Anda di halaman 1dari 125

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI


2.1 Tinjauan Pustaka
Berikut ini merupakan beberapa referensi yang berkaitan dengan penelitian
yang dilakukan, antara lain :
Tugas akhir (Hayati, 2009) pada penelitiannya yang berjudul Sistem
Informasi Rawat Jalan Rumah Sakit Rachma Husada. Sistem tersebut dapat
melakukan proses pengolahan data pasien rawat jalan yakni olah data periksa data
pasien, pendaftaran pasien, data dokter, data poliklinik, data penyakit, data obat,
dan data jadwal dokter. Selain itu, sistem juga dapat menghasilkan beberapa
laporan, yakni laporan kunjungan pasien, laporan pemerikasan pasien. Pengguna
sistem informasi rawat jalan tersebut memberikan hak akses pada petugas, admin,
dan dokter. Sistem tersebut dibangun menggunakan PHP dan MySQL.
(Hidayat, 2003), pada tugas akhirnya yang berjudul Sistem Informasi Rekam
Medis Rawat Jalan Rumah Sakit TK III 04.06.03 (DKT) Yogyakarta, sistem yang
dibangun dapat mengelola beberapa pendataan, yakni pendataan pasien,
pendataan dokter, pendataan obat, pendataan pembayaran, dan pendataan poli.
Sistem juga mampu untuk melakukan pencatatan diagnosa penyakit, rekam medis
setiap pasien rawat jalan, pencatatan pengobatan, dan pencatatan data resep.
Selain itu, sistem juga mampu untuk mencetak beberapa laporan, yakni laporan
daftar pasien, daftar dokter, daftar poli, daftar obat, daftar diagnosa, laporan
rekam medis pasien, laporan biaya pengobatan dan resep. Sistem yang dibangun
7

terebut bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi rekam medis yang


mampu menjamin keamanan data-data pasien. Sistem informasi tersebut dibangun
dengan menggunakan software Delphi versi 5.0 dengan database paradox 7.
(Purwaningsih, 2010) pada tugas akhirnya yang berjudul Sistem Informasi
Rawat Jalan Pasien Puskesmas Gantiwarno mampu menangani pengolahan data
pasien, data dokter, data petugas, data obat, data ICD, data jenis pasien, data
tindakan terhadap pasien, data pemeriksaan, dan data pembayaran. Laporanlaporan yang dihasilkan adalah laporan penggunaan obat, laporan kunjungan
pasien, laporan kunjungan pasien per-unit dalam satu bulan, dan laporan
kesehatan pasien dalam satu hari. Hak akses pada sistem ini diberikan kepada
admin dan bagian loket. Sistem informasi pada penelitian Retna ini menggunakan
PHP MySQL.
(Sayuti, 2010), pada penelitiannya yang berjudul Pengembangan Sistem
Registrasi dan Pelayanan Pasien Berbasis Web (Studi Kasus di Klinik Fresh
Dental Yogyakarta). Sistem ini dapat melakukan proses registrasi, pemeriksaan
pasien, pembayaran, pembuatan laporan, dan proses administrasi pegawai.
Dengan sistem LAN yang terkoneksi kesejumlah komputer diseluruh klinik,
seorang pasien tidak harus lama-lama antri utnuk mendapatkan pelayanan baik
dari pendaftaran, pemeriksaan, tindakan, hingga pembayaran.
(Triwibowo, 2009) pada tugas akhirnya yang berjudul Sistem Informasi
Rawat Jalan UPT Puskesmas Tepus II menangani proses pengolahan data pasien,
pemeriksaan, transaksi pembayaran, dan pembuatan laporan. Laporan-laporan

tersebut mengenai laporan pemerikasan, laporan pemakaian obat, dan laporan


pelayanan kesehatan. Pengguna dari sistem yang telah dibangun tersebut adalah
petugas (bagian pendaftaran dan kasir), admin, dan dokter.
Penelitian yang dilakukan ini, yakni Sistem Informasi Rekam Medis di
PUSKESMAS Nanggulan Kabupaten Kulon Progo. Bahwa pada sistem tersebut
tidak hanya menyangkut pelayanan terhadap pasien, namun juga dapat
memberikan informasi-informasi seputar PUSKESMAS, kritik dan saran yang
dapat diberikan oleh pengunjung, dan data petugas PUSKESMAS. Selain itu
pasien ataupun pengunjung bisa melihat informasi-informasi tanpa harus login,
karena rekam medis merupakan rahasia dokter dan pasien ditempat pelayanan
kesehatan.
2.2 Landasan Teori
2.2.1 Pengertian Sistem Informasi
Sistem infomasi merupakan sejumlah komponen (manusia, komputer,
teknologi informasi, dan prosedur kerja), ada sesuatu yang diproses (data
menjadi informasi), dan dimaksudkan untuk mencapai suatu sasaran atau
tujuan.
Berikut merupakan beberapa definisi sistem informasi (Kadir, 2003) :
(Alter, 1992), Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur
kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk
mencapai tuujuan dalam sebuah organisasi.

10

(Bodnar dan Hopwood, 1993), Sistem informasi adalah kumpulan


perangkat

keras

dan

perangkat

lunak

yang

dirancang

untuk

mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna.


(Gelinas, Oram, dan Wiggins, 1990), Sistem informasi adalah suatu
system buatan manusia yang secara umum terdiri atas sekumpulan komponen
berbasis computer dan manual yang dibuat untuk menghimpun, menyimpan,
dan mengelola data serta menyediakan informasi keluaran kepada pemakai.
(Hall, 2001), Sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur
formal di mana data dikelompokkan, diproses menjadi informasi, dan
didistribusikan kepada pemakai.
(Turban, McLean, dan Wetherbe, 1999), Sebuah sistem informasi
mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan
informasi untuk tujuan yang spesifik.
(Wilkinson, 1992), Sistem informasi adalah kerangka kerja yang
mengkoordinasikan sumber daya (manusia, komputer) untuk mengubah
masukan (input) menjadi keluaran (informasi), guna mencapai sasarn-sassarn
perusahaan.
2.2.1.1 Konsep Dasar Sistem Informasi
Pada dasarnya, sistem merupakan sekumpulan elemen yang
saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu
tujuan. Sebagai gambaran, jika dalam sebuah sistem terdapat elemen

11

yang tidak memberikan manfaat dalam mencapai tujuan yang sama,


maka elemen tersebut dapat dipastikan bukanlah bagian dari sistem.
Ada beberapa elemen yang membentuk sebuah sistem, yaitu
(Kadir, 2003) :
1. Tujuan

: setiap sistem mempunyai tujuan (goal), tujuan

inilah yang menjadi motivasi untuk mengarahkan sistem.


2. Masukan : masukan (input) adalah segala sesuatu yang masuk
ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan untuk diproses.
Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara
fisik) maupun yang tidak tampak. Pada sistem informasi
masukan berupa data dan transaksi.
3. Keluaran : keluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan
dari sistem informasi. keluaran dapat berupa suatu informasi,
saran, cetakan, dan laporan.
4. Proses

proses

(process)

merupakan

bagian

yang

melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi


keluaran yang berguna berupa informasi. Pada sistem informasi
proses dapat berupa suatu tindakan yang bermacam-macam,
seperti

meringkas

mengurutkan data.

data,

malakukan

perhitungan,

dan

12

5. Mekanisme pengendalian dan Umpan Balik : mekanisme


pengendlaian

(Control

Mechanism)

diwujudkan

dengan

menggunakan umpan balik (feedback). Umpan balik ini


digunakan untuk mengendalikan masukan maupun proses.
Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai
dengan tujuan.
2.2.1.2 Komponen Sistem Informasi
Dalam suatu sistem informasi, terdapat komponen-komponen,
seperti :
1. Perangkat Keras : mencakup piranti-piranti fisik seperti
komputer dan printer.
2. Perangkat Lunak : sekumpulan instruksi yang memungkinkan
perangkat keras untuk dapat memproses data.
3. Prosedur : sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan
pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehendaki.
4. Orang : Semua pihak yang bertanggung jawab dalam
pengembangan sistem informasi, pemrosesan, dan penggunaa
keluaran sistem informasi.
5. Basis Data : Sekumpulan tabel, hubungan, dan lain-lain yang
berkaitan dengan penyimpanan data.

13

6. Jaringan komputer dan Komunikasi Data : Sistem penghubung


yang memungkinkan sesumber (resources) dipakai secara
bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.
2.2.2 Web Based System
Web merupakan fasilitas hypertext untuk menampilkan data berupa
teks, gambar, suara, animasi dan data multimedia lainnya. PHP merupakan
salah satu script (perintah-perintah program) server side yang sangat populer
diterapkan dalam sebuah situs web. Situs / web dapat dikategorikan mejadi
dua, yaitu web statis dan web dinamis.
Web statis merupakan web yang berisi atau menampilkan informasiinformasi yang sifatnnya tetap / statis, dan belum menggunakan database.
Sedangkan Web dinamis merupakan web yang berisi atau menampilkan
informasi serta dapat berinteraksi dengan pengguna yang sifatnya dinamis
dan sudah menggunakan database.
2.2.3 Pengertian Rekam Medis
Dalam pelayanan kesehatan di tempat praktek, Rumah Sakit, maupun
PUSKESMAS, dokter membuat catatan mengenai berbagai informasi yang
berkaitan dengan pasien yang melakukan pemeriksaan ditempat pelayanan
kesehatan tersebut ke dalam suatu berkas yang dikenal sebagai Status, Rekam
Medis, Rekam Kesehatan atau Medical Record. Berkas ini merupakan suatu
berkas yang memiliki arti penting bagi pasien, dokter, tenaga kesehatan serta

14

tempat pemeriksaan tersebut, baik rumah sakit, poliklinik, ataupun


PUSKESMAS.
Rekam Medis merupakan catatan yang disimpan oleh dokter pada
rumah sakit, PUSKESMAS, poliklinik, ataupun pusat pelayanan kesehatan
lainnya yang menyangkut pasien yang melakukan pengobatan ditempat
tersebut. Rekam Medis tersebut diantaranya merangkum kontak pasien yakni
berupa data pasien, pemeriksaan, pengobatan, dan tindakan yang diberikan
kepada pasien demi kesinambungan pelayanan, biasanya rekam medis
tersebut berbentuk kartu.

Rekam medis tersebut berisi catatan keadaan tubuh dan kesehatan,


termasuk data tentang identitas dan data medis seorang pasien. Secara umum
isi Rekam Medis dapat dibagi menjadi dua data yaitu:

1. Data Medis atau Data Klinis

Yang termasuk data medis adalah segala data tentang riwayat penyakit,
hasil pemeriksaan fisik, diagnosis, pengobatan serta hasilnya, laporan
dokter, perawat, hasil pemeriksaan laboratorium, ronsen, dan lain-lain.
Data-data ini merupakan data yang bersifat rahasia (confidential) sebingga
tidak dapat dibuka oleh pihak ketiga tanpa izin dari pasien yang
bersangkutan kecuali jika ada alasan lain berdasarkan peraturan atau
perundang-undangan yang memaksa dibukanya informasi tersebut.

15

2. Data sosiologis atau data non-medis

Yang termasuk data ini adalah segala data lain yang tidak berkaitan
langsung dengan data medis, seperti data identitas, data sosial ekonomi,
alamat, dan lain-lain. Data ini oleh sebagian orang dianggap bukan rahasia,
tetapi menurut sebagian lainnya merupakan data yang juga bersifat rahasia
(confidensial).

Permenkes no. 749a tahun 1989 menyebutkan bahwa Rekam


Medis memiliki 5 ,manfaat yaitu :

1.

Sebagai dasar pemeliharaan kesehatan dan pengobatan pasien

2.

Sebagai bahan pembuktian dalam perkara hukum

3.

Sebagai bahan untuk kepentingan penelitian

4.

Sebagai dasar pembayaran biaya pelayanan kesehatan

5.

Sebagai bahan untuk menyiapkan statistik kesehatan.

2.2.4 Pengertian PUSKESMAS


Menurut Depkes 1991, PUSKESMAS merupakan suatu kesatuan
organisasi fungsional yang menjadi pusat pengembangan kesehatan
masyarakat dan membina peran serta masyarakat disamping memberikan
pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di
wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.

16

PUSKESMAS memiliki beberapa fungsi, antara lain :


1. Pusat

penggerak

pembangunan

berwawasan

kesehatan

Pusat

pemberdayaan
2. Masyarakat dan keluarga dalam pembangunan kesehatan
3. Pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama.
PUSKESMAS merupakan salah satu media kesehatan yang bertujuan
mendukung dalam mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan nasional,
yakni menngkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi
masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah kerja PUSKESMAS.
PUSKESMAS merupakan unit pelaksana teknis dinas (UPTD)
kesehatan kabupaten / kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan
pembangunan kesehatan disuatu wilayah. PUSKESMAS sebagai pusat
pelayanan kesehatan strata pertama menyelenggarakan kegiatan pelayanan
kesehatan

tingkat

pertama

secara

menyeluruh,

terpadu

dan

berkesinambungan, yang meliputi pelayanan kesehatan perorang (private


goods) dan pelayanan kesehatan masyarakat (public goods).
Jenis pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat
disesuaikan dengan kemampuan yang dimilki oleh PUSKESMAS. Namun
terdapat beberapa upaya kesehatan wajib yang harus dilaksanakan oleh
PUSKESMAS selain upaya kesehatan pengembangan yang disesuaikan
dengan permasalahan yang sedang terjadi.

17

Upaya-upaya kesehatan wajib dimaksud tersebut ada enam, yaitu :


1. Upaya promosi kesehatan
2. Upaya kesehatan lingkungan
3. Upaya kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana
4. Upaya perbaikan gizi masyarakat
5. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
6. Upaya pengobatan.
2.2.5 DFD (Data Flow Diagram)
DFD adalah suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk
menggambarkan darimana asal data dan kemana tujuan data yang keluar dari
sistem, dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut
dan interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data
tersebut. DFD menggambarkan penyimpanan data dan proses yang
mentransformasikan data. DFD menunjukkan hubungan antara data pada
sistem dan proses pada sistem. (Kristanto,2004)
Keuntungan dari DFD ini memungkinkan untuk menggambarkan
sistem dari level yang paling tinggi kemudian menguraikannya menjadi level
yang lebih rendah (dekomposisi).

18

Beberapa elemen-elemen penyusun dari Data Flow Diagram disajikan


pada gambar 2.1 :
Komponen DFD

Simbol

Entitas luar (External entity)


Arus data (Data Flow)
Proses (Process)
Simpanan data (Data Store)
Gambar 2.1 Notasi Dasar DFD
Penjelasan Gambar :
1. Entitas luar
Setiap sistem pasti memiliki batas sistem (boundary) yang memisahkan
antara sistem dengan lingkup luar. Entitas luar merupakan lingkup luar
sistem yang dapat berupa orang, organisasi, maupun sistem lain yang
memberikan input dan akan mendapatkan output. Entitas disimbolkan
dengan bentuk segi empat dengan nama kesatuan luar di dalamnya.
2. Arus data
Bertugas menghubungkan antara proses, simpanan data dan entitas. Arus
data diimplementasikan dengan bentuk satu garis anak panah.

19

3. Proses
Sebuah kegiatan yang disimbolkan dengan lingkaran, ini dilakukan oleh
orang, mesin maupun komputer dan suatu masukan data untuk dihasilkan
sebuah output.
4. Simpanan data
Simpanan data dapat berupa file basis data dalam komputer, catatan
manual, tabel, agenda ataupun yang lain. Simpanan data ini disimbolkan
dengan sejajarnya garis horizontal.

2.2.6 Basis Data


Basis data terdiri dari dua kata, yaitu Basis dan Data. Basis diartikan
sebagai tempat berkumpul. Sedangkan data adalah representasi dunia nyata
yang mewakili suatu objek, seperti manusia, hewan, barang, keadaan, dan
sebagainya. (Fathansyah, 2002).
Basis data tersimpan di perangkat keras, serta dimanipulasikan dengan
menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi
dari tipe data, struktur, dan batasan dari data atau informasi yang akan
disimpan. Basis data merupakan salah satu komponen yang penting dalam
sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi
kepada para pengguna.

20

2.2.6.1 Bahasa Basis Data


Sebuah basis data dapat dikelompokkan ke dalam dua bentuk,
yaitu Data Definition Language (DDL) dan Data Manipulation
Language (DML) (Fatansyah, 2002) :
a. DDL
Struktur atau skema basis data yang menggambarkan desain basis
data secara keseluruhan, dispesifikasikan dengan bahasa yang
khusus disebut DDL. Dengan bahasa ini pengguna dapat membuat
tabel baru, indeks, mengubah tabel, menentukan struktur tabel, dan
sebagainya. Hasil dari kompilasi perintah DDL adalah kumpulan
tabel yang disimpan dalam file khusus yang disebut kamus data
(Data Dictionary). Kamus data merupakan suatu meta data (super
data), yaitu data yang mendeskripsikan data sesungguhnya.
b. DML
Data

Manipulation

Language

adalah

bahasa

yang

memperbolehkan pemakai untuk akses atau menipulasi data


sebagai yang telah diorganisasikan sebelumnya dalam model data
yang tepat.
Dengan DML berarti akan (Kristanto, 2004) :
o

Mengambil informasi yang tersimpan di database

Menyisipkan informasi baru ke database

Menghapun informasi dari database.

21

DML ada dua jenis, yaitu :


1)

Prosedural, mensyaratkan agar pemakai menentukan data


apa yang diinginkan serta bagaimana mendapatkannya.

2)

Non prosedural, mensyaratkan pemakai menentukan apa


yang diinginkan tanpa menyebutkan cara mendapatkannya.

2.2.6.2 Model Basis Data


Model data dapat didefiisikan sebagai kumpulan perangkat
konseptual untuk menggambarkan data, hubungan data, semantik
(makna) data, dan batasan data (Fatansyah, 2002).
Model data yang dipakai dalam perancangan sistem informasi
ini adalah model data relasional. Model data relasional menggunakan
tabel berdimensi dua (relasi/tabel) dengan masing-masing tabel
tersusun atas sejumlah baris dan kolom. Pada model data relasional,
kaitan/asosiasi antara dua buah tabel disebut hubungan (relationship).

2.2.6.3 Perancangan Basis Data


Merancang database marupakan suatu hal yang sangat penting
dan merupakan langkah untuk menentukan basis data, yang diharapkan
dapat mewakili seluruh kebutuhan pengguna.
Perancangan model konseptual perlu dilakukan di samping
perancangan model fisik. Pada perancangan model konseptual akan

22

menunjukkan entity dan relasinya berdasarkan proses yang diinginkan


oleh organisasi (Kristanto, 2004).
Proses perancangan basis data dibagi menjadi beberapa
tahapan-tahapan : (Fathansyah, 2002).
a. Perancangan Basis Data secara Konseptual
Tahapan ini merupakan upaya untuk membuat model yang masih
bersifat konseptual. Perancangan basis data secara konseptual
terdiri atas tiga langkah, antara lain : penentuan entitas pada basis
data, pendefinisian hubungan antar entitas dan penerjemahan
hubungan ke dalam entitas. Untuk membuat model tersebut dapat
digunakan diagram ER.
b. Perancangan Basis Data secara Logis
Tahapan ini merupakan upaya untuk memetakan model konseptual
ke model basis data yang akan dipakai.
c. Perancangan Basis Data Secara Fisik
Tahapan ini merupakan upaya untuk menuangkan perancangan
basis data yang bersifat logis menjadi basis data yang bersifat fisik,
yang tersimpan pada media penyimpanan eksternal.

23

2.2.6.4 Kunci Dalam Basis Data


Kunci (key) yang sering digunakan dalam model basis data
relational adalah :
a.

Candidat key
Kunci yang secara unik (tidak mungkin kembar) dapat dipakai
untuk mengidentifikasi suatu baris di dalam tabel.

b.

Primary key
Bagian atau salah satu dari candidate key yang dipilih sebagai
kunci utama untuk mengidentifikasi baris dalam tabel.

c.

Super key
Satu atau lebih atribut yang mempunyai nilai untuk menentukan
secara unik suatu entitas.

d.

Foreign key
Sembarang atribut yang menunjuk ke kunci primer pada tabel lain.

2.2.7

ERD (Entity Relationship Diagram)


Entity Relationship Diagram (ERD) adalah notasi yang digunakan

untuk melakukan aktifitas pemodelan data (Kristanto, 2004).

24

Adapun notasi-notasi simbolik di dalam ERD disajikan pada


gambar 2.2 :
Komponen

Simbol

Fungsi

ERD
Entitas

Entitas/tabel

Atribut

Atribut/properti entitas

Himpunan

Himpunan relasi

Relasi

Penghubung

Penghubung

antar

entitas dengan antribut


dan dengan himpunan
entitas
Gambar 2.2 Notasi ERD

25

Dalam model relasi entitas terdapat beberapa istilah :


1.

Entitas
Suatu objek yang dapat didefinisikan dalam lingkungan pemakai,
sesuatu yang penting bagi pemakai dalam konteks sistem yang akan
dibuat. Entitas dalam ERD :
Entitas kuat
Entitas yang dapat berdiri sendiri dan kemunculannya tidak
tergantung pada entitas lainnya.
Entitas Lemah
Entitas yang kemunculannya tergantung pada eksistensinya
dalam sebuah relasi terhadap entitas lainnya. Entitas yang
demikian biasanya tidak mempunyai atribut yang dapat
berfungsi sebagai kunci (key), yang benar-benar dapat
menjamin keunikan entitas di dalamnya.

2.

Atribut
Elemen dari entitas yang berfungsi mendeskripsikan karakter entitas

3.

Relasi
Sesuatu yang menggambarkan hubungan antar entitas

4.

Derajat Relasi/Kardinalitas
Menunjukkan jumlah maksimal entitas yang dapat berelasi dengan
entitas pada himpunan entitas lainnya.

26

Derajat relasi yang mungkin terjadi antar dua entitas adalah :


1. Derajat relasi 1 :1 (One to One)
Terjadi jika tiap anggota entitas A hanya boleh berpasangan
dengan satu anggota entitas B, begitu pula sebaliknya.
2. Derajat relasi 1 : M
Terjadi jika tiap anggota entitas A boleh berpasangan dengan
lebih dari satu anggota entitas B. Sebaliknya tiap anggota
entitas B hanya boleh berpasangan dengan satu anggota
entitas A.
3. Derajat relasi M : M
Terjadi jika tiap anggota entitas A boleh berpasangan dengan
lebih dari satu anggota entitas B. Begitu pula sebaliknya.

2.2.8

HTML ( Hyper Text Markup Language)


HTML adalah file teks murni yang dapat dibuat dengan editor teks

semabarang. Dokumen ini dikenal sebagai

web page (Sidik, 2010).

Dokumen HTML disimpan dalam format teks regular dan mengandung


tag-tag yang memerintahkan web browser untuk mengeksekusi perintahperintah yang dispesifikasikan.

27

Struktur dasar HTML : (Nugroho, 2004)


a.

Tag
Tag adalah teks khusus berupa dua karakter < dan >. Secara
umum tag ditulis secara berpasangan, yang terdiri atas tag
pembuka dan tag penutup.

b.

Elemen
Elemen terdiri dari tiga bagian, yaitu tag pembuka, isi dan tag
penutup.

c.

Attribut
Atribut terdiri dari nama dan nilai. Nilai atribut harus berada dalam
tanda petik satu atau dua.

d.

Elemen HTML
Menyatakan pada browser bahwa dokumen-dokumen web yang
digunakan adalah HTML.

e.

Elemen HEAD
Merupakan kepala dari dokumen HTML. Tag <head> dan tag
</head> terletak diantara tag <html> dan tag </html>.

f.

Elemen TITLE
Merupakan judul dari dokumen HTML yang ditampilkan pada
judul jendela browser. Tag <title> dan tag </title> terletak di
antara tag <head> dan tag </head>.

28

g.

Elemen BODY
Elemen ini untuk menampilkan isi dokumen HTML. Tag <body>
dan tag </body> terletak di bawah tag <head> dan tag </head>.
Elemen body mempunyai atribut-atribut yang menspesifikasikan,
khusunya warna dan latar belakang dokumen yang akan
ditampilkan pada browser.

2.2.9

CSS
CSS (Cascading Style Sheet) merupakan salah satu bahasa

pemrogramna web yang digunakan untuk mengendalikan beberapa


komponen dalma sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam.
Sealin itu, CSS digunakan untuk memformat tampilan halaman web yang
berbasis HTML dan XHTML. CSS merupakan bahasa style sheet yang
digunakan untuk mengatur tampilan dokumen. Dengan adanya CSS
diharapkan dapat menampilkan halaman yang sama dengan format yang
berbeda.
CSS merupakan sebuah teknologi internet yang direkomendasikan
oleh World Wide Web Consortium atau W3C pada tahun 1996. Setelah
CSS distandarisasikan, Internet Explorer dan Netscape melepas browser
terbaru mereka yang sesuai dengan standar CSS.

29

CSS memiliki dua sifat, yaitu :


1.

Internal
Jika internal maka skrip yang ada diamsukka secara langsung ke
halaman website yang akan didesain. Jika terdapat halaman lain
yang akan didesain dengan mengguankan model yang sama, maka
skrip CSS harus dimasukkan lagi pada halaman web lain tersebut.

2.

Eksternal
Skrip CSS dipisahkan dan disimpan dalam file khusus. Jika ingin
menggunakan file tersebut, maka pada skrip ditambahkan tautan
link yang menuju pada file yang disimpan tadi.

2.2.10 PHP
Menurut dokumen resmi PHP, PHP merupakan singkatan dari
PHP Hypertext Preprocessor. Secara khusus PHP dirancang untuk
membentuk aplikasi web dinamis. Artinya ia dapat membentuk suatu
tampilan berdasarkan permintaan terkini (Kadir, 2008).
PHP merupakan bahasa scripting yang menyatu dengan tag-tag
HTML dalam satu file, dieksekusi di server, dan digunakan untuk
membuat halaman web yang dinamis. Kode PHP diawali dengan tag <?
Atau <?php dan ditutup dengan tag ?>. file yang berisikan tag HTML dan
kode PHP ini diberi ekstensi .php atau ekstensi lain yang telah ditetapkan
pada Apache atau web server (Adam dan Lala, 2004).

30

Kelahiran PHP bermula saat Rasmus Lerdorf membuat sejumlah


skrip Perl yang dapat mengamati siapa saja yang melihat-lihat daftar
riwayat hidupnya, yakni pada tahun 1994. Skrip-skrip ini selanjutnya
dikemas menjadi tool yang disebut Personal Home Page. Paket inilah
yang menjadi cikal-bakal PHP. Pada tahun 1995, Rasmus menciptakan
PHP/F1 Versi 2. Pada versi inilah pemogram dapat menempelkan kode
terstruktur di dalam tag HTML. Yang menarik, kode PHP juga bisa
berkomunikasi dengan database dan melakukan perhitungan-perhitungan
yang kompleks sambil jalan.
Beberapa kelebihan PHP (Peranginangin, 2006) :
1.

PHP difokuskan pada pembuatan script server-side, yang bisa


melakukan apa saja yang dapat dilakukan oleh CGI, seperti
mengumpulkan data dari form, menghasilkan isi halaman web
dinamis, dan kemampuan mengirim serta menerima cookies,
bahkan lebih daripada kemampuan CGI.

2.

PHP dapat digunakan pada semua sistem operasi, antara lain


LINUX, UNIX (termasuk variannya HP-UX, Solaris, dan Open
BSD), Microsoft Windows, Mac OS X, RISC OS.

3.

PHP juga mendukung banyak Web Server, seperti Apavhe,


Microsoft Internet Information Server (MIIS), Personal Web Server
(PWS), Netscape and iPlanet Servers, Oreilly Website Pro server,

31

audium, omniHTTPD, dan masih banyak lagi lainnya, bahkan PHP


dapat bekerja sebagai suatu CGI processor.
4.

PHP tidak terbatas pada hasil keluaran HTML (Hypertext Markup


Language). PHP juga memiliki kemampuan untuk mengolah
keluaran gambar, file PDF, dan movies Flash. PHP juga dapat
menghasilkan teks seperti XHTML dan file XML lainnya.

5.

PHP banyak mendukung banayk database, antara lain ODBC,


MySQL, Interbase, Solid, Oracle, dan lain-lain.

2.2.11 Database Server Dengan MySQL


MySQL (My Structure Query Language) adalah sebuah program
pembuat database yang bersifat open source. MySQL merupakan RDBMS
(Relational Database Management System) yang menggunakan standard
SQL (Structure Query Language) sebagai bahasa query nya. SQL adalah
suatu bahasa permintaan yang terstruktur yang telah distandarkan untuk
semua program pengakses database, seperti Oracle, Postgree SQL, SQL
Server, dan lain-lain (Nugroho, 2004). MySQL memiliki banyak fitur
menarik, antara lain :
1.

Kecepatan
MySQL diklaim oleh pengembangnya sebagai sistem basis data
yang tercepat.

2.

Mudah dalam penggunaan

32

MySQL secara relative merupakan sistem basis data yang


sederhana dan tidak terlalu kompleks dalam pengaturannya.
3.

Kapabilitas
MySQL server adalah multi-threaded, sehingga memungkinkan
banyak koneksi dari client dalam satu waktu. Setiap client dapat
menggunakan beberapa basis data secara simultan.

4.

Konektifitas dan kemanaan


MySQL adalah sistem yang dirancang untuk jaringan, sehingga
basis data dapat diakses dari manapaun melalui jaringan internet.
MySQL memiliki access control sehingga keampuan akses usernya
dapat diatur. Selain itu, MySQL juga mendukung koneksi
terenkripsi menggunakan Protocol Secure Sockets Layer (SSL).

5.

Portabilitas
MySQL dapat berjalan pada berbagi macam SO dan arsitektur
komputer.

BAB III
METODE PENELITIAN
Metode penelitian

yang digunakan dalam penelitian ini adalah

pengembangan sistem, yakni metode dalam merancang suatu sistem informasi.


Untuk menunjang metode tersebut, perlu dilakukan adanya tahapan pengumpulan
data sebelumnya. Berikut akan diuraikan tahapan-tahpan yang dilakukan dalam
penelitian ini.
3.1

Pengumpulan Data
Tahapan pengumpulan data dilaksanakan dengan cara :
1. Wawancara
Pengumpulan data dengan wawancara dilaksanakan dengan cara
Tanya jawab dengan pihak PUSKESMAS Nanggulan, dalam hal ini
KTU PUSKESMAS dan para petugas lainnya.
2. Studi Pustaka
Studi pustaka dilakukan untuk mempelajari materi-materi yang
berkaitan dengan penelitian sehingga data yang dikumpukan untuk
dianalisi lebih akurat. Studi pustaka ini dilakukan aik berupa medis
buku-buku maupun lewat media internet.

3.2

Metode Pengembangan Sistem


Metode pengembangan sistem yang digunakan pada penelitian ini adalah

metode pengembangan sistem perangkat lunak dengan proses SDLC (System

33

34

Development Life Cycle) dengan model waterfall. Model waterfall merupakan


salah satu model rekayasa piranti lunak yang diuraikan oleh Roger S. pressman.
Model ini memberikan pendekatan-pendekatan sistematis dan berurutan, mulai
dari analisis, desain, coding, testing, dan maintenance. Gambar 3.1 merupakan
gambar yang menunjukkan metode waterfall.

Gambar 3.1 model waterfall.


Adapun penjelasan mengenai tahap-tahap waterfall adalah sebagai berikut:
1.

Analisis
Analisis dilakukan untuk menggambarkan sistem yang akan dibangun.
Tahapan analisis dibagi menjadi dua, yaitu analisis fungsional dan
analisis non fungsional. Analisis fungsional adalah analisis terhadap
proses sistem dan fungsionalitas. Sedangkan analisis non fungsional

35

berhubungan dengan kebutuhan tentang pihak-pihak yang akan


menggunakan sistem yang akan dibangun.
2. Design

Design merupakan tahapan perancangan terhadap kebutuhan perangkat


lunak (rancangan struktur data, representasi antarmuka, algoritma)
demi kualitas sebelum dimulai pemunculan kode. Untuk desain sistem
informasi rawat jalan ini, dimulai dengan perancangan database, DFD,
ERD, dan desain halaman-halaman yang bisa diakses oleh tiap user
yang berbeda-beda.
3. Coding

Coding merupakan proses mengimplementasikan hasil perancangan


dan pemodelan sistem. Pemrograman dilakukan dengan menggunakan
bahasa pemrograman PHP dengan basis datanya menggunakan
MySQL.
4. Testing

Dilakukan untuk mempersiapkan data dan melakukan pengujian


terhadap sistem yang telah dibangun yang bertujuan untuk mengetahui
kinerja dan performa sistem. Penelitian ini menggunakan teknik
pengujian black box. Teknik pengujian black box berfokus pada
fungsionalitas sistem.

36

Uji coba black box berusaha untuk menemukan kesalahan dalam


beberapa kategori antara lain (Ayuliana, 2009) :
a. Fungsi-fungsi yang salah atau hilang
b. Kesalahan interface
c. Kesalahan dalam struktur data atau akses basis data eksternal
d. Kesalahan performa
e. Kesalahan inisialisasi dan terminasi
5. Maintenance

Tahap ini merupakan tahap pemelliharaan korektif. Pemeliharaan


korektif adalah pemeliharaan sistem dengan melakukan perbaikan
kesalahan yang terjadi pada sistem.

BAB IV
ANALISIS DAN PERANCANGAN
4.1

Analisis
Analisis merupakan kegiatan memahami ataupun mempelajari sebuah objek

untuk menemukan kekurangan ataupun masalah yang dihadapi yang kemudian


ditemukan solusi untuk mengatasi kekurangan atau permasalahan tersebut
sehingga menjadi suatu kelebihan lain lagi bagi objek yang diteliti, dalam hal ini
menganalisis sebuah objek untuk sebuah penelitian yang berkaitan dengan rekam
medis pasien.
4.1.1

Analisis Sistem Manual PUSKESMAS Nanggulan


Analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah analisis pada

bagian pelayanan pasien PUSKESMAS Nanggulan. Dengan analisis yang


dilakukan ini, maka dapat memberikan gambaran bagaimana alur
pelayanan pasien di Puskesmas Nanggulan secara manual. Gambar 4.1
merupakan gambar yang menunjukkan alur pelayanan pasien di
PUSKESMAS Nanggulan.

37

38

Alur Pelayanan Pasien

Dirujuk ke
unit/klinik lain

Pasien
Datang

Loket
Pendaftaran
(klinik umum,
gigi, KIA/KB,
laborat)

Meunggu
penyelesaian
pendaftaran dan
entri data

Pemeriksaan
penunjang

Pelayanan di unit
tujuan

Pembayaran di kasir

Pengambilan
obat (farmasi)

(klinik umum, gigi,


KIA/KB, laborat)

Dirujuk ke
fasilitas
kesehatan lain
Gambar 4.1 Alur Pelayanan Pasien

Pasien
pulang

39

Keterangan :
1.

Baik pasien lama maupun pasien baru melakukan pendaftaran


terlebih dahulu sebelum pemeriksaan.

2.

Pasien menunggu penyelesaian proses pendaftaran dan entri data


oleh petugas, untuk mengetahui apakah pasien memiliki jaminan
kesehatan atau tidak, jika iya pasien diharuskan membawa dan
menyertakan kartu jaminan kesehatan sebagai bukti pada saat
pendaftaran.

3.

Pasien akan menerima layanan sesuai dengan unit yang akan dituju,
jika tidak maka pasien akan dirujuk ke unit lain, atau diberikan
pemeriksaan penunjang oleh dokter, atau dirujuk ke fasilitas
kesehatan lain. Setelah itu pasien melakukan pembayaran di kasir,
dan pasien pulang.

4.

Jika pemeriksaan pada unit yang dituju oleh dokter klinik tujuan
tersebut tidak ada rujukan, maka setelah pemeriksaan selesai pasien
melakukan pembayaran di kasir.

5.

Pasien diharuskan mengambil obat ke bagian farmasi

6.

Pasien pulang.

40

4.1.2

Analisis Kebutuhan Sistem Informasi Rekam Medis


4.1.2.1 Data Yang Dibutuhkan
Data pasien, data rekam medis pasien, data dokter, data jadwal,
data petugas, data biaya pasien, data obat, data poliklinik, data
penyakit, data puskesmas (informasi mengenai puskesmas).
4.1.2.2 Kebutuhan Fungsional
Kebutuhan fungsional untuk sistem informasi rekam medis ini
adalah :

1. Proses login untuk admin, kepala puskesmas, dokter, petugas


pendaftaran, petugas kasir, dan petugas farmasi.
2. Proses pengolahan data : data pasien, data dokter, data petugas,
pendaftaran, data polilinik, informasi puskesmas, kritik dan saran,
jadwal, data penyakit, data obat, resep, user.
3. Proses pembuatan laporan : laporan data dokter, data petugas, data
poliklinik, data obat,dan data pasien.
4. Proses pencarian : pencarian data pasien, pencarian penyakit,
pencarian jadwal dokter, data dokter, petugas, pencarian data
poliklinik.

41

4.1.2.3 Kebutuhan Non Fungsional


1. Analisis Perangkat Keras
Spesifikasi

perangkat

keras

yang

perancangan dan pembuatan Sistem

digunakan
Informasi

untuk
Rekam

Medis adalah :
a. CPU Intel Celeron M
b. RAM 2 GB
c. Ruangan kosong harddisk sebesar 2 GB
2. Analisis Perangkat Lunak
Perangkat
pembuatan

lunak

(software)

yang

digunakan

dalam

Sistem Informasi Rekam Medis antara lain:

a. Sistem Operasi Windows XP


b. XAMPP 1.6.6a
c. Browser Mozila Firefox 4.0.
d. Basis Data MySQL
e. Notepad++v5.9.6.2.

42

4.2 Perancangan
4.2.1

DFD (Data Flow Diagram)


4.2.1.1 DFD Level 0 Sistem Informasi Rekam Medis

Gambar 4.2 DFD Level 0 Sistem Informasi Rekam Medis

43

Gambar 4.2 DFD Level 0 Sistem Informasi Rekam Medis di atas,


menjelaskan :
1.

Pihak Admin
Jika berhasil login, admin dapat mengakses dan mengolah beberapa
data, yaitu data petugas, dokter, profil puskesmas/informasi, kritik dan
saran poliklinik jadwal, user, laporan data petugas, dokter, dan
polikilinik. Serta dapat mengakses pencarian.

2.

Dokter
Dokter dapat mengolah rekam medis pasien, data penyakit, user, laporan
data pasien, rekam medis,dan dapat mengakses pencarian.

3.

Petugas
Untuk hak akses petugas dapat dibagi menjadi beberapa petugas. Yakni
petugas pendaftaran, farmasi, kasir, dan kepala puskesmas. Petugas
pendaftaran dapat mengolah untuk pendaftaran pasien, data pasien, dan
laporan kunjungan pasien. Petugas farmasi dapat mengolah data obat,
jenis obat, dan laporan. Petugas kasir dapat mengolah untuk pembiayaan
pasien.

44

4.

Kepala puskesmas dapat mengakses informasi mengenai PUSKESMAS


dan informasi-informasi lain, memberikan tanggapan kritik saran yang
masuk, dan dapat mengakses beberapa laporan.

4.2.1.2 DFD Level 1 Sistem Informasi Rekam Medis


DFD Level 1 ini merupakan turunan dari DFD Level 0, yang mana
pada DFD Level 1 ini, menggambarkan beberapa proses yang terjadi pada
Sistem Informasi Rekam Medis. Beberapa proses tersebut adalah login,
pengolahan data, pembuatan laporan, dan pencarian.
Pada DFD Level 1 ini digambarkan bahwa beberapa proses yang
ada dapat diakses oleh dan diolah oleh pengguna sistem. DFD Leve 1
Sistem Informasi Rekam Medis ditunjukkan pada gambar 4.3.

45

Gambar 4.3 DFD Level 1 Sistem Informasi Rekam Medis

46

Pada gambar 4.3 DFD Level 1 Sistem Informasi Rekam Medis


terdapat beberapa proses yang dapat diakses oleh beberapa user yakni
admin, kepala puskesmas, dokter, petugas pendaftaran, petugas kasir,
petugas farmasi, dan pengunjung. Berikut penjelasan proses yang dapat
diakses oleh tiap pengguna :
1. Untuk proses login, user wajib untuk login terlebih dahulu sebelum
dapat mengakses sistem informasi rekam medis ini, kecuali untuk
pengunjung tidak memerlukan login.
2. Pengolahan data, setiap user memiliki hak akses untuk melakukan
pengolahan data pada sistem informasi rekam medis ini. Pengolahan
data yang dapat dikases oleh setiap user akan dijelaskan selanjutnya
yakni pada level 2 proses pengolahan data.
3. Untuk pembuatan laporan tiap user memiliki hak untuk proses
tersebut, meskipun laporan yang dapat diakses tidak sama.
4. Untuk proses pencarian tidak berbeda jauh dengan proses sebelumnya,
karena tiap user memilki hak akses pencarian.

47

4.2.1.3 DFD Level 2


4.2.1.3.1

DFD Level 2 Proses Login

Proses login menggambarkan hak akses bagi user


untuk dapat mengakses Sistem Informasi Rekam Medis ini.

Gambar 4.4 DFD Level 2 Proses Login


Pada gambar 4.4 di atas menjelaskan proses login
untuk setiap user. Dari gambar dapat dikatakan bahwa untuk
Sistem Informasi Rekam Medis ini memiliki beberapa user yang

48

diharuskan login terlebih dahulu untuk dapat melakukan beberapa


pengolahan terhadap sistem. User tersebut adalah admin, kepala
puskesmas, dokter, dan petugas. Setiap user memiliki username
dan password yang berbeda-beda, jadi dari proses login inilah
pengeksesan untuk setiap user berbeda-beda pula.
4.2.1.3.2

DFD Level 2 Proses Pengolahan Data

DFD level proses pengolahan ini menggambarkan


beberapa proses pengolahan data yang dilakukan oleh user-user
yang telah disebutkan sebelumnya. Proses pengolahan data ini
merupakan turunan dari DFD Level1 pada proses pengolahan
data. Pada DFD Level 2 ini akan digambarkan lebih rinci pada
gambar 4.5 mengenai pengolahan data yang terjadi pada Sistem
Informasi

Rekam

Medis

ini.

49

Gambar 4.5 DFD Level 2 Proses Pengolahan Data

50

Pada gambar 4.5 DFD Level 2 Proses Pengolahan


Data, menjelaskan beberapa proses pengolahan data pada Sistem
Informasi Rekam Medis, yaitu :
a. Untuk Pengolahan kritik saran : admin, kepala puskesmas,
dan pengunjung.
b. Untuk Pengolahan informasi : oleh pihak admin
c. Untuk pengolahan data petugas : admin.
d. Untuk pengolahan data dokter : admin.
e. Untuk pengolahan jadwal : admin.
f.

Untuk pengolahan data poliklinik : untuk admin.

g. Untuk pengolahan data user : semua user berhak, namun


admin tetap berhak mengetahui password bagi user lainnya.
h. Untuk pengolahan data pendaftaran pasien : untuk petugas
pendaftaran.
i.

Untuk pengolahan data rekam medis : hanya untuk dokter.

j.

Untuk pengolahan info

penyakit dan kesehatan : untuk

dokter.
k. Untuk pengolahan obat pasien : dokter.
l.

Untuk pengolahan data pasien : hanya untuk petugas


pendaftaran.

m. Untuk pengolahan obat : hanya untuk petugas farmasi.


n. Untuk pengolahan biaya : hanya untuk petugas kasir.

51

4.2.1.3.3

DFD Level 2 Pembuatan Laporan

Pada DFD pembuatan laporan ini, user dapat


mengakses laporan yang berbeda-beda. Pembuatan laporan
dimaksudkan untuk merinci dan mengetahui semua data yang
berhubungan

dengan

puskesmas

Nanggulan.

pembuatan laporan dapat dilihat pada gambar 4.6.

Gambar 4.6 DFD Level 2 Proses Pembuatan Laporan

Proses

52

Pada gambar 4.6 DFD Level 2 Proses Pembuatan


Laporan, terdapat beberapa laporan yang dapat diakses oleh
para user, antara lain :
a.

Untuk admin laporan yang dapat diakses laporan


data petugas, dokter, poliklinik, dan jadwal.

b.

Untuk kepala puskesmas dapat mengakses laporan


data petugas, jadwal, poliklinik, dan dokter.

c.

Untuk dokter dapat mengakses laporan data pasien


dan jadwal.

d.

Untuk Petugas laporan yang dapat diakses adalah


laporan data pasien, cetak biaya, dan data obat.
4.2.1.3.4 DFD Level 2 Proses Pencarian
Pada DFD proses pencarian ini, ada beberapa kategori

pencarian yang dapat dilakukan oleh tiap user.


tersebut

dapat

dilihat

pada

Kategori

gambar

4.7

53

Gambar 4.7 DFD Level 2 Proses Pencarian

54

Pada gambar 4.7 DFD Level 2 Proses Pencarian dapat


dilakukan beberapa kategori pencarian oleh pengguna sistem
informasi rekam medis ini, yaitu :
a.

Untuk admin, pencarian yang dapat dilakukan adalah data


petugas, dokter, poliklinik, pasien, jadwal, status biaya, dan
penyakit.

b.

Kepala puskesmas dapat melakukan pencarian data petugas,


data dokter, dan data poliklinik.

c.

Dokter dapat melakukan pencarian data dokter, poliklinik,


rekam medis, jadwal, penyakit, dan pasien.

d.

Pengunjung

dapat

melakukan

pencarian

mengenai

poliklinik, jadwal, informasi, dan penyakit.


e.

Untuk Petugas dapat melakukan pencarian pada data pasien,


poliklinik, dokter, jadwal, info penyakit, dan status biaya
pasien.

55

4.2.1.4 DFD Level 3


4.2.1.4.1 DFD Level 3 Pengolahan Kritik Saran

Gambar 4.8 DFD Level 3 Pengolahan Kritik Saran


Pada gambar 4.8 DFD Level 3 Pengolahan Kritik Saran
menjelaskan mengenai olah kritik saran yang berhak dilakukan
oleh pihak admin, pengunjung dan kepala puskesmas. Pihak admin
dan kepala puskesmas akan memeberikan tanggapan atas kritik
saran yang diinputkan oleh pengunjung. Proses edit dapat
dilakukan dan dibutuhkan jika dalam memberikan tanggapan
terdapat beberapa tullisan yang harus diedit, yang mana semua data
mengenai kritik saran akan terhubung dengan tabel kritik.

56

4.2.1.4.2 DFD Level 3 Pengolahan Informasi

Gambar 4.9 DFD Level 3 Pengolahan Informasi


Pada gambar 4.9 di atas dijelaskan bahwa pengolahan
informasi berhak dilakukan oleh pihak admin, dimana pada
pengolahan tersebut terdapat pengolahan input, edit, dan hapus
yang berhubungan dengan tabel informasi.

57

4.2.1.4.3 DFD Level 3 Pengolahan Data Petugas

Gambar 4.10 DFD Level 3 Pengolahan Data Petugas


Pada gambar 4.10 dijelaskan mengenai pengolahan
petugas yang hanya berhak dilakukan oleh pihak admin, dimana
pada gambar di atas terdapat pengolahan edit, input, dan hapus
yang berhubungan dengan tabel petugas. Setelah data petugas
berhasil diinputkan, maka data petugas akan masuk juga pada tabel
user, dimana pada tabel tersebut menyimpan level petugas,
username, dan password yang akan digunakan untuk login.

58

4.2.1.4.4 DFD Level 3 Pengolahan Data Dokter

Gambar 4.11 DFD Level 3 Pengolahan Data Dokter


Pada gambar 4.11 menjelaskan mengenai proses
pengolahan data dokter, tidak jauh berbeda dengan proses
sebelumnya proses pengolahan dokter ini hanya berhak dilakukan
oleh pihak admin, yakni pengolahan input, edit, dan hapus yang
berhubungan dengan tabel dokter. Sama halnya dengan pengolahan
petugas sebelumnya, data dokter juga akan masuk pada tabel user.

59

4.2.1.4.5 DFD Level 3 Pengolahan Jadwal

Gambar 4.12 DFD Level 3 Pengolahan Jadwal


Pada gambar 4.12 merupakan gambar yang menjelaskan
mengenai pengolahan jadwal oleh admin, dimana jadwal yang
diolah merupakan pengaturan jadwal untuk dokter dan poliklinik di
PUSKESMAS Nanggulan.

60

4.2.1.4.6 DFD Level 3 Pengolahan Poliklinik

Gambar 4.13 DFD Level 3 Pengolahan Poliklinik


Pada gambar 4.13 menjelaskan tentang pengolahan
poliklinik oleh admin, dimana pada pengolahan poliklinik tersebut
terdapat input, edit, dan hapus yang berhubungan dengan tabel
poliklinik.

61

4.2.1.4.7 DFD Level 3 Pengolahan Pendaftaran


Pasien

Gambar 4.14 DFD Level 3 Pengolahan Pendaftaran Pasien


Pada gambar 4.14 menjelaskan mengenai pengolahan
pendaftaran pasien, dimana pada pengolahan tersebut berhak
dilakukan oleh petugas. Setelah pendaftaran berhasil dilakukan data
akan masuk pada tabel [endaftaran dan tabel pasien, setelah data
masuk maka petugas dapat melakukan cetak kartu pasien.

62

4.2.1.4.8 DFD Level 3 Pengolahan Data Rekam


Medis

Gambar 4.15 DFD Level 3 Pengolahan Rekam Medis


Pada gambar 4.15 menjelaskan alur pengolahan data rekam
medis pasien, dimana dokter dapat melakukan input hasil
pemeriksaan dan mencetaknya.

4.2.1.4.9 DFD Level 3 Pengolahan Data Penyakit

Gambar 4.16 DFD Level 3 Pengolahan Data Penyakit

63

Pada gambar 4.16 menjelaskan mengenai pengolahan info


penyakit yang berhak dilakukan dokter, pengolahan tersebut ada
input dan edit data penyakit yang berhubungan dengan tabel
penyakit.
4.2.1.4.10 DFD Level 3 Pengolahan Obat Pasien

Gambar 4.17 DFD Level 3 Pengolahan Obat Pasien


Pada gambar 4.17 menggambarkan pengolahan obat untuk pasien
yang berhak dilakukan oleh dokter. Dimana dokter dapat melakukan input
obat untuk pasien yang selanjutnya dapat mencetaknya.
4.2.1.4.11 DFD Level 3 Pengolahan Data Obat

Gambar 4.18 DFD Level 3 Pengolahan Data Obat

64

Pada gambar 4.18 menjelaskan mengenai pengolahan data


obat, pengolahan data obat ini tidak jauh berbeda dengan
pengolahan data info penyakit sebelumnya.
4.2.1.4.12 DFD Level 3 Pengolahan Biaya

Gambar 4.19 DFD Level 3 Pengolahan Data Biaya


Pada gambar 4.19 menunjukkan pengolahan biaya pasien,
dimana pengolahan tersebut terdiri dari input dan cetak biaya
pasien yang berhubungan dengan tabel biaya.

65

4.2.2 ERD (Entity Relationship Diagram)

Gambar 4.20 ERD Sistem Informasi Rekam Medis


Pada gambar 4.20 menunjukkan ERD yanga terjadi pada sistem
informasi rekam medis. Entitas dokter dengan pasien menjelaskan bahwa
dokter pasti memiliki pasien, dari entitas tersebut akan menghasilkan tabel
rekam medis. Entitas yang saling berhubungan selanjutnya adalah entitas
pasien dengan penyakit, bahwa setiap pasien pasti memiliki penyakit, dari

66

relasi tersebut akan menghasilkan tabel baru yakni resep, obat, dan status
pasien. Yang terakhir adalah entitas dokter dengan poliklinik, bahwa
pliklinik itu pasti memiliki dokter yang praktek, dari hubungan antar entitas
tersebut akan menghasilkan tabel baru yakni jadwal, petugas, dan informasi.

4.2.3 Basis Data


Perancangan basis data merupakan perancangan yang dibuat untuk
menyimpan data-data ke dalam tabel-tabel yang digunakan untuk mengelola
sistem informasi rekam medis ini. Adapun tabel-tabel tersebut adalah :
1.

Tabel pasien
Tabel pasien berisi data-data pasien yang berobat di Puskesmas
Nanggulan Kabupaten Kulon Progo. Tabel pasien tersebut
ditunujukkan pada tabel 4.1.
Tabel 4.1 Tabel Pasien
Field

Type

Length

id_pasien

Integer

No_rekam_medis

Integer

Nomor_kartu

Integer

Nama_pasien

varchar

100

Nama_kepala_keluarga Varchar

100

alamat

50

varchar

Keterangan
PK,
auto_increment

67

Lanjutan Tabel 4.1 Tabel Pasien


Jenis_kelamin

enum

Tgl_lahir

date

No_telpon

integer

12

umur

integer

agama

enum

pekerjaan

varchar

50

Tempat_lahir

varchar

50

keterangan

Text

Id_status_pasien

integer

2.

FK

Tabel dokter
Tabel dokter berisi data-data dokter yang praktek di Puskesmas
Nanggulan Kabupaten Kulon Progo. Tabel dokter tersebut
ditunjukkan pada tabel 4.2
Tabel 4.2 Tabel dokter
Field

Type

Length

Id_dokter

Integer

Nip

Integer

Nama_dokter

Varchar

100

Nama_panggilan

Varchar

10

Alamat

Varchar

50

Tgl_lahir

date

Keterangan
PK,
auto_increment

68

Lanjutan Tabel 4.2 Tabel dokter


No_telpon

varchar

Jenis_kelamin

Enum

Agama

Enum

Id_poli

Integer

Keterangan

Text

20

FK

.
3.

Tabel Rekam Medis Detail


Tabel rekam medis detail berisikan data-data rekam medis pasieen
yang lengkap. Tabel rekam medis detail ditunjukkan pada tabel 4.3.
Tabel 4.3 Tabel Rekam Medis Detail
Field

Type

Length

Keterangan

Id_rmd

integer

PK,
auto_increment

Id_pasien

Integer

FK

Tgl_periksa

Date

Alergi_obat

FK

Id_dokter

Integer

Anamneses

Varchar

50

pemeriksaan

text

terapi

text

diagnosa

text

Hasil

text

Tindakan

text

FK

69

Lanjutan Tabel 4.3 Tabel Rekam Medis Detail


status

Enum

Ket

Text

4.

Tabel pendaftaran
Tabel pendaftaran berisi data pasien yang mendaftar untuk
mendapatkan no antrian untuk melakukan pemeriksaan. Tabel
pendaftaran ditunjukkan pada tabel 4.4.
Tabel 4.4 Tabel pendaftaran
Field

Type

Length

Keterangan

Id_pendaftaran

Integer

PK

id_pasien

Integer

FK

Tgl_periksa

date

Id_poli

integer

10

FK

keterangan

text

5.

Tabel Status Biaya


Tabel biaya pasien berisi status biaya berobat pasien, jika pasien
memiliki dan memebawa kartu jaminan kesehatan maka status biaya
pasien tersebut gratis. Tabel biaya pasien ditunjuukkan pada tabel
4.5.

70

Tabel 4.5 Tabel Status biaya


Field

Type

Length

Id_status_pasien

Integer

Status_pasien

varchar

100

6.

Keterangan
PK,
auto_increment

Tabel obat
Tabel obat tabel yang berisi data-data obat. Tabel obat ditunjukkan
pada tabel 4.6.
Tabel 4.6 Tabel obat
Field

Type

Length

Id_obat

integer

Nama_obat

Varchar

50

dosis

varchar

50

keterangan

text

Id_jenis_obat

Integer

7.

Keterangan
PK,
auto_increment

FK

Tabel jenis obat


Tabel ini yang menjelaskan jenis-jenis obat. Tabel jenis obat
ditunjukkan pada tabel 4.7.

71

Tabel 4.7 Tabel jenis obat


Field

Type

Length

Id_jenis_obat

integer

Jenis_obat

Varchar

50

8.

Keterangan
PK,
auto_increment

Tabel penyakit
Tabel penyakit berisikan data-data penyakit yang sering diderita oleh
pasien yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Nanggulan
Kabupaten Kulon Progo. Tabel penyakit ini ditunjukkan pada tabel
4.8.
Tabel 4.8 Tabel penyakit
Field

Type

Length

Id_penyakit

integer

Nama_penyakit

Varchar

50

Deskripsi

text

Cirri-ciri

text

9.

Keterangan
PK,
auto_increment

Tabel Obat Pasien


Tabel obat pasien merupakan tabe yang akan menyimpan data obat
paien saat pasien menerima resep dari dokter. Tabel obat pasien
ditunjukkan pada tabel 4.9.

72

Tabel 4.9 Tabel Obat Pasien


Field

Type

Id_obat_pasien

integer

Tgl_periksa

date

Id_pasien

Length

Keterangan

PK,
auto_increment

integer

FK

Id_rmd

integer

FK

Id_obat

integer

FK

10.

Tabel poliklinik
Tabel poliklinik berisikan poliklinik apa saja yang ada di Puskesmas
Nanggulan Kabupaten Kulon Progo dan berapa banyak pasien yang
melakukan pemeriksaan di poliklinik tersebut. Tabel poliklinik
ditunjukkan pada tabel 4.10.
Tabel 4.10 Tabel poliklinik
Field

Type

Length

Id_poli

integer

Nama_poli

Varchar

50

11.

Keterangan
PK,
auto_increment

Tabel petugas
Tabel ini berisikan data-data petugas yang bertugas pada Puskesmas.
Tabel petugas ditunjukkan pada tabel 4.11.

73

Tabel 4.11Tabel petugas


Field

Type

Length

Id_petugas

integer

nip

varchar

30

Nama_petugas

Varchar

100

Jabatan_petugas

Varchar

50

Alamat

Varchar

50

No_telpon

varchar

20

Tgl_lahir

Date

Jenis_kelamin

Enum

Agama

Enum

keterangan

text

12.

Keterangan
PK,
auto_increment

Tabel Hari
Tabel hari merupakan tabel yang menyimpan hari yang akan
direlasikan denagn tabel jadwal. Tabel 4.12 menunjukkan tabel hari.
Tabel 4.12 Tabel Hari

Field

Type

Length

Id_hari

integer

hari

varchar

15

Keterangan
PK,
auto_increment

74

13.

Tabel Jam
Tabel jam merupakan tabel yang menyimpan data waktu yang akan
direlasikan denagn tabel jadwal . tabel 4.13 menunjukkan tabel jam.
Tabel 4.13 Tabel Jam

Field
jam

Type

Length

Keterangan

time

14.

Tabel jadwal
Tabel jadwal berisikan data-data jadwal petugas dan dokter yang
bertugas dan praktek di Puskesmas. Tabel jadwal ditunjukkan pada
tabel 4.14.
Tabel 4.14 Tabel jadwal

Field

Type

Length

Id_jadwal

integer

hari

varchar

15

jam

Time

15.

Keterangan
PK,
auto_increment

Tabel kritik
Tabel kritik tabel yang nantinya berhubungan dengan kritik saran
yang diberikan pengunjung yang dapat diolah oleh admin,

75

peengunjung, dan kepla puskesmas. Tabel kritik ditunjukkan pada


tabel 4.15.
Tabel 4.15 Tabel kritik
Field

Type

Length

Id_kritik

integer

Isi

text

Tgl_kritik

Date

Waktu_kritik

time

Tanggapan

text

Nama

Varchar

50

Alamat

Varchar

50

No_telpon

Integer

12

16.

Keterangan
PK, auto_increment

Tabel informasi
Tabel informasi adalah tabel yang berisikan informasi-informasi
puskesmas. Tabel informasi ditunjukkan pada tabel 4.16.
Tabel 4.16 Tabel informasi

Field

Type

Id_info

integer

Visi

text

Misi

text

Sejarah

text

Length
5

Keterangan
PK, auto_increment

76

Lanjutan Tabel 4.16 Tabel Informasi


Fungsi

text

Fasilitas

text

Informasi

text

Keterangan

text

Kontak

Integer

17.

12

Tabel user
Tabel user merupakan tabel yang berisikan data mengenai user yang
berhak mengolah sistem informasi rekam medis ini. Tabel user
ditunjukkan pada tabel 4.17.
Tabel 4.17 Tabel user
Field

Type

Length

Id_user

integer

No_id

Integer

10

Username

Varchar

50

Password

Varchar

50

level

Varchar

25

Keterangan
PK,
auto_increment

77

18.

Tabel Kunjungan Pasien


Tabel kunjungan pasien merupakan tabel yang mneyimpan data
pasien yang berkunjung ke PUSKESMAS Nanggulan. Tabel 4.18
menunjukkan tabe kunjungan pasien.
Tabel 4.18 Tabel kunjungan_pasien
Field

19.

Type

Id_kunjunngan

Integer

Tgl_periksa

date

Id_pasien
Id_poli

Length

Keterangan

PK,
auto_increment

integer

FK

integer

FK

Id_status_pasien integer

FK

Biaya
Tabel biaya merupakan tabel yang menimpan biaya pasien setelah
pemeriksaan. Tabel 4.19 mneunjukkan tabel biaya.
Tabel 4.19 Tabel biaya
Field

Type

Length

Keterangan

Id_biaya

Integer

PK,
auto_increment

Kartu_pasien

integer

12

Bahan_medis

integer

12

obat

integer

12

Biaya_tidak_langsung

integer

12

78

Lanjutan Tabel 4.19 Tabel Biaya

20.

Jasa_pelayanan

integer

12

Tarip_retribusi

integer

12

Lain_lain

integer

12

Id_pasien

inetger

FK

Tabel Relasi
Tabel relasi merupakan tabe yang menyimpan jadwal praktek dokter
dan

poliklinik

di

PUSKESMAS

Nanggulan.

Tabel

4.20

mmenunjukkan tabel relasi.


Tabel 4.20 Tabel relasi
Field

Type

Length

Keterangan

Id_relasi

Integer

auto_increment

Id_dokter

Integer

FK

Id_poli

Integer

FK

Id_jadwal

integer

FK

4.2.4 RAT (Relasi Antar Tabel)


Relasi antar tabel merupakan gambaran yang menunjukkan
relasi-relasi antara satu tabel dengan tabel yang lainnya. Gambar 4.21
menunjukkan gambar relasi antar tabel yang terjadi pada sistem.

79

Gambar 4.21 Relasi Antar Tabel

80

4.2.5 Desain Antarmuka Sistem


Antarmuka sistem merupakan perantara antara pengguna
sistem dengan sistem itu sendiri, dalam hal ini sistem informasi
rekam medis. Berikut beberapa desain antarmuka yang ada pada
sistem informasi rekam medis:
4.2.5.1 Desain Halaman Utama Sistem
Halaman utama ini merupakan halaman yang muncul
pertama klai ketika sistem pertama kali diakses. Halaman
utama ini menjelaskan sedikit mengenai sistem, menu pada
halaman utama yang dapat diakses oleh semua penngguna
adalah informasi mengenai puskesmas, kritik dan saran,
pencarian, serta login yang harus dilakukan terlebih dahulu
untuk

user

tertentu.

Desain

halaman

utama

ditunjukkan pada gambar 4.22.

Gambar 4.22 desain halaman utama sistem

sistem

81

4.2.5.2 Desain Halaman Kritik Saran


Form kritik saran merupakan salah satu menu yang
dapat diakses oleh semua pengguna, menu ini merupakan
salah satu menu yang dapat meningkatkan mutu pelayanan
Puskesmas Nanggulan. Gambar 4.23 menunjukkan desain
form kritik saran.

Gambar 4.23 desain halaman kritik saran


4.2.5.3 Desain Halaman Pencarian
Halaman pencarian ini berguna untuk membantu
dalam mencari data

yang dibutuhkan. Gambar 4.24

menunjukkan desain halaman pencarian.

82

Gambar 4.24 desain halaman pencarian


4.2.5.4 Desain Halaman Login
Halaman login merupakan langkah awal yang harus
dilakukan oleh pengguna yang diwajibkan login sebelum
dapat mengakses dan mengolah data yang berhubungan
dengan sistem. Gambar 4.25 menunjuukan desain halaman
login.

Gambar 4.25 desain halaman login

4.2.5.5 Desain Halaman Admin


Halaman

admin

merupakan

halaman

yang

diperuntukkan untuk petugas bagian pengolahan data seperti

83

pengolahan data poliklinik, dokter, petugas, dan lain-lain.


Gambar 4.26 menunjukkan desain halaman admin.

Gambar 4.26 desain halaman admin


4.2.5.6 Desain Halaman Petugas Pendaftaran
Halaman petugas pendaftaran merupakan halaman
untuk petugas bagian pendaftaran dimana halaman ini
digunakan untuk pengolahan data-data pasien. Gambar 4.27
menunjukkan desain halaman petugas pendaftaran.

84

Gambar 4.27 desain halaman petugas pendaftaran

4.2.5.7 Desain Halaman Pendaftaran Pasien


Halaman pendaftaran merupakan halaman yang
digunakan petugas pendaftaran pada saat pasien melakukan
pendaftaran, ini merupakan langkah awal pasien dalam
melakukan pemeriksaan. Gambar 4.28 menunjukkan desain
halaman pendaftaran pasien.

85

Gambar 4.28 desain halaman pendaftaran pasien

4.2.5.8 Desain Halaman Dokter


Halaman dokter merupakan halaman yang diakses
oleh dokter, pada halaman ini dokter berhak melakukan
pengolahan terhadap pemeriksaan pada pasien. Gambar 4.29
menunjukkan desain halaman dokter.

86

Gambar 4.29 desain halaman dokter


4.2.5.9 Desain Halaman Rekam Medis
Halaman rekam medis merupakan halamna yang akan
menyimpan hasil pemeriksaan dokter terhadap pasien.
Gambar 4.30 menunjukkan desain halaman rekam medis.

87

Gambar 4.30 desain halaman rekam medis pasien


4.2.5.10 Desain Halaman Input Obat Pasien
Halaman input obat pasien merupakan halaman yang
digunakan oleh dokter dalam menginputkan obat untuk pasin
setelah pasien melakukan pemeriksaan. Gambar 4.31
menunjukkan halaman input obat pasien.

88

Gambar 4.31 desain halaman input obat


4.2.5.11 Desain Halaman Info Penyakit
Halaman info penyakit ini merupakan halaman yang
hanya dokter yang berhak melakukan pengolahan informasi
penyakit. Gambar 4.32 menunjukkan desain halaman info
penyakit.

89

Gambar 4.32 desain halaman info penyakit


4.2.5.12 Desian Halaman Kasir
Halaman kasir merupakan halaman yang hanya dapat
diakses oleh petugas kasir dalam memberikan pelayanan
kepada pasien setelah pasien melakukan pemeriksaan.
Gambar 4.33 menunjukkan desain halaman kasir.

Gambar 4.33 desain halaman kasir

90

4.2.5.13 Desain Halaman Biaya Pasien


Halaman cetak biaya merupakan halaman untuk
pasien dalam pengelolaan biaya pemeriksaan. Gambar 4.34
menunjukkan desain halaman biaya pasien.

Gambar 4.34 desain halaman biaya pasien

91

4.2.5.14 Desain Halaman Farmasi


Halmaan

farmasi

merupakan

halaman

yang

diperuntukkan untuk ppetugas farmasi khususnya untuk


melakukan pengolahan data obat. Gambar 4.35 menunjukkan
desain halaman farmasi.

Gambar 4.35 desain halaman farmasi

92

4.2.5.15 Desain Halaman Ganti Password


Halaman ganti password halaman untuk pengolahan
username dan password pengguna demi keamanan data.
Gambar 4.36 menunjukkan desain halaman ganti password.

Gambar 4.36 desain halaman ganti password

BAB V
IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
5.1 Implementasi Sistem
Implementasi merupakan tahap penerjemahan hasil perancangan ke
dalam bentuk baris-baris program. Sistem
merupakan

sistem

yang

Informasi Rekam Medis

diimplementasikan

menggunakan

bahasa

pemprograman PHP dan basis data yang digunakan adalah MySQL.

5.1.1. Implementasi Koneksi PHP dengan MySQL


Database dibuat dengan nama rekammedis. Script untuk
mengkoneksikan tabel-tabel yang ada di dalam database dengan PHP
diperlukan agar database yang telah dibuat dapat diakses melalui web
browser. Script tersebut ada dalam file koneksi.php, berikut script file
koneksi.php :
<?php
$host= "localhost";
$username= "root";
$password= "";
$databasename= "rekammedis";
$connection= mysql_connect($host, $username, $password)
or die ("kesalahan koneksi, ulangi lagi.....!!!");
mysql_select_db($databasename,
("databasenya error");

?>

93

$connection)

or

die

94

5.1.2. Halaman Utama Sistem Informasi Rekam Medis


Halaman Utama pada sistem informasi rekam medis ini merupakan
halaman awal yang menampilkan beberapa menu yang dapat dipilih oleh
pengguna, dalam hal ini pengguna tersebut adalah pengunjung juga
pengguna-pengguna yang lain pada Puskesmas Nanggulan Kulon Progo.
Pada halaman utama ini juga dijelaskan bagaimana penggunaan Sistem
Informasi

Rekam

Medis

untuk

semua

pengguna.

Gambar

5.1

menunjukkan halaman utama sistem informasi rekam medis.

Gambar 5.1 Halaman Utama Sistem Informasi Rekam Medis


5.1.2.1 Halaman Informasi Puskesmas
Pada menu Informasi Puskesmas ini ada beberapa sub menu
lagi yang dapat dipilih oleh pengguna, yakni kedudukan
Puskesmas, Visi dan Misi Puskesmas, Tugas Pokok dan
Fungsi Puskesmas, Fasilitas, Informasi mengenai Poliklinik,

95

Jadwal buka dan praktek, Informasi Penyakit, dan berbagi


info mengenai beberapa penyakit. Beberapa menu tersebut
yang terkait dengan Informasi menegenai Puskesmas
Nanggulan sendiri yang dapat diakses oleh para pengguna
maupun pengunjung Puskesmas Nanggulan Kabupaten
Kulon Progo. Gambar 5.2 menunjukkan form informasi
Puskesmas.

Gambar 5.2 Informasi Puskesmas: Tugas Pokok Dan Fungsi


Puskesmas Nanggulan Kabupaten Kulon Progo
5.1.2.2 Halaman Kritik Dan Saran Pengunjung
Menu kritik dan saran ini merupakan menu yang mewakili
interaksi yang baik antara pengunjung Puskesmas dan petugas pada
Puskesmas Nanggulan sendiri, dimana pada menu ini pengunjung
dapat memberikan kritik dan saran untuk lebih meningkatkan
kualitas dalam pelayanan kesehatan. Untuk melihat tanggapan yang
diberikan untuk kritik saran yang telah diinputkan, pengguna dapat

96

mengklik tanggapan, pada form tanggapan pengguna dapat melihat


tanggapan yang telah diberikan. Gambar 5.3 dan 5.4 menunjukkan
form input kritik saran dan tanggapan.

Gambar 5.3 Form Input Kritik Dan Saran

Gambar 5.4 Form Tanggapan


5.1.2.3 Halaman Pencarian
Pada menu pencarian ada beberapa pilihan, yakni pencarian
dokter, poliklinik, penyakit, dan jadwal dokter. Untuk melakukan
pencarian diharuskan menginputkan kategori pencarian terlebih
dahulu, misalnya pada pencarian dokter, kategori pencariannya

97

berdasarkan nama dokter atau nama poli yang dibawahi oleh dokter
tersebut. Gambar 5.5 menunjukkan form pencarian data.

Gambar 5.5 Form Pencarian pada Halaman Utama


5.1.2.4 Halaman Login
Pengguna yang diharuskan login adalah dokter, admin,
kepala puskesmas, bagian pendaftaran, bagian kasir, dan bagian
farmasi. Menu-menu yang dapat diakses dan diolah oleh setiap
pengguna tersebut tidak sama, hanya beberapa saja yang sama.
Gambar 5.6 menunjukkan form login.

Gambar 5.6 Form Login

98

5.1.3 Halaman Admin Sistem Informasi Rekam Medis


Halaman ini diperuntukkan untuk admin yang mengolah beberapa
data yang berhubungan dengan Puskesmas Nanggulan Kabupaten Kulon
Progo. Admin memiliki hak untuk mengolah beberapa data, yakni data
poliklinik, dokter, petugas, jadwal dokter, status pasien, informasi
puskesmas (kedudukan puskesmas, visi, misi, fasilitas, tugas pokok dan
fungsi), memberikan tanggapan untuk kritik dan saran yang masuk,
laporan, pencarian, pengolahan user, dan logout. Pengguna diharuskan
logout terlebih dahulu demi keamanan data. Gambar 5.7 mneunjukkan
halaman utama admin.

Gambar 5.7 Halaman Utama Admin


5.1.3.1 Menu Utama Admin
Pada menu ini, admin mengolah beberapa data yang
berhubungan dengan Puskesmas yakni data dokter, petugas, dan
lain-lain. Pengolahan data-data tersebut adalah dapat mengedit,
menghapus, dan menambah. Gambar 5.8 menunjukkan salah satu

99

pengolahan yang berhak dilakukan oleh admin yakni pengolahan


data dokter.

Gambar 5.8 Tampilan Data Dokter


5.1.3.2 Halaman Pengolahan Informasi Puskesmas
Pada menu informasi ini, admin berhak mengolah beberapa
informasi Puskesmas Nanggulan. Gambar 5.9 menunjukkan form
pengolahan informasi Puskesmas.

Gambar 5.9 Form Pengolahan Tugas Pokok Dan Fungsi Puskesmas

100

5.1.3.3 Pengolahan Kritik Dan Saran


Pada menu ini pihak admin salah satu user yang berhak
mengolah kritik dan saran yakni dengan memberikan tanggapan
untuk kritik dan saran yang masuk. Gambar 5.10 menunjukkan form
pengolahan kritik tanggapan.

Gambar 5.10 Halaman Lihat Tanggapan


5.1.3.4 Halaman Laporan
Laporan yang dapat diakses oleh pihak admin adalah, laporan
data dokter, poliklinik, petugas, dan jadwal. Gambar 5.11
menunjukkan salah satu halaman laporan.

Gambar 5.11 Laporan Data Poliklinik

101

5.1.4 Halaman Petugas Pendaftaran


Pada halaman pendaftaran ini merupakan pelayanan awal saat
pasien akan berobat. Yakni melakukan pendaftaran dan data pasien akan
masuk pada Puskesmas Nanggulan ini. Terdapat beberapa menu yang
dapat diakses oleh petugas pendaftaran, yakni pendaftaran pasien, data
pasien, laporan kunjungan pasien, laporan data pasien, pencarian, beberapa
informasi mengenai Puskesmas Nanggulan, dan menu ganti pasword.
Gambar 5.12 menunjukkan halaman utama dokter.

Gambar 5.12 Halaman Utama Bagian Pendaftaran


5.1.4.1 Halaman Pendaftaran Pasien
Petugas pendaftaran khusus untuk menangani pendaftaran
pasien dan data pasien. Dimana pendaftaran merupakan langkah
awal

pasien

dalam

melakukan

pemeriksaan.

menunjukkkan form pendaftaran pasien.

Gambar

5.13

102

Gambar 5.13 Form Pendaftaran Pasien


Setelah pasien berhasl melakukan pendaftaran, data pasien
sudah masuk pada data pasien Puskesmas Nanggulan, petugas juga
dapat mencetak kartu berobat pasien yang harus dibawa tiap pasien
berobat.
5.1.4.2 Halaman Pengolahan Data Pasien
Pengolahan data pasien hanya berhak dilakukan oleh petugas
pendaftaran, dimana pada pengolahan ini ada pilihan detail, edit, dan
cetak kartu berobat pasien. Gambar 5.14 dan 5.15 menunjukkan
form data pasien dan kartu berobat pasien yang harus dibawa tiap
pasien berobat.

103

Gambar 5.14 Form Data Pasien

Gambar 5.15Kartu Berobat Pasien Puskesmas Nanggulan


5.1.4.3 Halaman Kunjungan Pasien
Halaman kunjungan pasien ini merupakan halaman dimana
petugas pendaftaran menginputkan data pasien saat pasien datang
untuk kedua kalinya, dimana data yang diinputkan hanya beberapa
saja, seperti tanggal periksa dan status biaya pasien. Gambar 5.16
menunjukkan form kunjungan pasien.

104

Gambar 5.16 Form Kunjungan Pasien


5.1.5 Halaman Utama Dokter
Pada halaman ini dijelaskan bagaimana proses rekam medis pasien
yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Nanggulan Kabupaten Kulon
Progo. Pengguna yang berhak menginput rekam medis ini hanyalah
dokter, jadi kerahasian riwayat penyakit pasien ada pada dokter. Selain
pengolahan rekam medis, dokter juga dapat mengakses data-data lain,
seperti menginputkan obat bagi pasien yang telah melakukan pemeriksaan,
dan mencetaknya yang kemudian akan diproses pada pihak kasir. Menu
pencarian, ganti password, dan logout sama dengan menu dari penggunapengguna sebelumnya. Gambar 5.17 menunjukkan halaman utama dokter.

Gambar 5.17 Halaman Utama Dokter

105

5.1.5.1 Halaman Rekam Medis Pasien


Halaman rekam medis ini hanya berhak diakses oleh dokter,
rekam medis ini berisi hasil pemeriksaan dokter terhadap pasien.
Gambar 5.18 menunjukkan form pengolahan rekam medis pasien.

Gambar 5.18 Form Rekam Medis


5.1.5.2 Halaman Input Obat Pasien
Halaman input obat pasien merupakan langkah selanjutnya
bagi dokter setelah menginputkan hasil pemeriksaan pasien, dimana
dokter menginputkan obat bagi pasien sesuai dengan hasil
pemeriksaan sebelumnya. Gambar 5.19 menunjukkan form untuk
input obat pasien.

106

Gambar 5.19 Form Input Obat Pasien


5.1.5.3 Halaman Pengolahan Info Penyakit
Info berbagi penyakit pada sistem informasi ini hanya dapat
diolah

oleh

dokter,

dokter

dapat

melakukan

update

dan

menambahkan info berbagai penyakit yang bisa saja diderita oleh


asien pada umumnya. Gambar 5.20 menunjukkan form untuk
menambahkan info tersebut.

Gambar 5.20 Form Tambah Informasi Penyakit

107

5.1.6 Halaman Petugas Kasir


Pada halaman kasir, menu-menu yang dapat diakses tidak jauh
berbeda dengan pengguna yang lain, yang membedakan hanyalah menu
yakni biaya pengobatan pasien, menu tersebut hanya berhak diakses oleh
petugas kasir. Gambar 5.21 menunjukkan form biaya pengobatan pasien.

Gambar 5.21 Form Biaya Pasien


5.1.7 Halaman Petugas Farmasi
Petugas farmasi pada sistem ini berhak mengolah data obat, data
jenis obat dan laporan data obat. Pengaksesan menu-menu yang lain tidak
jauh berbeda dengan pengguna yang lain. Gambar 5.22 menunjukkan
halaman utama petugas farmasi.

108

Gambar 5.22 Halaman Petugas Farmasi


5.1.7.1 Halaman Pengolahan Data Obat
Pengolahan data obat ini terdiri dari tambah, edit, dan hapus.
Dengan adanya pengolahan data obat ini dapat diketahui obat apa
saja yang tersedia di Puskesmas Nanggulan. Gambar 5.23
menunjukkan form pengolahan data obat.

Gambar 5.23 Form Data Obat

109

5.1.7.2 Halaman Pengolahan Data Jenis Obat


Selain terdapat data obat, juga ada penggolongan jenis obat.
Dimana dengan penggolongan jenis obat ini memudahkan petugas
farmasi untuk menggolongkan data obat sesuai dengan jenis obat.
Gambar 5.24 menunjukkan form pengolahan data jenis obat.

Gambar 5.24 Form Data Jenis Obat


5.1.8 Halaman Utama Kepala Puskesmas
Kepala Puskesmas Nanggulan diberikan hak akses pada sistem
informasi ini, dengan tujuan Kepala Puskesmas juga mengetahui
perkembangan Puskesmas yang diampunya. Selain itu Kepala Puskesmas
juga berhak memberikan tanggapan untuk kritik saran yang masuk.
Gambar 5.25 menunjukkan halaman kepala puskesmas

110

Gambar 5.25 Halaman Kepala Puskesmas Nanggulan


5.1.9 Halaman Pengolahan User
Setiap user yang masuk dalam hal ini petugas Puskesmas, dokter,
admin, dan kepala Puskesmas harus login terlebih dahulu, untuk ini demi
menjaga keamanan pengaksesan masing-masing data, user diminta untuk
menjaga username dan password masing-masing. Gambar 5.26
menunjukkan pengolahan user, dimana pengguna dapat mengganti
username dan password.

Gambar 5.26 Form Pengolahan User

111

5.2

Pengujian Sistem
Pengujian merupakan bagian yang tidak dapat dilupakan dalam

membangun sebuah sistem, pengujian ini dilakukan untuk menjamin kualitas


serta dengan pengujian yang dilakukan ini akan diketahui kesalahan yang ada
pada sistem yang selanjutnya akan dilakukan perbaikan. Selain itu tujuan dari
pengujian sistem ini adalah untuk menjamin bahwa sistem yang dibangun
merupakan sistem yang handal, yakni sistem yang mampu mempresentasikan
hasil analisis, perancangan, dan pengkodean dari sistem itu sendiri.
Pengujian sistem ini menggunakan metode pengjian Black Box,
dimana pada pengujian tersebut berfokus pada kebutuhan fungsional
perangkat lunak yang dibangun serta memperhatikan sistem, apakah sudah
sesuai dengan yang diharapkan.
Skenario pengujian sistem ini dilakukan pengguna dengan mengakses
aplikasi melalui local web server (localhost). Setelah itu pengguna mengisi
kuisoner yang diberikan. Adapun skenario pengujian sistem dapat dilihat
pada tabel 5.1.
Tabel 5.1 Tabel Skenario Pengujian Sistem
No
1

Kelas Uji

Teknik Pengujian

Kriteria Evaluasi Hasil

Menampilkan halaman Black Box

Sistem dapat menampilkan halaman

depan

depan

yang

mengenai sistem

menjelaskan

sedikit

112

Lanjutan Tabel 5.1 Tabel Skenario Pengujian Sistem


2

Menampilkan informasi

Black Box

Sistem dapat menampilkan beberapa


informasi

mengenai

PUSKESMAS

Nanggulan
3

Memberikan kritik dan Black Box

Pengguna sistem dapat memberikan

saran

kritik dan saran dan sistem dapat


menampilkan kritik dan saran serta
tanggapan yang diberikan

Proses login

Black Box

Sistem memeriksa login pengguna jika


pengguna salah memasukkan username
dan

password

maka

sistem

akan

meminta pengguna untuk login kembali.


5

Pengolahan data oleh Black Box

Sistem dapat menampilkan seluruh data

admin (petugas, dokter,

dapat pula menambah, mengedit, dan

informasi

menghapus data.

PUSKESMAS,

dan

poliklinik)
6

Pengolahan data oleh Black Box

Sistem dapat menginput data pasien

petugas

pendaftaran

baru (pendaftraan pasien), serta dapat

(pendaftraan, dan olah

mengedit dan mencetak kartu berobat

data pasien)

pasien

Pengolahan data oleh Black Box

Sistem

dapat

dokter (rekam medis

medis

pasien serta merekam semua

dan obat pasien)

hasil peeriksaan pasien sebelumnya, dan

menginputkan

rekam

dapat menginput obat untuk pasien


sekaligus mencetaknya.

113

Lanjutan Tabel 5.1 Tabel Skenario Pengujian Sistem


8

Pengolahan

data Black Box

Sistem dapat menampilkan seluruh data

petugas farmasi (obat,

obat,

jenis

obat,

dan

resep

jenis obat, dan resep)

PUSKESMAS Nanggulan, serta dapat


menambah, mengedit, dan menghapus
.

Menampilkan laporan

Black Box

Sistem dapat menampilkan laporan data


pasien, data petugas, dokter, poliklinik,
dan data obat.

10

Melakukan Pencarian

Black Box

Sistem

dapat

berdasarkan

melakukan
kategori

pencarian

tertentu

dan

menampilkan hasil pencariannya. Jika


pengguna tidak memasukkan kategori
pencarian maka sistem akan meminta
pengguna untuk memasukkan kategori
pencarian terlebih dahulu.
11

Pengolahan biaya

Black Box

Sistem

dapat

menginput

biaya

pemeriksaan pasien dan mencetaknya.


12

Proses logout

Black Box

Sistem dapat logout dengan baik dan


jika sudah logout maka tidak bisa
diback dan harus login terlebih dahulu.

Pengujian dikelompokkan menjadi dua, yaitu pengujian untuk


fungsionalitas dan, interface. Pengujian untuk fungsionalitas sendiri dibagi
menjadi lima bagian, yakni pengujian fungsionalitas sistem sebagai user,
admin, petugas, dokter, dan kepala Puskesmas.

114

Tabel 5.2 Form Pengujian Fungsionalitas Sistem Sebagai User


No

Pernyataan

Sistem dapat menampilkan halaman depan

Sistem dapat menampilkan beberapa informasi


yang berkaitan dengan PUSKESMAS Nanggulan

Sistem dapat menampilkan kritik dan saran yang


diberikan oleh pengunjung dan dapat melihat
tanggapan yang diberikan

Proses pencarian berhasil

Ya

Tidak

Total
Tabel 5.3 Form Pengujian Fungsionalitas Sistem Sebagai Admin
No

Pernyataan

Proses Login Berhasil, jika username dan


password salah maka pengguna diminta untuk
login kembali

Pengolahan kritik saran berhasil, tidak ada error

Pengolahan data pegawai berhasil, tidak ada error

Proses pengolahan data dokter berhasil, tidak ada


error

Proses pengolahan data poliklinik berhasil, tidak


ada error tanggapan yang diberikan

Proses pengolahan data informasi berhasil, tidak


ada error

Sistem dapat menampilkan beberapa laporan

Proses pencarian berhasil

Proses logout berhasil dan tidak dapat diback,


pengguna harus login kembali
Total

Ya

Tidak

115

Tabel 5.4 Form Pengujian Fungsionalitas Sistem Sebagai Dokter


No

Pernyataan

Ya

Proses Login Berhasil, jika username dan


password salah maka pengguna diminta untuk
login kembali

Proses pengolahan data rekam medis berhasil,


sistem dapat menyimpan rekam medis pasien

Hasil Catatan Medis dapat dicetak

Proses input obat pasien berhasil dan dapat dicetak

Proses pengolahan informasi penyakit berhasil,


tidak ada error

Proses logout berhasil dan tidak dapat diback,


pengguna harus login kembali

Tidak

Total

Tabel 5.5 Form Pengujian Fungsionalitas Sistem Sebagai Petugas


No
1

Pernyataan
Proses

Login

Berhasil,

jika

Ya
username

dan

password salah maka pengguna diminta untuk


login kembali
2

Proses pendaftaran pasien berhasil, tidak ada error

Proses pengolahan data pasien berhasil dan dapat


mencetak kartu berobat pasien

Proses pengolahan data oleh petugas farmasi


berhasil, tidak ada error

Tidak

116

Lanjutan Tabel 5.5 Form Pengujian Fungsionalitas Sistem Sebagai Petugas


5

Proses pengolahan input biaya berobat pasien


berhasil dan dapat dicetak

Sistem dapat menampilkan beberapa laporan

Proses pencarian berhasil

Proses logout berhasil dan tidak dapat diback,


pengguna harus login kembali

Total

Tabel 5.6 Form Pengujian Fungsionalitas Sistem


Sebagai Kepala Puskesmas Nanggulan
No

Pernyataan

Proses Login Berhasil, jika username dan


password salah maka pengguna diminta untuk
login kembali

Pengolahan kritik saran berhasil, tidak ada error

Proses pencarian berhasil

Sistem dapat menampilkan beberapa laporan

Proses logout berhasil dan tidak dapat diback,


pengguna harus login kembali berhasil, tidak ada
error
Total

Ya

Tidak

117

Tabel 5.7 Form Pengujian Interface Sistem


No
1

Pernyataan

SS

TS

STS

Konten yang disediakan sederhana


sehingga memudahkan pengguna
dalam menggunakan aplikasi.

Sistem memiliki navigasi (cara


pengoperasian) yang mudah.

Waktu loading relatif cepat.

Menu-menu pada sistem sudah


berfungsi dengan baik.

Penjelasan
yang

penggunaan

mudah

dipahami

sistem
oleh

pengguna
6

Kesalahan

pesan

saat

login

membantu

dalam

pengamanan

sistem
7

Antar

muka

tampilan

sistem

menarik dan user friendly


Total
Keterangan :
SS

: Sangat Tidak Setuju

TS

: Tidak Setuju

: Setuju

STS : Sangat Tidak Setuju

: Netral

BAB VI
HASIL DAN PEMBAHASAN
6.1 Sistem Informasi Pelayanan Pasien
Sistem informasi pelayanan pasien ini merupakan sistem dimana
PUSKESMAS memberikan pelayanan yang memuaskan juga pelayanan yang
bermutu bagi pasien dan bagi pengunjung. Untuk pelayanan pasien sendiri,
bahwa pelayanan dikatakan memuaskan apabila pelayanan yang diberikan
memudahkan pasien dalam melakukan pemeriksaan juga dapat memberikan
informasi lebih yang banyak membawa manfaat khususnya bagi pasien dan
pengunjung.
Sistem informasi ini mencoba memberikan pelayanan yang memuaskan
kepada pasien dan pengunjung, dimana pelayanan ini saat pasien masuk
hingga pasien pulang setelah melakukan pemeriksaan ataupun hanya sekedar
berkunjung dan mencari informasi lain mengenai PUSKESMAS Nanggulan.
6.1.1 Informasi PUSKESMAS Nanggulan
Sistem informasi ini memberikan pelayanan bagi pasien dan
pengunjung yakni dengan memberikan informasi terkini. Informasiinformasi tersebut dapat diakses oleh pasien yang melakukan
pemeriksaan di PUSKESMAS ataupun pengunjung lain dengan
mengakses informasi tersebut di komputer yang disediakan. Informasiinformasi yang dapat diakses anatara lain visi dan misi PUSKESMAS,

118

119

tugas pokok dan fungsi PUSKESMAS, fasilitas yang diberikan, poli yang
ada di PUSKESMAS, jadwal buka dan praktek dokter, dan info-info
mengenai penyakit yang

sering diderita olah masyarakat sekitar

Nanggulan khusunya. Gambar 6.1 menunjukkan gambar info penyakit


yang dapat diakses oleh setiap pengunjung.

Gambar 6.1 Halaman Info Penyakit


6.1.2 Kritik Dan Saran
Halaman kritik saran merupakan halaman yang dapat membantu
pasien ataupun pengunjung lain dalam memberikan komentar ataupun
kritik dan juga saran demi kemajuan PUSKESMAS Nanggulan. Dengan
adanya kritik saran yang masuk membantu para petugas PUSKESMAS
dalam meningkatkan pelayanan demi kepuasan pasien juga pengunjung.
Kritik saran yang masuk akan diolah oleh admin dan kepala
PUSKESMAS dengan memberikan tanggapan untuk kritik dan saran
yang masuk melalui sistem informasi ini. Dengan tanggapan yang sudah

120

diberikan oleh admin dan kepala PUSKESMAS maka pasien ataupun


pengunjung yang memberikan kritik saran dapat membaca tanggapan
tersebut dengan mengklik tanggapan. Gambar 6.2 menunjukkan halaman
kritik yang masuk dan gambar 6.3 menunjukkan tanggapan yang dapat
diakses oleh pengunjung.

Gambar 6.2 Kritik Saran Pengunjung

Gambar 6.3 Tanggapan Untuk Kritik Yang Masuk


6.1.3 Pencarian
Halaman pencarian diharapkan dapat membantu memudahkan
pengunjung

ataupun

pasien

yang

mengakses

sistem,

sehingga

pengunjung dapat dengan mudah mendapat informasi yang dibutuhkan.


Misalnya pengunjung ingin mengetahui jadwal dokter praktek maka
pengunjung dapat mengakses halaman ini dengan memasukkan kata
pencarian terlebih dahulu. Gambar 6.4 menunjukkan hasil pencarian
jadwal dokter.

121

Gambar 6.4 Hasil Pencarian Jadwal Dokter


6.2 Sistem Informasi Rekam Medis
Sistem informasi rekam medis ini merupakan sistem yang dirancang
untuk memberikan kemudahan petugas dalam menyimpan data-data pasien
yang melakukan pemeriksaan di PUSKESMAS Nanggulan Kulon Progo,
selain kemudahan untuk petugas juga diharapkan dapat memudahkan pasien
demi meningkatkan pelayanan dan memberikan kepuasan pelayanan kepada
pasien. Kemudahan yang dimaksud yakni mulai dari pendaftaran pasien, saat
pasien melakukan pemeriksaan di poli yang dituju, saat pasien melakukan
pembayaran, dan saat pasien melakukan pengambilan obat.
6.2.1 Pendaftaran Pasien
Pendaftaran pasien merupakan langkah awal pasien dalam
melakukan pemeriksaan. Saat pasien datang pasien harus mendaftarkan
diri terlebih dahulu ke petugas pendaftaran, setelah nama pasien
dientrikan ke sistem maka pasien akan mendapat kartu berobat yang
wajib dibawa setiap pasien melakukan pemeriksaan. Kartu berobat
tersebut berguna saat pasien datang untuk kedua kali dan seterusnya,
dengan kartu berobat yang pasien miliki maka akan memudahkan

122

petugas dalam mengentrikan data kunjungan pasien saat pasien datang


berobat kembali.
Setelah petugas berhasil menginput data pasien maka data pasien
akan masuk pada form data pasien dan form kunjungan pasien, pada
form data pasien, petugas bagian pendaftaran berhak melakukan
pengolahan data pasien, yakni edit data pasien, cetak kartu berobat
pasien, dan untuk melihat data lengkap pasien petugas dapat mengklik
detail. Gambar 6.5 dan 6.6 menunjukkan form data pasien dan form data
kunjungan pasien.

Gambar 6.5 Data Pasien

Gambar 6.6 Data Kunjungan Pasien

123

6.2.2 Laporan Kunjungan Pasien


Laporan kunjungan pasien merupakan laporan yang berhak
diakses oleh petugas pendaftaran, dimana dengan laporan ini dapat
diketahui berapa banyak pasien yang melakukan pemeriksaan di
PUSKESMAS Nanggulan. Untuk laporan kunjungan pasien ini dapat
dilihat berdasarkan tanggal dan nama poli yang dituju oleh pasien.
Gambar 6.7 menunjukkan gambar pilihan cetak laporan dan gambar 6.8
menunjukkan hasil cetak laporan kunjunngan pasien.

Gambar 6.7 Form Pilihan Cetak Kunjungan Pasien

Gambar 6.8 Laporan Kunjungan Pasien


6.2.3 Pemeriksaan Pasien
Pemeriksaan pasien dilakukan di poli yang dituju oleh pasien.
Hasil pemeriksaan pasien disimpan oleh dokter pada buku catatan medis.
Dalam hal ini hasil pemeriksaan akan disimpan pada rekam medis yang

124

berisikan tentang anamneses, pemeriksaan, terapi, diagnosa, status, dan


nama dokter yang melakukan pemeriksaan. Setiap hasil pemeriksaan
pasien akan disimpan dengan baik oleh sistem dan hasil pemeriksaan
tersebut dapat juga dicetak sehingga selain tersimpan oleh sistem, catatan
medis tersebut dapat disimpan oleh pihak PUSKESMAS. Gambar 6.9
menunjukkan gambar output cetak catatan medis.

Gambar 6.9 Output Cetak Catatan Medis


Dari gambar

tersebut dapat dijelaskan bahwa dokter akan

menginputkan hasil pemeriksaan pasien dari mulai anamneses yakni


gejala yang dirasakan oleh paien itu seperti apa, pemeriksaan yang
merupakan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter, terapi
merupakan tindakan, status yakni apakah pasien tersebut datang dengan
kasus baru, alam atau kasus kunjungan lama, dan kolom dokter yang
merupakan nama dokter yang melakukan pemeriksaan. Semua riwayat
penyakit pasien tersimpan dengan baik mulai dari data pasien, alergi obat
yang dialami pasien, sampai dengan hasil pemeriksaan oleh dokter.

125

Setelah pemeriksaan dilakukan oleh doker, dokter memberikan


obat yang dibutuhkan oleh pasien. Dalam sistem ini dokter akan
menginputkan nama, nomor rekam medis pasien, dan tanggal
pemeriksaan, serta cek list obat yang akan diberikan kepada pasien.
Pemberian obat ataupun resep tersebut dapat dicetak yang selanjutnya
akan diberikan kepada pihak kasir untuk pembayaran dan kepada pihak
farmasi untuk pengambilan obtanya. Gambar 6.10 menunjukkan output
cetak pemberian obat oleh dokter.

Gambar 6.10 Output Cetak Obat Pasien


6.2.4 Pembayaran Pemeriksaan
Langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh pasien setelah
melakukan pemeriksaan adalah melakukan pembayaran untuk semua
pemeriksaan yang dilakukan. Petugas pembayaran akan menginputkan
biaya pemeriksaan pasien dan mencetaknya yang selanjutnya akan
diberikan kepada pasien. Gambar 6.11 menujukkan output cetak biaya
pasien.

126

Gambar 6.11 Output Cetak Biaya Pasien


6.3 Hasil Pengujian Sistem
Pengujian sistem ini melibatkan lima belas responden dari beberapa
kalangan. Adapaun daftar penguji dpaat dilihat pada tabel 6.1.
Tabel 6.1 Tabel Daftar Responden
No

Nama

Pekerjaan

1.

Rustiyani

Mahasiswa PBA

2.

Rian

Penulis

3.

Fuad

Mahasiswa

4.

Ari

Mahasiswa

5.

Suerna Dwi Lestari

Korektor Kumon

6.

Rianto

Pengelola Rental

7.

Ria Listina

Peulis Media Pena

8.

Widya

9.

Siska

10. dr. Titi

Guru
Dokter Umum

127

Lanjutan Tabel 6.1 Tabel Daftar Responden


11. drg. B. Sari

Dokter Gigi

12. Sutrisno

Staf Farmasi

13. Indarwati

Staf RM

14. Arrum Husna Pandayin

Mahasiswa

15. Yusnita

Mahasiswa

Pengujian dilakukan terhadap fungsionalitas sistem sebagai user, admin,


petugas, dokter, kepala PUSEKSMAS, serta penggujian interface sistem.
Hasil pengujian fungsionalitas istem sebagia user dapat dilihat pada tabel 6.2,
hasil pengujian fungsionalitas sistem sebagai admin dapat dilihat pada tabel
6.3, hasil pengujian sistem sebagai dokter dapat dilihat pada tabel 6.4, hasil
pengujian fungsionalitas sistem sebagai petugas dapat dilihat pada tabel 6.5,
hasil pengujian sistem sebagai kepala PUSKESMAS dapat dilihat pada tabel
6.6, dan hasil pengujian interface sistem dapat dilihat pada tabel 6.7.
Tabel 6.2 Hasil Pengujian Fungsionalitas Sistem Sebagai User
No

Pernyataan

Ya

Sistem dapat menampilkan halaman depan

15

Sistem dapat menampilkan beberapa informasi


yang berkaitan dengan PUSKESMAS Nanggulan

15

Sistem dapat menampilkan kritik dan saran yang


diberikan oleh pengunjung dan dapat melihat
tanggapan yang diberikan

15

Proses pencarian berhasil

15

Total

30

Tidak

128

Tabel 6.3 Hasil Pengujian Fungsionalitas Sistem Sebagai Admin


N
o

Pernyataan

Ya

Proses Login Berhasil, jika username dan


password salah maka pengguna diminta untuk
login kembali

15

Pengolahan kritik saran berhasil, tidak ada error

15

Pengolahan data pegawai berhasil, tidak ada error

15

Proses pengolahan data dokter berhasil, tidak ada


error

15

Proses pengolahan data poliklinik berhasil, tidak


ada error tanggapan yang diberikan

15

Proses pengolahan data informasi berhasil, tidak


ada error

15

Sistem dapat menampilkan beberapa laporan

15

Proses pencarian berhasil

15

Proses logout berhasil dan tidak dapat diback,


pengguna harus login kembali

15

Total

Tidak

135

Tabel 6.4 Hasil Pengujian Fungsionalitas Sistem Sebagai Dokter


No

Pernyataan

Ya

Proses Login Berhasil, jika username dan


password salah maka pengguna diminta untuk
login kembali

Proses pengolahan data rekam medis berhasil,


sistem dapat menyimpan rekam medis pasien

Hasil Catatan Medis dapat dicetak

Proses input obat pasien berhasil dan dapat dicetak

Proses pengolahan informasi penyakit berhasil,


tidak ada error

Tidak

129

Lanjutan Tabel 6.4 Hasil Pengujian Fungsionalitas Sistem Sebagai Dokter


6

Proses logout berhasil dan tidak dapat diback,


pengguna harus login kembali
Total

2
12

Tabel 6.5 Hasil Pengujian Fungsionalitas Sistem Sebagai Petugas


N
o

Pernyataan

Ya

Proses Login Berhasil, jika username dan


password salah maka pengguna diminta untuk
login kembali

15

Proses pendaftaran pasien berhasil, tidak ada error

15

Proses pengolahan data pasien berhasil dan dapat


mencetak kartu berobat pasien

15

Proses pengolahan data oleh petugas farmasi


berhasil, tidak ada error

15

Proses pengolahan input biaya berobat pasien


berhasil dan dapat dicetak

15

Sistem dapat menampilkan beberapa laporan

15

Proses pencarian berhasil

15

Proses logout berhasil dan tidak dapat diback,


pengguna harus login kembali

15

Total

Tidak

120

Tabel 6.6 Hasil Pengujian Fungsionalitas Sistem Sebagai Kepala PUSKESMAS


No

Pernyataan

Ya

Proses Login Berhasil, jika username dan


password salah maka pengguna diminta untuk
login kembali

15

Pengolahan kritik saran berhasil, tidak ada error

15

Proses pencarian berhasil

15

Tidak

130

Lanjutan Tabel 6.6 Hasil Pengujian Fungsionalitas Sistem Sebagai Kepala


4

Sistem dapat menampilkan beberapa laporan

15

Proses logout berhasil dan tidak dapat diback,


pengguna harus login kembali berhasil, tidak ada
error

15

Total

75

Tabel 6.7 Hasil Pengujian Interface Sistem


No
1

Pernyataan

SS

Konten yang disediakan sederhana

11

14

TS

STS

sehingga memudahkan pengguna


dalam menggunakan aplikasi.
2

Sistem memiliki navigasi (cara

pengoperasian) yang mudah.


3

Waktu loading relatif cepat.

Menu-menu pada sistem sudah

12

10

63

13

berfungsi dengan baik.


5

Penjelasan
yang

penggunaan

mudah

dipahami

sistem

oleh

pengguna
6

Antar

muka

tampilan

sistem

menarik dan user friendly


Total

14

Hasil pengujian fungsionalitas sistem sebagai user pada tabel 6.2


menunjukkan bahwa 100% mengatakan Ya dan 0% mengatakan Tidak. Hasil

131

pengujian fungsionalitas sistem sebagai admin pada tabel 6.3 menunjukkan


bahwa 100% mengatakan Ya dan 0% mengatakan Tidak. Hasil pengujian
fungsionalitas sistem sebagai petugas pada tabel 6.5 menunjukkan bahwa
100% mengatakan Ya dan 0% mengatakan Tidak. Hasil pengujian
fungsionalitas sistem sebagai kepala pada tabel 6.6 menunjukkan bahwa
100% mengatakan Ya dan 0% mengatakan Tidak. Hasil Pengujian interface
sistem pada tabel 6.6 menunjukkan bahwa 15,56% mengatakan Sangat
Setuju, 70% mengatakan Setuju, dan 14,44% mengatakan Tidak Setuju.
Untuk hasil pengujian fungsionalitas sistem sebagai dokter pada tabel 6.4
menunjukkan bahwa 100% Ya dan 0% Tidak. Pengujian fungsionalitas
sebagai dokter ini hanya melibatkan dua orang responden yang lebih
mengetahui tentang isi rekam medis itu sendiri.
Berdasarkan hasil pengujian tersebut dapat diketahui bahwa sistem
informasi rekam medis ini telah dibuat yang diharapkan dapat membawa
manfaat dan lebih membantu dalam meningkatkan pelayanan kepada pasien.
Akan tetapi masih perlu banyak perbaikan agar sistem informasi rekam medis
ini lebih banyak menyimpan hal-hal yang berhubungan dengan pasien
khususnya.