Anda di halaman 1dari 19

F40-F48

GG NEUROTIK,
GG SOMATOFORM & GG
YG BERKAITAN DG
STRES

REAKSI INDIVIDU THD STRES

SADARREALISTIK SUKSESEUSTRES
GAGAL

STRES
T SADAR
MPE

SSSM/ SSSS
KONVERSI

MPE>>
PSIKONEUROSIS

DISTRESS

SSO
PSIKOSOMATIK

ETIOLOGI PSIKONEUROSIS (Sigmund freud)

PREDISPOSISI - TAK TERSELESAIKANNYA


TUGAS PERKEMB MASA
KANAK
- KONFLIK PSIKOSEKSUAL
PRESIPITASI : TDP GAP ANTARA
IDEALISME -REALITA

GAMBARAN UMUM F4..


BANYAK KELUHAN PSIKOLOGIK DAN /
ATAU KELUHAN FISIK
TIDAK TERBUKTI ADA KELAINAN FISIK /
LABORATORIUM STANDART
ADA LATAR BELAKANG PSIKOGENIK

CIRI UMUM PERILAKU PASIEN F4

PERJLN PENYAKIT KRONIK


DOCTOR SHOPPING
LA BELLE INDEFFERENT
PRIMARY GAIN
SECONDARY GAIN
INSTITUTIONAL NEUROSIS

F40 GG ANSIETAS FOBIK


F40.0 AGORAFOBIA
.00 TANPA GG PANIK
.01 DG GG PANIK
F40.1 FOBIA SOSIAL
F40.2 FOBIA KHAS (TERISOLASI)
F40.8 GG ANSIETAS FOBIK LAINNYA
F40.9 GG ANSIETAS FOBIK YTT

F41 GANGGUAN ANSIETAS LAINNYA


F41.0 GG PANIK (ANSIETAS PAROXISMAL PERIODIK)
F41.1 GG ANSIETAS MENYELURUH

F41.2
F41.3
F41.8
F41.9

GG
GG
GG
GG

CAMPURAN ANSIETAS & DEPRESIF


ANSIETAS CAMPURAN LAINNYA
ANSIETAS LAINNYA YDT
ANSIETAS YTT

F42 GG OBSESIF-KOMPULSIF
F42.0 PREDOMINAN PIKRAN OBSESIONAL /
PENGULANGAN
F42.1 PREDOMINAN TINDAKAN KOMPULSIF/ OBSESIONAL
RITUAL
F42.2 CAMPURAN TINDAKAN & PIKIRAN OBSESIONAL
F42.8 GG OBSESIF KOMPULSIF LAINNYA
F42.9 GG OBSESIF-KOMPULSIF LAINNYA

F43 REAKSI THD STRES BERAT & GG PENYESUAIAN


F43.0 REAKSI STRES AKUT

F43.1 GG STRES PASCA-TRAUMA


F43.2 GG PENYESUAIAN

20 REAKSI DEPRESIF SINGKAT


21 REAKSI DEPRESIF BERKEPANJANGAN
22 REAKSI CAMP ANSIETAS & DEPRESIF
23 DG PREDOMINAN GG EMOSI LAINNYA
24 DG PREDOMINAN GG TINGKAHLAKU
25 DG GG CAMP EMOSI & TINGKAHLAKU
28 DG GX PREDOMINAN LAINNYA YDT

F43.8 REAKSI THD STRES BERAT LAINNYA


F43.9 REAKSI THD STRES BERAT YTT

F44 GG DISOSIATIF (KONVERSI)


F44.0 AMNESIA DISOSIATIF

F44.1 FUGUE DISOSIATIF


F44.2 STUPOR DISOSIATIF

F44.3 GG TRANS & KESURUPAN

F44.4 GG MOTORIK DISOSIATIF


F44.5 KONVULSI DISOSIATIF
F44.6 AMNESIA & KEHILANGAN SENSORIK DISOSIATIF
F44.7 GG DISOSIATIF (KONVERSI) CAMPURAN
F44.8 GG DISOSIATIF (KONVERSI) LAINNYA
.80 SINDOMA GANSER
.81 GG KEPRIBADIAN MULTIPEL
.82 GGG DISOSIATIF SEMENTARA PD ANAK/REMAJA
.88 GG DISOSIATIF (KONVERSI) LAINNYAYDT

F44.9 GG DISOSIATIF (KONVERSI) YTT

F45 GANGGUAN SOMATOFORM

F45.0 GG SOMATISASI
F45.1 GG SOMATOFORM TAK TERINCI
F45.2 GG HIPOKONDRIK
F45.3 DISFUNGSI OTONOM SOMATOFORM
30 JANTUNG & KARDIOVASKULAR
31 SALURAN PENCERNAAN BAG ATAS
32 SALURAN PENCERNAAN BAG BAWAH
33 SISTEM PERNAPASAN
34 SISTEM GENITOURINARIA
38 SISTEM ATAU ORGAN LAINNYA
F45.4 GG NYERI SOMATOFORM MENETAP
F45.8 GG SOMATOFORM LAINNYA
F45.9 GG SOMATOFORM YTT
F48 GG NEUROTIK LAINNYA
F48.0 NEURASTENIA
F48.1 SINDROMA DEPERSONALISASI-DEREALISASI
F48.8 GG NEUROTIK LAINNYA
F48.9 GG NEUROTIK YTT

TERAPI
AKUT: PSIKOFARMAKA SESUAI DG
SIMPTOM (ANXIOLITIK / ANTI DEPRESAN
CEPAT MEMBANTU MEREDAKAN
GEJALA
PEMELIHARAAN : PSIKOTERAPI
MERUPAKAN TERAPI KAUSATIF

ANXIOLITIK

MANFAAT TERAPEUTIK
ANXIOLITIK
MUSCLE RELAXANT
SEDATIVE /HIPNOTIK

KLASIFIKASI ANXIOLITIK
KIMIA BENZODIAZEPIN
- NON BENZODIAZEPIN
BETA ADR BLOCKER
DURATION OF ACTION SHORT ACTING
OXAZEPAM
LORAZEPAM
- LONG ACTING
DIAZEPAM
CLOBAZAM

SEDATIF /HIPNOTIK

SHORT ACTING MIDAZOLAM/DORMICUM


LONG ACTING- NITRAZEPAM/MOGADON
-FLURAZEPAM/DALMADORM

PSIKOTERAPI
SUPORTIF CBT (COGNITIVE BEHAVIOUR TX)
HIPNOTERAPI
TRANSACTIONAL ANALYSIS
GESTALT
REALITY TX
LOGOTERAPI
DEEP - PSIKOANALISIS

prognosis

+ usia tua
social support
early diagnosed
prompt treatment
- usia muda
no social support
late diagnosed
wrong treatment

Kasus 1. Gg Panik
Lk 35 th, sopir truk. Saat perjln Jkt-Sby, smp di
Kertososno tiba2 muncul rasa cemas hebat,
berdebar2, keringat dingin, khawatir akan segera
mati, sehingga perjln tidak bisa dilanjutkan, dan
terpaksa memanggil sopir cadangan dari Solo.
Kejadian seperti ini sudah terjadi 5 x dalam 1
bulan.
Terapi: saat kejadian /akut : short acting anxiolitik
(alprazolam, lorazepam)
maintenance : antidepresan (SSRI :
fluoxcetin, paroxetine)
psikoterapi

Kasus 2.OCD
Lk 23 th mhs. Merasa dari penisnya sering keluar
lendir (madzi?) walaupun tidak berkhayal tntang
seksualitas, sehingga ia merasa wajib mandi
hingga 3-4 kali sehari
Terapi : psikoterapi CBT (conitive behaviour tx)

Kasus 3. Kesurupan
Di asrama putra semula ada seorang siswa baru kl
1 SMP merasa melihat sesuatu yg menakutkan di
dekat kamar mandi. Berikutnya perasaan yang
sama diikuti oleh beberapa siswa lainnya dengan
kepanikan sambil menunjukkan jarinya kearah
tertentu.
Terapi : - anxiolitik injeksi utk korban / pasien
- psikoterapi supportif bagi masyarakat
yang ada disekitarnya. Yakinkan bahwa
hal tsb fenomena psikologik bukan mistik

Kasus 4. Gg konversi Nn Buhoti


Nn 23 th, mhs. Dikonsulkan dari bg Neurologi, sblm
nya sdh diperiksa dibg mata, dg keluhan utama
buta. St neurologik dbn. Status ophthalmologis
dbn. Gx buta terpicu ketika os melihat adanya
kontradiksi persepsi pasien dg realita (kakak yg
diidolakan ternyata berbuat tidak senonoh)
Terapi : psikoterapi : CBT
( jadilah dirimu sendiri)