Anda di halaman 1dari 2

Jeogiyo, sajin jjigeo juseyo?

lhamdulillah pesawat terbang dan landing dengan mulus tepat jam 08.20 (Korean Time). Yeahhh
akhirnya saya menginjakkan kaki juga di Korea. Cepat-cepat saya mengambil kamera untuk
mengambil foto. Saya pun mulai mengekor para penumpang lainnya yang berjalan dengan ritme
yang lumayan cepat. Saya nggak tahu mau dibawa kemana setelah keluar dari pesawat hhehe Untuk
pertama kalinya saya nyobain flat escalator dan sempet rada kampungan ngelihatnya hhaha Terus
turun ke bawah dengan escalator yang bagi saya cukup curam dan tinggi. Dari escalator saya
melihat orang-orang mengantri dengan rapi menunggu subway yang akan mengantar penumpang ke
bandara utama. Subway pun tiba, saya segera masuk. Keluar dari subway, saya bergegas ke bagian
imigrasi dan Alhamdulillah proses imigrasi lancar. Selanjutnya pergi ke tempat pengambilan bagasi,
cukup lama menunggu bagasi saya muncul di conveyor. Selagi menunggu saya sibuk whatsapp
dengan Cek Wiwin untuk menyampaikan kabar bahwa saya sudah sampai dengan selamat. Setelah
bagasi ditangan, saya segera mencari information center untuk meminta peta secara gratis. Disana
juga banyak brosur yang bisa diambil.
Selesai mengexplore, saya buru-buru keluar bandara dari pintu keluar 4. Sebagai informasi loket
tiket bus limousine berada dekat dengan pintu keluar 4 atau 11. Saya membayar tiket seharga
15000 Won dan menunggu di bus stop nomor 6050 persis di sebelah kanan loketnya. Di itinerary
seharusnya saya naik bus limousine nomor 6015 dengan harga tiket 10000 Won tapi mau gimana lagi
tiketnya terlanjur dibeli hhehe Ada 2 transportasi murah menuju Seoul yakni Limousine Bus dan
AREX. Sebenarnya AREX (subway dari dan ke airport) sangat murah dan cepat hanya 4000-6000 Won
untuk sampai ke Seoul tapi berhubung saya masih bingung tata cara naik subway mending nanti saja
hhehe Untuk info lebih lanjut mengenai transportasi dari dan ke bandara silahkan
bukahttp://www.airport.kr/eng. Jika masih bingung juga, kalian bisa tanya tourist information
center di bandara.
Selagi menunggu bus, saya mengirim pesan ke Shin Son via CS kalau saya akan sampai di Seoul
Station jam 11.00. Jadi ceritanya kami janjian bertemu disana. Bus pun datang tepat jam 10.00
sesuai dengan jam yang tertera di tiket. 10 menit kemudian bus berangkat. Di dalam bus hanya ada
4 orang, 2 orang cewek cantik, supir dan saya sendiri. Apa nggak rugi ya cuma mengangkut 3 orang
penumpang? Kalau di Indonesia harus ngetem dulu kan hhaha Sepanjang perjalanan menuju Seoul
Station saya bagaikan orang kampung yang baru masuk kota. Saya sangat antusias. Berhubung
banyak bangku yang kosang jadi saya beberapa kali pindah bangku biar dapet tempat yang nyaman
buat lihat pemandangan dari balik kaca jendela hhehe
Sekitar jam 11.00 saya sudah sampai di Seoul Station dan turun mengambil bagasi, 2
orang cewek tadi juga ikut turun. Saya menyapa mereka berdua. Saya kira mereka orang
Korea, eh nggak tahunya orang Jepang. Ini adalah ketiga kalinya bagi salah satu dari
mereka liburan ke Korea. Kami bersama-sama masuk ke Seoul Station. Lalu saya
mengambil hape berniat untuk memberitahu Shin Son bahwa saya sudah sampai.
Sialnya batere hape saya sudah drop duluan. Mulailah saya gelisah. Ketika mau berpisah,
saya buru-buru minta tolong sama mereka sudikah kiranya meluangkan waktu untuk
membantu saya mencari dimana pintu Airport Raiload karena saya janjian akan bertemu
Shin Son disana. Untungnya mereka dengan senang hati ingin membantu. Kami
bersama-sama mencari pintu Airport Raiload yang dimaksud Shin Son dan ketemu juga
tapi kok sampai jam 11.20 nggak ada tanda-tanda orang yang sedang menunggu. Cewek
Jepang itu menyarankan saya untuk menghubungi dia saja. Ah? Bagaimana mau
menghubungi kalau batere hape saya saja sudah drop. Tanpa ada rasa malu, saya
meminjam hape mereka buat akses internet buat mengirim message via CS tapi sialnya
lagi WiFi dikunci. Merasa nggak enak sudah terlalu jauh merepotkan mereka, saya segera

menyuruh mereka pergi. Sebenarnya ini akibat keteledoran saya juga, saya nggak
mencatat kontak hape dan petunjuk yang diberikan oleh Shin Son. Yang saya ingat cuma
bertemu didepan pintu Airport Raiload. Bodohkan? *iya bodoh hhaha
Sebenarnya saya mau minjem hape orang-orang yang ada di Seoul Station buat akses
internet tapi kelihatannya ekspresi mereka rada takut. Nggak heran si takut, saya kan
dari tadi mondar mandir nggak jelas bawa koper besar pula hhaha Lalu saya baru
teringat kalau saya bawa notebook walau baterenya sudah soak. Jadi saya harus cepat ni
browsing sebelum notebooknya mati. Sayangnya WiFi di notebook bermasalah atau
dalam kata lain nggak bisa detect adanya WiFi. Terbayangkan betapa paniknya saya
karena sudah jam 12 lewat tapi masih juga belum ketemu dan takutnya dia keburu
pulang karena keteledoran saya. Walau sudah jam 12 lewat saya tetap bersemangat
buat mencari Shin Son karena selain menghemat biaya menginap 2 malam di gueshouse
hhehe Saya juga kehilangan satu kesempatan buat menginap dengan orang Korea
karena pasti seru bisa sharing apalagi kalau di temenin jalan-jalan hhahaMulailah saya
panik karena sudah jam 11.35 belum juga bertemu. Satu-satunya jalan terakhir ya harus
menemukan warnet. Saya bertanya sama orang disana, ada warnet nggak ya? Eh
ternyata ada tapi sayang untuk masuk kesana harus memakai kartu akses
Alhamdulillah akhirnya sekitar jam 12.30, saya berhasil bertemu dengan pria berkulit
putih yang tingginya lebih dari 180cm itu. Saya berkali-kali meminta maaf karena sudah
membuat dia menunggu lama. Katanya its okay, you owe me cause all of this hhaha
Oh iya emang ada misunderstanding diantara kami. Shin Son mengira bahwa saya akan
naik AREX (line Airport Raiload) jadi dia menunggu di lantai B2 tempat AREX berhenti
dari jurusan Incheon International Airport. Saya juga lupa memberi tahu kalau saya naik
limousine bus jadi ya begini la akibatnya hhaha Setelah itu saya baru sadar, seharusnya
saya nggak usah repot-repot si nyari warnet, tinggal nyari tempat charge hape saja kan
beres -.- Harap maklum ya kan ceritanya lagi panik jadi pikiran saya terlalu pendek
hheheSaya pun mendatangi information center untuk menceritakan masalah yang
sedang saya hadapi. Dia pun meminta nomor hape Shin Son bermaksud untuk
menghubunginya tapi ya itu dia bodohnya saya tidak mencatat kontaknya hhaha Tanpa
rasa malu saya minta tolong buat dizinkan mengakses internet di kompinya hhehe
Namun dia tidak mengizikan, lalu menunjuk warnet itu lagi yakni warnet dimana untuk
masuk kesana harus ada kartu akses. Karena tak punya kartu akses, dia menyuruh saya
untuk pergi ke kedai kopi saja (saya lupa nama kedai kopi tersebut tapi masih didalam
Seoul Station). Saya bergegas ke kedai kopi yang dimaksud dan Alhamdulillah saya
diberikan izin oleh pemilik kedai kopi untuk mengakses internet secara gratis walau
butuh waktu 5 menitan bagi pemiliknya untuk mengerti maksud saya (biasa kebanyakan
orang Korea englishnya masih rendah). Ternyata Shin Son meninggalkan banyak pesan di
CS. Segera saya membalas pesannya dan memberitahu bahwa saya masih mencari dia
di Seoul Station. Betapa senangnya saya, ternyata dia masih menunggu hhehe Makasih
hyeong