Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

(SAP)

EMBRIOLOGI
(Abio.242)

Oleh:
Dra. St. Wahidah Arsyad, M.Pd

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
BANJARMASIN

JUNI 2005

SATUAN ACARA PERKULIAHAN


1. Mata Kuliah

: Embriologi

2. Sandi/ SKS

: Abio. 242/ 3 SKS

3. Dosen Pengasuh

: 1. Drs. Kaspul, M.Si


2. Dra. St. Wahidah Arsyad, M.Pd

4. Kompetensi Perkuliahan : Mahasiswa memahami konsep dasar prinsip dan proses perkembangan embryo vertebrata.
5. Rencana Perkuliahan
:
PerteStandar
Muan
Kompetensi
Ke1.
1. Mahasiswa dapat
memahami
definisi, teori,
dan konsep serta
sejarah
embriologi
2.

2. Mahasiswa dapat
memahami dan
mengetahui
proses

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Buku Sumber/
Bahan/ Alat

Mahasiswa dapat menyebutkan:


1.1 Definisi embriologi
1.2 Teori dan konsep embriologi
1.3 Sejarah embriologi

1. Pendahuluan:
1.1 Definisi embriologi
1.2 Teori dan konsep embriologi
1.3 Sejarah Embriologi

[1] hal.3-29
[3] hal. 1-9

Mahasiswa dapat menguraikan:


12.1 Spermatogenesis
12.2 Oogenesis
12.3 Pembentukan Telur

2. Gametogenesis
2.1 Spermatogenesis
2.2 Oogenesis
2.3 Pembentukan Telur

[1] hal. 798-825


[2] hal. 165-179
[3] hal. 15-17,
40-42, 80-82,90-

/ OHP

pembentukan
gamet jantan dan
gamet betina
serta proses
ovulasi pada
betina
3.

4.

5.

12.4
12.5

Tipe Telur
Proses Ovulasi

2.4 Tipe Telur


2.5 Proses Ovulasi

91, 122-131
/ OHP

3. Mahasiswa dapat
memahami
proses
pembuahan, fusi
dan singami,
monospermi
serta polispermi.

Mahasiswa dapat menjelaskan:


3.1 Proses pembentukan zigot
3.2 Proses pembuahan, fusi, dan
singami
3.3 Monospermi dan polispermi
3.4 Partenogenesis

3. Fertilisasi
3.1 Pembentukan zigot
3.2 Proses pembuahan, fusi, dan
singami
3.3 Monospermi dan polispermi
3.4 Partenogenesis

[1] hal. 33-74


[2] hal. 180-195
[3] hal. 116-134

4. Mahasiswa dapat
memahami
proses
pembelahan awal
pada zigot

Mahasiswa dapat menggambarkan:


4.1 Pola Segmentasi
4.2 Macam-macam Blastulasi

4. Segmentasi dan Blastulasi


4.1 Pola segmentasi
4.2 Macam-macam Blastulasi

[1] hal. 75-114


[2] hal. 196-210
[3] hal. 152-163

5. Mahasiswa dapat
memahami
tujuan, proses
dan macam
pembentukan
rongga enteron

Mahasiswa dapat menjelaskan:


5.1 Tujuan Gastrulasi
5.2 Proses gastrulasi
5.3 Macam-macam Gastrulasi

/ OHP

/ OHP
5. Gastrulasi
5.1 Tujuan Gastrulasi
5.2 Proses gastrulasi
5.3 Macam-macam gastrulasi

[1] hal. 115-210


[2] hal. 211-224
[3] hal. 168-180
/ OHP

6.

7.

6. Mahasiswa dapat
memahami
proses
pembentukan
organ-organ
tubuh dan
sistem-sistem
organ

Mahasiswa dapat menguraikan:


6.1Proses pembentukan sistem
saraf pusat
6.2 Proses pembentukan kulit, dan
mata
6.3 Proses pembentukan organ
penciuman
6.4Proses pembentukan anggota
tubuh
6.5Proses pembentukan sistem
peredaran darah, pencernaan,
urogenital, dan pernapasan.

6. Organogenesis
6.1 Pembentukan sistem saraf
pusat
6.2 Pembentukan kulit, dan mata

7. Mahasiswa dapat
memahami
proses
pembentukan
dan macam
selaput embrio
pada hewan

Mahasiswa dapat menjelaskan:


7.1Proses pembentukan selaput
embrio
7.2Macam-macam selaput embrio
pada hewan

7. Selaput Embrio
[2] hal. 241-248
7.1Amnion, korion, alantois, dan [3] hal. 136-151
plasenta

8. Mahasiswa dapat
memahami
prinsip
diferensiasi,
induksi, dan
tumbuh

Mahasiswa dapat menyebutkan:


8.1Prinsip diferensiasi
8.2Prinsip induksi
8.3Tumbuh

8. Prinsip Perkembangan
8.1Diferensiasi
8.2Induksi
8.3Tumbuh

8.

9.

10.

[1] hal. 155-210


[2] hal. 211-224
[3] hal. 207-266
/ OHP

6.3 Organ penciuman


6.4 Pembentukan anggota tubuh
6.5 Pembentukan sistem
peredaran darah, pencernaan,
urogenital, dan pernapasan.

/ OHP

[2] hal. 249-267


[3] hal. 207-217
/ OHP

11.

12.

13.

14.

9. Mahasiswa dapat
memahami
proses
pembentukan
larva dan
perubahan
bentuk larva
pada serangga
dan amphibia

Mahasiswa dapat menguraikan:


9.1Metamorfosis pada serangga
9.2Metamorfosis pada Amphibi

9. Bentuk Larva dan


Metamorfosis
9.1Metamorphosis serangga
9.2Metamorfosis amphibia

[1] hal. 265-717


[2] hal. 268-275

10. Mahasiswa dapat


memahami
proses regenerasi
dan membedakannya dengan
proses
rudimenter

Mahasiswa dapat menjelaskan:


10.1 Proses regenerasi pada kaki
Amphibia
10.2 Perbedaan proses regenerasi
dengan proses rudimenter

10. Regenerasi
10.1 Regenerasi pada Amphibia
10.2 Rudimenter

[2] hal. 276-283


[3] hal. 314-322

11. Mahasiswa dapat


memahami
prinsip kelainan
perkembangan
embrio

Mahasiswa dapat menyebutkan:


11.1 Prinsip kelainan
perkembangan
11.2 Macam-macam kelainan
perkembangan

11. Kelainan Perkembangan


11.1 Cacat lahir
11.2 Teratologi

12. Mahasiswa dapat


memahami
prinsip
terjadinya, dan

Mahasiswa dapat menjelaskan:


12.1 Prinsip terjadinya kembar
12.2 Jenis-jenis kembar

12. Kembar
12.1 Identik
12.2 Fraternal

/ OHP

/ OHP

[1] hal. 227-228


[2] hal. 241-248
[3] hal. 306-313
/ OHP
[1] hal. 97-98
[2] hal. 259
[3] hal. 300-305

jenis-jenis
kembar

6. Pendekatan/ Metode perkuliahan: Pendekatan Konsep / Diskusi informasi, mapping, dan penugasan.
7. Referensi

1. Gilbert, Scoot F. 1991. Developmental Biology. 3ed. Sinamer Associates, Inc. Sunderland, Massachusetts.
2. Handari Susilo & Puniawati Nyoman . 1993. Struktur dan Perkembangan Hewan. Proyek Pembinaan tenaga
Kependidikan UGM. Yogyakarta.
3. Wildan Yatim, 1982. Reproduksi dan Embriologi. Tarsito. Bandung.
8. Penugasan dan Penilaian

1. Membuat ringkasan, mapping, kesimpulan hasil diskusi, dan dinilai dalam bentuk portofolio.
2. Tugas di kelas, mandiri (individu/ kelompok).
3. Tes formatif (tes bagian), dan tes sumatif (final tes)
4. Komponen penilaian terdiri atas; tugas-tugas (Xt), tes bagian (Xb), dan tes akhir (F)
5. Nilai Akhir (NA) = 3Xt + 3 Xb + 4F
10