Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN KASUS

MIOMA UTERI
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kepanitraan Klinik Obstetri dan
Ginekologi
Rumah Sakit Tugurejo Semarang

Pembimbing :
dr. M.Irsam, SpOG

Disusun Oleh :
Septi Kusuma Hnadayani
H2A009041

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
2014

BAB I
STATUS PASIEN
I.
IDENTITAS PASIEN
Nama
: Ny. SW
Umur
: 34 tahun
Jenis Kelamin
: Perempuan
Agama
: Islam
Pekerjaan
: buruh
Pendidikan Terakhir
: SMA
Alamat
:Kembangan, Mijen, Semarang
Tanggal masuk
: 16 Januari 2014
No. CM
: 439753
Biaya pengobatan
: Jamkesda
Nama Suami

: Tn. HP

Umur

: 35 th

Alamat
Agama

: Kembangan, Mijen, Semarang


: Islam

Pekerjaan

: karyawan pabrik

Pendidikan Terakhir

: SMA

II.

DAFTAR MASALAH

No

Masalah aktif

Tanggal

1.

G3P3A0, 34 tahun, mioma uteri,

16-01-

No Masalah pasif

2014

III.

ANAMNESIS
Anamnesis dilakukansecara autoanamnesis Tgl 16 Januari 2014,
Pukul: 11.00 WIB
Keluhan utama
: nyeri didaerah perut bawah
Riwayat Penyakit Sekarang
:

Tanggal

Pasien datang dengan keluhan nyeri didaerah perut bawah. Nyeri


dirasa sejak 1 minggu lalu. Nyeri hilang timbul. Selain nyeri pasien
mengeluhkan menstruasi tidak teratur dalam satu bulan menstruasi 2x,
darah yang kelur cukup banyak 4x ganti pembalut. Mesntruasi tidak
teratur sejak 2 bulan terakhir. Sebelumnya siklus haid normal.
Keputihan (-).perut membesar (-).
Riwayat haid
Menarche : 13 tahun.
Lama haid : 7 hari, siklus haid 28 hari.
Riwayat menikah
Pernikahan 1, lama pernikahan dengan suami terakhir 13 tahun.
Riwayat obstetri
G2P2A0, 48 tahun
1. , 3000 gram, spontan, di bidan, 13tahun, sehat
2. , 3100 gram, spontan, di bidan, 10 tahun, sehat
3. , 3000 gram, spontan di bidan, 5 tahun, sehat
Riwayat kb :
Suntik KB 3 bulan
Riwayat penyakit dahulu

Riwayat DM

: disangkal

Riwayat HT

: disangkal

Riwayat penyakit jantung

: disangkal

Riwayat alergi obat/makanan

: disangkal

Riwayat penyakit keluarga

DM
: disangkal
Asma
: disangkal
Hipertensi
: diakui
Penyakit Jantung : Disangkal
Alergi
: Disangkal

Riwayat sosial ekonomi


Pasien bekerja sebagai buruh, suami bekerja sebagaikaryawan pabrik
biaya pengobatan ditanggung Jamkesda. Kesan ekonomi kurang

IV.

PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan fisik dilakukan pada tanggal 16 Januari 2014 pukul 11.30
WIB
1) Status Praesens
Keadaan Umum

: Baik

Kesadaran

: Kompos mentis

GCS

: 15 (E 4, V 5, M 6)

Tanda Vital

Tekanan darah : 100/70 mmHg


Nadi

80x/menit,

irama

regular,

isidantegangancukup
Nafas

: 20x /menit

Suhu

: 37oC (axiler)

2) Status Internus
1) Kulit

: warna sawo matang, turgor kulit turun (-), ikterik

(-), petekie (-)


2) Kepala

: kesan mesosefal, rambut hitam lurus

3) Mata

: konjungtivaanemis (-/-), sklera ikterik (-/-), pupil

bulat,
central, reguler dan isokor 3mm
4) Hidung

: nafas cuping hidung (-), sekret (-)

5) Telinga

: serumen (-/-), nyeri tekan tragus (-/-), nyeri tekan

mastoid (-/-)
6) Mulut

: bibir kering (-), bibir sianosis (-), bibir pucat (+),

lidah
kotor (-), gusi berdarah (-)
7) Leher
Thorax
Pulmo

: pembesaran kelenjar limfe (-), deviasi trakea (-)


:

Paru depan

Paru belakang

Inspeksi
Statis

Normochest, simetris, kelainan Normochest, simetris, kelainan


kulit (-/-), sudut arcus costa kulit (-/-)
dalam batas normal, ICS dalam
batas normal

Dinamis
Palpasi

Pengembangan

pernafasan Pengembangan

pernapasan

paru Normal
paru normal
Simetris (N/N), Nyeri tekan Simetris (N/N),

Nyeri

(-/-), ICS dalam batas normal, tekan

dalam

(-/-),

taktil fremitus dalam batas batas


normal

fremitus

ICS

normal,
dalam

taktil
batas

normal
Perkusi
Kanan
Kiri
Auskultasi

Sonor seluruh lapang paru

Sonor seluruh lapang paru

Batas paru hati ICS 6

Peranjakan paru hati 5 cm

Sonor seluruh lapang paru.


Sonor seluruh lapang paru.
Suara dasar vesicular, Ronki Suara dasar vesicular, Ronki
(-/-), Wheezing (-/-)

(-/-), Wheezing (-/-)

Jantung
Inspeksi
Palpasi

ictus cordis tidak tampak


Ictus cordis teraba pada ICS IV 1-2 cm ke arah medial linea
midclavikula sinistra, thrill (-), pulsus epigastrium (-), pulsus

Perkusi

Kesan

parasternal (-), sternal lift (-)


Batas atas jantung
: ICS II linea parasternal sinistra
Pinggang jantung

: ICS III linea parasternal sinsitra

Batas kanan bawah

: ICS V linea sternalis dextra

Batas kiri bawah

: ICS V linea midclavikula sinistra 1-2


cm ke arah medial

Konfigurasi jantung dalam batas normal


Suara jantung murni: SI,SII (normal) reguler,
suara jantung tambahan (-)

Auskultasi

Abdomen
Inspeksi

Permukaan datar, warna sama seperti kulit di sekitar,

Auskultasi
Perkusi

ikterik (-), striae (-), spider angioma (-), venectasi (-)


Bising usus (+) normal 9x/ menit
Timpani seluruh lapang abdomen,
Pekak sisi (-), pekak alih (-)
Pekak hepar: liver span 8 cm
Pekak limpa: (-)
Tidak terdapat nyeri ketok ginjal dextra/sinistra
Nyeri tekan seluruh lapang abdomen (-),

Palpasi

Hepar, lien dan ginjal tidak teraba


Extermitas
Edema

Superior
-/-

Inferior
-/-

Akral dingin

-/-

-/-

8) Status Ginekologi

Inspeksi

labia mayor/ labia minor/ vagina tanda-tanda


peradangan (-), tanda chadwick (-), tumor (-), darah

Palpasi

(+)
labia mayor/labia minor/vagina nyeri tekan (-),

tumor (-), nyeri tekan kelenjar Batollini (-)


Pemeriksaan VT Fluxus (+), Flour (-)
Vulva/Urethra/Vagina : tidak ada kelainan
& bimanual
Corpus Uteri : teraba massa sebesar telur angsa

Portio : licin, sebesar ibu jari, tidak berbenjol dan


bisa digerakkan
Ostium Uterus Eksternus : tertutup
Adnexa Parametrium/Cavum Doglas : tidak ada
kelainan

Pemeriksaan laboratorium :
Darah rutin 6 Januari 2014
Leukosit

: 3,63rb/mmk

Hemoglobin

: 11,90 g/%

Hematokrit

: 36,5 %

Eritrosit

: 4.72 jt/mmk

Trombosit

: 311 rb/mmk

MCV

: 79,9 fL

MCH

: 27,7 pg

MCHC

: 34,6 g/dl

Kimia klinik 6 januari 2014

V.

Asam urat

: 4,4 mg/dl

Cratinin

: 1,02 mg/dl

SGOT

:16 u/L

SGPT

: 15 u/L

RESUME
Pasien datang dengan keluhan nyeri didaerah perut bawah. Nyeri
dirasa sejak 1 minggu lalu. Nyeri hilang timbul. Selain nyeri pasien
mengeluhkan menstruasi tidak teratur dalam satu bulan menstruasi 2x,
darah yang kelur cukup banyak 4x ganti pembalut. Mesntruasi tidak
teratur sejak 2 bulan terakhir. Sebelumnya siklus haid normal.
Keputihan (-).perut membesar (-).

Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah ibu 100/70


mmHg, Nafas 20x/menit, suhu 37oC (axiler), Nadi 80x/menit, irama
reguler, isi dan tegangan cukup.
Status Internus tidak didapatkan kelainan.Pada pemeriksaan
ginekologi didadapatkan, flour (-), floxus (+), v.u.v tidak ada
kelainan.a.p tidak ada kelainan,c.ut sebesar telur angsa, c.d tidak ada
kelaianan
VI.

DIAGNOSA SEMENTARA
G3P3A0, 34 tahun, mioma uteri,

VII.

INITIAL PLAN
a. Ip. Dx : S :O :b. Ip. Tx : asam mefenamat 3 x 1
Asam traneksamat 3x 1
c. Ip. Mx : - monitoring keadaan umum
-monitoring tanda vital
- Monitoring perdarahan per vaginam
d. Ip. Ex :
Menjelaskan kepada pasien dan keluarga pasien tentang
penyakit pasien.
Menjelaskan tentang def, etiologi, dan komplikasinya.
Menjelaskan tentang rencana operasi dan efek sampingya.

Tanggal
17-1-2014

18-1-2014

19-1-2014

Follow up
KU

: baik, CM

TD

: 10/80 mmhg

: 81x/mnt (regular, isi dan tegangan cukup)

RR

: 17x/mnt

mata

: Conjungtiva anemis -/-

thorax

: C/P dbn

Abd

: H/L ttb, membesar (-), nyeri tekan (-)

genetalia

: floxus (+),

ekstremitas

: edema (-), akral dingin (-)

post histerektomi
Keluhan : keluar keputihan
KU

: baik, CM

TD

: 110/80 mmhg

: 88x/mnt (regular, isi dan tegangan cukup)

RR

: 20x/mnt

mata

: CA-/-

thorax

: C/P dbn

Abd

: H/L ttb, membesar (-), nyeri tekan (-)

genetalia

: fluxus (-), floue (+)

ekstremitas

: edema (-), akral dingin (-)

Keluhan

:-

KU

: baik, CM

TD

: 200/130 mmhg

: 80x/mnt (regular, isi dan tegangan cukup)

RR

: 22x/mnt

mata

: CA-/-

thorax : C/P dbn


Abd

: H/L ttb, membesar (-), nyeri tekan (-)

genetalia

: fluxus (-), fluor (-)

20-1-2014

ekstremitas

: edema (-), akral dingin (-)

Keluhan

: lemes kepala pusing, BAK (+) DC 1200cc,

KU

: baik, CM

TD

: 150/110 mmhg

: 88x/mnt (regular, isi dan tegangan cukup)

RR

: 20x/mnt

mata

: CA-/-

thorax

: C/P dbn

Abd

: H/L ttb, membesar (-), nyeri tekan (-)

genetalia

: floxus (-),

ekstremitas

: edema (-), akral dingin (-)

Dx : P3A0, 34 tahun, post histerektomi, a.i mioma uteri H+3


TX : cefadroxil 3x1
asam mefenamat 3x1
kalnex 3x1
BC/C SF 2x1 tab

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. DEFINISI
Mioma uteri adalah tumor jinak otot polos uterus yang terdiri dari
sel-seljaringan

otot

polos,

jaringan

pengikat

fibroid

dan

kolagen.Mioma uteri disebut jugadengan leimioma uteri atau


fibromioma uteri. Mioma ini berbentuk padat karenajaringan ikat dan
otot rahimnya dominan. Mioma uteri merupakan neoplasma jinakyang
paling umum dan sering dialami oleh wanita. Neoplasma ini
memperlihatkangejala klinis berdasarkan besar dan letak mioma.
B. KLASIFIKASI MIOMA UTERI

Berdasarkan letaknya mioma uteri diklasifikasikan


menjadi 3 bagian yaitu:

1. Mioma uteri subserosum


Lokasi tumor di sub serosa korpus uteri. Dapat hanya
sebagai tonjolan saja,dapat pula sebagai satu massa
yang

dihubungkan

dengan

uterus

melalui

tangkai.Pertumbuhan kearah lateral dapat berada di


dalam ligamentum latum, dan disebutsebagai mioma
intraligamen. Mioma yang cukup besar akan mengisi
ronggaperitoneum sebagai suatu massa. Perlekatan
dengan ementum di sekitarnyamenyebabkan sisten
peredaran darah diambil alih dari tangkai ke omentum.
Akibatnya tangkai semakin mengecil dan terputus,
sehingga mioma terlepas dariuterus sebagai massa
tumor yang bebas dalam rongga peritoneum. Mioma
jenis inidikenal sebagai mioma jenis parasitik.
2. Mioma uteri intramural
Disebut juga sebagai mioma intraepitalial, biasanya
multiple. Apabila masihkecil, tidak merubah bentuk
uterus,

tapi

bila

besar

akan

menyebabkan

uterusberbenjol-benjol, uterus bertambah besar dan


berubah bentuknya. Mioma sering tidakmemberikan
gejala klinis yang berarti kecuali rasa tidak enak karena
adanya massatumor di daerah perut sebelah bawah.

3. Mioma uteri sub mukosum


Mioma

yang

berada

di

bawah

lapisan

mukosa

uterus/endometrium dantumbuh kearah kavun uteri. Hal


ini menyebabkan terjadinya perubahan bentuk danbesar
kavum uteri. Bila tumor ini tumbuh dan bertangkai,
maka tumor dapat keluardan masuk ke dalam vagina
yang

disebut

walaupun

mioma

hanya

geburt.

kecil

selalu

Mioma

submukosum

memberikan

keluhan

perdarahan melalui vagina. Perdarahan sulit dihentikan,


sehingga sebagai terapinya dilakukan histerektomi.
C. ETIOLOGI DAN PATOFISIOLOGI
Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti mioma
uteri dan didugamerupakan penyakit multifaktorial.
Mioma

merupakan

dihasilkan

dari

sebuah

mutasi

tumor

somatik

monoklonalyang
dari

sebuah

sel

neoplastik tunggal.Tumbuhmulai dari benih multiple


yang sangat kecil dan tersebar pada miometrium
sangatlambat

tetapi

progresif.

Faktor-faktor

yang

mempengaruhi pertumbuhan mioma uteri:


a. Estrogen
Mioma uteri kaya akan reseptor estrogen. Meyer dan De
Snoo mengajukan teoriCell nest atau teori genitoblast,
teori ini menyatakan bahwa untuk terjadinyamioma
uteri harus terdapat dua komponen penting yaitu: sel
nest

sel

mudayang

terangsang)

dan

estrogen

(perangsang sel nest secara terus menerus).Percobaan


Lipschutz yang memberikan estrogen kepada kelinci
percobaanternyata

menimbulkan

tumor

fibromatosa

baik pada permukaan maupun pada tempat lai dalam


abdomen.19

Hormon

melaluipenggunaan

alat

estrogen

dapat

kontrasepsi

yang

diperoleh
bersifat

hormonal (Pil KB, Suntikan KB, dan Susuk KB). Peranan


estrogen didukung dengan adanya kecenderungan dari
tumor

inimenjadi

stabil

dan

menyusut

setelah

menopause dan lebih sering terjadi padapasien yang


nullipara.
b. progesteron
Reseptor progesteron terdapat di miometrium dan mioma sepanjang
siklus menstruasi dan kehamilan. Progesteron merupakan antagonis
natural dari estrogen. Progesteron menghambat pertumbuhan tumor
dengan dua cara yaitu: mengaktifkan 17 - Beta hidroxydesidrogenase
dan menurunkan jumlah reseptor estrogen pada tumor.19 Dalam
Jeffcoates Principles of Gynecology, ada beberapa faktor yang diduga
kuat sebagai faktor predisposisi terjadinya mioma uteri, yaitu :
1. Umur
Proporsi mioma meningkat pada usia 35-45 tahun.
2. Paritas
Lebih sering terjadi pada nullipara atau pada wanita yang relative
infertile, tetapi sampai saat ini belum diketahui apakah infertilitas
menyebabkan mioma uteri atau sebaliknya mioma uteri yang
menyebabkan infertilitas, atau apakah keadaan ini saling
mempengaruhi.
3.Faktor Ras dan Genetik
Pada wanita tertentu, khususnya wanita berkulit hitam, angka
kejadian mioma uteri lebih tinggi.
D. GEJALA KINIK
a. Gejala subjektif
Pada umumnya kasus mioma uteri ditemukan secara kebetulan
pada pemeriksaan ginekologik karena tumor ini tidak mengganggu.
Timbulnya gejala subjektif dipengaruhi oleh: letak mioma uteri,
besar mioma uteri, perubahan dan komplikasi yang terjadi.
Gejala subjektif pada mioma uteri:
1. Perdarahan abnormal, merupakan gejala yang paling umum
dijumpai.Gangguan perdarahan yang terjadi umumnya adalah:

menoragia, danmetrorargia. Beberapa faktor yang menjadi


penyebab perdarahan ini antaralain adalah: pengaruh ovarium
sehingga

terjadilah

endometrium

yang

hiperplasia
lebih

luas

endometrium,permukaan
dari

pada

biasa,

atrofi

endometrium,dan gangguan kontraksi otot rahim karena adanya


sarang mioma di antaraserabut miometrium, sehingga tidak dapat
menjepit pembuluh darah yangmelaluinya dengan baik. Akibat
perdarahan penderita dapat mengeluh anemis karena kekurangan
darah, pusing, cepat lelah, dan mudah terjadi infeksi.
2. Rasa nyeri, gejala klinik ini bukan merupakan gejala yang khas
tetapi gejalaini dapat timbul karena gangguan sirkulasi darah pada
sarang mioma, yangdisertai nekrosis setempat dan peradangan.
Pada pengeluaran miomasubmukosum yang akan dilahirkan dan
pertumbuhannya yang menyempitkankanalis servikalis dapat
menyebabkan juga dismenore.
3. Tanda penekanan, Gangguan ini tergantung dari besar dan tempat
miomauteri. Penekanan pada kandung kemih akan menyebabkan
poliuria, padauretra dapat menyebabkan retensio urine, pada ureter
dapat menyebabkanhidroureter dan hidronefrosis, pada rektum
dapat menyebabkan obstipasi dantenesmia, pada pembuluh darah
dan pembuluh limfe di panggul dapat menyebabkan edema tungkai
dan nyeri panggul
b. Gejala objektif
Gejala objektif mioma uteri ditegakkan melalui:
1. Pemeriksaan Fisik. Pemeriksaan fisik dapat berupa pemeriksaan
Abdomen dan pemeriksaan pelvik. Pada pemeriksaan abdomen,
uterus yang besar dapat dipalpasi pada abdomen. Tumor teraba
sebagai nodul ireguler dan tetap, area perlunakan memberi kesan
adanya perubahan degeneratif. Pada pemeriksaan Pelvis, serviks
biasanya normal, namun pada keadaan tertentu mioma submukosa
yang bertangkai dapat mengakibatkan dilatasi serviks dan terlihat
pada ostium servikalis. Uterus cenderung membesar tidak
beraturan dan noduler. Perlunakan tergantung pada derajat

degenerasi

dan

kerusakan

vaskular.

Uterus

sering

dapat

digerakkan, kecuali apabila terdapat keadaan patologik pada


2.

adneksa.
Pemeriksaan Penunjang; Apabila keberadaan masa pelvis
meragukan maka pemeriksaan dengan ultrasonografi akan dapat
membantu. Selain itu melalui pemeriksaan laboratorium (hitung
darah lengkap dan apusan darah) dapat dilakukan.

E. PENATALAKSANAAN
1. Pengobatan Konservatif
Dalam dekade terakhir ada usaha untuk mengobati mioma uterus
denganGonadotropin

releasing

hormone

(GnRH)

agonis.

Pengobatan GnRH agonisselama 16 minggu pada mioma uteri


menghasilkan degenerasi hialin dimiometrium hingga uterus
menjadi kecil. Setelah pemberian GnRH agonisdihentikan mioma
yang lisut itu akan tumbuh kembali di bawah pengaruhestrogen
oleh karena mioma itu masih mengandung reseptor estrogen
dalamkonsentrasi tinggi.
2. Pengobatan Operatif
Tindakan operatif mioma uteri dilakukan terhadap mioma yang
menimbulkangejala yang tidak dapat ditangani dengan pengobatan
operatif, tindakan operatif yang dilakukan antara lain :
Miomektomi
Miomektomi

adalah

pengambilan

sarang

mioma

saja

tanpa

pengangkatanuterus, misalnya pada mioma submukosum pada mioma


geburt dengan caraakstirpasi lewat vagina. Apabila miomektomi
dikerjakan karena keinginan memperoleh anak, maka kemungkinan akan
terjadi kehamilan 30-50%. Pengambilan sarang mioma subserosum dapat
dengan mudah dilaksanakan apabila tumor bertangkai. Tindakan ini
seharusnya hanya dibatasi pada tumor dengan tangkai yang jelas yang
dengan mudah dapat dijepit dan diikat. Bila tidak mioma dapat diambil
dari uterus pada waktu hamil atau melahirkan, sebab perdarahan dapat
berkepanjangan dan terkadang uterus dikorbankan.

Histerektomi
Histerektomi adalah pengangkatan uterus yang umumnya merupakan
tindakanterpilih. Tindakan ini terbaik untuk wanita berumur lebih dari 40
tahun dan tidak menghendaki anak lagi atau tumor yang lebih besar dari
kehamilan 12 minggu disertai adanya gangguan penekanan atau tumor
yang cepatmembesar. Histerektomi dapat dilaksanakan perabdomen atau
pervaginum.Adanya prolapsus uteri akan mempermudah prosedur
pembedahan. Histerektomi total umumnya dilakukan dengan alasan
mencegah akan timbulnya karsinoma serviks uteri. Histeroktomi supra
vaginal hanya dilakukan apabila terdapat kesukaran teknis dalam
mengangkat uterus keseluruhan.

DAFTAR PUSTAKA

1. Prawirohardjo, S., Wiknjosastro, H., Sumapraja, S. Ilmu kandungan. Edisi


2.Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono; 2007.
2. Benson, R. Buku Saku Obsteteri dan Ginekologi . Edisi 9. Cetakan I. Jakarta:
Penerbit EGC; 2008.

3. Flake, G.P., Andersen, J., and Dixon, D. Etiology and Pathogenesis of Uterine
Leiomyomas: A Review. Environmental Health Perspectives2002;111(8).
4. Joedosaputro MS. Tumor jinak alat genital. Dalam Sarwonoprawiraharjo,
edisi kedua ilmu kandungan Yayasan Bina Pustaka. Jakarta: 1994; 338-34
5. Benson, R. Buku Saku Obsteteri dan Ginekologi. Edisi 9. Cetakan I.
Jakarta:Penerbit EGC; 2008.