Anda di halaman 1dari 5

STRUKTUR MORFOLOGI CUMI-CUMI (Loligo indica)

Tubuh
cumicumi
relatif
panjang,
langsing
dan
bagian belakang
meruncing
(rhomboidal).
Tubuh
cumicumi dibedakan
atas
kepala,

leher dan badan.


Kepala terletak di bagaian ventral serta memiliki dua mata yang besar dan tidak berkelopak,
berfungsi sebagai alat untuk melihat. Leher pendek dan badan berbentuk tabung dengan sirip
lateral berbentuk segitiga di setiap sisinya.
Pada kepala terdapat mulut yang dikelilingi oleh empat pasang tangan dan sepasang tentakel
(8 tangan dan 2 tentakel panjang). Pada permukaan dalam tangan dan tentakel terdapat batil
isap yang berbentuk mangkok terletak pada ujung tentakel. Gigi khitin atau kait terletak pada
tepi batil isap untuk memperkuat melekatnya mangsa yang diperolehnya.
Di posterior kepala terdapat sifon atau corong berotot yang berfungsi sebagai kemudi. Jika ia
ingin bergerak ke belakang, sifon akan menyemburkan air ke arah depan, sehingga tubuhnya
bertolak ke belakang. Sedangkan gerakan maju ke depan menggunakan sirip dan tentakelnya.
Di bagian perut, tepatnya sebelah sifon akan ditemukan cairan tinta berwarna hitam yang
mengandung pigmen melanin. Fungsinya untuk melindungi diri. Jika dalam keadaan bahaya
cumi-cumi menyemprotkan tinta hitam ke luar sehingga air menjadi keruh. Pada saat itu
cumi-cumi dapat meloloskan diri dari lawan. Sedangkan pada anterior badan terdapat
endoskeleton.
Sistem skeletal terdiri atas endoskeleton yang berbentuk pen atau bulu dan beberapa tulang
rawan. Beberapa tulang rawan tersebut membentuk artikulasi untuk sifon dan mantel, yang
lain melindungi ganglia dan menyokong mata. Endoskeleton yang berbentuk pen tersebut
homolog dengan cangkang pada Mollusca lain. Pada Loligo endoskeleton tersebut (cangkang)
terletak di dalam rongga mantel berwarna putih transparan, tipis dan terbuat dari bahan kitin.
Mantel berwarna putih dengan bintik-bintik merah ungu sampai kehitaman dan diselubungi
selaput tipis berlendir.

STRUKTUR ANATOMI CUMI-CUMI (Loligo indica)

Faring : bagian depan kerongkongan berfungsi untuk mengisap makanan dari mulut dan
membasahinya dengan lendir.

Mulut: tempat masuknya makanan.

Mata : sebaga alat penglihatan

Tentakel : berfungsi sebagai alat gerak ,merasa, memeriksa dan alat penagkap mangsa.

Anus : mengeluarkan sisa metabolisme.

Hati : mengambil sari-sari makanan dalam darah dan sebagai tempat penghasil empedu.

Esofagus : saluran di belakang rongga mulut berfungsi menghubungkan rongga mulut dan
lambung.

Insang : sebagai organ pernapasan.

Lambung : sebagai bagian dari organ pencernaan.

Cangkang dalam : sebagai pelindung organ tubuh bagian dalam.

Ovarium : penghasil sel telur.

Rektum : sebagai bagian usus belakang yang membuka ke anus.

Kantung tinta : kantung selaput yang terdapat pada cumi,yang mengandung tinta. Tinta akan
di semprotkan bila cumi merasa terganggu akan kedatangan / beretemu pemangsa/predator.

Secara anatomi, organ respirasi cumi terdiri atas sepasang insang berbentuk bulu yang
terdapat di rongga mantel. Prosesnya, air keluar masuk melalui tepi lingkaran ujung badan. Kontraksi
dan relaksasi mantel menyebabkan sirkulasi air dalam rongga mantel sehingga terjadi pertukaran gas.
Filamen insang disuplai oleh kapiler-kapiler darah. Darah mengandung pigmen repirasi yaitu
hemocyanin. Sistem pembuluh darah berkembang baik dan sistem peredaran darahnya terdiri dari
jantung sistematik, aorta, dan arteri bersifat ganda dan tertutup, jadi darah seluruhnya mengalir di
dalam pembuluh darah.
Alat ekskresinya berupa dua ginjal atau nefridia berbentuk segitiga berwarna putih yang
berfungsi menapis cairan dari ruang perikardium dan membuangnya ke dalam rongga mantel melalui
lubang yang terletak di sisi usus.
Organ pencernaan terdiri atas mulut yang mengandung radula dan dua rahang yang terbuat
dari kitin dan berbentuk seperti paruh burung betet. Gerak kedua rahang tersebut dikarenakan
kontraksi otot. Selanjutnya makanan di bawa ke esofagus, lambung, usus, rektum dan anus yang
bermuara dalam rongga mantel. Pencernaan dilengkapi dengan dua kelenjar ludah (di masa bukal) dan
di dekat ujung anterior hati, digunakan untuk mensekresikan racun di daerah rahang. Selain itu juga
memiliki kelenjar pencernaan yaitu kelenjar hati pada anterior dan pankreas di posterior. Makanan
cumi-cumi berupa ikan, udang dan Mollusca lainnya.

Sistem saraf terdiri atas tiga pasang ganglion dan saraf. Ganglion serebral, pedal, viseral,
suprabukal, infrabukal dan optik terletak di kepala. Indera sensoris juga sangat berkembang dan
dilengkapi dengan mata, dua statosis pada masing-masing lateral kepala sebagai organ keseimbangan
dan organ pembau.
Sistem reproduksi cumi-cumi dilakukan secara kawin. Hewan ini umumnya memijah satu kali
dan biasanya mati setelah melakukan reproduksi. Alat kelaminnya terpisah (diosius), masing-masing
alat kelamin terdapat di dekat ujung rongga mantel dengan saluran yang terbuka ke arah corong sifon.
Pada saat kopulasi spermatofor jantan dimasukkan ke dalam rongga mantel betina dengan pertolongan
hektokotikulus (modifikasi ujung tangan kiri ke-5 jantan) yang berbentuk seperti sisir. Cumi-cumi
betina menghasilkan telur yang akan dibuahi di dalam rongga mentel. Kemudian, telur yang sudah
dibuahi dibungkus dengan kapsul dari bahan gelatin, panjang dan berlubang pada ujung-ujungnya.

Cara kerja :
1. Menyiapkan cumi-cumi yang sudah mati dan masih segar.
2. Menggambar cumi.
3. Memotong cumi secara hati-hati dengan menggunakan gunting kemudian membedah
bagian tengah tubuh cumi sampai habis, lalu menyibakkan kedua sisi mantel sampai terlihat
struktur bagian tubuh dalamnya.
4. Menarik kerangka bagian dalam cumi-cumi.

5. Mengamati bagian dalam tubuh cumi-cumi dengan bantuan kaca pembesar.


6. Menggambar struktur anatomi cumi dan memberi keterangan.

Anda mungkin juga menyukai