Anda di halaman 1dari 9

Nama Kelompok

KELAS

:IA

1. Agung Budi Utomo


2. Erlina Purnamaningrum
3. Feni Irawati
4. Maryanti
5. Nana Kurniawati

Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta


Prodi Keperawatan
Tahun Ajaran 2012 / 2013
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb
Alhamdulillahirobbilalamin, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan bimbingan dan petunjuknya sehingga penyusunan makalah mata kuliah
Mikrobiologi dan Parasitologi yang berjudul desinfeksi dan sterilisasi dapat terselesaikan
dengan baik. Makalah ini sengaja dibuat sebagai tindak lanjut dari hasil tugas Mikrobiologi
dan Parasitologi yang diberikan oleh Dodik Luthfianto,Msi selaku dosen pembimbing.
Kami selaku penyusun mengharapkan masukan dan kritik serta saran selama
penyusunan berlangsung. Namun demikian penyusun menyadari bahwa makalah ini jauh dari
sempurna mengingat keterbatasan referensi dan waktu yang tersedia untuk penyusunannya.
Untuk itu penyusun mengharapkan timbal balik dari berbagai pihak demi penyempurnaan
dimasa yang akan datang. Selanjutnya penyusun berharap semoga makalah ini dapat
bermanfaat dalam memahami mata kuliah Mikrobiologi dan Parasitologi.
Wassalamualaikum wr.wb

DAFTAR ISI

Kata Pengantar...................................................................................................i
Daftar Isi............................................................................................................ii
I.

II.

III.

PENDAHULUAN
Latar belakang............................................................................................1
Rumusan Masalah.......................................................................................1
Tujuan.........................................................................................................1
PEMBAHASAN
Peran desinfeksi dan
sterilisasi......................................................................................................2
Pengertian desinfeksi...................................................................................2
Pengertian sterilisasi.....................................................................................3
Faktor yang mempengaruhi desinfeksi dan sterilisasi..................................4
Tujuan desinfeksi dan sterilisasi...................................................................4
PENUTUP
Kesimpulan...................................................................................................5
Saran.............................................................................................................5

Daftar
Pustaka.................................................................................................................6

ii
BAB I
PENDAHULUAN
I.

Latar Belakang

Lingkup bidang keperawatan memberikan asuhan keperawatan baik pada pasien yang
beresiko terinfeksi atau telah terinfeksi. Pengetahuan mengenai bagaimana terjadinya infeksi
sangat penting dikuasai untuk membatasi dan mencegah terjadi penyebaran infeksi dengan
cara mempelajari ilmu bakteriologi,imunologi,virologi dan parasitologi yang terkandung pada
ilmu mikrobiologi.
Selain itu, diperlukan juga cara untuk mengurangi atau bahkan mengatasi infeksi tersebut
secara keseluruhan. Secara lebih spesifik diperlukan pula pengetahuan mendasar akan kondisi
seperti apa yang bisa dijadikan lokasi atau tempat untuk melakukan asuhan keperawatan.
II.

III.

Rumusan Masalah
1. Apa peran desinfeksi dan sterilisasi ?
2. Apa pengertian desinfeksi ?
3. Apa pengertian sterilisasi ?
4. Apa faktor yang mempengaruhi desinfeksi dan sterilisasi ?
5. Apa tujuan desinfeksi dan sterilisasi ?
Tujuan
1. Mengetahui peran desinfeksi dan sterilisasi.
2. Mengetahui pengertian desinfeksi.
3. Mengetahui pengertian sterilisasi.
4. Mengetahui faktor yang mempengaruhi desinfeksi dan sterilisasi.
5. Mengetahui tujuan desinfeksi dan sterilisasi.

BAB II
PEMBAHASAN
A. PERAN DISINFEKSI DAN SENTRALILSASI
Salah satu bagian yang penting dalam mikrobologi adalah pengentahuan tentang caracara mematikan, menyingkirkan, dan menghambat pertumbuhan mikroorganisme.Cara yang
digunakan untuk menghancurkan, menghambat pertumbuhan dan menyingkirkan

mikroorganisme berbeda-beda tergantung pada pasien yang dihadapi.Selain itu lingkungan


dan tempat mikroba ini pun berbeda-beda misalnya dalam darah, makanan, air, sampah, riol,
dan tanah.Hal tersebut juga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan
cara untuk menghancurkan mikroorganisme yang digunakan tergantung pada pengentahuan,
ketrampilan dan tujuan dari yang melaksanakannya,sebab tiap situasi yang dihadapi
merupakan kenyataan-kenyataan dasar yang dapat menuntun ada cara atau prosedur yang
harus dilakukan.
Tujuan utama mematikan,menyingkirkan atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme
adalah sebagai berikut:
1. Untuk mencegah infeksi pada manusia,hewan piaraan,dan tumbuhan.
2. Untuk mencegah makanan dan lain-lain komoditi menjadi rusak.
3. Untuk mencegah gangguan kontaminasi terhadap mikroorganisme yang digunakan
dalam industri,hasilny tergantung pada kemurniaan penggunaan biakan murni.
4. Untuk mencegah kontaminasi bahan-bahan yang dipakai dalam pengerjaan biakan
murni di laboratorium (diagnosis,penelitian,industri),sehingga pengamatan tentang
pertumbuhan satu organisme pada medium pembiakan khusus atau pada hewan
percobaan membingungkan karena adanya organisme lain yang tumbuh.
B. PENGERTIAN DESINFEKSI
Desinfeksi adalah membunuh mikroorganisme penyebab penyakit dengan bahan
kimia atau secara fisik, hal ini dapat mengurangi kemungkinan terjadi infeksi dengan jalam
membunuh mikroorganisme patogen. Disinfektan yang tidak berbahaya bagi permukaan
tubuh dapat digunakan dan bahan ini dinamakan antiseptik. Antiseptik adalah zat yang
dapat menghambat atau menghancurkan mikroorganisme pada jaringan hidup, sedang
2
desinfeksi digunakan pada benda mati. Desinfektan dapat pula digunakan sebagai antiseptik
atau sebaliknya tergantung dari toksisitasnya.
Desinfektan akan membantu mencegah infeksi terhadap pasien yang berasal dari
peralatan maupun dari staf medis yang ada di RS dan juga membantu mencegah tertularnya
tenaga medis oleh penyakit pasien. Disinfektan dapat membunuh mikroorganisme patogen
pada benda mati.

Kriteria desinfeksi yang ideal:

Bekerja dengan cepat untuk menginaktivasi mikroorganisme pada suhu kamar


Aktivitasnya tidak dipengaruhi oleh bahan organik, pH, temperatur dan kelembaban
Tidak toksik pada hewan dan manusia
Tidak bersifat korosif
Tidak berwarna dan meninggalkan noda
Tidak berbau/ baunya disenangi
Bersifat biodegradable/ mudah diurai
Larutan stabil
Mudah digunakan dan ekonomis
Aktivitas berspektrum luas
Macam-macam desinfektan yang digunakan:

Alkohol
Aldehid
Biguanid
Senyaea halogen
Fenol
Klorsilenol

C. PENGERTIAN STERILISASI
Sterilisasi adalah proses (kimia atau fisik) yang dapat membunuh semua jenis
mikroorganisme.Sterilisasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1. Sterilisasi pemanasan basah dengan menggunakan uap atau air panas.
2. Sterilisasi kering dalam tanur.
Berdasarkan pada ketiga cara tersebut, sterilisasi dapat dibagi dalam:
1. Sterilisasi kering.
2. Sterilisasi basah.
3

STERILISASI KERING
Sterilisasi kering dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
a.Pemijaran
b.jilatan api (flaming)
c.Tanur uap panas(Hot Air Oven)

STERILISASI BASAH
Ada beberapa cara stelilisasi yang sering di gunakan,di antara nya sebagai berikut.

a. Penggodongan dalam air


b. Uap Mengalir
c. Uap dalam tekanan
D. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DESINFEKSI DAN STERILISASI
o Hidrasi
o Pengaruh Suhu
o Konsentrasi
o Oligodinamika
o Desinfektan
o Koefisien Fenol

E. TUJUAN DESINFEKSI DAN STERILISASI


Mencegah terjadinya infeksi
Mencegah makanan menjadi rusak
Mencegah kontaminasi mikroorganisme dalam industri
Mencegah kontaminasi terhadap bahan- bahan yg dipakai dalam melakukan biakan
murni.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
1. Sterilisasi adalah proses (kimia atau fisik) yang dapat membunuh semua jenis
mikroorganisme. Desinfeksi adalah membunuh mikroorganisme penyebab penyakit
dengan bahan kimia atau secara fisik, hal ini dapat mengurangi kemungkinan terjadi
infeksi dengan jalam membunuh mikroorganisme patogen.
2. Beberapa tujuan sterilisasi dan desinfeksi : Mencegah terjadinya infeksi, mencegah
makanan menjadi rusak, mencegah kontaminasi mikroorganisme dalam industri,
mencegah kontaminasi terhadap bahan-bahan yg dipakai dalam melakukan biakan
murni.

3. Sterilisasi dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu: Sterilisasi pemanasan basah
dengan menggunakan uap atau air panas, sterilisasi kering dalam tanur, pembakaran
total (incineration).

Saran
1. Sterilisasi apabila dilakukan secara baik dan sempurna maka akan menjamin
keselamatan kerja dan berkurangnya resiko terpapar mikroorganisme. Dan dapat
dilakukan untuk mencegah atau mengendalikan infeksi.
2. Semoga tulisan kami ini dapat dijadikan sebagai salah satu referensi dalam proses
pembelajaran mata kuliah mikrobiologi dan parasitologi.

Daftar Pustaka
Jawetz, J. Melnick, EA, Adeberg (1986), Mikrobiologi Untuk Profesi Kesehatan,

EGC, Jakarta.
Indra4u.blogspot.com/p/sterilisasi-dan-desinfeksi.html?m=1
Zumrohhasanah.wordpress.com/2011/02/26/sterilisasi-dan-desinfeksi/
Irianto, koes, Mikrobiologi, Yrama Widya, Bandung.
Imam Supardi, Dr., Dkk. 1986. Mikrobiologi Umum. Laboratorium Mikrobiologi,
Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Indonesia.