Anda di halaman 1dari 3

makalah fisika terapan (fisika bangunan)

PENCAHAYAAN Seperti halnya sirkulasi udara (penghawaan), pencahayaan pada


ruangan sebaiknya bersumber pada cahaya alami. Sehingga selain sehat juga
dapat menghemat energi. Tidak hanya Untuk itu, pada setiap ruangan
sebaiknya dibuat jendela kaca yang berhubungan dengan sinar luar.atau kita
tidak perlu menyalakan lampu di siang hari. Jendela kaca adalah salah satu
elemen bangunan yang fungsinya sebagai tempat masuknya cahaya matahari
kedalam rumah. Selain itu juga dapat pula digunakan void di ruangan yang tidak
memungkinkan untuk dipasangi jendela, misalnya karena dibatasi oleh tembok
rumah lain. Sumber pencahayaan alami kadang dirasa kurang efektif dibanding
dengan penggunaan pencahayaan buatan, selain karena intensitas cahaya yang
tidak tetap, sumber alami menghasilkan panas terutama saat siang hari. Faktorfaktor yang perlu diperhatikan agar penggunaan sinar alami mendapat
keuntungan, yaitu: Variasi intensitas cahaya matahari Distribusi dari
terangnya cahaya Efek dari lokasi, pemantulan cahaya, jarak antar bangunan
Letak geografis suatu bangunan Fungsi pokok pencahayaan buatan baik yang
diterapkan secara tersendiri maupun yang dikombinasikan dengan pencahayaan
alami adalah sebagai berikut: Menciptakan lingkungan yang memungkinkan
penghuni melihat secara detail serta terlaksananya tugas serta kegiatan visual
secara mudah dan tepat Memungkinkan penghuni berjalan dan bergerak
secara mudah dan aman Tidak menimbukan pertambahan suhu udara yang
berlebihan pada tempat kerja Memberikan pencahayaan dengan intensitas
yang tetap menyebar secara merata, tidak berkedip, tidak menyilaukan, dan
tidak menimbulkan bayang-bayang. KUAT PENERANGAN (E) Perkantoran /Ruang
kuliah = 200 - 500 Lux Apartemen / Rumah = 100 - 250 Lux Hotel = 200 - 400
Lux Rumah sakit / Sekolah = 200 - 800 Lux Basement / Toilet / Coridor = 100 200 Lux Restaurant / Store / Toko = 200 - 500 Lux Dimana : Dimensi ruangan =
(pxl )+ 2(p+t) + 2(l+t) Kebutuhan lampu = dimensi ruangan x kuat penerangan
(E) Kapasitas lampu PEMBAHASAAN Pada gedung D sistem sirkulasi
penghawaan alami tidak berfungsi dengan baik dikarenakan tidak adanya
lubang angin dan ventilasi yang telah ditutup untuk penggunaan AC. Sistem
sirkulasi penghawaan alami pada setiap ruangan memiliki hambatan pertukaran

udara luar segar masuk ke dalam. Hal ini dikarenakan tidak adanya celah untuk
udara masuk. Inilah yang menyebabkan pada ruangan tersebut menggunakan
AC. Adapun penggunaan AC pada setiap ruangan tidak berfungsi secara
maksimal sehingga pengguna ruangan tidak merasa nyaman. Hal ini disebabkan
karena tidak sesuainya jumlah AC yang digunakan dengan luasan ruangan dan
jumlah penggunanya. Sama halnya dengan sistem pencahayaan pada setiap
ruangan yang terdapat pada setiap Gedung tersebut. Dimana terdapat
penghalang pada beberapa sumber arah cahaya yang mengakibatkan cahaya
yang masuk kedalam ruangan tidak cukup untuk menerangi ruangan pada
gedung tersebut. Untuk mendapatkan jumlah AC dan jumlah Lampu yang tepat
dan

memenuhi

kenyamanan

termal

pada

setiap

ruangan

kita

dapat

merencanakan atau menghitungnya dengan cara sebagai berikut : Lab. Kimia


Dik : panjang (p) = 17.6 m Lebar (l) = 9 m Tinggi = 4 m Koefisien BTU = 1m2
=500 BTU Kuat Terang = 500 lux Luas ruangan = Panjang ruangan x lebar
ruangan = 17.6m x 9m = 158,4 m2 Kebutuhan BTU = Luas Ruangan x Koefisien
BTU = 158,4 m x 500 BTU =79200 BTU Kapasitas AC = AC 2 PK (4 unit) dan AC
PK (1 unit) Di mana ruang ini tidak bias digunakan AC dengn tipe Selling
Casette Karena langit-langit yang berbahan Expose. Untuk perhitungan Lampu
Luas ruangan =17,6 x 9 =158,4 Dimensi ruangan = (pxl )+ 2(pxt) + 2(lxt)
=(17,6x9) + 2(17,6x4) + 2(9x4) =158,4 + 140,8 + 72 =371,2 m2 Dengan kuat
penerangan yg telah ditentukan untuk sebuah Lab. Yaitu 500 lux dan
menggunakan jenis lampu TL 36 watt atau setara dengan 3600 lux dan
digunakan lampu dengan 2 mata lampu (7200 lux). Maka, = 371,2 x 500 =
185600/7200 =25 unit GAMBAR DARI LAB KIMIA Ruang Fakultas Perhitungan
AC Dik : panjang (p) = 17.6 m Lebar (l) = 13,8 m Tinggi = 4 m Koefisien BTU =
1m2 =500 BTU Kuat Terang = 350 lux Luas ruanga = Panjang ruangan x lebar
ruangan = 17,6m x 13,8m = 242,88 m2 Kebutuhan BTU = Luas Ruangan x
Koefisien BTU = 242,88 m x 500 BTU =121440 BTU Kapasitas AC= AC 2 PK (6
unit) dan AC 1 PK (1 unit) Di mana ruang ini tidak bisa digunakan AC dengn
tipe Selling Casette Karena langit-langit yang berbahan Expose. Untuk
perhitungan Lampu Luas ruangan =17,6 x 13,8=242,88 m2 Dimensi ruangan =
(pxl )+ 2(pxt) + 2(lxt) =(17,6x13,8) + 2(17,6x4) + 2(13,8x4) =158,4 + 140,8 +

110,4 =494,08 m2 Dengan kuat penerangan yg telah ditentukan untuk sebuah


Lab. Yaitu 350 lux dan menggunakan jenis lampu TL 36 watt atau setara dengan
3600 lux dan digunakan lampu dengan 2 mata lampu (7200 lux. Maka, = 494,08
x 350= 172928/7200 =24 unit RUANGAN PERPUSTAKAAN Dik : panjang (p) = 21
m Lebar (l) = 9 m Tinggi = 4 m Koefisien BTU = 1m2 =500 BTU Kuat Terang =
300 lux Perhitungan AC Luas ruangan = Panjang ruangan x lebar ruangan = 9m
x 21m = 189 m2 Kebutuhan BTU = Luas Ruangan x Koefisien BTU = 189 m x
500 BTU = 94500 BTU Kapasitas AC= AC 2 PK (5 unit) dan AC PK (1 unit) Atau
bisa digantikan dengan celling cashette karena bahan langit-langit yang
menggunakan plafon triplex. Perhitungan lampu Luas ruangan =21 x 9=189 m2
Dimensi ruangan = (pxl )+ 2(pxt) + 2(lxt) =(21x9) + 2(21x4) + 2(9x4) =189 +
168 + 72 =429 m2 Dengan kuat penerangan yg telah ditentukan untuk sebuah
Lab. Yaitu 300 lux dan menggunakan jenis lampu TL 36 watt atau setara dengan
3600 lux dan digunakan lampu dengan 2 mata lampu (7200 lux). Maka, = 429 x
300= 128700/7200 =18 unit Gambar Ruangan Perpustakaan

Anda mungkin juga menyukai