Anda di halaman 1dari 15

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK ISOLASI SOSIAL

1. Latar Belakang
Klien yang dirawat di rumah sakit jiwa atau ruang jiwa umumnya
dengan keluhan tidak dapat diatur di rumah, misalnya amuk, diam saja, tidak
mandi, keluyuran, mengganggu orang lain dan sebagainya. Setelah berada dan
dirawat di rumah sakit, hal yang sama sering terjadi banyak klien diam,
menyendiri tanpa ada kegiatan. Hari hari perawatan dilalui dengan makan,
minum obat dan tidur. Ada di antara klien yang dengan inisiatif sendiri
mencari perubahan situasi dengan jalan jalan di rumah sakit namun ada
diantara mereka yang tidak tahu jalan pulang sehingga jika tertangkap ia dicap
sebagai klien yang melarikan diri kemudian dimasukan lagi ke dalam ruang
isolasi.
Terapi aktivitas kelompok merupakan salah satu tindakan keperawatan
untuk klien gangguan jiwa. Terapi ini adalah terapi yang pelaksanaannya
merupakan tanggung jawab penuh dari seorang perawat. Oleh karena itu
seorang perawat khususnya perawaat jiwa haruslah mampu melakukan terapi
aktivitas kelompok secara tepat dan benar.
Untuk mencapai hal tersebut di atas perlu dibuat suatu pedoman
pelaksanaan terapi aktivitas kelompok sepertiterapi aktivitas kelompok
sosialisasi, penyaluran energi, stimulasi sensori dan orientasi realitas.
Perilaku kekerasan adalah suatu keadaan dimana seseorang melakukan
tindakan yang dapat membahayakan secara fisik, baik kepada diri sendiri
maupun orang lain yang merupakan hasil konflik emosional yang belum dapat
diselesaikan. Perilaku kekerasan juga menggambarkan rasa tidak aman,
kebutuhan akan perhatian dan ketergantungan pada orang lain.Pasien jiwa
yang mengalami perilaku kekerasan umumnya tidak dapat mengendalikan
kemarahannya

dengan

baik.

Sehingga

emosinya

sangat

labil

dan

membahayakan orang-orang yang ada di sekitarnya.


Namun pada pasien jiwa dengan perilaku kekerasan yang sudah mampu
bekerja sama dengan perawat hendaknya diajarkan tentang perilaku kekerasan
yang pasien alami, mulai dari stimulasi penyebab kemarahannya, tanda dan

gejala kemarahannya, yang dilakukannya saat marah atau perilaku


kekerasannya, dan akibat dari perilaku kekerasan yang dilakukannya dan juga
cara mencegah perilaku kekerasan baik dengan cara kegiatan fisik, interaksi
sosial, kegiatan spiritual maupun dengan cara patuh minum obat agar perilaku
kekerasan yang dilakukannya dapat terkendali dengan baik.
Berdasarkan pengalaman survei di rumah sakit jiwa, masalah
keperawatan yang paling banyak ditemukan adalah perilaku kekerasan,
halusinasi, menarik diri dan harga diri rendah (Budi Anna, 2013).
Di ruang melati RSJP NTB pada periode juli agustus tahun 2014
jumlah kasus RPK mengalami peningkatan disetiap bulan yakni dari 48 kasus
menjadi 55 kasus RPK. Hal ini berarti masih banyaknya pasien atau
masyarakat belum memahami atau masih memiliki koping yang kurang baik
dalam menyelesaikan suatu masalah yang dihadapi sehingga jumlah pasien
jiwapun meningkat tiap tahunnya.
Berdasarkan pola pikir dari latar belakang diatas maka mahasiswa
Profesi dari Stikes YARSI Mataram berusaha memecahkan masalah dengan
melakukan kegiatan terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori pada pasien
yang memiliki masalah keperawatan yang sama yakni resiko perilaku
kekerasan.
2. Tujuan
a. Tujuan umum
Klien dapat meningkatkan hubungan sosial dalam kelompok secara
bertahap.
b. Tujuan khusus
Klien mampu memperkenalkan diri
Klien mampu berkenalan dengan anggota kelompok
Klien mampu bercakap cakap dengan anggota kelompok
3. Sesi yang Digunakan
Dalam Terapi Aktifitas Kelompok Perilaku Kekerasan dibagi dalam
5sesi,namun pada TAK kali ini hanya melakukan 3 sesi yaitu:
a. Sesi 1

: Memperkenalkan diri menyebutkan nama, nama lengkap

pangilan asal dan hobby


b. Sesi 2
: Mampu memperkenalkan diri dan menanyakan diri
anggota kelompok lain (nama, nama lengkap pangilan asal dan hobby)

c. Sesi 3

: mampu bercakap cakap (menanyakan kehidupan pribadi

kepada salah satu anggoya kelompok, dan menjawab pertanyaan


tentang kehidupan pribadi)
4. Klien
Kriteria klien
a. Klien dengan isolasi sosial yang sudah mulai mampu bekerja sama
dengan perawat.
b. Klien isolasi sosial yang dapat berkomunikasi dengan perawat.
Proses seleksi
a.

Mengobservasi klien yang masuk kriteria.

b. Mengidentifikasi klien yang masuk kriteria.


c.

Mengumpulkan klien yang masuk kriteria.

d.

Membuat kontrak dengan klien yang setuju ikut TAKS, meliputi:


menjelaskan tujuan TAKS pada klien, rencana kegiatan kelompok, dan
aturan main dalam kelompok.

5. KriteriaHasil
a. Evalusi struktur :
Kondisi lingkungan tenang, dilakukan di tempat tertutup, dan

memungkinkan klien untuk berkonsentrasi terhadap kegiatan.


Klien dan terapis duduk bersama membentuk lingkaran.
Peserta sepakat untuk mengikuti kegiatan.
Alat yang digunakan dalam kondisi baik.
Leader, co-leader, fasilitator, observer berperan sebagaimana

mestinya.
b. Evalusi proses
o Leder dapat mengkoordinasi seluruh kegiatan dari awal sampai akhir.
o Leader mampu memimpin acara.
o Co-leader membantu mengkoordinasi seluruh kegiatan.
o Fasilitator mampu memotivasi peserta dalam kegiatan.
o Fasilitator membantu leader melaksanakan kegiatan dan bertanggung
jawab dalam antisipasi masalah.
o Observer sebagai pengamat melaporkan hasil pengamatan kepada
kelompok yang berfungsi sebagai evaluator kelompok.
o Peserta mengikuti kegiatan yang dilakukan dari awal sampai akhir.
c. Evalusi hasil
Diharapkan 80% dari kelompok mampu:
a.

Memperkenalkan diri

b. Membicarakan perilaku kekerasan yang sedang dialami.


c. Membicarakan cara-cara menanggulangi perilaku kekerasan yang
dialami.
d. Bekerja sama dengan perawat selama berinteraksi.
e.

Mengevaluasi kemampuan menanggulangi perilaku kekerasan.

6. Pengorganisasian
a. Leader, bertugas :
1. Mengkoordinasi seluruh kegiatan.
2. Memimpin jalannya terapi kelompok.
3. Memimpin diskusi.
b. Co-Leader, bertugas :
1. Membantu leader mengkoordinasi seluruh kegiatan.
2. Mengingatkan leader jika ada kegiatan yang menyimpang.
3. Membantu memimpin jalannya kegiatan.
4. Menggantikan leader jika terhalang tugas.
c. Fasilitator,bertugas

1. Memotivasi peserta dalam aktivitas kelompok.


2. Memotivasi anggota dalam ekspresi perasaan setelah kegiatan.
3.

Mengatur posisi kelompok dalam lingkungan untuk melaksanakan


kegiatan.

4. Membimbing kelompok selama permainan diskusi.


5. Membantu leader dalammelaksanakankegiatan.
6. Bertanggung jawab terhadap program antisispasi masalah.
d. Observer, bertugas

1. Mengamati semua proses kegiatan yang berkaitan dengan waktu,


tempat, dan jalannya acara.
2. Melaporkan hasil pengamatan pada leader dan semua anggota
kelompok dengan evaluasi kelompok.
e. Setting tempat

keterangan :
: pasien
: leader
: co leader
: observer
: Fasilitator
7.

Daftar Nama Klien Peserta TAK


1. Tn Bas

6. Tn Sh

2. Tn Gn

7. Tn Mns

3. Tn S

8. Tn An

4. Tn Mt

9. Tn Ef

5. Tn Abd

10. Tn Mdh

8. Proses Pelaksanaan
Sesi 1
Tujuan : klien mampu memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama, lengkap,
nama panggilan, asal dan hobi
Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Hari/Tanggal
: Sabtu, 13 Desember 2014
Waktu
: Pkl. 10.30 s.d selesai
Alokasi waktu
: Perkenalan dan Pengarahan (3 menit)
Terapi kelompok (12 menit)
Tempat
: Ruang mawar Rumah Sakit Jiwa Propinsi NTB

Tim Terapis
Leader
Co-Leader
Fasilitator
Observer
Setting :

: Reza Syahbandi J
: Arlan fikriadi
: 5 Mahasiswa D3 Poltekes dan Stikes Yarsi mataram
: Sari Andini

1. Klien dan terapis duduk bersama dalam lingkaran


2. Ruangan nyaman dan tenang
Alat
1.
2.
3.
4.
5.

:
Speaker
Musik /Handphone
Bola
Buku catatan dan pulpen
Jadwal kegiatan klien

Metode

1. Dinamika kelompok
2. Diskusi dan Tanya jawab
3. Bermain peran dan simulasi
Langkah kegiatan:
1. Persiapan.
a. Memilih klien sesuai dengan indikasi,yaitu isolasi social menarik diri
b. Membuat kontrak dengan klien
c. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
a. Memberi salam terapeutik
b. Evaluasi/validasi. Menanyakan perasaan klien saat ini
c. Kontrak
1) Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu memperkenalkan diri
2) Menjelaskan aturan main sebagai berikut :
- Jika ada klien yang akan meninggalkan kelompok harus izin
dulu pada terapis
- Lama kegiatan 20 menit
- Setiap klien mengikuti kegiatan awal sampai akhir
3. Tahap kerja
a. Jelaskan kegiatan yaitu music pada handphone yang telah dicolokan ke
speaker dinyalakan sert bola diedarkan berlawanan dengan arah jarum
jam dan pada saat music dihentikan maka anggota kelompok yang
memegang bola pada saat music berhenti harus memperkenalkan
dirinya.
b. Hidupkan music kembali dan edarkan bola berlawanan dengan arah
jarum jam

c. Pada saat music dimatikan anggota kelompok yang memegang bola


mendapatkan giliran untuk menyebutkan salam, nama lengkap, nama
panggilan, hobi dan asal, dimulai dari terapis sebagai contoh
d. Tulis nama panggilan pada kertas / papan nama
e. Ulangi b,c,d sampai semua anggota kelompok mendapat giliran
f. Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan
memberi tepuk tangan.
4. Tahap terminasi
a. Evaluasi
1. Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
2. Memberi pujian atas keberhasilan kelompok
b. Rencana tindak lanjut
1. Menganjurkan tiap anggota kelompok melatih memperkenalkan
diri pada orang lain pada kehidupan sehari-hari
2. Memasukan kegiatan memperkenalkan diri pada jadwal kegiatan
harian klien
c. Kontrak yang akan datang
1. Menyepakati kegiatan berikut yakni berkenalan dengan anggota
kelompok
2. Menyepakati waktu dan tempat
Evaluasi dan Dokumentasi
Evaluasi
Evaluasi dilakukan pada saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap
kerja untuk menilai kemampuan klien melakukan TAK. Aspek yang dievaluasi
adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAK sesi 1 dievauasi
kemampuan klien memperknalkan diri secara verbal dan nonverbal dengan
menggunakan formulir terlampir.

Sesi 2
Tujuan :
Klien mampu berkenalan dengan anggota kelompok :
a. Memperkenalkan diri sendiri: nama lengkap nama panggilan asal dan hobi
b. Menanyakan diri anggota kelompok lain : nama lengkap nama panggilan
asal dan hobi
Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Hari/Tanggal
: Sabtu, 13 Desember 2014
Waktu
: Pkl. 10.40 s.d selesai
Alokasi waktu
: Perkenalan dan Pengarahan (3 menit)
Terapi kelompok (12 menit)
Tempat
: Ruang mawar Rumah Sakit Jiwa Propinsi NTB
Tim Terapis
Leader
: Sari Andini
Co-Leader
: Arlan fikriadi
Fasilitator
: 5 Mahasiswa D3 Poltekes & Stikes Yarsi mataram
Observer
: Reza Syahbandi J
Setting :
1. Klien dan terapis duduk bersama dalam lingkaran
2. Ruangan nyaman dan tenang
Alat

:
1.
2.
3.
4.
5.

Speaker
Musik /Handphone
Bola
Buku catatan dan pulpen
Jadwal kegiatan klien

Metode

1. Dinamika kelompok
2. Diskusi dan Tanya jawab
3. Bermain peran dan simulasi
Langkah kegiatan:
1. Persiapan.
a. Memilih klien sesuai dengan indikasi,yaitu isolasi social menarik
diri
b. Membuat kontrak dengan klien
c. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
a. Memberi salam terapeutik
b. Evaluasi/validasi. Menanyakan perasaan klien saat ini
c. Kontrak
1) Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu memperkenalkan diri

2) Menjelaskan aturan main sebagai berikut :


- Jika ada klien yang akan meninggalkan kelompok harus izin
dulu pada terapis
- Lama kegiatan 20 menit
- Setiap klien mengikuti kegiatan awal sampai akhir.
3. Tahap kerja
a. Hidupkan music pada handphone dan edarkan bola secara
berlawanan jarum jam
b. Pada saat music dimatikan, anggota kelompok yang memegang
bola mendapat giliran untuk berkenalan dengan anggota kelompok
yang ada sisebelah kanan dengan cara :
1. Memberi salam
2. Menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, asal dan hobi
3. Menanyakan nama lengkap, nama panggilan, asal dan hobi
lawan bicara
4. Dimulai dari terapis sebagai contoh
c. Ulangi a dan b sampai semua anggota kelompok mendapat giliran
berkenalan
d. Hidupkan kembali music dan edarkan bola, pada saat music
dimatikan minta pada anggota kelompok yang memegang bola
untuk

memperkenalkan

anggota

kelompok

yang

disebelah

kanannya kepada kelompok, yaitu nama lengkap panggilan asal


dan hobi
e. Dimulai dari terapis sebagai contoh
f. Beri pujian utnuk setiap keberhasilan anggota kelompok dengan
meberi tepuk tangan.
4. Tahap terminasi
a. Evaluasi
1. Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
2. Memberi pujian atas keberhasilan kelompok
b. Rencana tindak lanjut
1. Menganjurkan tiap anggota kelompok latihan berkenalan
2. Memasukan kegiatan memperkenalkan diri pada jadwal
kegiatan harian klien
c. Kontrak yang akan dating
1. Menyepakati kegiatan berikut yakni bercakap-cakap tentang
kehidupan pribadi orang lain
2. Menyepakati waktu dan tempat
Evaluasi dan Dokumentasi
Evaluasi

Evaluasi dilakukan pada saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap
kerja untuk menilai kemampuan klien melakukan TAK. Aspek yang dievaluasi
adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAK sesi 2 dievauasi
kemampuan klien memperknalkan diri secara verbal dan nonverbal dengan
menggunakan formulir terlampir.

Sesi 3
Tujuan :
Klien mampu bercakap-cakap dengan anggota kelompok
a. Menanyakan kehidupan pribadi kepada satu orang anggota kelompok
b. Menjawap pertanyaan tentang kehidupan pribadi
Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Hari/Tanggal
: Sabtu, 13 Desember 2014
Waktu
: Pkl. 10.40 s.d selesai
Alokasi waktu
: Perkenalan dan Pengarahan (3 menit)
Terapi kelompok (12 menit)
Tempat
: Ruang mawar Rumah Sakit Jiwa Propinsi NTB
Tim Terapis
Leader
: Arlan fikriadi
Co-Leader
: Sri Andini
Fasilitator
: 5 Mahasiswa D3 Poltekes & Stikes Yarsi mataram
Observer
: Reza syahbandi
Setting :
1. Klien dan terapis duduk bersama dalam lingkaran
2. Ruangan nyaman dan tenang
Alat
1.
2.
3.
4.
5.

:
Speaker
Musik /Handphone
Bola
Buku catatan dan pulpen
Jadwal kegiatan klien

Metode

1. Dinamika kelompok
2. Diskusi dan Tanya jawab

3. Bermain peran dan simulasi


Langkah kegiatan:
1. Persiapan.
a. Memilih klien sesuai dengan indikasi,yaitu isolasi social menarik diri
b. Mengingatkan kontrak dengan klien pada sesi 2
c. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
a. Memberi salam terapeutik
a) Memberi salam terapeutik
b) Peserta dan terapis memakai nama
b. Evaluasi/validasi. Menanyakan perasaan klien saat ini dan
menanyakan apakah klien sudah mencoba berkenalan dengan orang
lain.
c. Kontrak
1) Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu bertanya dan menjawab tentang
kehidupan pribadi
2) Menjelaskan aturan main sebagai berikut :
- Jika ada klien yang akan meninggalkan kelompok harus izin dulu
pada terapis
- Lama kegiatan 20 menit
- Setiap klien mengikuti kegiatan awal sampai akhir.
3. Tahap kerja
a. Nyalakan music dan edarkan bola berlawanan dengan jarum jam
b. Pada saat music dimatikan anggota kelompok yang memegang bola
mendapat filiran untuk bertanya tentang kehidupan pribadi anggota
kelompok yang ada disebelah kanan dengan cara :
1. Memberi salam
2. Memanggil panggilan
3. Menanyakan kehidupan pribadi orang terdekat dipercayai atau
pekerjaan
4. Dimulai oleh terapi sebagai contoh
c. Ulangi a dan b sampai semua anggota kelompok mendapat giliran
d. Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan
memberi tepuk tangan
4. Tahap terminasi
a. Evaluasi
1. Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
2. Memberi pujian atas keberhasilan kelompok
b. rencana tindak lanjut
1. menganjurkan setiap anggota kelompok bercakap-cakap tentang
kehidupan pribadi dengan orang lain pada kehidupan sehari-hari
2. memasukan kegiatan bercakap-cakap pada jadwal kegiatan klien.

Evaluasi dan Dokumentasi


Evaluasi
Evaluasi dilakukan pada saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap
kerja untuk menilai kemampuan klien melakukan TAK. Aspek yang dievaluasi
adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAK sesi 3 dievauasi
kemampuan klien memperknalkan diri secara verbal dan nonverbal dengan
menggunakan formulir terlampir.

LAMPIRAN
Sesi 1 : Kemampuan memperkenalkan diri
1. kemampuan verbal
NO Aspek

Yang Nama Klien

dinilai
Memperkenalkan

nama lengkap
Menyebutkan

nama panggilan
Menyebutkan

asal
Menyebutkan

hobi
Jumlah
2. kemampuan nonverbal

No

Aspek yang dinilai

1
2
3

KOntak mata
Duduk tegak
Mengguanakan

Nama Klien

bahasa tubuh yang


4

sesuai
Mengikuti
dari

kegiatan

awal

sampai

akhir
Jumlah

Sesi 2 : Kemampuan Berkenalan


1. kemampuan verbal
NO Aspek yang dinilai
1

Menyebutkan

nama

lengkap
Menyebutkan

nama

3
4
5

panggilan
Menyebutkan asal
Menyebutkan hobi
Menanyakan nama

lengkap
Menanyakan

7
8

panggilan
Menanyakan asal
Menanyakan hobi

Nama Klien

nama

Jumlah
2. kemampuan nonverbal
No

Aspek yang dinilai

1
2
3

Kontak mata
Duduk tegak
Mengguanakan
bahasa tubuh yang

Nama Klien

sesuai
Mengikuti
dari

awal

kegiatan
sampai

akhir
Jumlah
Sesi 3 : kemampuan bercakap-cakap
a. kemampuan verbal bertanya
No

Aspek yang dinilai

Mengajukan

pertanyaan yang jelas


Mengajukan
pertanyaan

yang

ringkas
Mengajukan
pertanyaan

Nam Klien

yang

relevan
Mengajukan
pertanyaan

secara

spontan
Jumlah
b. Kemampuan verbal menjawab
No

Aspek yang dinilai

Menjawab

dengan

jelas
Menjawab

dengan

ringkas
Menjawab

dengan

relevan
Menjawab

dengan

Nama Klien

spontan
Jumlah

c. kemampuan nonverbal

No

Aspek yang dinilai

1
2
3

Kontak mata
Duduk tegak
Mengguanakan
bahasa tubuh yang

sesuai
Mengikuti
dari

akhir
Jumlah

awal

kegiatan
sampai

Nama Klien