McGraw Hill Education (Asia). 2003; 17
Mikrobiologi
1. Brooks G.F., Butel J.S., and Morse S.A. (eds)., Jawetz, Melnick, and Adelbergs :
Medical Microbiology, 24th ed, international edition. Appleton and Lange,
California, 2007
2. Tortora GJ., Funke BR., and Case CL: Microbiology an Introduction. 9 th ed.
Pearson. Benjamin Cummings. San Francisco., 2007
3. Chin, RL (edited): Diamond MS., Teri, A. R. Emergency Management of
Infectious Diseases. Cambridge UP. New York. 2008. p: 33 51
Farmakologi
1. Dukes, MNG. Meylers side effects of drugs. Amsterdam-Oxford. Excerpta
Medica, 1975
Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB
Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

12

2. Katzung BG. Basic & Clinical Pharmacology, 11th ed. Mc-Graw-Hill Lange.
3.

Boston, 2009: pp. 95-126


Henderer JD and Rapuano CJ. Ocular pharmacology. In: Brunton LL, Lazo JS,
Parker KL, eds. The Pharmalogical basis of therapeutics, 11th ed, NY, McGrawHill, 2006; 1707-1737

Patologi Anatomi
1. Underwood JCE (editor). General and Systematic Pathology. 3rd ed.
Edinburgh. Churchill- Livingstone; 2000: 325-60
2. Kumar V, Cotran RS, Robbins SL. Robbins Basic Pathology. 7th ed.
International edition. Saunders; 2003: 453-508
3. Kumar V, Abbas AK, Fausto N. Robbins and Cotran Pathologic Basic of
Disease, 7th ed, Elsevier Saunders, Philadelphia. 2005. pp: 787-788 & 14211447.
Patologi Klinik
1. Sacher RA, Mc Pherson RA. Wildmans Clinical Interpretation of Laboratory
Tests. 10th ed. Singapore : PG Publishing, 1991 : 322-7
2. Wirawan R, Silman E. Pemeriksaan Laboratorium Hematologi Sederhana. Ed 3.
Jakarta : Balai Penerbit FKUI, 1992
Ilmu Penyakit Mata
1. Berson, F.G. Basic Ophtalmology for medical students and primary care
residents. 1993
2. Vaughan DG, General Ophthalmology, 15th ed. Appleton & Lange. Connecticut,
1999.
3. Binkesmas DepKes., Pedoman Usaha Kesehatan Masyarakat- Penanggulangan
Kebutaan (UKM-PK)
Ilmu Penyakit Telinga Hidung Tenggorok
1. Soepardi EA, Iskandar N (ed). Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung
Tenggorok-Kepala Leher; edisi 6; thn 2007
2. WHO. Chronic suppurative otitis media burden of illness and management
options. Child and Adolescent Health and Development Prevention of Blindness
and Deafness. WHO Geneva, Switzerland 2004
3. Adams, G.L., L.R.Boies & P.H. Higler. Boies Fundamentals Of Otolaryngology.
1989. W.B. Saunders Company, Philadelphia
Radiologi
1. Som PM, Curtain HD. Head and Neck Imaging, Philadelphia, Mosby. 2004.
2. Departemen Radiologi FKUI/RSCM. Buku Ajar Radiologi. 2006
Neurologi
1. J. Misbach, F. Sitorus. Dewati. Neuro-oftalmologi. Pemeriksaan Klinis dan
Interpretasi. Balai Penerbit FKUI, 1999
2. Dejong. The Neurologic Examination. 6th ed. Lippinccott William Wilkins, 2005
3. A Victors Principles of Neurology, 8th ed. McGraw Hill, 2004
4. Lindsay. Neurology and Neurosurgical Illustrated. Churchil Livingstone, 2007
Ilmu Rehabilitasi Medik
1. Schein JD, Miller MH. Diagnosis and Rehabilitation of Auditory Disorders. In:
Kottke, Lehmann. Krusenss Handbook of Physical Medicine and
Rehabilitation. 4th ed. Philadelphia, WB Saunders; 1990. p 935-66
2. Owens RE. Metz DE, Haan A. Comunication disorders A Life Span Perspective.
Boston: Allyn and Bacon; 200 p 455-97
Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB
Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

13

3. Allinders JEJ. Sensory Loss: Deafness and Blindness. In: Hopkins HL, Smith HD.
Williard and Spackmans Occupational Therapy. Philadelphia: JB Lippincott
Company; 1993. p. 706-15
Kedokteran Komunitas
1.
Colenbrander A. Visual impairment. In: Demeter SL, and
Anderson GBJ Editors. Disability Evaluation. Chicago: Mosby; 2003. P. 495-511
2.
Jeyaratnam J, Koh D. Text Book of Occupational Medicine
Practice. 2nd Ed, Singapore, World Scientific; 2003.
3.
Palmer KT, Cox RAF, Brown I. Fitness for Work, The Medical
Aspects. 4th Ed. Faculty of Occupational Medicine of the Royal College of
Physicians, Oxford, Oxford University Press. 2007.
4.
Sataloff RT. Otolaryngolgical impairment. In: Demeter SL, and
Anderson GBJ Editors. Disability Evaluation. Chicago: Mosby; 2003. P. 512-530
5.
PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Persero). Kumpulan Peraturan
Perundangan Program Jamsostek. Jakarta, 2007
Kedokteran Forensik dan Medikolegal
1. Ilmu Kedokteran Forensik. Bagian Kedokteran Forensik FKUI. 1997.
2. Peraturan perundang-undangan bidang kedokteran. Cetakan kedua. Bagian
Kedokteran Forensik FKUI. 1994

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

14

METODE PENGAJARAN

A. METODE PENGAJARAN
Metode pengajaran yang digunakan pada Modul Penginderaan ialah Pengajaran aktif
(student-centered), menggunakan pendekatan metoda Pembelajaran Berdasarkan
Masalah. Dalam metoda ini mahasiswa dibagi dalam kelompok kecil dengan jumlah
anggota kelompok maksimal 10-11 orang.
Metoda pengajaran meliputi:
1. Orientasi
a. Kuliah
Kuliah materi Modul Penginderaan Kelas Reguler
Pengantar modul & masalah klinik
sistem indera
Anatomi penginderaan
Tinjauan histofisologi bola mata, alat
pendengaran dan keseimbangan
Fisiologi penginderaan 1
Fisiologi penginderaan 2
Aspek biokimia mata
Gangguan N. II dan keseimbangan
Masalah kesehatan mata I & II
Radiologi pencitraan mata dan telinga
Aspek patologi alat indera
Masalah kesehatan alat pendengaran
dan keseimbangan
Mikrobiologi penginderaan
Rehabilitasi penginderaan
Penginderaan dalam perspektif
Kedokteran Komunitas
Penginderaan
dan aspek medikolegalnya
Farmakologi yang berhubungan dengan
Alat indera

(K-01) 1 jam
(K-02) 2 jam
(K-03) 2 jam
(K-04)
(K-05)
(K-06) 2 jam
(K-07) 2 jam
(K-08)
(K-09)
(K-10) 2 jam

2 jam
2 jam

3 jam
2 jam

(K-11) 2 jam
(K-12) 2 jam
(K-13) 2 jam
(K-14) 2 jam
(K-15) 2 jam
(K-16) 2 jam

b. Pemicu PBL (Problem Based Learning)

- Pemicu 1

: Untuk menjaring ilmu dasar kedokteran dan ilmu


penunjang diagnostik Ilmu Penyakit Mata dan
melatihkan integrasi ilmu dasar kedokteran &
ilmu klinik
2 kali diskusi kelompok, selama 5 jam

- pemicu
2

: Untuk menjaring ilmu dasar kedokteran dan ilmu


penunjang diagnostik Ilmu Penyakit Mata dan
melatihkan integrasi ilmu dasar kedokteran &
ilmu klinik
3 kali diskusi kelompok, selama 7 jam

- pemicu
3

: Untuk menjaring ilmu dasar kedokteran dan ilmu


penunjang diagnostik Ilmu Penyakit THT dan
melatihkan integrasi ilmu dasar kedokteran &
15

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

ilmu klinik
3 kali diskusi kelompok, selama 7 jam
- pemicu
4

: Untuk menjaring ilmu dasar kedokteran dan ilmu


penunjang diagnostik Ilmu Penyakit THT dan
melatihkan integrasi ilmu dasar kedokteran &
ilmu klinik
2 kali diskusi kelompok, selama 5 jam

2. Latihan
a. Keterampilan klinik dasar penginderaan (dalam modul KKD)
b. Kerja laboratorium: akan dilakukan praktikum terpadu antara 9
departemen:
Histologi,
Faal,
Fisika,
Patologi
Anatomi.
Mikrobiologi, Parasitologi, Patologi Klinik, Farmasi, I.Peny. Mata,
dengan topik 1) penglihatan, 2) penghidu & pengecap, 3)
pendengaran
c. Diskusi topik khusus Faal: mendiskusikan dasar faal berbagai
mendiskusikan dasar faal berbagai pemeriksaan fungsi alat
indera untuk memahami intrepertasi hasil pemeriksaan fungsi
alat dan indera.
3. Umpan Balik
o Formatif, dilaksanakan 2 kali.
o Observasi: penilaian diri dan teman dalam diskusi kelompok,
dilakukan oleh mahasiswa dan fasilitator
o Laporan Kegiatan Laboratorium Terpadu
o Penilaian diskusi kelompok oleh fasilitator
4. Teleconference
(Menyesuaikan dengan FKUI)
B. SUMBER PEMBELAJARAN
Sumber pembelajaran berupa:
Buku Teks
Narasumber
Sumber lain seperti jurnal ilmiah, internet, dll.
Hand-outs
Pedoman diskusi khusus dan praktikum
C. MEDIA INSTRUKSIONAL
Media instruksional yang digunakan:
Tayangan slides

SCELE: frum diskusi

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

16

SUMBER DAYA
1.

MATRIKS KEGIATAN

Minggu I
Waktu

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

17 02-2014

18 02-2014

19 02-2014

20 02-2014

21 02-2014

07.00-08.00

Senam

08.00-09.00
K. Pengantar Modul

K. Anatomi

BM
K. Fisiologi 1

09.00-10.00

Pr. Fisiologi

K. Biokimia

10.00-11.00
BM

Pr . Anatomi

11.00-12.00
12.00-13.00

K. Fisiologi 2

BM

ISTIRAHAT

13.00-14.00
DK1P1

Pr. Anatomi

14.00-15.00
15.00-16.00

BM

BM

Departemen

UNIB

Anatomi FK UI

DK2P1

Fisiologi FK UI

K. Pengantar KKD

PLENO P1

Fisiologi FK UI

Biokimia FK UI

Minggu II
Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB
Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

17

Waktu
07.00-08.00
08.00-09.00
09.00-10.00
10.00-11.00
11.00-12.00
12.00-13.00
13.00-14.00
14.00-15.00
15.00-16.00
Departemen

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

24-02-2014

25-02-2014

26-02-2014

27-02-2014

28-02-2014
Senam

K . Histologi

K. Mikrobiologi

K. Patologi
Anatomi
Pr. Patologi

K. Parasit
K. Mata

Pr. Histologi

Pr. Mikrobiologi

DK1 P2

KKD

BM
Histologi FK UI

Mikrobiologi FK UI

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

03-03-2014

04-03-2014

05-03-2014

06-03-2014

07-03-2014

Anatomi
ISHOMA
DK2 P2
PA FK UI

Pr. Parasit

KKD

Pleno P2

Parasitologi FK UI

Mata FK UI

Minggu III

Waktu

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

18

07.00-08.00
08.00-09.00
09.00-10.00
10.00-11.00
11.00-12.00
12.00-13.00
13.00-14.00
14.00-15.00
15.00-16.00
Departemen

Senam
Formatif 1

K.Patologi Klinik

Sumatif 1

Penginderaan dalam
medikolegal

BM
K. Pencitraan

Pr. Patologi Klinik

BM

Penginderaan

K. THT

ISHOMA
DK1P3

KKD

DK2P3

KKD

Pleno P3

BM
Forensik Med FK UI

Patologi Klinik FK
UI

UNIB

Radiologi
FK UI

THT FK UI

Minggu IV

Waktu

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

10-03-2014

11-03-2014

12-03-2014

13-03-2014

14-03-2014

BM

Senam

07.00-08.00
08.00-09.00
09.00-10.00
10.00-11.00
11.00-12.00
12.00-13.00

Pr. Fisika 1
K.Syaraf
Pr. Fisika 2

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

K. Farmasi
Pr. Farmasi

Penginderaan dalam
Ilmu Kedokteran

K. Rehabilitasi Medik

Komunitas

ISHOMA
19

13.00-14.00
14.00-15.00
15.00-16.00
Departemen

DK1P4

KKD

DK2P4

KKD

Fisika FK UI

Farmasi FK UI

IKK FK UI

Pleno P4

BM
Syaraf FK UI

Rehabilitasi Medik FK
UI

Minggu V
Waktu
07.00-08.00
08.00-09.00
09.00-10.00
10.00-11.00
11.00-12.00
12.00-13.00
13.00-14.00
14.00-15.00
15.00-16.00
Departemen

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

17-03-2014

18-03-2014

19-03-2014

20-03-2013

21-03-2014

Ujian Praktikum

Formatif 2

Histologi
Ujian Praktikum

Ujian Praktikum
Mata
Ujian Praktikum
Fisiologi
Unib

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

LIBUR

PA
Ujian Praktikum
PK
Unib

Senam
Ujian Pr. Parasit
Ujian Praktikum
Mikro
ISTIRAHAT
Ujian Praktikum
Farmasi
Unib

Sumatif 2

KKD
BM
Unib

20

Minggu VI
Waktu
07.00-08.00
08.00-09.00
09.00-10.00
10.00-11.00
11.00-12.00
12.00-13.00
13.00-14.00
14.00-15.00
15.00-16.00
Departemen

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

24-03-2014

25-03-2014

26-03-2014

27-03-2014

28-03-2014

Remedial Pr. Parasit-

Remedial Ujian

Remedial Ujian

Mikro-Farmasi

Sumatif 1
Remedial Pr.

Sumatif 2
Remedial Ujian Pr.

Histologi-PA
ISHOMA

Mata

Ujian Praktikum
Anatomi

Remedial Pr.
Farmasi
UNIB

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

UNIB

Remedial Pr. PK
UNIB

Remedial Ujian Pr.


Anatomi

Remedial Ujian Pr.


Fisiologi

KKD

UNIB

21

Tabel Topik Kuliah dan Pengajar Kelas Reguler


No
Kuliah
K-01

K-02

Topik

Pengajar
Kelas Reguler

Pengantar masalah
Klinik Sistem Indera
dan
Pengantar modul
Anatomi penginderaan

Materi kuliah
Tinjauan umum masalah klinik pada sistem penglihatan, pendengaran, dan
keseimbangan
Tata laksana modul: prasyarat sd. Evaluasi

Sasanthy K, Ssi, Mbiomed


Anatomi penginderaan
1. Mata:
a. Embriologi mata
b. Struktur anatomi mata
c. Struktur asesorius mata
d. Otot-otot ekstrinsik bola mata
e. Jaras visual
2. Telinga:
a. Embriologi telinga
b. Anatomi telinga luar dan tengah
c. Jaras pendengaran dan
3. Jaras keseimbangan
4. Jaras penghiduan
5. Jaras pengecapan
6. Jaras asendens (Aferen Sensorik Umum)
7. Saraf kranial (yang terkait mata, telinga, dan lidah)

K-03

Tinjauan histofisiologi
bola mata, alat
pendengaran dan
keseimbangan

Dr. Lia Damayanti, Mbiomed,


SpPA

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Histologi Mata
1. Histofisiologi kelopak mata
2. Histofisiologi kelenjar lakrimal
3. Histofisiologi bola mata
Histologi Pendengaran dan keseimbangan
1. Histofisiologi telinga luar
2. Histofisiologi telinga tengah
3. Histofisiologi telinga dalam

22

No
Kuliah
K-04

K-05

Topik

Pengajar
Kelas Reguler

Fisiologi penginderaan
1

dr. Sofie Yolanda Mbiomed

Fisiologi penginderaan
2

dr. Sofie Yolanda Mbiomed

Materi kuliah
Pengantar Faal Indera 1
1. Prinsip Faal Indera
2. Penglihatan
a. Sifat-sifat cahaya yang dapat dilihat
b. Proses transmisi cahaya melalui media optic
c. Proses tranduksi cahaya menjadi potensial aksi di retina
d. Penglihatan warna
e. Pusat-pusat penglihatan
f. Gangguan refraksi mata dan pemeriksaannya
Pengantar Faal Indera 2
1. Pendengaran dan keseimbangan
a. Sifat-sifat bunyi yang dapat didengar
b. Proses transmisi mekanik bunyi dari tellinga luar ke telinga tengah
c. Proses transduksi bunyi menjadi potensial aksi di telinga dalam
d. Peran pusat-pusat pendengaran di Susunan Saraf Pusaat
e. Gangguan pendengaran dan pemeriksaan dengan garpu tala
f. Proses transduksi rangsang menjadi potensial aksi di telinga dalam
2.

Keseimbangan
a. Rangsang-rangsang untuk keseimbangan
b. Pemeriksaan keseimbangan menggunakan kursi Barany
3. Penghiduan
4. Pengecapan
5. Sensorik Umum dan Nyeri
K-06

Aspek biokimia mata

Dr. Ani Retno Prijanti, MS


Aspek Biokimia Mata
1. Metabolisme mata (Glikolisis aerob, anaerob, sorbitol pathway,
metabolisme galaktosa)
2. Kelainan metabolisme yang menyebabkan gangguan pada mata
3. Pengaruh radikal bebas terhadap mata dan peranan antioksidan

K-07

Gangguan N.II &


Keseimbangan pada
kelainan intraserebral

Dr. Eva Dewati SpS

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Gangguan Nervus II & Keseimbangan pada Kelainan Intraserebral.


CVD, stroke
Trauma
Infeksi akut dan kronis
Tumor
Epilepsi lobus temporal

23

No
Kuliah

Topik

Pengajar
Kelas Reguler

Materi kuliah
-

K-08

K-09

K-10

K-11
K-12

K-13

K-14

Masalah kesehatan
mata I & II

Pencitraan mata dan


telinga

Migren basilar
Neuropati
Mielopati

Dr. Tri Rahayu, SpM


Masalah kesehatan mata
1. Pokok-pokok bahasan masalah mata
2. Patofiologi mata merah visus turun
3. patofisiologi mata tenang visus turun perlahan
4. Patofisiologi mata tenang visus turun mendadak
5. Trauma mata
6. Masalah kebutaan dan UKM/PK-PKKP
Dr. Indrati Suroyo, SpRad
Radiologi pencitraan mata dan telinga
1. Pencitraan bola mata konvensional.USG,
CT,MRI
2. Pencitraan OMSK konvensional, CT

Masalah kesehatan alat


pendengaran dan
keseimbangan

Dr. Widayat Alfiandi, SpTHT

Mikrobilogi
penginderaan

Dra. Ariyani Kiranasari, DMM

Aspek patologi alat


indera

Prof. dr. Saukani Gumay,


SpPA(K)

Rehabilitasi
penginderaan

Dr. Ira Mistivani, SpRM

Penginderaan dalam
perspektif Kedokteran

Dr. Muchtaruddin Mansyur,


MSc, SpOK,PhD

1.
2.
3.
4.

Kelainan yang menyebabkan gangguan pendengaran


Kelainan yang menyebabkan gangguan keseimbangan
Otitis media supuratif kronis
Penyakit meniere dan vertigo posisi paroksismal jinak

Mikroba penyebab infeksi pada alat indera: konjungtivitis, otitis


1.
2.

Infeksi pada alat indera


Tumor di alat indera

Rehabilitasi penginderaan
a.
Kebutaan dan gangguan penglihatan
b.
Gangguan pendengaran
c.
Peranan penglihatan dan pendengaran dalam aktivitas seharihari, kegiatan produktif, dan rekreasi
d.
Rehabilitasi penginderaan

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

24

No
Kuliah

Topik

Pengajar
Kelas Reguler

Komunitas

Materi kuliah
1.

Masalah kesehatan masyarakat yang berhubungan dengan penginderaan.

2.

Aplikasi konsep Epidemiologi khususnya Host-Agent Environment dalam


penyelesaian masalah kesehatan penginderaan

3. Pengenalan faktor risiko gangguan penginderaan


4. Penerapan tata laksana komprehensif gangguan penginderaan
berdasarkan 5 tingkat pencegahan.
Pengenalan penilaian kecacatan, kelaikan kerja, dan kembali bekerja (return to
work).
K-15

K-16

Penginderaan dan
aspek medikolegalnya

Dr. Wibisana Widiatmaka, SpF

Farmakologi yang
berhubungan dengan
alat indera

Dra. Ari Estuningtyas MS

Aspek medikolegal dalam masalah kesehatan penginderaan


1. Akibat trauma menurut KUHP
2. Aspek medikolegal lainnya

Obat-obatan yang mempengaruhi organ penginderaan:


1. Penglihatan :
a. Etambutol
b. Obat Anti kolinergik
c. Quiinine, chloroquine
2. Pendengaran:
a. Aminoglikosida
b. Loop diuretics
c. Quiinine, chloroquine
3. Pengecap:
a. Disgusia: ACE inhibitors
b. Metallic taste: iron dextran
c. Burning sensation: sublingual glyceryil trinitrate
4. Peraba:
a. Anestetik lokal
Obat-obat topikal untuk mata dan telinga

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

25

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

26

1.

SUMBER DAYA MANUSIA

SUMBER DAYA MANUSIA


Penasihat
: Prof. Dr. Bambang Hermani SpTHT(K)
Ketua
: Dr. Zunilda S. Bustami, MS,SpFK
Wakil ketua : Prof. DR. Dr. Jenny Bashiruddin, SpTHT (K)
Wakil ketua : Dr. Tri Rahayu, SpM (K)
Sekretaris (Reg)
: Dr. Lisnawati, SpPA(K)
Sekretaris (KKI)
: Dr. Adisti Dwijayanti
Anggota
1.
2.
3.

:
Dr. Ahmad Aulia Jusuf, PhD
Drg. Antonia Tanzil, MS
Dra. Ariyani Kiranasari
Dr. Muchtaruddin Mansyur SpOk. PhD
Dr. Gitalisa A, SpM
Dr. Widayat Alviandi, SpTHT-KL

4.
5.
6.

Nara Sumber Kuliah Kelas Reguler dan Kelas Internasional


Judul kuliah

Pemberi kuliah FK UI

Pengantar modul
Pengantar masalah Klinik
Alat Indera

Prof. DR. Dr. Jenny


Bashiruddin, SpTHT (K)
Dr. Yudisianil E.K, SpM
Sasanthy Kusumaningtyas,
S.Si, Mbiomed
Dr. Isnani Azizah Suryono,
MS

Anatomi penginderaan
Tinjauan histofisiologi
bola mata, alat
pendengaran dan
keseimbangan
Fisiologi penginderaan 1-2
Aspek biokimia mata
Masalah kesehatan mata

dr. Sofie Yolanda Mbiomed


Dr. Ani Retno Prijanti, MS
Dr. Tri Rahayu, SpM

Radiologi pencitraan mata


dan telinga
Gangguan N.II &
Keseimbangan pada
kelainan intraserebral
Rehabilitasi penginderaan
Mikrobiologi
penginderaan
Aspek patologi alat indera

Dr. Indrati Suroyo, SpRad

Masalah kesehatan alat


pendengaran dan
keseimbangan
Penginderaan dalam
perspektif
Kedokteran Komunitas

Dr. Widayat Alfiandi,


SpTHT-KL

Aspek medikolegal
kesehatan kerja

Dr. Wibisana Widiatmaka,


SpF

Dr. Eva Dewati, SpS (K)


Dr. Ira Mistivani, SpRM
Prof.dr. Usman Chatib
Warsa, PhD
dr. Lisnawati, SpPA (K)

Dr. Muchtaruddin Mansyur,


MSc, PhD

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Dosen Sit In PSPD


UNIB
dr. Novriantika Lestari
-

Jam
1
2

dr. Ahmad Azmi


Nasution
dr. Maria Eka Patri

1
2

dr. Sri Yunita


Dr. Ahmad Azmi N.
dr. Eka Yeri, Sp.M
dr. Novriantika Lestari

4
1
2

dr. Suherlan, Sp.Rad


dr. Lala Foresta
dr. Hasymi Hanafiah,
Sp.S
dr. Maria Eka PY
dr. Maria Eka PY
dr. Lala Foresta
dr.
dr.
dr.
dr.

1
1
1
1

Kartika, Sp.PA
Novriantika Lestari
Affif, Sp.THT
Hernita Taurustya

1
2

dr. Wahyu Sudarsono,


IKKK
dr. Ahmad Azmi
Nasution
dr. Ahmad Azmi
Nasution

2
2

27

penginderaan
Narasumber Pleno
DEPARTEMEN
PLENO PEMICU 1

Moderator : dr. Ahmad Azmi Nasution

Biokimia

PLENO PEMICU 2
Moderator : dr. Novriantika Lestari

Mata

PLENO PEMICU 3
Moderator : dr. Hernita Taurustya

THT

PLENO PEMICU 4
Moderator : dr. Maria Eka PY

Rehabilitasi Medik

Penanggung Jawab Praktikum


o Anatomi
: dr.
o Histologi
: dr.
o Faal
: dr.
o Mikrobiologi
: dr.
o Parasitologi
: dr.
o PA
: dr.
o Patologi Klinik
: dr.
o Farmasi Kedokteran : dr.

Ahmad Azmi Nasution


Maria Eka PY
Sri Yunita
Lala Foresta
Lala Foresta
Novriantika Lestari
Ichsana Pranatawati
Hernita Taurustya

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

28

SARANA & PRASARANA


I.

SARANA

No
1.

Jenis
Buku Rancangan Pengajaran

2.

Buku Pedoman Staf Pengajar (BPSP)

10

Buah

3.

Buku Pedoman Kerja Mahasiswa (BPKM)

46

4.

Referensi (untuk masing-masing kelompok):

Buah
Set

5.

Buku Penuntun Praktikum: Histologi, Faal dan


Mikrobiologi

25

6.

Komputer dengan sambungan internet

25

7.

Alat Bantu Mengajar (AVA):


LCD
White board
Flip chart
Komputer/Laptop
Audio-video player
Video anamnesis
Video pemeriksaan mata
Video pemeriksaan telinga

8.

Jumlah
2

(BRP)

Bahan Habis Pakai


1. Alat tulis kantor:

Tinta printer

Spidol (hitam)

USB

CD
2. Bahan (reagen, dsb)

3
2
25
3
1
1
1
1

2
50
1
20
Lihat usulan
PJ.Prakt

Unit
Buah

Buah
Unit
Unit
buah
buah
unit
unit
buah
buah
buah

Buah
Buah
Buah
Buah

II. PRASARANA

1 Ruang Kuliah Besar kapasitas 20 Orang


2 Ruang Diskusi Kelompok
Ruang Praktikum berkapasitas 50 mahasiswa
o Histologi
o Ilmu Faal
o Mikrobiologi
o Parasitologi
1 ruang praktikum untuk diskusi topik khusus
KKD : 2 Ruang @ untuk10 mhs
Perpustakaan

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

29

3. ANGGARAN MODUL
No
I.

II.

III.

IV.

Jenis Pengeluaran

Harga/Unit

Harga Total

Buku Pedoman
1

Rancangan Pengajaran (BRP)

org

buah

Rp40.000,00

Rp80.000,00

Pedoman Staf Pengajar (BPSP)

10

dosen

buah

Rp40.000,00

Rp400.000,00

Pedoman Kerja Mahasiswa (BPKM)

46

mhsw

buah

Rp40.000,00

Rp1.840.000,00

Referensi Wajib
1

Rujukan

buku

kelp

200

hal

Rp200

Rp80.000,00

Handout Kuliah

25

kuliah

46

mhsw

25

hal

Rp200

Rp5.750.000,00

Biaya Naskah Ujian


1

Penggandaan naskah ujian Sumatif

kali

46

mhsw

10

hal

Rp200

Rp184.000,00

Penggandaan Ujian Remedial

kali

46

mhsw

10

hal

Rp200

Rp184.000,00

Lembar jawaban Sumatif

kali

mhsw

lbr

Rp200

Rp18.400,00

Lembar jawaban Remedial

kali

mhsw

lbr

Rp200

Rp18.400,00

46
46

Bahan Habis Pakai


1

Alat tulis kantor (ATK)

Fotokopi administrasi + Ekspedisi

Rp500.000,00
Rp500.000,00
1

org

mgg

Rp.
100.000,00

rapat

10

org

Rp15.000,00

Rp150.000,00

Konsumsi Rapat Persiapan (10 org)


Konsumsi Pertemuan mingguan (10
org)

rapat

10

org

Rp15.000,00

Rp600.000,00

Konsumsi Rapat Evaluasi (10 org)

rapat

10

org

Rp15.000,00

Rp150.000,00

3
V.

Jumlah

Komunikasi/ Voucher

Rp600.000,00

Rapat
1

Rp500.000,00

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

30

VI.

Honorarium

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

31

Kuliah dan Diskusi (DK)

Kuliah

30

jam

Fasilitator DK

kelp

jam

Narasumber Pleno

kali

org

kali

org

Rp. 100.000,00

Rp3.000.000,00

pemicu

Rp50.000,00

Rp4.500,00

jam

Rp. 100.000,00

Rp2.000,00

jam

Rp50.000,00

Rp750.000,00

(3 org, ...sesi, 2 grup @3 jam)


4

Moderator Pleno
(1 org.,... sesi, 2 grup @ 3 jam)

Pembimbing Praktikum

Orang

jam

Praktikum

Rp. 100.000,00

Rp2.700.000,00

6.

Assisten Praktikum

Orang

Jam

Praktikum

Rp50.000,00

Rp1.350.000,00

7.

Laboran

kelp

jam

9 Praktikum

Rp25.000,00

Rp2.250.000,00

kali

org

Rp50.000,00

Rp200.000,00

kali

org

Rp50.000,00

Rp200.000,00

Ujian Tulis
8

Pengawas ujian tulis sumatif


(2 org.,... kali ujian)

9.

Pengawas ujian tulis remedial


(2 org.,2 kali ujian)

VII.

VIII.

Personalia Modul (2 minggu)


1

Ketua Modul (2minggu)

mgg

Rp. 150.000,00

Rp900.000,00

Sekretaris modul ( 2 minggu )

mgg

Rp. 150.000,00

Rp900.000,00

Sekretariat Program

mgg

100000

Rp600.000,00

Transport Lokal Pelaksana

mgg

Rp50.000,00

Rp300.000,00

Rp1.000,00

Rp100.000,00

org

LAIN-LAIN
1

Dokumentasi

TOTAL ANGGARAN

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

100

lembar

Rp24.511.300,00

32

EVALUASI

Evaluasi dilakukan dalam bentuk ujian tulis, observasi, catatan mahasiswa serta pengisian angket
oleh mahasiswa dan fasilitator. Ujian terdiri dari ujian formatif dan sumatif, masing-masing
dilakukan dua kali, berupa ujian tulis soal pilihan jamak (SPJ/MCQ), ditambah dengan ujian
praktikum. Observasi dilakukan dengan bantuan borang untuk menilai aktivitas, argumentasi,
interaksi, sopan santun dalam berkomunikasi dan berdiskusi, serta sikap profesional.
Instrumen EHP
a. MCQ
1. Jumlah Soal: 70 untuk ujian sumatif dan 40-50 untuk ujian formatif, ditambah 1 x 50
soal ujian praktikum
2. Jenis soal formatif:short answer essay
Jenis soal sumatif: 50% di antaranya berupa soal cerita (ilustrasi kasus, vignette)
dengan pilihan jawaban tunggal. Satu kasus dapat digunakan untuk soal dari
beberapa bidang sekaligus, baik dari ilmu dasar maupun ilmu klinik dan kedokteran
komunitas, dan EBP3KH
b. Observasi Harian
1. Observasi diskusi kelompok oleh fasilitator
2. Catatan mahasiswa yang terdiri dari buku catatan dan LTM (lembar tugas
mahasiswa) dinilai oleh fasilitator setelah pleno setiap pemicu.
a. Buku catatan dinilai kelengkapannya sehingga menggambarkan berlangsungnya
PBL dengan bantuan borang penilaian, mulai dari proses dalam DK sampai ke
catatan di pleno (lihat lampiran). Oleh sebab itu buku catatan diperiksa dan
diberi nilai 5 kali, yaitu setiap selesai pleno (untuk itu mahasiswa diminta
menyerahkan buku catatannya setiap selesai pleno kepada fasilitatornya).
b. LTM dinilai kelengkapannya, terutama daftar pustaka yang digunakan. Mahasiswa
harus menggunakan sedikitnya 1 acuan yang disarankan dalam BRP
Evaluasi Hasil Pembelajaran Individu
1. Evaluasi Hasil Pendidikan
Ditentukan berdasarkan hasil belajar (pengetahuan) dan proses pendidikan mahasiswa
o Kriteria awal untuk mengikuti ujian (Prerequisite)
Setiap mahasiswa wajib mengikuti sedikitnya 100% kegiatan diskusi kelompok, 100%
kegiatan praktikum, 100% kegiatan pleno, serta menguasai seluruh keterampilan klinik
dasar
o Evaluasi sumatif dengan pembobotan sbb:
60% knowledge-based assessment
o Ujian MCQ
50% (25% + 25%)
o Ujian praktikum
10%
(dengan nilai minimal 55 untuk masing-masing ujian)
40% penilaian proses
o Observasi diskusi kelompok
20%
o Observasi praktikum
10%
o Buku cacatan dan LTM
10%
Ujian sumatif dilakukan 2x, sesuai dengan topik kuliah yang sudah diberikan
Tidak diadakan umpan balik untuk ujian sumatif
Ujian formatif : dilakukan 2 kali sebelum ujian sumatif, jumlah soal menyesuaikan
dengan jumlah topik kuliah, 1 topik : 6 soal dalam bentuk short answer essay.
Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB
Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

33

Kalau mahasiswa menghendaki, dapat diadakan umpan balik setelah ujian formatif
dalam bentuk diskusi dengan narasumber klinik dan praklinik

o Kriteria kelulusan modul: masing-masing komponen minimal bernilai 55 (C)


2. Evaluasi Program Pendidikan
a. Evaluasi Program
80% mahasiswa lulus dengan nilai minimal B minus dan rata-rata bobot nilai 2,7
b. Evaluasi Proses Program
o Semua kegiatan berlangsung sesuai dengan rencana
o Perubahan jadwal, waktu dan kegiatan tidak lebih dari 10%.
o Setiap kegiatan dihadiri minimal 90% mahasiswa, tutor, narasumber, fasilitator

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

34

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

35

LAMPIRAN 2
PROBLEM BASED LEARNING :
PANDUAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH (BDM)
A. FALSAFAH DASAR
Sebagai calon ilmuwan, mahasiswa senantiasa wajib menggunakan ilmu pengetahuan
dalam menjelaskan terjadinya suatu masalah serta penanggulangannya. Oleh karena itu
dalam pembelajaran mahasiswa, perolehan ilmu pengetahuan perlu dilatihkan bersama
dengan ketrampilan berpikir analitik yang diperlukan untuk mengidentifikasi dan
menanggulangi masalah sesuai dengan metode ilmiah disiplin ilmu tertentu.
Seorang dokter akan senantiasa menanggulangi masalah kedokteran pasien/masyarakat,
karena itu penerapan langkah penanggulangan masalah secara ilmiah perlu menjadi satu
kemahiran, di samping pembinaan sikap kepedulian terhadap lingkungan sejak awal.
Secara khusus metode belajar berdasarkan masalah (BDM/PBL) bertujuan memantapkan
pembelajaran dengan cara menghubungkan apa yang telah diketahui mahasiswa dengan
pengetahuan baru, yang dapat menunjukkan kesinambungan pengetahuan yang
dipelajarinya. Cara pembelajaran ini sebenarnya akan selalu dapat digunakan bahkan
setelah seseorang lulus dari pendidikan dokter, karena seorang dokter senantiasa akan
menghadapi masalah, dan melakukan langkah penanggulangan masalah dengan
menerapkan ilmu pengetahuan dasar kedokteran. Pemantapan pembelajaran terjadi
kalau mahasiswa dapat mengadakan elaborasi pengetahuan yang telah dikuasainya.
B. LANGKAH BDM
1. Identifikasi masalah yang terdapat pada pemicu.
Istilah yang tidak jelas
diklarifikasi.
2. Analisis masalah, yaitu dengan menguraikan kemungkinan faktor penyebabnya.
3. Penyusunan pertanyaan yang berkaitan dengan tiap faktor penyebab yang
memerlukan penjelasan, yang dilanjutkan dengan membuat hipotesis yang sesuai.
4. Menetapkan ilmu pengetahuan yang diperlukan untuk menjawab tiap pertanyaan.
5. Menjawab pertanyaan yang sudah dapat dijawab langsung berdasarkan
pengetahuan yang sudah dimiliki.
6. Untuk pertanyaan yang belum diketahui jawabannya, dilakukan identifikasi
sumber pembelajaran yang sesuai.
7. Belajar mandiri. Hasil belajar mandiri/tugas baca dicatat dalam buku catatan.
8. Menyusun pengetahuan baru berdasarkan berbagai hal yang telah dipelajari
(pengetahuan lama dan baru).
9. Langkah BDM dapat diulang seluruhnya atau sebagian sebagaimana dibutuhkan.
10. Mengidentifikasi hal-hal yang belum dipelajari.
11. Merangkum hal-hal yang telah dipelajari.
12. Bila mungkin, menguji pemahaman pengetahuan yang didapat dengan
menerapkannya pada masalah lain.
C. PANDUAN UNTUK MAHASISWA
Berdasarkan Langkah BDM dalam butir B, Diskusi dapat dibagi menjadi Diskusi Kelompok1 (DK-1) untuk penerapan langkah 1 s/d 7, serta Diskusi kelompok-2 untuk penerapan
langkah 9 s/d 12.

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

36

Panduan Diskusi Kelompok-1 (DK-1)

1. Untuk setiap diskusi kelompok, pilihlah Ketua dan Sekretaris secara bergilir.
2. Bacalah dengan seksama setiap uraian pemicu. Masing-masing mahasiswa
membaca sendiri.

3. Identifikasi berbagai masalah dalam pemicu tersebut.


4. Buatlah analisis masalah, yaitu kemungkinan hubungan antara berbagai isu bila
ada, atau kemungkinan mekanisme yang mendasari berbagai hal yang
teridentifikasi di butir (3). Selanjutnya disusun suatu hipotesis berdasarkan analisis
masalah.
5. Susunlah sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan berbagai kemungkinan
hubungan tersebut, atau yang berkaitan dengan kemungkinan mekanisme yang
mendasari hal tersebut yang Saudara belum ketahui.
6. Urutkan pertanyaan tersebut secara sistematik berdasarkan pertanyaan kunci:
apa, mengapa, bagaimana dan seterusnya.
7. Tetapkan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjawab tiap pertanyaan.
8. Pilih pertanyaan yang sudah dapat dijawab langsung berdasarkan ilmu
pengetahuan yang Saudara miliki.
9. Untuk pertanyaan yang belum terjawab, rencanakan pencarian jawaban secara
mandiri. Jika tugas belajar mandiri dibagi dalam kelompok, setiap pertanyaan
sedikitnya dijawab oleh 2-3 mahasiswa.
10. Saudara harus mencatat proses diskusi mulai dari analisis masalah (langkah 3)
sampai dengan tugas belajar mandiri (langkah 9).
Belajar mandiri (BM)
Belajar mandiri merupakan kegiatan belajar mahasiswa secara mandiri, yang
dilaksanakan setiap selesai diskusi kelompok. Hasil pencarian dalam belajar mandiri
dicatat dalam buku catatan Saudara. Rujukan yang digunakan dalam belajar mandiri
wajib dicantumkan, yang dapat disusun dengan sistem nomor rujukan.
Panduan Diskusi Kelompok-2 (DK-2)

1. Pilihlah Ketua dan Sekretaris Diskusi Kelompok.


2. Tiap mahasiswa melaporkan hasil tugas belajar mandirinya dengan menyebut
sumber bacaannya. Mahasiswa lainnya menyimak dan mencatat seperlunya bila
ada yang perlu dibahas.
3. Setelah semua melaporkan hasil tugas baca, dilakukan pembahasan bersama.
Dalam pembahasan, kaitkan selalu pembahasan dengan pertanyaannya.
4. Gunakan jawaban yang Saudara peroleh untuk menjelaskan masalah yang
teridentifikasi dalam pemicu.
5. Setelah seluruh kegiatan diskusi selesai, seluruh peserta kelompok
menyusun/merapikan catatan hasil tugas baca yang dikumpulkan dari masingmasing peserta (rangkuman), dalam buku catatan masing-masing.

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

37

LAMPIRAN 3
URAIAN TUGAS TIM PENGELOLA MODUL
Pengelola modul terdiri atas
Ketua Modul
Sekretaris Modul Kelas Reguler
Tenaga sekretariat 3 orang (sesuai penetapan Manajer SDM)
SEBELUM PELAKSANAAN MODUL
1.
Menilai kembali matriks kegiatan, untuk disesuaikan dengan
a. hari libur resmi
b. ketersediaan fasilitas ruang kuliah, laboratorium, skills lab dsb
c. ketersediaan waktu narasumber pemberi kuliah
d. kesanggupan fasilitator
2.
Menerima dari Koordinator Tahun
a. daftar nama dan kelompok mahasiswa (sumber: pengelola Program Pendidikan
Kelas Reguler & Kelas Khusus Internasional)
b. form evaluasi diskusi kelompok oleh tutor (sumber: MEU)
c. daftar nama fasilitator (sumber: Manajer SDM )
3.
Menyelenggarakan rapat persiapan
a. dengan narasumber tentang:
i.
Kuliah: Kesiapan waktu dan materi, termasuk kesinambungan
antara materi satu kuliah dengan lainnya (bila ada
kesinambungan)
ii.
Pleno dan Umpan balik: Kesiapan waktu 3-4 narasumber setiap
pleno, serta tindak lanjut pada saat Umpan balik pasca pleno
iii.
Kesiapan materi ajar dalam bentuk OUTLINE KULIAH/HANDOUT
untuk upload ke virtual class dan diserahkan ke staf Labkom
(Sdr. Syafei) atau ke website KURFAK 2005 di
http://kurfak2005.fk.ui.ac.id/index.htm (melalui Sekretariat MEU)
iv.
Kisi-kisi materi ujian serta jadwal kerja pembuatan naskah ujian
v.
Pembagian BPSP
b. dengan fasilitator tentang:
i. Penjelasan tujuan modul
ii. Hal penting yang terkait dengan materi diskusi kelompok
misalnya: pemicu dan pointers/keywords/daftar
pertanyaan/jawaban/concept map
iii. Evaluasi yang harus dilaksanakan oleh fasilitator dan cara
melakukannya
iv. Kepastian kesediaan waktu dan mekanisme penggantian fasilitator
dalam pelaksanaan modul
v. Penjelasan pembagian kelompok dan ruangan diskusi
vi. Hal yang harus dilakukan oleh fasilitator pada hari H (langsung ke
tempat diskusi/harus ke sekretariat dulu mengambil facilitator kit,
mengisi daftar hadir/daftar hadir diedarkan (sidak)
vii. Kesediaan fasilitator menjadi pengawas ujian tulis
viii. Penjelasan keuangan yang akan diperoleh fasilitator
ix. Pembagian BPSP
4.
Membagikan Buku Pedoman Kerja Mahasiswa (BPKM) yang telah disiapkan oleh
UPK/MEU kepada mahasiswa/wakil mahasiswa
5.
Menggandakan referensi wajib sebanyak kelompok mahasiswa dan membagikannya
kepada mahasiswa/wakil mahasiswa

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

38

SAAT PELAKSANAAN MODUL

1.

Menyiapkan ruang kegiatan dan kelengkapan sbb:


a. Kuliah/Pleno/Umpan balik: ruang kuliah + AVA + extra mikrofon tanpa kabel
3 set untuk mahasiswa
b. Diskusi: ruang diskusi sejumlah kelompok mahasiswa + flipchart + kertas +
spidol
2.
Memantau keterlaksanaan kegiatan
a.
Kuliah/Pleno/Umpan balik
b.
Diskusi Kelompok
catatan:
kegiatan praktikum diselenggarakan oleh departemen penyelenggara
praktikum dengan koordinator staf departemen ybs bekerja sama dengan
pengelola modul
kegiatan KKD diselenggarakan oleh pengelola modul KKD

3.
4.
5.

Memantau kehadiran mahasiswa dan permasalahannya untuk dilaporkan kepada


Pembimbing Akademik (PA)
Melaksanakan rapat evaluasi mingguan pengelola modul dengan narasumber,
fasilitator dan instruktur
Menyelenggarakan evaluasi hasil pembelajaran
a. Persiapan:
i.
Jadwal & lokasi ujian: waktu, ruang ujian, pembagian mahasiswa
& pengawas ujian berdasarkan ruang ujian.
ii.
Bahan evaluasi & pendukung: naskah ujian, lembar jawaban, tata
tertib ujian, daftar hadir mahasiswa & pengawas ujian & berita
acara penyelenggaraan ujian
b. Penyelenggaraan
i.
Melaksanakan ujian sesuai jadwal
ii.
Memeriksa hasil ujian (ujian tulis MCQ: hasil diperiksa dan
dianalisis di MEU)
c. Tindak lanjut
i.
Menghitung nilai mahasiswa dengan cara yang sesuai dengan
panduan dari MEU. Daftar nilai ditandatangani bersama oleh
Ketua Modul dan Koordinator Tahun
ii.
Mengkaji hasil analisis soal ujian & membahas dengan
narasumber

Catatan:
pengelola modul bekerjasama dengan Ketua Program Kelas Reguler/Kelas Khusus
Internasional menyiapkan ruang ujian, jika diperlukan berkoordinasi dengan Manajer
Umum dan Fasilitas

6.

Mendukung pelaksanaan evaluasi program oleh MEU dengan membantu


membagikan
dan
mengumpulkan
kuesioner
evaluasi
program
kepada
mahasiswa/staf

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

39

PASCA PELAKSANAAN MODUL

1.

2.
3.

4.

Menyusun laporan tertulis yang terdiri atas


a.
LAPORAN KEGIATAN
i.
Uraian tentang kegiatan yang direncanakan dan keterlaksanaannya
ii.
Staf pengajar dan mahasiswa yang terlibat; rekapitulasi tingkat
kehadiran serta catatan penting lainnya dari staf (juga dilaporkan
pada Manajer Sumber Daya Manusia) dan mahasiswa dalam setiap
kegiatan (juga dilaporkan pada Koordinator Tahun)
iii.
Catatan khusus yang perlu diperhatikan:
1. evaluasi kehadiran fasilitator diskusi
2. evaluasi kehadiran narasumber kuliah
3. evaluasi kehadiran narasumber pleno & umpan balik
4. evaluasi kesiapan sarana dan prasarana
iv.
Laporan evaluasi terdiri atas
1. Jenis evaluasi
2.
Daftar nilai modul setiap mahasiswa *)
v.
Penutup: kesimpulan dan saran
Laporan pelaksanaan modul disampaikan kepada Koordinator Tahun terkait
2 minggu setelah pelaksanaan modul selesai kecuali pada modul terakhir
semester genap disampaikan dalam waktu 1 minggu.
b.
LAPORAN KEUANGAN
Laporan tertulis (disertai bukti pertanggung jawaban) diselesaikan dengan
Manajer Keuangan.
Copy laporan disampaikan kepada Pengelola
Pendidikan Dokter FKUI serta MEU.
Menyajikan laporan modul pada rapat evaluasi modul yang diselenggarakan oleh
Koordinator Tahun
Menyerahkan nilai akhir modul*) pasca
kepada Koordinator Tahun selambatlambatnya 2 (dua) hari sebelum rapat yudisium. Nilai Modul adalah nilai huruf
sesuai konversi nilai yang mengikuti revisi Kurfak Maret 2006 (surat Wadek I FKUI
no. 1791/PT02.M1 FK/Q/2006).
Mengikuti rapat yudisium yang diselenggarakan oleh Koordinator Tahun, sekaligus
melakukan pengecekan nilai modul hasil rekapitulasi Koordinator Tahun.

Nilai modul disampaikan dalam bentuk tercetak (print out) dan rekaman elektronik nya.

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

40

LAMPIRAN 4
EVALUASI HASIL PEMBELAJARAN KURFAK 2005
TATA LAKSANA UJIAN MODUL
Penilain modul dinilai dari 2 aspek :
1. Kognitif dan praktek dengan bobot 60%
2. Proses sikap dan attitude dengan bobot 40%
Tindak Lanjut di modul
Jika tidak lulus modul, dilakukan remedial pada akhir semester. Nilai modul sesudah
remedial maksimal C, dan nilai ini merupakan angka yang dibawa ke rapat yudisium.
Tidak ada perbaikan angka pada rapat yudisium dan tidak ada remedial pasca yudisium.
TINDAK LANJUT YUDISIUM semester genap
1. Lulus
2. Mengulang modul
3. DO
PREDIKAT KELULUSAN

IP/IPK

YUDISIUM TINGKAT

2.00 2.75

2.76
3.50
3.51 4.00

IP/IPK
2.50
3.00
3.01
3.50
3.51
4.00

YUDISIUM SARJANA
KEDOKTERAN

Memuaskan

Memuaskan

sangat memuaskan

sangat memuaskan

Penghargaan

cum laude

YUDISIUM PROFESI
Memuaskan

sangat memuaskan
cum laude

Keterangan:
1. Lulus modul : nilai akhir 55 (C) untuk setiap modul dengan nilai steiap
komponen tidak kurang dari 55
2. Mengulang modul : Bila nilai modul kurang dari C
a. Modul yang tidak lulus harus diulang terlebih dahulu pada kesempatan
pertama sesuai jadwal KURFAK 2005
b. Mahasiswa dapat melanjutkan ke modul semester selanjutnya
c. Rencana waktu pengulangan modul pada satu tahun akademik diatur oleh
Ketua Sub Program
3. DO- putus studi (sesuai dengan peraturan akademik UI SK no 478/SK/R/UI/2004)
a. Apabila pada evaluasi 2 (dua) semester pertama tidak memperoleh IP
minimal 2,0 (dua koma nol) dari sekurang-kurangnya 24 SKS terbaik
b. Apabila pada evaluasi 4 semester pertama tidak memperoleh IP minimal
2,0 (dua koma nol) dari sekurang-kurangnya 48 SKS terbaik
c. Apabila pada evaluasi 8 semester pertama tidak memperoleh IP minimal
2,0 (dua koma nol) dari sekurang-kurangnya 96 SKS terbaik
d. Apabila pada evaluasi akhir masa studi tidak memeproleh indeks prestasi
minimal dari beban studi yang dipersyaratkan dengan nilai terendah C

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

41

e. Apabila masa studi tidak dapat diselesaikan dalam waktu 1 n


PANDUAN PENETAPAN NILAI MODUL
SUB PROGRAM ILMU KEDOKTERAN TERINTEGRASI/
INTEGRATED MEDICAL SCIENCES
KURFAK 2005 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS INDONESIA

Perbandingan nilai Proses : Pengetahuan = 40 : 60


Nilai minimum yang harus dicapai di setiap komponen penilaian = 55, dengan
ketentuan sbb:
Nilai Proses dapat terdiri atas nilai diskusi PBL, praktikum, buku catatan,
dengan masing-masing nilai minimum = 55
Nilai Pengetahuan dapat terdiri atas berbagai nilai hasil ujian (mis ujian
sumatif1, ujian sumatif 2, ujian praktikum, dsb) dengan masing-masing ujian
nilai minimum = 55
Nilai modul ditetapkan berdasarkan perhitungan bobot masing-masing nilai,
sesuai ketentuan modul yang tercantum dalam BRP

TINDAK LANJUT APABILA NILAI MINIMUM KOMPONEN TIDAK TERCAPAI


Apabila nilai minimum komponen penilaian tidak tercapai, penghitungan nilai modul
tidak dapat dilakukan. Pada saat itu nilai diadministrasikan di SIAK NG dengan nilai I
Mahasiswa dengan nilai I diberi kesempatan mengikuti program perbaikan nilai
(remedial). Penjadwalan remedial ditetapkan oleh ketua modul, dengan
memperhatikan bahwa mahasiswa diberi kesempatan untuk menyiapkan diri dan
tidak mengganggu keikutsertaan mahasiswa di modul lain. Program remedial
diselenggarakan satu kali, dan dalam KBK FKUI 2005 waktu yang disediakan untuk
program remedial adalah di akhir semester berjalan.
Proses perbaikan nilai (remedial) akan menghasilkan nilai komponen sebagai
pengganti nilai sebelumnya, dengan ketentuan nilai maksimum hasil remedial adalah
55.
Selanjutnya nilai modul dihitung berdasarkan ketentuan penghitungan nilai modul
seperti yang tercantum dalam BRP.
Apabila telah dilaksanakan proses perbaikan nilai (remedial) dan masih belum dapat
mencapai nilai minimal, maka nilai modul diadministrasikan dengan nilai <C, yang
berarti modul harus diulang di semester lain sesuai pengaturan Koordinator Tahun.
MANAJEMEN PEROLEHAN NILAI
NILAI PROSES
Nilai proses dapat terdiri atas satu/lebih penilaian berikut ini:

NILAI DISKUSI
Penilaian proses diskusi dilaksanakan oleh fasilitator, yang melakukan observasi
terhadap mahasiswa atas keseluruhan proses diskusi sepanjang pelaksanaan modul.
Nilai diskusi ditetapkan setelah pelaksanaan diskusi yang terakhir berdasarkan borang
penilaian diskusi yang ditetapkan oleh MEU (terlampir).

NILAI PRAKTIKUM
Penilaian proses praktikum dilaksanakan oleh supervisor praktikum, berdasarkan
pengamatan supervisor atas mahasiswa dalam kegiatan praktikum. Metoda yang
digunakan untuk menetapkan nilai praktikum merupakan tanggung jawab
penyelenggara praktikum, atas kesepakatan dengan tim inti modul. Nilai praktikum
kemudian diserahkan kepada ketua modul.

NILAI BUKU CATATAN


Penilaian terhadap buku catatan dilaksanakan oleh fasilitator, berdasarkan Panduan
penilaian buku catatan mahasiswa dalam PBL (Problem-Based Learning) yang
ditetapkan oleh MEU

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

42

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

43

NILAI PENGETAHUAN
Nilai pengetahuan dapat terdiri atas satu/lebih ujian berikut ini:
UJIAN TULIS MCQ (MULTIPLE CHOICE QUESTION)
UJIAN TULIS ESSAY atau MODIFIED ESSAY
UJIAN PRAKTIKUM (KETERAMPILAN; PENGUATAN PENGETAHUAN)
TATA CARA PENETAPAN NILAI PADA UJIAN MCQ
Lembar jawaban mahasiswa dipindai di MEU dengan panduan kunci jawaban dari
modul
Proses pemindaian akan menghasilkan
Nilai mentah (raw score)
Indeks diskriminasi (discrimination index) dan faktor kesukaran (difficulty factor)
masing-masing soal ujian yang akan diserahkan MEU kepada Ketua Modul
Apabila ada permintaan penghitungan nilai dengan meng-omit (membuang) soal
dengan karakteristik tertentu, ketua modul harus mengajukan permohonan
tertulis ke MEU
Keputusan tentang nilai mahasiswa ditetapkan oleh ketua modul beserta timnya, berdasarkan standard setting masing-masing naskah ujian.
LAIN-LAIN
Evaluasi formatif dilaksanakan 2 kali per modul pada minggu ke-2 dan ke-4 meliputi
assessment lingkup yang sama dengan evaluasi sumatif (butir 1a dan 1b)
Progress test akan dilaksanakan 2 kali per tahun, bersifat formatif di semester 3 dan 4.
Pada akhir semester 6 akan ada ujian komprehensif yang bersifat sumatif sebelum dapat
melanjutkan ke semester 7.
Progress test dilaksanakan oleh Penanggung Jawab
pengelola pendidikan dokter KURFAK 2005.

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

44

NO
1
2
3
4
5

Nilai
A
B
C
D
E

Bobot
4.0
3.0
2.0
1.0
0

Kisaran Nilai
80-100
70-79
55-69
40-54
<40

Nilai Batas Lulus = C

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

45

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


UNIVERSITAS BENGKULU
Kelompok
Nama Fasilitator
Hari/Tanggal

HASIL DISKUSI 1
: ..........................
Modul
: ..........................
Semester
: ..........................
Waktu

Anggota kelompok:
1. .............................................
2. .............................................
3. .............................................
4. .............................................
5. .............................................

: ..........................
: ..........................
: ..........................

6. .............................................
7. .............................................
8. .............................................
9. .............................................
10. ...........................................

Definisi masalah (PBL)

Hal yang perlu diketahui :

Hal yang sudah diketahui:

Materi bahasan yang harus dipelajari :

Tanda tangan Fasilitator

[Form ini diparaf oleh fasilitator setelah memeriksa kesesuaian isinya dengan tugas diskusi,
setelah diparaf dikembalikan kepada tiap kelompok]

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

46

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


UNIVERSITAS BENGKULU
HASIL DISKUSI 2
Kelompok
Nama Fasilitator
Hari/Tanggal

: ..........................
: ..........................
: ..........................

Anggota kelompok:
1. .............................................
2. .............................................
3. .............................................
4. .............................................
5. .............................................

Modul
Semester
Waktu

: ..........................
: ..........................
: ..........................

6. .............................................
7. .............................................
8. .............................................
9. .............................................
10. ...........................................

Partisipasi anggota kelompok terhadap setiap presentasi yang dilakukan anggota

Materi presentasi anggota yang masih


belum jelas adalah tentang :

Apa yang akan dilakukan :

Tugas/pertanyaan yang masih belum


diketahui dan dibahas :

Apa yang akan dilakukan :

Tanda tangan Fasilitator

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

47

[ Borang ini diparaf fasilitator setelah memeriksa kesesuaian isinya dengan tugas diskusi.
Setelah diparaf dikembalikan kepada kelompok. Seluruh anggota menyetujui isi borang
ini].

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


UNIVERSITAS BENGKULU
LEMBAR EVALUASI PESERTA DALAM DISKUSI KELOMPOK
(UNTUK EVALUASI FORMATIF OLEH FASILITATOR)
: ______________
: ______________
: 1/ 2/ 3/ 4/ 5/ 6

No

Nama

Modul
Tahun akademik

: ______________
: ______ ______

Peran Serta

Perilaku
Komunikasi

Disiplin/
Kehadiran

Dominan

Aktivitas

Argumentasi

Sharing

Kelompok
Nama Fasilitator
Trigger

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Keterangan:
Sharing

0-5
Kurang

Nilai
6-7
Kadang2

8-10
Selalu

Argumentasi

Kurang

Cukup

Baik

Aktivitas
Komunikasi

Kurang
Kurang

Cukup
Cukup

Baik
Baik

1.

Dominasi
Disiplin/Kehadira
n

Definisi butir evaluasi :


Sharing
: berbagi pendapat/ pengetahuan yang sesuai dengan lingkup
bahasan di antara anggota kelompok
Argumentasi : memberikan pengetahuan dan tanggapan yang logis
berdasarkan literatur yang dibacanya
Aktivitas
: giat dalam diskusi tanpa didorong fasilitator
Dominan
: sikap menguasai forum pada saat diskusi kelompok
Komunikasi : menyimak, menjelaskan dan bertanya dengan menggunakan
bahasa yang baik dan benar serta sistematis

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

-5
Ya
Terlambat
> 15

Nilai
-3
Kadang2
Terlambat
< 15

0
Tidak
Tepat
Waktu

Bengkulu_______________200

(________________________)

48

nama jelas fasilitator

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


UNIVERSITAS BENGKULU
LEMBAR EVALUASI PESERTA DALAM DISKUSI KELOMPOK
(UNTUK DISERAHKAN KEPADA PENGELOLA MODUL)
: ______________
: ______________
: ______________

No

Nama

Modul
Tahun akademik
Peran Serta

: ______________
: ______ ______
Perilaku
Komunikasi

Disiplin/
Kehadiran

Dominan

Aktivitas

Argumentasi

Sharing

Kelompok
Nama Fasilitator
Tanggal

Jumlah
(Max= 40)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Keterangan:
Sharing

0-5
Kurang

Nilai
6-7
Kadang2

8-10
Selalu

Argumentasi

Kurang

Cukup

Baik

Aktivitas
Komunikasi

Kurang
Kurang

Cukup
Cukup

Baik
Baik

2.

Dominasi
Disiplin/Kehadira
n

-5
Ya
Terlambat
> 15

Nilai
-3
Kadang2
Terlambat
< 15

0
Tidak
Tepat
Waktu

Definisi butir evaluasi :


Sharing

: berbagi pendapat/ pengetahuan yang sesuai dengan lingkup


bahasan di antara anggota kelompok
Argumentasi : memberikan pengetahuan dan tanggapan yang logis
berdasarkan literatur yang dibacanya
Aktivitas
: giat dalam diskusi tanpa didorong fasilitator
Dominan
: sikap menguasai forum pada saat diskusi kelompok
Komunikasi : menyimak, menjelaskan dan bertanya dengan menggunakan
bahasa yang baik dan benar serta sistematis

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Bengkulu_______________200

(________________________)
nama jelas fasilitator I

49

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

50

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


UNIVERSITAS BENGKULU
EVALUASI FASILITATOR OLEH MAHASISWA ( EFOM )
Fakultas
:
Blok / Modul
:
Nama Dosen Fasilitator
:
Semester
: Gasal / Genap
Tanggal
:
Angkatan tahun mahasiswa:
No

Komponen yang dinilai

Angka( skor )
1

A
1
2
3
4
5
6
7
8
9
B
10

Pelaksanaan
Fasilitator menunjukkan antusiasme
Fasilitator hadir tepat waktu
Fasilitator berada di kelas selama proses diskusi
Fasilitator proaktif memantau proses diskusi
Fasilitator mengajukan pertanyaan yang memicu mahasiswa untuk
berpikir kritis
Fasilitator memberi kesempatan pada tiap mahasiswa untuk
mengekspresikan pendapatnya
Fasilitator berperan aktif mengingatkan kelompok apabila diskusi
menyimpang dari topik
Fasilitator berperan aktif mendorong mahasiswa mengevaluasi dan
meringkas hasil diskusi
Fasilitator mengevaluasi proses diskusi dan memberi umpan balik
yang berkaitan dengan proses diskusi tersebut
Evaluasi
Fasilitator selalu memeriksa dan mengembalikan buku catatan/log
book tepat waktu

Saran dan Kritik

Keterangan :
Berikan tanda silang (X) pada kotak yang sesuai
1 = sangat tidak sesuai
2 = kurang sesuai
3 = cukup sesuai
4 = sangat sesuai

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

51

Keterangan :
1. Fasilitator menunjukkan kegembiraan, semangat dan bersikap akrab
2. Fasilitator hadir tepat waktu
1. Terlambat pada 100 % pertemuan
2. Terlambat pada 50 % pertemuan
3. Terlambat pada < 50 % pertemuan
4. Selalu tepat waktu
3. Fasilitator berada di kelas selama proses diskusi
1. Hanya di awal dan akhir
2. Keluar masuk ruangan 3 kali
3. Keluar masuk ruangan < 3 kali
4. Tetap di tempat
4. Fasilitator pro aktif memantau proses diskusi: memastikan diskusi berjalan sesuai
dengan rencana, dan tiap anggota diskusi menjalankan perannya dengan baik
5. Fasilitator mengajukan pertanyaan yang memicu mahasiswa untuk berpikir kritis:
menstimulasi tanpa mengarahkan
6. Fasilitator memberi kesempatan pada setiap mahasiswa untuk mengekspresikan
pendapatnya: memotivasi mahasiswa yang kurang aktif berpartisipasi dalam diskusi
dan meredam mahasiswa yang terlalu mendominasi dengan cara yang bijaksana
7. Fasilitator berperan aktif mengingatkan melihat kembali tujuan yang ingin dicapai
melalui pemicu apabila diskusi menyimpang dari topik.
8. Fasilitator berperan aktif mendorong mahasiswa mengevaluasi dan meringkas hasil
diskusi
9. Fasilitator mengevaluasi proses diskusi dan memberi umpan balik yang berkaitan
dengan proses diskusi tersebut.
10. Fasilitator selalu memeriksa dan mengembalikan buku catatan / logbook dengan
tepat waktu

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

52

Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD)


UNIVERSITAS BENGKULU
LEMBAR PENILAIAN LAPORAN PRAKTIKUM
MODUL PENGINDERAAN
Praktikum .
Hari/Tgl: / 2012, pk.
Kelompok .......
Pembimbing: ..
PENILAIAN *

NAMA MAHASISWA

PEDOMAN PENILAIAN
Ang
ka
1
2

Kelengkapan Laporan
(lihat pedoman
penilaian)
Isi laporan :
a. Sistematis
b. Analisis hasil
c. Acuan sahih
Penampilan laporan
a. Rapi
b. indah

Fakt
or
X

15

X
X
X

25
25
25

Nilai

5
5
Nilai Akhir

Rentang Angka : 60

100
Tanda Tangan Pembimbing,

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

53

LEMBAR PENILAIAN DIRI & TEMAN


Modul:

Kelompok:

Beri tanda [ x ] pada garis di samping nama, sesuai dengan nilai yang Anda berikan untuk diri sendiri dan untuk teman Anda,
menyangkut kehadiran dan aktivitas dalam kegiatan kelompok ketika menyelesaikan tugas.
0 Tidak pernah datang
10 Tidak hadir 2 x, kalau hadir tidak berpartisipasi aktif, dan menyelesaikan tugas sekedarnya
25 Tidak hadir 2 x, kalau hadir mau berpartisipasi, tetapi menyelesaikan tugas sekedarnya, ATAU
Tidak hadir 1 x, kalau hadir tidak berpartisipasi, dan menyelesaikan tugas sekedarnya
40 Tidak hadir 1 x, kalau hadir berpartisipasi aktif, dan menyelesaikan tugas sekedarnya
60 Selalu hadir, tetapi kurang berpartisipasi, dan menyelesaikan tugas sekedarnya
80 Selalu hadir, berpartisipasi aktif, tetapi kadang menyelesaikan tugas sekedarnya
100 Selalu hadir, selalu berpartisipasi aktif, kooperatif, dan selalu menyelesaikan tugas dengan baik dan persiapan mantap
NAMA ANGGOTA KELOMPOK

10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100

*
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Catatan: Tidak ada nilai yang sama untuk lebih dari 3 orang

Pemberi nilai

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

54

PEER- AND SELF-ASSESSMENT SHEET


Module:

Group

Mark [ x ] in the appropriate place on the line beside each name to mark yourself and your peer concerning discipline,
participation in group discussion and performance in doing task/homework
0 No attendance at all
10 2 x absence, no active participation, doing homework/task inadequately
25 2 x absence, active participation but doing homework/task inadequately, OR
1 x absence, no active participation and doing homework/task inadequately
40 1 x absence, active participation but doing homework/task inadequately
60 No absence, active participation but doing homework/task inadequately
80 No absence, active participation but sometimes doing homework/task inadequately
100 No absence, active participation and always doing homework/task adequately (perfectly)
GROUP MEMBERS

10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100

*
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Note: No same marks for more than 3 people

Evaluator

Buku Rancangan Pengajaran (BRP), Modul Penginderaan, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

55

Pengelola
MODUL PENGINDERAAN

Ketua:

Dr. Zunilda Dj. Sadikin, MS, SpFK


Departemen Farmakologi dan Terapeutik
Tel: 31930481
HP: 0816 87 0013

Wakil Ketua:

Prof.DR. Dr. Jenny Bashiruddin, SpTHT (K)


Departemen T.H.T
Tel: 31935088
HP: 0816803528

Sekretaris:
Kelas Reguler

Dr. Lisnawati, SpPA(K)


Departemen Patologi Anatomi
Tel: 31905888
HP : 0811 177 5429
Dr. Adisti Dwijayanti
Departemen Farmasi Kedokteran
Tel: 31901147
HP : 02171381611 (flexi) & 0817840307

Kelas Khusus Internasional

Sekretariat Kelas Reguler:

Sdri. Anne Ricky Alamsyah


HP:08176050630
Email: E-mail:

annemodul@yahoo.com
Departemen Parasitologi
Tel: 3145047
Sekretariat Kelas Khusus Internasional:

Sdri. Pipit
Gedung IASTH Jl. Salemba 6 Lt. 5 dan 7
Tel: 3902408
3903004
31909005

Unit Pendidikan Kedokteran (UPK)/


Medical Education Unit (MEU):

Tel: 3908643

Buku Panduan Kerja Mahasiswa Modul Penginderaan 2014, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

56

PENYUSUN
MODUL PENGINDERAAN

Dr. Gitalisa A, SpM


Dr. Tri Rahayu, SpM
Dr. Eva Dewati, SpS
Dr. Adisti Dwijayanti
Dr. Lisnawati, SpPA(K)
Dra. Ariyani Kiranasari
Drg. Antonia Tanzil, MS
Dr. Ahmad Aulia Jusuf, PhD
Dr. Widayat Alfiandi, SpTHT
Dr. Zunilda Dj. Sadikin, MS, SpFK
Dr. Muchtaruddin Mansyur SpOk. PhD
Prof. DR. Dr. Jenny Bashiruddin, SpTHT (K)

EDITOR
Zunilda Dj. Sadikin

Buku Panduan Kerja Mahasiswa Modul Penginderaan 2014, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

57

TIM MODUL LOKAL PSPD UNIB


MODUL PENGINDERAAN

KETUA MODUL

: dr. MARISADONNA

ASTERIA
SEKRETARIAT MODUL

: SUPRIANTO

NUMBER INFORMATION MODUL:

0736-349733

Buku Panduan Kerja Mahasiswa Modul Penginderaan 2014, PSPD UNIB


Dibawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

58